ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR GALI PENDUDUK
DILIHAT DARI PARAMETER FISIK DAN KIMIA DI
KELURAHAN TANJUNG SELAMAT KECAMATAN
MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi
Sebagian Persyaratan
Memperolah Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh :
SASTRAWAN TARIGAN
NIM. 3113131063
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
v ABSTRAK
Sastrawan Tarigan, NIM: 3113131063. Analisis Kualitas Air Sumur Gali Penduduk Dilihat Dari Parameter Fisik Dan Kimia di Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Karakteristik sumur gali penduduk di Kelurahan Tanjung Selamat , (2) Pencemaran fisik (suhu, bau, rasa), pencemaran kimia (pH, besi dan nitrat) dan (3),Sebaran Kualitas Kadar besi (Fe) dan Nitrat (NO3-) di Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumur gali penduduk yang terdapat di Kelurahan Tanjung Selamat sebanyak 981 sumur. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan sistematis random sampling menggunakan grid sehingga sampel berjumlah 20 sumur. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi dan pengukuran.Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Kondisi karakteristik sumur gali penduduk di Kelurahan Tanjung Selamat tergolong buruk. Hal ini dapat dilihat dari 60 % sampel sumur gali tidak memenuhi syarat dinding sumur yakni minimal 3 m, 75 % sample sumur gali tidak memenuhi syarat bibir sumur yang baik yakni minimal 70 cm, 60 % dari sample sumur gali tidak memenuhi syarat lantai sumur yang baik dengan minimal 1,5 m di sekeliling sumur gali, 80 % dari sampel sumur gali tidak memenuhi syarat jarak antara sumur gali terhadap septic tank yang baik dengan minimal 10 m dan sebanyak 60% dari sampel sumur gali memiliki jarak lebih dari 2 m antara sumur gali terhadap saluran pembuangan limbah, (2) Pencemaran fisik dan kimia pada air sumur gali penduduk di Kelurahan Tanjung Selamat sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari 5% air sumur yang memiliki suhu diatas 30°C, 60% air sumur yang memiliki bau, 75% air sumur yang berasa, 40% air sumur yang memiliki pH asam dan 50% air sumur memiliki kadar besi yang terlalu tinggi.
Daerah yang persebaran kadar besinya tinggi mengelompok pada daerah sebelah utara dan barat laut Kelurahan Tanjung Selamat. Dari peta isopleth kadar besi diketahui bahwa luas wilayah di Kelurahan Tanjung Selamat yang air tanahnya telah mengalami pencemaran parameter besi terhitung seluas +136 Ha atau sekitar 45% dari luas keseluruhan kelurahan tersebut. Untuk daerah yang kadar besinya paling tinggi terdapat pada lingkungan IV dan VIII tepatnya pada sebelah tenggara jalan Sakura Indah sedangkan untuk parameter nitrat kadarnya relatif sama pada setiap daerah dan masih aman dan layak digunakan sebagai sumber air bersih.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah
melimpahkan berkat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang
berjudul : Analisis Kualitas Air Sumur Gali Penduduk Dilihat Dari Parameter Fisik dan
Kimia di Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini banyak kekurangan. Namun, berkat bantuan dari
berbagai pihak maka skripsi ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini
penulis mengucapkan terima kasih kepada :
Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, selaku Rektor Universitas Negeri Medan.
Ibu Dra. Nurmala Berutu, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial.
Bapak Drs. Ali Nurman, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Geografi dan Ibu
Dra. Asnidar, M.Si selaku Sekertaris Jurusan Pendidikan Geografi.
Ibu Dra. Minah Sinuhaji, M.Si sebagai dosen pembimbing yang memberikan bimbingan,
dan motivasi dalam penyelesaian skripsi ini.
Ibu Dra. Elfayetti, M.P selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan
bimbingan dan menjadi orang tua selama perkuliahan.
Bapak Drs. Nahor Simanungkalit, M.Si yang selalu memberi arahan dan masukan serta
motivasi hingga akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan.
Bapak dan Ibu dosen Jurusan Geografi yang telah memberikan ilmunya kepada penulis
selama perkuliahan.
