• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Ajar Kursus dan Pelatihan Teori Musik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Bahan Ajar Kursus dan Pelatihan Teori Musik"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

TEORI MUSIK

Direktorat Pembinaaan Kursus dan Pelatihan

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(3)
(4)

iii

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami menyampaikan puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa, berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga bahan ajar kursus dan pelatihan selesai disusun dan selanjutnyasiap dipergunakan oleh peserta didik,pendidik, maupun penyelenggara kursus dan pelatihan serta satuan pendidikan nonformal lainnya.

Sumber daya manusia yang berketerampilan dan tersertifikasi dapat diperoleh melalui uji kompetensi. Uji kompetensi merupakan upaya yang terus dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Ditjen PAUDNI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk meningkatkan ketersediaan, memperluas keterjangkauan, mewujudkan kesetaraan dan menjamin kepastian mutu, relevansi, dan daya saing lulusan kursus dan pelatihan serta satuan pendidikan nonformal lainnya sesuai dengan standar nasional pendidikan. Untuk mencapai sasaran tersebut, perlu didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana yang memenuhi kebutuhan pembelajaran.

Dalam menghadapi persaingan global pada Asean Free Trade Area (AFTA) dan World Trade Organization (WTO), Indonesia dituntut dapat menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang memiliki keterampilan yang tersertifikasi sehingga diakui dunia internasional. Sumber daya manusia yang dibekali dengan keterampilan serta karakter dan sikap-sikap positif akan menjadikan daya saing bangsa Indonesia semakin diperhitungkan di kancah pergaulan dunia.

Bahan ajar kursus dan pelatihan merupakan salah satu sarana pembelajaran untuk mengoperasinalisasikan substansi kurikulum berbasis kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada masing-masing jenis keterampilan. Penerapan bahan ajar yang relevan dan kontekstual dengan kebutuhan peserta didik akan sangat membantu mereka dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti uji kompetensi, sehingga peserta didik memiliki kompetensi yang mampu bersaing di pasar global.

Akhirnya tidak lupa kami sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada tim penyusun yang telah bekerja keras serta meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga demi terwujudnya bahan ajar ini.

Muslikh, S.H.

(5)
(6)

v

C. Perkembangan Notasi Balok……….. 7

D. Klasifikasi Alat Musik……….……….………16

Bab II : TEORI MUSIK DASAR A. Unsur-unsur Not Balok…….……….……….…………... 27

B. Tanda Tempo………...….……….………….... 40

J. Inversi Akord 4 Nada………. 69

K. Modulasi………72

Glosarium………...………. 73

(7)
(8)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Mengapa penting untuk kita belajar teori Musik? Belajar teori Musik adalah

hal yang sangat penting bagi seorang musisi. Sebagian orang berpendapat bahwa belajar teori Musik tidak akan mempengaruhi kemampuan kita didalam

bermusik. Pendapat seperti itu tidaklah benar, karena dengan memahami dan

mengetahui teori secara benar kita dapat meningkatkan dan mengembangkan

kemampuan kita didalam bermusik sebagai seorang musisi yang handal,

baik sebagai seorang pemain Musik maupun seorang pendidik Musik.

Teori Musik adalah pengetahuan struktur Musik secara tertulis dan

pengetahuan dasar untuk komposisi, harmonisasi, improvisasi, aransi,

pembelajaran, dan pementasan Musik.

Didalam buku ini dituliskan teori-teori dasar yang harus dikuasai oleh seorang

musisi baik sebagai pemain Musik ataupun juga seorang pendidik Musik

seperti contohnya: notasi Musik yang mencakup staf, clefs, irama, tanda

istirahat, dinamika, tempo, interval, tanda birama dan masih banyak lagi.

Apabila kita sebagai musisi telah menguasai dan mempelajari semua hal

(9)

2

PERIODE SEJARAH MUSIK ( TIME LINE )

Sebelum Masehi (SM) : - Ancient Sumerian Music

- Ancient Chinese

- Anciet Egypt/ Mesir Kuno : Pharaonic Music :

Musik zaman Fira’un

- Ancient Greek/ Yunani Kuno : Rasio Interval,

Diatonis, Musik untuk Teater,

Sesudah Masehi (M) :

Abad Pertengahan ( Middle Age/ Medieval ) : 300 – 1500

- M o n o p h o n i c C h a n t * ( p l a i n s o n g ) y a n g

mendominasi Musik pada saat itu. - Gregorian Chant

- Perkembangan Solmisasi ( do, re, mi, fa, sol,

la, si, do ) oleh Guido D’ Arezzo.

- Mulainya perkembangan notasi balok.

- Hexachord/ Gamut.*

- Perkembangan organum dan contrapunctus.*

Renaissance : 1500-1600

Renaissance atau "kelahiran kembali," adalah

masa perubahan yang signifikan dalam sejarah, termasuk Musik.

- Guillaume Dufay, dikenal sebagai tokoh transisi untuk Renaissance

- Perubahan yang signifikan terjadi pada Musik

gereja. (awal nya adalah monophonic dan

kemudian berkembang menjadi empat bagian

(10)

3

- Instrumentation multiple melodic lines

- Penggunaan Instumen bass

- Mannerism

- Giovanni Pierluigi da Palestrina

Baroque : 1600 – 1700

- Kata "baroque" berasal dari "barocco" kata

Italia yang berarti aneh.

- complex tonal

- Harpischord dan Pipeorgan

- Periode Baroque adalah saat komposer

bereksperimen dengan bentuk, gaya dan

instrumen.

- Biola menjadi instrumen yang penting masa

itu.

- Florentine Camerata

- Opera *(umumnya dinyanyikan) : tragedi

Classic : 1700 1800 –

- norms of composition, presentation and style.

- Mulai berkembang Instrumen Musik Piano

y a n g m e n g g a n t i k a n H a r p i s c h o r d d a n

Pipeorgan.

- Ditandai dengan melodi sederhana dan

bentuk-bentuk seperti sonata.

- Johann Sebastian Bach meninggal tahun 1750

- Musik kamar, kuartet string (terdiri dari 2

biola, biola alto dan cello) sangat populer.

- 1752 Muzio Clementi lahir.

(11)

4

Romantic : 1800 – 1900.

- P e n g g u n a a n M u s i k u n t u k c e r i t a a t a u m e n g e k s p r e s i k a n i d e .

- Penggunaan berbagai instrumen, termasuk instrumen angin dan melodi yang lebih penuh dan lebih dramatis.

- The harmonika diciptakan oleh Friedrich

Buschmann.

- 1827 - Ludwig van Beethoven meninggal.

- 1828 - Franz Schubert meninggal.

- 1833 - Johannes Brahms lahir.

- 1862 - Claude Debussy lahir.

- Musik diterbitkan dalam notasi Braille.

- Waltz mulai populer di Wina.

1900 – Sekarang : Perkembangan Musik ke Musik modern.

- 1937 Maurice Ravel meninggal.

- 1943 Sergei Rahmaninoff meninggal.

- P e r k e m b a n g a n M u s i k J a z z d a n M u s i k

(12)

5

LATAR BELAKANG

M u s i k a d a l a h s e n i d a l a m b e n t u k l a g u a t a u k o m p o s i s i M u s i k y a n g mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya, melalui unsur-unsur

Musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur lagu dan ekspresi.

Kata Musik (berasal dari bahasa Yunani ‘Musiké téchne’ atau bahasa Latin

musica’ = art of the Muses) merupakan pengekspresian, pengungkapan,

perwujudan, manifestasi artisik dalam kehidupan manusia. Di Yunani kuno,

kata mousike berarti muse digunakan dalam arti seni atau ilmu yang dinaungi oleh Muses. " The Muses " adalah nama sembilan dewi-dewi anak perempuan

Zeus dengan salah seorang istrinya, Mnemosyne (artinya: memory). Dalam legenda mitologi Yunani, Zeus adalah raja dari para Dewa. "The Muses" ini

adalah pelindung untuk seni dan ilmu pengetahuan, serta menjadi inspirasi

bagi siapapun yang ingin berprestasi di bidang tersebut. Setiap Muse

melindungi satu bidang seni atau ilmu pengetahuan.

Berikut kesembilan muses dengan atribut masing2:

- Clio, sejarah

Dimana dalam Musik kita dapat menemukan semua elemen di atas.

