• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep keluarga DAN LP HIPERTENSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Konsep keluarga DAN LP HIPERTENSI"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

KONSEP KELUARGA

A. Tinjauan Teori

1. Konsep Dasar Teori Keluarga a. Pengertian Keluarga

1) Keluarga sebagai kelompok yang terdiri atas dua / lebih individu yang dicirikan oleh istilah khusus, yang mungkin saja memiliki /tidak memiliki hubungan darah / hukum yang mencirikan orang tersebut kedalam satu keluarga (Whall, 1986).

2) Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal disuatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Depkes RI, 1998).

3) Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang terikat dalam perkawinan, ada hubungan darah /adopsi dan tinggal dalam satu rumah (Friedman, 1998).

b. Bentuk-bentuk Keluarga

1) Menurut Susman (1974) & Maclin (1988) a) Keluarga Tradisional

 Keluarga inti adalah keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak-anak yang hidup dalam rumah tangga yang sama

 Keluarga dengan orang tua tunggal yaitu keluarga yang hanya dengan satu orang yang mengepalai akibat dari penceraian, pisah atau ditinggalkan

 Pasangan inti,hanya terdiri dari suami dan istri saja, tanpa anak atau tidak ada anak yang tinggal bersama mereka

(2)

 Pasangan usia pertengahan atau lansia, suami sebagai pencari nafkah dan istri tinggal dirumah dengan anak sudah kawin atau bekerja

 Jaringan keluarga besar,terdiri dari dua keluarga inti atau lebih atau anggota keluarga yang tidak menikah, hidup berdekatan dalam daerah geografis

b) Keluarga Non tradisional

 keluarga dengan orang tua yg memiliki anak tanpa menikah  Pasangan yang memiliki anak tanpa menikah

 Pasangan yang hidup bersama tanpa menikah (kumpul kebo)  keluarga gay dan lesbi adalah pasangan yang berjenis kelamin

sama hidup bersama sebagai pasangan yang menikah

 keluarga komuni adalah rumah tangga yang terdiri dari lebih satu pasangan monogamy dengan anak-anak, secara bersama menggunakan fasilitas, sumber, dan memiliki pengalaman yang sama

2) Menurut Anderson Carter

 Keluarga Inti (nuclear family) yaitu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak kandung atau anak angkat

 Keluarga besar (ekstended family) yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan darah

 Keluarga berantai (sereal family) yaitu keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti

 Keluarga duda/janda (single family) yaitu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak kandung atau anak angkat yang disebabkan karena perceraian atau kematian

(3)

 Keluarga kabitas yaitu keluarga yang terbentuk tanpa pernikahan c. Fungsi keluarga

Fungsi keluarga merupakan hasil atau konsekuensi dan struktur keluarga atau sesuatu tentang apa yang dilakukan oleh keluarga. Terdapat beberapa fungsi keluarga menurut Friedman (1998); Setiawati & Dermawan (2005) yaitu

1. Fungsi afektif

Merupakan fungsi keluarga dalam memenihi kebutuhan pemeliharaan kepribadian dari anggota keluarga. Merupakan respon dari keluarga terhadap kondisi dan situasi yang dialami tiap anggota keluarga mengekspresikan kasih sayang.

2. Fungsi sosialisasi

Tercermin dalam melakukan pembinaan sosialisasi pada anak, membentuk nilai dan norma yang diyakini anak, memberikan batasan-batasan perilaku yang boleh dan tidak boleh pada anak, meneruskan nilai2 budaya keluarga. 3. Fungsi perawatan kesehatan

Merupakan fungsi keluarga dalam melindungi keamanan dan kesehatan seluruh anggota keluarga serta menjamin pemenuhan kebutuhan perkembangan fisk, mental, spiritual dengan cara memelihara dan merawat anggota keluarga serta mengenali kondisi sakit tiap anggota keluarga.

4. Fungsi ekonomi

Fungsi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti sandang, pangan, papan dn kebutuhan lainnya melalui keefektifan sumber dana keluarga.Mencari sumber2 penghasilan guna memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penghasilan keluarga, menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang akan datang (pendidikan anak dan jaminan hari tua).

5. Fungsi biologis

Fungsi biologis bukan hanya ditunjukan untuk meneruskan keturunan tetapi untuk memelihara dan membebaskan anak untuk kelanjutan generasi.

(4)

Fungsi psikologis terlihat bagaimana keluarga memberikan kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian diantara anggota keluarga, membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga, memberikan identitas keluarga. 7. Fungsi Pendidikan

Diberikan keluarga dalam rangka memberikan pengetahuan, keterampilan, membentuk perilaku anak, mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa, mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya

d. Tugas keluarga

Tugas keluarga merupakan pengumpulan data yang berkaitan dengan ketidakmampuan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan.Lima tugas keluarga yang dimaksud :

1) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan 2) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan

3) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit 4) Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan

5) Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

e. Tingkat kemandirian keluarga

Keberhasilan asuhan keperawatan keluarga yang dilakukan perawat keluarga dapat dimulai dari seberapa tingkat kemandirian keluarga dengan mengetahui kriteria atau ciri-ciri yang menjadi ketentuan tingkatan mulai dari tingkat kemandirian I sampai tingkat kemandirian IV, menurut Dep-Kes (2006) sebagai berikut :

1. Tingkat kemandirian I (keluarga mandiri tingkat I /KM I) a) Menerima petugas perawatan kesehatan masyarakat

b) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan

(5)

b) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan

c) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar d) Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai yang dianjurkan e) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif

3. Tingkat kemandirian III (keluarga mandiri tingkat III /KM III) a) Menerima petugas perawatan kesehatan masyarakat

b) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan

c) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar d) Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai yang dianjurkan e) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif

f) Melaksanakan tindakan pencegahan sesuai anjuran

4. Tingkat kemandirian IV (keluarga mandiri tingkat IV /KM IV) a) Menerima petugas perawatan kesehatan masyarakat

b) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan

c) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar d) Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai yang dianjurkan e) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif

f) Melaksanakan tindakan pencegahan sesuai anjuran g) Melakukan tindakan promotif secara aktif

f. Tahapan dan Tugas Perkembangan Keluarga 1) Tahap I, Pasangan pemula/baru menikah

Tugas :

 Saling memuaskan antar pasangan

 Beradaptasi dengan keluarga besar dari masing-masing pihak  Merencanakan dengan matang jumlah anak

(6)

