MENGATASI KESULITAN SISWA KELAS I SDNEGERI
KUBANG DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN
DENGAN METODE GLOBAL
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh gelar sarjana pendidikan guru sekolah dasar
oleh
Eviyansyah
NIM 0903824
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2013
MENGATASI KESULITAN SISWA KELAS I SDNEGERI
KUBANG DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN
DENGAN METODE GLOBAL
Oleh
Eviyansyah
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan
©
Eviyansyah
2013 Universitas Pendidikan IndonesiaJuni 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
ABSTRAK
EVIYANSYAH. (2013). Mengatasi Kesulitan Siswa Kelas I SD Negeri Kubang Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan Dengan Metode
Global.
Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa di kelas I SD Negeri Kubang. Berdasarkan hasil observasi partisipan dan wawancara mendalam dari 26 siswa ada 70% siswa yang mengalami kesulitan membaca. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini: (1)Untuk memperoleh gambaran mengenai kesulitan siswa dalam membaca permulaan.(2)Untuk memperoleh data hasil belajar siswa dalam membaca permulaan dengan metode global.(3)Untuk mengetahui penggunaan metode global dalam pembelajaran membaca permulaan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model penelitian Kemmis dan Taggart. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena data dalam penelitian ini berupa fenomena sosial berupa kejadian atau peristiwa yang terjadi di kelas I SD Negeri Kubang dalam pembelajaran membaca permulaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi partisipan, wawancara mendalam dan analisis dokumen. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus dapat disimpulkan bahwa melalui metode Global dapat mengatasi kesulitan siswa dalam proses pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas I. Melalui metode Global dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rerata pada siklus I sebesar 70 dan pada siklus II sebesar 88,07. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan semua rekan guru agar memberikan motivasi kepada siswa untuk aktif mengikuti pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca. Kepada siswa yang sudah lancar membaca lancar jangan merasa bosan untuk memberi contoh dengan cara belajar bersama (kelompok) dengan teman yang lain. Selain itu kepada pihak sekolah untuk mengembangkan metode Global dalam membaca permulaan.
DAFTAR ISI A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 6
D. Manfaat Penelitian ... 6
E. Definisi Istilah ... 7
BAB II MEMBACA PERMULAAN, METODE GLOBAL, DAN PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN METODE GLOBAL A. Membaca Permulaan. ... 9
B. Metode Global ... 16
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian ... 26
B. Metode Penelitian ... 26
C. Teknik Penelitian ... 27
D. Instrumen Penelitian ... 28
E. Latar Penelitian ... 30
F. Subyek Penelitian ... 31
G. Langkah-langkah penelitian ... 31
BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Data Temuan 1. Siklus I ... 32
a. Data Temuan Hasil Observasi Partisipan ... 33
b. Data Temuan Hasil Wawancara Mendalam ... 35
c. Data Temuan Hasil Analisis Dokumen ... 36
2. Siklus II ... 38
a. Data Temuan Hasil Observasi Partisipan ... 38
b. Data Temuan Hasil Wawancara Mendalam ... 40
c. Data Temuan Hasil Analisis Dokumen ... 42
B. Analisis Data Temuan ... 44
1. Siklus I a. Analisis Data Temuan Hasil Observasi Partisipan ... 44
c. Analisis Data Temuan Hasil Analisis Dokumen ... 45 2. Siklus II
a. Analisis Data Temuan Hasil Observasi Partisipan ... 46 b. Analisis Data Temuan Hasil Wawancara Mendalam ... 47 c. Analisis Data Temuan Hasil Analisis Dokumen ... 47 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan ... 49 B. Rekomendasi ... 51
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
2
Kemampuan yang diperoleh pada membaca permulaan akan sangat berpengaruh pada kemampuan membaca lanjut. Observasi partisipan dilakukan dengan menyaksikan langsung proses belajar-mengajar yang dilaksanakan, sehingga gambaran masalah yang dialami siswa menjadi semakin jelas.
Berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan Ibu Kurotuaeni, S.Pd selaku wali kelas I SD Negeri Kubang, pada tanggal 19 Maret 2013 mengatakan bahwa, “Dalam pembelajaran membaca permulaan siswa kurang terlibat secara aktif. Dari 26 siswa ada 70% siswa yang mengalami kesulitan membaca. Dan yang menjadi penyebab siswa tidak bisa membaca adalah sering tidak masuk sekolah, umur yang belum cukup untuk masuk sekolah, lingkungan keseharian siswa, dan faktor keturunan karena sebagian besar orang tua siswa itu buta huruf”. Berdasarkan kenyataan dilapangan, kemampuan siswa dalam membaca permulaan tidak sesuai dengan Indikator Pencapaian Hasil Belajar siswa (IPHB).
