1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Bursa Efek Indonesia (disingkat BEI, atau Indonesia Stock Exchange (IDX)) merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung BEJ sebagai pasar saham dengan BES sebagai pasar obligasi dan derivatif. Bursa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2007.
Saat ini semua perusahaan yang tercatat di BEI diklasifikasikan ke dalam sembilan sektor yang didasarkan pada klasikasi industri yang telah ditetapkan oleh BEJ yang disebut Jakarta stock Exchange Industrial Classication (JASICA).
Sektor yang menjadi objek penelitian adalah sektor pertambangan sub sektor batubara. Sektor pertambangan merupakan salah satu penopang pembangunan ekonomi karena perannya sebagai penyedia sumber daya energi yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Khususnya batu bara, minyak bumi dan gas bumi yang merupakan sumber energi industri saat ini, sebagian besar sektor industri menggunakan energi ini untuk berproduksi (www.esdm.go.id/2014).
Selama Periode 2009-2013 terdapat 21 perusahaan emiten dari sub sektor batubara yang listing di Bursa Efek Indonesia. Berikut emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia :
Tabel 1.1
Daftar Emiten Sub Sektor Batubara Periode 2009-2013
No Kode Emiten Daftar Listing
1 ADRO PT Adaro Energy Tbk 16 July 2008
2 ARII PT Atlas Resources Tbk 8 November 2011
3 ATPK PT ATPK Resourecs Tbk 17 April 2002
4 BORN PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk 26 November 2010 (Bersambung)
2
(Sambungan)
5 BRAU PT Berau Coral Energy Tbk 19 Agustus 2010 6 BSSR PT Baramulti Suksessarana Tbk 8 November 2012
7 BUMI PT Bumi Resources Tbk 30 Juli 1990
8 BYAN PT Bayan Resources Tbk 12 Agustus 2008
9 DEWA PT Darma Henwa Tbk 26 September 2007
10 DOID PT Delta Dunia Makmur Tbk 15 Juni 2001 11 GEMS PT Golden Energy Mines Tbk 17 November 2011 12 GTBO PT Garda Tujuh Buana Tbk 9 Juli 2009
13 HRUM PT Harum Energy Tbk 6 Oktober 2010
14 ITMG PT Indo Tambangraya Megah Tbk 18 Desember 2007 15 KKGI PT Resources Alam Indonesia Tbk 1 Juli 1991
16 MYOH PT Samindo Resources Tbk 27 Juli 2000 17 PKPK PT Perdana Karya Perkasa 11 July 2007 18 PTBA PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 23 Desember 2002
19 PTRO PT Petrosea Tbk 21 Mei 1990
20 SMMT PT Golden Eagle Energy Tbk 29 Februari 2000 21 TOBA PT Toba Bara Sejahtera Tbk 6 Juli 2012 Sumber : IDX (Data diolah)
1.1 Latar Belakang Penelitian
Perkembangan dunia Investasi di Indonesia telah mengalami kemajuan yang pesat seiring dengan kemajuan peradaban manusia. hal ini terbukti dengan adanya pembangunan di segala bidang termasuk pembangunan sektor ekonomi.
Untuk meningkatkan ekonomi diperlukan investasi, pembiayaan investasi ini apabila ditanggung oleh pemerintah saja tentulah sangat berat, oleh karena itu peran serta pihak swasta sangat diperlukan (www.indonesia- investments.com/2014).
Semakin berkembangnya teknologi, investasi dipasar modal menjadi hal yang sangat penting bagi perekonomian. Pasar modal merupakan tempat yang saat
3
ini menjadi pilihan untuk investasi. Keberadaan pasar modal secara spesifik menguntungkan dua pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak lain yang memerlukan dana. Dengan adanya dana dari investor yang dapat digunakan untuk melakukan ekspansi usaha tanpa harus menunggu tersedianya dana dari aktivitas operasi perusahaan. Mengingat pentingnya sektor keuangan yang diarahkan untuk mempercepat penghimpunan dana yang dimaksud, maka bisa melalui pasar modal dunia usaha yang akan memperoleh sebagian atau seluruh pembiayaan jangka panjang yang diperlukan.