Bapak H. Siagian yang telah banyak membantu penulis dalam hal surat menyurat dan
kelengkapan berkas serta motivasinya.
Lurah Tanjung Selamat Bapak H. Achyaruddin. S.sos dan ibu Berta yang telah memberi
izin dan data-data yang dibutuhkan penulis dalam penyelesaian skirpsi ini.
Masyarakat Kelurahan Tanjung Selamat yang telah mau bekerjasama dan membantu
peneliti.
Teristimewa kepada kedua orang tua saya yang sangat saya cintai dan saya sayangi, yaitu
Ayahanda Alm.L.Tarigan dan Ibunda R. Br Bangun yang selalu sabar membesarkan,
mendidik dan memberikan kasih sayang kepada saya dengan luar biasa dan yang tak
bosan-bosannya mendoakan yang terbaik buat saya.
Abang dan kakak saya, Sempa Tarigan, Emi elvita br Sembiring, Lenni marlina br
Tarigan, dan Listra Wati br Tarigan, Terimakasih atas dukungan dan didikannya yang
tercinta Revina Br Tarigan terus semangat dalam belajar, jangan melawan orang tua dan
kejarlah cita-citamu.
Abang dan kakak stambuk 2009, 2010 dan adik stambuk 2012, 2013, 2014, 2015
trimakasih atas semangatnya, terkhusus kepada bang Andi Eko Pratama Samosir penulis
ucapkan banyak terimakasih, bantuan yang begitu banyak sangat bermanfaat bagi
penulis.
Khusus buat adik tersayang Rastina Angelina Bukit terimakasih atas waktu, semangat
dan motivasinya yang tak bosan-bosanya menyemangati penulis untuk terus
mengerjakan skripsi ini agar dapat terselesaikan.
Seluruh keluarga tercinta yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu. Terimakasih atas
semua dukungan, motivasi, nasehat dan doanya kepada penulis.
Sahabat terbaik Fredi saputra Sagala S.Pd, Jenli Damanik S.Pd, Enardos Bangun
Simanjorang, Andreas Cristoper Manurung yang telah membantu dan memotivasi
penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.
Mery ckristina Purba, Gita Bukit S.Pd, Gregia Purba, Natalina Sitorus S.Pd, Jumaylin
Marpaung S.Pd, Lasriana dan anggota geng Batak yang lainnya yang merupakan
teman-teman seperjuangan dan Mahasiswa Pendidikan Geografi stambuk 2011 terkhusus
Keluarga Besar A Reguler 2011.
Fadilah Handayani, Enda Enjelina S.Pd, Budi Marpaung, Parisa Filifin, Inda Permatasari,
Enardo, Andre, Fredi dan Jenli yang selalu bersama dalam pendakian, terimakasih atas
kebersamaan dan waktu-waktu yang indah di atas ketinggian.
Teman-teman PPL di Kabanjahe, Kristedi Barus, Yesaya bastama siregar, Prengky
Tarigan, Kartika Purba, Fanesia Sembiring, Mery Sihombing dan yang lainnya yang tak
bisa penulis sebut satu-persatu terima kasih dan jadilah yang terbaik.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih sepada semua pihak yang tidak dapat
disebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan dan perhatian. Semoga skripsi ini
bermanfaat bagi pembaca khususnya jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan.
