• Tidak ada hasil yang ditemukan

YOHAN ARDIANA MANDASARI D1409050

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "YOHAN ARDIANA MANDASARI D1409050"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

LAPORAN KUIAH KERJA MEDIA

PROSES PRODUKSI PROGRAM ACARA HOTSPOT

Di GLOBAL TV

TUGAS AKHIR

Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya (A.Md.) Dalam Bidang Komunikasi Terapan

OLEH :

YOHAN ARDIANA MANDASARI

DIII PENYIARAN 2009

D1409050

PROGRAM DIPLOMA III KOMUNIKASI TERAPAN FAKULTAS ILMU POLITIK DAN ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

commit to user

v

“ Ada waktu untuk menangis , untuk tertawa,

ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari “

Pengkhotbah 3 : 3

“ Dream , Believe , Make it Happen “

Agnes Monica @agnezmo

“ Always Do What You Wanna Do

Always Say What You Wanna Say

Don’t Be Afraid “

(3)

commit to user

vi

PERSEMBAHAN

1. Tuhan Yesus .

Manis , pahit , susah , senang , tawa , tangis … hidupku keren . Thanks Lord !

2. Orang tua , adik , kakak , keluarga besar saya .

Terimakasih . Kalian …. LUAR BIASA

3. Teman , sahabat , saudara .

Terimakasih .

Kalian …. Sumber informasi dan inspirasi terbaik . Muach .

4. Almamater .

Terimakasih , Sebelas Maret. Terimakasih , FISIP.

(4)

commit to user

vii

Puji syukur kepada Tuhan Yesus atas segala berkat dan kemurahan yang

telah diberikan kepada Penulis sehingga dapat melaksanakan kegiatan Kuliah

Kerja Media 2012 di Global TV. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang

Penulis dapatkan dalam kesempatan magang tersebut , sehingga Penulis dapat

memperoleh banyak inspirasi dan informasi untuk menulis , menyusun , dan

kemudian dapat menyelesaikan Laporan Kuliah Kerja Media dengan judul Proses

Produksi Program Acara Hot Spot di Global TV.

Laporan Kuliah Kerja Media ini disusun untuk memenuhi salah satu

persyaratan menyelesaikan studi pada program Diploma III (D3) Komunikasi

Terapan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret

Surakarta. Dan pelaksanaan Kuliah kerja Media ini mempunyai tujuan yaitu,

untuk memperoleh tambahan ilmu dalam bidang broadcasting dan mendapatkan pengalaman, sehingga dapat membandingkan teori di bangku perkuliahan dengan

kenyataan yang terjadi di perusahaan.

Pada kesempatan ini, perkenankan penulis untuk menghaturkan terima

kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis baik secara moril,

spiritual maupun materiil, juga saran dan motivasi yang turut mendukung

kelancaran penyusunan Laporan Kuliah Kerja Media ini, maka dengan penuh rasa

(5)

commit to user

viii

1. Drs. Aryanto Budhy S, M.Si , selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir

yang telah meluangkan waktu dan telah memberikan pengarahan kepada

penulis dalam menyusun laporan KKM sebagai penulisan Tugas Akhir.

2. Segenap Tim Kerja Hot Spot dan 100% Ampuh Global TV , Mas Amin

EN, Kak Alfiansyah, Mbak Rahmania Tenrimelle, Kak Budy Asyanto,

Kak Fakhri, Kak Aldyna Damping dan Mbak Mida Sinaga .

3. Crew dan Karyawan di lantai 8 Gedung Ario Bimo , Global TV.

4. Dosen dan Staff Pengajar Broadcast 2009 dari semester awal hingga akhir

yang sudah berbagi ilmu dan pengalaman kepada penulis selama masa

perkuliahan.

5. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung terselesaikannya

Laporan Kuliah Kerja Media ini.

Dalam penyusunan ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih

banyak terdapat kekurangan dalam penulisan Laporan Kuliah Kerja Media ini,

maka dari itu dengan kerendahan hati penulis mengharapkan saran serta kritik

yang membangun demi perbaikan diri penulis dikemudian hari.

Surakarta, Mei 2012

(6)

commit to user

ix

HALAMAN JUDUL……… i

HALAMAN PERSETUJUAN ……… ii

HALAMAN PENGESAHAN ………. iii

HALAMAN PERNYATAAN ………. iv

HALAMAN MOTTO ……….. v

HALAMAN PERSEMBAHAN ……….. vi

KATA PENGANTAR ………. vii

DAFTAR ISI ………...…... ix

DAFTAR LAMPIRAN ……… xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelaksanaan Magang ……… 1

B. Tujuan Pelaksanaan Magang ………. 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Media Televisi Indonesia ...……… 8

B. Format Acara Televisi ...………. 10

C. Produksi Acara Televisi ...……….. 20

D. Proses Produksi Program Acara Televisi ...……… 26

BAB III DESKRIPSI UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Global TV ...………. 29

B. Visi dan Misi Global TV ...………. 30

C. Alamat Global TV ...………... 31

D. Logo Perusahaan ...………. 34

E. Struktur Organisasi Perusahaan ...……….. 36

F. Jangkauan Siaran ...………. 38

BAB IV PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA A. Kegiatan Kuliah Kerja Media ...………. 39

B. Focus Of Interest ...………. 49

C. Catatan Selama Pelaksanaan KKM ...……… 56

(7)

commit to user

x

B. Saran ...……… 59

DAFTAR PUSTAKA ………... xii

(8)

commit to user

xi 1. Surat Tugas

2. Surat Keterangan Diterima Praktek Kerja Lapangan

3. Surat Keterangan Menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan

4. Laporan Evaluasi Praktek Kerja Lapangan

5. Laporan Periodik

6. Absensi Magang

7. Portofolio :

- Rundown Hot Spot

#Eps. Hello India

#Eps. Hii Serem

#Eps. Spektakuler

- Skrip Hot Spot

#Eps. Hello India

#Eps. Hii Serem

#Eps. Spektakuler

- Skrip 100% Ampuh “ 100% Cinta “

Episode #22 #23 , Lokasi : La Piaza , Kelapa Gading

- Rundown 100% Ampuh

Episode #23 , Lokasi : La Piaza , Kelapa Gading

8. Dokumentasi Pelaksanaan Magang

9. CD Video Copy Tayang Hot Spot Karya Penulis

(9)

commit to user

xii

DAFTAR PUSTAKA

Karsito Eddie. 2008 . Menjadi Bintang “ Kiat Sukses Jadi Artis Panggung Film dan Televisi. Jakarta : Ufuk Press

Lembaga Ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI) . 2008 . KOMUNIKA “ Warta Ilmiah Populer Komunikasi Dalam Pembangunan. Jakarta : LIPI .

Naratama . 2004. “ MENJADI SUTRADARA TELEVISI “ Dengan Single dan Multi Camera. Jakarta : PT. Grasindo

(10)

commit to user

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pelaksanaan Magang

Berkembangnya teknologi pertelevisian saat ini mulai diikuti dengan

kemunculan perusahaan televisi yang semakin menjamur dan berkembang

dengan pesat di indonesia. Orang- orang yang bermodal besar ramai-ramai

mendirikan Stasiun Televisi karena bisnis ini dianggap sangat menjanjikan

karena semakin perlunya masyarakat dengan informasi dan hiburan. Selain

membutuhkan informasi, masyarakat juga membutuhkan hiburan untuk

sekedar bersantai dan melepaskan penat setelah seharian bekerja.

Di Indonesia sendiri semua industri program televisi juga telah

berkembang pesat layaknya negara-negara yang menemukan

program-program televisi lebih awal. Mau tidak mau, masing-masing stasiun

berupaya menarik perhatian pemirsa dengan berbagai acara unggulan yang

diminati masyarakat. Untuk saat ini , tayangan yang menggunakan video

dari You Tube sedang menjadi tren. You Tube itu sendiri adalah layanan berbagi video gratis melalui internet yang didirikan pada bulan februari

(11)

commit to user

2

ini bermula dari kerja iseng tiga mantan pegawai Pay Pal. Perusahaan ini berdiri di San Bruno, California.

Bermacam – macam video bisa diunggah ke dalam youtube. Mulai

dari rekaman acara TV, cupilikan film, video musik dan segala hal yang

ingin diungggah oleh pemilik account itu sendiri. Hal inilah yang juga

akhirnya menimbulkan kontroversi. Selain digunakan sebagai ajang

promosi gratis, saat ini video – video dari youtube juga banyak

ditampilkan di stasiun – stasiun televisi di indonesia, mereka mengambil

beberapa video dari youtube untuk program acara mereka. Di setiap

[image:11.612.166.507.214.464.2]

episodenya mereka membuat satu tema yang dimana isinya video dan

gambar yang sudah ada di internet.

