Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 1
HOTEL NEO FORTUNA
HOTEL
Jalan Ahmad Yani, RT. 01, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL)
DAN
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
RENCANA KEGIATAN PENINGKATAN USAHA
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 2
KEGIATAN USAHA HOTEL
JUMLAH KAMAR36 UNIT
KABUPATEN NUNUKAN
KATA PENGANTAR
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun
2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup dan Surat
Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup dalam
rangka mencegah dan mengantisipasi terjadinya pencemaran dan atau perusakan
lingkungan sebagai perwujudan dari pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Hidup (UPL) ini disusun dalam rangka melengkapi proses perijinan
Rencana Kegiatan Peningkatan Usaha Hotel Neo Fortuna Kabupaten Nunukan
dan juga sebagai pedoman bagi pemrakarsa dalam mengelola dan memantau
kegiatannya. Sehubungan hal itu pemrakarsa menyusun dokumen UKL dan UPL.
Dalam dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) ini diuraikan dampak - dampak yang
mungkin terjadi mulai dari tahap prakonstruksi, konstruksi maupun dampak yang
ditimbulkan pada saat operasional. Dengan tersusunnya dokumen ini kami tetap
mengharapkan masukan dan arahan dari instansi terkait sehingga kami dapat
menunjang pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Akhirnya atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa dapat kami selesaikan
dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 3
Kabupaten Nunukan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, RT. 01, Kelurahan
Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.
.
Nunukan, 20 April 2013
(Rudiono Ismanto)
D A F T A R I S I
Halaman
Kata Pengantar ... i
Daftar Isi ... ii
Bab I Identitas Pemrakarsa
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Identitas Pemrakarsa... 2
Bab II Rencana Peningkatan Kapasitas Usaha dan / atau Kegiatan
2.1 Nama Rencana Peningkatan Kapasitas Usaha dan / atau kegiatan . 1
2.2 Lokasi Rencana Peningkatan Kapasitas Usaha dan / atau kegiatan 2
2.3 Skala Kegiatan Peningkatan Kapasitas ... 3
2.4 Garis Besar Komponen Rencana Usaha dan / atau kegiatan ... 4
BabIIIDampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengelolaan LingkunganHidup serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
3.1. Dampak lingkungan yang ditimbulkan rencanapeningkatan kapasitas
usaha dan/ataukegiatan ... 1
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 4
3.3. Bentuk upaya pemantauan lingkungan hidup ... 3
3.4. Institusi pengelola dan pemantauan lingkungan hidup... 4
Surat Pernyataan
Daftar Pustaka
Lampiran
JUMLAH DAN JENIS IZIN - IZIN PPLH YANG DIBUTUHKAN
IJIN PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH B3
IJIN PEMBUANGAN LIMBAH
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 5
DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam
Hayati dan Ekosistemnya.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembar
Negara Republik Indonesia tahun 2004 nomor 125, tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Undang-Undang nomor 12 tahun 2008 tentang perubahan kedua atas
Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembar
Negara Republik Indonesia tahun 2008 nomor 59, tambahan lembaran Negara
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 6
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sampah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang
Kepariwisataan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang
Pengendalian Pencemaran Udara.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2007 tentang
Dokumen Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup bagi usaha dan/atau
Kegiatan Yang Tidak Memiliki Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012 tentang Jenis
Usaha dan / atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 7
Peraturan Menteri Kesehatan nomor 80 tahun 1990 tentang Persyaratan
Kesehatan Hotel
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2000 tentang
Proses Penapisan Usaha/Kegiatan Yang Wajib AMDAL.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 80 Tahun 1990 tentang Persyaratan
Kesehatan Hotel.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang
Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1098 Tahun 2003 tentang Persyaratan
Hygiene Sanitasi Ruang Makan dan Restoran.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 12 Tahun 1995 tentang
Pengawasan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan oleh Limbah.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 8 Tahun 1999 tentang
Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 24 Tahun 1992 tentang
Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 02 Tahun 2011Tentang
Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air.
Peraturan Daerah Kabupaten Nunukan Nomor 8 Tahun 2001 Tentang Ijin
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 8
BAB I
IDENTITAS PEMRAKARSA
1.1. Latar Belakang
Berkembangnya pembangunan di Kalimantan, khususnya di
Kalimantan Timur, Kabupaten Nunukan, kecamatan Nunukan, termasuk
hotel,memerlukan perubahan dan perbaikan serta peningkatan kegiatan dan
pelayanan kepada wisatawan yang tetap menitikberatkan perhatian
terhadap kelestarian lingkungan. Semua kegiatan / usaha yang telah
dibangun harus bersedia melakukan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan.
Agar akomodasi pariwisata yang dibangun tersebut tidak
menimbulkan dampak lingkungan akibat limbah hotel yang dihasilkan.Maka
usaha pelestarian lingkungan dan upaya menekan timbulnya dampak
terhadap pencemaran lingkungan dipandang perlu pemrakarsa rencana
kegiatan peningkatan usahaHotel dalam melaksanakan studi Upaya
Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan.
Adapun prinsip - prinsip pengelolaaan lingkungan hidup seperti yang
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 9
pada pengertian pengelolaaan lingkungan sebagai upaya terpadu untuk
melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan
penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan,
pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup dapat dilaksanakan
dengan baik.
Studi UKL & UPL rencana kegiatan peningkatan usaha Hotel “Hotel
Neo Fortuna” yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, RT. 01, Kelurahan
Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan,
penyusunannya mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan
Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan
Pemantauan Lingkungan Hidup. Diharapkan dengan tersusunnya dokumen
UKL & UPL ini dapat sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan
dan operasional nantinya.
Sehingga dalam pelaksanaannya rencana peningkatan usaha Hotel
Neo Fortuna dapat mengambil kebijakan penataan, pemanfaatan,
pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian
lingkungan hidup sesuai yang mengacu pada aturan tentang upaya
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 10
1.2. Identitas Pemrakarsa
Nama : Rudiono Ismanto
Jabatan : Pemilik Usaha
Alamat : Jalan Tanjung, RT. 02, Kelurahan
Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan,
Kabupaten Nunukan
Nama Usaha : Hotel Neo Fortuna
Bidang Usaha : Hotel
Alamat Usaha : Jalan Ahmad Yani, RT. 01, Kelurahan
Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan,
Kabupaten Nunukan
Nomor Telepon : (0556) 2025333
Nomor Faksimil : (0556) 2025321
Identitas Penanggung Jawab UKL-UPL
Nama : Bambang A
Jabatan : Manajer Operasional
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 11
Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan
Utara, Kabupaten Nunukan
BAB III
DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN UPAYA
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SERTA UPAYA
PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
3.1. Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Rencana Peningkatan Kapasitas Usaha Dan/Atau Kegiatan
3.1.1. Tahap Pra konstruksi
3.1.1.1 Penentuan Rencana Kegiatan Peningkatan Usaha
a. Sumber dampak : koordinasi dengan dinas terkait, dan
kegiatan sosialisasi proyek Kepada masyarakat di Kelurahan
Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.
