• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Piriformis Syndrome Sinistra Di RSUD Sukoharjo.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Piriformis Syndrome Sinistra Di RSUD Sukoharjo."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Gangguan nyeri pinggang dapat dialami oleh semua manusia, tidak

memandang umur, jenis kelamin maupun jenis genetik. Sebagian besar dari nyeri

pinggang disebabkan karena otot-otot pada pinggang sedikit lemah, sehingga pada

saat melakukan gerakan yang kurang betul atau berada pada suatu posisi yang

cukup lama ataupun kesalahan posisi pada saat mengangkat beban, hal ini dapat

menimbulkan peregangan yang ditandai dengan rasa sakit.

Sekitar 70% - 80% populasi di dunia mengalami nyeri pinggang pada

suatu waktu selama masa kehidupannya, dan diantaranya terdapat subkelompok

pasien yang mengalami nyeri pinggang sekaligus nyeri sciatic. Salah satu

diagnosis yang dapat ditegakkan berdasarkan evaluasi pada pasien sciatica adalah

sindrome piriformis (Douglas, 2002).

Piriformis syndrome adalah gangguan neuromuskular yang terjadi karena

saraf sciatica (nervus ischiadicus) terkompresi atau teriritasi oleh otot piriformis

sehingga menimbulkan nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada area bokong sampai

perjalanan saraf sciatica. Sekitar 15% dari populasi kasus sciatica (ischialgia)

adalah sindroma piriformis (Douglas, 2002).

Problematik fisioterapi pada kondisi sindrome piriformis sinistra

meliputi impairment, functional limitation, dan participation restriction.

Problematik yang termasuk impairment, yaitu (1) adanya nyeri gerak (2) adanya

nyeri tekan pada otot piriformis sinistra (3) adanya kontraktur pada otot piriformis

(2)

2

sinistra. Problematik yang termasuk functional limitation adalah pasien

mengalami keterbatasan pada aktivitas sehari – hari saat duduk lama, berjalan,

pasien mengalami kesulitan saat aktifitas buang air besar dengan kondisi toilet

jongkok. Problematika yang termasuk participation restriction adalah pasien

merasa terganggu saat mengendarai kendaraan bermotor dan pada saat ini pasien

terasa terganggu aktivitas kebiasaanya yaitu mengurusi lahan sawah.

Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan Kesehatan yang ditujukan

kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan

memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan

menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan ( fisik,

elektroterapeutik dan mekanis ), pelatihan fungsi, komunikasi (SK Menkes. No.

376, 2007).

Oleh karena itu penulis meganggap perlu untuk mengangkat

permasalahan paada kasus piriformis syndrome sinistra sebagai studi kasus dalam

menyelesaikan Program Studi Diploma III Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan di

Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam hal ini penulis menggunakan

metode sinar Infra Red (IR), Transcutaneus Elektrical Nerve Stimulation (TENS),

terapi latihan serta edukasi sebagai modalitas dengan harapan dapat

meminimalkan problematik impairment dan disability pada kasus piriformiis

(3)

3

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang ada pada kasus piriformis syndrome

sinistra dalam kaitanya dengan gangguan nyeri tekan, gerak dan fungsi dengan

pendekatan modalitas infra merah, Transcutaneus Elektrical Nerve Stimulation

(TENS) dan terapi latihan, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimanakah sinar infra merah dapat mengurangi nyeri

2. Bagaimanakah Transcutaneus Elektrical Nerve Stimulation (TENS) dapat

mengurangi nyeri.

3. Bagaimanakah terapi latihan dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan

kekuatan otot sehingga dapat meningkatkan kemampuan fungsional pada

kasus piriformis syndrome sinistra.

C. Tujuan Laporan Kasus

Dalam rumusan masalah yang telah ada, maka ada beberapa tujuan yang

hendak dicapai, antara lain:

1. Tujuan Umum

Untuk memenuhi syarat penyelesaian Program Studi Pendidikan DIII

Fisioterapi.

2. Tujuan Khusus

Untuk mengetahui manfaat sinar infra merah, Transcutaneus Elektrical Nerve

(4)

4

pengurangan nyeri sehingga dapat meningkatkan kemampuan fungsional

pada kasus syndrome piriformis sinistra.

D. Manfaat Laporan Kasus

Manfaat penelitian yang ingin dicapai penulis pada kasus piriformis

syndrome sinistra dengan modalitas sinar infra merah, Transcutaneus Elektrical

Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan adalah sebagai berikut:

1. Bagi penulis

Menambah pengetahuan dan memperluas wawasan mengenai hal –

hal yang berhubungan dengan penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus

piriformis syndrome sinistra.

2. Bagi pendidikan

Untuk dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan dalam memahami

dan mengembangkan informasi mengenai piriformis syndrome sinistra.

3. Bagi pasien

Untuk mengatasi masalah yang timbul pada penderita piriformis

syndrome sinistra.

4. Bagi masyarakat

Dapat menyebarluaskan dan memberikan informasi kepada pembaca

ataupun masyarakat tentang peran fisioterapi paada kasus piriformis

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan : Manfaat yang didapat dari modalitas Micro Wave Diathermy (SWD), Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Terapi Latihan (TL)

Apakah pemberian modalitas Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Terapi Latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi dan kemampuan aktivitas

Kesimpulan: Infra red, transcutaneus electrical nerve stimulation dan terapi latihan dapat mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan

Kesimpulan: Setelah dilakukan terapi dengan modalitas Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan McKenzie exercise sebanyak enam kali terapi, terjadi penurunan

Kesimpulan : Pemberian modalitas Short wave diathermy (SWD), Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS), dan terapi latihan pada kasus cervical root syndrome

Apakah Infra Red (IR), Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS) lutut pada

terhadap penurunan nyeri pada penderita Piriformis Syndrome sinistra , pengaruh pemberian Terapi Latihan terhadap peningkatkan kekuatan otot sehingga dapat meningkatkan

sebaiknya (1) Melakukan terapi latihan active exercise seperti yang diberikan terapis, dengan mengulur otot piriformis sinistra, (2) Menghindari penekanan pada daerah yang dikeluhkan