Tugas:

 Mempersiapkan biaya persalinan  Mempersiapkan mental calon orang tua  Mempersiapkan berbagai kebutuhan anak 3) Tahap III, Keluarga dengan mempunyai bayi

Tugas:

 Memberikan ASI sebagai kebutuhan dasar bayi (ASI ekslusif 6 bln)

 Memberikan kasih sayang

 Mulai mensosialisasikan dengan lingkungan keluarga besar masing-masing pasangan

 Pasangan kembali melakukan adaptasi karena kehadiran anggota keluarga baru termasuk siklus hubungan sex

 Mempertahankan hubungan dalam rangka memuaskan pasangan 4) Tahap IV, Keluarga dengan anak prasekolah

Tugas:

 Menanamkan nilai-nilai dan norma kehidupan  Mulai menanamkan keyakinan beragama  Mengenalkan kultur keluarga

 Memenuhi kebutuhan bermain anak

 Membantu anak dalam sosialisasi dengan lingkungan sekitar  Menanamkan tanggung jawab dalam lingkup kecil

 Memberikan stimulus bagi pertumbuhan dan perkembangan anak 5) Tahap V, Keluarga dengan anak usia sekolah

Tugas:

 Memenuhi kebutuhan sekolah anak baik alat-alat sekolah maupun biaya sekolah

 Membiasakan belajar teratur

(7)

 Memberikan pengertian pada anak bahwa pendidikan sangat penting untuk masa depan anak

 Membantu anak dalam bersosialisasi lebih luas dengan lingkungan sekitarnya

6) Tahap VI, Keluarga dengan anak remaja Tugas:

 Memberikan perhatian lebih pada anak remaja

 Bersama-sama mendiskusikan tentang rencana sekolah/kegiatan di luar sekolah

 Memberikan kebebasan dalam batasan yang bertanggung jawab  Mempertahankan komunikasi dua arah

7) Tahap VII, Keluarga dengan melepas anak ke masyarakat Tugas:

 Mempertahankan keintiman pasangan  Membantu anak untuk mandiri

 Mempertahankan komunikasi

 Memperluas hubungan keluarga antara orang tua dengan menantu  Menata kembali peran dan fungsi keluarga setelah ditinggal anak 8) Tahap VIII, Keluarga dengan tahap berdua kembali

Tugas:

 Menjaga keintiman pasangan

 Merencanakan kegiatan yang akan datang

 Tetap menjaga komunikasi dengan anak dan cucu  Memperhatikan kesehatan masing-masing pasangan 9) Tahap IX, Keluarga dengan tahap masa tua

Tugas:

(8)

 Merencanakan kegiatan untuk mengisi waktu tua seperti dengan berolahraga, berkebun, mengasuh cucu

 Pada masa tua pasangan saling mengingatkan akan adanya kehidupan yang kekal setelah kehidupan ini

g. Level Pencegahan Perawatan keluarga

Pencegahan keperawatan keluarga, berfokus pada tiga level prevensi yaitu 1) Pencegahan primer (primary prevention)

(9)

BAB II

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN HIPERTENSI

Pengertian

Asuhan keperawatan keluarga menurut Salvicion G. Bail.on dan Aracelis Maglaya 1978. Perawatan kesehatan keluarga adalah tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau kesatuan yang di rawat dengan sehat sebagai tujuan melalui perawatan sebagai sarana atau penyalur.

A.

Pengertian

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal. Seseoarang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastol. (Elisabet Corwin, hal 356).

Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mm Hg atau lebih dan tekanan diastolic 120 mmHg (Sharon, L.Rogen, 1996).

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHG (Luckman Sorensen,1996).

(10)

B.

Etiologi

Hipertensi adalah asimtomatik. Gejala-gejala menandakan kerusakan pada organ targeet seperti otak, ginjal, mata, dan jantung. Bila tak teratasi, hipertensi dapat menimbulkan stroke, gagal ginjal, dan kebutaan, dan gagal jantung kongestif. Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

(Mansjoer Arif,dkk,1999 hal 518)

1. Esensial (primer/idiopatik) etiologi tak diketahui, dapat dipercepat atau maligna, namun banyak factor yang mempengaruhi seperti genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, system rennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress Sekunder atau hipertensi renal disebabkan oleh proses penyakit dasar. Dapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vakuler renal.

2. Penggunaan kontrasepsi oral yaitu pil. Gangguan endokrin dll. Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer.

Namun ada beberapa factor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:

a. Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau transport Na. b. Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah meningkat.

c. Stress Lingkungan

d. Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua serta pelabaran pembuluh darah.

Faktor-faktor yang mempertinggi resiko terjadinya hipertensi antara lain: a. Keturunan

b. Usia

c. Berat badan

d. Perokok Pola makan

e. dan gaya hidup Aktivitaas olah raga

C.

Patofisiologi

(11)

yang berlanjut ke bawah korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganlia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui sistem saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya norepinephrin mengakibatkan kontriksi pembuluh darah. Berbagai factor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokontriksi.

Individu dengan hipertensi sangat meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pada saat bersamaan dimana system saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respon rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokontriksi.

Medulla adrenal mensekresi epinephrine, yang menyebabkan vasokontriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respon vasokontriktor pembuluh darah. Vasokontriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. Rennin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian di ubah menjadi angiotensin II, suatu vasokontriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan rtensi Natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra vascular. Semua factor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi.

Untuk pertimbangan gerontology, perubahan sruktural dan fungsional pada sistem pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (Volume sekuncup), mengakibatkan penurunan curah jantung dan peningkatan tahanan perifer (Brunner & Suddarth, 2002).

D. Klasifikasi Hipertensi

(12)

Prevention 1997 dikutip oleh Mansjoer Arif, dkk, 1999 hal 519, dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel 1. Klasifikasi Hipertensi

Klasifikasi Sistolik mmHg Diastolik mmHg a. Normal 130 – 139 85 – 89

b. Perbatasan 140 – 159 90 – 99

c. Hipertensi tingkat I 160 – 179 100 – 109 d. Hipertensi tingkat 2 > 180 < 85

e. Hipertensi tingkat 3 < 130 > 110

D.

Manifestasi Klinik

Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala bila demikian, gejala baru ada setelah terjadi komplikasi pada ginjal, mata, otak atau jantung. Gejala lain yang sering ditemukan adalah sakit kepala, epistaksis, marah, telinga berdenging, mata berkunang-kunang dan pusing . (Mansjoer Arif, dkk, 1999).

Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).Pada tingkat awal sesungguhnya, Hipertensi asimtomatis, mempunyai gejala :

1. Sakit kepala : pada occipital,, seringkali timbul pada pagi hari. 2. Vertigo dan muka merah.

3. Epistaksis sppontan. 4. Kelelahan

5. Mual dan muntah 6. Sesak nafas 7. Gelisah

8. Penglihatan kabur atau scotomas dengan perubahan retina.

(13)

F. Penatalaksanaan

Deteksi dan tujuan penatalaksanaan hipertensi adalah menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mortalitas serta morbiditas yang berkaitan. Tujuan terapi adalah mencapai dan mempertahankan tekanan sistolik di bawah 140 mmHg dan tekanan diastolic di bawah 90 mmHg dan mengntrol factor risiko. Hal ini dapat di capai melalui modifikasi gaya hidup saja atau dengan obat antihipertensi.

1. Terapi tanpa Obat Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah : a. Penurunan konsumsi garam dari 10 gr/hari menjadi 5 gr/hari

b. Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh c. Penurunan berat badan

d. Penurunan asupan etanol

2. Latihan fisik atau olahraga yang teratur dan terarah.

a. Olahraga yang dianjurkan seperti lari, jogging, bersepeda, berenang, dan lain-lain. b. Lamanya latihan berkisar antara 20-25 menit berada dalam zona latihan.

c. Intensitas olahraga yang baik antara 60-80% dari kapasitas aerobic atau 72-80% dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan.

d. Frekuensi latihan sebaiknya 3 kali/minggu dan lebih baik lagi 5 kali/minggu.

3. Pendidikan kesehatan (penyuluhan)

Tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi dan pengelolaannya sehingga pasien dapat mempertahankan hidupnya dan mencegah komplkasi lebih lanjut.

(14)

Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita dapat bertambah kuat. Pilihan obat untuk penderita hipertensi adalah sebagai berikut :

a. Hipertensi tanpa komplikasi : diuretic, beta blocker.

b. Hipertensi dengan indikasi penyakit tertentu : inhibitor ACE, penghambat reseptor angiotensin II, alfa blocker, alfa-beta-blocker, beta blocker, antagonis Ca dan diuretic

c. Indikasi yang sesuai Diabetes Mellitus tipe I dengan proteinuria diberikan inhibitor ACE.

d. Pada penderita dengan gagal jantung diberikan inhibitor ACE dan diuretic.

e. Hipertensi sistolik terisolasi : diuretic, antagonis Ca dihidropiridin kerja sama.

(15)

BAB III

ASKEP TEORITIS

Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Hipertensi

I. Data umum

1. Nama Kepala Keluarga : Tn. E 2. Alamat : tidak ada data

3. Komposisi keluarga

No Nama Jenis Kelamin Hubungan

dengan KK

Umur Pendidikan

1 Tn. E L KK 39 th

-2 Ny. V P Isteri 30 th

-3 An. L L Anak 1 th

-Genogram

Ket : : laki laki

Tn. E (39)

An. L (1)

(16)

: perempuan --- : tinggal serumah

4. Tipe keluarga

Keluarga Tn. E adalah keluarga dengan tipe nuclear family, dimana dalam keluarga hanya ada suami, istri dan anak.

5. Suku

Tidak ada data 6. Agama

Tidak ada data

7. Status Sosial Ekonomi Keluarga

Tn. E mengatakan tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, dia juga jarang berinteraksi dengan tetangganya

8. Aktivitas rekreasi keluarga Tidak ada data

II. Riwayat Dan Tahapan Perkembangan Keluarga 9. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Keluarga dengan balita dengan tugas perkembangan keluarga: - Menanamkan nilai2 dan norma kehidupan.

- Mulai menanamkan keyakinan beragama. - Mengenalkan kuitur keluarga.

- Memenuhi kebutuhan bermain anak.

- Membantu anak dlm sosialisasi dgn ling. Sekitar. - Menanamkan tanggung jawab dlm lingkup kecil.

(17)

Anak tidak diimunisasi,Ny. V saat ini tidak memakai KB, keluarga tidak pernah berobat ke puskesmas, Ny. V menderita hipertensi dan dia mengatakan tidak pernah control ke puskesmas.

11. Riwayat keluarga inti Tidak ada data

12. Riwayat keluarga sebelumnya Tidak ada data

III. Lingkungan

13. Karakteristik rumah

Situasi lingkungan ; Rumah semi permanen terdapat satu buah jendela di sebelah pintu masuk, terdiri dari dua kamar tidur yang hanya memiliki satu pintu saja, dinding samping berhimpitan dengan tetangga dan udara dalam rumah lembab. Pembuangan sampah : Tak ada data, hanya sampah mainan yang berserakan di dalam rumah . Sumber air minum, tempat pembuangan tinja dan tempat pembuanga limbah : Tak ada data

14. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Kehidupan antar anggota keluarga setiap keputusan ada di tangan kepala keluarga dan tanpa memerlukan persetujuan dari anggota keluarga yang lain

15. Mobilitas geografis keluarga

Tidak ada data

16. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan masyarakat

Tn. E jarang berinteraksi dengan tetangganya.

17. Sistem pendukung keluarga

Tidak ada data

(18)

IV. Struktur keluarga

18. Pola komunikasi keluarga

Setiap keputusan ada di tangan kepala keluarga dan tanpa memerlukan persetujuan dari anggota keluarga yang lain.

19. Struktur kekuatan keluarga

Tidak ada data

20. Struktur peran

Tidak ada data

21. Nilai atau norma budaya

Tidak ada data

V. Fungsi Keluarga

22. Fungsi Afektif

Tidak ada data

23. Fungsi Sosialisasi

Keluarga Tn. E jarang berinteraksi dengan tetangganya

Tetangga

(19)

24. Fungsi Perawatan Kesehatan

Imunisasi : Anak tidak diimunisasi, karena ayah takut anaknya panas dan ibunya tidak memakai KB, keluarga tidak pernah berobat kepuskesmas dan jika ada salah satu anggota kelurga yang sakit hanya menggubnakan obat-obatan alami atau membeli diwarung. Istri Tn.E (Ny.V) sedang hamil trimester kedua, dari sebelum menikah Ny. V menderita hipertensi, Ny, V mengatakan tidak pernah kontrol ke puskesmas, Ny. V juga pernah mengalami keguguran saat mengandung anak pertama, dan kelahiran anak kedua dibantu oleh dukun.