Seperti halnya program acara Hot Spot di Global TV yang telah dalam beberapa bulan ini hadir kehadapan pemirsa televisi. Hot Spot

adalah sebuah program features yang menyajikan informasi dan inspirasi

unik dengan target sasarannya adalah kalangan ibu rumah tangga dan

wanita – wanita muda , yang bersumber dari video – video yang di unggah

di You Tube. Dalam setiap episode , Hot Spotyang selalu dipandu oleh 2 orang hostini , mempunyai satu tema besar yang dikembangkan menjadi 4 Sub tema yang dikupas. Oleh karena itu, ini bukanlah sebuah perkara

mudah bagi tim kreatif untuk terus menggali ide yang akan diangkat di

episode-episode selanjutnya karena terpatok pada batasan – batasan tema

(12)

commit to user

Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Media kemarin, penulis

berkesempatan untuk mengikuti pelaksanaan magang di sebuah stasiun

televisi swasta nasional , yaitu Global TV. Setelah melalui pembagian

team dan jobdesk oleh user , Penulis kemudian bergabung bersama salah

satu tim produksi yang ada di Global TV. Kami bertugas untuk secara

reguler memproduksi program acara striping Hot Spot dan 100% Ampuh.

100% Ampuh diampu oleh 3 tim produksi , sedangkan Hot Spot 2 tim

produksi.

Ada beberapa divisi awak kerja yang ada pada Tim Kerja Produksi

Hot Spot mulai dari Eksekutif Produser , Produser , Assisten Produser , Tim Kreatif , Production Assistant (PA) , Talent Research , dan divisi produksi teknis yang meliputi kameramen , lighting person, make up and wardrobe, properti , dan runner. Mereka semua mempunyai job desknya masing – masing dan mengerjakannya dengan baik , tanpa

mengesampingkan kualitas tim work yang solid dan bisa menghasilkan

tayangan yang mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia, terbukti

dengan angka rating share yang cukup baik. Proses Produksi Hot Spot

dibagi menjadi 3 bagian , yaitu Pra Produksi , dimana Tim Kreatif

mempunyai peran yang sangat penting disini. Tim Kreatif dalam satu tim

kerja Hot Spotterdiri dari dua orang yang bertugas untuk menggali tema , bahan , dan materi yang kemudian diolah dan dikemas untuk menjadi

sebuah episode tayang. Dari sebuah tema tersebut, disusun menjadi 4

(13)

commit to user

4

kemudian dilanjutkan dengan proses penulisan skrip voice over. Eksekutif Produser dan Produser yang dibantu oleh Assisten Produser , kemudian

mengkaji tema , bahan , dan materi yang telah disusun oleh Tim Kreatif.

Mereka kemudian mengkaji semuanya itu apakah layak tayang dan sesuai

dengan target dan sasaran segmen program Hot Spot yaitu ibu rumah tangga dan wanita muda. Kemudian Production Assistant bertugas untuk

mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan saat proses produksi

(shooting) mulai dari melakukan crew call, riset lokasi , lobbying pihak lokasi, dan berhubungan dengan host yang dibantu oleh divisi talent research.

Kemudian tahap berikutnya adalah proses produksi, yaitu proses

shooting host dan tips kanjeng. Divisi Produksi Teknis yang menjadi ”pemeran utama” dalam proses ini. Kameramen , Lighting Person, dan

Soundmanbertugas untuk mendapatkan hasil gambar terbaik untuk dibawa kemeja editing. Petugas properti , make up, dan wardrobebertugas untuk mempersiapkan host dengan tampilan sesuai tema. Tim Kreatif bertugas untuk mengarahkan host untuk menyampaikan materi sesuai dengan

rundown dan skrip yang telah dibuat , dan Production Assistant bertugas untuk memandu jalannya shooting agar berjalan lancar, tepat waktu dan efisien.

Proses terakhir adalah Pasca Produksi , dimana disini semua hasil

[image:13.612.167.508.217.461.2]
(14)

commit to user

memantau dan memandu editor juga mengawasi proses take voice over

yang dilakukan oleh pengisi suara. Setelah mendapatkan satu paket

episode siap tayang Eksekutif Produser dan Produser bertugas untuk

melakukan preview , sebelum paket – paket episode siap tayang itu dapat

segera dibawa ke pemancar pusat untuk ditayangkan.

Pengalaman dan pengetahuan tentang proses produksi dari awal

hingga akhir ini Penulis dapatkan saat melaksanakan magang di Global TV

selama 11 minggu . Penulis mendapatkan kesempatan untuk magang dan

mengikuti semua tahap produksi program Acara Hot Spot dan juga beberapa episode 100% Ampuh. Namun Hot Spot telah memberikan pengalaman yang lebih banyak kepada Penulis, walaupun Penulis

mendapatkan jobdesk sebagai salah satu Tim Kreatif, Penulis juga diberi

kesempatan untuk membantu pekerjaan di divisi-divisi lain , yang

membantu Penulis mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan

tentang semua yang terjadi dalam sebuah produksi program acara Hot Spot. Dari situlah muncul inspirasi bagi Penulis untuk mengangkat judul Laporan Kuliah Kerja Media tentang Proses Produksi Program Acara

HotSpot di Global TV. Selain itu, banyaknya program acara yang

berkonsep serupa dengan Hot Spot membuat persepsi bahwa program

acara seperti ini relatif mudah produksinya, mendorong Penulis untuk

menjelaskan bagaimana proses produksinya dari pra , produksi , hingga

(15)

commit to user

6

Spot ini juga mempunyai banyak tantangan dan kesulitan juga berbagai

permasalahan teknis lainnya.

B. Tujuan Pelaksanaan Magang

1. Tujuan Umum

Mahasiswa mampu melaksanakan latihan kerja di tempat magang

untuk meningkatkan pengetahuan, dan membentuk sikap

profesionalitas serta keterampilan kerja.

2. Tujuan Khusus

a. Sebagai pemenuhan salah satu syarat kelulusan guna memperoleh

Gelar Ahli Madya (A.Md) dalam bidang Komunikasi Terapan.

b. Mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang praktik kerja di

bidang penyiaran televisi.

c. Mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan, dan membentuk

sikap serta keterampilan profesional dalam pekerjaan sebagai

seorang karyawan televisi dalam unit kerja yang diminati sebagai

Tim Kreatif.

d. Mahasiswa mampu mengumpulkan informasi yang relevan yang

nantinya akan digunakan sebagai bahan referensi untuk membuat

(16)

commit to user

e. Mahasiswa mampu memberikan alternatif pemecahan masalah

yang mungkin sedang dihadapi oleh istitusi tempat magangnya,

(17)

commit to user

8 Bab II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Media Televisi Indonesia

Kebutuhan akan hiburan dan informasi masyarakat Indonesia terus

mengalami peningkatan dari waktu ke waktu seiring dengan kemajuan

teknologi di era globalisasi ini. Berita , informasi , dan hiburan dapat

diperoleh dari mana saja . Baik itu dari media cetak , seperti koran atau surat

kabar, majalah, dan tabloid atau dari media elektronik , seperti radio ,

televisi , juga alat – alat elektronik yang terhubung dengan jaringan internet.

Semua media yang menyediakan informasi berkembang pesat, seiring

dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat akan informasi yang harus

selalu baru , up to date , dan cepat saji. Dan televisi menjadi salah satu media informasi yang paling berkembang . Baik dari segi penggalian berita

dan dalam segi kecepatannya untuk menyajikan berita dan informasi yang

paling baru dan fresh bagi pemirsanya.

Fungsi televisi pada dasarnya adalah sebagai alat atau media

massa elektronik yang digunakan untuk memperoleh sejumlah informasi,

hiburan, pendidikan dan sebagainya, sesuai dengan Undang-Undang

Penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 4 bahwa penyiaran bertujuan

(18)

commit to user

beragama, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia , dan

juga membangun kesejahteraan masyakarat. 1

Kemudian , media penyiaran televisi di Indonesia mulai

berkembang . Mulai dari fungsi sebenarnya yaitu sebagai media informasi ,

sarana hiburan dan pendidikan , televisi di kemudian hari mempunyai fungsi

tambahannya sebagai media komunikasi dua arah , dan sebagai sarana

tayangan komersial , karena mulai munculnya iklan – iklan komersil di

televisi. Sebagian masyarakat mulai berbondong - bondong mengalihkan

perhatian dari kebiasaan mendengarkan radio ke menyaksikan tayangan

televisi, karena Televisi terdiri dari dua unsur yakni suara dan gambar,

sehingga pemirsa yang menggunakan televisi tidak hanya mendengarkan

tapi juga melihat apa yang dipertontonkan melalui televisi tersebut.