Pasar modal merupakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal (Darmadji dan fakhruddin, 2011:2). Pertumbuhan pasar modal yang sangat pesat memberi dampak positif terhadap perekonomian nasional, disamping itu dengan adanya pasar modal diharapkan adanya pemerataan hasil-hasil pembangunan melalui pemilikan saham-saham perusahaan serta penyediaan lapangan kerja dan pemerataan kesempatan berusaha. Masyarakat dapat ikut memiliki dan menikmati keberhasilan perusahaan melalui pembagian dividen dan peningkatan harga saham. Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan (Darmadji dan fakhruddin 2011:9).
Kebijakan dividen menyangkut tentang apakah laba yang diperoleh pada saat ini akan dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen ataukah sebaliknya ditahan untuk membiayai kegiatan yang lebih besar / untuk diinvestasikan kembali (Husnan dan Pudjiastuti, 2006:297). Dalam Bird in the hand theory (Lintner 1962, Gordon 1963) diketahui bahwa harga saham akan
sangat ditentukan oleh besarnya dividen yang dibagikan.
Kebijakan dividen mempunyai dua implikasi yang pertama pada sisi pemenuhan kebutuhan dana dan yang kedua pada sisi pendapatan para pemegang saham. Kebijakan suatu perusahaan dalam mengambil keputusan apakah laba akan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham atau ditahan sebagai laba ditahan dinyatakan dengan dividen per saham atau Dividen Per Share (DPS) (Poniewatie 2012). Menurut Susan Irawati (2006:64) DPS adalahnya besarnya
4
pembagian dividen yang dibagikan kepada pemegang saham setelah dibandingkan dengan rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar.
DPS merupakan salah satu daya tarik bagi pemegang saham dengan orientasi jangka panjang. DPS sering digunakan oleh para investor untuk menilai risiko dan keuntungan perusahaan sebab dividen mempunyai kandungan informasi (Poniwatie 2012).
Hal ini terbukti bahwa informasi yang berkaitan dengan DPS akan direspon positif oleh investor sehingga dapat meningkatkan harga saham (Priatinah dan kusuma 2012:12). Informasi mengenai DPS sangat diperlukan untuk mengetahui berapa besar keuntungan setiap lembar saham yang akan diterima oleh para pemegang saham (Atmadja dan Adiputra 2014).
Selain DPS harga saham juga dapat dipengaruhi oleh usaha perusahaan dalam meningkatkan laba per lembar saham atau Earning Per Share (EPS), yaitu besarnya laba yang dibagikan ke pemegang saham setelah dibandingkan dengan saham yang beredar (Gitman 2009:68). Menurut Kasmir (2010:115) menyatakan bahwa rasio per lembar saham merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Rasio yang rendah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan pemegang saham, sebaliknya dengan rasio yang tinggi, maka kesejahteraan pemegang saham meningkat dengan pengertian lain, bahwa jika tingkat pengembalian tinggi maka akan mempengaruhi harga saham. Makin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan pemegang saham dan mebuat investor untuk tertarik membeli saham (Gitman, 2009:68), dimana perubahan EPS akan mempunyai pengaruh positif terhadap perubahan harga saham (Nachrowi dan Usman, 2006:71).
Pokok perhatian penulis adalah apakah DPS dan EPS berpengaruh terhadap harga saham perusahaan terutama sub sektor batu bara, pemilihan sub sektor batubara karena perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di LQ-45 menunjukkan performa terburuk diantara perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI (www.bakrieglobal.com/2014 dan www.invofestta.com/2014), selain itu selama tahun 2011-2014 harga saham sub sektor batubara selalu mengalami penurunan (www.economy.okezone.com/2014) tetapi untuk dividen emiten sub
5
sektor batubara dikenal sebagai sub sektor yang suka membagikan dividen per share dalam jumlah yang besar (www.investasi.kontan.ac.id/2014), bahkan ketika kinerja perusahaan sub sektor batubara masih memburuk beberapa perusahaan sub sektor batubara tetap membagikan dividen (www.market.bisnis.com/2014).