(13)

6

Menurut mitologi Antique Yunani, Musik merupakan hadiah dari dewa Apollo

dan Muses.

Musik sudah ada sejak jaman peradaban Sumeria abad ke 4 SM. Pada saat

itu Musik digunakan untuk penyembahan kepada Tuhan dan juga sebagai

media untuk mengiringi upacara-upacara religius. Perubahan sejarah Musik

terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan

keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk

keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi.

Selain itu, ada berbagai macam instrumen yang biasa digunakan dalam

Musik Yunani.

Aulos, sebuah alat Musik tiup yang dikaitkan dengan Dionysus (dewa

kesuburan, anggur dan ekstasi) dan mirip dengan recorder modern (seruling

Eropa)

Kithara adalah alat Musik petik yang merupakan bentuk awal dari piano dan

gitar, dan dikaitkan dengan Apollo, dewa Matahari dan akal.

Instrumen Musik lainnya termasuk tympanon (drum), Kymbala (simbal), dan

Syrinx atau pipa Pan (Panpipes).

Gambar:

(14)

7

Perkembangan Notasi Balok

Dalam perkembangannya hingga menjadi notasi balok yang digunakan saat

ini, Musik melalui beberapa fase perubahan.

Pythagoras of Samos, yang hidup pada abad ke-5

SM, adalah seorang tokoh yang sangat penting

dalam evolusi Musik Yunani. Ia menemukan rasio

matematika untuk interval berbagai Musik yang

nantinya merupakan asal mula solmisasi dan teori Musik.

Pythagoras bereksperimen secara matematika untuk mengembangkan Musik

agar terdengar harmonis.

Pythagoras menggunakan Monochord, yaitu sebuah alat yang berupa kotak

suara dengan tali tunggal yang ditarik diatasnya dimana posisinya dapat dipindahkan dengan sebuah timbangan yang sudah ditandai di kotak suara.

Monochord merupakan alat yang digunakan oleh bangsa Mesir Kuno dan

Yunani Kuno selama 5000 tahun untuk membuat kalkulasi matematika yang

rumit. Pelajaran matematika merupakan pelajaran filosofi pada zaman Plato.

Banyak fakta-fakta lain yang merupakan dasar-dasar ilmu akustik

diketemukan memakai Monochord (tali tunggal). Phytagoras memakai tinggi

nada 256 HZ pada Monochord-nya. Kemudian Pythagoras menggunakan

Monochord untuk menghitung rasio Interval yang kemudian akhirnya menjadi

dasar ilmu pengetahuan Musik, termasuk teori Musik. Ilmu pengetahuan

modern mulai mengukur ketepatan tinggi nada dengan cps atau putaran per

detik. Di tahun 1834, suatu kelompok ahli Ilmu Fisika Jerman yang terkenal

memakai alat Stroboscopic, yaitu sebuah alat pengukur tinggi nada (pitch).

Garpu tala yang dikenal sekarang merupakan resonator dengan bunyi nada A

(15)

8

Monochord (gambar 6)

Nada Standar

Suara adalah getaran mekanis yang bergerak melalui materi sebagai suatu

bentuk gelombang (melalui benda padat, cair, atau gas); khususnya, suara

terdiri dari frekuensi getaran yang mampu dideteksi oleh telinga.

Nada adalah suatu bunyi yang dihasilkan oleh sebuah benda/ instrumen atau

suara manusia, hasil daripada resonansi pada frekuensi tertentu. Nada

memiliki besaran frekuensi tertentu dalam satuan Hertz. Semakin tinggi

frekuensi, maka disebut semakin tinggi nadanya.

Bagi manusia, pendengaran terbatas pada frekuensi antara 20 Hz sampai

20.000 Hz (20 kHz), dengan batas atas umumnya menurun dengan usia.

Spesies lain memiliki rentang yang berbeda pendengaran. Sebagai contoh,

anjing dapat mendengar getaran hingga 60.000 Hz. Satuan frekuensi hertz

(Hz), dinamai dari seorang fisikawan Jerman, Heinrich Hertz. Sebagai contoh,

1 Hz berarti bahwa suatu peristiwa mengulang sekali per detik.

(16)

9

Nada standar adalah frekuensi umum dimana nada pada semua instrumen

Musik distandardisasi. Nada Standar saat ini adalah A 440 Hz atau C 523.3 Hz dan ketinggian nada ini memungkinkan para musisi untuk bermain instrumen bersama secara harmonis.

Suatu bentuk ketinggian nada sudah ada sejak 2 individu ingin bermain 2 alat Musik bersama atau menyanyi dengan diiringi suatu alat Musik. Garpu nada/ Garpu tala biasanya dipakai untuk menentukan tinggi nada.

Garpu nada diciptakan oleh seorang musisi Inggris, John Shore tahun 1711 dan mempunyai tinggi nada A 423.5. Ia adalah ahli trompet untuk istana, dan juga ahli seruling dari Kapel Royal.

Dengan mendengarkan bunyi dari garpu nada/ tala A atau C kita dapat mengetahui tinggi nada yang akan disesuaikan sehingga instrumen-instrumen yang lain dapat mengatur (stem) nada untuk menyesuaikan bunyinya.

John Shore (gambar 8)

(17)

10

Notasi Gregorian awal notasi balok

Perkembangan awal penulisan Musik dengan not balok terjadi disekitar tahun

590 M. Notasi Gregorian, ditemukan oleh Paus Agung Gregori I namun Notasi

Gregorian belum ada nilai panjang nada atau ketukan (dinyanyikan sesuai

perasaan penyanyi) dan masih dalam not balok dengan sistem 4 baris

(Neume)

Gregorian Chant (gambar 10)

Gambar : Diambil dari Kyrie eleison (Orbis factor).

Guido D’ Arezzo, (991 / 992 - 1033) adalah

seorang teoris Musik dari Abad

Pertengahan (Medieval Era). Ia dianggap

sebagai penemu notasi Musik modern

(notasi staf) yang menggantikan notasi

neumatic. Ia mengembangkan teknologi

baru untuk mengajar Musik dengan

menggunakan notasi staf dan solfeggio ‘Ut

Re Mi’ suku kata yang diambil dari 6

awalan masing-masing frase dari bait

pertama hymne, Ut queant laxis*

Guido D’ Arezzo (gambar 11)

(18)

11

Ut Queant Laxis

(gambar 12)

Ut queant laxis resonare fibris

Mira gestorum famuli tuorum,

Solve polluti labii reatum,

Sancte Joannes

Dari sinilah dikembangkannya Ut, Re, Mi, Fa, Sol, La. Dengan berjalannya

waktu Ut diganti menjadi Do, oleh karena lebih mudah untuk dinyanyikan dan

ditambahnya nada ‘Si’ pada tangga nada modern. (Nama ‘Si’ mungkin

diambil juga dari huruf pertama Sancte Joannes’).

T que-ant laxis re-sona-re fibris Mi-ra

gesto-rum famu-li tu- o-gesto-rum, Sol-ve pollu-ti lbi- i re-

a-tum, Sancte Jo-annes.

(19)

12

Guido juga kemudian menciptakan penemuan dari 'tangan Guidonian',

sebuah sistem mnemonik yang banyak digunakan di mana nama catatan

yang dipetakan ke bagian dari tangan manusia.

(20)

13

Neume

Neume berasal dari bahasa Yunani kuno yang artinya nafas (pneuma).

Neume adalah dasar dari awal notasi Musikal 5 garis (five line staff notation).

Neume tidak menunjukkan ritmik dan nilai ketukan didalamnya, tapi

memiliki simbol simbol tambahan yang menunjukan perubahan untuk

artikulasi, lama not dan tempo. Notasi Neumatic kemudian digunakan dalam

Musik abad pertengahan untuk menunjukkan pola-pola tertentu seperti

nada kunci, dynamic symbols, irama, tanda ulang dan sebagainya, yang

kemudian berkembang menjadi notasi Musik seperti yang dikenal sekarang.

(21)

14

Neumes ditulis pada empat-line staf di garis dan ruang, tidak seperti notasi

Musik modern, yang menggunakan lima baris.