Medan, Januari 2016
Penulis
vii
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 5
B. Penelitian Yang Relevan ... 29
C. Kerangka Berfikir ... 33
BAB III : METODE PENELITIAN ... 35
viii
B. Populasi dan Sampel ... 35
C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 37
D. Teknik Pengumpulan Data ... 39
E. Teknik Analisis Data ... 42
BAB IV : DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN ... 45
A. Kondisi Fisik Wilayah Penelitian ... 45
B. Kondisi Non-Fisik ... 49
BAB V : HASIL DAN PEMBAHASAN ... 59
A. Hasil Penelitian ... 59
B. Pembahasan ... 81
BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN ... 89
A. Kesimpulan... 89
B. Saran ... 91
DAFTAR PUSTAKA ... 92
ix
DAFTAR TABEL
No Uraian Hal
1. Parameter Kualitas Air Bersih menurut Permenkes RI
Nomor 492 / Menkes / Per / IV / 2010 ... 22
2. Jumlah Sampel Berdasarkan Lingkungan ... 37
3. Alat dan bahan untuk pengujian kadar besi ... 40
4. Alat dan bahan pengujian kadar nitrat ... 41
5. Kriteria Mutu Lingkungan Perairan ... 44
6. Data Curah Hujan Bulanan (mm) Stasiun Klimatologi Sampali Medan Tahun 2014 Kecamatan Medan Tuntungan ... 47
7. Jumlah Penduduk menurut Lingkungan di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2014 ... 50
8. Komposisi Penduduk Menururt Jenis Kelamin di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2014 ... 51
9. Komposisi Penduduk Menurut Agama di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2014...52
10. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2014 ... 53
11. Komposisi Penduduk Menurut suka bangsa/Etnis di Kelurahan Tanjung Selamat 2014... 54
12. Jumlah Sarana Pendidikan di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2014...55
13. Banyaknya Sarana Ibadah di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2014 ...56
14. Banyaknya Sarana Kesehatan di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2014 ...57
15. Prasarana Olahraga di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2014 ... 58
16. Karakteristik Sumur di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2015 .... 60
17. Tinggi Dinding Sumur Gali Penduduk di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2015 ... 61
x
19. Lebar Lantai Sumur Gali Penduduk di Kelurahan Tanjung
Selamat Tahun 2014...62
20. Jarak Sumur Gali Penduduk dengan Septick Tank di Kelurahan
Tanjung Selamat Tahun 2014 ... 63
21. Jarak Sumur Gali Penduduk dengan Saluran Pembuangan
Limbah di Kelurahan Tanjung Selamat Tahun 2015 ... 64
22. Karakteristik Fisik Air Sumur di Kelurahan Tanjung Selamat
Tahun 2015 ...65
23. Karakteristik Fisik Air Sumur di Kelurahan Tanjung Selamat
Tahun 2015 ... 68
24. Parameter pH Air Sumur Gali Penduduk di Kelurahan Tanjung
Selamat Tahun 2015 ... 69
25. Kualitas Air Sumur Gali Penduduk di Kelurahan Tanjung
Selamat Tahun 2015 ... 71
26. Indeks Kualitas Air Sumur Gali Penduduk di Kelurahan
xii
DAFTAR GAMBAR
No Uraian Hal
1. Konstruksi sumur gali yang baik ... 14
2. Skema kerangka berfikir ... 34
3. Kondisi parameter besi pada air sumur gali penduduk di
Kelurahan Tanjung Selamat ... 75
4. Kondisi parameter nitrat (NO3-) pada pada air sumur gali
xiii
DAFTAR PETA
1. Peta persebaran sampel sumur di Kelurahan Tanjung Selamat ... 36
2. Peta Administrasi Kelurahan Tanjung Selamat 2015 ... 46
3. Peta Jenis Tanah Kelurahan Tanjung Selamat ... 48
4. Persebaran Kualitas air sumur Parameter Besi (Fe) di Kelurahan
Tanjung Selamat ... 74
5. Peta isopleth kadar besi (Fe) Kelurahan Tanjung Selamat ... 76
6. Peta persebaran kualitas air sumur parameter nitrat (NO3¯ )
di Kelurahan Tanjung Selamat ... 78
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
No Uraian Hal
1. Lembar Observasi ... 94
2. Kualitas Air Sumur Gali Penduduk di Kelurahan Tanjung Selamat
Tahun 2015 ... 95
3. Indeks Kualitas Air Sumur di Kelurahan Tanjung Selamat
Tahun 2015 ... 96
4. Hasil Pengukuran dan Pengujian Parameter Fisik, Kimia
serta Konstruksi Sumur Gali di Kelurahan Tanjung Selamat
Tahun 2015 ... 97
5. Data curah hujan bulanan kelurahan Tanjung Selamat ... 98
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Air merupakan sumber daya alam yang menjadi kebutuhan dasar bagi
kehidupan. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak
seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air (Candra,
2007). Selain itu air juga merupakan penentu kesinambungan hidup di bumi ini
karena selain dikonsumsi air juga digunakan dalam berbagai aktivitas kehidupan
seperti memasak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Pemenuhan kebutuhan air oleh
manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari
air hujan. Dari beberapa sumber air yang ada, banyak masyarakat yang
memanfaatkan air tanah dengan menggunakan sumur gali.