b. Jenis dampak : kegiatan ini akan menimbulkan dampak sosial
berupa adanya pro kontra terhadap rencana Kegiatan
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 12
c. Besaran dampak : besarnya manusia yang akan terkena
dampak adalah seluruh warga di Kelurahan Nunukan Tengah,
Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan serta lahan seluas
980 m2
3.1.2. Tahap Konstruksi
3.1.2.1. Mobilisasi Tenaga Kerja Konstruksi
a. Sumber dampak : mobilisasi tenaga kerja sebanyak ± 10 orang
untuk kegiatan konstruksi. Kegiatan ini akan menimbulkan
dampak sosial berupa timbulnya keresahan dan kecemburuan
masyarakat setempat yang memiliki keahlian dan pekerjaan
sebagai tenaga kontraktor dan ingin bekerja sebagai tenaga
kerja konstruksi di rencana kegiatan. Dampak lainnya adalah
kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban
akibat rasa tidak puas terhadap sistem penerimaan tenaga
kerja bangunan di lokasi proyek.
b. Jenis dampak : Kegiatan ini akan menimbulkan dampak sosial
berupa timbulnya keresahan dan kecemburuan masyarakat
setempat.
c. Besaran dampak : ada kecemburuan masyarakat terhadap
posisi lowongan pekerjaan sebanyak ± 10 orang yang
dikerjakan oleh kontraktor proyek.
3.1.2.2. Mobilisasi Bahan / Material dan Peralatan
a. Sumber dampak : kegiatan yang menjadi sumber dampak
adalah mobilisasi bahan seperti : semen, batu pondasi, pasir,
besi-baja dan lain-lain. Mobilisasi peralatan seperti alat untuk
membuat bahan beton dan alat pertukangan lainnya.
b. Jenis dampak : kegiatan ini akan menimbulkan dampak
terhadap penurunan kualitas udara dan sumber meningkatnya
kebisingan. Akan terjadi peningkatan polutan ke udara pada
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 13
lokasi penyimpanan / gudang. Tingkat kebisingan akan
bertambah dari seluruh aktivitas bongkar material dari
kendaraan ke lokasi gudang. Kegiatan ini juga akan
menimbulkan dampak pada komponen transportasi berupa
gangguan lalu lintas, kemacetan di beberapa titik
persimpangan yang padat dan pada tikungan serta kerusakan
pada jalan yang dilewati.
c. Besaran dampak : meningkatnya polutan udara dan kebisingan
seluas proyek dan wilayah sekitarnya, serta kemacetan lalu
lintas sepanjang ruas jalan di depan lokasi kegiatan akibat
mobilisasi bahan material untuk pembangunan Hotelini dan
rusaknya jalan yang dilewati dalam proses pengangkutan
bahan dan material.
3.1.2.3. Pembangunan Struktur, Bangunan dan Penataan Pertamanan.
a. Sumber dampak : kegiatan yang merupakan sumber dampak
adalah memindahkan bahan-bahan pembuat beton seperti :
semen, kerikil, pasir dan besi beton, penataan pertamanan dan
struktur bangunan.
b. Jenis dampak : kegiatan ini akan menimbulkan dampak pada
komponen kualitas udara dan kebisingan berupa peningkatan
kadar debu dan polutan udara lainnya serta bertambahnya
tingkat kebisingan akibat kegiatan pengecoran beton. Kegiatan
ini juga akan berdampak pada komponen kualitas air dengan
meningkatnya kekeruhan di alur selokan sehingga dapat
mengganggu kehidupan flora dan fauna air di lokasi proyek
dan sekitarnya.
c. Besaran dampak : kehidupan manusia, flora dan fauna di lokasi
proyek dan sekitarnya.
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 14
a. Sumber Dampak : kegiatan yang menjadi sumber dampak
adalah pengadaan sarana jaringan listrik dan air ke areal
pembangunan.
b. Jenis dampak : kegiatan ini akan menimbulkan dampak
kepada perubahan dan penambahan distribusi aliran listrik dan
air ke areal proyek yang akan berpengaruh pada kegiatan
lainnya.
c. Besaran dampak : akan mempengaruhi fasilitas penunjang
ditempat lainnya.
3.1.3. Tahap Operasional
Kegiatan operasionalHotel “Hotel Neo Fortuna” akan memberikan
dampak terhadap lingkungan dari beberapa kegiatan sebagai berikut:
3.1.3.1. Penerimaan Tenaga Kerja Operasional.
a. Sumber dampak : kegiatan penerimaan tenaga kerja akan
menjadi penting untuk dibahas sebagai sumber dampak.
b. Jenis dampak : kegiatan ini akan berkaitan dengan dampak
terhadap komponen lingkungan sosial berupa keresahan dan
kecemburuan masyarakat setempat yang berkeinginan untuk
diterima sebagai tenaga kerja.
c. Besaran dampak : jumlah tenaga kerja yang akan diperlukan
sekitar 11 orang.
3.1.3.2. Operasional Sistem Pengolahan Limbah Cair
a. Sumber dampak : kegiatan untuk mengolah limbah cair dari
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 15
b. Jenis dampak : akan berkaitan dengan dampak terhadap
komponen lingkungan hidrologi dan lingkungan sosial berupa
potensi pencemaran air permukaan dan keresahan
masyarakat akibat sistem pembuangan limbah cair yaitu
penurunan kualitas air di sekitar kegiatan.
c. Besaran dampak : limbah cair yang dihasilkan sebesar 80%
dari kebutuhan air yaitu 0,15 m3 (150Lt) per orang/hari, yaitu 47 orang x 0,15 x 80% adalah 5,64 m3 dari kegiatan operasional Hotel serta operasional kamar mandi yang harus
dikelola dengan baik yang berdampak pada areal seluas 980
m2 dan lingkungan sekitar kegiatan.
3.1.3.3. Operasional Sistem Pengelolaan Limbah Padat (Sampah)
a. Sumber dampak : kegiatan penanganan limbah padat/sampah
yang dihasilkan pada operasional Hotel.
b. Jenis dampak : berkaitan dengan dampak terhadap kondisi
lingkungan akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik.
c. Besaran dampak : limbah padat/sampah yang dihasilkan 2,5
Kgx jumlah orang (47 orang) adalah 117,5 Kg per hari, berupa
sisa bahan makanan, kegiatan membersihkan areal
pertamanan (sampah organik) dan sampah dari plastik, kertas,
kaleng, kardus (sampah anorganik) yang berdampak pada
areal seluas 980 m2 dan lingkungan sekitar kegiatan.