VI. Stres dan Koping Keluarga

25. Stressor Jangka Panjang Dan Jangka Pendek

Anak tidak diimunisasi, karena ayah takut anaknya panas

26. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah

Setiap keputusan ada ditangan keluarga dan tanpa memerlukan persetujuan dari anggota yang lain

27. Strategi Koping

Setiap keputusan ada ditangan keluarga dan tanpa memerlukan persetujuan dari anggota yang lain

28. Strategi Adaptasi Disfungsional

Dari hasil pengkajian didapatkan adanya cara-cara keluarga mengatasi masalah secara maladaptive.

VII. Harapan Keluarga

(20)

VIII. Data Tambahan

1. Nutrisi

Tidak Ada Data

2. Eliminasi

Tidak Ada Data

3. Istirahat Tidur

Tidak Ada Data

4. Aktivitas Sehari-hari

Tidak ada Data

5. Merokok

Tidak ada Data

IX. Pemeriksaan Fisik

(21)

Analisa Data

Data subjektif

No Data Dx Keperawatan

1 Data subyektif

Ayah mengatakan anaknya tidak diimunisasi, karena takut anaknya panas

Data obyektif :

-Resiko terjadinya gangguan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi pada An L (1 th) di keluarga Tn E b/d ketidaktahuan keluarga Tn E mengenal masalah kesehatan keluarga

2 Data subyektif

Keluarga mengatakan tidak pernah berobat ke

Puskesmas dan jika salah satu anggota keluarga yang sakit hanya menggunakan obat – obatan alami atau membeli di warung.

Istri Tn.E ( Ny.V ) sedang hamil trimester kedua, dari sebelum menikah Ny.V menderita hipertensi, Ny.V mengatakan tidak pernah control ke Puskesmas Ny.V juga pernah mengalami keguguran saat mengandung anak I, dan kelahiran anak ke II di bantu oleh dukun Data

Obyektif:-Kurang pengetahuan Keluarga Tn E b/d ketidakmampuan keluarga Tn E menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya.

3 Data subyektif

Keluarga mengatakan setiap keputusan ada di tangan kepala keluarga dan tanpa memerlukan persetujuan dari anggota keluarga yang lain

Dan Tn E jarang berinteraksi dengan tetangganya. Data Obyektif:

-Koping keluarga Tn E tidak efektif b/d ketidakmampuan Tn E memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga

4 Data subyektif :-Data obyektif

(22)

Rumah semi permanen terdapat satu buah jendela di sebelah pintu masuk, terdiri dari dua kamar tidur yang hanya memiliki satu pintu saja, dinding samping berhimpitan dengan tetangga dan udara dalam rumah lembab, hanya sampah mainan yang berserakan di dalam rumah

E memodifikasi lingkungan untuk menjamin kesehatan keluarga.

5 Data subyektif

Istri Tn.E ( Ny.V ) sedang hamil trimester kedua, dari sebelum menikah Ny.V menderita hipertensi, Ny.V mengatakan tidak pernah control ke Puskesmas Data

obyektif:-Resiko terjadinya preeklamsia pada Ny V b/d

ketidakmampuan keluarga Tn E merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.

Diagnose keperawatan keluarga dan scoring

Diagnose keperawatan keluarga yang muncul antara lain :

1. Resiko terjadinya gangguan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi pada An L (1 th) di keluarga Tn E b/d ketidaktahuan keluarga Tn E mengenal masalah kesehatan keluarga

no Criteria Score pembenaran

1 Sifat masalah : resiko 2/3 x 1 Masalah ini belum terjadi namun terdapat data bahwa An.L belum diimunisasi.

2 Kemungkinan masalah untuk diubah :mudah

2/2 x 2 Masalah masih mudah untuk diubah, dengan cara memberikan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi.

3 Potensial masalah untuk di cegah : tinggi

(23)

berikutnya. 4 Menonjolnya masalah : tidak segera

diatasi

½ x 1 Karena masalah belum terjadi maka tidak perlu segera di atasi namun harus dilakukan.

Total 4 1/3

2. Kurang pengetahuan Keluarga Tn E b/d ketidakmampuan keluarga Tn E menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya.

no Criteria Score Pembenaran

1 Sifat masalah : actual 1/3 x 1 Keluarga tidak pernah berobat ke Puskesmas dan jika salah satu anggota keluarga yang sakit hanya menggunakan obat – obatan alami atau membeli di warung.

Istri Tn.E ( Ny.V ) sedang hamil trimester kedua, dari sebelum menikah Ny.V menderita hipertensi, Ny.V mengatakan tidak pernah control ke Puskesmas Ny.V juga pernah mengalami keguguran saat mengandung anak I, dan

kelahiran anak ke II di bantu oleh dukun.

2 Kemungkinan masalah untuk diubah : mudah

2/2 x 2 Masalah mudah untuk diubah dengan cara memberikan penyuluhan tentang pelayanan kesehatan puskesmas.

3 Potensial masalah untuk di cegah : tinggi

3/3 x 1 Walaupun masalahnya sudah terjadi, tetapi jika ada salah satu keluarga yang sakit dan ibu hamil lagi bisa langsung dibawa ke puskesmas setelah keluarga tahu fungsi puskesmas.

4 Menonjolnya masalah : ada masalah tidak perlu segera ditangani

(24)

segera ditangani.

Total 3 5/6

3. Koping keluarga Tn E tidak efektif b/d ketidakmampuan Tn E memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga

no Criteria score Pembenaran

1 Sifat masalah : actual 1/3 x 1 Setiap keputusan ada di tangan kepala keluarga dan tanpa memerlukan persetujuan dari anggota keluarga yang lain Tn E jarang berinteraksi dengan tetangganya.

2 Kemungkinan masalah untuk diubah : sedang

½ x 2 Masalah masih mungkin untuk diubah, walaupun agak susah mengubah koping negative ke positif.

3 Potensial masalah untuk dicegah : cukup

2/3 x 1 Masalah sudah terjadi, tetapi keluarga masih belum mampu mengambil keputusan yang tepat untuk kesehatan mereka.

4 Menonjolnya masalah : ada masalah tidak perlu segera ditangani

½ x 1 Keluaga merasakan ada masalah, tapi menurut mereka tidak serius, jadi tidak perlu segera ditangani.

Total 2 1/2

4. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah b/d ketidakmampuan keluarga Tn E memodifikasi lingkungan untuk menjamin kesehatan keluarga.