Contoh beberapa neumes :

Kunci C

Kunci F

Punctum

(titik)

Virga

(22)

15

Pada era Medieval, Boethius (abad 6 M) (filosof) membuat buku “De Musica”

yang membagi Musik menjadi tiga bagian:

1. Musica Mundana — Musik alam raya/jagat (bagaimana Musik

terbentuk dari elemen-elemen jagat ini; musim, bulan, matahari,

planet).

2. Musica Humana — harmonisasi dari tubuh dan jiwa manusia

(keserasian antara bumi, udara, api dan air).

3. Musica Instrumentalis — Musik instrumentalis (contrapunctus simplex,

contrapunctus floridus, musica poetica*).

Anicius Manlius Severinus Boethius, yang biasa disebut Boethius (adalah seorang

(23)

16

KLASIFIKASI ALAT MUSIK

Alat Musik adalah alat yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuan

menghasilkan Musik.

Bidang ilmu yang mempelajari alat Musik tersebut disebut organologi.

Sejarah Singkat Sistem Klasifikasi Alat Musik

- Pada abad 4 SM , China mengklasifikasikan alat Musik berdasarkan pada

bahan bahan yang menghasilkan suara dari alat tersebut.

- Kemudian pada masa Yunani kuno alat Musik dibagi menjadi 2 kelompok,

yaitu : alat Musik tiup dan perkusi.

- Sistem klasifikasi barat yang pertama, Agricola, Trichet dan Father

Mersenne membagi alat Musik menjadi 4 :

alat Musik senar petik

alat Musik senar gesek

alat Musik tiup

alat Musik perkusi

Liuqin Pipa Yangqin Guzheng Ruan Sanxian Gambar alat Musik Cina

(24)

17

Pada tahun 1893, Mahillon mengusulkan sebuah sistem klasifikasi baru yang

berdasarkan sifat bahan suatu alat Musik beresonansi serta cara yang dilakukan untuk membuat alat mengelurkan getaran.

Hingga akhirnya pada tahun 1914, Emil Von Hornbostel dan Kurt Sachs

mengklasifikasikan alat Musik dalam sistem klasifikasi tunggal. Seperti sistem

Mahillon, pengklasifikasian dibuat dari cara alat itu menghasilkan suara serta

sifat dari bahan alat itu beresonansi. Mereka memutuskan bahwa alat Musik

akan dibagi ke dalam keluarga yang disebut : Idiophones, Chordophones,

Aerophones dan Membranophones. Kemudian ditambahkan dengan

Electrophones.

Alat Musik berdasarkan sumber bunyinya

* Idiofon, adalah alat Musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan

dasar alat Musik itu sendiri. Contoh: triangle, maracas, drum, bongo, kabasa,

angklung dan claves.

* Aerofon, adalah alat Musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara atau satuan udara yang ada pada rongga. Contoh: seruling, terompet,

recorder, harmonika, trombone dan saxofon.

* Chordofon, adalah alat Musik yang sumber bunyinya berasal dari senar

(dawai) . Contoh: gitar, biola, sitar, piano, kecapi, bass

* Membranofon, adalah alat Musik yang sumber bunyinya berasal dari

selaput tipis atau kulit tipis yang ditegangkan dan diikat pada badan resonasi

yang terbuat dari kayu maupun metal. Contoh : tifa, drum, kendang, tam-tam, rebana

* Elektrofon, adalah alat Musik yang sumber bunyinya dibangkitkan oleh

bantuan tenaga listrik (elektronik). Contoh : keyboard, gitar listrik, bass

(25)

18

- Masih banyak lagi pembagian klasifikasi yang dibuat oleh beberapa tokoh

(26)

19

Contoh beberapa Alat Musik Idiophones :

Xylophone (berasal dari bahasa Yunani, kata

xylon, "kayu" + telepon, " suara", yang berarti "suara kayu") adalah sebuah alat Musik perkusi yang terdiri dari batang kayu dipukul oleh palu. Setiap bar adalah idiophone yang distem ke pitch

dari skala Musik baik pentatonis atau heptatonis

dan diatonis. Banyak Xylophone yang berwarna untuk penggunaan orkestra.

Triangle adalah termasuk alat Musik perkusi yang berbentuk segitiga sama sisi. Biasanya dibuat dari logam/ baja dimana salah satu segitiganya terbuka. Instrumen ini biasanya dipegang oleh sebuah loop dari beberapa bentuk benang atau kawat di atas kurva. Di buat sekitar abad ke-16.

(gambar 17)

Cabassa adalah alat Musik perkusi yang dibuat dari rantai baja yang melilit bola silinder yang lebar. Silinder ini disambung oleh kayu atau plastik panjang untuk tempat memegangnya. Alat Musik ini awalnya berasal dari Afrika.

(gambar 18)

Maracas adalah alat Musik perkusi, yang terdiri dari kulit labu kering yang diisi dengan benih atau kacang kering (dapat juga dibuat dari kulit, kayu, atau plastik). Kata Maracas diperkirakan awalnya berasal dari Tupi, bahasa Brasil, meskipun disebut dalam bahasa Inggris dengan cara Portugis, di mana diucapkan 'ma-ra-Kah'.

(gambar 19)

(27)

20

Contoh beberapa Alat Musik Aerophones :

Pan flute disebut juga pipa pan adalah alat Musik tiup kuno berdasarkan prinsip tabung tertutup, biasanya terdiri dari lima atau lebih pipa yang panjangnya secara bertahap. Instrumen ini dikenal sebagai instrumen rakyat dan merupakan nenek moyang dari organ pipa dan harmonika .

(gambar 21)

Harmonika adalah alat Musik tiup yang bermula dari alat Musik tradisional China yang bernama 'Sheng' yang telah digunakan kira-kira 5000 tahun yang lalu sejak

kekaisaran Nyu-kwa. (gambar 22)

Seruling adalah alat Musik dari keluarga alat Musik tiup kayu. Suara seruling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat Musik lainnya. Seruling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak, emas atau campuran keduanya. Sedangkan seruling untuk pelajar umumnya terbuat dari nikel-perak, atau logam yang dilapisi perak.

(gambar 23)

(28)

21

Contoh beberapa Alat Musik Chordophones :

Biola adalah sebuah alat Musik dawai/senar yang dimainkan dengan cara digesek atau dipetik (Arco, Pizzicato*). Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval ‘Perfect fifth’. Nada yang paling rendah adalah G. Di antara keluarga biola, yaitu dengan viola, cello dan double bass

atau kontra bass, biola memiliki nada yang tertinggi. Alat Musik dawai yang lainnya, bas, secara teknis masuk ke dalam keluarga Biola.

(gambar 25)

Gitar adalah alat Musik berdawai/senar yang dimainkan dengan jari-jemari tangan atau sebuah plektrum (alat petik gitar). Bunyinya dihasilkan dari senar-senar yang bergetar.

(gambar 26)

Harpa atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Harp adalah merupakan jenis alat Musik petik. Bentuknya tinggi, umumnya berwarna emas, dan memiliki senar. Biasanya berbentuk dasar segitiga.

(29)

22

Contoh beberapa Alat Musik Membranophones :

Sebuah drum kit atau juga drum set, atau trap set adalah kumpulan drum, simbal dan instrumen perkusi lainnya seperti

cowbells, balok kayu, triangle, lonceng, atau rebana, diatur dan dimainkan oleh satu orang yang disebut drummer.

Djembe atau jenbe/jyembe/jembe/jimbay/jimbe merupakan alat Musik warisan budaya yang berasal dari daerah Afrika. Alat Musik Djembe ini mengilhami pembuatan drum di seluruh dunia.Djembe merupakan sebuah kayu yang berbentuk gelas dan ditutup oleh kulit yang diikat dengan tali untuk mengencangkannya. Pada jaman dahulu jimbe digunakan sebagai alat komunikasi antara desa satu dengan desa yang lainnya. Mengingat pada masa itu jarak antara desa satu dengan yang lainnya sangat jauh.