Televisi pun dipandang sebagai sebuah industri terbesar dalam kurun

waktu belakangan ini , yang hadir sebagai alternatif yang menjanjikan. Hal

tersebut menyebabkan keberadaan sejumlah stasiun televisi swasta nasional

dan televisi lokal bahkan beberapa tahun belakangan ini marak sekali

perusahaan – perusahaan yang menawarkan mengalami pertumbuhan yang

signifikan .2

1

Undang-Undang Penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 4

2

Eddie Karsito , E-book : Menjadi Bintang “ Kiat Sukses Jadi Artis Panggung , Film dan Televisi

(19)

commit to user

10

[image:19.612.140.506.108.461.2]

Fungsi Televisi

Gambar 2.7 3

B. Format Acara Televisi

Media penyiaran televisi di Indonesia terbilang masih relatif sangat

muda dibanding negara berkembang lainnya. Program televisi masuk dan

tumbuh subur sejak tahun 1989 saat terjadinya diregulasi dalam kebijakan

penyiaran , yang kemudian mendorong munculnya stasiun televisi swasta

nasional pertama di Indonesia. Rajawali Citra Televisi Indonesia atau RCTI

, setelah itu disusul oleh lahirnya televisi – televisi swasta nasional

selanjutnya yaitu SCTV, TPI, ANTV, Indosiar, Metro TV, Trans TV, TV7

(sekarang TRANS7) , Lativi, dan GlobalTV.4

3

Drs. EB Surbakti, MA , E-book : AWAS TAYANGAN TELEVISI Tayangan Misteri dan Kekerasan Mengancam Anak Anda ( Jakarta : PT Elex Media Computindo , 2008 ) Halaman 77

4

Lembaga Ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI) , Ebook: KOMUNIKA “ Warta Ilmiah Populer Komunikasi Dalam Pembangunan( Jakarta: LIPI , 2008) Hal. 28

(20)

commit to user

Pada awal kemunculannya stasiun – stasiun televisi nasional Indonesia

, program acara dan tayangannya masih banyak didominasi oleh film dan

drama seri yang diimpor dari luar negeri, terutama Amerika. Hal ini tidak

lepas dari adanya jaringan kerjasama mereka dengan stasiun televisi lain di

negara – negara maju .

Sebagai contoh , ANTV yang memiliki segmentasi penonton remaja

dan anak muda memilih menjalin kerjasama dalam pengadaan program

acara dengan MTV Asia ( Music Televisi ) yang merupakan jaringan MTV

dunia dengan sajian acara beraliran budaya popular modern . Dalam

perkembangannya, MTV kemudian beralih kerjasama dari ANTV ke

GLOBAL TV dengan memproduksi ulang sendiri acara yang mengadopsi

konsep acara MTV Asia . SCTV saat awal kemunculannya , lebih banyak

menyajikan acara – acara olahraga melalui kerjasama dengan Entertaiment and Sport Program Network ( ESPN ) , Indosiar dikenal dengan sajian acara sinema layar lebar yang merupakan hasil kerjasamanya dengan Home Box Office (HBO) . Selain itu , seperti yang dilakukan oleh negara berkembang yang lain , stasiun – stasiun televisi tesebut juga melakukan kerjasama

dengan jaringan televisi internasional lainnya , seperti CNN, ABC, CBS,

NBS, Star-TV dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan sumber daya manusia yang

dipekerjakan juga teknologi yang ada , secara perlahan produk acara lokal

mulai banyak mengisi program acara televisi swasta nasional yang ada di

(21)

commit to user

12

tayang setiap harinya. Penurunan jumlah produk acara film asing yang

ditayangkan ini tidak lepas dari mahalnya harga impor film dan program

acara itu bertepatan dengan adanya krisi moneter yang berkepanjangan di

Indonesia. Maka dari itu mulai digalakkan gerakan cinta produk asli

Indonesia termasuk produk acara televisi yang diproduksi oleh anak bangsa

Indonesia.

Penayangan sebuah program acara televisi pada dasarnya bukan hanya

tergantung pada konsep penyutradaraan dan kreatifitas penulisan naskah

acaranya saja. Namun juga sangat bergantung pada kemampuan kerja

professional semua awak kerja produksinya dan seluruh mata rantai divisi

yang terkait. Suksesnya sebuah tayangan program acara terletak pada ,

antara lain :

1. Konsep acara yang bagus , berbeda , mempunyai nilai lebih.

2. Jam tayang yang tepat

3. Promosi ( on air dan off air )

4. Kualitas teknis ( Kualitas gambar dan suara )

Acara yang bagus akan menjadi buruk jika jam tayangnya tidak tepat,

acara yang bagus akan tidak sukses karena kurangnya promosi, acara yang

sudah dikemas sesempurna mungkin juga bisa menjadi tidak enak

disaksikan jika kualitas gambar atau suara yang muncul di televisi

mengalami gangguan.5

5

(22)

commit to user

Semua hal diatas akan dapat diantisipasi jika sebelum memproduksi

acara , tim produksi acara , dalam hal ini terutama produser dan tim kreatif

membuat dan menentukan terlebih dahulu suatu format acara televisi yang

terancang dan terencana, juga disertai dengan pelaksanaan standar operasi

produksi yang tepat pula , oleh semua divisi yang ada dalam satu tim

produksi.

Format Acara televisi adalah “ sebuah perencanaan dasar dari suatu

konsep acara televisi yang akan menjadi landasan kreatifitas dan desain

produksi yang akan terbagi dalam berbagai criteria utama yang disesuaikan

dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut “ ( Naratama, 2004: 63 )

Menentukan format acara televisi merupakan hal terpenting dan harus

menjadi terdahulu sebelum menentukan yang lain . Pengenalan terhadap

konsep acara dan pemahaman bagaimana kecocokan antara konsep acara

dengan target penonton menjadi inti dari proses penentuan format acara

televisi ini.

Format acara Televisi dibagi menjadi tiga jenis yang mewakili

mayoritas dari jenisnya , yaitu :

a. Fiksi ( Drama )

Fiksi atau program acara drama merupakan format acara

televisi yang dibuat dan kemudian diproduksi melalui proses

imajinasi kreatif dari kisah drama atau fiksi yang mengandung

unsur rekayasa , bukan sebenarnya . Biasanya memuat kisah dan

(23)

commit to user

14

dalam suatu cerita utuh untuk diadegankan. Adegan – adegan yang

tercipta itulah yang akan menjadi wujud penggabungan antara

realitas peristiwa kehidupan dengan fiksi atau imajinasi penulis

atau penciptanya. 6

Fiksi atau drama dapat bermacam – macam jenisnya.

Contoh format fiksi / drama , antara lain :

1. Sandiwara

2. Tragedi

3. Aksi

4. Komedi

5. Asmara

6. Horror atau misteri

b. Non Fiksi (non drama)

Non fiksi atau non drama adalah format acara televisi yang

merupakan kebalikan dari fiksi atau drama. Format acara ini

diproduksi dengan inspirasi dari kehidupan sehari – hari ,

peristiwa yang terjadi di sekitar kita, atau bahkan pengalaman kita

sendiri . Bedanya dari fiksi adalah inspirasi atau cerita itu tidak

direkayasa lagi . tidak direprentasikan ulang, dan tidak dibumbui

dengan cerita khayal . Format acara non drama ini bisa dibilang

adalah sebuah runtutan pertunjukan yang dibuat secara kreatif

6

(24)

commit to user

dengan mengutamakan unsur hiburan , dengan menambahkan unsur

action , gaya , dan musik.

Contohnya adalah sebagai berikut :

1. Pertunjukan musik ( music show)

Program acara televisi yang memiliki unsure utama yaitu

pertunjukan musik dari group band, penyanyi , pemusik ,

girlband , boyband, yang atau tidak dipandu oleh host pada setiap tayangannya. Dulu hanya beberapa program acara musik

yang ada dan diproduksi oleh beberapa stasiun televisi , seperti

Clear Top Ten (RCTI) , PESTA (Indosiar) , MTV Ampuh

(MTV Global TV) dan beberapa lainnya yang menggabungkan

antara konsep tangga lagu atau chart mingguan dengan selipan

video klip. Program acara musik di Indonesia sendiri sedang

mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun

belakangan ini . Hampir setiap stasiun televisi memiliki

program acara musik yang hadir setiap hari dengan durasi

panjang . Contohnya , Dahsyat (RCTI) , Inbox (SCTV) , 100%

Ampuh (Global TV) , Derings (Trans TV) , dll.

