BAB 2
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1 Landasan Teori 1. Pengertian Pemasaran
Para ahli ekonomi mendefinisikan pengertian pemasaran dalam berbagai pendapat yang berbeda, tetapi bila kita cermati ternyata pengertiannya sama.
Untuk memahaminya, kita perlu melihat beberapa pendapat dan definisi para ahli tentang pemasaran, diantaranya adalah :
Menurut Philip Kotler :
Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain ( 2000 : 9 )
Dalam pemasaran, kita mengenal ada 2 faktor yang utama. Faktor yang pertama adalah faktor yang dapat dikuasai oleh perusahaan seperti bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi.
Sedangkan faktor yang kedua adalah faktor yang tidak dapat dikuasai oleh perusahaan seperti daya beli konsumen, pengaruh teknologi, kebijakan pemerintah, dan persaingan.
2. Arti dan Pentingnya Konsep Pemasaran
Dalam organisasi perusahaan, semua kegiatan perusahaan untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa didasarkan pada masalah pemasaran, jadi pemasaran menjadi dasar motivasi perusahaan dan akan mempengaruhi politik perusahaan baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.
Ada beberapa konsep yang mendasari kegiatan-kegiatan pemasaran, tetapi yang relevan dengan keadaan sekarang adalah konsep pemasaran yang bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen, seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan
3. Sistem informasi manajemen penjualan.
a) Diagram konteks sistem distribusi
Gambar 2.1 Diagram konteks sistem distribusi Keterangan gambar
Seluruh sistem digambarkan dengan segi empat tegak di tengah. Elemen- elemen lingkungan digambarkan dengan beberapa segi empat mendatar dan dihubungkan ke sistem dengan tanda-tanda panah yang disebut arus data.
Elemen-elemen lingkungan dari sistem distribusi mencakup pelanggan, pemasok, gudang material, dan manajemen. Dalam terminology DFD, istilah lingkungan dapat diterapkan pada sistem yang didokumentasikan. Karena alasan itulah, sebagian elemen lingkungan seperti manajemen dan gudang material berada dalam perusahaan.
Sistem Distribusi Pelanggan
Pesanan Penjualan
Angka penolakan pesanan penjualan
Pem asok
Gudang bahan baku Manajem en
Faktur Pernyataan
Pem bayaran oleh pelanggan
Kom itm en Pesanan pem belian
Pengirim an
Faktur pem asok Pernyataan pem asok
Pem bayaran pem asok
Persediaan
Laporan lain Laporan anggaran Neraca Laporan
rugi-laba
Arus data yang menghubungkan perusahaan yang menghubungkan perusahaan dengan pelanggannya mirip dengan arus yang menghubungkan perusahaan dengan pemasoknya. Pesanan yang diterima perusahaan dari pelanggannya umumnya disebut pesanan penjualan, sedangkan pesanan yang dibuat perusahaan pada pemasoknya disebut pesanan pembelian.Kadang-kadang perusahaan akan menerima dahulu Kemitmen lisan dari pemasoknya sebelum pesanan pembelian disiapkan. Perusahaan sering harus mengirim nota penolakan pesanan penjualan kepada para pelanggannya-mungkin karena perinbgkat kredit mereka buruk. Walau pemasok juga mengirimkan nota penolakan pesanan pembelian kepada perusahaan, arus tersebut ditiadakan demi kemudahan. Baik perusahaan maupun pemasok menggunakan faktur untuk mengingatkan pelanggan jumlah hutang mereka, dan pernyataan untuk mengumpulkan tagihan-tagihan yang belum dibayar. Akhirnya, baik perusahaan maupun para pelanggannya harus membuat pembayaran untuk pembelian mereka.