(gambar 28)

Conga adalah alat Musik perkusi berupa drum yang berasal dari Afrika. Conga juga sering disebut Tumbadora. Conga

telah mengalami beberapa perubahan bentuk dan bahan sejak awalnya diciptakan. Awalnya conga terbuat dari kayu, tetapi saat ini ada juga yang terbuat dari bahan fiberglass. Kepala conga awalnya terbuat dari kulit yang mana sekarang banyak juga yang terbuat dari sintetis, plastik dan

bahan lainnya. (gambar 29)

Timpani, pertama dibuktikan dalam bahasa Inggris pada abad 19-an. -Kata timpani Italia berasal dari bahasa Latin tympanum , yang merupakan latinisation dari Yunani kata (tumpanon, tumpana pl), "gendang", yang berasal dari kata kerja (tupt), yang berarti

"untuk menyerang, untuk memukul" Timpani, atau kettledrums, adalah alat Musik perkusi.

(gambar 30)

(30)

23

Contoh beberapa Alat Musik Elektrophones :

keyboard

(gambar 33)

Organ

(gambar 34)

Drum Elektrik

(gambar 35)

gitar elektrik

(31)

24

Alat Musik berdasarkan cara memainkannya :

* Alat Musik tiup menghasilkan suara sewaktu suatu kolom udara

didalamnya digetarkan. Tinggi rendah nada ditentukan oleh frekuensi

gelombang yang dihasilkan terkait dengan panjangnya kolom udara dan

bentuk instrumen, sedangkan timbre dipengaruhi oleh bahan dasar,

konstruksi instrumen dan cara menghasilkannya. Contoh alat Musik ini adalah

terompet dan seruling.

* Alat Musik pukul menghasilkan suara sewaktu dipukul atau ditabuh. Alat

Musik pukul dibagi menjadi dua yakni bernada dan tidak bernada (definite

pitch & indefinite pitch*). Bentuk dan bahan bagian-bagian instrumen serta

bentuk rongga getar, jika ada, akan menentukan suara yang dihasilkan

instrumen. Contohnya adalah kolintang (bernada), drum (tak bernada), dan bongo (tak bernada).

* Alat Musik petik menghasilkan suara ketika senar digetarkan melalui

petikan. Tinggi rendah nada dihasilkan dari panjang pendeknya atau tebal

tipisnya dawai.

* Alat Musik gesek menghasilkan suara ketika dawai digesek. Seperti alat

Musik petik, tinggi rendah nada tergantung panjang dan pendek atau tebal

(32)

25

P I A N O

Asal mula kata piano sebenarnya berasal dari bahasa Italia, yaitu pianoforte (yang artinya Lembut Keras). Piano itu sendiri dibuat oleh Bartolomeo Cristofori pada tahun 1720-an. Piano sendiri lahir dari keinginan untuk menggabungkan keindahan nada clavichord dengan kekuatan harpsichord.

Hasrat itu mendorong Marius dari Paris (1716), Schroter dari Saxony (1717), dan Christofori (1720) dari Padua, Italia, untuk membuat piano. Namun, hasil dari buatan Bartolomeo Christofori yang terbaik. Dari piano buatannya berdasarkan gabungan antara harpsichord dan spinet (harpsichord kecil) inilah piano modern bermula.

Awal mula piano diciptakan, suaranya tidak sekeras piano yang dapat desain harpsichord, dengan dawai menjulang. Piano menjadi lebih rendah setelah John Isaac Hawkins memodifikasi letaknya menjadi sejajar lantai.

(gambar 37)

Lalu, dengan munculnya tuntutan instrumen Musik lebih ringan, tidak mahal, dan dengan sentuhan lebih ringan, para pembuat piano Jerman menjawabnya dengan piano persegi. Hingga tahun 1860 piano persegi ini mendominasi penggunaan piano di rumah.

Rangka untuk senar piano pertama menggunakan rangka kayu dan hanya dapat menahan tegangan ringan dari senar. Akibatnya, ketika pada abad XIX dibangun gedung-gedung konser berukuran besar, suara piano tersebut kurang keras memadai. Maka, mulailah dibuat piano dengan rangka besi.

(33)

26

Sekitar tahun 1800 Joseph Smith dari Inggris membuat suatu piano dengan

rangka logam seluruhnya. Piano hasil inovasinya mampu menahan tegangan

senar sangat kuat, sehingga suara yang dihasilkan pun lebih keras. Sekitar

1820, banyak pembuat menggunakan potongan logam untuk bagian piano

lainnya. Pada 1822, Erard bersaudara mematenkan double escapement

action, yang merupakan temuan tersohor dari yang pernah ada berkaitan

dengan mekanisme piano.

Dalam perkembangannya, sebelum memiliki 88 tuts seperti sekarang, piano

memiliki lima oktaf dan 62 tuts. Ia juga dilengkapi dengan pedal. Semula

pedal itu digerakkan dengan lutut. Namun, kemudian pedal kaki yang diperkenalkan di Inggris menjadi populer hingga sekarang.

Sejumlah pengembangan berlanjut pada abad XIX dan XX. Tegangan senar,

yang semula ditetapkan 16 ton pada tahun 1862, bertambah menjadi 30 ton

pada piano modern. Hasilnya adalah sebuah piano dengan kemampuan

menghasilkan nada yang tidak pernah dibayangkan Frederic Chopin, Ludwig

van Beethoven, dan bahkan Franz Liszt.

Didalam Musik, piano dapat menjadi alat untuk

performa tunggal (solo concert ) dan sebagai

pengiring nyanyian solo. Dalam artian, piano dapat

dimainkan secara tunggal serta mengiringi penyanyi

tanpa bantuan atau iringan alat Musik lain. Suara

yang dihasilkan piano dapat mewakili alat Musik lainnya.

Bartolomeo Cristofori (gambar 38)

Meskipun demikian, piano akan lebih berarti lagi didengar dengan bantuan

alat Musik lain. Yang perlu ditekankan di sini, piano dapat mengalun indah

(34)

27

BAB II

TEORI MUSIK DASAR

Notasi Balok adalah sistem penulisan sebuah lagu atau karya Musik. Dalam

notasi Musik, nada dilambangkan oleh not. Notasi Musik standar saat ini

adalah notasi balok, yang didasarkan pada garis paranada dengan lambang

untuk tiap nada menunjukkan ketinggian dan durasi nada tersebut.

NOT BALOK :

C D E F G A B C’

Unsur-unsur Not Balok :

1. Garis Paranada,

2. Garis Birama, dan

3. Kunci (Clef)

Ad.1) Garis Paranada.

Yang pertama kali akan kita bahas dalam cara membaca not balok adalah

pengenalan terhadap garis paranada. Untuk menulis not balok kita

memerlukan garis-garis paranada yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung

dari bawah ke atas. Not bisa ditulis pada garis maupun spasi.

Garis paranada ini terdiri dari 5 garis dan 4 spasi.

(35)

28

Ad.2) Garis Birama.

Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan

jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada misalnya 4/4 maka setiap 1

bar ada 4 ketukan.

Fine barline (tanda selesai) : garis penutup berupa garis birama ganda untuk menandai akhir partitur Musik.

Tanda penutup/Fine barline

Repeat (tanda ulang) : lagu diulang sekali lagi hingga tanda selesai/fine

barline

Tanda ulang/Repeat sign

garis birama

garis birama

(36)

29

Ad.3) Pengenalan Tanda Kunci (Cleff)

Pada awal paranada kita tempatkan "kunci" yang disebut "clef" untuk

menentukan nada kunci. Ada tiga macam kunci yaitu :

1.Kunci G (treble clef)

2.Kunci F (bass clef)

3.Kunci C ( kunci C alto, dan kunci C tenor, moveable key*)

Kunci G Kunci F Kunci C Alto Kunci C Tenor

Penulisan notasi balok yang benar adalah berbentuk bulat oval. Pada kunci

G, letak not G adalah pada garis paranada ke 2 yang dilewati lengkungan

spiral kunci G (garis ke 2)

G

F

(37)

30

Sedangkan pada kunci C Alto, letak not C adalah pada garis paranada ke 3.

C

Letak not C pada kunci C Tenor adalah pada garis paranada ke 4.

C

Kunci yang paling sering digunakan adalah kunci G dan kunci F. Sedangkan

kunci C Alto digunakan untuk notasi Viola (Alto Biola) seperti contohnya dalam sebuah Symphony Orchestra.

Contoh penulisan not sesuai dengan letaknya pada garis paranada yang menggunakan tanda kunci G :

C D E F G A B C

Contoh penulisan not sesuai dengan letaknya pada garis paranada yang

menggunakan tanda kunci F :

(38)

31

Grand staff

Penggunaan Kunci G dan Kunci F secara bersamaan disebut "grand staff " .

