• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konflik Fans Dalam Sepak Bola Studi Kasu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Konflik Fans Dalam Sepak Bola Studi Kasu"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

Konflik Fans di Sepak Bola

Studi Kasus

Glory Hunters

Fajar Abdillah

2011041024

Ilmu Komunikasi

(2)

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah

Dunia olahraga tidak pernah berhenti menarik perhatian masyarakat. Olahraga bukan lagi

menjadi sekedar menjaga kesehatan, tetapi juga bisa menjadi hiburan menarik bagi orang

banyak. Cabang-cabang olahraga berlomba-lomba untuk menjadi yang paling populer di muka

bumi. Tidak terhitung berapa pagelaran olahraga yang diadakan setiap tahunnya. Mulai dari

sepak bola, bulutangkis, basket dan lain-lain. Setiap cabang olahraga memiliki penikmat

masing-masing, tidak terkecuali sepak bola. Sepak bola, sebagai olahraga paling populer di planet ini,

memiliki basis penggemar yang terbesar diantara olahraga lainnya. Sepak bola tidak bisa

dilepaskan dari fanatisme dan suporter. Lihat berapa banyak basis suporter sepak bola di seluruh

dunia, mulai dari klub-klub lokal yang hanya dikenal di negara tertentu, hingga klub-klub top

eropa yang sudah mendunia. Suporter-suporter tersebut kemudian menamakan diri mereka sesuai

dengan klub pujaan masing-masing. Mereka dengan setia menonton tim kesayangan mereka

setiap kali bertanding, bahkan untuk laga tandang, mereka rela menempuh jarak sekian mil

hanya untuk mendukung tim kesayangan mereka bertanding.

Tidak semua fans sepak bola bisa loyal terhadap klubnya, terkadang ada seorang fans

bisa beralih mendukung klub lain ketika prestasi klub tersebut sedang menurun.1 Karena tingkat

identifikasi antara satu fans dan fans lainnya berbeda-beda. Tinggi atau rendahnya loyalitas

seorang fans terhadap klub sangat ditentukan oleh tinggi atau rendahnya tingkat identifikasi fans

(3)

tersebut terhadap sebuah tim.2 Inilah yang membedakan antara seorang fans, dan seorang penonton. Penonton hanyalah sekelompok orang yang ketika selesai menonton pertandingan,

mereka tidak peduli dan tidak memikirkan tim yang mereka tonton. Sedangkan fans, adalah

orang yang memiliki intensitas lebih daripada penonton dan akan terus mengikuti perkembangan

tim yang ditonton meskipun bukan pada hari pertandingan. Seorang fans yang memiliki

identifikasi yang dalam lebih bisa menanamkan afeksi dirinya terhadap sebuah tim yang

dianggap idolanya. Intinya, identifikasi sangat berhubungan dengan loyalitas. Karena loyalitas

bisa terjalin karena adanya rasa keterikatan emosional yang kuat bisa terus menggunakan sebuah

produk olahraga, dalam hal ini, tim sepak bola. Inilah yang tidak dimiliki oleh sekelompok orang

yang kemudian disebut dengan fans karbitan. Fans karbitan secara istilah bisa diartikan sebagai

sekelompok orang yang mendukung sebuah tim hanya ketika tim tersebut berada dalam masa

kejayaan saja. Padahal ketika performa tim tersebut masih biasa saja, jarang sekali orang yang

mengaku sebagai fans dari tim tersebut. Mereka tidak memiliki ikatan kuat untuk menjadi fans

sebuah klub. Mereka hanya ikut mendukung sebuah klub hanya karena tren yang berjalan

memang demikian. Penikmat sepak bola memang tidak semuanya menjadikan sepak bola

sebagai sesuatu yang harus dibela mati-matian, beberapa orang mengonsumsi olahraga hanya

untuk hiburan.3 Itulah mengapa ada fans yang loyal terhadap satu klub, ada juga yang masih labil

sehingga hanya ikut meramaikan tim yang sedang bagus prestasinya saja. Loyalitas terhadap

suatu klub bisa terjadi karena beberapa tahun belakangan kita melihat performa gemilang yang

ditunjukkan beberapa klub Eropa. Banyak dari tim-tim tersebut, dengan dukungan kekuatan

2 Smith, Aaron C.T. Introduction of Sports Marketing. Burlington: Elsevier, 2008.

(4)

finansial yang fantastis, menjelma menjadi kekuatan baru di kancah sepak bola Eropa bahkan

dunia. Seiring kegemilangan klub-klub tadi, mulailah bermunculan sekelompok fans dadakan

yang menyatakan diri sebagai fans dari klub-klub tertentu. Di media sosial banyak bermunculan

akun-akun fanbase dari tim-tim baru jago tadi. Padahal sebelumnya, sangat jarang sekali orang

yang mengaku sebagai fans tim tersebut. Fans labil tadi memiliki banyak sebutan di kalangan

pecinta bola, mulai dari fans karbitan, glory hunters, fans plastik dan masih ada sebutan-sebutan

lain yang intinya merujuk pada kelabilan fans tersebut. Sekelompok fans bisa menilai baik atau

tidaknya suatu klub berdasarkan raihan trofi dan performa yang diperlihatkan oleh tim tersebut.

Fans karbitan sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di dunia sepak bola. Secara garis

besar, fans karbitan adalah sekelompok orang yang mengaku sebagai fans suatu klub ketika klub

tersebut baru atau sedang berprestasi cukup baik. Ada beberapa faktor yang menyebabkan

seseorang bisa menjadi labil dan rentan menjadi fans karbitan, salah satunya adalah karena

kurangnya identifikasi diri terhadap klub yang didukung dan juga dipengaruhi oleh naik turunnya

performa sebuah tim.

Salah satu fenomena fans dadakan yang ramai dibicarakan adalah fans dari salah satu

kontestan Liga Spanyol, Barcelona. Pada tahun 2009, Barcelona memborong enam gelar dari

enam kompetisi yang mereka jalani.4 Tidak lama setelah itu, banyak orang yang kemudian

menahbiskan diri mereka sebagai penggemar Barcelona, padahal sebelumnya fenomena tersebut

jarang sekali terjadi. Puncaknya adalah dengan didirikannya basis fans resmi Barcelona yang

42009. The magic year: Barça win six cups. 2008.

(5)

baru berdiri pada tahun 2009.5 Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah ingin menggambarkan fenomena fans karbitan di dunia sepak bola. Permasalahan fans jenis ini dalam

dunia sepak bola adalah seringkali “menggangu” fans tim lain yang sudah lebih dulu loyal

terhadap tim idola mereka. Mereka, para fans karbitan seringkali merendahkan tim lawan dengan

pendukung loyalnya. Tidak jarang hal ini menimbulkan keributan yang sebenarnya tidak perlu

terjadi. Seperti yang terjadi di Jogjakarta beberapa waktu lalu. Seperti dikutip Kompasiana,

dalam acara nonton bareng pertandingan antara Barcelona melawan Real Madrid di Sport Hall

Kridosono, Yogyakarta. Pada insiden tersebut terjadi saling pukul antara supporter IndoBarca

Jogja, dan Madridista Jogyakarta. Sepak bola jauh lebih dalam dari persoalan menang-kalah.

Loyalitas dan saling respek adalah dua hal lain yang harus dimiliki oleh seseorang yang

menamakan diri mereka fans. Seorang fans, bukan masanya lagi untuk menilai tim dari kalah dan

menang, jika masih, maka itu bukanlah sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang fans.