3.1.3.4. Operasional Pengelolaan Serangga dan Binatang Pengerat
a. Sumber dampak : kegiatan yang berkaitan dengan operasional
Hotel, penyimpanan bahan makanan dan peralatan
(operasional gudang).
b. Jenis dampak : timbulnya bahaya munculnya berbagai
penyakit dan penyakit menular oleh serangga maupun
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 16
c. Besaran dampak : kesehatan seluruh karyawan dan wisatawan
yang berkunjung serta areal seluas 980 m2. 3.1.3.5. Operasional Parkir
a. Sumber dampak : kegiatan yang berkaitan dengan keluar
masuknya kendaraan dan parkir di lokasi kegiatan.
b. Jenis dampak : akan berkaitan dengan dampak yang
ditimbulkan akibat adanya konflik pemanfaatan lahan jalan
masuk ke parkir serta peningkatan kebisingan dan
pencemaran udara.
c. Besaran dampak : setiap kendaraan memberikan kontribusi
pada peningkatan emisi gas buang ke udara dan potensi
kemacetan pada jalan raya berdampak pada areal seluas 980
m2 dan lingkungan sekitar kegiatan.
3.1.3.6. Operasional Sistem Pemadam Kebakaran
a. Sumber dampak : kegiatan yang berkaitan dengan operasional
hotel dimana menggunakan tenaga listrik, api, gas, dll, yang
dapat menimbulkan terjadinya kebakaran.
b. Jenis dampak : akan berkaitan dengan dampak sosial,
ekonomi dan keamanan pengunjung, karyawan dan
masyarakat sekitar. Selain bahaya keamanan bagi tamu /
wisatawan, karyawan dan masyarakat sekitar juga dapat
menimbulkan kerugian material bagi pengelola serta
keresahan warga sekitar lokasi kegiatan.
c. Besaran dampak : tamu / wisatawan, untuk operasional hotel,
dan berdampak pada areal seluas 980 m2 dan lingkungan sekitar kegiatan.
3.1.3.7. Aktivitas Sosial Dengan Masyarakat
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 17
pengunjung dengan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
b. Jenis dampak : berkaitan dengan dampak terhadap lingkungan
sosial akibat interaksi yang tidak seimbang antara pengelola
kegiatan dengan masyarakat seperti terganggunya aktivitas
masyarakat, Bagaimana pengelolaan dari pihak hotel sehingga
hotel tidak dijadikan tempat untuk melakukan aktivitas seksual
yang menyimpang yang dapat meresahkan masyarakat.
c. Besaran dampak : masyarakat terdekat dengan keberadaan
kegiatan dan seluruh masyarakat di Kelurahan Nunukan
Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.
3.1.3.8. Interaksi Karyawan Dengan Manajemen Pengelola.
a. Sumber dampak : kegiatan yang berkaitan dengan hak dan
kewajiban karyawan dengan kebijakan yang diterapkan oleh
pihak pengelola.
b. Jenis dampak : berkaitan dengan dampak terhadap
perlindungan hak dan kewajiban karyawan, kontrak kerja, dan
Surat Keterangan Sehat.
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 18
3.1. Tabel Ringkasan Prakiraan Dampak Lingkungan Yang Akan Terjadi
3.1.1. Tabel Ringkasan Dampak Pada Tahap Pra Konstruksi
No Kegiatan Sumber
sosial berupa
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 19
m2
3.1.2. Tabel Ringkasan Dampak Pada Tahap Konstruksi
No Kegiatan Sumber
Dampak
Jenis
Dampak
Besaran
Dampak
Keterangan
II Konstruksi Mobilisasi
tenaga kerja.
Kegiatan ini
akan
menimbul
kan dampak
sosial
berupa
timbulnya
keresahan
dan
kecemburu
an
masyarakat
Tenaga kerja
konstruksi
proyek
sebanyak 10
orang dan
masyarakat.
Menyangkut
keamanan,
keselamat
an, dan jiwa
manusia.
Menyangkut
kesempatan
kerja
masyarakat
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 20
setempat.
areal sekitar
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 21
kualitas air
aliran listrik
dan air ke
3.1.3. Tabel Ringkasan Dampak Pada Tahap Operasional
No Kegiatan Sumber
III Operasional Penerimaan
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 22
untuk air
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 23
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 24
budaya
masyarakat.
masyarakat Nunukan
Tengah,
3.2. Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
3.2.1. Tahap Pra Konstruksi
3.2.1.1. Tingkat pemahaman masyarakat yang bervariasi akan muncul
berupa keluhan masyarakat di Kelurahan Nunukan Tengah,
Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan dalam pertemuan
informal maupun formal.
a. Upaya pengelolaan lingkungan : pencegahan dampak negatif ini
dapat dilakukan melalui kegiatan sosialisasi rencana pembangunan
proyek kepada masyarakat yang meliputi berbagai komponen
seperti tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan instansi
pemerintah/swasta di sekitar lokasi kegiatan. Meminta masukan dan
saran dari komponen masyarakat serta instansi terkait berkaitan
dengan rencana pembangunan Hotelini. Penanggulangan dampak
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 25
dengan pendekatan partisipatif. Saat penetapan batas proyek agar
melibatkan para penyanding/pendamping di sekitar lokasi kegiatan
serta disaksikan oleh instansi berwenang dan tokoh masyarakat.
Melengkapi dan memenuhi semua peraturan dan perijinan terkait
dengan peningkatan kapasitas kegiatan/usaha hotel melalui
koordinasi dengan dinas-dinas terkait di Kelurahan Nunukan
Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : sebelum dan dalam proses
pengerjaan kegiatan.
3.2.2. Tahap Konstruksi
3.2.2.1. Adanya keluhan masyarakat di Kelurahan Nunukan Tengah,
Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, saat pertemuan
informal dan formal mengenai proyek.
a. Upaya pengelolaan lingkungan : pengelolaan dilaksanakan dengan
membuat pendekatan berupa kesediaan pemrakarsa proyek untuk
memberikan kesempatan pertama kepada masyarakat di sekitar
lokasi proyek untuk diterima menjadi tenaga kerja proyek sesuai
dengan kebutuhan dan lowongan pekerjaan yang tersedia. Untuk
menghindari kemacetan lalulintas ketika mobilisasi material dan alat
maka dilakukan dengan pengaturan volume angkut material tidak
melebihi ketentuan batas yang diijinkan dan tidak dilakukan pada
jam-jam sibuk atau padat aktivitas.
Untuk menghindari kesan kumuh di sekitar proyek dapat dilakukan
dengan pemasangan dinding/pagar sementara di sekeliling proyek,
sehingga menurunnya estetika lingkungan dapat diminimalkan serta
pandangan masyarakat yang kebetulan lewat di jalur proyek dapat
diantisipasi.
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 26
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
kegiatan.