2. Magazine Show

Magazine Show atau magazine televisi atau majalah televisi

merupakan sebuah program acara televisi yang mempunyai

format menyerupai majalah (media cetak) yang memiliki

(25)

commit to user

16

mempunyai satu tema besar yang diangkat tiap episodenya ,

bersifat timelesssesuai dengan minat dan tendensi penontonnya.7 Ciri – ciri Magazine Show antara lain :

a. Terdapat rubrikasi yang selalu sama setiap episode dengan

tema yang bergantian .

b. Timeless , tidak menitikberatkan pada kekinian.

c. Magazine Show bukan features, setiap scene yang ada

didalamnya bersifat entertaining.

d. Durasi liputan yang ada didalamnya pendek.

3. Talk Show

Talk Show atau program wicara televisi merupakan program acara dengan

menghadirkan narasumber – narasumber yang relevan dengan tema yang

diangkat dalam setiap episodenya , dan dipandu oleh host yang merangkap tugas sebagai moderator perbincangan .

Talk Show dalam sejarah program acara televisi , mulai berkembang sejak

hadirnya acara “Oprah Winfrey Show” yang diproduksi di Amerika , antara tahun1986 – sekarang . Acara ini menjadi contoh terbaik acara

talkshow yang kemudian banyak diproduksi dan dikembangkan di negara

lain termasuk Indonesia.

4. Variety Show

Variety Show adalah format acara televisi yang mengkombinasikan

berbagai format acara lainnya seperti talkshow, magazine show, kuis,

7

(26)

commit to user

game show, drama , atau sitkom. Variasi acara itulah yang kemudian

dipadukan dalam sebuah packaging acara baik dalam bentuk tayangan langsung atau tapping.

5. Game Show

Game show adalah program acara atau tayangan televisi dengan format

challenge , yang sifatnya mengadu kecerdasan , ketangkasan , ketrampilan, dan kemampuan pesertanya.

6. Dll

c. Berita dan Olahraga

Berita dan olahraga adalah sebuah format acara televisi yang

diproduksi berdasarkan informasi dan fakta yang merupakan kejadian atau

peristiwa yang terjadi , yang mempunyai nilai penting , dan yang harus

diketahui oleh masyarakat. Format berita harus mengandung nilai faktual,

aktual, dan berimbang yang dihadirkan ke hadapan pemirsanya dengan

kecepatan dan ketepatan waktu dimana dibutuhkan. 8

Contoh format acara berita antara lain :

1. Feature

Feature adalah salah satu program televisi yang bersifat non fiksi, soft

news, dengan karakter human interest yang kuat, lebih bersifat

menghibur karena mengandung sesuatu yang unik dan menarik.

8

(27)

commit to user

18

Fungsi feature mencakup lima hal:

a. Melengkapi sajian berita langsung (straight news).

b. Pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan, atau peristiwa

yang terjadi. Dengan gaya bahasa yang lebih santai.

c. Sebagai program penghibur dan pengembangan imajinasi yang

menyenangkan.

d. Pemberi nilai dan makna terhadap suatu keadaan atau peristiwa.

e. Sarana ekspresi yang paling efektif dalam mempengaruhi khalayak.

Karena mengandung unsur – unsur yang menarik dan inspiratif.

Beberapa contoh jenis program feature antara lain :

- Feature human interest (human interest feature)

Program feature yang langsung menyentuh keharuan, kegembiraan,

kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya. Contohnya :

Program Pengabdian (TRANS TV) yang mengangkat kisah dokter

yang ditempatkan didaerah – daerah terpencil untuk membantu

warga yang terpinggirkan.

- Feature biografi (biografical feature)

Merupakan program feature yang mengangkat cerita tentang

riwayat hidup seorang tokoh yang terkenal, penting dan

menginspirasi , tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang

yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi. Contoh :

Program Riwayat (Trans7) yang menampilkan dan mengulik

(28)

commit to user

- Feature perjalanan (travelogue feature)

Program feature yang menceritakan pengalaman berkesan dari

sebuah perjalanan. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur

subjektivitas menonjol, karena biasanya host atau pembawa

acaranya adalah orang yang terlibat langsung dalam

peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”, atau

“kami” (sudut pandang-point of view-orang pertama). Contoh :

Program Backpacker / Panji Petualang / Gadis Petualang di Global

TV.

- Feature tren (trend features)

Program feature yang menceritakan tentang gaya hidup komunitas

tertentu atau masyarakat pada umumnya dalam jangka waktu

tertentu. Contoh : Program Hot Spot (Global TV) , program Jelajah

Malam (Trans Tv)

- Feature petunjuk praktis (tips)

Feature how-to-do feature adalah program feature yang

menjelaskan tentang bagaimana suatu perbuatan atau aktifitas

dilakukan. Misalnya, tentang bagaimana memasak suatu yang

berkhasiat, merangkai bunga, membuat alat-alat yang praktis, dll .

Contoh: Tips Kanjeng pada Program Hot Spot (Global TV)

- Feature ilmiah (scientific feature)

Program feature yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan

(29)

commit to user

20

naratif, menggunakan data dan informasi yang memadai. Contoh :

Program Hot Spot (Global TV)9

2. Dokumenter

Dokumenter televisi memiliki struktur atau kerangka cerita yang

memuat suatu dokumentasi dari ilmu pengetahuan , sejarah, juga dapat

memuat unsur – unsur human interest , pariwisata , atau sesuatu lain

yang perlu untuk diangkat yang bersumber pada kenyataan atau realita

yang benar- benar terjadi.

3. Sport

4. News

C. Produksi Acara Televisi

Dalam suatu program acara televisi, ada banyak sekali unsur yang

ada didalamnya. Unsur – unsur tersebut kemudian dipadupadankan , dan

akhirnya menjadi suatu kesatuan kuat yang akan mendukung keberhasilan

suatu program acara televisi. Dari sekian banyak unsur yang ada, terdapat

lima hal dasar yang menjadi pokok sebelum melakukan produksi acara

televisi yaitu sebagai berikut :

9

(30)

commit to user

1. Ide

Sebelum ada konsep acara, pasti ada sebuah ide yang menjadi

inspirasi dalam membuatnya. Ide atau gagasan merupakan awal dari

semua produksi acara televisi. Acara yang paling sederhanapun, seperti

sebuah acara siaran berita berasal dari sebuah ide yang tercetus yang

kemudian dimatangkan . Dari sebuah ide , tim kerja produksi ,

terutama tim kreatif akan dapat membuat kerangka – kerangka

pemikiran lain untuk kemudian dikerjakan oleh semua divisi – divisi

lain dalam suatu tim agar terciptalah sebuah acara yang menarik dan

tentunya sesuai dengan tujuan awal dibuatnya.

2. Pengisi Acara

Pengisi acara adalah indivudi manusia atau kelompok individu

yang tugasnya menjadi media untuk menyampaikan konsep acara yang

telah dibuat kepada penonton dengan sedemikian rupa sesuai dengan

skrip atau panduan yang ada. Pengisi acara biasanya merupakan

orang-orang yang mempunyai talenta dalam bidangnya , seperti aktris, actor,

penyanyi, group band , dll.

Dalam menentukan pengisi acara , biasanya diadakan castingatau audisi untuk melihat kecocokan antara karakter acara atau konsep

(31)

commit to user

22

3. Peralatan Produksi

Peralatan produksi merupakan hal teknis yang sangat

berpengaruh terhadap jalannya suatu produksi. Semua produksi

program acara pasti akan memerlukan kesediaan alat – alat ini. Dari

yang paling sederhana seperti kamera, clip-on, lighting, tripod, genset,

hingga mixer sound, studio , monitor , boomer, microfon , dll.

4. Tim Produksi

Peralatan produksi yang lengkap dan mumpuni tidak aka nada

artinya jika tidak ditunjang dengan tim produksi yang kompeten. Tim

produksi adalah orang – orang yang menjalankan proses produksi

sesuai dengan tanggung jawab dan jobdesk dan kemampuan

dibidangnya masing- masing.