(25)

1 Sifat masalah: aktual

3/3 x1 Rumah semi permanen terdapat satu buah jendela di sebelah pintu masuk, terdiri dari dua kamar tidur yang hanya memiliki satu pintu saja, dinding samping berhimpitan dengan tetangga dan udara dalam rumah lembab, hanya sampah mainan yang berserakan di dalam rumah

2 Kemungkinan

masalah dapat di ubah:

mudah

2/2 x 2 Masalah mudah diubah, jika semua anggota keluarga ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan

lingkungan rumah.

3 Potensial masalah untuk dicegah: Cukup

2/3 x 1 Masalah masih dapat dicegah agar tidak berlanjut dengan menjaga kebersihan lingkungan, tapi pengubahan struktur bangunan masih berkendala dengan factor ekonomi mengingat Tn. E tidak mempunyai pekerjaan yang tetap.

4 Menonjolnya masalah:

Masalah berat dan harus segera ditangani

2/2 x 1 Keluarga merasakan betul adanya masalah pemeliharaan rumahnya yang bias menyebabkan timbulnya masalah kesehatan, jadi harus segera ditangani.

Total 4 2/3

5. Resiko terjadinya preeklamsia pada Ny V b/d ketidakmampuan keluarga Tn E merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.

No Kriteria Skore Pembenaran

1 Sifat masalah: resiko

2/3 x1 Masalah ini belum terjadi, namun terdapat data bahwa Istri Tn.E ( Ny.V ) sedang hamil trimester kedua, dari sebelum menikah Ny.V menderita hipertensi, Ny.V mengatakan tidak pernah control ke Puskesmas.

2 Kemungkinan

masalah dapat di ubah:

Mudah

2/2 x 2 Masalah mudah untuk diubah dengan cara

(26)

3 Potensial masalah untuk dicegah: Cukup

2/3 x 1 Masalah belum terjadi, tetapi ibu punya riwayat hipertensi pada kehamilan yang pertama dan menyebabkan abortus.

4 Menonjolnya masalah:

Ada masalah tidak perlu segera ditangani

1/2 x 1 Masalah belum terjadi, sehingga keluarga

menganggap masalah ini tidak perlu segera ditangani namun tetap harus dilakukan control ke petugas kesehatan.

Total 3 5/6

Prioritas Diagnosa Keperawatan

1. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah b/d ketidakmampuan keluarga Tn E memodifikasi lingkungan untuk menjamin kesehatan keluarga.

2. Resiko terjadinya gangguan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi pada An L (1 th) di keluarga Tn E b/d ketidaktahuan keluarga Tn E mengenal masalah kesehatan keluarga

3. Kurang pengetahuan Keluarga Tn E b/d ketidakmampuan keluarga Tn E menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya

4. Resiko terjadinya preeklamsia pada Ny V b/d ketidakmampuan keluarga Tn E merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.

(27)

INTERVENSI

1. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah b/d ketidakmampuan keluarga Tn E memodifikasi lingkungan untuk menjamin kesehatan keluarga.

Diagnosa keperawatan

Tujuan Umum Tujuan khusus Evaluasi kriteria

Evaluasi standar

Intervensi

1. kerusakan penatalaksanaan lingkungan untuk menjamin kesehatan keluarga

Setelah

diberikan askep keluarga keadaan rumah menjadi baik

2. selama 1x60 menit kunjungan keluarga mampu memelihara rumah dengan baik Dengan cara :

1.1Menyebutkan pengertian rumah yang sehat

Respon

1.1.1 diskusikan bersama keluarga tentang

pengertian rumah sehat 1.1.2 tanyakan kembali kepada keluarga tentang pengertian rumah sehat 1.1.3berikan pujian atas jawaban yang tepat

1.2.Menyebutkan ciri-ciri rumah yang sehat

Respon

verbal 1. Sirkulasi udara yang baik.

2. Penerang an yang cukup. 3. Air bersih

1.2.1 diskusikan dengan keluarga tentang ciri-ciri rumah sehat

1.2.2diskusikan

(28)

terpenuhi dan dinding tidaklembab serta tidak terpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor

1.2.3berikan pujian kepada keluarga atas pertanyaan yang tepat

1.3. Keluarga mampu menyebutkan akibat yang ditimbulkan dari rumah yang tidak sehat

Respon n berbagai akibat yaitu dapat

1.3.1diskusikan dengan keluarga akibat tidak menjaga kebersihan rumah

(29)

1.4. keluarga mampu memperbaiki kondisi rumahnya agar sesuai dengan rumah yang sehat dan memberikan kenyamanan kepada keluarga

1.4.1ajak keluarga menjaga kebersihan rumah dimulai dari halaman rumah

1.4.2.ajak keluarga memperbaiki bagian-bagian rumah yang tidak baik

1.4.3.motivasi keluarga untuk memelihara rumah agar selalu tercipta kenyamanan bagi anggota keluarga

2. Resiko terjadinya gangguan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi pada An L (1 th) di keluarga Tn E b/d ketidaktahuan keluarga Tn E mengenal masalah kesehatan keluarga

NoDiagnosa Keperawatan

Tujuan Evaluasi Intervensi

Tujuan Umum

Tujuan Khusus Kriteria Standar

24Risiko terjadinya gangguan penyakit yang bisa dicegah dengan

imunisasi pada An.L (1th) di

1x60 menit kunjungan Keluarga Tn.E mampu

mengenal masalah

kesehatan yang

Respon verbal

Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau

(30)

keluarga Tn.E b/d

ketidaktauan keluarga Tn.E mengenal

terjadi pada An.L yang akibat jika anak tidak

diimunisasi

berbahaya bagi seseorang.

Tujuan imunisasi : Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada

penderitanya.