3.2.2.2. Jenis dampak : penurunan kualitas udara di sekitar proyek.
a. Upaya pengelolaan lingkungan : pengelolaan dilaksanakan dengan
mengatur jadwal mobilisasi bahan / material dan peralatan, serta
semua pekerja menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
kegiatan
3.2.2.3. Keluhan masyarakat di sekitar proyek. Tingkat kebisingan yang
ditoleransi sebesar 55 dB untuk kawasan pemukiman dan 70 dB
untuk kawasan rekreasi, mengadakan sosialisasi kepada
masyarakat sekitar.
a. Upaya pengelolaan lingkungan : kegiatan-kegiatan yang
menimbulkan kebisingan sebaiknya dijadwalkan sedemikian rupa
sehingga tidak mengganggu masyarakat pada saat istirahat atau
pada saat upacara keagamaan. Menggunakan peralatan yang
berfungsi baik dan kontraktor yang berpengalaman agar pekerjaan
dilakukan dengan cepat.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 27
3.2.2.4. Peningkatan partikel debu, CO dan adanya keluhan masyarakat di
sekitar proyek tentang gangguan pencemaran udara dan suara
serta kekeruhan air permukaan.
a. Upaya pengelolaan lingkungan : melakukan kegiatan penyiraman
secara rutin pada daerah yang berpotensi menimbulkan debu,
terutama pada saat pekerjaan pembersihan lahan, galian dan
pekerjaan struktur. Melakukan penutupan pada material yang
diangkut ke lokasi proyek atau yang sudah di lokasi proyek
sehingga tidak ada debu/partikel lainnya yang beterbangan, lumpur
atau tanah hasil galiandigunakan sebagai tanah urug untuk lahan
cekungan atau landai diambil pihak yang membutuhkan.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
kegiatan.
3.2.2.5. Perubahan dan penambahan distribusi listrik dan air ke lokasi
proyek.
a. Upaya pengelolaan lingkungan : mendapatkan ijin penggunaan
listrik dan air yang dipergunakan secara efesien dan cermat.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
kegiatan.
3.2.3. Tahap Operasional
3.2.3.1. Keluhan masyarakat yang ingin menjadi karyawan.
a. Upaya pengelolaan lingkungan : melakukan pendekatan dengan
perangkat daerah setempat tentang kerjasama di bidang tenaga
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 28
perusahaan, kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan dan
ketersediaan lowongan pekerjaan. Pendekatan yang diharapkan
adalah dapat menampung tenaga kerja lokal Kelurahan Nunukan
Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan serta
menyediakan fasilitas pelatihan (training) bagi warga Kelurahan
Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan yang
memerlukan pelatihan di bidang akomodasi pariwisata. Pihak
perangkat daerah setempat juga memiliki kewajiban untuk menjaga
keamanan dan ketertiban di areal Hotel.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : kantor manajemen hotel
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan.
3.2.3.2. Potensi pencemaran limbah cair : parameter kunci seperti DO,
BOD, COD, deterjen yang ditemukan pada limbah cair yang
melebihi standar baku mutu limbah akomodasi pariwisata, Baku
Mutu Air Limbah Untuk Kegiatan Hotel sesuai Peraturan Daerah
Provinsi Kalimantan Timur No 2 Tahun 2011sebagai berikut ;
No Parameter Kadar
Minyak dan Lemak
pH
a. Upaya pengelolaan lingkungan :
Melaksanakan sistem manajemen konservasi air yang
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 29
Memasang pengontrol air di setiap kloset dan fasilitas yang
menggunakan air dalam jumlah besar.
Melakukan kampanye (memasang pamflet) penghematan
air bagi seluruh karyawan dan tamu.
Melakukan pengolahan limbah cair
Pengelolaan limbah cair yang berasal dari kamar mandi
dan toilet .
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : areal pengolahan limbah
cair
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.2.3.3. Peningkatan volume limbah padat (sampah), kegiatan operasional
(operasional hotel, operasional sistem pengelolaan limbah
padat/sampah dan kegiatan pertamanan), adanya tumpukan
sampah di lokasi pengumpulan, parameter : bau busuk dan ceceran
sampah.
a. Upaya pengelolaan lingkungan :
Mengoptimalkan sistem manajemen pengelolaan limbah
padat/sampah dengan berusaha mengurangi penggunaan
produk-produk anorganik (bahan yang tidak mudah terurai),
kemasan produk yang berlebihan dan memberikan masukan
kepada pemasok barang kebutuhan Hotel agar dalam proses
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 30
Melakukan kegiatan reuse yakni menggunakan kembali barang
yang telah dipakai dengan fungsi yang sama atau fungsi yang
lain.
Menggunakan benda-benda yang bisa diisi ulang atau dipakai
kembali misalnya : botol, lap pembersih, baterai isi ulang dan
lain-lain. Barang-barang yang tidak bisa digunakan kembali bisa
diberikan kepada lembaga/perorangan yang masih bisa
memanfaatkannya.
Menyediakan tempat sampah tertutup untuk pembuangan
sampah sementara pada tempat-tempat yang berpotensi
menghasilkan sampah seperti kamar mandi, areal parkir
maupun sekitar lokasi santai.
Memberikan limbah berupa sisa-sisa makanan kepada
peternak/masyarakat yang membutuhkan untuk makanan
ternak.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : areal pengolahan limbah
padat, kamar, dan gudang.
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.2.3.4. Peningkatan gangguan lalu lintas, kebisingan, dan polusi udara
a. Upaya pengelolaan lingkungan : pengaturan parkir secara optimal
dengan menyediakan tenaga/petugas parkir sehingga tidak
menimbulkan kemacetan dan kebisingan.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : areal parkir.
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.2.3.5. Penurunan kualitas air, dan udara serta penyebaran penyakit
a. Upaya pengelolaan lingkungan : membuat pengolahan limbah cair,
penataan ruangan yang nyaman dan hygenis
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : areal kamar.
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 31
kegiatan / usaha.
3.2.3.6. Peningkatan potensi penyebaran penyakit menular dari serangga
dan binatang pengerat, ditemukan adanya karyawan atau
tamu-tamu yang berkunjung yang menderita penyakit menular serta
penyakit akibat serangga dan binatang pengerat
a. Upaya pengelolaan lingkungan :
Mengoptimalkan sistem kesehatan dan keselamatan kerja
karyawan dan melakukan pemeriksaan air pencucian
bahan-bahan masakan dan air pencucian alat-alat hotel,
pemeriksaan makanan dan usap alat, pemeriksaan sumber
air minum minimal setiap 6 (enam) bulan sekali pada
instansi kesehatan/puskesmas/laboratorium kesehatan
masyarakat setempat.
Pemeriksaan laik sehat akomodasi pariwisata dengan
pemeriksaan keadaan hygiene dan sanitasi termasuk
kesehatan karyawan penjamah makanan sebagai jaminan
sanitasi/kebersihan makanan/minuman yang disajikan oleh
karyawan yang melayaninya. Para karyawan harus
berpakaian bersih dan rapi serta tidak dalam keadaan
berpenyakit menular.
Menjaga kebersihan gudang penyimpanan baik
penyimpanan bahan makanan maupun linen dan peralatan
dan menyediakan tenaga pest control.
Menggunakan bahan-bahan daging yang dihasilkan oleh
ruang potong hewan yang resmi, sayur-sayuran,
buah-buahan dari pemasok yang resmi dan bersertifikat.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : operasional kamar,
pelayanan tamu, operasional gudang.