Letak pada alat Musik Piano :

4

4

4

4

(39)

32

Garis Bantu ( Ledger Line )

Setiap nada tinggi atau nada rendah yang tidak dapat ditulis dalam garis

paranada, ditulis dengan garis bantu.

Panjang garis bantu cukup untuk menulis satu not, contoh :

F G A B

C D E F

D C B

A G

F E

A B C D

E F G A

F E D

C B

(40)

33

Tanda Birama (Meter*)

Pada setiap awal partitur sebuah lagu, dituliskan sebuah tanda yang disebut

tanda birama. Tanda birama yang disebut juga tanda sukat ini terdiri dari dua

angka yang disusun ke bawah seperti angka pecahan, contoh :

Angka yang di atas (pembilang) menunjukkan jumlah ketukan di dalam satu

birama. Sedangkan angka yang di bawah (penyebut) menerangkan jenis not

yang memperoleh satu ketukan.

Contoh :

Angka 2 diatas menunjukkan ada dua ketukan pada setiap birama.

Angka 4 dibawah berarti menunjukkan sebuah not seperempat memperoleh

satuketukan (four beats*)

Angka 4 diatas menunjukkan ada empat ketukan pada setiap

birama.

Angka 4 dibawah berarti menunjukkan sebuah not seperempat memperoleh

(41)

34

Nilai Not ( Value Note )

Tanda Istirahat (Rest Sign)

Tanda diam / lambang petunjuk bagi not yang tidak bunyi namun dihitung

sesuai dengan nilai not yang semestinya. Nama Not

Not Penuh

Not 1/2

Not 1/4

Not 1/8

Not 1/16

Not 1/32

4 Ketuk

2 Ketuk

1 Ketuk

1/2 Ketuk

1/4 Ketuk

(42)

35

Ada dua tipe tanda birama (meter) di dalam disiplin ilmu Musik barat, yaitu :

1. simple meter

2. compound meter.

Ad.1 Simple Meter

Di dalam simple meter angka teratas adalah 2, 3 dan 4. Tiap ketukan

harus dapat dibagi dua, tiga atau empat. Contohnya:

Ad.2. Compound meter.

Di dalam Compound Meter angka yang terdapat di atas meter signature

sebagai contoh, adalah 6, 9 atau 12. Tiap ketukan mempunyai dotted note

(43)

36

(44)

37

Tangkai Not (Stems)

- Tangkai not/ stems digunakan untuk membantu menentukan nilai sebuah

not. Sangat penting untuk menggambar tangkai not dengan posisi yang

benar. Not dari garis tengah paranada kebawah mempunyai tangkai not

keatas. Sedangkan not dari garis tengah paranada keatas mempunyai

tangkai not keatas. Not yang berada digaris paranada tengah atau ke tiga

dapat ditulis dengan tangkai not baik ke atas maupun kebawah.

metronome (gambar 39)

Metronome adalah alat yang menghasilkan bunyi detak/beat yang teratur

permenit. Metronome mulai dikenal awal abad 19 dan dipatenkan oleh

Johann Maelzel pada tahun 1815 sebagai alat bantu musisi di dalam berlatih

mempertahankan tempo dan irama secara konsisten.

tangkai naik tangkai bisa naik/turun

(45)

38

Sistem membaca notasi

- Fixed do yaitu sistem do tetap, artinya nada c dalam tangga nada

apapun selalu dibaca ‘do’. Misalnya dalam tangga nada di D mayor

berikut ini:

D E F G A B C D

re mi fa sol la si do re

- Movabledo adalah sistem do berpindah, artinya nada do tidak selalu

pada nada c tetapi bisa berpindah sesuai dengan tangga nadanya.

Misalnya dalam tangga nada di D mayor berikut ini:

D E F# G A B C# D

(46)

39

4

4

2

4

Latihan :

Sebutkan nama - nama not dibawah ini !

Coba bunyikan ketukan not – not dibawah ini dengan bertepuk tangan !

(47)

40

Tanda Tempo

Tempo adalah cepat lambatnya sebuah lagu. Tanda tempo adalah tanda

cepat atau lambatnya lagu dinyanyikan. Pada dasarnya tanda tempo dibagi

menjadi tiga jenis, yaitu lambat, sedang, dan cepat.

* Tempo Lambat :

- Largo,

- Adagio,

- Lento,

- Grave.

* Tempo Sedang:

- Larghetto,

- Andante,

- Andantino,

- Moderato.

* Tempo Cepat :

- Allegretto,

- Allegro,

(48)

41

Tanda Dinamika

Dinamika adalah keras lembutnya sebuah lagu. Tanda dinamika adalah tanda

keras atau lembutnya suatu lagu pada saat dimainkan/ dinyanyikan. Sama

halnya dengan tanda tempo, tanda ini secara garis besar dibagi menjadi tiga

jenis yaitu lembut, sedang, dan keras. Dalam istilah Musik dituliskan dalam istilah sebagai berikut:

Lembut

p : piano = lembut

pp : pianissimo = lebih lembut

ppp : pianississimo = sangat lembut

Sedang

mp : mezzopiano = agak lembut/ lembut sedang

mf : mezzoforte = agak keras/ keras sedang

Keras

f : forte = keras

ff : fortissimo = lebih keras

(49)

42

Dalam suatu lagu sering juga dijumpai perubahan-perubahan tanda tempo dan dinamik.

ritardando ( rit .) = menjadi lambat

accelerando ( accel .) = menjadi cepat

a tempo = kembali ke tempo semula

= ( fermata ) = ditahan dalam waktu tidak

terbatas

= crescendo = makin lama makin keras

= decrescendo = makin lama makin lembut

legato = dimainkan disambung/ tidak

(50)

43

Tanda mula (key signature)

Adalah tanda yang dapat merubah ketinggian nada yang berupa kres (sharp)

atau mol (flat) yang ditulis pada awal sebuah lagu setelah penulisan tanda

kunci. Jika suatu lagu tidak ada tanda mulanya berarti lagu tersebut

menggunakan tangga nada c / natural / asli.

Tanda aksidental (accidental*) berupa kres dan mol yang menandai/

menentukan tonika atau nada dasar.

1. # Tanda Kres /sharp : menaikkan setengah nada dari nada aslinya.

2. Tanda Mol /flat : menurunkan setengah nada dari nada aslinya.

3. Tanda Pugar / natural : untuk mengembalikan nada yang semula

mendapatkan tanda kres atau mol dalam satu birama.

Contoh:

cis fis gis dis ais cis

des es as bes ges des

#

#

#

#

#

(51)

44

Tangga Nada (Scale*)

Tangga nada merupakan susunan berjenjang dari beberapa nada pokok suatu sistem nada, mulai dari salah satu nada dasar sampai dengan nada

oktafnya. Beragam tangga nada di Musik dan yang paling dasar adalah 2

Tangga Nada yaitu Mayor dan Minor.

1. Tangga Nada Mayor :

Dalam teori Musik, tangga nada mayor tersusun dari delapan not

dengan interval antara not yang berurutan adalah :

2. Tangga Nada Minor (Diatonis*):

Dalam teori Musik, tangga nada minor tersusun dari delapan not dengan interval antara not yang berurutan adalah :

1 1 1/2 1 1 1 1/2

(52)

45

Tangga nada minor dapat dilihat sebagai mode nada keenam dalam tangga nada mayor. Tangga nada minor kadangkala dianggap mempunyai bunyi

yang cenderung lebih sedih dibandingkan dengan tangga nada mayor.