Tim produksi sebuah acara biasanya meliputi sebagai berikut :

a. Divisi Non Teknis :

- Executif Producer (EP) /Producer Eksekutif

Produser Eksekutifadalah orang yang bertanggungjawab atas semua sebuah produksi program acara sejak program tersebut

masih berupa ide atau gagasan. Produser Eksekutif juga

bertanggungjawab mencari dana dari pemodal untuk

(32)

commit to user

keseluruhan dan bertanggung jawab atas tayangan program acara atau hak

siar.

- Produser

Produser adalah suatu jawaban yang berada satu level dibawah Produser Eksekutif . Produser merupakan kaki tangan Produser Eksekutif yang

terjun langsung ke lapangan untuk mengontrol jalannya proses produksi

acara dan bertanggung jawab atas departemen produksi yang dipimpinnya.

- Assitant Producer (Ass. Prod) / Assisten Produser

Assistant Produser adalah salah satu elemen penting yang membuat proses produksi berjalan dengan lancar, di sini asisten produser berperan

untuk mengawasi kinerja tim produksi, juga sebagai wakil sang produser

yang bertugas membantu memecahkan masalah produksi atau setiap

kesulitan yang datang dalam area produksi serta menjadi komunikator

yang baik antara produser dan seluruh crew. - Tim Kreatif

Tim Kreatif adalah divisi produksi yang bertugas mengembangkan konsep

atau ide dasar program yang akan dibuat. Tim kreatif juga merupakan

bagian yang harus menyusun urutan acara dalam bentuk rundown serta

script untuk host, bintang tamu, serta menentukan materi tambahan seperti liputan (termasuk kontent liputannya), juga pendukung acara yang dibutuhkan untuk mempermanis program tersebut. Tim kreatif bisa juga

(33)

commit to user

24

bahan produksi setiap harinya, briefing pengisi acara sewaktu syutimg , dikerjakan oleh tim kreatif.

- Production Assistant (PA)

Production Assistant atau PAadalah sebuah elemen penting dalam dunia

broadcast. PA adalah orang yang bertanggung jawab memproduksi langsung di lapangan atau lokasi shooting atas hasil produksi, yang tentunya dibantu serta didukung oleh crew ( Cameraman, Audioman, Lightingman, Wardrobe, Property, dll) tak lupa tanggung jawab seorang PA juga mencakup hingga proses pasca produksi, yakni bertanggung

jawab memantau proses editing hingga program itu ditayangkan. Dalam hal ini seorang PA diatasai oleh produser, yang merumuskan konsep (dari

hasil evaluasi para team creatif ) yang telah dibuat, disepakati atau diputuskan oleh ExecutiveProduser & Produser.

- Talent Research (TAR)

Talent Research merupakan divisi produksi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengurus dan menyediakan talent atau pengisi

acara atau penyaji acara yang telah disepakati oleh tim kreatif dan

produser, baik dengan proses casting atau langsung. Talent Research juga bertugas untuk mengurus semua urusan kontrak kerja yang berkaitan

dengan pengisi acara, biasanya hal ini merupakan hubungan kerja dari

(34)

commit to user

research bertugas menjadi LO (liason officer) para pengisi acara, talent researchbertanggung jawab atas kedatangan para pengisi acara.

b. Divisi Teknis :

- Pengarah Acara ( Program Director),

- Asistan Program Director

- Pengarah teknik

- Pemadu gambar ( Switcher ) - Pengarah studio ( Floor Director)

- Juru Audio ( Soundman )

- Juru Kamera ( Camera Person)

- Juru Cahaya ( Lightingman )

- Art Departement - Set builder - Make up - Wardrobe - Property - Designer - Record operator

5. Penonton televisi

Penonton televisi menjadi tolak ukur keberhasilan suatu

(35)

commit to user

26

akan dikatakan berhasil jika mampu menyampaikan pesan dan tujuan

dibuatnya. Dan itu semua terjadi jika acara tersebut banyak ditonton

dan diapresiasi oleh banyak penonton pula.

D. Proses Produksi Program Acara Televisi

Suatu proses produksi acara televisi terdiri dari tiga tahap bagian

sesuai Standart Operating Productioan (SOP) yaitu : 1. Pra Produksi

Proses pra produksi, merupakan awal dari program acara dibuat.

Berawal dari sebuah ide, dikembangkan menjadi konsep acara ,

perencanaan produksi, riset , persiapan teknis dan non teknis . Proses ini

biasanya dilakukan oleh produser , assisten produser dan production

assisten dengan melakukan riset, perencanaan dana atau biaya,

pemilihan lokasi , pengecekan lokasi , loading alat-alat produksi. Sedangkan tim kreatif bertugas untuk mematangkan konsep bersama

produser , penyusunan rundown , pembuatan skrip untuk pengisi acara,

Selanjutnya adalah tahap persiapan meliputi pemberesan kontrak,

perijinan dan surat – menyurat oleh divisi talent research . Proses ini juga meliputi latihan para artis / gladi resik dan pembuatan setting.

2. Produksi

Dalam proses inilah semua buah pikir dan persiapan – persiapan

(36)

commit to user

divisi teknis mulai bekerja. Para penyaji acara ( host , artis pengisi acara, band , penyanyi , dll) mendapatkan arahan dari tim kreatif , yang

kemudian di arahkan lagi di panggung oleh floor director. Jika program acara yang diproduksi bukan merupakan acara live, makan yang bertugas mengarahkan acara baik dari penuturan content acara hingga

blockingpara penyaji acara adalah tim kreatif .

Switcher , audioman , lightingman studio, OAP , PA , dan

Ass.Prod akan ngatur jalannya produksi acara livedari panel roomyaitu ruangan khusus yang berisi alat-alat kerja produksi seperti mixer sound,

VTR, monitor , perangkat computer , dll . Kameramen, floor director , program director dan assistennya berada di panggung atau stage.

Sedangkan tim wardrobe dan make up berada di backstage atau ruang rias untuk mempersiapkan penampilan para penyaji acara.

3. Pasca Produksi / Post Production

Setelah proses syuting telah selesai dikerjakan, tahap selanjutnya

adalah proses pasca produksi. Sebagian besar proses ini merupakan

proses editing yang nantinya akan ditayangkan. Untuk program acara

live, biasanya proses pasca produksi ini tidak begitu penting, hanya

akan dilakukan proses packaging dokumentasi acara dengan membuat

(37)

commit to user

28

Proses editing dilakukan oleh editor yang akan dipandu oleh PA.

PA mengatur kesesuaian antara hasil editing dengan konsep yang telah

dibuat sebelumnya. Setelah itu akan supervise proses editing juga akan

ditinjau oleh produser. Setelah proses ini selesai dan sudah menjadi

(38)

commit to user

29 BAB III

DESKRIPSI UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Global TV

PT. Global Informasi Bermutu didirikan pada tanggal 22 Maret 1999

di Jakarta, dengan Akta Pendirian No. 14 dan mendapatkan Ijin Prinsip

Pendirian Lembaga Penyiaran Televisi Swasta No: 801/MP/PM/199 yang

dikeluarkan oleh Menteri Penerangan RI, tertanggal 25 Oktober 1999.

Setelah selama beberapa waktu melakukan siaran percobaan, akhirnya pada

tanggal 8 Oktober 2002 Global TV resmi siaran sebagai stasiun TV swasta

dengan pangsa pasar anak muda. Pada awalnya, Global TV merupakan

broadcaster dari program musik MTV selama 24 jam.

Pada tahun yang sama Global TV memiliki 6 (enam) stasiun relay

yaitu Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta.

Global TV juga mendapatkan lokasi frekuensi untuk 7 (tujuh) kota yaitu

Denpasar, Samarinda, Pontianak, Palembang, Manado dan Banjarmasin.

Kemudian seiring perkembangannya, yaitu pada tahun 2003, Global TV

mendapatkan tambahan alokasi frekuensi untuk 5 (lima) kota yaitu

Pakanbaru, Padang, Jambi, Lampung dan Jayapura.

Mulai pada tanggal 15 januari 2005 Global TV melakukan

perubahan format siaran menjadi 12 jam (Program MTV) dan 12 Jam

(Program Global TV) serta melebarkan target pasar menjadi anak muda dan

(39)

commit to user

30

Pada tahun 2006, Global TV kembali melebarkan pangsa pasar

dengan menambah pangsa pasar anak-anak melalui penayangan program

Nickelodeon. Target market melebar menjadi anak-anak, anak muda dan

keluarga muda (ABCD, 05-34, M/F). Pada tahun yang sama, Global TV

telah memiliki stasiun relay sebanyak 18 yang menjangkau 143 kota dan

110 juta pemirsa. Saat ini, Global TV dimiliki oleh Bimantara secara tidak

langsung melalui PT. Media Nusantara Citra atau bisa disebut juga MNC.