Arus data dari sitem distribusi ke manajemen teridiri dari laporan-laporan akuntansi standar. Semua arus data yang tampak pada gambar 2.1 terdiri dari sumber daya konseptual kecuali arus dari pemasok ke dalam sistem, yang diberi label pengiriman, dan arus dari sistem ke gudang material, yang diberi label persediaan. Arus data dapat mencerminkan sumber daya konseptual maupun fisik, dan sumber daya konseptual dapat meliputi data atau informasi.
b) Diagram dari sistem yang memenuhi pesanan pelanggan
Gambar 2.2 Diagram dari sistem yang memenuhi pesanan pelanggan Keterangan gambar
Gambar 2.2 menunjukkan empat sistem utama yang berkaitan dengan pemenuhan pesanan pelanggan-pemasukan pesanan, persediaan, penagihan, dan piutang dagang. Gambar di atas menunjukkan bahwa sebagian tanda panah dihubungkan ke lingkaran-lingkaran kecil dengan angka di dalamnya. Lingkaran- lingkaran tersebut adalah penghubung ( connector ) yang membentuk arus ke DFD lain. Nomer tersebut mengidentifikasi nomer sistem dari bebrapa DFD lain.
Misalnya, arus data yang diberi label Data buku besar piutang dihubungkan ke proses 3, yaitu proses yang memelihara buku besar.
Pelanggan
Pem asukan pesanan
Persediaan
Penagihan Barang yang
dipenuhi Pesanan yang diterim a Nota penolakan
pesanan penjualan Pesanan penjualan
Piutang dagang
Pesanan yang diselesaikan
Faktur Pem bayaran
oleh pelanggan
Pernyataan
Pesanan yang ditagih
Data buku besar piutang
3 3 2
2 Data pem belian
Barang yang diterim a Data
buku besar perse- diaan
Sistem pemasukan pesanan ( order entry system) memasukkan pesanan pelanggan ke dalam sistem persediaan ( inventory system) memelihara catatan persediaan, sistem penagihan ( billing system ) menyiapkan faktur kepada pelanggan , dan sistem piutang dagang ( accounts receivable system ) mengumpulkan uang dari pelanggan.
c) Diagram dari sistem yang memesan pengisian kembali persediaan
Gambar 2.3 Diagram dari sistem yang memesan pengisian kembali persediaan
2.1 Pem belian
1
Pem asok
2.2 Penerim aan
Gudang bahan baku
1
2.3 Hutang dagang
3 Data
pem belian
Kom itm en
Pesanan pem belian
Data pesanan pem belian
yang dikeluarkan Pengirim an Pesanan
pem belian yang dipenuhi
Barang yang diterim a
Persediaan
Pem belian yang diterim a
Faktur pem asok
Pernyataan pem asok
Pem bayaran ke pem asok Kewajiban
yang terjadi
Data buku besar hutang
Keterangan gambar
Sistem pembelian mengeluarkan pesanan pembelian persediaan yang diperlukan kepada pemasok, sistem penerimaan menerima persediaan tersebut, dan sistem hutang dagang melakukan pembayaran.
4. Bauran Pemasaran (Marketing mix)
Bauran pemasaran adalah sejumlah perangkat pemasaran taktis dan terkendali yang terdiri dari product, price, place dan promotion yang dikombinasikan untuk memperoleh tanggapan pasar seperti harapan perusahaan.
3.1 Produk (product)
Produk adalah segala sesuatu yang layak ditawarkan kepada pasar untuk memenuhi kebutuhan dan memuaskan keinginan mereka.
Bentuk-bentuk produk:
1. Barang
Benda padat/cair/gas ; seperti rumah, mobil, aqua, elpiji dan lain-lain.
2. Jasa
Produk tidak berwujud yang menyajikan manfaat yang diperlukan dan/atau kenikmatan yang diinginkan pembeli ; seperti pendidikan, transportasi, layanan kesehatan, hiburan, dll
3. Pengalaman
Perpaduan barang dan jasa untuk menciptakan kesan istimewa/kesenangan tertentu di benak pasar ; misalnya Dufan, Taman Safari, dll
4. Peristiwa
Acara-acara khusu yang sengaja dirancang untuk menyongsong hari-hari istimewa , atau guna menciptakan peluang bisnis ; contohnya special selling untuk menyongsong 17 agustusan, natal, dll.