Jumlah air di dunia diperkirakan sebanyak 1.360.000 km3, baik itu dalam
bentuk padat (salju, es dan glasier), air laut, air tanah, air di daratan (danau,
sungai), dan sebagian kecil sebagai uap air (Situmorang, 2007). Seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhuan akan air bersih juga akan
meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini berbanding terbalik dengan air bersih
yang jumlahnya terus menurun dikarenakan terjadinya penurunan kualitas air
bersih yang disebabkan oleh aktivitas manusia maupun yang terjadi secara
alamiah oleh alam itu sendiri.
Kualitas air ditentukan berdasarkan keadaan air dalam keadaan normal. Air
dikatakan bersih dan aman bagi kesehatan harus memiliki persyaratan sebagai
berikut : a).Bebas dari kontaminasi kuman/bibit penyakit (bebas bakteri), b).Bebas
2
berbau, d). Memenuhi standar minimal yang di tentukan oleh WHO atau
Dapartemen Kesehatan RI (Candra, 2007).
Perkembangan peradaban serta jumlah penduduk yang terus bertambah
dengan sendirinya menambah aktivitas kehidupan sehingga mengakibatkan
kebutuhan manusia semakin bertambah pula, terutama kebutuhan dasar manusia
seperti makanan, minuman, sandang dan perumahan. Bahan-bahan untuk
kebutuhan itu semakin banyak yang diperoleh dari lingkungan, disamping itu
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memacu untuk memenuhi
kebutuhan penduduk yang terus meningkat, harus diproduksi bahan-bahan
kebutuhan dalam jumlah yang besar melalui industri.
Pencemaran air menggambarkan adanya penurunan kualitas air, adapun
faktor-faktor pencemaran air dapat diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk
secara terus menerus yang menyebabkan permukiman padat penduduk yang
menghasilkan limbah rumah tangga yang merembes ke dalam lapisan air tanah.
Pada daerah industri yang bercampur dengan permukiman, sumur dangkal juga
tercemar oleh limbah industri. Sungai-sungai yang menampung limbah dari
daerah perkotaan dan industri juga telah tercemar oleh berbagai zat organik,
bakteri colitinja dan logam berat, selain itu penggunaan pupuk nitrogen pada
lahan sawah yang berdekatan dengan sumur gali dapat mencemari air dan
akibatnya standar air baku tidak dapat terpenuhi. Bila air telah tercemar maka
dampak pencemaran lebih berat lagi apabila terjadi di musim kering karena akan
terjadi kesulitan terhadap jumlah air yang tersedia juga terjadi peningkatan kadar
3
Adanya polutan/pencemar dalam air mencakup unsur-unsur kimia yang
berlebihan, serta pathogen/bakteri dari air merupakan racun mencemari air yang
menimbulkan penyakit pada manusia dan binatang. Di negara-negara berkembang
seperti indonesia, pencemaran air (air permukaan dan air tanah) merupakan
penyebab utama gangguan kesehatan manusia (penyakit). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 14.000 orang meninggal dunia
setiap hari akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air (Harahap,
2013).
Air termasuk pelarut yang sangat baik untuk banyak senyawa, baik senyawa
organik maupun senyawa anorganik. Banyak senyawa kimia yang dapat larut
dalam air akibat dari kontribusi aktivitas makhluk hidup. Senyawa kimia yang
paling sering dijumpai di dalam air kebanyakan dalam bentuk gas seperti oksigen
dan karbon dioksida, dapat juga berupa kation seperti ion-ion logam (Fe, Pb, Cu,
Cd, Mn, Al, Ni, Ca, Mg, Co) dan beberapa senyawa anion seperti nitrat, fosfat,
sulfat, karbonat dan lain-lain.