Tangga Nada minor ada : 3 jenis,

1. Tangga nada minor natural : 1, 1/2 , 1, 1, 1/2, 1,1

Contoh : A B C D E F G A’

2. Tangga nada minor melodis ascending : 1, 1/2, 1, 1, 1, 1,

Contoh : A, B, C, D, E, F#, G#,A'

1 1/2 1 1 1/2 1 1

(53)

46

Tangga nada minor melodis descending : 1, 1, , 1, 1, , 1

Contoh : A, G, F, E, D, C, B, A

3. Tangga nada minor harmonis : 1, 1/2, 1, 1, 1/2, 1, ,1/2

Contoh : A, B, C, D, E, F, G#, A'

1 1 1/2 1 1 1/2 1

(54)

47

Table Tangga Nada Mayor dan minor :

(55)

48

Tangga Nada Mayor (Major Scale) :

- Tangga Nada C Mayor (Natural) :

- Tangga Nada G Mayor (1 #)

- Tangga Nada D Mayor (2 #)

- Tangga Nada A Mayor (3 #)

- Tangga Nada E Mayor (4 #) C Major

G Major

D Major

A Major

(56)

49

- Tangga Nada B Mayor (5 #)

- Tangga Nada F# Mayor (6 #)

- Tangga Nada C# Mayor (7 #)

- Tangga nada F Mayor (1 b)

- Tangga nada Bb Mayor (2 b)

- Tangga nada Eb Mayor (3 b) B Major

F Sharp Major

C Sharp Major

F Major

B Flat Major

(57)

50

- Tangga nada Ab Mayor (4 b)

- Tangga nada Db Mayor (5 b)

- Tangga nada Gb Mayor (6 b)

- Tangga nada Cb Mayor (7 b) A Flat Major

D Flat Major

G Flat Major

(58)

51

Tangga Nada minor (

minor scale

) :

- Tangga Nada a minor (Natural)

- Tangga Nada e minor (1 #)

- Tangga Nada b minor (2 #)

- Tangga Nada f# minor (3 #)

- Tangga Nada c# minor (4 #) E Minor

B Minor

F Sharp Minor A Minor

(59)

52

- Tangga Nada g# minor (5 #)

- Tangga Nada d# minor (6 #)

- Tangga Nada a# minor (7 #)

- Tangga nada d minor (1 b)

- Tangga nada g minor (2 b)

- Tangga nada c minor (3 b) G Sharp Minor

D Sharp Minor

A Sharp Minor

D Minor

G Minor

(60)

53

- Tangga nada f minor (4 b)

- Tangga nada bb minor (5 b)

- Tangga nada eb minor (6b)

- Tangga nada ab minor (7b) F Minor

B Flat Minor

E Flat Minor

(61)

54

Interval

Kata Interval berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah diantara dua

lembah. Interval dalam istilah Musik adalah sebuah jarak antara nada satu ke

nada yang lainnya, baik jarak nada keatas atau jarak nada ke bawah. Contoh,

jarak antara nada C dan D bisa disebut interval nada.

Ada 2 jenis Interval :

1. Interval Melodis,

- jika kedua nada tersebut dimainkan berurutan.

2. Interval Harmonis

- jika kedua nada tersebut dimainkan bersamaan.

Interval Melodis Interval Harmonis

Interval memiliki beberapa nama yaitu:

1. Prime (Unison) (Primus*): yaitu interval nada dari nada satu ke nada yang

sama. Misal: dari nada C ke C, D ke D, E ke E dst

2. Second (Secundus*): yaitu interval nada dari nada satu ke nada kedua

diatas atau di bawahnya. Misal nada C ke D

3. Third (Tertius*): yaitu interval nada dari nada satu ke nada ketiga. Misal

nada C ke E

4. Fourth (Quartus*): yaitu interval dari nada ke satu ke nada ke empat di

atasnya. Misal nada C ke F, D ke G, E ke A, dsb.

(62)

55

6. Sixth(Sextus*): adalah interval enam nada. Misal nada C ke A

7. Seventh (Septime*): adalah interval tujuh nada. Misal nada C ke B

8. Oktave: adalah interval delapan nada, dalam Musik diatonis oktav

mengidentifikasikan pengulangan nada yang sama hanya dalam tingkatan

yang lebih tinggi. Misal nada C rendah ke nada C tinggi, G rendah ke G tinggi,

dsb.

Perfect interval (P) yang termasuk adalah unison dan octave. Interval perfect

juga di dalamnya terdapat fourth (P4) dan fifth (P5). Perfect interval di beri

label huruf kapital “P”.

Major Secara spesifik hanya digunakan pada intervalsecond, third, sixth dan

seventh. Major interval diberi label huruf kapital “M”.

Minor interval terbentuk karena, interval major yang lebih kecil setengah

langkah. Interval minor dilabelkan dengan huruf kecil “m”.

Tritone adalah interval yang terletak diantara perfect fourth dan perfect fifth.

Interval ini bisa membagi rata 12 nada equal temprament ( 12-tone equal

temperament). Tritone dilabelkan dengan dua huruf Kapital “TT”.

Interval : 2 macam,

1. Simple Interval (Interval Sederhana)

- Interval yang jaraknya tidak lebih dari satu oktaf.

2. Compound Interval (Interval diluar 1 Octave)

(63)

56

Contoh Simple Interval Melodis :

Prime/ unison

minor second

Major second

minor third

Major third

(64)

57

Tritone

Perfect fifth

minor sixth

Major sixth

minor seventh

(65)

58

Contoh Compound Interval Harmonis :

minor nineth

Major nineth

minor tenth

Major tenth

(66)

59

Augmented eleventh

Perfect twelfth

minor thirteenth

(67)

60

Akord

Akord adalah kumpulan dari tiga nada atau lebih yang bila dimainkan secara

bersamaan akan terdengar harmonis. Akord bisa dimainkan secara

terputus-putus ataupun secara bersamaan. Akord ini digunakan untuk mengiringi suatu

lagu.

Akord 3 Nada/ Trinada ( Triads )

Setelah Interval (2 not /nada) kita mempelajari permainan 3 not/ nada yang

kita sebut Akord. Akord yang dibentuk dari 3 buah nada yang disusun

berdasarkan interval third disebut trinada/ triad.

Not – not dari sebuah trinada/ triad disebut Root, 3rd, dan 5th.

Not pertama yang menjadi basis pembentuk Akord disebut Root, kemudian

not berikutnya disebut 3rd dan 5th karena not – not tersebut disusun berdasarkan interval tersebut (3rd dan 5th) dari Root.

Contoh beberapa Not 3 nada/ Trinada (Triads) dimana not ketiga bisa mayor

atau minor.

3rd root

(68)

61

Ada 4 dasar jenis Akord tiga nada/ trinada (triad), yaitu:

1. Major

2. Minor (m / - )

3. Augmented (aug )/ +

4. Diminished (dim )

Ad.1 ) Mayor ( Major ) adalah Akord trinada yang tersusun dari not dengan

interval pada posisi root (tanpa inversi) sebagai berikut: Major 3rd -minor 3rd.

Contoh:

Akord triad C Mayor (C Major) tersusun dari nada-nada berikut:

C, E, G

C ke E memiliki Interval Major 3rd ,

E ke G memiliki Interval minor 3rd.

Ad.2 ) Minor adalah Akord trinada yang tersusun dari not dengan interval

pada posisi root (tanpa inversi) sebagai berikut: minor 3rd - Major 3rd .

Contoh:

Akord triad C minor tersusun dari nada-nada berikut:

(69)

62

C ke Eb memiliki Interval minor 3rd,

Eb ke G memiliki Interval Major 3rd.

Ad.3 ) Augmented adalah Akord trinada yang tersusun dari not dengan

interval pada posisi root (tanpa inversi) sebagai berikut: Major 3rd- Major 3rd. Contoh:

Akordtriad C Augmented tersusun dari nada-nada berikut:

C, E, G#

C ke E memiliki Interval Major 3rd ,

E ke G# memiliki Interval Major 3rd.

Ad.4 ) Diminished adalah Akord trinada yang tersusun dari not dengan

interval pada posisi root (tanpa inversi) sebagai berikut: minor 3rd - minor 3rd. Contoh:

Akord triad C Diminished tersusun dari nada-nada berikut:

C, Eb, Gb

C ke Eb memiliki Interval minor 3rd,

(70)

63

Inversi dari Akord Tiga Nada/ Triads :

Pada permainan Musik banyak orang memainkan Inversi dari Interval atau

Akord 3 Nada (Triads). Karena Akord 3 Nada/ Trinada ( Triads) terdiri dari 3

nada maka Akord ini memiliki 2 kali Inversi.

Pada umumnya yang sering digunakan adalah Inversi untuk Akord 3 Nada

Mayor dan minor.