5. Orang
Artis, bintang film/sinetron, olahragawan, ahli-ahli profesional, para selebriti, presenter, dll yang dipandang layak sebagai bintang iklan.
6. Tempat
Kota, propinsi, objek-objek wisata yang bersaing menarikwisatawan, investor, perusahaan, bahkan penduduk
7. Properti
Hak kepemilikan atas hak berwujud seperti rumah, ruko, lahan, dll serta harta finansial lainnya miaslnya saham dan obligasi
8. Organisasi
Perusahaan dan non perusahaan berupaya membangun citra yang baik, menghimpun keanggotaan, dll ; contoh ; golf club, parpol, ormas, dll 9. Informasi
Sumber dan penyalur informasi seperti lembaga pendidikan/penelitian, seperti buku-buku ilmiah , ensiklopedia, koran, majalah, TV dan radio 10. Gagasan/ide
Ide-ide yang dipandang berfaedah bagi masyarakat dan layak dijual ; contoh : pengembangan kepribadian John Robert Powers, social marketing campaign seperti say no to drugs, avoid fatty foods, dll
3.2 Harga (price)
Ada 2 pengertian harga yaitu :
1. Bagi konsumen/pelanggan adalah pengorbanan yang diwujudkan demi memperoleh barang/jasa yang diperlukan/diinginkan.
Bentuk harga : uang, tenaga, pikiran, perasaan dan waktu.
2. Bagi produsen/pemasar/penjual adalah penghasilan, pada umumnya berupa dana yang diperoleh sebagai imbalan mempertukarkan barang/jasa dengan konsumen.
Harga produk meliputi : a. Harga (ada daftar harga)
b. Diskon-diskon yang tersedia (cash dan quantity discounts)
c. Cadangan-cadangan yang diperhitungkan untuk menanggung resiko piutang yang tidak terbayar.
d. Periode pembayaran secara kredit.
e. Syarat-syarat pembayaran kredit.
3.3 Promosi (promotion)
Pengertian promosi adalah kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengkomunikasikan produk-produk perusahaan pada pasar sasaran dan memotivasi minat mereka untuk membelinya.
Pengertian promotion mix adalah bauran kegiatan promosi yang terdiri dari pengiklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan pemasaran langsung yang digunakan perusahaan untuk meraih tujuannya.
3.4 Saluran Distribusi (place) 1. Pengertian Saluran Distribusi
Saluran distribusi adalah seperangkat organisasi yang saling tergantung dalam proses pembuatan sebuah produk atau menyediakan jasa untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pemakai industri.
Pada umumnya saluran-saluran yang dipilih perusahaan jelas akan mempengaruhi segala macam keputusan perusahaan. Secara luas terdapat 2 golongan besar lembaga-lembaga pemasaran yang mengambil bagian dalam saluran distribusi. Mereka itu disebut :
a. Perantara pedagang (broker)
Adalah perantara yang membeli dan mempunyai hak atas barang-barang serta menanggung resiko yang menyangkut pemilihan dan menjual barang dalam usaha untuk mendapatkan laba dengan bertindak atas dirinya sendiri.
b. Perantara Agen
Perantara agen adalah satuan wiraswasta yang melaksanakan tawar menawar penjualan atau pembelian atau kedua-duanya, namun tidak mempunyai hak milik atas barang yang diperdagangkan. Seorang agen pada umumnya tidak melaksanakan fungsi pemasaran, biasanya agen hanya mendapatkan imbalan yang dirterimanya dalam bentuk komisi atau uang jasa.
2.Jenis Saluran Distribusi
Dalam menyalurkan barang-barang atau jasa dari produsen ke konsumen, perusahaan dapat menggunakan beberapa alternatif saluran. Bentuk-bentuk saluran distribusi yang digunakan perusahaan dalam memasarkan produk yang berbeda-beda bergantung dari jenis produk dan kelompok konsumen yang menjadi pusat sasarannya. Untuk barang konsumsi ada 5 alternatif yang dapat dijalankan, yaitu:
a. Produsen-Konsumen akhir
Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa menggunakan perantara.