Berikut ini perkembangan DPS, EPS dan nilai harga saham emiten sub sektor batu bara yang menjadi sampel peneliti dengan kriteria : selama lima tahun berturut-turut membagikan dividen, perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia selama periode 2009-2013 dan perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangan yang lengkap selama periode 2009-2013 (Dewi, 2014) :
Tabel 1.2
Harga Saham periode 2009-2013
No Perusahaan 2009 2010 2011 2012 2013
1 PT Adaro Energy Tbk 1730 2550 1770 1590 1090 2 PT Indo Tambangraya Megah Tbk 31800 50750 38650 41550 28500 3 PT Resources Alam Indonesia Tbk 2129 1450 5098 4458 2105 4 PT Tambang Batubara Bukit Asam
Tbk
17250 22950 17350 15100 10200
Sumber : Laporan idx monthly statistic (data diolah)
Berdasarkan uraian tabel 1.2 harga saham pada umumnya cendrung mengalami penurunan dari periode 2011-2013, kecuali ITMG menunjukkan hasil yang fluktuatif setiap tahunnya.
Tabel 1.3
Dividen Per Share Periode 2009-2013
No Perusahaan 2009 2010 2011 2012 2013
1 PT Adaro Energy Tbk 23,8 26,85 42,65 77,14 24,95
2 PT Indo Tambangraya Megah Tbk 1260,03 2021,62 1624,63 4307,25 2752,78 3 PT Resource Alam Indonesia Tbk 20 10 100 200,9 76,84 4 PT Tambang Batubara Bukit Asam
Tbk
437,25 536,35 556,28 701,99 718,35
Sumber : Laporan keuangan (data diolah)
Berdasarkan uraian tabel 1.3 rata-rata menunjukkan bahwa DPS ADRO periode tahun 2009-2012 mengalami peningkatan, sedangkan PTBA selalu mengalami
6
peningkatan dari periode 2009-2013, disisi lain DPS ITMG dan KKGI menunjukkan hasil yang fluktuatif.
Tabel 1.4
Tanggal Pembayaran Emiten yang Membagikan Dividen
No Perusahaan 2009 2010 2011 2012 2013
1 PT Adaro Energy Tbk 30 desember 10 Desember 9 Desember 12 Juni 12 Juni 2 PT Indo Tambangraya
Megah Tbk
3 November 15 Oktober 14 Oktober 14 November
15 November
3 PT Resources Alam Indonesia Tbk
7 Agustus 19 Agustus 22 November 13 Juni 26 Agustus
4 PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk
15 Desember 29 Desember 15 Desember 15 Juni 7 Juni
Sumber : www.e-bursa/2014
Tanggal pembayaran dividen merupakan tanggal di mana sebuah perusahaan benar-benar mengirimkan cek pembayaran dividennya, Pembayaran biasanya berlangsung beberapa minggu setelah tanggal pengumuman dividen (Brigham dan Houston, 2006:90). Tujuan diperlihatkan tanggal pembayaran dividen ini adalah untuk melihat reaksi harga saham pada saat pengumuman pembayaran apakah bereaksi positif atau negatif, dimana naiknya dividen memberikan informasi tentang prospek meningkatnya emiten di masa mendatang sehingga menyebabkan rekasi harga saham positif (Zainafree 2005).
Tabel 1.5
Earning Per Share Periode 2009-2013
No Perusahaan 2009 2010 2011 2012 2013
1 PT Adaro Energy Tbk 137 69 155,57 113,84 71,25
2 PT Indo Tambangraya Megah Tbk 2863,5 1606,14 4248,64 3662,44 2312,2 3 PT Resources Alam Indonesia Tbk 128 166 450 226,92 195,13 4 PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 1184 872 1339 1262 804
Sumber : Laporan keuangan (data diolah)
7
Berdasarkan tabel 1.5 menunjukkan bahwa periode 2010-2011 Earning Per Share ADRO, ITMG, KKGI dan PTBA mengalami peningkatan, sedangkan periode 2012-2013 Earning Per Share ADRO, ITMG, KKGI dan PTBA mengalami penurunan
Berikut beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan DPS dan EPS serta pengaruh terhadap harga saham diantaranya Prasetyo (2012), Triyadi (2012), Damayanti, Atmadja dan Adiputra (2014) serta Priatinah dan kusuma (2012) yang menyatakan secara parsial maupun simultan DPS dan EPS berpengaruh terhadap harga saham. Hasil ini berbeda dengan Saparuddin (2012) yang menyatakan secara simultan DPS dan EPS berpengaruh terhadap harga saham sedangkan secara parsial hanya DPS yang berpengaruh, Disisi lain Intan (2009) yang menyatakan secara simultan DPS dan EPS berpengaruh terhadap harga saham sedangkan secara parsial hanya EPS yang berpengaruh.