Sikap seperti itu adalah sikap para penonton biasa yang akan lupa dan tidak peduli apapun

setelah pertandingan usai. Kehadiran fans karbitan dikhawatirkan akan menimbulkan tren

negatif di kalangan pecinta sepak bola.

5Indonesia FC Barcelona Fans Club. Mei 1, 2013. http://www.indobarca.org/organisasi/sejarah/ (accessed

(6)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah di atas, kami ingin mencari tahu apa yang menyebabkan seseorang

dengan mudahnya menjadi fans karbitan. Serta ingin menjabarkan masalah apa saja yang muncul

akibat adanya fans karbitan ini.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan fenomena fans karbitan yang

terjadi di dunia sepak bola, serta menjabarkan apa yang menyebabkan seseorang bisa menjadi

fans karbitan serta ingin mengetahui masalah apa saja yang sering muncul akibat adanya fans

karbitan.

1.4 Signifikansi Penelitian

1.4.1 Signifikansi Akademis

Hasil dari penelitian ini kami harapkan dapat membantu menambah pengetahuan dan

informasi bagi khalayak olahraga, khususnya sepak bola. Dalam dunia sepak bola, suporter

merupakan aspek penting bagi sebuah tim. Tanpa adanya supporter, sepak bola tidak akan

menarik. Dengan adanya penelitian ini diharapkan menumbuhkan kesadaran diantara supporter

akan pentingnya menjaga loyalitas terhadap tim yang dibela, namun di sisi lain tetap

menghormati tim lain dan para fans-nya. Menilik dari apa yang terjadi pada fenomena fans

(7)

mendukung sebuah tim yang sedang bagus penampilannya dan seringkali melecehkan tim lain

yang performanya sedang menurun.

1.4.2 Signifikansi Praktisi

Penelitian ini bertujuan untuk media referensi bagi para konsumen olahraga dalam hal ini

supporter sepak bola, agar bisa melihat fenomena yang terjadi saat ini. Untuk bisa mengelola

supporter agar bisa mengelola kelompok fans agar tetap bertahan di tengah tren sepak bola yang

terus berganti setiap beberapa tahun. Selain itu, penelitian ini diharapkan menjadi bahan acuan

(8)

Bab II

2.1 Kajian Teori

Fans karbitan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, adalah sekelompok orang yang

mengaku sebagai fans suatu klub ketika klub tersebut baru atau sedang berprestasi cukup baik.

Kurangnya identifikasi diri terhadap tim menjadi satu faktor penting seseorang bisa menjadi fans

karbitan. 6 Memang belum ada definisi resmi secara tertulis mengenai istilah ini karena sebutan

ini lahir di tengah-tengah kehidupan bersepak bola para supporter yang merasa terganggu dengan

adanya sekelompok orang yang tiba-tiba mengakui diri sebagai bagian dari sebuah tim, dan

dengan seenaknya mengolok-olok klub lain yang sedang terpuruk pernampilannya. Ada

beberapa kacamata teori untuk mendalami lebih jauh tentang fans karbitan.

2.1.1 Teori Fenomenologi

Istilah phenomenon mengacu pada kemunculan suatu gejala sosial yang tampak di

masyarakat. Itu sebabnya, fenomenologi adalah cara yang digunakan untuk memahami dan

mendalami langsung sebuah gejala atau realita yang sedang terjadi. Dengan demikian,

fenomenologi membuat penglaman nyata sebagai data pokok sebuah realitas yang dapat kita

ketahui7.

Geliat sepak bola saat ini juga bisa dikatakan sebagai sebuah tren. Tim-tim besar Eropa

yang berlaga menjadi tontonan yang tidak asing lagi bagi kita di Indonesia. Real Madrid,

6 Smith, Aaron C.T. Introduction of Sports Marketing. Burlington: Elsevier, 2008.

(9)

Barcelona, Bayern Munich dan lainnya seakan berlomba untuk menjadi yang terdepan dalam

menancapkan hegemoni mereka di dunia sepak bola. Pemberitaan media yang gencar juga

menjadi faktor penting mengapa mereka menjadi tim yang bisa dibilang sedang nge-trend di

kalangan masyarakat. Masyarakat disuguhkan penampilan memukau dari tim-tim tersebut. Hal

ini menimbulkan fenomena baru di kalangan penggemar sepak bola, yaitu munculnya

sekelompok orang yang secara tiba-tiba menahbiskan diri mereka sebagai bagian (penggemar)

dari tim yang sedang naik daun tadi. Sekelompok orang ini kemudian disebut oleh para pecinta

bola sebagai Fans Karbitan.

Menjamurnya fans karbitan tidak terlepas dari tren olahraga yang tengah berlaku saat ini.

Hal ini sangat berkaitan dengan tren yang sedang “on” di masyarakat. Tren, menurut Henrik Vejlgaard dalam bukunya, Anatomy of a Trend (2008), masyarakat bisa merujuk pada sesuatu

yang baru atau hangat untuk bisa ikut tren yang berlaku. Ketika berbicara tentang tren, pada

umumnya masyarakat ingin tahu beberapa hal seperti apa hal yang paling baru? Apa yang sedang

bagus? Apa model terbaru yang dipakai orang-orang?8

2.1.2 Teori Brand

Brand mer upakan identitas tambahan dari suatu produk yang tidak hanya

membedakannya dari kompetitor, akan tetapi juga merupakan janji produsen kepada konsumen

(10)

dengna menjamin konsistensi bahwa sebuah produk akan selalu dapat menyampaikan nilai yang

diharapkan konsumen dari sebuah produk.

Dalam suatu brand, dikenal istilah brand equity, yaitu kekuatan merk yang menjanjikan

nilai yang diharapkan konsumen aas suatu produk sehingga akhirnya konsumen akan merasa

mendapatkan kepuasan yang lebih bila dibanding produk-priduk lainnya.

Brand equity tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi ditopang oleh elemen-elemen

pembentuk seperti brand awareness, perceived quality, brand association, dan brand loyalty.

Brand Awareness

Kesadaran merk adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau

mengingat kembali bahwa suatu merk merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Menurut

Simmamora (2001:74), peran brand awareness tergantung pada sejauh mana kadar yang dicapai

suatu merk.

Perceived Quality

Persepsi kualitas merupakan persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau

keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang diharapkan

konsumen. Persepsi terhadap kualitas keseluruhan dari suatu produk atau jasa tersebut dapat

menentukan nilai dari produk atau jasa tersebut dan berpengatuh langsung kepada keputusan

(11)

Brand Association

Asosiasi merk merupakan segala kesan yang muncul dan terkait dengan ingatan

konsumen mengenai suatu merk. Brand association mencerminnkan pencitraan suatu merk

terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut,

produk, geografis, harga, pesaing, selebriti, dan lain-lainnya.

Brand Loyalty

Loyalitas merk merupakan ukuran keterkaitan pelanggan pada sebuah merk. Ukuran ini

menggambarkan tentang mungkin tidaknya konsumen beralih ke merk lain, terutama jika merk

tersebut mengalami perubahan atribut.

Aaker (1997:56) mendefinisikan loyalitas merek (brand loyalty) sebagai suatu ukuran

keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang

mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain yang ditawarkan oleh kompetitor,

terutama jika pada merek tersebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga ataupun

atribut lainnya. Seorang pelanggan yang sangat loyal kepada suatu merek tidak akan dengan

mudah memindahkan pembeliannya ke merek lain, apa pun yang terjadi dengan merek tersebut.

Bila loyalitas pelanggan terhadap suatu merek meningkat, kerentanan kelompok

pelanggan tersebut dari ancaman dan serangan merek produk pesaing dapat dikurangi. Dengan

(12)

dengan peluang penjualan, yang berarti pula jaminan perolehan laba perusahaan di masa

mendatang.