Contoh :

Inversi Akord Mayor 3 Nada ( C ) :

Inversi Akord minor 3 Nada ( c minor ) :

Inversi Akord Augmented 3 Nada ( C Aug ) :

(71)

64

Inversi Akord Diminished 3 Nada ( C dim ) :

Root

(c-eb-gb)

Inv.1

(eb-gb-c)

(72)

65

Akord 4 Nada

Jika sebuah not ditambahkan pada sebuah akord 3 nada/ trinada

berdasarkan interval 3rd , maka interval antara root dan not tersebut menjadi

7th. Akord yang mempunyai struktur seperti ini disebut dengan Akord 7th atau

Akord 4 nada.

Berikut adalah penjabaran basic 7th Akord ke dalam kalimat yang lebih jelas:

Major7th adalah Akord yang tersusun oleh empat nada dengan interval

sebagai berikut pada posisi rootnya: Major 3rd- minor 3rd- Major 3rd

Contoh:

Akord C Major 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

C, E, G, B

C ke E memiliki Interval Major 3rd,

(73)

66

Minor 7th adalah Akord yang tersusun oleh empat nada dengan interval

sebagai berikut pada posisi rootnya: minor 3rd- Major 3rd- minor 3rd

Contoh:

Akord C minor 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

C, Eb, G, Bb

C ke Eb memiliki Interval minor 3rd,

Eb ke G memiliki Interval Major 3rd,

G ke Bb memiliki Interval minor 3rd.

Dominant 7thadalah Akord yang tersusun oleh empat nada dengan interval

sebagai berikut pada posisi rootnya: Major 3rd- minor 3rd- minor 3rd

Contoh:

Akord C Dominant 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

C, E, G, Bb

C ke E memiliki Interval Major 3rd,

E ke G memiliki Interval minor 3rd,

(74)

67

Minor-Major 7th adalah Akord yang tersusun oleh empat nada dengan interval sebagai berikut pada posisi rootnya: minor 3rd- Major 3rd- Major 3rd

Contoh:

Akord C minor-Major 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

C, Eb, G, B

C ke Eb memiliki Interval minor 3rd,

Eb ke G memiliki Interval Major 3rd,

G ke B memiliki Interval Major 3rd.

Minor 7th flatted 5th (minor7b5, half-diminished) adalah Akord yang

tersusun oleh empat nada dengan interval sebagai berikut pada posisi

rootnya: minor 3rd- minor 3rd - Major 3rd

Contoh:

Akord C minor7b5 tersusun oleh nada-nada berikut ini:

C, Eb, Gb, Bb

C ke Eb memiliki Interval minor 3rd,

(75)

68

Gb ke Bb memiliki Interval Major 3rd .

Diminished 7th adalah Akord yang tersusun oleh empat nada dengan

interval sebagai berikut pada posisi rootnya: minor 3rd- minor 3rd- minor 3rd

Contoh:

AkordC Diminished 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

C, Eb, Gb, A

C ke Eb memiliki Interval minor 3rd,

Eb ke Gb memiliki Interval minor 3rd,

Gb ke A memiliki Interval minor 3rd .

Augmented 7th adalah Akord yang tersusun oleh empat nada dengan

interval sebagai berikut pada posisi rootnya: Major 3rd - Major 3rd - minor 3rd

Contoh:

Akord C Augmented 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

(76)

69

C ke E memiliki Interval Major 3rd ,

E ke G# memiliki Interval Major 3rd,

G# ke B memiliki Interval minor 3rd .

Inversi dari Akord Empat Nada:

Karena Akord 4 Nada ini terdiri dari 4 nada, maka Akord ini memiliki 3 kali

Inversi.

Inversi Akord C Major 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

Root Inv.1 Inv.2 Inv.3

(c,e,g,b) (e,g,b,c) (g,b,c,e) (b,c,e,g)

Inversi Akord C minor 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

Root Inv.1 Inv.2 Inv.3

(77)

70

Inversi Akord C Dominant 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

Root Inv.1 Inv.2 Inv.3

(c,e,g,bb) (e,g,bb,c) (g,bb,c,e) (bb,c,e,g)

Inversi Akord C minor-Major 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

Root Inv.1 Inv.2 Inv.3

(c,eb,g,b) (eb,g,b,c) (g,b,c,eb) (b,c,eb,g)

Inversi Akord C minor7b5 tersusun oleh nada-nada berikut ini:

Root Inv.1 Inv.2 Inv.3

(78)

71

Inversi AkordC Diminished 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

Root Inv.1 Inv.2 Inv.3

(c,eb,gb,a) (eb,gb,a,c) (gb,a,c,eb) (a,c,eb,gb)

Inversi Akord C Augmented 7th tersusun oleh nada-nada berikut ini:

Root Inv.1 Inv.2 Inv.3

(79)

72

Modulasi

Modulasi adalah pergantian nada dasar dalam suatu lagu. Ada lagu yang

berganti nada dasar sementara kemudian kembali lagi ke nada dasar semula,

namun ada juga lagu yang berganti nada dasar sampai lagu selesai, bahkan

berganti lebih dari satu kali.

Contoh :

4 4

BINTANG KEJORA

(80)

73

GLOSARIUM

ISTILAH UMUM MUSIK

A

a cappella - musik yang dilakukan tanpa iringan instrumen.

accent - Penekanan ditempatkan pada catatan khusus yang memberikan stres lebih dari yang lain.

acoustics : akustik : Bagaimana sebuah ruangan terdengar gema didasarkan pada dan kualitas akustik lainnya.

adagio - tempo lambat (MM 52-54 )

allegro - Tempo yang cepat.

allegreto - tempo cepat antara 104 -112.

andante - A moderate tempo. Andante - Tempo yang moderat.

antique cymbals - cymbal tangan yang terbuat dari kuningan yang pemain menyerang bersama-sama dengan lembut dan memungkinkan untuk bergetar.

arpeggio - Bila catatan dari Akord yang dimainkan secara individual (atau satu persatu ) sebagai lawan secara bersamaan.

articulation - Sebuah tanda yang mempengaruhi bagaimana musik ini dimainkan dan terhubung bersama-sama, terdiri dari aksen, penghinaan, atau tanda frase.

ascend– Naik; gerakan keatas.

B

ballad - lagu tempo lambat.

bar - kata lain untuk mengukur

baritone- suara pria dari jangkauan cukup rendah.

(81)

74

bass drum pedal - pedal digunakan untuk memainkan bass drum

beat - satuan waktu dasar musik.

bells - instrumen yang terdiri dari batang logam disetel terpasang pada bingkai persegi panjang seperti glockenspiel, gambang atau marimba.

bellows - bagian baik akordeon atau bagpipe yang diperlukan untuk memproduksi arus udara untuk bermain instrumen.

bodhran (bodhrán) - drum ditutupi dengan kulit kambing Irlandia.

bolero - balada yang lambat yang cocok untuk tarian bolero atau musik serupa.

bones - or castanets. tulang - atau alat musik. Sepasang instrumen kayu yang diadakan di tangan (antara ibu jari dan jari telunjuk) dan diklik bersama dalam irama.

bongo drums or bongos - sepasang drum kecil yang terhubung di tengah dan bermain dengan tangan Anda. Sangat umum di Afro-Kuba musik dan perkusi Latin.

brass - keluarga instrumen yang mencakup terompet, French Horn, trombone dan tuba.

C

cabasa - alat musik perkusi Latin terdiri dari sebuah silinder bundar di pegangan. Ada manik-manik logam (sebenarnya rantai) yang mengelilingi silinder

bergelombang.

cajon - sebuah kotak kayu berlubang yang memiliki nada conga A. Non-tuneable karena memiliki drumhead. Asal - Amerika Latin

cha-cha - sebuah tempo medium, Afro-Kuba ritme, seperti mendengar cerita di Tito Puento "Oye Como Va" lagu.

chamber music – Musik kamar: Musik yang ditulis untuk ansambel kecil musisi di sebuah ruangan kecil (atau ruang), biasanya tanpa konduktor, dan masing-masing memiliki bagian mereka sendiri untuk bermain. Seringkali berbentuk sebuah kuartet string.