Akibat jika anak tidak di imunisasi:

Tidak mendapatkan kekebalan terhadap penyakit imunisasi bagi anak untuk mencegah penyakit -Berikan penjelasan apabila anak tidak mendapat imunisasi -Puji keluarga atas jawaban atau tindakan yang tepat 2. keluarga

Tn.E mampu memutuskan imunisasi yang tepat bagi kesehatan An.L imunisasi: imunisasi BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis dll

Efek pemberian imunisasi:

1.BCG: bisul kecil yang kemudian menjadi luka dan berbekas, jika ada

(31)

-Memberikan penyuluhan tentang efek pemberian imunisasi bagi kesehatan An.L

Respon afektif

bekas imunisasi ini berhasil

2.DPT: anak menderita panas pada sore hari setelah di imunisasi 3.campak: panas dan kemerahan

4.Hepatitis: umumnya tidak ada

imunisasi bagi An.L

-Beri kesempatan keluarga untuk mendiskusikan tentang

imunisas

-Motivasi keluarga untuk menjadi akseptor imunisasi -Jelaskan baik buruknya dari bermacam-macam

imunisasi yang dikenal oleh keluarga 3. keluarga

Tn.E mampu n fasilitas kesehatan terdekat

Respon psikomo tor

Tempat mendapatkan imunisasi:

1.Di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 2.Di Puskesmas, Rumah Sakit Bersalin, BKIA, Rumah Sakit

Pemerintah. 3.Di Praktek

(32)

untuk akseptor imunisasi

Bidan/Dokter keputusan

imunisasi yang terbaik untuk anaknya

3. Kurang pengetahuan Keluarga Tn E b/d ketidakmampuan keluarga Tn E menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya

noDiagnosa Keperawatan

TUJUAN EVALUASI INTERVENSI

TUPAN TUPEN KRITERIA STANDAR

32Kurang pengetahuan keluarga Tn E b/ d

Setelah diberikan askep GA dalam 1 kali kunjungan dan durasi waktu 30 menit keluarga mampu :

1.Mengenal fasilitas kesehatan.

Verbal Keluarga

(33)

disekitarnya pelayanan kesehatan

n sosial dan transportasi. 2. Mengunakan

fasilitas kesehatan

psikomotor Keluarga mampu memanfaatk an fasilitas kesehatan segera dengan mengunakan fasilitas

kesehatan yang ada.

4. Resiko terjadinya preeklamsia pada Ny V b/d ketidakmampuan keluarga Tn E merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.

oDiagnosa Tujuan Evaluasi Intervensi

Keperawatan Tujuan Umum di keluarga Tn.E b/d

Setelah diberikan askep pada keluarga Tn.E , resiko preeklamsi

Selama 1x60 menit kunjungan Keluarga Tn.E mampu

mengenal masalah

kesehatan yang

Respon verbal

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat

abnormal. Seseoarang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya

(34)

ketidaktahuan keluarga Tn. E mengenal masalah

terjadi pada keluarga Tn. E tanda dan gejala hipertensi

lebih tinggi dari 140/90 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastol.

Tanda dan gejala hipertensi: yaitu peningkatan tekanan darah dan juga disertai

1. Sakit kepala 2. Vertigo dan muka merah.

3. Epistaksis sppontan. 4. Kelelahan

5. Mual dan muntah 6. Sesak nafas 7. Gelisah

keluarga tanda dan gejala hipertensi -Puji keluarga atas jawaban atau tindakan yang tepat

Keluarga Tn.E mampu

mengenal masalah

kesehatan yang terjadi tentang penanganan

Diet; yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah :  Penurunan

konsumsi garam dari 10 gr/hari menjadi 5 gr/hari  Diet rendah

kolesterol dan rendah asam lemak jenuh

(35)

hipertensi

-Menyebutkan makanan yang dianjurkan dan dihindari untuk mencegah hipertensi

 Penurunan berat badan

dianjurkan dan dihindari untuk keluarga untuk mengatasi hipertensi -Jelaskan pentingnya mengetahui dan mencegah terjadinya terdekat untuk akseptor

(36)

5. Koping keluarga Tn E tidak efektif b/d ketidakmampuan Tn E memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga.

NoDiagnosa Tujuan Evaluasi Intervensi

Keperawatan Tujuan Umum efektif b/d ketidakma mpuan Tn.E memutuska n tindakan kesehatan yang tepat bagi yang tepat bagi keluarga

Selama 1x60 menit mampu saling berdiskusi tetang tindakan

Respon verbal

(37)

kesehatan yang tepat bagi anggota keluarganya. Keluarga mampu berinteraksi dengan tetangga dan lingkungan sekitar

Respon psikomotor

Keluarga

berinteraksi dengan tetangga dan lingkungan sekitar tetangga dan lingkungan n pelayanan kesehatan yang tepat bagi keluarga

Respon afektif

Keluarga mampu memutuskan untuk menggunakan pelayanan kesehatan

-motivasi keluarga untuk mau

(38)

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

1. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah b/d ketidakmampuan keluarga Tn E memodifikasi lingkungan untuk menjamin kesehatan keluarga.

No Dx kep Implementasi Evaluasi

1 Kerusakan

penatalaksanaan untuk menjamin kesehatan keluarga.

Tgl 10-11-11 jam 10.00-11.00 -mengucapkan salam

-menvalidasi keadaan keluarga -mengingatkan kontrak

-menjelaskan tujuan

TUK 1

1.1.1 Mendiskusikan bersama keluarga tentang

pengertian rumah sehat 1.1.2 Menanyakan kembali

kepada keluarga tentang pengertian rumah sehat 1.2.1 Mendiskusikan dengan

keluarga tentang ciri-ciri rumah sehat

1.2.2 Mendiskusikan bagaimana memodifikasi rumah sehat agar sesuai dengan ciri-ciri rumah sehat.

1.3.1 Mendiskusikan dengan keluarga akibat tidak

S :

-keluarga menjawab salam - keluarga mengatakankeadaan rumahnya masih seperti semula -keluarga menyetujui pertemuan saat ini selama 60 menit

-Keluarga mengatakan mengerti tentang diskusi yang dilakukan. -Keluarga mengatakan pengertian rumah sehat adalah kondisi, fisik, kimia, biologi di dalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat

(39)

menjaga \kebersihan rumah.

1.4.1 Mengajak keluarga

menjaga kebersihan rumah dimulai dari halaman rumah

1.4.2 Mengajak keluarga memperbaiki bagian-bagian rumah yang tidak baik

1.4.3 Memotivasi keluarga memelihara rumah agar selalu tercipta kenyamanan bagi anggota keluarga

1.1.1 memberikan pujian atas jawaban yang tepat

- Keluarga menyebutkan akibat yang ditimbulkan dari rumah yang tidak sehat yaitu rumah yang kurang sehat akan menimbulkan berbagai akibat yaitu dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, kurang

memberikan kenyamanan pada anggota keluarga

- keluarga mengatakan mau menjaga kebersihan rumah keluarganya.