Begitu juga yang terjadi antara tim-tim sepak bola di Eropa dengan seluruh penggemar

mereka di seluruh dunia. Semakin seseorang tertarik dan merasa memiliki hubungan dengan

sebuah klub, akan semakin loyal pula mereka terhadap tim tersebut. Analoginya, jika sebuah

brand sudah bisa memberikan kepuasan terhadap pelangg an, maka pelanggan tersebut tidak

akan beralih ke merk lain. Begitu juga dalam industri sepak bola, jika sebuah brand (tim)

tersebut sudah bisa memberikan kepuasan terhadap para pelanggan (fans dengan gelar juara),

dijamin pelanggan (fans) tersebut tidak akan beralih ke merk (tim) lain.

Kebutuhan untuk untuk gaya pada manusia modern masa kini sudah menjadi sesuatu

yang tidak bisa dielakkan lagi. Namun, apakah ketertarikan konsumen modern terhadap tren

yang berlaku merupakan sebuah fakta? Ataukah mereka sendiri yang justru menjadi tren? Tidak,

yang pasti ini merupakan sebuah perubahan sosial yang telah diprediksi oleh seorang Psikolog

asal Amerika Serikat, Abraham Maslow, yang terkenal dengan teorinya, Hierarki Kebutuhan.

Inti dari ide Maslow adalah manusia memiliki kebutuhan yang esensial yang harus dipenuhi

sebelum mereka berpikir tentang bagaimana mewujudkan kebutuhan yang ada di puncak

hierarki.

2.1.3 Media Massa

Media Massa merupakan sarana komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi

dengan publik. Media Massa merupakan produk dari Komunikasi Massa yang sudah sama-sama

(13)

Mereka bisa mengetahui apa saja yang terbaru dari tim favorit mereka, siapa pemain baru yang

masuk, siapa yang keluar, siapa yang cedera, bagaimana pendapat sang pemain tentang jalannya

liga, dan sebagainya. Lebih dari itu, mereka bisa menggunakan media baru seperti internet untuk

membantu mereka melengkapi atribut-atribut tim yang mereka miliki seperti seragam klub dan

berbagai merchandise lainnya.

Dalam kasus fans karbitan, untuk mereka yang tidak mengetahui apa yang terjadi dengan

timnya di masa lalu –masa dimana mereka belum menjadi fans- , mereka mencari informasi

mengenai tim yang mereka idolai dengan menggunakan internet. Sehingga ketika ia

membicarakan mengenai timnya, ia akan terlihat hebat karena mengetahui detil-detil yang terjadi

di masa lampau. Media massa seperti internet memang menjadi cara ampuh bagi para fans

karbitan untuk menyembunyikan kedangkalan (pengetahuan) mereka tentang tim yang mereka

idolai. Karena dengan internet, mereka bisa mencari langsung data yang ingin mereka ketahui

dengan mengetik keyword pada laman web yang mereka gunakan.

Selain itu, media sosial menjadi perangkat yang tak bisa dilepaskan dari proses interaksi

antar sesama penggemar sepak bola.

2.1.4 Identitas Diri

Manusia cenderung mempersepsikan dan menggolongkan diri mereka berdasarkan

identitas personal dan sosial mereka. Lebih lanjut teori identitas sosial menyatakan ketika

(14)

dibandingkan kelompok lain, maka hal ini akan meningkatkan self-image mereka sendiri,

(Jacobson, 2006). Ketika seseorang mengidentifikasikan mereka sebagai bagian dari satu

kelompok, mereka akan menganggap bahwa kelompok mereka berbeda dengan kelompok lain. 9

Pengaruh identitas sosial terhadap perilaku individu. Identitas sosial sangat berkaitan dengan

persepsi, karena dalam proses identitas sosial peran persepsi sangat penting. Keterikatan individu

dalam suatu kelompok secara tidak langsung akan mempengaruhi persepsinya terhadap

kelompok sendiri dan kelompok lain atau dikenal. Sedangkan menurut Hogh & Vaughan (2002),

menyatakan bahwa identitas sosial adalah konsep diri suatu individu yang diperoleh dari presepsi

keanggotaannya pada kelompok sosial.

Demikian juga dengan tren sepak bola yang sedang berlaku saat ini. Kebanyakan

masyarakat ikut menjadi fans sebuah klub (baru jago), seperti Barcelona, Manchester City, dan

lainnya, karena tim-tim tersebut sedang ramai diperbincangkan di media dengan prestasi yang

cukup signifikan yang mereka tunjukkan beberapa musim terakhir. Mereka merasa, menjadi

bagian dari tim-tim yang sedang dalam puncak penampilan merupakan suatu kebanggan dan

akan terlihat keren di mata pendukung lain. Itulah sebabnya kemudian orang-orang mulai

mengidentifikasi diri mereka sesuai dengan tim-tim tersebut. Mereka mulai memakai

atribut-atribut berupa jersey,10 jaket, dan pernak-pernik lainnya. Kalau bukan krena tren, tidak mungkin

antusiasme masyarakat untuk ikut menjadi bagian dari tim tertentu akan sebesar sekarang.

Atribut seperti jersey dan jaket menjadi tren baru di kalangan masyarakat meskipun tidak semua

yang memakainya mengerti tentang tim yang seragamnya sedang mereka pakai. Jangankan untuk

(15)

mengerti tentang tim, tentang sepak bola-pun mereka hanya tahu sebatas pemain yang sering

mereka lihat di televisi. Ketidaktahuan mereka tentang sepak bola dan tim disebabkan karena

kurangnya mereka mendalami sepak bola dan tim yang mereka idolakan. Hal ini bisa

dikarenakan kurangnya dalamnya identifikasi diri mereka terhadap sebuah tim. Hanya sebatas

punya seragam saja bukan berarti orang tersebut bisa disebut sebagai fans sejati karena ukuran

fans sejati tidak bisa diukur dari berapa banyak atribut yang mereka punya, akan tetapi

kedalaman identifikasi itu sendiri. Kurangnya identifikasi diri bisa disebabkan karena sebagian

besar fans karbitan hanya melihat tim dari piala, dan kemenangan yang diraih.11

Identifikasi diri bisa dilakukan dengan mulai mencoba mendekatkan diri kita terhadap

tim yang kita dukung. Tidak hanya sekedar memiliki banyak atribut tim tertentu, kita bisa

memulai dengan tahu sejarah tim yang kita dukung, kapan saja tim itu bertanding, siapa saja

pemainnya, dan yang terpenting jangan hanya menilai tim berdasarkan performa dan piala.12

Karena dengan begitu, identifikasi diri kita terhadap tim tidak akan pernah jadi lebih dalam.

Kedalaman identifikasi diri terhadap klub bisa menentukan sejauh mana loyalitas fans tersebut

terhadap tim yang mereka dukung.13

(16)

2.1.5 Teori Konflik

Konflik menurut pengertiannya adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosial

tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa perubahan, akan tetapi terjadi

akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromi yang berbeda dengan kondisi semula14.

Sedangkan menurut Karl Marx, Menurut Karl Marx dalam semua lapisan masyarakat terdapat

dua kelompok sosial utama: kelas penguasa dan kelas subjek. Kelas penguasa memperoleh

kekuasannya dari kepemilikan dan kontrol kekuatan-kekuatan produksi. Kelas penguasa

mengeksploitasi dan menindas kelas subjek. Akibatnya ada konflik dasar kepentingan antara dua

kelas15.

