ABSTRAK
Dengan memanfaatkan layanan SMS untuk mengirim suhu tubuh adalah suatu hal baru yang efisien karena selain penggunaan mudah juga harga yang murah, maka oleh karena itu dirancanglah suatu rangkaian yang dapat memantau suhu tubuh dengan handphone dan layanan SMS.
Rangkaian dibuat dengan cara menggunakan LM35 sebagai sensor suhu kemudian data analog dari LM35 diubah menjadi sinyal digital dengan menggunakan ADC0809. Mikrokontroler AT89C51 memproses data yang diterima dari ADC0809 dan dikirimkan ke handphone pengirim dalam format SMS agar bisa diterima oleh handphone penerima.
II ABSTRACT
By using the shortmessage service to send the body temperature information is a new efficient way because it’s easy to use and also cheap in price. Therefore I designed a network which is able to monitor the human body temperature by handphone and SMS.
This network is made by using LM35 as the temperature censor, then the analogous data from LM35 turned into digital signal by using ADC0809. The AT89C51 microcontroller process the data accepted from ADC0809 and delivered to the receiver’s handphone in shortmessage service (SMS) format.
3.4.3 Komunikasi Antara Mikrokontroler dan Handphone……...37
3.4.4 Rangkaian Analog to Digital……….38
3.4.5 Rangkaian Pencuplik Suhu………...39
3.4.6 Catu Daya………..40
3.5 Cara Kerja Alat………....41
3.6 Pembuatan Alat………42
3.6.1 Perangkat Keras………42
3.6.2 Perangkat Lunak………43
3.7 Flow Chart………44
BAB IV PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT 4.1 Pengukuran Alat………...46
4.1.1 Pengukuran Output Catu Daya………...46
4.2 Pengujian Alat………..47
4.2.1 Pengujian Perangkat lunak………47
4.2.2 Pengujian Perangkat Keras………...51
4.3 Petunjuk Penggunaan Alat………...52
4.4 Pengukuran Output Sensor dan pembacaan pada handphone………..53
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan……….………...55
5.2 Saran……….………55
DAFTAR PUSTAKA………...….56
VI
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Konfigurasi Kaki IC AT89C514………..9
Gambar 2.2 Peta Memori RAM Internal AT89C51………...12
Gambar 2.3 Konfigurasi pin ADC0809……….19
Gambar 2.4 Rangkaian dasar LM35………...20
Gambar 2.5 Konfigurasi pin LM35………....21
Gambar 2.6 Skema Cara Kerja SMS……..……...……….22
Gambar 2.7 Skema format SS PDU pengirim………...………23
Gambar 2.8 Skema Format SMS PDU Penerima………...……...29
Gambar 3.1 Diagram Blok Kontrol suhu via SMS………...34
Gambar 3.2 Hubungan pin Mikrokontroler AT89C51………..35
Gambar 3.3 Rangkaian Reset Mikrokontroler AT89C51………..37
Gambar 3.4 Hubungan antar ADC dengan Mikrokontroler ………..38
Gambar 3.5 Hubungan antara Sensor suhu dan ADC0809 ………...40
Gambar 3.6 Catu Daya ………..40
Gambar 3.7 Flowchart program mikrokontroler………45
Gambar 4.1 Pengukuran Output Catu Daya………...46
Gambar 4.2 Informasi error pada program TASM301………..48
Gambar 4.3 Informasi letak kesalahan dalam file LST………..49
Gambar 4.4 Informasi eksekusi program tanpa error……….50
Gambar 4.5 Program EZ Uploader………...51
Gambar 4.6 Pemanggilan File Hex ………...51
Gambar 4.7 Pesan Complete pada EZ 3.0 ……….52
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tipe IC Mikrokontroler Keluarga Atmel ………..…..8
Tabel 2.2 Fungsi alternatif kaki port 3……….…………..11
Tabel 2.3 Mode kerja Flash PEROM AT89C51/52……….…………..14
Tabel 2.4 Special Function Register……….……….15
Tabel 2.5 Pemilihan Kanal Input………...19
Tabel 2.6 Service Center Address ……….…………...24
Tabel 2.7 PDU Type 24………..………...24
Tabel 2.8 Destination Address………...26
Tabel 2.9 Validity Period ………..27
Tabel 2.10 User Data………..28
Tabel 2.11 Service Center Address ………...30
Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Output Catu Daya……….46
UD User Data
X
DAFTAR LAMPIRAN
A10 DLD2: DJNZ R6,DLD2
DJNZ R7,DLD1 RET
INITMODEM .BYTE "ATH",0DH,0AH,0FFH ;HANGE MODEM
SMS1 .BYTE "AT+CMGF=0",0DH,0AH,0FFH ;SET PDU FORMAT
SMS2 .BYTE "AT+CMGS=23",0DH,0AH,0FFH ;KIRIM PERINTAH SEND SMS PANJANG DATA 23
SMSDATA1 .BYTE "0011000D91"
.BYTE "261823306050F5",0FFH ;HEADER DAN NOMOR TELEPON TUJUAN
; 81320306055 SMSDATA2 .BYTE "0000AA04",0FFH ;DATA VALID DAN PANJANG DATA
IS89C51
CMOS SINGLE CHIP
8BIT MICROCONTROLLER
with 4Kbytes of FLASH
FEATURES
· 80C51 based architecture
· 4Kbytes of onchip Reprogrammable Flash Memory · 128 x 8 RAM