-Keluarga mengatakan akan memperbaiki kondisi rumahnya seperti keluarga dapat melakukan perubahan terhadap kondisi

rumahnya agar sesuai dengan rumah yang sehat dan memberikan

kenyamanan kepada keluarga.

-Keluarga menyetujui untuk memelihara rumahnya untuk seterusnya.

-Keluarga mengatakan merasa senang.

O:

-Keluarga kooperatif dan aktif saat diberikan penjelasan

-Keluarga mendengarkaan penjelasan yang diberikan A:

Keluarga mampu menyebutkan pengertian dan ciri-ciri rumah sehat, Keluarga menyebutkan akibat yang ditimbulkan dari rumah yang tidak sehat, keluarga mengatakan mau menjaga kebersihan rumah

keluarganya dan akan memperbaiki kondisi rumahnya. Keluarga juga menyetujui untuk memelihara rumahnya untuk seterusnya

(40)

2. Resiko terjadinya gangguan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi pada An L (1 th) di keluarga Tn E b/d ketidaktahuan keluarga Tn E mengenal masalah kesehatan keluarga bisa dicegah dengan imunisasi pada An L (1 th) di

keluarga Tn E b/d

ketidaktahuan keluarga Tn E mengenal masalah kesehatan keluarga

Tgl. 11-11-2011 jam 08.00-09.00

-Mengucapkan salam

-Memvalidasi keadaan keluarga

-Mengingatkan kontrak

-Menjelaskan tujuan

TUK 1:

- Memberikan pengetahuan tentang imunisasi

- Mendiskusikan dengan keluarga apa tujuan melakukan imunisasi

-Memberikan penjelasan apabila anak tidak mendapat imunisasi

S:

-Keluarga menjawab salam

-Keluarga mengatakan anaknya belum mendapatkan imunisasi

-Keluarga menyetujui pertemuan saat ini selama 60 menit tentang

imunisasi

-Keluarga mendengarkan

- Keluarga mengatakan adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang O :

(41)

pada penderitanya.

- keluarga mengatakan Akibat jika anak tidak di imunisasi: Tidak mendapatkan kekebalan terhadap penyakit

O:

- Keluarga kooperatif dan aktif saat diberikan penjelasan

-Keluarga mendengarkaan penjelasan yang diberikan

A :

-Keluarga dapat menyebutkan pengertian imunisasi ,tujuan dari imunisasi dan dampak apabila anak tidak mendapatkan imunisasi

P : Ingatkan kembali keluarga agar mau mengimunisasi anaknya

TUK 2:

-Memberi penjelasan pada keluarga Tn.E tentang macam-macam imunisasi

-Mendiskusikan degan keluarga Tn E efek

pemberian imunisasi bagi An L

S :

-Keluarga mampu menyebutkan macam-macam imunisasi adalah BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis dll

- Keluarga mengatakan Efek pemberian imunisasi:

1.BCG: bisul kecil yang kemudian menjadi luka dan berbekas, jika ada bekas imunisasi ini berhasil

(42)

-Memberi kesempatan keluarga untuk

mendiskusikan tentang imunisasi

-Memotivasi keluarga untuk menjadi akseptor imunisasi-Menjelaskan baik buruknya dari bermacam-macam imunisasi yang dikenal oleh keluarga

sore hari setelah di imunisasi 3.campak: panas dan kemerahan 4.Hepatitis: umumnya tidak ada

-Keluarga sudah mau menjadi akseptor imunisasi

O:

- Keluarga kooperatif dan aktif saat diberikan penjelasan

-Keluarga mendengarkaan penjelasan yang diberikan

A :

- Keluarga mampu menyebutkan macam-macam imunisasi, Efek pemberian imunisasi dan Keluarga sudah mau menjadi akseptor imunisasi

P :

Ingatkan kembali keluarga agar mau mengimunisasi anaknya

TUK 3:

-Menjelaskan beberapa tempat pelayanan kesehatan yang melayani imunisasi

S:

Keluarga mengatakan Tempat mendapatkan imunisasi: 1.Di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)

(43)

-Melibatkan ayah dan ibu untuk mengambil keputusan imunisasi yang terbaik untuk anaknya

-Melibatkan ayah dan ibu untuk mendiskusikan tentang imunisasi

3.Di Praktek Bidan/Dokter

- Keluarga mengatakan akan berdiskusi bersama untuk mengambil keputusan imunisasi yang terbaik untuk anaknya O:

Keluarga kooperatif dan aktif saat diberikan penjelasan

-Keluarga mendengarkaan penjelasan yang diberikan

A:

- Keluarga mengatakan Tempat mendapatkan imunisasi dan Keluarga mengatakan akan berdiskusi bersama untuk mengambil keputusan imunisasi yang terbaik untuk anaknya P:

Ingatkan kembali keluarga agar mau mengimunisasi anaknya

3. Kurang pengetahuan Keluarga Tn E b/d ketidakmampuan keluarga Tn E menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya

No Diagnosa

keperawatan Implementasi Evaluasi

3 Kurang

pengetahuan Keluarga Tn E b/d

ketidakmamp uan keluarga Tn E

Tgl 12 – 11 -2011

- Mengucapkan salam

- Memvalidasi keadaan keluarga

- Mengingatkan kontrak

- Menjelaskan tujuan

S :

- Keluarga menjawab salam

- Keluarga mengatakan paham akan penggunaan fasilitas kesehatan.

- Kelurga menyetujui

(44)

menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya

TUK I

- Mendiskusikan bersama keluarga tetang penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan disekitarnya dengan menggunakan lembar balik.

- Menanyakan kembali kepada keluarga tentang penggunaan fasilitas kesehatan.

menit.

- Kelurga mengatakan paham tentang penggunaan fasilitas kesehatan.

- Keluarga mampu

menjelaskan kembali tentang penggunaan fasilitas

kesehatan. O :

- Keluarga kooperatif dan aktif saat dijelaskan

- Keluarga mendengarkan penjelasan yang diberikan A :

- Keluarga paham tentang penggunaan fasilitas kesehatan

P :

- Lanjutkan ke TUK berikutnya

TUK 2

Memotivasi keluarga untuk menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan

S :

- Keluarga mengatakan sudah menggunakan fasilitas yang ada.