Suryani (2012) menyatakan bahwa EPS tidak berpengaruh terhadap harga saham. Disisi lain Nurmala (2006) dan Heidar, Dehavi dan Zarezadeh (2011) menyatakan bahwa DPS tidak berpengaruh terhadap harga saham.
Berdasarkan pemaparan, terdapatnya ketidaksamaan antara teori dividen dengan data yang terjadi dan adanya perbedaan hasil penelitian pengaruh DPS dan EPS terhadap harga saham , sehingga penulis tertarik meneliti dengan judul :
“Pengaruh Dividen Per Share dan Earning Per Share terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Sub Sektor Batubara di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas mengenai pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham pada perusahaan-perusahaan sub sektor batubara di BEI, maka dapat dirumuskan masalah yang akan dianalisis adalah sebagai berikut
1. Bagaimana Dividen Per Share (DPS), Earning Per Share (EPS) dan perkembangan harga saham perusahaan sektor pertambangan sub sektor batubara di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013?
8
2. Bagaimana pengaruh Dividen Per Share (DPS) terhadap harga saham perusahaan sektor pertambangan sub sektor batubara di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013?
3. Bagaimana pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan sektor pertambangan sub sektor batubara di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013?
4. Bagaimana pengaruh Dividen Per Share (DPS), Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan sektor pertambangan sub sektor batubara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia Periode 2009 - 2013 ?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui Dividen Per Share (DPS), Earning Per Share (EPS) dan perkembangan harga saham perusahaan sektor pertambangan sub sektor batubara di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013?
2. Untuk mengetahui pengaruh Dividen Per Share (DPS) terhadap harga saham perusahaan sektor pertambangan sub sektor batubara di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013.
3. Untuk mengetahui pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan sektor pertambangan sub sektor batubara di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013.
4. Untuk mengetahui pengaruh Dividen Per Share (DPS), Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan sektor pertambangan sub sektor batubara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat bagi : 1. Aspek Teoritis
a. Bagi akademis, sebagai kajian dalam penelitian sejenis dimasa yang akan datang dan dapat memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan
9
serta menambah wawasan mengenai Dividen Per Share (DPS) dan Earning Per Share (EPS) dari sub sektor batubara
b. Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini dapat dipergunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya yang berminat untuk memperdalam mengenai masalah kebijakan dividen terhadap nilai harga saham.
c. Bagi penulis akan menambah pengetahuan, wawasan dalam bidang penelitian dan pasar modal, terutama pada masalah pokok penelitian.
2. Aspek Praktis
a. Bagi investor adalah sebagai bahan pertimbangan bagi para investor ketika hendak melakukan penanaman modal pada perusahaan sub sektor Batubara.
b. Bagi perusahaan adalah diharapkan dapat memberikan masukan bagi perusahaan-perusahaan sub sektor batubara itu sendiri dalam mengkaji ulang dividen yang diterapkannya, serta diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melaksanakan pembagian dividen di masa yang akan datang.
1.5 Sistematika Penulisan
Penelitian ini dilaporkan secara terperinci dalam lima bab dengan urutan sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi uraian secara singkat mengenai gambaran umum Objek penelitian. Bab ini juga berisi uraian mengenai latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan tugas akhir.
BAB II Tinjauan Pustaka dan Lingkup Penelitian
Bab ini menguraikan tinjauan pustaka tentang teori-teori yang relevan dengan topik yang dibahas dan penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian penulis. Bab ini juga berisi mengenai kerangka pemikiran, dan ruang lingkup penelitian.
10 BAB III Metode Penelitian
Bab ini membahas mengenai jenis penelitian yang digunakan, variabel operasional, analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengujian hipotesis.
BAB IV Hasil dan Pembahasan
Pada bab ini akan dibahas mengenai tahap analisis data, deskripsi statistik, pengujian statistik dan pembahasan.
BAB V Kesimpulan dan Saran
Pada bab ini disajikan kesimpulan dari hasil penelitian.