• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I BUDAYA POLITIK DI INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I BUDAYA POLITIK DI INDONESIA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BUDAYA POLITIK DI INDONESIA

Standar Kompetensi :

1. Menganalisis budaya politik di Indonesia

Kompetensi Dasar :

1.1. Mendeskripsikan pengertian budaya politik

A. Pendahuluan

Salah satu komponen yang mempengaruhi sistem politik adalah budaya politik. Sistem politik akan mencapai tujuan dengan optimal dalam mengalokasikan nilai – nilai politik apabila warganegara dan masyarakat didalamnya memiliki budaya politik yang sesuai dengan tujuan dari sistem politik itu. Sebagai contoh, sistem politik demokrasi akan dapat melaksanakan demokrasi dengan baik apabila warganegaranya dan masyarakatnya mengamalkan budaya politik partisipatif. Untuk itu, maka warganegara dan masyarakat sistem politik itu harus memahami dengan baik nilai – nilai demokrasi dan memiliki komitmen secara konsisten melaksanakannya.

Mengingat pentingnya budaya politik, agar para siswa memahami tentang budaya politik

Indonesia, maka berikut diuraikan pengertian budaya politik, tipe – tipe budaya politik, budaya

politik di Indonesia, sosialisasi politik, dan penerapan budaya politik partisipatif dalam sistem politik.

(2)

B. Pengertian Budaya Politik

Perhatikan fakta kehidupan sistem politik berikut ini dan jawablah beberapa pertanyaannya!

“Menko perekonomian mengatakan, pemerintah menyediakan dana Rp.25 trilyun untuk bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi pemerintah kepada masyarakat miskin bila bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jadi dinaikkan pada bulan April mendatang.”

Terkait dengan rencana pemberian BLT Sekjen Partai Amanat Nasional mengingatkan pemerintah untuk belajar dari program BLT sebelumnya. Program antisipasi kenaikan BBM seharusnya mendidik, seperti untuk pemberdayaan ekonomi rakyat dengan memberikan modal dan memperkuat kredit usaha rakyat (KUR) agar KUR benar – benar dinikmati tanpa anggunan. “ Pemerintah jangan memberi ikan, tapi pancing.”

Sementara itu, seorang wakil ketua MPR, mengusulkan wacana pemotongan gaji terhadap penyelenggara negara. Beban APBN yang meningkat lantaran harus menanggung beban subsidi BBM hendaknya disikapi arif para penyelenggara negara. “ Untuk itu, elit di negari ini harus rela di potong gajinya 10 – 15%,” tegasnya. (KR, 2012).

Analisa Kasus I

1. Apakah kebijakan yang akan ditempuh pemerintah sebagai antisipasi kenaikan BBM dan bagaimanakah tanggapan terhadap rencana pemerintah tersebut?

………

………

………

………

………

2. Apa yang diungkapkan oleh Menko Perekonomian dan tanggapan dari berbagai kalangan dalam bacaan di atas, sesungguhnya mencerminkan budaya politik. Dapatkah kalian mendeskripsikan sikap atau tindakan mereka terhadap sistem politik?

………

………

………

(3)

3. Perhatikan dengan lebih cermat bacaan di atas, ungkapkanlah kemampuan / sikap / atau parameter apakah yang harus mereka miliki untuk bisa memberikan tanggapan terhadap rencana pemerintah tersebut?

………

………

………

………

………

………

4. Berdasar jawaban nomor 3, simpulkanlah komponen yang mempengaruhi budaya politik!

………

………

………

Sekarang bandingkan jawaban kalian dengan pengertian dan komponen yang mempengaruhi budaya politik di bawah ini. Apakah jawaban kalian sesuai dengan ungkapan para ahli di bawah ini.

 Gabriel A. Almond dan Sidney Verba

Budaya politik adalah suatu sikap orientasi yang khas dari warga negara terhadap sistem politik dengan aneka ragam bagiannya dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada dalam sistem itu.

 Samuel Beer

Budaya politik adalah nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaimana pemerintahan seharusnya dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah.

 Larry Diamond

Budaya politik adalah keyakinan, sikap, nilai, ide-ide, sentimen, dan evaluasi suatu masyarakat tentang sistem politik negara mereka dan peran masing-masing individu dalam sistem itu.

 Rusdi Sumintapura

Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik

(4)

 Mochtar Masud dan Colin McAndrews

Budaya politik adalah sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya.

