• Tidak ada hasil yang ditemukan

Test Psikologi dan Wawancara jalur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Test Psikologi dan Wawancara jalur"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Tujuan Pembelajaran

Menjelaskan: tes psikologi, reliabilitas, validitas

instrumen.

Menjelaskan jenis2 validitas dan proses validasi.Mendeskripsikan beberapa jenis tes psikologi.Mendefinisikan wawancara seleksi dan

menjelaskan 2 bentuk wawancara (terstruktur & tidak terstruktur)

(3)

Prinsip Seleksi & Penempatan

RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE

(4)

TES PSIKOLOGI

(5)

Tes Psikologi

Adalah: Alat yang digunakan dlm seleksi kary untuk mengukur kemampuan mental seseorang

Hasil: angka yg menggambarkan Intelligence & kepribadian

Untuk mengukur kecenderungan perilaku

(6)

Tes Psikologi

Faktor-faktor yang diukur:

Kemampuan berpikir,Kecepatan berhitung,Kefasihan berbicara,

Pemahaman dan rentang ingatan,

Pertimbangan2 umum dan konseptual,

(7)

Tes Psikologi

Jenis2nya:

Tes kecerdasan (IQ)

Tes bakat (aptitude test)Tes minat

(8)

Syarat Tes Psikologi

Instrumen yg baik

Instrumen yg baik

Reliable Reliable

(9)

Reliabilitas

Arti: sejauh mana instrumen dapat dipercaya (konsisten).

Instrumen yang reliable, jika diujikan > 1 x pada

objek yang sama hasilnya konsisten.

Contohnya:

mengukur tinggi badan dengan jengkal

mengukur tinggi badan dengan meteran

(10)

Reliabilitas

Contoh:

Skor psikotes hari 1: 75Skor psikotes hari 2: 95

Cara mengetahui reliabilitas:

Hasil2 di hari 1 dan 2 dianalisa korelasi (r)-nya (statistik)Korelasi signifikan = reliable

Pada orang yang sama, dengan instrumen yang sama, apakah reliable?

(11)

Validitas

Adalah: Sejauh mana instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur (tepat/sesuai dengan

tujuan & situasi)

Contoh:

Dalam instrumen pengukuran EI menggunakan

variabel2 IQ (tujuan!)

Mengukur IQ dewasa dengan instrumen IQ anak

(12)

Validitas

Jenis Validitas

Jenis Validitas

Predictive

Predictive

Content

(13)

Predictive Validity

Adalah: validitas yang mengkaitkan hasil tes seleksi dengan prestasi kerja dimasa mendatang.

Berarti orang yang berhasil dalam tes seleksi

adalah orang yang berhasil dalam pekerjaan.

Cara pengukuran: korelasi (r) statistik

(14)

Content Validity

Adalah: validitas yang menunjukkan sejauh mana isi (items)

instrumen mewakili semua aspek yang harus diukur.

Contoh:

Ujian mengetik (psikomotor)→ kemampuan mengetik calon

sekretaris?

Item emotional control → EI calon CS?Item emotional control → IQ calon CS?

Cara pengukuran: pendapat ahli

(15)

Syarat Validitas yg Baik

Tidak tercemar (content validity baik) Lengkap (mengukur semua hal yg harus

diukur)

Mengukur kemampuan mental kandidat hanya

(16)

Validity

(keabsahan)

Validity: Sejauh mana

ukuran performance (seperti skor tes)

berhubungan dengan untuk apa ukuran

tersebut dibuat untuk menilai (seperti job performance).

Tiga cara mengukur

validity:

1. Criterion-related

2. Content

(17)

Criterion-Related

Validity

Criterion-related validity: Pengukuran

validitas yg menunjukkan korelasi antara skor tes dengan skor job performance.

Instrumen pengukuran tinggi badan mungkin

reliabel (handal) namun tidak ada

hubungannya dengan job performance

(reliabel tapi tidak valid)

Dua macam criterion-related validity:

1. Predictive (dapat diramalkan) Validation

(18)

Criterion-Related Validity

(continued)

Predictive Validation

Uji validitas yang

menggunakan skor2 tes

dari pelamar dan

menghitung hubungan skor2 tsb dengan

performance pelamar

yang dipekerjakan di masa depan.