Dengan rincian Pemegang saham sebagai berikut :

1. Media Nusantara Citra : 99.99%

2. Infokom Elektrindo : 0.01%

B. Visi dan Misi Global TV

1. Visi

Sebagai satu-satunya media televisi yang menjadi sumber

inspirasi, informasi dan hiburan bagi anak-anak, anak muda dan

keluarga muda serta pemirsa berjiwa muda (young at heart) yang

mengerti serta memahami keinginan dan kebutuhan pemirsa yang

sekaligus menjadi media terefektif bagi agencies dan pemasang iklan.

2. Misi

Sebagai media untuk menyalurkan energi, dinamika dan proses

kreatif keluarga muda dan yang berjiwa muda dengan memadukan

(40)

commit to user

dan budaya bangsa Indonesia melalui tayangan program yang

mencakup kebutuhan informasi, pendidikan dan hiburan yang sesuai

dengan target segmen utama pemirsa.

C. Alamat Global TV

Global TV memang belum memiliki gedung pribadi, maka seluruh

pekerjaan dan pengoperasian dilakukan pada 4 (empat) tempat yang

berbeda, yaitu:

1. Kantor Utama Global TV

Gedung Ario Bimo Sentral (Head Office)

Jalan HR Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5 Jakarta 12950 Indonesia.

Telp: (021) 5292-1115.

Fax: 5292-1771

Pada gedung Ariobimo Sentral terdapat 12 lantai dan P1 sebagai

lantai paling atas gedung ini. Global TV memanfaatkan beberapa

lantai dari gedung ini, diantaranya lantai 6, 8, 12 dan P1. Dimana

pembagian keempat lantai ini memiliki fungsi sebagai berikut :

a. Lantai 6 :

Pada lantai ini sering disebut dengan MarComm (Marketing Communication).

b. Lantai 8 :

Lantai ini digunakan untuk Departemen Produksi, dimana terbagi

(41)

commit to user

32

Produser, Assistant Produser, Tim Kreatif, Assistant Produksi (PA), Talent Artis, Wardrobe, Manager Produksi, dan Eksekutif Produksi. Ruang IT Broadcast serta ruang untuk departement Post Produksi, Editing, Audio Post, dan Graphics.

c. Lantai 12 :

Pada lantai ini terdapat ruang HRD (Human Resource Departement), General Service, dan Research and Development.

d. Lantai P1 : P1 (Penthouse 1), adalah lantai yang digunakan untuk divisi Promo, Sales, Acounting, Corporate Secretary, Budgetting, Programing, dan ruang untuk para Direktur.

2. Technical Department

Komplek RCTI

Jl. Raya Perjuangan Kebun Jeruk, Jakarta, Indonesia

Telp: +6221 536 0601

Fax: +6221 536 0602

Gedung ini merupakan tempat pemancar dan tempat on air untuk

semua program acara yang dibuat oleh Global TV, serta tempat para

(42)

commit to user

3. Departemen News Post – Pro

Gedung MNC Plaza Lantai 2

JL. Kebon Sirih No. 17-19 Jakarta Pusat, Indonesia

Telp : 021-3918108 – 021-23567600

Gedung ini digunakan untuk produksi News Global TV, dimana

seluruh program news yang ada di Global TV diproduksi digedung ini,

mulai studio hingga proses editing dilakukan disini, serta tempat para

karyawan News mulai dari Library, Reporter, Kameramen, editor hingga

News Director.

4. Studio AD

Jl.TB. Simatupang no.3 Ragunan, Jakarta Selatan

Studio yang berada di daerah Ragunan ini, terbagi menjadi

beberapa bagian. Memiliki dua studio, studio A yang terletak di bagian

depan biasa digunakan untuk program-program acara Global TV yang

berskala lebih besar, dan studio kedua atau studio B digunakan untuk acara

Global TV yang lebih kecil seperti take host, casting, promo, dan sebagainya. Disamping itu setudio ini juga dilengkapi ruangan untuk

property dan juga ruangan khusus wardrobe serta dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang tunggu,make updan ruang ganti artis. Di Studio AD ini pula , semua jenis set yang akan digunakan untuk penunjang

(43)

commit to user

34

Selain itu pada studio ini juga terdapat ruangan untuk manajemen

khusus crew studio mulai dari Cameraman, Lightingman, sampai

Audioman.

D. Logo Perusahaan

Global TV merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Bimantara dan

Bhakti Investama. Global TV berada dibawah naungan PT. Media

Nusantara Citra (MNC). Dan Global TV sendiri telah mengalami beberapa

kali perubahan logo, dan pada perubahan logo yang baru ini merupakan

penyempurnaan dari logo-logo sebelumnya.

(44)

commit to user

Logo Global TV pada 2006 – 2008

Logo Global TV pada 2008 - 2012

(45)

commit to user

36

E. Struktur Ogranisasi Perusahaan

General Organizational Structure

President Director

Member of Board

Executive Secretary Internal Audit

Corporate Secretary

Legal Department Head

Promo Off Air (Marcom) Corporate Affairs &comm.

Department Head Department Head

Vice President

(Production & Technical)

Member of Board

General Manager General Manager

Technical Production

IT Broadast Production

Department Hcead Department Head 1

Transmission & Network Production

Department Head Department Head 2

Technical Facility Creative

Department Head

Talent Artist

Studio Out Broadcast Coordinator

Department Head

Studio & Prod Service

Master Control Department Head

Department Head

(46)

commit to user

Board of Directors Global TV
(47)

commit to user

38

F. Jangkauan Siaran

Jakarta 51 UHF Palembang 36 UHF Jambi 36UHF

Bandung 46 UHF Bali 47 UHF Jayapura TBA

Medan 31 UHF Manado 28 UHF

Semarang 37 UHF Pontianak 33 UHF

Surabaya 50 UHF Banjarmasin 28 UHF

Yogyakarta 36 UHF Samarinda 41 UHF

Makasar 43 UHF Padang 37 UHF

Pekanbaru 36 UHF Bdr Lampung 38 UHF

(48)

commit to user

39 BAB IV

PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA

A. Kegiatan Kuliah Kerja Media

Dalam pelaksanaan kuliah kerja media, penulis berkesempatan

untuk terlibat langsung dan mempelajari proses produksi program acara

Hot Spot dan 100% AMPUH di Global TV selama 11 minggu sebagai

Tim Kreatif dengan dibimbing oleh dua kreatif senior , terhitung dari

mulai tanggal 10 Januari 2012 sampai tanggal 5 April 2012.

Penulis dapat mengikuti kegiatan magang di Global TV dengan

melalui beberapa prosedur yang harus dipenuhi. Baik prosedur dari

kampus , juga prosedur yang ada di HRD Global TV. Setelah resmi

diterima sebagai peserta magang, Penulis bersama teman – teman magang

yang lain menerima pengarahan umum dari user , Mas Elang , yang

kemudian juga membagi kami kedalam tim produksi yang berbeda- beda.

Kami mendapat kesempatan untuk memilih menjadi Tim Kreatif atau PA (

Production Assistant) . Penulis memilih pilihan menjadi Tim Kreatif yang

sesuai dengan minat yang penulis miliki, kemudian penulis bergabung ke

Tim Produksi Mas Amin EN. Tim ini memproduksi acara 100% Ampuh

dan Hot Spot. 100% Ampuh sendiri diampu oleh 3 tim produksi berbeda

yang secara regular menjalankan shooting stripingnya selama seminggu,

kemudian minggu selanjutnya diampu oleh tim yang lain. Untuk Hot Spot,

(49)

commit to user

40

Berikut beberapa rangkaian kegiatan magang yang telah

dilaksanakan penulis 11 minggu dengan diskripsi kegiatan dan tugas yang

telah dilaksanakan , sebagai berikut :

1. Kegiatan Minggu Pertama, 10 Januari s/d 29 Januari 2012

Pada minggu pertama yang merupakan awal kegiatan magang

penulis di departemen produksi Global TV, penulis mendapatkan

briefing perdana tentang gambaran bagaimana dan apa yang akan

dikerjakan saat pelaksanaan magang oleh User sementara kami.

Setelah itu, user mengadakan pembagian job desksesuai dengan minat anak magang masing – masing , yaitu antara menjadi kreatif atau PA.