Sementara yang terjadi di dunia sepak bola, konflik-konflik juga sering terjadi. Terutama

konflik yang melibatkan dua kubu pendukung tim sepak bola. Konflik-konflik banyak berasal

dari rivalitas antar kelompok suporter tesebut. Namun tidak hanya konflik antar suporter tim

rival saja yang terjadi. Perselisihan antara fans yang disebabkan oleh fans karbitan juga sering

terjadi. Banyak dari fans loyal yang merasa terganggu dengan adanya fans karbitan yang

menurut mereka menggangu. Dianggap menggangu karena para karbitan ini mengolok-olok fans

loyal yang penampilan timnya sedang menurun.

14 Bernard Raho,Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2007. hlm. 54

(17)

2.2.1 Kategori Fans Olahraga

16

16 Smith, Aaron C.T. Introduction of Sports Marketing. Burlington: Elsevier, 2008.

Tipe

Motivasi

Perilaku

Aficionado Melihat dari kualitas performa/ permainan  Senang mengikuti

pertandingan daripada tim

 Walaupun terkadang punya

tim favorit tertentu

 Tergabung dalam

kelompok fans

Theatregoer Mencari hiburan  Cukup loyal terhadap satu

tim

Ingin timnya menang  Loyal terhadap tim

 Loyalitas jangka pendek

Ingin tim-nya menang  Loyalitas jangka pendek

 Hanya loyal ketika tim

Ingin tim-nya menang  Loyal walapun jarang

menonton pertandingan

 Identifikasi cukup kuat

 Hanya mendukung karena

(18)
(19)

Bab III

3 Reduksi data menjadi angka-angka Deskripsi naratif/kata-kata, ungkapan atau

pernyataan

(20)

8 Desain/kontrol statistik atas variabel

Pada penelitian kali ini, peneliti akan melakukan pendekatan kualitatif untuk mengambil

data dari informan yang akan dijadikan sumber data untuk penelitian kali ini. Pemilihan metode

kualitatif sebagai metode penelitian dikarenakan pada penelitian kali ini, peneliti tidak akan

merinci secara jelas, dan hasil sebenarnya dari penelitian ini baru akan diketahui setelah

penelitian selesai. Penelitian kualitatif lebih tertuju pada pencapaian pemahaman mendalam

mengenai suatu fenomena khusus yang terjadi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk

menjelaskan secara terstuktur dan sistematis tentang kronologi dan tatanan lain yang terdapat di

dalam kasus yang sedang diteliti. Penelitian ini bersifat fleksibel sehingga peneliti bisa mendapat

hal-hal baru sejalan dengan berlangsungnya sebuah penelitian. Penelitian kualitatif bertujuan

untuk menggali lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi dan tersembunyi yang

melatarbelakangi suatu tindakan manusia. Pemaknaan perilaku ini tidak bisa begitu saja digali

(21)

dilakukan dalam metode kuantitatif. Tujuan utama dari kualitatif adalah memahami obyek,

namun tidak membuat generalisasi, akan tetapi justru melakukan ekstrapolasi atau perluasan data

dari bentuk awal, namun tetap mengikuti pola awal yang ada. Selai itu, kualitatif mengutamakan

makna, makna bisa dilihat berdasarkan persepsi terhadap suatu fenomena yang sedang terjadi.

Misalnya penelitian terhadap para glory hunters dalam dinamika supporter sepak bola si

dunia. Peneliti menggali informasi dari si fans karbitan ini untuk mencari tahu alasan

ketertarikan mereka terhadap suatu klub, mengapa kriteria tim idola bagi mereka hanya diukur

berdasarkan prestasi semata, dan sebagainya. Selain itu, sebagai penyeimbang, peneliti juga

menggali data dari fans lain yang loyal terhadap klub pujaanya, apa pandangan mereka tentang

para fans karbitan ini, dan sebagainya.

Menurut Creswell (2009), pendekatan kualitatif adalah pendekatan untuk membangun

pernyataan pengetahuan berdasarkan perspektif-kontruktif (misalnya, makna-makna yang

bersumber dari pengalaman individu, nilai-nilai sosial dan sejarah, dengan tujuan untuk

membangun teori atau pola pengetahuan tertentu), atau perspektif-partisipatori. Sementara itu

menurut Bogdan & Taylor (1990), penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang

menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan berperilaku

yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara holistik. Secara harfiah,

kualitatif adalah jenis penelitian yang mengharamkan presedur juantifikasi seperti statistik dan

cara-cara lainnya yan gmenjadikan grafik angka sebagai tolok ukur penelitian. Kualitas, hanya

(22)

Begitu juga penelitian yang kini sedang peneliti lakukan. Penelitian kali ini bersifat

deskriptif tentang pengamatan terhadap perilaku para glory hunters serta apa yang

melatarbelakangi seseorang bisa menjadi demikian. Kronologi dan tahapan-tahapan seseorang

menjadi glory hunters akan dijabarkan melalui penjelasan yang runut dan sistematis. Pada

penelitian kali ini akan dijelaskan bagaimana awal ketertarikan seseorang terhadap sebuah tim,

lalu kemudian seberapa konsisten mereka mendukung klub tersebut walaupun tim yang

didukung sedang tidak dalam performa bagus, dan mengapa mereka dengan begitu mudahnya

langsung mendukung tim yang menanjak grafik prestasinya dalam beberapa tahun terakhir.

3.2 Strategi Penelitian

Bentuk strategi pengumpulan data dalam metode kualitatif tidak hanya terdiri dari satu

jenis saja. Ada Teknik Wawancara Langsung, Teknik Observasi, FGD atau focus group

discussion, Teknik Dokumen, dan Triangulasi. Dalam mengumpulkan data selama penelitian berlangsung, peneliti akan Teknik Observasi Tidak Berstruktur dan Teknik Dokumentasi.

3.2.1

Observasi Tak Berstruktur

Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis

tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti

tentang apa yang akan diamati. Dalam melakukan pengamatan peneliti tidak menggunakan

instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan. Peneliti belum tahu

(23)

pengamatan bebas, mencatat apa yang tertarik, melakukan analisis dan kemudian dibuat

kesimpulan

Pemilihan tenik observasi tidak berstruktur bertujuan untuk mengamati perilaku para fans

karbitan ini secara utuh tanpa mereka tahu sedang diteliti. Karena dengan begini, orisinalitas

perilaku mereka akan terlihat dengan jelas dan alamiah. Selain itu, para fans karbitan ini tidak

menerima sebutan yang dialamatkan kepada mereka. Mereka tidak merasa sebagai fans karbitan,

karena menurut mereka, mendukung suatu klub tidak bisa dilihat sejak kapan mereka

mendukung, namun dilihat sampai berapa lama mereka bisa mendukung tim tersebut. Peneliti

akan memperhatikan bagaimana perilaku bersepakbola dari seseorang yang sudah peneliti

tetapkan menjadi sumber data primer.

3.2.2 Teknik Dokumentasi

Kemudian peneliti akan menggunakan teknik dokumentasi dalam mengumpulkan data untuk

penelitian kualitatif ini. Teknik Dokumentasi adalah cara yang paling sederhana dan terbilang

mudah untuk meneliti para fans karbitan ini. Karena data-data mengenai fans karbitan beserta

teori yang mengkerangkainya tersedia dalam banyak sumber. Dokumen merupakan catatan

peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya

monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah

kehidupan, kritera, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya

foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni,

yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari

(24)

3.2.2

Wawancara

Wawancara mendalam adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengkonstruksi

mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, motivasi, perasaan, dan sebagainya yang

dilakukan dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dengan

orang yang diwawancarai (interviewee). (Bungin, 2007:155)

Wawacara dilakukan secara intensif. Tujuannya adalah untuk mendapat informasi mendalam

mengenai sampel/ informan yang sedang diteliti. Pertanyaan bisa disesuaikan dengan informasi

yang ingin diperoleh dari informan.