O :

- Keluarga mau memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan uang ada

A :

- Keluarga mampu

memutuskan untuk merawat anggota keluarga yang sakit dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan P :

- Ingatkan kembali keluarga untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

(45)

4. Resiko terjadinya preeklamsia pada Ny V b/d ketidakmampuan keluarga Tn E merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan

No Diagnosa keperawatan

Implementasi Evaluasi

4 Resiko uan keluarga Tn E

Tgl. 13-11-2011 jam 08.00-09.00

-Mengucapkan salam

-Memvalidasi keadaan keluarga

-Mengingatkan kontrak

-Menjelaskan tujuan

TUK 1:

-Menggali pengetahuan keluarga tentang hipertensi

-Mendiskusikan dengan keluarga tanda dan gejala hipertensi

S:

-Keluarga menjawab salam

-Ibu mengatakan ada riwayat hipertensi pada kehamilan

sebelumnya dan pernah mengalami abortus

-Ibu menyetujui pertemuan saat ini selama 60 menit tentang hipertensi

-Keluarga mendengarkan

Keluarga mengatakan pengertian hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal. Seseoarang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastol.

Tanda dan gejala hipertensi: yaitu peningkatan tekanan darah dan juga disertai

1. Sakit kepala

(46)

5. Mual dan muntah 6. Sesak nafas 7. Gelisah

O :

- Keluarga kooperatif dan aktif saat dijelaskan

- Keluarga mendengarkan penjelasan yang diberikan A :

- Keluarga dapat menyebutkan pengertian dan tanda gejala hipertensi.

P :

lanjutkan ke TUK berikutnya TUK 2:

-Memberi penjelasan pada keluarga Tn.E tentang pencegahan hipertensi -Memberi penjelasan pada keluarga Tn.E tentang

makanan yang dianjurkan dan dihindari untuk mencegah hipertensi

- Memotivasi keluarga untuk mengatasi hipertensi

S :

- Keluarga mengatakan Diet; yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah :

 Penurunan konsumsi garam dari 10 gr/hari menjadi 5 gr/hari  Diet rendah kolesterol dan

rendah asam lemak jenuh  Penurunan berat badan

(47)

O :

-Keluarga sudah mengerti pencegahan dan diet penyakit hipertensi

A :

- Keluarga mampu menyebutkan penyebab hipertensi

P :

Lanjutkan ke TUK berikutnya TUK 3:

-Menjelaskan beberapa tempat pelayanan kesehatan yang melayani pengobatan hipertensi

-Melibatkan keluarga dalam pengobatan hipertensi

S :

keluarga mengatakan akan mencoba menggunakan pelayanan kesehatan yang melayani pengobatan hipertensi O:

- Keluarga kooperatif dan aktif saat dijelaskan

- Keluarga mendengarkan penjelasan yang diberikan A:

Keluarga mau menggunakan pelayanan kesehatan

P:

Ingatkan kembali keluarga untuk menjaga kesehatan anggota keluarga yang menderita hipertensi

5. Koping keluarga Tn E tidak efektif b/d ketidakmampuan Tn E memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga.

No Diagnosa

Keperawatan

(48)

5 Koping keluarga Tn E tidak efektif b/d ketidakmam puan Tn E memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga.

Tgl. 14-11-2011 jam 08.00-09.00

-Mengucapkan salam

-Memvalidasi keadaan keluarga

-Mengingatkan kontrak

-Menjelaskan tujuan

TUK 1:

- Mendiskusikan bersama keluarga tentang tindakan kesehatan yang tepat bagi anggota keluarganya

- Memberikan keluarga kesempatan untuk bersosialisasi dengan tetangga dan lingkungan sekitar

- Memotivasi keluarga untuk mau menggunakan sarana pelayanan kesehatan

- Melibatkan suami dan istri untuk mengambil

keputusan menggunakan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi keluarga

S:

-Keluarga menjawab salam

-Keluarga mengatakan keputusan ada ditangan kepala keluarga dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar

-Keluarga menyetujui pertemuan saat ini selama 60 menit tentang

pengambilan keputusan

-Keluarga mendengarkan

-Keluarga paham tentang pelayanan kesehatan

- Keluarga mau berdiskusi dengan anggota keluarga yang lain untuk memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi anggota

keluarganya

- Keluarga mampu berinteraksi dengan tetangga dan lingkungan sekitar

- Keluarga mengatakan mau menggunakan sarana pelayanan kesehatan

(49)

menggunakan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi keluarga

O :

- Keluarga kooperatif dan aktif saat dijelaskan

- Keluarga mendengarkan penjelasan yang diberikan

A :

- Keluarga mau berdiskusi dengan anggota keluarga yang lain.

- Keluarga mampu berinteraksi dengan tetangga dan lingkungan sekitar

- Keluarga mengatakan mau menggunakan sarana pelayanan kesehatan dan akan melibatkan keluarga dalam mengambil keputusan menggunakan

pelayanan kesehatan yang terbaik bagi keluarga

P :

(50)

DAFTAR PUSTAKA

Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakata: EGC.

Friedman, M. M. (1998). Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek, Edisi 3. Jakarta: EGC

Setiawati, Santun dkk. (2005). Tuntunan Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga. Bandung:Rizqi press

(51)

. (2009). Konsep Keluarga. Diambil tanggal 5 November 2011 dari http://www.rajawana.com.pdf

http://www.infopenyakit.com/2008/01/penyakit-darah-tinggi-hipertensi.html

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengenali bagaimana pasien Poliklinik Eye Center Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang mengevaluasi jasa yang diberikan oleh pihak

Satuan batuan tersebut berurutan dari tua ke muda yaitu: Satuan Kalkarenit – Batulempung (Kalkarenit) yang disetarakan degan Formasi Rambatan, Satuan Batupasir –

Tentunya dalam melakukan semua aktivitas MPR ini perlu adanya sebuah kerja keras dan kerjasama yang baik antara PT.Djarum dengan CV.Tiga Langkah ingin mendapatkan hasil yang

Tujuh dosa pokok ini bila dilakukan tidak merusak hubungan manusia dengan Allah karena tidak menjadikan manusia lawan Allah. Namun perlu disadari, ketujuh dosa pokok

Untuk menampilkan string yang dikandung oleh sebuah array, karakter format.. yang yang dipergunakan adalah &#34;

Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Januari 2014 ini ialah identifikasi bakteri, dengan judul Identifikasi Bakteri pada Kloaka Imago

Apabila ingin mengujicobakan sebuah aplikasi yang tidak dipercaya atau bukan dari situs-situs resmi, harap gunakan aplikasi yang menyediakan area virtual pada

Abstrak : Depresi merupakan gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu