Sudut Pandang seorang Muslim assiddiq

Teks penuh

(1)

Sudut Pandang Seorang Muslim

(2)

Pendahuluan

Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu laa tuqaddimuu baina yadayillahi warasuulihi waattaquullaha innallaha samii'un 'aliimun

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha

(3)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan

kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan

(4)

.

ءءابء ددقءفء ررففاكء ايء هفيخفل

ء لءاقء للجررء امءييأء

ام

ء ه

ر د

ر ح

ء أء اهءبف

“Siapa saja yang mengatakan kepada saudaranya, “Wahai kafir”, maka ucapan tersebut pasti kembali kepada salah seorang dari keduanya.” [HR. Al-Bukhari (6103, 6104)

dan Muslim (225)]

Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:

ه

ف يمفرديء ل

ء وء ، قفوس

ر ف

ر لدابف ل

ل جررء ل

ل ج

ر رء ىمفرديء ل

ء

ن

د ك

ر يء مدلء ندإف ، هفيدلءعء تدددتءردا ل

د إف ، رففدكرلدابف

كلفذءك

ء هربرحفاص

ء

“Tidaklah seorang menuduh orang lain dengan kefasikan dan kekafiran, kecuali akan kembali kepada penuduhnya apabila orang yang dituduh tidak seperti itu.” [HR. Al-Bukhari (5698)]

.

ه

ف لدلا وددرع

ء ل

ء اقء ودأء رففدكرلدابف ل

ل جررء اعءدء ن

د مءوء

ه

ف يدلءع

ء رءاحء ل

د إف ك

ء لفذءكء س

ء

يدلءوء

(5)

Orang alim jelas bukan kafir karena

Secara arti “alim” berarti berilmu atau muslim yg

berpengetahuan (tentang agama islam)

Timbul prasangka “sok” alim “sok” kafir

diakibatkan karena sudut pandang dan faktor

lingkungan

Adilkan pikiran dalam melihat segala bentuk

(6)

Seorang lelaki [dari kalangan terpandang] lewat di hadapan Nabi Shallallahu

‘alaihi wa sallam, maka beliau bertanya: "Apa yang kalian katakan mengenai orang ini?" Mereka (Para shahabat) menjawab, "Jika dia meminang pasti lamarannya diterima, jika menjadi perantara maka perantaraannya diterima, dan jika berkata maka kata-katanya didengar." Kemudian (Rasulullah

shallallâhu ‘alaihi wa sallam) diam. Lalu seseorang dari kaum muslimin yang fakir melintas, maka beliau bertanya, "Apa yang kalian katakan tentang orang ini?" Mereka (Para shahabat) menjawab, "Sudah pasti jika melamar maka lamarannya ditolak, jika menjadi perantara maka perantaraannya tidak akan diterima, dan jika berkata maka kata-katanya tidak didengar." Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Orang ini lebih baik daripada seisi bumi orang seperti tadi."

(7)

Apa yang salah?

Prasangka buruk sebelum mengetahuinya

(sebagian adalah dosa) QS. Al Hujarat 12

Kesombongan

Lalu kita harus bagaimana?

Sikap kita adalah berprasangka baik

(husnu dzon) >> ibadah hati yg paling agung

(8)

Beda Sudut pandang bisa memecah belah

umat

Maka berhati-hatilah jgn terlalu cepat

(9)

Dalam masalah berpenampilan

Tidak salah jika seseorang berpakaian dengan

maksud ingin terlihat cantik dan ganteng

asalkan tujuan itu tidak mengalahkan

aturan-aturan tata berpakaian yang disyariatkan

(10)

Ketahuilah sorban itu bukan adat orang arab saja, tapi sunnah Nabi saw, Rasulullah saw memakai surban. Mereka itu mengatakan tidak ada haditsnya menunjukkan betapa

rendahnya pemahaman mereka akan syariah dan hadits

a. Dari Amr bin Umayyah ra dari ayahnya berkata : Kulihat Rasulullah saw mengusap surbannya dan kedua khuffnya (Shahih Bukhari Bab Wudhu, Al Mash alalKhuffain).

