• Tidak ada hasil yang ditemukan

minggu 11 Manajemen Disk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "minggu 11 Manajemen Disk"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Selecting a Disk-Scheduling

Algorithm

 Performance depends on the number and types of requests.

SSTF is common and has a natural appeal, but can starve requests SCAN and C-SCAN perform better for systems that place a heavy

load on the disk - lots of requests to hit

Optimal is NP-complete.

 Requests for disk service can be influenced by the file-allocation

method and directory layout.

The disk-scheduling algorithm should be written as a separate module

of the operating system, allowing it to be replaced with a different algorithm if necessary.

Either SSTF or LOOK is a reasonable choice for the default algorithm.  Newer disks have

Lower seek time relative to latency

Built in scheduling - send requests in batches

 OS level scheduling is important at a coarser grain level, for important

(3)

Swap-Space Management

Swap-space — Virtual memory uses disk

space as an extension of main memory.

Swap-space can be

Carved out of the normal file system

In a separate disk partition with a special file

system (no directory, etc)

Combination of these, e.g., Solaris, which

always rereads text pages from the file system (they’re never dirty, and hence never

swapped out)

Swap-space management

4.3BSD allocates swap space when process

starts; holds text segment and data segment.

Solaris 2 allocates swap space only when a

page is forced out of physical memory, not when the virtual memory page is first created.

(4)

Swap-Space Management

Memori

Virtual

menggunakan disk

space

 sebagai

perpanjangan

(atau 

space tambahan

) dari memori

utama.

Karena

kecepatan akses disk

lebih

lambat

daripada

kecepatan akses

memori

,

menggunakan 

swap-space

 akan

mengurangi

performa

sistem secara signifikan.

(5)

Swap-Space Management

tujuan utama dari perancangan dan implementasi

swap-space adalah untuk menghasilkan kinerja memori virtual yang optimal

swap-space yang berlebih, lebih aman daripada

kekurangan, karena bila kekurangan maka akan ada sistem yang terpaksa menghentikan sebuah atau lebih proses karena kekurangan memori utama

Swap-space yang berlebih akan membuang disk

(6)

Swap-Space Management

Penggunaan swap-space pada berbagai macam

sistem operasi berbeda-beda, tergantung pada algoritma memory management yang

diimplementasikan.

Ada dua tempat dimana swap-space bisa

berada:

1. diletakkan pada partisi yang sama dengan sistem operasi

(7)

RAID

(Redudancy Array of

Independent Disk)

Raid merupakan

sekumpulan disk drive

yang

dianggap

oleh sistem operasi sebagai

sebuah

drive logic tunggal

Data di distribusikan ke drive fisik array

Kapasitas

redudant disk

di gunakan untuk

menyimpan

informasi paritas

yang

menjamin

recoverability data ketika terjadi kegagalan

disk

Raid terdiri dari 6 tingkat

(8)

RAID (Redundancy Array of Independent Disk)

merupakan organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa disk dengan sistem akses paralel dan redudansi

ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas (kehandalan).

Kerja paralel menghasilkan resultan kecepatan

disk yang lebih cepat.

Teknologi database sangat penting dalam

model disk ini karena pengontrol disk harus

mendistribusikan data pada sejumlah disk dan juga membacaan kembali

RAID

(9)

Striping

Take file data and

map it to different disks

Allows for reading data in

parallel

file data block 0 block 1 block 2 block 3

(10)

Parity

Way to do error checking and correction

Add up all the bits that are 1

if even number, set parity bit to 0 if odd number, set parity bit to 1

To actually implement this, do an exclusive

OR of all the bits being considered

Consider the following 2 bytes

byte parity

10110011 1 01101010 0

If a single bit is bad, it is possible to correct

(11)

Mirroring

Keep to copies of data on two separate

disks

Gives good error recovery

if some data is lost, get it from the other

source

Expensive

requires twice as many disks

Write performance can be slow

have to write data to two different spots

Read performance is enhanced

(12)

Raid Levels(continued)

Raid levels 0 through 2

(13)

Raid Levels (continued)

Raid levels 3 through 5

(14)

RAID (0 + 1) and (1 + 0)

(15)

RAID tingkat 0

Sebenarnya bukan RAID, karena tidak

menggunakan redudansi dalam meningkatkan kinerjanya

Data didistribusikan pada seluruh disk secara array merupakan keuntungan dari pada

menggunakan satu disk berkapasitas besar RAID-0 menjadi model data strip pada disk

dengan suatu management tertentu hingga data sistem data dianggap tersimpan pada suatu disk logik