Kelurahan Tanjung Selamat merupakan salah satu kelurahan yang memiliki
jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Medan Tuntungan yakni 14.525 jiwa
(3171 KK ) dan kelurahan ini berbatasan langsung dengan Sungai Belawan dan
sebelumnya daerah ini merupakan daerah pertanian sawah (Kantor Lurah, 2014).
Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk maka lahan pertanian di daerah ini
beralih menjadi permukiman yang mengakibatkan kebutuhan air bersih juga
bertambah besar dan menghasilkan limbah yang lebih besar sehingga akan
4
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih mayoritas penduduk di Kelurahan
Tanjung Selamat masih menggunakan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan
sehari-hari dikarenakan lebih dari separuh jumlah keluarga belum memperoleh
air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kota Medan sebagai sumber air
bersih. Dalam data 2014, Jumlah pengguna air Sumur Sebanyak 1681 KK (Sumur
bor dan sumur gali) yang sudah berlangganan dari PDAM sebanyak 1490 KK
(Kantor Lurah Tanjung Selamat).
Berdasarkan hasil survei pendahuluan ke daerah tersebut, penulis menerima
informasi bahwa ada beberapa daerah yang mengalami permasalahan mengenai
air sumur berwarna kuning, mengeluarkan bau tak sedap seperti bau karat dan
meninggalkan warna kuning pada bak mandi. Adapun daerah di Kelurahan
Tanjung Selamat yang mengalami kondisi air sumur yang seperti telah dijelaskan
diatas yaitu : Sebelah timur jalan Sakura Indah dan sebelah barat jalan Plamboyan
Raya (Daerah yang mengarah ke Sungai Belawan) namun belum diketahui kadar
maupun sebarannya pada tiap-tiap daerah di kelurahan tersebut.
Analisis penentuan kualitas air sangat penting bagi pengguna air dan sebagai
informasi tentang keberadaan senyawa kimia yang terkandung dalam air. Oleh
karena itu, penulis ingin meneliti di daerah tersebut mengingat bahwa air sangat di
butuhkan oleh semua masyarakat. Pengelolaan sumber daya air juga sangat
penting agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan tingkat mutu
yang diinginkan. Salah satu langkah pengelolaan yang dilakukan adalah
pemantauan dan interpretasi data kualitas air mencakup kualitas fisik dan
5
Kualitas Air Sumur Gali Penduduk Dilihat dari Parameter Fisik dan Kimia di
Kelurahan Tanjung Selamat,Kecamatan Medan Tuntungan,Kota Medan.”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas dapat diidentifikasi
beberapa permasalahan antara lain : Sumur gali sangat rentan terhadap risiko
pencemaran terutama sumur gali dangkal yang disebakan oleh aktifitas manusia
seperti pembuangan limbah industri dan limbah rumah tangga dan hal tersebut
mempengaruhi kualitas air sumur gali penduduk. Penurunan kualitas air bersih
dapat terjadi akibat pencemaran. Kualitas air yang di konsumsi oleh masyarakat
berkaitan dengan kualitas fisik air meliputi tingkat kejernihan air (kekeruhan),
perubahan suhu, warna, bau dan rasa. Indikator untuk menentukan kualitas kimia
meliputi pH, OD, BOD5, COD, nitrat, nitrit dan unsur logam (Fe, Pb, Cu, Cd, Mn,
Al, Ni, Ca, Mg, Co) dan parameter biologi (Bakteri Coliform dan bakteri E. Coli)
serta Karakteristik sumur gali penduduk yang tidak memenuhi syarat sumur
sehat. Parameter tersebut akan di bandingkan dengan baku mutu air Peraturan
Menteri Kesehatan RI No 492/Per IV/Tahun 2010 sehingga dapat disimpulkan
apakah air sumur di Kelurahan Tanjung Selamat masih layak digunakan sebagai
sumber air bersih.
C. Pembatasan Masalah
Adapun masalah yang dibahas dalam penelitian ini dibatasi oleh tiga hal
yakni, Karakteristik sumur yang digunakan masyarakat, Kondisi kualitas air
Sumur dilihat dari parameter fisik (bau, rasa dan temperatur), parameter kimia
(pH, besi,dan nitrat) dan Bagaimanakah sebaran kualitas parameter besi dan nitrat
6
D. Perumusan Masalah
Adapun yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana karakteristik sumur gali yang digunakan masyarakat di Kelurahan
Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan ?