3.3 Subjek Penelitian

Subjek penelitian pada penelitian kali ini terfokus kepada perilaku para fans sepak bola

yang ada di Indonesia, namun secara umum peneliti juga akan mengambil sampel sekunder dari

fans sepak bola yang ada di berbagai berlahan dunia. Pada penelitian kali ini, peneliti akan terjun

langsung ke para fans sepak bola yang ada di sekitar peneliti, sehingga bisa dipastikan data yang

diambil memiliki akurasi yang tinggi.

3.3.1 Obyek Penelitian

Obyek penelitian kali ini akan mengambil sampel dari para fans sepak bola yang ada di

(25)

3.4

Unit Analisis Data & Pengumpulan Data

Analisa data dalam penelitian kualitatif bertujuan untuk pengorganisasian data, pencarian

pola, yang mencoba untuk menemukan apa yang penting dan dapat dipelajari serta memutuskan

apakah layak atau tidak untuk diperlihatkan kepada orang lain. Dalam analisis ini juga termasuk

pertanyaan-pertanyaan terhadap obyek yang dituju untuk mendapat gambaran tentang obyek

penelitian.

Analisis ini ditujukan untuk menganalisis infomrasi tentang perilaku para fans karbitan

yang ada di Indonesia. Dengan menggunakan teknik analisis deskriptif peneliti dapat mengetahui

apakah data yang ditemukan sesuai atau tidak dengan kenyataan.

3.4.1 Validitas dan Otentitas Data

Untuk menguji vadilitas dan otentitas dalam penelitian ini digunakan penelitian kualitatif

yang disebut triangulasi. Menurut Edgley yang terjemahkan dalam bukunya Deddy Mulyana

“Triangulasi seyogianya digunakan, karena tidak ada suatu metode tunggal pun yang

menunjukan ciri-ciri relevan realitas empiris yang diperlukan untuk membangun suatu teori”.

(Deddy Mulyana, Metode Penelitian Kualitatif, 2001:189)

Dalam menilai kevadilitasan dan kualitas sebuah riset terletak pada kesahihannya atau

vadilitas data yang dikumpulkan selama riset. Riset kualitatif terletak pada proses sewaktu

(26)

Triangulasi Sumber

Membandingkan atau mengecek ulang derajat kepercayan informasi yang

diperoleh dari sumber yang berbeda. Misalnya, membandingkan hasil pengamatan

dengan wawancara, membandingkan apa yang ikatan umum dengan apa yang dikatakan

pribadi.

Triangulasi Waktu

Berkaitan dengan perubahan suatu proses dan perilaku manusia, karena perilaku

manusia dapat berubah setiap waktu. Karena itu periset perlu mengadakan observasi tidak

hanya satu kali.

Triangulasi Teori

Memanfaatkan dua atau lebih teori untuk diadu atau dipadu. Untuk itu diperlukan

rancangan riset, pengumpulan data, dan analisis data yang lengkap supaya hasilnya

komprehensif.

Triangulasi Periset

Menggunakan lebih dari satu periset dalam mengadakan observasi atau

wawancara. Karena masing-masing periset mempunyai gaya, sikap, dan persepsi yang

berbeda dalam mengamati fenomena, maka hasil pengamatannya bisa berbeda meski

fenomenannya sama. Pengamatan dan wawancara menggunakan dua periset akan

(27)

menentukan kriteria atau acuan pengamatan dan wawancara. Kemudian hasil pengamatan

masing-masing ditentukan.

Triangulasi Metode

Usaha mengecek keabsahan data atau mengecek keabsahan temuan riset.

Triangulasi metode dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik

pengumpulan data untuk mendapatkan yang sama. (Kriyantono, 2006:70-71). Triangulasi

dibutuhkan karena peneliti menggunakan wawancara dan observasi sebagai metode untuk

menjaring data. Menurut Rachmat Kriyantono dalam buku “Riset Komunikasi”, yaitu

Dalam riset sosial, seorang periset tidak harus meriset seluruh objek yang dijadikan

pengamatan. Hal ini disebabkan keterbatasan yang dimiliki periset, baik biaya, waktu,

atau tenaga. Kenyataannya periset dapat mempelajari, memprediksi, dan menjalankan

sifat-sifat suatu objek atau fenomena hanya dapat mempelajari dari objek atau fenomena

tersebut. Sebagian dari keseluruhan objek atau fenomena yang akan diamatai inilah yang

disebut sampel. (Kriyantono, 2006:156)

(28)

Jenis Data

Sumber Data

Responden

Data Primer Fans sepak bola Observasi Tak Berstruktur

Sekunder Literatur Dokumen

3.4.2.1 Data Primer

Pada proses pengumpulan data penelitian kali ini, peneliti akan mengambil data primer

dengan teknik wawancara, observasi tak berstruktur, dan dokumen. Peneliti memperoleh data

dengan pengamatan langsung, menperhatikan, dan mencatat hasil-hasil yang didapatkan dari

teknik pengambilan data yang peneliti lakukan. Dengan metode tersebut, akan terkumpul data

yang berkaitan dengan kasus yang sedang diteliti.

3.4.2.1 Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber sekunder. Data ini juga dapat

diperoleh dari data primer penelitian terdahulu telah ditelaah lebih lanjut menjadi bentuk-bentuk

seperti table, grafik, diagram, gambar dan sebagainya sehingga menjadi inforatif bagi pihak lain.

(Kriyantono, 2007:43).Data sekunder bisa digunakan untuk menjadi pelengkap data primer.

(29)

Sekumpulan orang yang disebut fans karbitan, bagi peneliti terbilang cukup familiar.

Karena dunia sepak bola merupakan salah satu dunia yang paling dekat dengan kehidupan

peneliti. Ada banyak sampel yang bisa diambil dan dijadikan data penelitian kali ini. Namun,

bukan berarti, penelitian ini tidak menemukan kendala. Penelitian ini tidak bisa dilakukan dalam

waktu singkat. Idealnya, butuh bertahun-tahun untuk menemukan secara langsung dan konkrit

realitas dari para fans karbitan yang gonta-ganti klub kesayangan tergantung dari mentereng atau

tidaknya prestasi tim tersebut. Karena, butuh waktu untuk menciptakan euforia tim yang sedang

berjaya, minimal bisa dilihat dari hasil akhir klasemen liga pada akhir musim kompetisi. Selain

itu, tidak adanya bukti artifaktual untuk membuktikan seseorang merupakan fans karbitan atau

bukan, karena bisa saja orang itu memang pendukung setia suatu klub.

(30)

4.1 Hasil Penelitian

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan narasumber, dapat diambil

kesimpulan bahwa fenomena sepak bola sekarang ini merujuk pada tim-tim yang sedang

menanjak performanya. Tim-tim seperti Real Madrid, Atletico Madrid, Bayern Munich dan

lainnya banyak menghiasi headline pada surat kabar di berbagai belahan dunia. Sepak bola pada

saat sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari tren. Tidak dapat dipungkiri bahwa sepak bola

sekarang memang sedang hype di masyarakat.