Mekanisme transfer data dalam satu sektor sekaligus sehingga hanya baik untuk

(16)

RAID tingkat 1

Redundansi diperoleh dengan cara menduplikasi seluruh

data pada disk mirror nya

Seperti RAID-0,RAID-1 juga menggunakan teknologi

stripping

Perbedaannya adalah dalam tingkat 1 setiap strip logik

di-petakan ke dua disk yang secara logika terpisah sehingga setiap disk pada array akan memiliki mirror disk yang

berisi data yang sama

RAID-1 mahal

RAID-1 memiliki kinerja 2 kali lipat dibandingkan RAID-0

pada operasi baca

(17)

RAID tingkat 1

Keuntungan RAID-1:

1.Permintaan pembacaan dapat dilayani oleh salah satu

disk karena ada dua disk berisi data yang sama, tergantung waktu akses yang tercepat

2.Permintaan penyimpanan dilakukan pada dua disk

secara paralel

(18)

RAID tingkat 2

RAID-2 menggunakan teknik akses paralel untuk semua disk

Seluruh disk berpartisipasi dan mengeksekusi setiap permintaan sehingga terdapat

mekanisme sinkronisasi perputaran disk dan headnya

Teknologi stripping digunakan dalam tingkat ini, hanya stripnya berukuran kecil (word/byte)

(19)

RAID tingkat 3

Diorganisasikan mirip dengan RAID-2

RAID-3 hanya membutuhkan disk redudant tunggal dan

tidak bergantung pada jumlah array

Bit paritas dikomputasikan untuk setiap data word dan

ditulis pada disk paritas khusus

Saat terjadi kegagalan drive, data disusun kembali dari

sisa data yang masih baik dan dari informasi paritasnya

Menggunakan akses paralel dengan data didistribusikan

dalam bentuk strip-strip kecil

Kinerjanya menghasilkan transfer berkecepatan tinggi,

(20)

RAID tingkat 4

Menggunakan teknik akses yang independen untuk setiap

disknya sehingga permintaan baca atau tulis dilakukan secara paralel

RAID ini cocok untuk menangani sistem dengan kelajuan

transfer data yang tinggi

Tidak memerlukan sinkronisasi disk

Stripping data dalam ukuran yang besar

Strip paritas bit per bit dihitung ke seluruh strip yang

berkaitan pada setiap disk data

Paritas disimpan pada disk paritas khusus

Saat operasi penulisan array management software tidak

hanya meng-update data tetapi juga paritas yang terkait

Disk paritas khusus menjadikan keamanan data lebih

(21)

RAID tingkat 5

Merupakan teknologi RAID terbaru

Menggunakan metode penghitungan dua

paritas untuk alasan keakuratan dan

antisipasi terhadap koreksi kesalahan

Paritas

tersimpan pada

disk lainnya

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini berhasil mengumpulkan data deskriptif mengenai kesalahan yang terdapat dalam empat buah Lembar Kerja Siswa Matematika kelas VII SMP yang disusun oleh

Bütün erkeklere samur kürk, bütün kadınlara kadife giysi dağıtabilme olanağı bulunmadığına göre, ayaklanan toplum, çok olasıdır ki, gereksiz- gerekli şeklinde

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa analisis ginokritik pada novel Pengakuan Eks Parasit Lajang karya Ayu Utami yang masalah

Secara umum Pusat Baralek IKGS ini akan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat memenuhi segala keperluan itu, dimulai dari keperluan yang menyediakan toko – toko yang

Proses penentuan tinggi badan merupakan langkah utama dalam proses identifikasi ketika hanya sebagian tubuh saja yang ditemukan. Terdapat beberapa rumus baku

Hal ini didukung dari hasil penelitian Putra (2005) dan Florensyah (2007) bahwa yang mempengaruhi nilai berat jenis yaitu lama penyimpanan dan kadar air, akan tetapi penelitian

Analisis data menggunakan regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, leverage, dan kualitas KAP berpengaruh terhadap audit delay,

problematik, kurang memiliki persepsi struktural sehingga kenyataan adalah superealitas (sesuatu yang ada di luar kenyataan obyektif). Masyarakat yang berada pada wilayah