Apabila ditelusuri lebih lanjut, terdapat 2 tingkatan orientasi politik yaitu pada tingkat individu dan masyarakat. Pada tingkat individu orientasi politiknya dapat dilihat dari 3 komponen yaitu orientasi kognitif, afektif, dan evaluative.

1. Orientasi kognitif

Orientasi ini meliputi berbagai keyakinan dan pengetahuan seseorang tentang sistem politik.

Aspek pengetahuan warganegara antara lain mengenai sistem politiknya, kebijakan pemerintah, simbol – simbol politik, dan tokoh pemerintahan.

2. Orientasi Afektif

Orientasi ini berkaitan dengan perasaan atau ikatan emosional seseorang pada system politik. Seseorang mungkin memiliki sikap khusus terhadap sistem politik berbeda dengan yang lain. Hal ini bisa dipengaruhi oleh pengalamannya dalam kehidupan keluarga, lingkungan sekitar dan sebagainya. Perasaan individu terhadap sistem politik dapat berupa penolakan atau dukungan terhadap sistem politik.

3. Orientasi Evaluatif

Orientasi ini berkaitan dengan penilaian moral seseorang terhadap sistem politik. Seseorang menggunakan parameter tertentu untuk menilai kinerja sistem politik. Dalam hal ini individu dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaannya terhadap sistem politik. Biasanya nilai – nilai dan norma yang dianut dan disepakati bersama akan menjadi dasar bagi sikap dan penilaian individu terhadap sistem politik.

Pada tingkat masyarakat orientasi politik berupa pandangan / sikap sesama warga negara dalam sistem politik itu, seperti sikap saling percaya yang menumbuhkan kerjasama, sikap permusuhan antar individu, antar kelompok, antargolongan yang sering menimbulkan konflik.

Selanjutnya, bagaimanakah cara kita mengetahui orientasi politik seseorang atau masyarakat?

Orientasi politik dapat dibuka secara sistematis jika kita memperhatikan:

1. Pengetahuan apa yang dimiliki seseorang tentang negara dan sistem politiknya

2. Bagaimana pemahaman yang dimiliki tentang arus pembuatan kebijaksanaan.

(5)

3. Bagaimana perasaan pribadinya sebagai anggota sistem politik.

4. Bagaimana penilaiannya terhadap kemampuan norma-norma partisipasi atau penampilan apa yang diketahui dan dipergunakannya dalam membuat penilaian politik atau dalam menyampaikan pendapatnya.

Menurut Almond dan Verba, orientasi politik individu atau masyarakat pada umumnya ditujukan pada obyek – obyek politik tertentu, yaitu :

a. Peranan atau struktur khusus seperti badan legislatif, eksekutif atau birokratis.

b. Pemegang jabatan seperti pemimpin monarki, legislator dan administrator,

c. Kebijaksanaan keputusan atau penguatan keputusan, struktur, pemegang jabatan dan struktur secara timbal balik dapat diklasifirapakah mereka termasuk dalam proses atau

"input" politik atau dalamproses administratif atau "output".

Sementara itu, Rusadi Sumintapura menyatakan orientasi politik individu atau masyarakat pada umumnya ditujukan pada obyek – obyek politik, berupa :

a. Sistem politik secara keseluruhan

b. Proses input berupa tuntutan dan dukungan

c. Proses output berupa penerapan dan pemaksaan keputusan-keputusan otoritatif d. Diri sendiri berupa peranan individu

Analisa Kasus II

Perhatikan kembali fakta kehidupan politik di atas !

1. Apakah yang menjadi obyek orientasi politik pada kasus tersebut !

………

………

………

2. Dengan menggunakan komponen sistem politik, identifikasilah obyek orientasi politik para tokoh dalam kasus kehidupan sistem politik di atas, jelaskan alasanmu !

………

………

………

………

(6)

Seperti apakah wujud budaya politik itu? Wujud budaya politik setidaknya dapat diklasifikikasi dalam 3 bentuk. Identifikasilah wujud budaya politik berdasar bacaan di bawah ini :

Negara Indonesia sebagai Sistem Politik

Indonesia adalah negara terbesar di kawasan Asia Tenggara. Negara dengan luas lebih dari 5 juta km2 dan berpenduduk lebih dari 238 juta ini disebut – sebut akan menjadi negara besar dalam perekonomian global. Pada tahun 2040 diprediksikan menjadi negara ke empat besar setelah USA, China, dan India.