Maraknya nobar, bersamaan dengan bombardir media yang sangat besar mengenai

pemberitaan terhadap tim-tim Eropa, memicu munculnya “anak baru” di kalangan konsumen

sepak bola. Ketidaktahuan para “anak baru” ini mengenai sepak bola, membuat mereka secara

mendadak memilih tim yang ingin mereka jadikan tim idola. Kurangnya kedalaman identifikasi

mereka terhadap tim sepak bola membuat mereka hanya mengambil satu tolok ukur untuk

memilih tim. Gelar juara. Ya, gelar juara, dan performa gemilang memang menjadi tolok ukur

yang umum digunakan oleh para fans karbitan dalam memilih sebuah tim. Karena memang tidak

ada faktor yang lain yang mungkin mereka ketahui. Pengetahuan tentang tim di masa lalu? Nol

besar. Fokus mereka hanya pada penampilan tim yang menurut mereka sedang bagus

penampilannya.

Selain itu, ketertarikan seseorang terhadap sepak bola, bisa berawal dari seorang pemain.

Seperti dua orang narasumber yang saya waancarai, keduanya menyatakan hal yang sama perihal

awak ketertarikan mereka terhadap sepak bola. Ridwan misalnya, ia mengaku awal

(31)

Manchester United melawan Chelsea, pada pertandingan itu ia menyaksikan seorang Ruud van

Nistelrooy yang menjadi pahlawan kemenangan MU 3-2 atas Chelsea. Dari situlah kemudian

dirinya mulai tertarik terhadap sepak bola, terutama Manchester United. Serupa tapi tak sama

dilontarkan oleh Nidhal, narasumber saya yang kedua. Ia jatuh cinta terhadap Chelsea pada

pandangan pertama ketika melihat pria Italia, Gianfranco Zola, bemain untuk The Blues.

Namun, kedua narasumber saya membantah jika tolok ukur mereka dalam mencintai klub sepak

bola hanya berdasarkan pemain. Menurut mereka, sebagai seorang fans, loyalitas merupakan hal

paling penting.

Meskipun pemain favorit mereka pindah ke tim lain, namun jika mengaku sebagai

penggemar suatu klub, kita harus terus mendukung klub tersebut baik di saat kalah, maupun

menang. Ketika menyebut diri kita sebagai fans, menang kalah bukan menjadi faktor utama

dalam mendukung suatu klub. Karena ketika kita merasa harus ganti mendukung klub lain ketika

klub idola kita main buruk, kita bukan seorang fans, melainkan hanya penonton. Ketika ditanya

mengenai hubungan antara performa tim yang menurun dan jumlah fans yang berkurang, Nidhal

punya komentarnya sendiri, “Kalo (fans) plastik, mungkin berkurang”, jawabnya. “Yaa,, kaya

orang-orang ngefans gara-gara cuma pas menang doang. Ya kaya karbitan-karbitan gitu lah”,

tambahnya. Fans karbitan, fokus utama penelitian ini memang ada di kalangan pecinta sepak

bola. Namun, seperti yang sudah peneliti jelaskan di atas, agak sulit memnedakan secara kasat

mata, mana fans karbitan mana yang bukan. Selain itu juga mereka menolak jika disebut sebagai

fans karbitan. “Iya, mereka malu untuk mengakuinya”, komentar Ridwan mengenai fans

karbitan. Menurut mereka (para fans), mendukung suatu klub jangan dilihat dari kapan mereka

(32)

Dunia sepak bola memang selalu menarik perhatian orang. Tua muda, pria wanita,

semuanya tahu sepak bola. Bahkan untuk orang yang sama sekali tidak mengerti tentang sepak

bola, setidaknya mereka bisa menyebutkan satu nama pesepak bola. Ini artinya sepak bola

merupakan olahraga paling dikenal di muka bumi.

Banyaknya orang yang menyukai sepak bola menunjukan betapa sepak bola dianggap

sebagai suatu hal yang wajib diketahui. Namun, dari sini kita bisa melihat bahwa banyak

bermunculan sekelompok orang yang kemudian mengaku sebagai fans dari klub tertentu.

Kemudian karena kurangnya pengetahuan bagaimana harus bersikap sebagai seorang fans,

mereka hanya memandang menang dan kalah sebagai faktor penting dalam mendukung klub

sepak bola, yang pada akhirnya mereka mengolok tim yang sedang dalam performa menurun.

Merekalah yang kini oleh para pecinta disebut fans karbitan, plastik, atau dadakan.

Sebenarnya agak sulit menyalahkan para fans karbitan dalam situasi seperti ini karena itu

merupakan hak masing-masing individu dalam memilih tim sepak bola. Namun jika mereka,

para fans memutuskan untuk masuk ke dunia “kesuporteran”, mereka harus konsisten

mendukung satu tim baik saat kalah maupun menang. Selain itu, para fans karbitan akan terlihat

semaikn bodoh ketika mereka mgolok-olok fans lain yang loyal dengan timnya karena

penampilan buruk yang ditunjukkan. Seperti katak dalam tempurung.

(33)

Nama : Ridwan Rizky Darmawan

Usia : 20 tahun

Pekerjaan : Mahasiswa

Ridwan merupakan seorang mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya, Program Studi

Teknik Sipil. Usianya baru menginjak 20 tahun. Alasan peneliti memilih Ridwan sebagai

narasumber dalam penelitian ini adalah karena Ridwan merupakan salah satu fans sepak bola

yang sangat fanatik terhadap klubnya, Manchester United. Seperti kebanyakan fans bola lainnya,

Ridwan selalu antusias jika membahas sepak bola, terutama Liga Inggris yang merupakan

kompetisi tim favoritnya bermain.

Dalam wawancara yang telah dilakukan, Ridwan menjabarkan pandangannya mengenai

persepakbolaan dunia sekarang ini, mulai dari fans,klub, dan permasalahan fans karbitan.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang bisa menyukai sepak bola, mulai

dari pemain, hingga memang orang tersebut menyukai klub sebagai identitas.

Nama : Nidhal Akbar

Usia : 21 tahun

Pekerjaan : Mahasiswa, Anggota CISC Tangerang Selatan

Nidhal Akbar nama lengkapnya, minatnya terhadap sepak bola dimulai ketika duduk di

(34)

termasuk fans yang vokal di kampus. Hampir di setiap kesempatan ia selalu membahas tim

favoritnya, Chelsea, klub yang ia idolai dengan alasan karena berwarna biru, warna favoritnya.

Selain itu, peneliti menganggap Nidhal merupakan orang yang tepat dan sesuai dengan bahasan

yang sedang peneliti garap karena ia dapat menyerap maksud yang peneliti tanyakan sehingga

peneliti tidak perlu menjelaskan lebih lanjut setiap pertanyaannya.

4.3 Analisis Deskriptif Teori

4.2.1 Teori Fenomenologi

Fenomena merupakan sebuah gejala yang timbul dalam realita masyarakat yang sekarang

ini sedang terjadi. Untuk melihat dan memahami sebuah fenomena secara langsung, diperlukan

sebuah kacamata teori, yaitu fenomenologi. Kajian fenomena di sini berfokus untuk melihat

bagaimana kegilaan masyarakat terhadap sepak bola yang sedang menanjak popularitasnya.

Sepak bola sejatinya di Indonesia memang dikenal sebagai olahraga semua kalangan,

namun sekarang ini berbeda kasusnya. Jika dulu bisa kita bedakan dengan jelas mana penggemar

bola mana bukan dari atribut yang mereka kenakan. Dulu, jika kita melihat sesorang memakai

seragam tim sepak bola, itu artinya dia adalah fans dari sebuah tim yang secara mendalam sangat

tahu mengenai sepak bola. Kini, kita tidak bisa membedakan secara kasat mata mana yang fans

bola dan mana yang bukan hanya dari jersey yang ia kenakan. Hari ini banyak orang-orang yang

(35)

Inilah yang kemudian -bagi fans bola- dikenal sebagai glory hunter, fans plastik, atau fans karbitan.