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses operasional
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 32
3.2.3.7. Terjadinya gangguan terhadap pelayanan karyawan terhadap tamu,
adanya keluhan tamu terhadap pelayanan karyawan dalam
penyajian makanan dan minuman serta pelayanan lain secara
umum.
a. Upaya pengelolaan lingkungan : menyediakan tenaga terampil.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : operasional kamar,
pelayanan tamu di lobby
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.2.3.8. Potensi terjadinya kebakaran
a. Upaya pengelolaan lingkungan : mengoptimalkan sistem kesehatan
dan keselamatan kerja karyawan dan menggunakan peralatan dan
instalasi listrik standar, alarm kebakaran, menyediakan alat/tabung
pemadam kebakaran pada tiap - tiap bangunan dan nantinya setiap
1 (satu) bulan sekali akan diadakan pengecekan atau uji coba
sehingga alat selalu siap pakai, serta mengadakan pelatihan
menanggulangi bahaya kebakaran terhadap karyawan.
Penempatan kompor dan tabung gas di tempat yang ventilasinya
bagus atau mencukupi agar udara mudah keluar masuk sehingga
bila terjadi kebocoran gas akan langsung terbawa angin.
Pemeriksaan saluran gas dari tabung ke kompor secara berkala
agar bila ada kebocoran dapat diketahui dengan segera. Tidak
menyimpan bahan mudah terbakar seperti : minyak tanah, spritus
dekat dengan sumber api, tidak memasang lampu secara
berlebihan dan tidak menempelkan stop kontak bertumpuk-tumpuk,
pasalnya kabel akan panas dan meleleh serta dapat menyebabkan
percikan api yang lama-lama bisa menyulut kebakaran. Jika terjadi
kebakaran karena listrik, putuskan aliran listrik secepatnya dan
padamkan percikan api. Mensosialisasikan sistem kesehatan dan
keselamatan kerja karyawan.
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 33
operasional parkir, operasional hotel, kegiatan wisatawan, struktur
atap bangunan.
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.2.3.9. Potensi konflik ketenaga kerjaan antara karyawan dengan
pengelola, interaksi karyawan dengan pihak pengelola terutama
tentang hak dan kewajiban karyawan terhadap perusahaan.
a. Upaya pengelolaan lingkungan :
Melakukan sosialisasi hak dan kewajiban pekerja kepada
perusahaan sesuai dengan undang-undang ketenaga
kerjaan.
Melakukan perjanjian kontrak kerja untuk menghindari
terjadinya perselisihan antara pekerja dengan pengelola.
Memberikan hak-hak karyawan sesuai dengan
undang-undang ketenaga kerjaan.
b. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup : kantor manajemen dan
operasional hotel
c. Periode pengelolaan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.3. Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
3.3.1. Tahap Pra Konstruksi
3.3.1.1. Tingkat pemahaman masyarakat yang bervariasi akan muncul
berupa keluhan masyarakat di Kelurahan Nunukan Tengah,
Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan dalam pertemuan
informal maupun formal.
a. Upaya pemantauan lingkungan : menyebarkan isian pada saat
rapat lingkungan/Pertemuan di Kelurahan Nunukan Tengah,
Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, berkaitan dengan
keinginan masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemrakarsa. Minta
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 34
ada terutama penetapan batas proyek. Melihat kesesuaian ijin
yang diterbitkan dengan kenyataan yang ada di lapangan.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : sebelum dan dalam proses
pengerjaan kegiatan.
3.3.2. Tahap Konstruksi
3.3.2.1. Adanya keluhan masyarakat di Kelurahan Nunukan Tengah,
Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, saat pertemuan
informal dan formal mengenai proyek.
a. Upaya pemantauan lingkungan : pemantauan dilaksanakan dengan
menyebarkan isian berkaitan dengan hal-hal yang dikeluhkan oleh
masyarakat setempat.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
kegiatan.
3.3.2.2. Jenis dampak : penurunan kualitas udara di sekitar proyek.
a. Upaya pemantauan lingkungan : pemantauan dilaksanakan dengan
pendataan dan pengecekan kesehatan pekerja pada instansi
kesehatan terdekat.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
kegiatan
3.3.2.3. Keluhan masyarakat di sekitar proyek. Tingkat kebisingan yang
ditoleransi sebesar 55 dB untuk kawasan pemukiman dan 70 dB
untuk kawasan rekreasi, mengadakan sosialisasi kepada
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 35
a. Upaya pemantauan lingkungan : pemantauan dilaksanakan dengan
mengamati situasi di lapangan jika terjadi tingkat kebisingan yang
tinggi melebihi batas toleransi pendengaran manusia (tingkat
kebisingan yang ditoleransi sebesar 55 dB untuk kawasan
pemukiman, 70 dB untuk kawasan rekreasi), mengamati secara
langsung dan meminta laporan dari masyarakat baik dalam
pertemuan formal maupun non formal jika ada keluhan masyarakat
sekitar akibat tingkat kebisingan yang melebihi ambang batas.
Pihak hotel, tidak melakukan pengukuran parameter kebisingan
karena tingkat kebisingan di lokasi proyek masih bisa ditoleransi
oleh pendengaran manusia normal.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
kegiatan
3.3.2.4. Peningkatan partikel debu, CO dan adanya keluhan masyarakat di
sekitar proyek tentang gangguan pencemaran udara dan suara
serta kekeruhan air permukaan.
a. Upaya pemantauan lingkungan : pemantauan dilaksanakan dengan
mengamati situasi di lapangan jika terjadi tingkat pencemaran udara
dan suara serta kondisi air permukaan yang tidak bisa ditoleransi,
mengamati secara langsung dan meminta laporan dari masyarakat
baik dalam pertemuan formal maupun non formal jika ada keluhan
masyarakat sekitar akibat tingkat pencemaran udara yang melebihi
batas toleransi atau jika ada yang mengalami gangguan pernafasan
akibat peningkatan polutan pencemar udara dan kekeruhan air
permukaan, maka pihak hotel melakukan pengukuran parameter
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 36
kualitas udara, sampel air dan uji lab air permukaan, berkoordinasi
dengan dinas terkait, BLHD Kabupaten Nunukan dan Dinas
Kesehatan Kabupaten Nunukan.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
kegiatan.
3.3.2.5. Perubahan dan penambahan distribusi listrik dan air ke lokasi
proyek.
a. Upaya pemantauan lingkungan : secara berkala mengamati tata
cara kerja dan penggunaan listrik dan air supaya tidak berlebihan.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : dalam areal hotel yang
sudah ada, tidak ada penambahan lahan
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses pengerjaan
kegiatan.
3.3.3. Tahap Operasional
3.3.3.1. Keluhan masyarakat yang ingin menjadi karyawan.
a. Upaya pemantauan lingkungan : menyebarkan isian kepada
anggota masyarakat melalui Kelurahanberkaitan dengan lowongan
kerja yang tersedia, keahlian yang diperlukan dan jadwal
penerimaan pegawai.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : kantor manajemen hotel
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan.