b. Dari Ibnul Mughirah ra, dari ayahnya, bahwa Rasulullah saw mengusap kedua

khuffnya, dan depan wajahnya, dan atas surbannya (Shahih Muslim Bab Thaharah)

c. Para sahabat sujud diatas Surban dan kopyahnya dan kedua tangan mereka

disembunyikan dikain lengan bajunya (menyentuh bumi namun kedua telapak tangan mereka beralaskan bajunya karena bumi sangat panas untuk disentuh). saat cuaca sangat panas. (Shahih Bukhari Bab Shalat).

d. Rasulullah saw membasuh surbannya (tanpa membukanya saat wudhu) lalu mengusap kedua khuff nya (Shahih Muslim Bab Thaharah)

Dan masih belasan hadits shahih meriwayatkan tentang surban ini, cukuplah hadits Nabi saw : “Barangsiapa yang tak menyukai sunnahku maka ia bukan golonganku” (Shahih

Bukhari).

(11)

Silahkan bantah sunnah Nabi saw, dan itu tanda keluarnya mereka dari ummat Nabi saw. Imam Syafii mengeluarkan fatwa bila seorang muslim menghina sunnah maka hukumnya kufur. Wallahu a’lam

Apapun yang akan kita lakukan yg perlu kita tanamkan dalam hati adalah

1.Niat karna ibadah

(12)

Al-Khalil bin Ahmad seperti dinukil Imam al-Ghazali dalam Ihya

Ulumuddin membagi manusia atau orang menjadi 4 macam

1. Orang yang paham, dan ia mengetahui bahwa ia orang yang

paham, itulah

ORANG ALIM

, maka ikutilah dia.

2. Orang yang paham, dan ia tidak mengetahui bahwa ia orang

yang paham, itulah

ORANG YANG TIDUR

, maka

bangunkanlah dia.

3. Orang yang tidak paham, dan ia mengetahui bahwa ia orang

yang tidak paham, itulah

ORANG YANG BUTUH BIMBINGAN

,

maka ajarkanlah dia.

(13)

“Berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah khulafa’urrasyidin para pembawa

petunjuk” (shahih Ibn Hibbah, Mustadrak ala shahihain).

Maka tidak sepantasnya kita muslimin menghapuskan hal hal yang telah dilakukan

(14)

Solusi apa bisa kita lakukan?

Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja)

Dgn prinsip :

Tawasuth

(Moderat)

Tawâzun

(Berimbang)

(15)

Prinsip moderasi

(tawassuth)

dijadikan sebagai landasan dalam menggali

hukum Islam, yakni memadukan antara wahyu dengan rasio, sehingga

aswaja tidak terlalu “ngeteks” terpaku pada

al-nushus al-syar’iyyah

(al-Quran dan Hadis), juga tidak liar dalam menggunakan akal pikiran atau

lepas dari wahyu. Di samping itu moderasi aswaja juga dapat

menjembatani dua kelompok keislaman yang saling berseberangan, yakni

kelompok tekstualis dan rasionalis.

Prinsip netral

(ta’adul)

aswaja berkelindan dengan sikapnya dalam dunia

politik, yakni tidak setuju dengan kelompok garis keras yang merongrong

pemerintahan, namun tidak membenarkan tindakan penguasa yang lalim.

Sedangkan prinsip keseimbangan

(tawazun)

aswaja terefleksikan dalam

ruang kehidupan sosial kemasyarakatan, akomodatif terhadap budaya

(16)

Dalam al-Quran secara tegas Allah melarang

umat Islam mencaci maki kepercayaan orang

lain (QS. Al-An’am 108).

Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Allah sangat

mencintai agama yang toleran

(al-samhah)

.

(17)

Penutup

Aku mencintai orang-orang sholeh, meskipun

aku belum termasuk golongan mereka. Aku

harap semoga aku mendapat syafaat dari

mereka.

Aku membenci orang-orang durhaka,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...