4
Berdasarkan tabel 1.1 di atas terlihat bahwa kemampuan siswa dalam membaca permulaan berkisar antara 60 – 80, meskipun demikian rata – rata kemampuan siswa pada kelas I SD Negeri Kubang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). siswa kelas I SD Negeri Kubang dalam membaca permulaan masih rendah.
5
Kompetensi dasar yang diharapkan adalah membaca lancar beberapa kalimat seerhana yang terdiri atas 3-5 kata dengan intonasi yang tepat.
Berdasarkan kenyataan diatas terbukti bahwa kemampuan siswa kelas I SD Negeri Kubang dalam pembelajaran membaca permulaan belum mencapai KKM dan IPHB. Kenyataan ini yang membuat penelitian ini layak dilakukan. Dengan demikian, penulis mencoba untuk “Mengatasi Kesulitan
Siswa Kelas I SD Negeri Kubang Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan
Dengan Metode Global”. Metode ini dipilih karena metode global
merupakan metode kalimat, dikatakan demikian karena alur proses pembelajaran membaca yang permulaan diperlihatkan dalam proses ini diawali dengan penyajian beberapa kalimat secara global.
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana kesulitan siswa kelas 1 SD Negeri Kubang dalam membaca permulaan?
2. Bagaimanakah hasil belajar membaca permulaan dengan metode global?
6
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk memperoleh gambaran mengenai kesulitan siswa kelas 1 SD Negeri Kubang dalam membaca permulaan.
2. Untuk memperoleh data hasil belajar siswa dalam membaca permulaan dengan metode global.
3. Untuk mengetahui penggunaan metode global dalam pembelajaran membaca permulaan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca.
D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Penelitian ini bermanfaat untuk Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai alternatif pemecahan masalah yang serupa dengan masalah yang terdapat dalam penelitian ini.
7
permulaan atau yang memerlukan referensi mengenai pemakaian metode global dalam pembelajaran membaca permulaan.
3. Penelitian ini bermanfaat bagi pihak pusat kurikulum sebagai salah satu bahan kajian dalam penyusunan kurikulum selanjutnya.
E. DEFINISI ISTILAH
1. Membaca Permulaan
Membaca permulaan adalah suatu proses tahap awal dalam belajar membaca yang difokuskan kepada mengenal simbol – simbol atau tanda – tanda yang berkaitan dengan huruf – huruf dalam rangka mengantarkan anak agar dapat melanjutkan ke tahap membaca lanjut. 2. Metode Pembelajaran Bahasa
Metode pembelajaran bahasa adalah rencana pembelajaran bahasa yang mencakup pemilihan, penentuan, dan penyusunan secara sistematis bahan yang akan diajarkan, serta kemungkinan pengadaan remedial dan bagaimana pengembangannya.
3. Mengatasi Kesulitan Siswa
8
26 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena data dalam penelitian ini berupa fenomena sosial berupa kejadian atau peristiwa yang terjadi di kelas I SD Negeri Kubang dalam pembelajaran membaca permulaan antara lain: adanya keributan akibat saling meledek antara siswa yang satu dengan siswa yang lain, jika orang tuanya sedang sakit atau ada keperluan Suhendi sering tidak masuk sekolah karena tidak ada yang mengantar dia ke sekolah, jika anaknya di suruh membaca tetapi anaknya tidak mau, orang tuanya malah memukul atau mencubit anaknya agar mau membaca.
B. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) karena penelitian ini dilaksanakan di kelas I SD Negeri Kubang untuk mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran membaca permulaan.
27
putaran terdiri dari empat komponen yang meliputi perencanaan, (planning), tindakan (action), observasi (observasing), dan refleksi (reflektif).
C. Teknik Penelitian
1. Teknik Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi partisipan, wawancara mendalam dan analisis dokumen.
a. Observasi Partisipan
Observasi partisipan dilakukan di kelas I SD Negeri Kubang penulis berperan aktif serta terjun langsung dalam kegiatan pembelajaran membaca permulaan. Observasi partisipan dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.
b. Wawancara Mendalam
28
c. Analisis Dokumen
Teknik analisis dokumen dilakukan jika pembelajaran sudah menghasilkan dokumen berupa rekapan nilai siswa yang berguna untuk melengkapi dan mendapatkan data yang berkaitan dengan faktor - faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam pembelajaran membaca permulaan.
2. Teknik Analisis Data
1. Mengenali data
2. Mengelompokkan data 3. Mengidentifikasi data
D. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga macam, yaitu: pedoman wawancara, pedoman observasi dan tes tertulis.
1. Pedoman Wawancara
29
formal yang dilakukan secara langsung antara wawancara dengan yang diwawancara.