3.3.3.2. Potensi pencemaran limbah cair : parameter kunci seperti DO,
BOD, COD, deterjen yang ditemukan pada limbah cair yang
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 37
Mutu Air Limbah Untuk Kegiatan Hotel sesuai Peraturan Daerah
Provinsi Kalimantan Timur No 2 Tahun 2011sebagai berikut ;
No Parameter Kadar
Minyak dan Lemak
pH
a. Upaya pemantauan lingkungan : pengukuran parameter
fisik-kimia sampel air di lokasi pengambilan sekitar lokasi kegiatan.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : areal pengolahan limbah
cair
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.3.3.3. Peningkatan volume limbah padat (sampah), kegiatan operasional
(operasional hotel, operasional sistem pengelolaan limbah
padat/sampah dan kegiatan pertamanan), adanya tumpukan
sampah di lokasi pengumpulan, parameter : bau busuk dan ceceran
sampah.
a. Upaya pemantauan lingkungan : melaksanakan kegiatan
penghitungan volume sampah yang dihasilkan, dan memantau jika
terjadi keluhan terhadap keberadaan sampah.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : areal pengolahan limbah
padat, kamar, dan gudang.
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 38
a. Upaya pemantauan lingkungan : pemantauan dilaksanakan dengan
mengamati situasi di lapangan jika terjadi tingkat kebisingan yang
tinggi melebihi batas toleransi pendengaran manusia (tingkat
kebisingan yang ditoleransi sebesar 55 dB untuk kawasan
pemukiman, 70 dB untuk kawasan rekreasi), mengamati secara
langsung dan meminta laporan dari masyarakat baik dalam
pertemuan formal maupun non formal jika ada keluhan masyarakat
sekitar terhadap tingkat kebisingan yang melebihi ambang batas
akibat operasional Hotel. Pihak pengelola tidak melakukan
pengukuran parameter kebisingan karena tingkat kebisingan di
lokasi kegiatan/usaha masih bisa ditoleransi oleh pendengaran
manusia normal.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : areal parkir.
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.3.3.5. Penurunan kualitas air, dan udara serta penyebaran penyakit
a. Upaya pemantauan lingkungan : melakukan pengukuran secara
berkala terhadap kualitas limbah bekerjasama dengan instansi
terkait
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : areal kamar.
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.3.3.6. Peningkatan potensi penyebaran penyakit menular dari serangga
dan binatang pengerat, ditemukan adanya karyawan atau
tamu-tamu yang berkunjung yang menderita penyakit menular serta
penyakit akibat serangga dan binatang pengerat
a. Upaya pemantauan lingkungan : mencari data-data jenis penyakit
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 39
Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, ciri-ciri
penyakit dan cara penyebarannya.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : operasional kamar,
pelayanan tamu, operasional gudang.
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.3.3.7. Terjadinya gangguan terhadap pelayanan karyawan terhadap tamu,
adanya keluhan tamu terhadap pelayanan karyawan dalam
penyajian makanan dan minuman serta pelayanan lain secara
umum.
a. Upaya pemantauan lingkungan : melakukan pelatihan terhadap
karyawan dan menjaga hubungan yang baik terhadap tamu.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : operasional kamar,
pelayanan tamu di lobby
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.3.3.8. Potensi terjadinya kebakaran
a. Upaya pemantauan lingkungan : Secara berkala memeriksa
instalasi listrik dan secara berkala mentera ulang alat pemadam
kebakaran.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : operasional listrik,
operasional parkir, operasional hotel, kegiatan wisatawan, struktur
atap bangunan.
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.3.3.9. Potensi konflik ketenaga kerjaan antara karyawan dengan
pengelola, interaksi karyawan dengan pihak pengelola terutama
tentang hak dan kewajiban karyawan terhadap perusahaan.
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 40
dan tidak tetap yang bekerja, mendata dan mencarikan solusi
terbaik terhadap keluhan dan keinginan karyawan dengan
kebijakan yang diterapkan oleh pengelola.
b. Lokasi pemantauan lingkungan hidup : kantor manajemen dan
operasional hotel
c. Periode pemantauan lingkungan hidup : selama proses operasional
kegiatan / usaha.
3.4. Institusi Pengelola Dan Pemantauan Lingkungan Hidup
Pendekatan institusional yang dilakukan ada kegiatan atau usaha ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengendalikan tindak kriminal dan menjaga keamanan perlu dilakukan
kerjasama dengan pihak kepolisian dan Pemerintah setempat.
2. Menangani pencemaran lingkungan dilakukan dengan pemerintah
Kabupaten Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan,
Kabupaten Nunukan, BLHD, dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Timur dengan melibatkan komponen masyarakat setempat.
3. Pemrakarsa dalam melaksanakan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan perlu melakukan kerjasama dengan instansi/lembaga terkait
di Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 41 3.2. Tabel Ringkasan Pengelolaan Lingkungan & Pemantauan Lingkungan Hidup
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 42
Dampak Lingkungan Yang Ditimbulkan Dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup - 43 parkir, dan taman
3.5. Tolak Ukur Efektifitas Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup
Dalam mengukur efektifitas kegiatan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup kegiatan peningkatan usaha Hotel
”Hotel Neo Fortuna” adalah adanya tindak lanjut terhadap pelaksanaan
pemantauan lingkungan serta dukungan yang nyata pada aspek
pendanaan kegiatan pemantauan lingkungan. Semua kegiatan
tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan dan dilaporkan
MATRIK PERBAIKAN / PENYEMPURNAAN DOKUMEN UKL & UPL
HOTEL NEO FORTUNA
HOTEL
Jalan Ahmad Yani, RT. 01, Kelurahan Nunukan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan
No Nama Halaman Saran / Masukan Perbaikan
1 Bernadus Boli, A.Md. Par (DISBUDPARPOR)
Dokumen Hampir disetiap halaman terjadi kesalahan pengetikan / penyebutan nama kecamatan. Seharusnya Kecamatan Nunukan tetapi didalam dokumen tertulis Kecamatan Nunukan Tengah.
Semua diperbaiki, sesuai saran
BAB I halaman
6
Pendahuluan (hal. 6). Identitas pemrakarsa kesalahan pengetikan / penyebutan alamat pemrakarsa.
Konfirmasi dari pihak hotel, alamat pemrakarsa sudah benar
BAB II halaman
10
Rencana kegiatan pemilihan bahan baku masakan (hal. 10). Pemilihan bahan baku masakan di jual disekitar pasar ubud maupun di Denpasar. Seharusnya dijual / dibeli di Nunukan.
BAB II menejemen sampai karyawan.
Diuraikan sesuai saran
2 Freddyanto Gromiko, ST (BLHD Kab. Nunukan)
Cover Judul agar diperbaiki menjadi Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Hidup (UPL) rencana kegiatan peningkatan usaha hotel Neo Fortune Kab. Nunukan.
Diperbaiki sesuai saran
I Sehubungan dengan judul di atas maka redaksional di latar belakang dan lainnya yang berkaitan, agar di sesuaikan.
Disesuaikan
RK-3 Skala usaha/kegiatan agar ditekankan pada perubahan/peningkatan rencana usaha. Gambaran mengenai kegiatan yang sudah berjalan hanya sebagai informasi tambahan saja.
