• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN PESAWAT PENGANGKAT JENIS PNEUMATIC CONVEYOR BERTEKANAN NEGATIF UNTUK MENGANGKUT SERBUK SUSU DENGAN KAPASITAS 2 TON/JAM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANCANGAN PESAWAT PENGANGKAT JENIS PNEUMATIC CONVEYOR BERTEKANAN NEGATIF UNTUK MENGANGKUT SERBUK SUSU DENGAN KAPASITAS 2 TON/JAM."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN TUGAS AKHIR

PERANCANGAN PESAWAT PENGANGKAT JENIS

PNEUMATIC CONVEYOR BERTEKANAN NEGATIF UNTUK

MENGANGKUT SERBUK SUSU DENGAN KAPASITAS

2 TON/JAM

Disusun Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat – syarat Guna

Memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S-1) Jurusan Teknik Mesin Fakutas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun Oleh :

MUHAMMAD NOOR ALAMSYAH PERDANA D 200 030 141

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Surakarta

(2)

Pengangkutan material baik berupa bahan baku ataupun barang jadi saat ini menjadi komponen yang sangat penting dalam sebuah sistem industri. Saat ini waktu dan biaya transportasi menjadi hal yang sangat dipertimbangkan dalam sebuah perusahaan untuk menekan biaya produksi. Dengan beberapa pertimbangan yang sangat teliti sebuah perusahaan akan menentukan suatu jenis peralatan pengangkutan yang paling efektif dan efisien yang dapat dipakai.

Dalam industri susu, sumber bahan baku yang berupa serbuk susu (base powder), dalam proses pengangkutannya harus melalui berbagai macam tahapan.

Untuk itu dibutuhkan suatu alat pengangkut yang dapat menghantarkan material dari satu feeding point menuju ke satu buah discharge point/delivery point. Alat tersebut harus bisa menghantarkan material secara kontinyu dengan kapasitas yang konstan sesuai dengan kebutuhan dan juga melindungi material dari kondisi lingkungan yang berubah-ubah.

Dari latar belakang masalah tersebut kemudian dirancang alat pengangkut yang dapat memenuhi tuntutan kondisi di atas, yakni pneumatic conveyor. Penggunaan pneumatic conveyor oleh manusia sudah dimulai sejak beberapa puluh tahun silam sampai saat sekarang. Salah satu sejarah mencatat pemakaian pneumatic conveyor pada sebuah penggilingan gandum di London sejak akhir

abad 19. Pada waktu itu pneumatic conveyor digunakan untuk mengangkut gandum dari gudang penyimpanan menuju ke mesin penggiling.

Pneumatic conveyor banyak digunakan dalam berbagai macam industri.

Industri yang banyak memanfaatkan pneumatic conveyor antara lain industri pengolahan makanan dan minuman, industri pengolahan plastik, industri farmasi dan kimia, indusri semen dan lain-lain. Salah satu keuntungan dari pneumatic conveyors adalah biaya pemeliharaan cukup rendah, handal dalam mengangkut

(3)

dipindah tertutup sangat rapat karena di dalam pipa dan tanpa losses. Selain itu pneumatic conveyor merupakan jenis pesawat pengangkut dengan resiko

kecelakaan yang cukup kecil bila dibandingkan dengan jenis pesawat pengangkut

yang lain. Hal ini tentu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan dalam industri, terutama indusri yang memproses bahan-bahan yang berbahaya bagi manusia.

1.2Rumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan di atas, kita dapat merumuskan beberapa permasalahan yang berhubungan dengan sistem pengangkutan yaitu :

1. Perlunya suatu perancangan alat pengangkut berupa pneumatic

conveyor yang dapat mengantarkan material secara kontinyu dengan

kapasitas yang konstan.

2. Alat angkut tersebut harus dapat melindungi material dari kondisi

lingkungan yang berubah-ubah.

3. Alat angkut tersebut harus dapat bekerja pada medan yang berat dan

sulit dijangkau.