2. Bagaimana kondisi kualitas air sumur baik secara fisik (bau, rasa dan
temperatur), maupun secara kimia (pH, besi, dan nitrat) di Kelurahan Tanjung
Selamat Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan ?
3. Bagaimana sebaran kualitas parameter besi (Fe) dan Nitrat (NO3¯ ) di
Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan ?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui :
1. Karakteristik sumur gali yang digunakan masyarakat di Kelurahan Tanjung
Selamat Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan .
2. Kualitas air Sumur baik secara fisik (bau, rasa dan temperatur), maupun secara
kimia (pH, besi, dan nitrat) di Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan
Tuntungan, Kota Medan.
3. Sebaran kualitas parameter besi (Fe) dan Nitrat (NO3¯ ) di Kelurahan Tanjung
Selamat Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini nantinya di harapkan dapat bermanfaat antara lain sebagai
berikut :
1. Sebagai bahan masukan kepada instansi yang terkait dalam upaya penyediaan
7
2. Sebagai bahan informasi bagi penduduk di di Kelurahan Tanjung Selamat
Kecamatan Medan Tuntungan yang masih menggunakan air sumur, setelah
mengetahui kualitas air sumurnya supaya dapat menggunakan dengan cara
yang lebih higienis.
3. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pemerintah Kota Medan untuk
memperhatikan kondisi lingkungan masyarakat yang semakin memprihatinkan.
4. Sebagai salah satu sumbangan ilmu pengetahuan geografi khususnya Sumber
Daya Air
5. Sebagai bahan informasi bagi mahasiswa ataupun peneliti lainnya yang ingin
meneliti objek yang sama dan untuk menambah ilmu pengetahuan dan
89
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian maka dapat disimpulkan :
1. Karakterisik sumur gali penduduk di Kelurahan Tanjung Selamat secara
keseluruhan tidak memenuhi kriteria. Dari segi konstruksi diketahui sebanyak
60 % sampel sumur gali tidak memenuhi syarat dinding sumur yakni minimal
3 m, 75 % sample sumur gali tidak memenuhi syarat bibir sumur yang baik
yakni minimal 70 cm, 60 % dari sample sumur gali tidak memenuhi syarat
lantai sumur yang baik dengan minimal 1,5 m di sekeliling sumur gali, 80 %
dari sampel sumur gali tidak memenuhi syarat jarak antara sumur gali
terhadap septic tank yang baik dengan minimal 10 m dan sebanyak 60% dari
sampel sumur gali memiliki jarak lebih dari 2 m antara sumur gali terhadap
saluran pembuangan limbah
2. Kualitas air sumur gali penduduk di Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan
Medan Tuntungan berdasarkan beberapa parameter sudah tidak sesuai dengan
parameter baku mutu air bersih. Berdasarkan hasil pengukuran, parameter
kualitas air yang telah melampaui ambang batas maksimum yaitu parameter
suhu, terdapat 5% air sumur yang memiliki suhu diatas 30°C, 60% air sumur
yang memiliki bau, 75% air sumur yang berasa, 40% air sumur yang
memiliki pH asam dan 50% air sumur memiliki kadar besi yang terlalu tinggi,
Sedangkan untuk parameter Nitrat semua kadarnya rendah dan masih sesuai
90
3. Kadar besi pada air sumur di Kelurahan Tanjung Selamat sangat bervariasi
namun daerah yang persebaran kadar besinya tinggi mengelompok pada
daerah sebelah utara dan barat laut Kelurahan Tanjung Selamat. Dari peta
isopleth kadar besi diketahui bahwa luas wilayah di Kelurahan Tanjung
Selamat yang air tanahnya telah mengalami pencemaran parameter besi
terhitung seluas +136 Ha atau sekitar 45% dari luas keseluruhan kelurahan
tersebut. Untuk daerah yang kadar besinya paling tinggi terdapat pada
lingkungan IV dan VIII tepatnya pada sebelah tenggara jalan Sakura Indah
sedangkan untuk parameter nitrat kadarnya relatif sama pada setiap daerah
dan masih aman dan layak digunakan sebagai sumber air bersih.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, saran yang dapat penulis berikan anatara lain :
1. Memberikan penyuluhan terhadap masyarakat di Kelurahan Tanjung
Selamat yang masih menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih
agar memahami karakteristik sumur meliputi syarat Konstruksi dan syarat
jarak agar sesuai dengan kriteria yang dianjurkan serta perlunya sistem
drainase yang baik agar mencegah masuknya air limbah masuk ke dalam
sumur.