RK-3 Tahapan kegiatan disampaikan adalah yang masih merupakan rencana kegiatan (rencana
perubahan/penambahan) bukan tahapan kegiatan yang sudah berjalan.
Ditambahkan dan disesuaikan
RK-12 Oli bekas bukan B3 tetapi limbah B3 sehingga gudang yang dibangun adalah tempat penyimpanan sementara limbah B3 (TPS limbah B3). Dan bukan hanya oli bekas yang merupakan limbah B3. Tolong diinventarisasi limbah B3 yang dihasilkan hotel.
Uraian dan gambar ditambahkan
BAB III, 7
Perkirakan mengenai dampak sosial yang mungkin akan terjadi pada saat operasional hotel khususnya dalam tahapan penerimaan tamu. Bagaimana pengelolaan dari pihak hotel sehingga hotel tidak dijadikan tempat
untuk melakukan aktivitas seksual yang mnyimpang yang dapat meresakan masyarakat. BAB IV,
14
Tambahkan matrik rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup.
Ditambahkan
BAB IV, 8
Untuk rencana
pemantauan, agar ditambahkan
frekuensinya misalnya pemantauan kualitas air limbah dilakukan 1 bulan sekali dan disebutkan
parameternya. (untuk air, gunakan parameter sesuai perda prov Kaltim No 2 Tahun 2011).
Ditambahkan
3. Alexander Rombe, ST (BLHD Kab.
Nunukan)
4-6 Susun peraturan perundangan secara hirarki, kelompokan bagian peraturan perundangan dan susun mulai dari tahun terbitan tertua sampai yang termuda.
Permen LH No 11
Tahun 2007 salah, ganti dengan Permen LH No 5 Tahun 2012. Kepmen Kesehatan No 61 Tahun 1991
tidak usah
dimasukan.
II-1 Hilangkan kalimat pada alinea 1, berupa mohon dengan ini kami mengajukan permohonan dokumen lingkungan dan seterusnya Kabupaten Nunukan.
Dihilangkan
II-12 Tambahkan gambar atau desain gudang/TPS
Limbah B3
Tambahkan tata cara
penyimpanannya.
Ditambahkan gambar, dan desain, serta uraian
BAB II-IV
Kajian hanya dilakukan
pada rencana
pembangunan baru dan untuk bangunan yang sudah ada hanya berupa rona atau kondisi exesting.
4. Rahmawati Matto, SP (BLHD Kab.
Nunukan)
Cover Tolong di informasikan secara jelas besaran kapasitas pembangunan usaha hotel .
Diperbaiki
BAB II, 1
Hotel Neo Fortuna telah berdiri selama beberapa tahun, dan akan diadakan penambahan kapasitas ruangan dan fasilitas hotel lainnya. Bagaimana pengelolaan lingkungan selama ini , sebelum penambahan kapasitas dan fasilitas hotel dilakukan ?? Tolong dijelaskan di dokumen yang ada.
Diuraikan di rencana kegiatan
Dokumen Penulisan dokumen apakah sudah sesuai dengan Permen LH No. 13 tahun 2010, tidak ada surat pernyataan kesanggupan yang ditandatangani
pemrakarsa, tidak menampilkan Matriks Rencana Upaya Pengelolaan
Lingkungan dan Upaya Pemantauan
Lingkungan, tidak ada penjelasan mengenai rona lingkungan pada saat ini.. ( Tolong ditambahkan di dokumen ),
Dokumen dan
gambaran yang
ditampilkan tolong disesuaikan dengan lingkungan dimana hotel tersebut berada . ( di dokumen gambaran yang ditampilkan di Denpasar, Bali )
Pada dokumen
dijelaskan bahwa hotel akan membangun IPAL. Mengingat hotel ini sudah beroperasi selama beberapa tahun, apakah pembangunan sudah dilaksanakan ? Berapa kapasitas IPAL nya? Mohon dijelaskan.
Hal 15 Limbah B3 ( seperti lampu dan neon) dikumpulkan
bekerjasama dengan pihak luar . Tolong
disebutkan dengan siapa karena pihak hotel sudah beroperasi selama beberapa tahun.
dinas terkait, mohon arahan instansi yang berwenang
Pada tabel Upaya pengelolaan
Lingkungan di rencana Pengelolaan
Lingkungan , pada jenis dampak Limbah , apakah pemrakarsa benar benar sanggup melaksanakan rencana UPL yang ada ?
Apabila ada
pemeriksaan dari BLHD
apakah pihak
pemrakarsa sudah dapat menjelaskan nantinya?
Dokumen sudah mendapatkan kesanggupan pihak hotel ; pemrakarsa dan
penanggungjawab
Saran...sebaiknya Pihak hotel menanam tanaman pelindung di depan atau samping hotel serta didalam hotel sendiri..untuk
menambah keindahan dan keteduhan , serta mengurangi Polusi , apabila areal terbatas diluar ruangan bisa ditanam dengan
menanam dalam Pot. 5. Fitria Hanida
Indriarini, ST (BLHD Kab.
Nunukan)
- Di dalam dokumen disebutkan rencana pembangunan Hotel Neo Fortuna, padahal pada kenyataannya Hotel Neo Fortuna telah lama beroperasi, apabila hanya penambahan fasilitas tertentu mohon disebutkan saja sesuai apa yang akan dikerjakan. Demikian halnya pada cover dokumen UKL-UPL ini mohon disebutkan renovasi atau penambahan
pekerjaannya, misalnya pembangunan instalasi pengolahan limbah cair, gudang B3 dan tempat pembuangan sampah sementara Hotel Neo Fortuna. Sedangkan hotel yang sudah berdiri beserta komponen lingkungan hidup lainnya dijadikan sebagai data rona lingkungan hidup awal
Dokumen keseluruhan
serta bagaimana UKL-UPL yang telah dilaksanakan selama ini.
- Lengkapi surat
pernyataan pemrakarsa tentang kesanggupan melaksanakan UKL-UPL sesuai dengan dokumen ini!
Dilengkapi
II-1 Berapa luas tanah dan bangunan sebelum dan
sesudah ada
penambahan? Sebutkan dengan jelas!
Tidak ada
penambahan lahan, diuraikan alenia 2
II-2 Mengapa tidak ada pembahasan rona lingkungan hidup awal? Mohon dijelaskan! Rona lingkungan hidup awal pada kegiatan ini adalah hotel yang sudah berdiri beserta komponen lingkungan hidup lainnya yaitu data-data kualitas air, udara, tanah, sosial
ekonomi, dsb.
Cantumkan data-data yang memang langsung
terkait dengan kegiatan hotel tersebut dan dapat mempergunakan data sekuner yang mewakili lokasi dan waktu studi.
6. Sri Wahyuni Bakri, ST (BLHD Kab.
Nunukan)
Lampiran - Buatkan layout gambar/denah
bangunan yang ada beserta rencana yang akan direnovasi. - Lampirkan peta
lokasi rencana kegiatan yang sesuai dengan
-
Ditambahkan di lampiran
BAB II, 3.4
Skala Usaha :
Buatkan skala usaha kegiatan sebelumnya dan yang direncanakan. Sehingga terlihat ada perbandingan berapa skala sebelum dan yang terencana
Skala ukuran diuraikan pada rencana kegiatan peningkatan usaha
Apakah tahap
pembebasan lahan masih diperlukan ?