Concurrent Validation

Uji validitas yang

menguji (tes) orang2 yang telah bekerja saat ini, dan membandingkan skornya dengan job

performance mereka

(19)
(20)

Criterion-Related Validity

(continued)

Predictive Validation

Menguji (tes) seluruh pelamar pekerjaan Menguji (tes) seluruh

pelamar pekerjaan

Merekrut beberapa pelamar dan menolak

Pelamar lainnya Merekrut beberapa pelamar dan menolak

Pelamar lainnya Menunggu selama

beberapa periode waktu

Menunggu selama beberapa periode

waktu

Mengukur job performance pelamar yang telah menjadi kary

Mengukur job performance pelamar yang telah menjadi kary

Memperoleh nilai korelasi dari 2 rangkaian angka Memperoleh nilai

(21)

Criterion-Related Validity

(continued)

Concurrent Validation

Menguji (tes) seluruh kary (pemegang posisi)

saat ini

Menguji (tes) seluruh kary (pemegang posisi)

saat ini

Mengukur job performance kary (pemegang posisi) saat ini

Mengukur job performance kary (pemegang posisi) saat ini

Memperoleh nilai korelasi dari 2 rangkaian angka Memperoleh nilai

(22)

Criterion-Related Validity

(continued)

Concurrent Validation

Kelemahan (yg membuat predictive validation lebih baik): 1. Para pelamar pekerjaan biasanya lebih termotivasi untuk

tampil baik pada tes2 daripada kary (pemegang posisi saat ini).

2. Para kary saat ini telah belajar lebih banyak hal daripada para pelamar.

3. Para kary saat ini cenderung memiliki banyak kesamaan. (padahal untuk menilai validity butuh skor yang tinggi

(23)

Criterion-Related

Validity

Untuk mengetahui apakah instrumen

pengukuran memiliki validitas yang tinggi: Uji Signifikansi Statistik.

(24)

Content and Construct Validity

Content Validity

Konsistensi antara pertanyaan

atau masalah yang diajukan dalam tes dengan berbagai

situasi atau masalah yang benar2 muncul dalam pekerjaan.

Cont: Guru (menyampaikan

materi, mengatasi anak yg sulit)

Proses validasi menggunakan

penilaian ahli.

Penilaian hanya untuk hal2 yang

bersifat konkrit dan dapat diamati (cont. ketrampilan)

Construct Validity

Konsistensi antara skor

tiap item dalam tes dengan konstruknya (cont: intelligence atau leadership ability) dan antara konstruk tsb dengan job

(25)

Jenis-Jenis

TES PSIKOLOGI

Jenis-Jenis

(26)

1. Tes Kecerdasan

Tes ini: menguji kemampuan intelektual seseorang secara umum

IQ berkaitan dengan kegiatan mental (kognitif):

Daya ingat

Kecepatan berhitung Kemampuan logis

Kosakata (pemahaman verbal, terminologi & konsep2)Kefasihan berbicara

(27)

1. Tes Kecerdasan

Beberapa jenis tes intelejensia:

Stanford-Binnet test (mengukur secara individu)

Wonderlick (mengukur secara kelompok)

Kaufman Adolescent dan Adult Intelligence Test

(dewasa)

Comprehensive Test of Nonverbal Intelligence Test

(28)

1. Tes Kecerdasan

Tes IQ spesifik kadang diperlukan:

Tes matematika dasar untuk calon teller, kasir,

(29)

Tes Kemampuan Psikomotor

Adalah: Tes yg digunakan untuk mengukur

skill/ketangkasan (baik mental maupun fisik).

Merupakan kelanjutan dari tes kemampuan

(30)

Tes Kemampuan Psikomotor

Contoh:

Pemahaman Verbal (arti kata2 dan hubungan kata2).

Pilih 2 kata yang mempunyai arti paling dekat:

(1) melukai (2) menangis (3) bekas (4) jelek (5) kotor

Penalaran induktif (identifikasi & pemecahan rangkaian masalah

secara logis).

Isilah angka pada titik2 berikut: 2 4 6 8 10 … …

Kefasihan berbicara (kemampuan menyebut nama/membuat kata)

(31)

Tes Kemampuan Psikomotor

Kemampuan numerik (hitung cepat & tepat)

Lakukan penghitungan berikut: 721,5 x 429 = …………..

996 : 12 = ………… 433 + 551 = ………. 442 – 337 = ………..

Memori (ingatan)

Hafal pasangan huruf berikut selama 30 detik, kemudian tuliskan kembali setelah petugas menarik semua soal.

(32)

Tes Kemampuan Psikomotor

Kecepatan Perseptual (mengidentifikasi kesamaan dan

perbedaan visual)

carilah sepasang deretan angka yang jika dijumlahkan jumlahnya sama:

(1) 172133 (2) 437155 (3) 92545 (4) 332225 (5) 621197 (6) 871235

Kemampuan Gerak (menanggapi stimulan secara cepat dan

tepat)

(33)

2. Tes Bakat (

Aptitude

)

Untuk mengukur potensi yang bisa dikembangkan

(ex. Pelatihan) dalam diri seseorang.

Penting untuk menguji fresh graduate.Termasuk tes psikomotor (ahli psikologi)Untuk pekerjaan administrasi kantor:

Office vocabulary.