Penulis dalam kesempatan tersebut memilih menjadi kreatif sesuai

dengan kapasitas yang penulis miliki dan kemudian bergabung dengan

Tim Produksi yang diproduseri oleh Mas Amin EN , dimana tim

produksinya menangani acara Hotspot dan 100% Ampuh . Pada

minggu awal ini penulis langsung diberi tugas oleh 2 orang kreatif

pembimbing untuk mencari materi untuk next episode Hot Spot durasi 60 menit sebanyak banyaknya , sebelumnya penulis diberi pengarahan,

dan penjelasan tentang program Hotspot dan 100% Ampuh. Kemudian

penulis berhasil membuat 3 judul untuk episode Hot Spot selanjutnya ,

namun saat diajukan hanya satu judul yang disetujui oleh pembimbing

penulis, yaitu “Hello India” . Selanjutnya penulis bertugas untuk

(50)

commit to user

skrip untuk take voice overnya. Pada hari kelima yaitu pada tanggal 26 Januari 2012 , penulis mengikutishooting take host di Sumarecon Mall Serpong , episode “ Nusantara “ dan “ All About Money “ bersama

host Reza Bukan dan Farid aja. Penulis bertugas membantu kreatif

senior untuk mengarahkan talent pendukung yang akan masuk frame

yaitu pegawai restoran di lokasi syuting dan mencari spot yang tepat

untuk digunakan sebagai lokasi take per segmen. Sambil mengamati dan membantu kreatif senior ( Alfiansyah) , penulis juga langsung

mendapatkan penjelasan tentang apa saja sebenarnya tugas dan peran

kreatif saat proses syuting host.

Pada minggu pertama ini, penulis bekerja full dari hari senin sampai minggu. Penulis berkesempatan untuk mengikuti shooting live

program acara 100% Ampuh weekend yang berlokasi di WTC Serpong

pada hari Sabtu dan Minggu. Pertama- tama penulis diberi penjelasan

(51)

commit to user

42

Seperti suatu proses pada umumnya, di waktu awal magang ini

penulis menghadapi beberapa kendala, diantaranya saat pengenalan

program atau pemahaman tentang seluk beluk program , terutama

program Hot Spot karena penulis belum pernah menonton program

tersebut sebelumnya. Juga pada saat membuat rundown Hot Spot, penulis mengalami kesulitan dengan format yang harus dibuat di

software Microsoft Excel. Kemudian penulis meminta bantuan mentor untuk menjelaskan lebih lengkap tentang program dan bagaimana cara

membuat format untuk rundown.

2. Kegiatan Minggu Kedua, 30 Januari s/d 3 Februari 2012

Minggu kedua , penulis melakukan tugas regular kreatif

program Hot Spot yaitu menyusun rundown untuk tema yang penulis buat sendiri yaitu episode “Hello India” , untuk dipergunakan shooting

keesokan harinya. Setelah rundown disetujui oleh mentor, penulis

kemudian menulis skrip voice overuntuk episode Hello India tersebut. Pada hari berikutnya (31/1) Penulis bertugas untuk mengikutishooting host Hot Spot episode “ Jaga Kesehatan “ yang berlokasi di MOE’s Restaurant Kemang Jakarta , kemudian dilanjutkan episode “Hello

India” di Dananta Kitchen Panglima Polim Jakarta. Pada saat shooting

penulis mengamati proses produksinya sekaligus disuruh membantu

(52)

commit to user

tepat untuk take tiap segmennya. Pada saat take host kedua di lokasi

kedua , penulis disuruh belajar mengarahkan (briefing) host dari awal sampai akhir segmen karena tema yang dipakai adalah tema yang

penulis buat.

Kendala yang penulis hadapi pada minggu kedua ini adalah

penulis masih belum sepenuhnya percaya diri untuk melakukan

briefing host. Juga pada saat mencari spot yang tepat untuk take tiap segmen, karena lokasinya sangat terbatas untuk “bergerak” dan

monoton. Selain itu , penulis juga mengalami sedikit kendala pada

saat menulis skrip voice over. Skrip masih terlalu pendek dan under duration. Jadi penulis harus melakukan revisi dan penambahan materi, tentunya dengan dibantu oleh kreatif pembimbing.

3. Kegiatan Minggu Ketiga, 6 Februari s/d 12 Februari 2012

Seperti pada minggu sebelumnya, penulis mengerjakan tugas

kreatif , yaitu mencari materi untuk Hotspot , membuat rundown, dan

menulis skrip. Selain itu penulis juga diberi tugas untuk mengikuti

shooting liveprogram acara 100% Ampuh yang telah berganti konsep dan jam tayang dari yang semula hanya ditayangkan weekend saja

menjadi striping setiap hari. Lokasi untuk 100% Ampuh minggu ini berada di Poins Square , Lebak Bulus Jakarta. Pada shooting 100%

(53)

commit to user

44

traffic artis sepert pada Ampuh sebelumnya , bersama kreatif

pembimbing. Selain itu penulis juga bertugas untuk melengkapi data

yang akan digunakan di credit title seperti : label musik, pencipta lagu,

merkwardrobeyang akan digunakan.

Di minggu ini penulis juga bekerja selama seminggu penuh,

karena Tim Kerja penulis mendapatkan event khusus valentine 100%

Ampuh , yaitu 100% Ampuh 100% Cinta. Dari yang semula venue

berada di Poins Square kemudian berpindah ke La Piaza Kelapa

Gading. Penulis bertugas untuk membantu PA dalam mempersiakan

materi 100% Ampuh semalam sebelumnya. Yaitu mengerjakan crew

call, mencari data label, pencipta, dan jumlah personil pengisi acara,

dll. Saat di lokasi penulis bertugas sebagai traffic artisutama karena salah satu pembimbing sedang berhalangan untuk masuk kerja.

Penulis berhubungan dengan Talent Research (TAR) untuk mempersiapkan artis di backstage dan kemudian membriefing semua

pengisi acara kecuali host , karena host secara eksklusif sudah ditangani oleh head creative berkaitan dengan bundling iklan dengan klien.

4. Kegiatan Minggu Keempat, 14 Februari s/d 17 Februari 2012

Minggu ketiga penulis bertugas untuk mencari materi Hotspot.

(54)

commit to user

adalah “ Hai Cantik “ dan “ Dunia Super “ yang berlokasi di Kinara

Restaurant dan Kinara Art Gallery , Kemang . Penulis bertugas untuk

mencari spot untuk take per segmen dan gimmick yang sesuai dengan

tema .

Minggu keempat ada kendala yang penulis hadapi saat menulis

materi , materi yang penulis ajukan dirasa masih sempit dan monoton

oleh pembimbing. Penulis kemudian diberi penjelasan singkat dan

saran oleh pembimbing untuk merevisi tema tersebut.

5. Kegiatan Minggu Kelima , 20 Februari s/d 24 Februari 2012

Sama seperti minggu minggu sebelumnya penulis mengerjakan

tugas regular kreatif , yaitu membuat tema baru , menyusun rundown

dan membuat skrip. Penulis diberi tugas untuk menyelesaikan materi

yang sudah dibuat oleh kreatif pembimbing , karena beliau

berhalangan masuk kerja dan materi harus sudah jadi hari itu juga .

penulis kemudian menyelesaikan skrip untuk voice over Hot Spot yang bertema “ UPS! “ .

Di minggu kelima ini penulis banyak mendapat masukan dan

share ilmu kakak pembimbing tentang tugas kreatif dari beberapa

program , dan dari situ penulis mendapatkan banyak sekali pelajaran

(55)

commit to user

46

6. Kegiatan Minggu Keenam, 27 Februari s/d 4 Maret 2012

Pada minggu keenam ini penulis tidak banyak berkonsentrasi

pada pekerjaan di program Hot Spot . Penulis berkesempatan

mengikuti shooting 100% Ampuh live dari Pasar Modern Karawaci.

Penulis diberi tugas untuk menjadi co- kreatif untuk melakukan

briefingke hostdan pengisi acara yang mendapat slot untuk chit-chat. Penulis juga disuruh membuat gimmick dan games challenge singkat untuk dilakukan diatas panggung. Selain itu penulis juga membantu

PA untuk mempersiapkan materi – materi audio untuk 100% Ampuh

saat dikantor , setelah pulang shooting live.