Mengapa kini tren sepak bola begitu merebak di masyarakat? Kita semua sepakat bahwa

kembali naiknya euforia sepak bola dalam negeri berawal dari ciamiknya penampilan Timnas

Indonesia pada gelaran AFF 2010 di Jakarta. Saat itu, Irfan Bachdim dkk hampir

mempersembahkan gelar bagi bumi pertiwi andai saja tidak takluk dari Malaysia dengan

aggregat 4-2 di babak final. Dari situlah kemudian marak diadakannya nobar atau nonton bareng

di berbagai daerah di Indonesia. Namun justru nobar yang kini sering diadakan adalah nobar

pertandingan liga-liga di Eropa seperti Premier League di Inggris, La Liga di Spanyol, dan Serie

A di Italia.

Menurut kedua narasumber yang telah saya wawancarai, keduanya sepakat bahwa

fenomena sepak bola sekarang ini didominasi tingginya minat masyarakat terhadap tim yang

sedang naik daun. Terutama dua minggu ke depan, publik dunia tengah bersiap menyambut

perhelatan sepak bola terbesar di planet ini, Piala Dunia 2014 di Brazil. Sepeti yang dikatakan

Nidhal,“Yaa,, rame sih gara-gara adanya World Cup sama lagi menjelang-menjelang Liga

Champions yang udah mulai,, mungkin beberapa hari lagi”, umbuhnya.

4.2.2 Teori Brand

Brand, menurut pengertiannya adalah kumpulan merk atau janji penjual untuk

menyampaikan kumpulan sifat, manfaat, dan jasa spesifik secara konsisten kepada pembeli

(Kotler, Armstrong, 1997). Setiap brand pasti memiliki pangsa pasar masing-masing, dan dari

(36)

jenisnya, ada yang setia dan ada yang tidak. Bila seseorang sudah merasa puas dengan suatu

merk, pasti iya akan terus menggunakan merk tersebut. Bahkan jika sudah merasa lebih dekat,

pelanggan akan mengidentifikasikan dirinya sebagai pengguna dari merk tersebut, dan tidak akan

beralih ke merk lain.

Begitu juga yang terjadi di sepak bola. Seorang “pelanggan”, dalam hal ini seorang fans,

ada yang loyal dan ada yang tidak. Jika dia seorang fans setia, akan terus mengidentifikasikan

dirinya sebagai bagian dari tim tertentu jika ia merasa nyaman dengan atribut yang ia kenakan

tentang klub. Apapun yang terjadi dengan tim favoritnya. Sebaliknya jika ia bukan fans setia,

atau karbitan, ia akan senantiasa gonta-ganti klub idola sesuai dengan tim mana yang sedang

dalam performa bagus. “Kalo plastik, mungkin (jumlah fansnya) berkurang, kaya orang-orang

ngefans gara-gara cuma pas menang doang. Ya kaya karbitan-karbitan gitu lah”, komentar

Nidhal, ketika ditanya mengenai fans karbitan.

4.2.3 Media Massa

Media massa menjadi medium nomor satu dalam mengakses informasi mengenai tim

yang sedang tren. Bentuk yang biasanya diakses oleh para fans sepak bola bisa berupa berita

televisi, berita internet, media sosial, koran, dan lain-lain. Namun dari kesemua media massa,

yang paling sering digunakan adalah media sosial dan internet. Kemudahan akses yang tersedia

pada internet memungkinkan para fans sepak bola mengakses berita sepak bola kapanpun, dan

dimanapun. Alasan lain penggunaan media sosial adalah jauhnya jarak antara seorang fans dan

(37)

sana, jauh di Inggris dan kita kan di Indonesia, jauh banget”, komentar Nidhal mengenai

penggunaan internet untuk mengakses berita mengenai tim favoritnya.

Hampir sama dengan Nidhal, Ridwan juga sering mengakses media massa untuk mencari

tahu informasi terbaru mengenai tim favoritnya. “Gua biasanya lewat internet, media sosial juga

sih lewat facebook, gua buka fans page-nya United, itu gua liat berita-berita update-nya tentang

tim gua kaya gimana”, komentarnya.

4.2.4 Identitas Diri

Ketika seseorang mengidentifikasikan mereka sebagai bagian dari satu kelompok, mereka

akan menganggap bahwa kelompok mereka berbeda dengan kelompok lain. 17 Pengaruh identitas

sosial terhadap perilaku individu. Identitas sosial sangat berkaitan dengan persepsi, karena dalam

proses identitas sosial peran persepsi sangat penting. Keterikatan individu dalam suatu kelompok

secara tidak langsung akan mempengaruhi persepsinya terhadap kelompok sendiri dan kelompok

lain atau dikenal.

Begitu juga dengan fans sepak bola. Seorang fans, akan merasa memiliki ikatan dengan

fans dari klub yang sama meskipun mereka tidak saling mengenal. Mereka akan memiliki

kebanggaan tersendiri ketika menunjukkan kepada orang lain bahwa ia merupakan bagian dari

tim tertentu. Cara menunjukan kepada orang lain ia bagian dari fans tertentu bisa dengan

berbagai cara, mulai dari memakai seragam tim, memasang poster di kamar, membicarakan

tentang tim dimanapun berada, dan sebagainya.

(38)

Seperti Nidhal yang mengaku sebagai fans Chelsea misalnya, ia bisa menunjukkan

kepada orang lain identitasnya sebagai fans Chelsea dengan cara memakai seragam tim,

membicarakan tentang tim favoritnya di setiap kesempatan, dan selalu membanggakan timnya.

“Yaa gua sering banget pake baju Chelsea, atau ya gua kemana-mana, juga pasti gua ngomongin

bola dan gua pasti bakal ngomongin Chelsea”, jelasnya dengan penuh antusias.

4.2.5 Teori Konflik

Dalam teori ini, konflik yang terjadi lebih kepada ketidaknyamanan para fans loyal atas

kehadiran para fans karbitan. Sebenarnya jika dikatakan menggangu, tidak juga demikian karena

para fans loyal, meskipun merasa terusik, memilih untuk tidka menanggapi ocehan para fans

karbitan. Seperti yang dikatakan Ridwan, “Glory hunter ya..ya menurut gua sih itu hak mereka

lah, untuk jadi orang-orang kaya gitu, tapi jangan berharap ngomongin bola sama gua, karena

gua gak suka”, imbuhnya. Ridwan juga menyatakan bahwa fans karbitan memiliki pengetahuan

yang dangkal tentang sepak bola dan timnya. “Ehh ketika dia bawel, bangga-banggain timnya,

apalagi dia fans baru, sedangkan pas ditanya tentang sejarah tim itu kaya gimana dia gak bisa

jawab, ya itu udah bego banget”, tambahnya. Serupa tapi tak sama, Nidhal juga merasa

demikian. Namun, kendati sedikit terganggu, fenomena ini menurutnya bisa jadi ajang

penelanjangan mereka tentang sepak bola. Justru dengan begitu, kita semakin bisa membedakan

mana fans loyal, mana bukan. “Yaaa,, nggak ngeganggu banget sih, malah kocak bisa gua

kata-katain juga orang kaya gitu tapi ya, ya gak asik aja dia gak punya tim yang dicintai banget”,

(39)

Bab V

5.1 Kesimpulan

Fenomena sepak bola yang kini berjalan dengan pesat, berbanding lurus dengan

pertumbuhan masyarakat yang menyukai sepak bola. Hal ini semakin memungkinkan semakin

mudahnya akses berita mengenai sepak bola. Berbanding lurus dengan hal itu, semakin banyak

pula masyarakat yang tertarik dengan sepak bola. Bahkan, orang-orang yang sama sekali tidak

mengerti tentang sepak bola, bisa memiliki rasa penasaran dengan sepak bola. Saat ini, euforia

akan sepak bola sedang dalam level yang cukup tinggi, terutama menjelang Piala Dunia yang

akan dilaksanakan pertengahan tahun nanti. Di samping itu, liga-liga besar Eropa baru saja

menyelesaikan rangkaian pertandingan mereka.