O’Corner finger dexterity (kecekatan) test → jarum &

lubang

(34)

3. Tes Minat (

interest

)

Untuk mengukur keinginan pelamar atas

pekerjaan2 dalam situasi yang berbeda.

Tercermin pada pekerjaan yg diinginkan.Berguna untuk perencanaan karir & alat

(35)

5. Tes Kepribadian

Kepribadian: perpaduan unik sejumlah

karakteristik individu yang

mempengaruhi interaksinya dengan

lingkungan.

Kepribadian dipengaruhi oleh keturunan,

(36)

5. Tes Kepribadian

Berbagai tes kepribadian:

Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI)

→ awalnya untuk mendiagnosa kejiwaan

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)

100 pertanyaan ttg & tindakan dlm situasi ttn.Kategori hasil:

Extroverted – introvertedSensing – Intuitive

(37)

5. Tes Kepribadian

Berbagai tes kepribadian:

The Big Five Model

Extraversion: senang berkelompok, mampu bersosialisasi ><

pendiam, pemalu.

Agreeableness: kooperatif, hangat, percaya >< dingin, antagonisConscientiousness: tanggung jawab, reliable, gigih >< tidak dapat

diandalkan

Emotional stability: PD, tenteram,tenang, merasa aman >< gugup,

cemas, tertekan

Openness to experience: kreatif, ingin tahu >< tertutup terhadap

(38)

Selection

Interview

(39)

Wawancara Seleksi

Untuk memperoleh info secara langsung

mengenai KSAOs pelamar

Pewawancara = interviewer

(40)

Jenis Wawancara Seleksi

1. Wawancara terstruktur

Ada pedoman pertanyaan yang telah disiapkan

sebelumnya.

Lebih reliable dan valid.

2. Wawancara tidak terstruktur

Tidak ada pedoman pertanyaan.

Pertanyaan sering menyimpang dari tujuan.

(41)

Tahap Wawancara

1. Tahap persiapan

Telaah info dari formulir lamaran dan referensi.

Menentukan sasaran, metode dan informasi yg dibutuhkan.

2. Tahap pelaksanaan

Hargai pelamar

Dorong pelamar untuk menjawab

Mendengarkan dg perhatian dan scr proyektif

3. Penutup

Beri isyarat wawancara berakhir (meletakkan alat tulis, merapikan meja, bersandar kebelakang, berdiri)

Beri petunjuk ttg tindakan selanjutnya setelah wawancara (pemberitahuan langsung/tidak langsung)

4. Evaluasi

Penilaian hasil wawancara (perbandingan dg passing grade/pemeringkatan)

5. Feedback

(42)

Kelemahan

Interview

1. Subjectivitas, prasangka dan stereotyping

2. Biaya mahal (misal. Wawancara user yang perlu mendatangkan para supervisor dari berbagai wilayah)

3. Ketidakseragaman pertanyaan2 antar para pewawancara.

(43)

Mengatasi Kelemahan

Interview

1. Menjaga wawancara supaya terstruktur,

terstandardisasi dan terfokus pada sasaran2 yg telah ditentukan.

Menggunakan peringkat kuantitatif pada dimensi yg

dapat diamati (misal kemampuan komunikasi)

Mencatat hasil secara terstruktur.

2. Menggunakan pertanyaan situasional (berkaitan dg situasi kerja): ex. Memotivasi kary & menghadapi bos

Berdasarkan pengalamanBerientasi masa depan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nugroho tahun 2010 tentang hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku

kali sehingga revisi yang dilakukan lebih terbatas. Sejauh ini penelitian mengenai instrumen evaluasi yang dapat digunakan untuk mengukur keterampilan problem

etika-etika profesional lain yang perlu dipahami dan diikuti, dengan kemampuan intelektualnya, seorang engineer akan dapat menemukan etika- etika tsb selama mengembangkan

r From the experience above it can be concluded that blocking the ditches of Merang River (South Sumatra) was more difficult, with more obstacles, than the blocking activities in

Judul Tesis : HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DAN INTAKE ZAT GIZI DENGAN TINGGI BADAN ANAK BARU MASUK SEKOLAH (TBABS) PADA DAERAH ENDEMIS GAKY DI KECAMATAN PARBULUAN

Demikian juga pada kultur oosit dengan kumulus komplek yang tidak ditambah hormon dalam media kultur, peningkatan dosis suplementasi TGF β meningkatkan jumlah oosit yang mencapai

Terdapat 5 variabel pengukuran yaitu Days’ Sales In Receivables Index (DSRI), Gross Margin Index (GMI), Asset Quality Index (AQI), Sales Growth Index (SGI), dan Total Accrual To

kandungan etilen yang cukup tinggi dalam meningkatkan produksi lateks pada.