7. Kegiatan Minggu Ketujuh, 7 Maret s/d 9 Maret 2012

Pada minggu ketujuh penulis sepenuhnya mengerjakan tugas

regular kreatif untuk program Hot Spot , karena Tim Kerja yang

menaungi penulis sudah dicut dari program 100% Ampuh untuk mengampu program baru yang belum jalan. Minggu ini penulis

berkesempatan untuk mengikuti shooting produksi “ Tips atau Pesan Kanjeng “ sebanyak 10 episode dan “ Resep Cah Ayu “ sebanyak 5

episode di Studio AD Global TV (8/3) . Dalam shooting hari itu

penulis bertugas untuk mempersiapkan next on bahan dan barang – barang yang diperlukan untuk ditaruh di set sesuai dengan skrip dari

(56)

commit to user

Selain itu penulis juga mengerjakan materi untuk tema Hot

Spot edisi selanjutnya , yaitu episode “ Hii Serem “ buatan penulis.

8. Kegiatan Minggu Kedelapan, 12 Maret s/d 16 Maret 2012

Pada minggu kedelapan, seperti biasa penulis melakukan

pekerjaan regular , yaitu mengerjakan materi Hot Spot untuk next

episode. Penulis harus merevisi rundown, materi , dan skrip yang telah penulis buat dan ajukan , karena Hot Spot telah berganti konsep ke

awal , yang dari semula 60 menit diganti kedurasi awal yaitu 30 menit

dengan contentyang berbeda.

Disini penulis mengalami kesulitan dalam mencocokkan skrip

dengan durasi. Terutama untuk memotong satu segmen yang dirasa

layak untuk dicut agar durasi cukup. Kemudian mentor penulis membimbing penulis bagaimana cara yang tepat dan praktis untuk

mengubah rundown , dan memotong segmen. Juga memberi contoh

dari file – file arsip Hot Spot versi 30menit.

9. Kegiatan Minggu Kesembilan , 19 Maret s/d 23 Maret 2012

Pada minggu kesembilan penulis bertugas mengikuti shooting host Hot Spot di Mekarsari (21/3), sebanyak 3 episode langsung. Yaitu episode “ Just Like Human “ , “ On the Street “ dan “ Beda

Banget “ . Seperti biasa penulis bertugas untuk membantu kreatif

(57)

commit to user

48

lancar dengan beberapa kendala teknis yaitu tempat yang sangat

terbuka dan overbright sinar matahari , membuat host menjadi gampang lelah dan harus ekstra waktu untuk menunggu breakmereka, selain itu penulis juga mengalami kesulitan dalam membriefing host, karena salah satu host tidak mau melakukan gimmick yang telah dibuat kreatif. Selain itu , penulis juga berkesempatan untuk

melakukan supervisi editing episode “ Hii Serem “ buatan penulis

yang akan on air minggu depan. Disitu penulis bertugas untuk memantau kesesuaian hasil editan dengan materi yang telah penulis

buat.

10.Kegiatan Minggu Kesepuluh , 26 Maret s/d 30 Maret 2012

Pada minggu ini penulis melakukan pengamatan on airepisode Hot Spot “Hii Serem” buatan penulis dari televisi kantor. Kemudian

seperti biasa penulis menyelesaikan materi , rundown , dan skrip Hot

Spot “Spektakuler” untuk dipakai shooting minggu depan.

11.Kegiatan Minggu Kesebelas, 2 April s/d 5 April 2012

Ini adalah minggu terakhir penulis melaksanakan kuliah kerja

media atau magang di Global TV. Penulis masih melakukan tugas

regular yaitu mencari materi next episode Hot Spot yaitu “ Tempoe Doloe “ . Selain itu penulis berkesempatan untuk mengikuti shooting

Hot Spot dengan tema “ Guilty Pleasure “ dan “ Sejuta Fakta “ yang

(58)

commit to user

banyak sekali dilibatkan untuk membriefing host dari awal sampai akhir proses shooting , membuat gimmick dan mencari spot shooting

yang tepat untuk take per segmen.

B. Focus Of Interest

1. Deskripsi Program Hot Spot

HotSpot adalah program acara features , bersifat soft news , yang mengangkat satu tema besar dalam setiap episodenya dan

dikembangkan menjadi sub tema , dengan kerangka sudut pandang

yang berbeda , tentunya yang mengandung unsur unik , menarik ,

berbeda , dan informatif . Hot Spot mempuyai unsir lain yang

terpisahkan atau bahkan menjadi inti dari acara ini , yaitu video –

video yang di unggah dari situs You Tubedan menjadi VT utama dari

acara ini .

Hot Spot dipandu oleh dua orang host pada setiap episodenya.

Host tetap pada program ini adalah pasangan Maya Wulan dan Chef Winnie , juga duo Farid Aja dan Reza Bukan . Dua pasangan host ini secara bergantian membawakan acara HotSpot yang tayang setiap hari

pukul 11.00 WIB . Durasi awal Hot Spot adalah 30 menit ,

mengandung content 4 Segmen acara , kemudian hadir konsep baru

karena rating share yang tinggi yang menjadikan Hot Spot

(59)

commit to user

50

akhirnya kembali lagi menjadi 30 menit ke konsep awal acara ini

dibuat.

Acara ini menampilkan informasi-informasi menarik dan unik.

Secara konten, program ini memiliki sisi edukatif. Disamping

menghibur, penonton dapat menambah pengetahuan umum dengan

menyaksikan tayangan sejenis.

Adapun contentyang ada di HotSpot adalah sebagai berikut :

a. Segmen utama (informasi unik)

Membahas tema besar dengan sub tema berbeda di setiap

segmennya . Namun tidak stuck dan terjebak dalam kata kunci yang ada pada bahasan tema besar, Contoh :

- ” Hello India ” , membahas hal – hal unik yang ada dan berasal dari India , membahas tradisi unik yang berasal dari

India , mengulas olahraga – olahraga unik yang hanya ada di

India , dll

- ” Hii Syerem ” , membahas hal – hal menakutkan disekitar kita , membahas tentang makanan – makanan sehat namun

mempunyai racun yang menyeramkan untuk kesehatan ,

(60)

commit to user

Sumber topik bisa didapat dari :

a. You Tube

b. VT Liputan Menarik

b. Tips Kanjeng

Di setiap episode dalam salah satu segmen, diselipkan info ringan

(PESAN KANJENG) yang dipandu oleh ‘Kanjeng Mami’.

Tips Biasanya Diperoleh dari kiriman pemirsa dan biasanya

seputar wanita dan rumah tangga. Misalnya tips bagaimana agar

rambut terlihat hitam berkilau, tips membuat beras kencur sederhana,

tips membuat ikan segar tidak amis, dll.

c. Hot Gincu( video lucu )

Hot Gincu merupakan variety segmen dengan batasan satu judul

yang berisi video lucu dan menarik sebagai intermezzo di sela

segmen . Contoh : “ Sleepy Dog “ , “ Funniest Wedding “ , “ Failed

Jump “ , dll

d. Hot Mama( video informatif )

Hot Mama merupakan variety segmen selain Hot Gincu , jikalau

Hoy Gincu kontennya adalah video lucu, Hot Mama mengandung

konten yang informative yang berguna bagi pengetahuan pemirsa.

(61)

commit to user

52

2. Proses Produksi Hot Spot

a. Pra Produksi

Sesuai dengan pengamatan penulis, selama pra produks

Gambar

gambar yang sudah ada di internet.
gambar yang diperoleh saat shooting diedit dan disusun oleh editor agar
Gambar 2.7 3

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan modulus dry frame pada persamaan 2.29 dan 2.31, maka kecepatan gelombang berfrekuensi rendah pada batuan yang tersaturasi bisa dihitung karena parameter

Anggota KSSK, sekretaris KSSK, anggota sekretariat KSSK, dan pejabat atau pegawai Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin

[r]

Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif dengan metode studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam dan lengkap

Sesungguhnya Allah subhaanahu wata'ala menutup penglihatan manusia dari hal tersebut, tujuaannya adalah sebagai ujian bagi mereka agar menjadi jelas siapakah yang beriman kepada

PPATK sendiri dengan pendekatan berbasis risiko telah mengutamakan penanganan perkara TPPU yang berdasarkan 3 jenis tindak pidana utama yang menghasilkan..

Bahan-bahan untuk membuat oli hingga menjadi produk jadi terdiri dari 10 jenis bahan baku, 2 produk jadi (dibeli dari pihak ke-3 yang kemudian langsung dikemas pada

Jika seorang manajer divisi atau unit bisnis melakukan pengendalian manajemen terhadap para pegawai dalam divisinya, maka seorang manajer pusat melakukan pengendalian