· Two 16bit Timer/Counters · Full duplex serial channel · Boolean processor
· Four 8bit I/O ports, 32 I/O lines · Memory addressing capability
– 64K ROM and 64K RAM · Program memory lock
– Lock bits (3) · Power save modes:
– Idle and powerdown · Six interrupt sources
· Most instructions execute in 0.3 ms · CMOS and TTL compatible
· Maximum speed: 40 MHz @ Vcc = 5V · Industrial temperature available · Packages available:
– 40pin DIP – 44pin PLCC – 44pin PQFP
GENERAL DESCRIPTION
C4
OPERATING DESCRIPTION
The detail description of the IS89C51 included in this description are:
· Memory Map and Registers · Timer/Counters
· Serial Interface · Interrupt System · Other Information · Flash Memory
MEMORY MAP AND REGISTERS
Memory
The IS89C51 has separate address spaces for program and data memory. The program and data memory can be up to 64K bytes long. The lower 4K program memory can reside on chip. Figure 5 shows a map of the IS89C51 program and data memory. The IS89C51 has 128 bytes of onchip RAM, plus numbers of special function registers. The lower 128 bytes can be accessed either by direct addressing or by indirect addressing. Figure 6 shows internal data memory organization and SFR Memory Map. The lower 128 bytes of RAM can be divided into three segments as listed below and shown in Figure 7.
1. Register Banks 03: locations 00H through 1FH (32 bytes). The device after reset defaults to register bank 0. To use the other register banks, the user must select them in software. Each register bank contains eight 1byte registers R0R7. Reset initializes the stack point to location 07H, and is incremented once to start from 08H, which is the first register of the second register bank.
2. Bit Addressable Area: 16 bytes have been assigned for this segment 20H2FH. Each one of the 128 bits of this segment can be directly addressed (07FH). Each of the 16 bytes in this segment can also be addressed as a byte.
C8
SPECIAL FUNCTION REGISTERS
The Special Function Registers (SFR's) are located in upper 128 Bytes direct addressing area. The SFR Memory Map in Figure 6 shows that. Not all of the addresses are occupied. Unoccupied addresses are not implemented on the chip. Read accesses to these addresses in general return random data, and write accesses have no effect. User software should not write 1s to these unimplemented locations, since they may be used in future microcontrollers to invoke new features. In that case, the reset or inactive values of the new bits will always be 0, and their active values will be 1. The functions of the SFRs are outlined in the following sections, and detailed in Table 2.
Accumulator (ACC)
ACC is the Accumulator register. The mnemonics for Accumulatorspecific instructions, however, refer to the Accumulator simply as A.
B Register (B)
The B register is used during multiply and divide operations. For other instructions it can be treated as another scratch pad register.
Program Status Word (PSW). The PSW register contains program status information. Stack Pointer (SP)
The Stack Pointer Register is eight bits wide. It is incremented before data is stored during PUSH and CALL executions. While the stack may reside anywhere in onchip RAM, the Stack Pointer is initialized to 07H after a
Data Pointer (DPTR)
The Data Pointer consists of a high byte (DPH) and a low byte (DPL). Its function is to hold a 16bit address. It may be manipulated as a 16bit register or as two independent 8bit registers.
Ports 0 To 3
P0, P1, P2, and P3 are the SFR latches of Ports 0, 1, 2, and 3, respectively.
Serial Data Buffer (SBUF)
The Serial Data Buffer is actually two separate registers, a transmit buffer and a receive buffer register. When data is moved to SBUF, it goes to the transmit buffer, where it is held for serial transmission. (Moving a byte to SBUF initiates the transmission.) When data is moved from SBUF, it comes from the receive buffer.
Timer Registers
Register pairs (TH0, TL0) and (TH1, TL1) are the 16bit Counter registers for Timer/Counters 0 and 1, respectively.
Control Registers
1
BAB I
PENDAHULUAN
I.
LATAR BELAKANG
Seperti pepatah mengatakan “Mencegah lebih baik dari pada mengobati”.