2. Pedoman observasi
Peneliti menggunakan lembar observasi bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sikap siswa dalam belajar, sikap guru dalam memberikan pelajaran, serta interaksi antara siswa dengan guru juga antara siswa dengan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu lembar observasi ini bertujuan untuk mengetahui kekurangan – kekurangan yang harus diperbaiki atau hal – hal yang harus diperhatikan dan ditingkatkan pada pembelajaran selanjutnya. 3. Tes Tertulis
30
1 Membaca dengan Lancar - Tidak mengeja
2 Membaca kurang lancar - Masih mengeja
3 Membaca tidak lancar - Masih mengeja
Jumlah Skor Maksimum 27
E. Latar Penelitian
1. Waktu Penelitian
31
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas I SD Negeri Kubang Kota Serang. Dipilihnya SD Negeri Kubang tersebut sebagai tempat penelitian berdasarkan atas hasil wawancara mendalam dengan guru kelas I dan ternyata di kelas I tepatnya di SD Negeri Kubang banyak sekali siswa yang belum bahkan tidak bisa membaca.
F. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri Kubang dalam mengatasi kesulitan pembelajaran membaca permulaan dengan metode global.
G. Langkah – Langkah Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut. 1. Penyusunan rencana tindakan
2. Pelaksanaan dari perencanaan
3. Observasi selama pelaksanaan penelitian
49 BAB V
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebanyak dua siklus dapat disimpulkan bahwa:
Penerapan teknik membaca permulaan dengan metode Global di kelas I SD Negeri Kubang dan uraian tentang hasil penelitian pada siswa kelas I diperoleh dari hasil – hasil yang telah diperoleh setelah dilakukannya tindakan, yaitu dari hasil pengamatan dan pencatatan saat pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian ini mengacu pada rumusan masalah yang telah ditetapkan, dan tujuan yang diharapkan. Sedangkan pembahasannya merupakan kajian terhadap temuan – temuan peneliti dan upaya perbaikan untuk meningkatkan hasil pembelajaran.
Melalui penerapan metode Global dapat mengatasi siswa dalam proses pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri Kubang, dan melalui penerapan metode Global dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri Kubang.
50
Dari keseluruhan tindakan pada penelitian yang telah dilakukan dapat dikatakan berhasil apabila hasil dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan rata perolehan siswa, sehingga dapat dapat membawa kearah peningkatan proses pembelajaran membaca permulaan serta peningkatan kemampuan membaca permulaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas I SD Negeri Kubang tahun pelajaran 2012/2013.
51
B. Rekomendasi
Dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sewaktu pembelajaran Bahasa Indonesia, maka peneliti menyampaikan saran sebagai berikut:
1. Untuk Guru
a. Memberikan motivasi kepada siswa untuk aktif mengikuti proses pembelajaran dengan metode Global dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan.
b. Mengevaluasi efisien dan efektivitas penerapan metode Global untuk meningkatkan kemampuan membaca sewaktu pembelajaran Bahasa Indonesia berlangsung.
c. Memberikan motivasi kepada siswa dan memberikan penguatan kepada siswa yang sudah lancar membaca, sehingga siswa dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik.
2. Untuk Siswa
52
b. Memiliki rasa senang untuk membaca melalui metode Global maupun penggunaan alat peraga yang tersedia.
c. Kepada siswa yang sudah lancar membaca lancar jangan merasa bosan untuk memberi contoh dengan cara belajar bersama (kelompok) dengan teman yang lain.
3. Para Peneliti
Kepada peneliti lainnya hasil peneliti ini dapat dijadikan acuan untuk melakukan penelitian lebih lanjut, untuk menentukan faktor – faktor lain yang dapat mendukung peningkatan kemampuan membaca permulaan. Melalui usaha ini, antara peneliti yang satu dengan peneliti lain dapat menunjukkan kinerja semakin baik dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca permulaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
53
BIBLIOGRAFI
Cahyani I, Hartati T, dkk. (2006). Pembinaan Dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia. Bandung: UPI PRESS
Djuanda D. (2010). Penilaian Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Bandung : Redaksi
Farida R. (2008). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta : Bumi Aksara
Hartati, T, dkk. (2006). Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Di Kelas Rendah. Bandung: UPI PRESS
Iswara, P.D. (2009). Memperkaya Pembelajaran Membaca Melalui E-Learning. Bandung : Angkasa Redaksi.
Kholid A. H dan Lilis S. (1997). Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta : Universitas Terbuka.
Purwanto, M.N dan Djenah. (1997). Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta : PT Rosda Jayaputra
Resmini, N, dkk. (2010). Membaca dan Menulis di SD. Bandung : UPI PRESS
54
Santosa P, dkk.(2009). Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta : Universitas Terbuka.
Suparno, dan Yunus M. (2008). Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta : Universitas Terbuka.
Supriyadi, dkk. (2011). Modul Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru Sekolah Dasar. Jakarta : Universitas Negeri Jakarta.
Syamsuddin M. A. (2004). Psikologi Kependidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Tarigan D, dkk. (2003). Pendidikan Keterampilan Berbahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wardhani, I, dan Wihardit. K. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.
Winataputra, Udin S, dkk. (1998). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Universitas Terbuka.