Sebagai sistem politik, kehidupan sistem politik di Indonesia dibingkai nilai – nilai Pancasila. Pancasila dijabarkan dalam berbagai norma, peraturan perundangan, dan adat istiadat.

Norma, peraturan, dan adat istiadat tersebut begitu kental mewarnai semua aktivitas sehari – hari masyarakat, mulai dari yang bersifat pribadi hingga aktivitas yang menyentuh langsung kehidupan sistem politik, seperti Pemilu. Baik peserta, penyelenggara maupun warganegara yang menggunakan hak pilih dalam pemilu misalnya, akan bersikap dan bertindak sesuai dengan Pancasila.

Aktivitas kehidupan pemerintahan dan rakyat terus berjalan dalam rangka mencapai cita – cita negara yaitu masyarakat Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dalam rangka ini, Indonesia dipimpin oleh seorang presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Presiden memegang kekuasaan pemerintahan sekaligus sebagai kepala negara. Presiden menyusun dan melaksanakan program kerja pemerintah melalui pembangunan untuk mencapai tujuan nasional.

Program pembangunan disusun sesuai dengan kepentingan nasional, kebutuhan dan aspirasi rakyat. Sebagai dasar hokum pelaksanaan pembangunan DPR menyusun undang – undang. DPR juga berfungsi sebagai wakil rakyat dan pengontrol kebijakan pemerintah. Sementara itu, sesuai peraturan perundangan, apabila terjadi pelanggaran undang – undang akan disidang melalu lembaga peradilan sehingga diperoleh keputusan sesuai hokum dan menghormat HAM. Untuk itu, maka dibentuklah lembaga peradilan yaitu Mahkamah Agung.

Benda – benda sebagai hasil pembangunan seperti gedung – gedung pencakar langit,

jalanan yang mulus, jembatan yang kokoh, teknologi informasi dan komunikasi yang maju, rumah

sakit, sekolah serta benda – benda lain yang mendukung aktivitas kehidupan warganegara

Indonesia, setelah lebih dari 60 tahun Indonesia membangun semakin baik. Warganegara

(7)

Indonesia juga begitu kreatif menciptakan symbol – symbol politik seperti lambang negara garuda Pancasila, bendera merah putih, lambang partai politik, dan sebagainya. Melihat apa yang telah dihasilkan oleh sistem politik Indonesia, maka tidak salah apabila para ahli memprediksikan betapa kuat dan besarnya Indonesia yang demokratis pada abad 21.

Analisa Kasus III

Lengkapilah tabel di bawah ini !

Wujud Budaya Politik Bentuknya berupa

1.

2.

3.

Untuk memperkuat pemahaman kita mengenai budaya politik, perlu ditegaskan mengenai apakah ciri

– ciri budaya politik itu ? Ciri – ciri budaya politik dapat diidentifikasi meliputi pembahasan tentang

masalah legitimasi, pengaturan kekuasaan, proses pembuatan kebijakan, kegiatan partai politik,

perilaku aparat negara, dan gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah.

Referensi

Dokumen terkait

Tidak ada negara yang murni memiliki budaya politik partisipan, parokial dan.. Tidak ada negara yang murni memiliki budaya politik

Budaya politik toleransi sangat berpengaruh positif terhadap pembangunan politik masyarakat di kecamatan girian dimana dalam pelaksanaan pembangunan politik yang

Konsep budaya politik yang didefinisikan oleh Almond dan Verba di atas sebagai suatu sikap orientasi yang khas dari warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya,

Gabriel A.Almond dan Sidney Verba memberikan pengertian budaya politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas dari warga negara terhadap sistem politik dengan aneka ragam

masyarakat kampung adat sesuai dengan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam kehidupan mereka masing-masing.. Menurut Ter Haar (Bushar Muhammad,1988:16) hukum adat

Budaya politik yang bersih dari praktek-praktek KKN akan kita rasakan jika semua. kita memiliki keinginan yang kuat akan hal itu, tidak mentolerir segala

Dimensi-dimensi yang menjadi ukuran dalam menentukan budaya politik suatu masyarakat, yaitu: (1) Tingkat pengetahuan umum masyarakat mengenai sistem politik negaranya; (2)

Bertolak dari penjelasan tersebut, karya Heryanto ini dapat menjadi fondasi dalam melihat konteks politik keseharian masyarakat Indonesia dengan menjadikan budaya populer sebagai