Dihilangkan
BAB II Gambaran /deskripsi yang relevan saja.
Pembersihan dari gulma, rumput-rumputan seakan-akan bahwa lokasi adalah lahan kosong /baru. (Dikoreksi kembali). BAB II Pembangunan
Struktur/bangunan “kolam renang” ?. Jenis /jumlah tanaman yang akan ditanam apakah sesuai dengan lahan yang tersedia ?
Dihilangkan
Jangka waktu
pelaksanaan rencana kegiatan konstruksi ? jelaskan dalam dokumen
Direncanakan 3 tahun mendatang, diuraikan Bab II, 1 alenia 2
BAB III, 1
Koreksi sumber dampak mobilisasi tenaga kerja konstruksi terhadap jenis dampak keresahan dan kecemburuan masyarakat setempat. Yang terkait saja. Sebagai bukan sumber dampak :
- Gangguan keamanan dan ketertiban
- Sanitasi serta keshatan
BAB III, 3
Pembersihan lahan/pembebasan lahan/pematokan ?
bukan sebagai
komponen lingkungan.
Dihilangkan
BAB III, 3
Pembangunan
bangunan, apakah jenis dampak “meningkatnya kekeruhan di alur sungai”. Apakah sungai ada disekitar lokasi rencana kegiatan. (Sumber dampak dikoreksi)
Dihilangkan
Alih fungsi lahan? dari lahan apa sebelumnya? padahal bangun sudah ada sebelumnya.
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Rudiono Ismanto Jabatan : Pemilik Usaha
Alamat : Jalan Tanjung, RT. 02, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan,
Kabupaten Nunukan
Adalah penanggung jawab atas pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan dari kegiatan usaha :
Nama Usaha : Hotel Neo Fortuna Bidang Usaha : Hotel
Kabupaten Nunukan
Dengan ini menyatakan dengan sungguh, bahwa :
1. Dalam menyusun UKL & UPL atas kegiatan tersebut diatas kami telah mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta memperhatikan arahan dari instansi pembina teknis.
2. UKL & UPL ini kami buat dengan sebenar - benarnya serta kami berjanji untuk mentaati dan melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan seperti yang tercantum dalam UKL & UPL dan bersedia setiap 6 (enam) bulan sekali melaporkan hasilnya kepada instansi terkait, BLHD Kabupaten Nunukan.
3. Kami bersedia untuk melestarikan lingkungan di lokasi dan sekitar lokasi kegiatan.
4. Perusahaan kami bersedia menyediakan anggaran pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta bersedia untuk dipantau dampak lingkungannya oleh instansi berwenang sesuai dengan ketentuan perundang - undangan yang berlaku.
5. Apabila dikemudian hari ternyata kami mengabaikan dan atau tidak melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagaimana tersebut dalam dokumen ini, kami bersedia untuk tidak meneruskan kegiatan dan atau usaha dan bersedia menanggung segala resiko yang ditimbulkan.
6. Kami bersedia memperbaharui dokumen ini, apabila terjadi perubahan dalam kegiatan kami (kapasitas, lokasi dan lain sebagainya).
Demikian surat pernyataan ini kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Nunukan, 14 Mei 2013 Yang Membuat Pernyataan
MATERAI 6000
(Rudiono Ismanto)
SURAT PERNYATAAN
Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Rudiono Ismanto
Alamat : Jalan Tanjung, RT. 02, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan
Nama Usaha : Hotel Neo Fortuna
Bidang Usaha : Hotel
Alamat Usaha : Jalan Ahmad Yani, RT. 01, Kelurahan
Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan
Dengan ini menyatakan :
1. Bahwa dalam rangka pembangunan dan operasional Hotel, “Hotel Neo
Fortuna” pemrakarsa bersedia untuk mengurus / melengkapi ijin - ijin lainnya yang diperlukan selanjutnya.
2. Pemrakarsa bersedia untuk melestarikan lingkungan yang ada
disekitar lokasi kegiatan serta ketentuan - ketentuan lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah.
3. Pemrakarsa bersedia mengutamakan tenaga kerja lokal setempat
(masyarakat Nunukan) sesuai tingkat pendidikan dan keahlian yang dibutuhkan serta ketersediaan lowongan pekerjaan. Diharapkan kegiatan usaha ini dapat menampung tenaga kerja lokal minimal 25 % dan maksimal 40 % dari tenaga kerja keseluruhan dan memberikan kontribusi ke desa sesuai dengan kemampuan perusahaan.
4. Pemrakarsa bersedia menampung komoditi lokal / hasil kerajinan
masyarakat sekitarnya untuk kelengkapan dan penunjang operasional Hotel.
Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dapat digunakan dimana perlu.
Nunukan, 20 April 2013 Yang Membuat Pernyataan
(Rudiono Ismanto)
BAB II
2.1. Nama Rencana Peningkatan Kapasitas Kegiatan / Usaha
Hotel “Hotel Neo Fortuna”yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani,
RT. 01, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten
Nunukan sudah operasional dengan fasilitas ruang makan yang hanya
diperuntukkan melayani tamu yang menginap, di dapur belum ada
perangkap lemak (grase trap) sehingga ada sisa makanan dan lemak
yang langsung terbuang ke lingkungan, demikian juga limbah domistik
dari toilet dan wastafel dialirkan ke septictank langsung dibuang
meresap ke tanah, tanpa ada pengelolaan limbah cair terlebih dahulu,
serta belum ada lift untuk kenyamanan tamu yang menginap di lantai
atas.
Sehubunganitu akan ada rencana penambahan kapasitas
usaha, namun tidak ada penambahan lahan, Jangka waktu
pelaksanaan rencana kegiatan peningkatan usaha 3 tahun
mendatang,menggunakan ruang makan yang ada, dimanfaatkan
menjadi rumah makan yang tidak hanya melayani sarapan tamu yang
menginap, juga mempersilahkan masyarakat dan wisatawan untuk
makan dan minumsehingga adanya kegiatan ini akan berdampak lebih
besar terhadap lingkungan karena akan ada penambahan limbah
dapur, pembangunan lift menuju lantai atas dan turun ke lantai dasar,
pembangunan gudang B3 – saluran oli sisa di ruang genset untuk
operasional genset, pembuatan perangkap lemak (Grease Trap) di
dapursehingga sisa makanan dan lemak tidak langsung terbuang ke
selokan dan pencemaran bisa diminimalisir, pembuatan tempat
pembuangan sampah sementara, dan pembuatan pengolahan limbah
cair WWG (Waste Water Garden) dari kegiatan Hotel “Hotel Neo
Fortuna”yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, RT. 01, Kelurahan
Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.
Usaha dan/atau kegiatan yang dibangun, sudah operasional