Meningkatnya demam berdarah membuat penyakit tersebut cukup riskan bila
adanya kurang pengawasan karena suhu badan bisa dijadikan sebagai patokan
kuondisi tubuh manusia. Handphone dapat digunakan sebagai alat pemantauan
jarak jauh untuk mengukur panas badan. Seperti sudah kita ketahui Handphone
sudah merupakan kebutuhan mutlak banyak orang, dapat dilihat hampir setiap
orang yang ditemui memiliki sebuah handphone bahkan lebih kemanapun orang itu
pergi. Pada awalnya penggunaan telepon selular hanyalah sebatas untuk sekedar
berkomunikasi berbicara satu dengan yang lain dan pada perkembangannya
handphone dapat di gunakan untuk bertukar pesan teks, faximile, surat elektronik ,
musik, bahkan terhubung dengan internet. Dengan kata lain telepon selular dapat
menerima berbagai macam data asal data tersebut di simpan dalam format yang
sesuai dengan telepon selular yang bersangkutan.
Dalam tugas akhir ini dirancang sebuah rangkaian yang dapat di pantau oleh
telepon selular secara jarak jauh. Pengiriman data memanfaatkan layanan SMS
(Short Massage Service). Rangkaian sensor terhubung pada port serial handphone.
Keuntungan dari penggunaan SMS sebagai media pengiriman pesan adalah
karena harga yang murah, mudah, dan cepat. Harga murah karena SMS tidak
memerlukan bandwith yang berarti pada saat pengiriman. Sifat SMS mudah dalam
artian dapat di lakukan di daerah manapun yang terjangkau oleh jaringan GSM
tanpa harus memikirkan jarak antara kendali dan handphone. Pengguna hanya
penuliskan sebuah pesan tanpa harus memikirkan kuat lemah sinyal yang di
gunakan
Penggunaan mikrokontroler sebagai “otak “ dalam rangkain karena
kemudahan pengenalan sesuatu. Selain itu mikrokontroler telah di lengkapi dengan
memori. Jadi disini tidak perlu memasang memori eksternal dengan kapasitas besar
II.
IDENTIFIKASI MASALAH
Bagaimanakah merancang dan merealisasikan suatu rangkaian yang dapat di
pantau dari jarak jauh dengan menggunakan handphone. Pemantauan dilakukan
menggunakan handphone dengan memanfaatkan layanan SMS (Short Massage
Service).
III.
TUJUAN
Tujuan tugas akhir ini adalah merancang dan merealisasikan suatu rangkaian
yang dapat memantau suhu badan dari jarak jauh dengan menggunakan handphone
untuk mengukur suhu badan. Pemantauan dilakukan menggunakan handphone
dengan memanfaatkan layanan SMS (Short Massage Service).
IV.
PEMBATASAN MASALAH
Sistim yang dirancang merupakan rangkaian yang terhubung dengan
handphone yang dikendalikan menggunakan layanan SMS (Short Massage
Service).
3
Pemantauan untuk suhu manusia yang berkisar antara 35º C sampai dengan
42º C.
Sistem direalisasikan dengan mengunakan sebuah mikrokontroler yang
mempunyai memori internal sebagai tempat penyimpanan hasil pengukuran.
V. SISTEMATIKA PENULISAN
Penulisan Tugas akhir ini dibagi menjadi 5 bagian yaitu:
BAB I
PENDAHULUAN
Berisi latar belakang, maksud dan tujuan, pembatasan masalah, identifikasi
masalah dan sitematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Berisi pendahuluan, berisi tentang penjelasan komponen komponen apa saja yang
ada di dalam alat dan menjabarkan data sms
BAB III
PERANCANG ALAT
Menjelaskan tentang hubungan hubungan rangkaian juga menjelaskan tentang
cara kerja, proses pembuatan alat dan flowchart
BAB IV PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT
Berisikan output catu daya dan pengujian output sensor yang di bandingkan
dengan termometer analog . juga berisi pengujian perangkat keras dan lunak
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
1. Cooper, Wiliam D. 1993. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran.
Edisi Kedua. Terjemahan S. Pakpahan. Jakarta : Penerbit Erlangga
2. Coughlin, Robert F. 1994. Penguat Operasional dan Rangkaian Terpadu
Linear. Edisi kedua. Terjemahan Herman Widodo S. Jakarta : Penerbit
Erlangga.
3. DC Green, Komunikasi Data, Andi Offset, Yogyakarta, 1998.
4. Eko Nugroho, Ir., BahasaBahasa Pemrograman, Offset Yogyakarta, 1992.
5. Elektuur. 1994. Data Sheet Book 1, Data IC Linear, TTL, dan CMOS.
Cetakan ke2. Terjemahan Wasito S. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
6. Hall, Douglas V. 1992. Microprocessor and Interfacing, Programming and
Hardware. 2 nd Edition. Singapore : McGrow Hill, Inc.
7. Paulus Andi Nalwan. 2003. Panduan Praktis Teknik Antarmuka dan
Pemrograman Mikrokontroler AT89C51. Jakarta. PT. Elex Media
Komputindo.
8. Steeman, J.P.M. 1996. Data Sheet Book 2. Jakarta : PT. Elex Media
Komputindo
9. Widyatmo, A dkk. 1994. Belajar Mikroprosesor dan Mikrokontroler melalui
komputer PC. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
10. Wildi, T. 1989. Electrical Machines, Drives, and Power Systems. 2 nd Edition.