(82)

75

choir - paduan suara - vokalis atau penyanyi yang berkumpul untuk bernyanyi sebagai sebuah kelompok.

chromatic scale - Sebuah skala musik yang membagi satu oktaf ke semitone atau setengah langkah.

claves - instrumen perkusi, sepasang tongkat kayu silinder (biasanya sekitar satu inci tebal dan setengah) yang diklik bersama-sama untuk membuat clave suara bernada tinggi dalam musik Latin menandai. Kadang-kadang terbuat dari bahan sintetis.

coda - bagian terakhir dari sepotong musik dinotasikan dengan tanda koda.

concerto - Sepotong komposisi untuk penyanyi solo (atau ensemble kecil) dan orkestra.

conductor - konduktor : orang yang memimpin kinerja orkestra, band dan / atau chorus.

conga - or conga drum. conga - atau drum conga. Sebuah drum asal Afrika / Kuba yang dimainkan dengan tangan. Berbentuk seperti per barel dan dapat dimainkan duduk atau berdiri.

counterpoint – kontrapung. Gaya musik yang disusun secara bersahut sahutan, diambil dari kata Latin : punctus contra punctus.

contrapunctus – kontrapung. Komposisi Musik dengan gaya bersahut sahutan atau dalam jalur melodi berlawanan arah dilandasi lagu pokok yang dikenal sebagai cantus firmus atau canto fermo.

crescendo - secara bertahap semakin keras, dinotasikan dengan tanda < dalam Musik.

D

Descending – gerak menurun

(83)

76

diatonic scale - Sebuah skala di dalam Musik dengan rangkaian 8 (delapan) nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur.

diminished - Sebuah interval sempurna yang diturunkan satu nada setengah.

dissonance – akord yang tidak berjalan dengan baik dalam beberapa cara sehingga menciptakan suara yang tidak stabil dan membutuhkan resolusi.

double bass - penggunaan dua drum bass dengan drum set. Double bass drum juga dapat dimainkan dengan pedal bass kembar atau satu bass drum.

drum – shell silinder berongga dari berbagai ukuran yang memiliki kepala membentang lebih dari satu atau kedua ujungnya dan dipukuli dengan tangan atau tongkat. Ada juga drum elektronik di mana shell tidak diperlukan, hanya pad memicu. Bila dipukul, itu memicu suara disintesis dari semua jenis.

duet – sebuah komposisi untuk dua instrumentalis dan / atau vokalis.

dynamics - bermain lembut dan keras pada instrumen musik.

E

etude - Sebuah lagu singkat atau komposisi yang dimaksudkan untuk berlatih atau fokus pada teknik tertentu dari sebuah lagu.

F

forte - play keras

fortissimo - memainkan drum "sangat keras"

G

gamut wilayah nada/ wilayah jangkauan nada.

glockenspiel- instrumen yang berisi jeruji besi disetel terpasang pada bingkai persegi panjang. Glockenspiel ini dimainkan dengan palu.

(84)

77

H

harmony ilmu pengetahuan tentang harmoni, cabang ilmu pengetahuan musik yang membahas dan membicarakan perihal keindahan komposisi musik.

hand bells- lonceng yang dipegang di tangan.

hexachord – heksahord : tangga nada 6 suara. Contoh : tangga nada Guido Arezzo, Ut,Re, Mi, Fa, Sol, La yang menjadi landasan dasar putih pada piano. Juga dikenal dengan hexachordum.

hi-hat - hi-hat - dua simbal yang membuka dan menutup bersama-sama. Dimana hi- hat ini dioperasikan oleh kaki. Umumnya digunakan pada sisi kiri sebuah drumset (drumer tangan kanan).

I

interval - jarak atau ruang antara dua catatan musik.

J

jazz - gaya musik asli Amerika. Jazz sebagian besar dikembangkan dan dipopulerkan oleh Amerika Afrika di tahun 1900-an.

K

kettle drums - or tympani. Sebuah drum yang sangat besar terbuat dari tembaga atau kuningan. Paling sering digunakan dalam orkestra dan simfoni. Drum ini memiliki pedal kaki yang melekat pada mekanisme kepala. Ketika pedal kaki ditekan, drum ketel membuat suara yang unik.

key signature - tanda kunci - kres atau mol yang ditempatkan di awal staf untuk menunjukkan kunci dari sebuah komposisi musik atau bagian musik dalam lagu.

(85)

78

monophonic - tekstur musik yang terdiri dari melodi tunggal

maracas - sebuah cekung labu pada tongkat (kerincingan). Biasanya diisi dengan biji atau kerikil.

measure - mengukur - pengelompokan waktu yang berisi jumlah tetap denyut/detak; muncul sebagai garis vertikal melalui staf.

metronome - sebuah alat yang menetapkan tempo untuk irama atau lagu. Mengukur waktu di BPM (beats per menit).

meter - metrum; tanda sukat, tanda birama yaitu hitungan ritmik yang berlaku secara teratur dalam jumlah yang sama bagi seluruh ruas birama pada sebuah lagu, dinyatakan dalam bentuk tanda pembilang dan penyebut.

moveable key – Kunci berpindah, istilah bagi kunci C yang dapat dipindah-pindahkan sesuai dengan kepentingannya (sebagai kunci Sopran, kunci MezzoSopran, kunci Alto, kunci Tenor dan kunci Bariton ).

mezzo forte - moderately loud mezzo forte - cukup keras

mezzo piano - berarti "cukup lembut", dan ditandai oleh tanda "mp".

mics - kependekan dari mikrofon / mic drum.

marimba - Instrumen yang terdiri dari kerangka besar yang memegang bar resonator kayu. Alat musik ini dimainkan dengan palu.

(86)

79

N

notation - mengacu pada catatan musik pada lembaran musik

Notasi balok-tulisan Musik dengan menggunakan 5 garis datar guna menunjukan tinggi rendahnya suatu nada.

O

odd time - mengacu kepada tanda birama yang aneh atau tidak rata (bukan 4 / 4), seperti 7 / 4 atau 5 / 8.

opera – drama musik dari istilah Italia drama per la musica, mulai dikenal di Italia sekitar tahun 1600.

orchestra bells - lonceng - lonceng yang terdiri dari batang logam disetel terpasang pada bingkai persegi panjang dan dimainkan dengan palu.

organum – cara penulisan kalimat musik dikenal dalam abad ke 9 berupa penambahan 1– 3 jalur melodi atas melodi pokok yang diambil dari standar lagu gereja (plainsong) guna mencapai keselarasan harmoni, biasanya masih tersusun secara paralel.

P

pedal (or foot pedal) - pedal (atau kaki pedal) - digunakan untuk memainkan bass - drum atau hihat. Pedal juga bisa untuk gitar. Pemain gitar menggunakan efek -pedal.

percussion clef - perkusi clef - staf yang digunakan untuk instrumen perkusi di - mana tidak perlu notasi balok.

percussion instrument - Sebuah alat yang dipukul dengan tangan atau objek seperti palu atau stik. Contohnya termasuk drum, simbal, rebana, bel, segitiga, dll

Gambar

Gambar : Diambil dari Kyrie eleison (Orbis factor).
Gambar alat Musik Cina
Table Tangga Nada Mayor dan minor :

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis data hasil penelitian yang dideskripsi dalam data pra tindakan, hasil pelaksanaan tindakan, dan perbandingan hasil tindakan antar siklus, maka

Hasil yang diharapkan dari penelitian tugas akhir ini adalah dihasilkannya aplikasi interaktif menggunakan sensor pada smartphone Android untuk membantu siswa

Cita-cita arsitektur Byzantine adalah mengkonstruksi atap gereja dengan atap kubah dengan struktur dan kontruksi yang diterapkan pada bangunan Hagia Sophia adalah menggunakan

Keunikan dari The Roll Rainbow Cake ini sendiri adalah bolu gulung yang di dalamnya terdapat whip cream dengan potongan buah segar agar menambah ciri khas

Teknik pembiusan dengan penyuntikkan obat yang dapat menyebabkan pasien mengantuk, tetapi masih memiliki respon normal terhadap rangsangan verbal dan tetap dapat mempertahankan

Menurut Latipun (2004), populasi adalah keseluruhan individu atau objek yang diteliti memiliki beberapa karakteristik yang sama. Karakteristik yang dimaksud dapat

Penelitian ini membuktikan dengan diberlakukannya IFRS, terdapat perbedaan tingkat pengungkapan antara perusahaan asing dan domestik.Selain itu, penelitian ini juga membuktikan