2. Masyarakat di Kelurahan Tanjung Selamat perlu melakukan usaha untuk
memperbaiki kualitas air, khususnya air sumur, dengan cara melakukan
penyaringan untuk mengurangi pencemaran fisik air, memperbaiki
saluran-saluran pembuangan limbah agar tidak terjadi peresapan dari pembuangan
91
mengandung zat kimia yang terlalu berlebihan sehingga dapat
membahayakan dan mengganggu kesehatan manusia.
3. Kondisi indeks kualitas air dan persebaran kualitas air telah diketahui untuk
itu masyarakat kelurahan Tanjung Selamat terkhusus pada daerah yang
tercemar harus segera melakukan perbaikan terhadap bangunan sumur serta
menjaga kualitas air dan bagi pemerintah dan pihak terkait agar
menyediakan pelayanan air bersih yang lebih luas dengan harga yang lebih
92
DAFTAR PUSTAKA
Agustin, Krisman. 2013. Studi Kualitas Air Sumur Gali Penduduk Dilihat Dari
Fisik, Kimia dan Bakteriologis serta Gambaran Konstruksi Sumur Gali di
Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Skripsi. Medan. Jurusan
Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.
Candra, Budiman. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan . Cetakan I . Jakarta : EGC
Depkes RI.1990.Peraturan Mentri Kesehatan RI No 416 / Menkes / Per / IX 1990, Jakarta
Entjang, Indan. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bandung : Citra Aditya Bakti.
Ginting,Valentia.2013. Analaisis Kualitas Air Sumur Freatis (Dangkal) Sebagai
Sumber Air Minum Di Sekitar Wilayah Tempat Pembuangan Akhir Sampah
( Studi Kasus di TPAS Terjun Kecamatan Medan Marelan Kota Medan).
Skripsi. Medan. Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Medan.
Harahap, R .2013. Rekayasa Hidrologi, Unimed press. Medan
Ibrahim, Maulana Malik. 2012. Analisis Potensi Pencemaran Airtanah Bebas di
Kecamatan Medan Tembung. Skripsi. Medan: Jurusan Pendidikan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan
Lee, Richard. 1986. Hidrologi Hutan. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Mentri Kesehatan RI. 1990. Peraturan Mentri Kesehatan RI No 416 / Menkes /
Per/IX/1990 Tentang syarat-syarat Air Bersih. Jakarta
Mentri Kesehatan RI.2010. Peraturan Mentri Kesehatan RI No 492 / Menkes /
93
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 82 Tahun 2001 tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Situmorang, Manihar. 2007. Kimia Lingkungan. Medan: Universitas Negeri
Medan
Soewarno. 2000. Hidrologi Oprasional, jilit kesatu. Citra adtya bakti. Bandung
Soemarto 1995. Hidrologi Teknik. Jakarta. Erlangga
Soemirat Juli. 2000. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta. Gadjahmada University
Press.
Wisnu Wardana. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan.Yogakarta:Andi Offest
http://www.repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/33124/4/Chapter%20II.pdfd
(diakses 12 maret 2015)
http. www.klikharry.com.htm (diakses 15 maret 2015)
http://www. indoskripsi.com. Allafa, 2008. Air Bersih (diakses 15 Maret 2015)
http://id.wikipedia.org/wiki/Kualitas_air (diakses 15 Maret 2015)
http://digilib.unila.ac.id/1111/3/BAB%202.pdf( diakses 1 Mei 2015)
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21579/4/Chapter%20II.pdf