Ekspos media akan sepak bola dari Eropa sangat besar porsinya, bahkan lebih besar dari

sepak bola dalam negeri. Hal positif yang timbul dari fenomena ini adalah sepak bola semakin

dicintai semua kalangan, namun negatif-nya, sembarangan orang bisa mengaku sebagai fans

sepak bola. Bukankah itu hak masing-masing individu untuk suka atau tidak terhadap sepak

bola? Ya. Namun masalah tidak berhenti di situ, para fans yang secara tiba-tiba mengaku sebagai

fans ini, mengusik fans lain dengan mengolok-olok mereka dan timnya yang bermain buruk.

Sekelompok fans inilah yang kemudian disebut dengan fans karbitan. Sebenarnya mudah sekali

mencari jawaban mengapa hal ini terjadi. Semua itu karena kurangnya kedalaman rasa memiliki

si fans, terhadap klub yang diidolakan. Mereka asal pilih tim mana saja yang sedang bermain

(40)

mencemooh tim itu karena bermain buruk. Bukankah sebagai fans, harus mendukung tim baik di

saat menang atau kalah?

Ketika membicarakan suka atau tidak suka terhadap suatu klub sepak bola, sekali lagi

peneliti tegaskan, itu hak masing-masing fans. Namun dibutuhkan lebih dari berharap tim yang

kita dukung menang. Kita harus selalu ada untuk tim baik di saat menang atau kalah. Jika masih

memikirkan menang atau kalah, jangan mengaku sebagai fans, itu artinya kita masih menjadi

penonton, bukan pendukung atau penggemar. Masalah yang sering muncul dari para fans

karbitan adalah mereka hanya mendukung tim ketika menang saja. Ketika tim bermain buruk,

tak segan mereka bisa menyerang secara verbal tim yang didukung. Bahkan bisa bertindak

anarkis. Hal yang sebaliknya terjadi jika tim idola mereka sedang dalam tren kemenangan

beruntun, mereka langsung membanggakan tim mereka secara berlebihan dan pada saat yang

bersamaan mereka mencemooh tim lain yang sedang bermain buruk atau kalah. Ini sangat

menggangu fans lain yang sudah loyal terhadap tim idolanya masing-masing. Para fans loyal

merasa, para fans karbitan ini telah “kurang ajar” dan tidak tahu diri. “Ngomong, ngomong gede,

tapi mereka tuh,, eehhh, banyak tim yang dia pegang, ngerti gak? Ya jadi kaya, dia gak punya

tim yang dia idolain banget, dia ganti-ganti pokoknya dia cuma dukung siapa yang menang”,

komentar salah satu narasumber, Nidhal Akbar.

5.2 Saran

Dalam kacamata peneliti, sebagai seseorang yang mengaku sebagai pecinta bola, kita

tetap harus menunjung tinggi nilai kebersamaan dan sportivitas agar dapat bersaing secara sehat

(41)

berkomitmen untuk mendukung klub yang kita bela karena mendukung tim berbicara tentang

loyalitas dan kedewasaan kita sebagai seorang fans. Seorang fans, harus bisa selalu hadir

bersama tim baik di saat kalah atau menang. Tidak peduli seberapa terpuruk tim yang dibela.

Kita lihat yang terjadi di Istanbul tahun 2005. Pada malam itu, pertandingan final Liga

Champions antara AC Milan dan Liverpool. AC Milan unggul cepat pada menit pertama, dan

menutup babak pertama dengan skor 3-0. Pada saat semua terlihat menjadi milik AC Milan,

ribuan fans Liverpool yang hadir di stadion tidak henti-hentinya bernyanyi. Lagu You’ll Never

Walk Alone berkumandang keras di Attaturk Stadium. Hasilnya pada babak kedua, Liverpool berhasil menyamakan kedudukan hanya dalam waktu enam menit. Pertandingan berlanjut ke

babak adu penalti dengan Liverpool berhasil meraih trofi Liga Champions kelima mereka18. Ini

merupakan bukti nyata betapa dukungan para fans sangat berarti bagi tim. Seterpuruk apapun

penampilan sebuah tim, jika suporter selalu ada di belakang para pemain untuk mendukung, pada

saat yang bersamaan para pemain akan merasa termotivasi untuk tidak mengecewakan fans yang

telah percaya dan mendukung mereka, seburuk apapun penampilan mereka.

(42)

Daftar Pustaka

Smith, Aaron C.T. Introduction of Sports Marketing. Burlington: Elsevier, 2008.

t.thn. uefa.com. Diakses Juni 1, 2014. http://www.uefa.com/uefachampionsleague/season=2004/

Schlabach, Jamie. "Living in a Social World ." In-group, Out-group Bias, 1998

2013. Jabuli. 23 Januari. Diakses Mei 26, 2014. http://jabuli.wordpress.com/2013/01/23/teori-konflik-sosial/.

Johnston, David. "Consumer Loyalty Among Sport Fans." n.d.

Bernard Raho,Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2007. hlm. 54

Littlejohn, Stephen W. 2008. Teori Komunikasi, Theories of Human Communication. Jakarta: Salemba Humanika

2009. The magic year: Barça win six cups. 2008. http://www.fcbarcelona.com/club/history/detail/card/2009-the-magic-year-barca-win-six-cups (accessed November 16, 2013).

1Indonesia FC Barcelona Fans Club. Mei 1, 2013. http://www.indobarca.org/organisasi/sejarah/ (accessed

November 25, 2013

(43)

Referensi

Dokumen terkait

Judul Penelitian : Identifikasi Jenis Tanaman Obat yang Digunakan Sebagai Bahan Pembuatan Minyak

Dilihat dari Kedudukan letak titik berat Kapal G terhadap titik Metacentra M, maka kita mengenal tiga kemungkinan keseimbangan Keseimbangan mantap (stabilitas positif),

Situasi ini menunjukkan bahawa Islam tidak pernah mengharamkan aktiviti perniagaan, malah ia adalah sebagai daruriyyah dalam kehidupan manusia, manakala norma-norma masyarakat

mata pelajaran yang diajarkan/diampu, dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. Sementara standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh tenaga pendidik meliputi: 1)

Metode inversi colored telah cukup baik memprediksi persebaran porositas sehingga dalam interpretasi dapat memisahkan antara reservoir dan non reservoir dalam

Lahan tipe A selalu digenangi oleh air pasang, baik pasang besar (terjadi pada musim hujan) maupun pada saat pasang kecil (terjadi pada musim kemarau), sedangkan lahan tipe B

Sesuai dengan kerangka berfikir dapat dirumuskan hipotesis tindakan dalam penelitian ini “upaya peningkatan hasil belajar senam lantai dapat meningkatakan gerakan

Hasil wawancara bapak Yuswadianto, S.Pd.I.guru IPA kelas V MIN Mojorejo pada hari Selasa, 08 Maret 2016, jam 12. 45 WIB di ruang perpustakaan... a) Guru Menyampaikan materi yang