1.3Batasan Masalah

Dalam perancangan ini karena belum terdapat ketentuan yang membahas secara khusus tentang perancangan pneumatic conveyor ini maka digunakan ketentuan umum yang telah ada yang dapat digunakan. Asumsi diambil jika tidak terdapat ketentuan yang baku yang diperlukan dalam perhitungan.

Batasan-batasan masalah dalam perancangan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Perancangan difokuskan pada perancangan pneumatic conveyor jenis

negative pressure pneumatic conveyor (vacuum system) untuk

mengangkut bubuk susu (base powder) dari feeder hopper menuju ke silo dengan spesifikasi sebagai berikut :

(4)

c. Temperatur udara lingkungan di asumsikan 30°C dengan massa jenis udara pada kondisi tersebut adalah 1,177 kg/m3. 2. Perancangan hanya terbatas pada perancangan komponen utama dari

pneumatic conveyor, antara lain :

a. Perencanaan jaringan pipa dari feeder sampai dengan silo.

b. Pemilihan blower sebagai sumber aliran udara (vacuum system)

terbatas pada spesifikasi (tekanan maksimum dan daya yang dibutuhkan).

c. Pemilihan motor listrik untuk menggerakkan blower.

d. Pemilihan komponen pendukung terbatas pada jenis dan

spesifikasi.

1.4Tujuan Perancangan

Adapun maksud dan tujuan perancangan pneumatic conveyor ini adalah : 1. Dapat mengetahui hal-hal yang berpengaruh selama proses

pengangkutan dalam perancangan pneumatic conveyor untuk mengangkut bubuk susu (base powder) dari feeder ke silo dengan kapasitas 2 ton/jam.

2. Dapat mengetahui spesifikasi dan dapat menggambarkan bagian-bagian dari pneumatic conveyor secara keseluruhan.

1.5Manfaat Perancangan

Manfaat dari perancangan pneumatic conveyor ini adalah :

1. Bagi perancang sendiri adalah dapat merancang pneumatic conveyor untuk mengangkut serbuk susu (base powder) dari feeder ke storage

silo dan mengetahui serta dapat mengatasi masalah-masalah yang ada

pada saat perancangan.

2. Manfaat untuk industri dan bagi dunia pendidikan dapat menambah

(5)

1.6 Metode Perancangan

Metode yang akan dipakai untuk mengumpulkan data dalam perancangan ini adalah dengan studi literatur pada berbagai macam literatur yang ada di berbagai

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah Kota Denpasar |PPAS Perubahan Tahun 2019 6 Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Sekretariat Daerah, Staf Ahli, Sekretariat Dewan Perwakilan

Klon M3 pada mutasi pertama menggunakan primer E146V dan mengalami mutasi pada urutan asam amino 146 yaitu asam amino asam glutamat dengan kodon GAG termutasi menjadi

berbeda, ini menjadi hal yang mudah untuk dilanggar, namun hal ini tidak akan terjadi jika wartawan tersebut patuh pada aturan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dari hal

Metode yang digunakan yaitu metode SWOT, yaitu dengan mengumpulkan data kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terkait dengan strategi pengembangan usaha

Menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasang iklan memperoleh pemahaman tentang

Ovocep-LD is a low-dose combined oral contraceptive containing ethinyl estradiol and norgestrel, which is prescribed to be taken in a 21-day active treatment period, followed by a 7-day

Dokumen-dokumen yang digunakan dalam realisasi anggaran pada PT Indonesia Power yaitu Rencana Kerja Anggaran (RKA), Pengadaan barang dan jasa (PA-AO) kolektif, Pengadaan

pelaku pelanggaran HAM berat melalui pengadilan Internasional. Langkah. kearah pembentukan pengadilan Internasional telah dirintis

Oleh karena itu, metode spektrofotometri visibel untuk penetapan kadar sefaleksin menggunakan pereaksi asetilaseton dan formalin diharapkan dapat juga digunakan untuk penetapan