Produsen dapat menjual barang yang dihasilkan melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumennya (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran distribusi ini disebut sebagai saluran distribusi langsung.
b. Produsen-Pengecer-Konsumen akhir
Seperti halnya dengan jenis saluran yang pertama (produsen-konsumen), saluran ini juga disebut sebagai saluran distribusi langsung. Disini pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen.
c. Produsen-Pedagang besar-Pengecer-Konsumen akhir
Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Disini produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer.
Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar dan pembelian oleh konsumen dilayani oloh pengecer saja.
d. Produsen-Agen-Pengecer-Konsumen akhir
Dalam saluran distribusi semacam ini, produsen menggunakan agen sebagai tenaga penyalur dari barang yang dihasilkan. Kegiatan agen disini adalah menjalankan perdagangan dalam jumlah besar dan penjualannya terutama diarahkan kepada pengecer.
e. Produsen-Agen-Pedagang basar-Pengecer-Konsumen akhir
Untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar, produsen menggunakan agen penjualan sebagai penyalurnya, kemudian pedagang besar menjualnya kepada pengecer.
4. Arti Penting Saluran Distribusi
Penentuan saluran distribusi merupakan salah satu keputusan penting di bidang pemasaran, karena :
1. Saluran yang dipilih sangat mempengaruhi tiap keputusan lain di bidang pemasaran. Keputusan pimpinan perusahaan mengenai harga jual tergantung dari apakah perusahaan akan menyalurkan hasil produksinya melalui beberapa penyalur tunggal atau melalui sejumlah besar pedagang eceran. Keputusan mengenai pengiklanan dipengaruhi oleh tingkat kerja sama yang dapat diharapkan dari para penyalur.
2. Saluran yang dipilih akan melibatkan dalam ikatan kewajiban yang relatif lama dengan perusahaan lain.
Bila perusahaan telah menunjuk sebuah perusahaan dagang sebagai penyalur tunggal, maka perusahaan produsen tersebut tidak lagi dapat mengangkat penyalur lain didaerah penjualan yang sama.
5. Proses menyortir (sorting process)
Adalah mengumpulkan berbagai produk dari banyak produsen, memilih dan memilah-milah sesuai dengan pasar sasaran yang dilayani, dan menyusun aneka ragam produk dalam rangka memanjakan konsumen yang ingin belanja.
Dengan tujuan untuk : mengurangi/bila mungkin menyamakan kesenjangan yang ada diantara pihak produsen dengan pihak konsumen.
Kesenjangan tersebut terjadi pada:
a. Kualitas produk, cuma menekankan biaya produksi rata-rata seminimalnya bahwa produsen harus menghasilkan output dalam jumlah besar. Dalam waktu bersamaan konsumen tidak mampu menyerap jumlah tersebut. Pihak penyalur membeli dari produsen dan menawarkan produk tersebut dalam kuantitas yang lebih kecil bagi konsumen.
b. Penyusun, produsen membuat dan menjual produknya dalam kemasan besar, sedangkan konsumen memerlukannya dalam kemasan kecil sehingga dituntut peranan perantara untuk menyesuaikan kedua kondisi yang bertolak belakang ini.
c. Waktu, saat produsen menyelesaikan pembuatan outputnya berbeda dengan saat konsumen memerlukannya dalam hal ini peranan perantara sangat diharapkan untuk menjembatani perbedaan waktu tersebut.
d. Tempat, jarak produk dan konsumsi yang kadang-kadang sangat berjauhan menuntut perantara untuk menjembatani.
6. Pertimbangan ekonomis yang diperlukan dalam penggunaan saluran distribusi :
a. Skala dan skopa ekonomis
Efisiensi biaya distribusi diperoleh melalui besarnya jumlah produk yang disalurkan (skala ekonomis) dan melalui besarnya jenis/variasi produk yang disalurkan. Contoh : Giant dan makro mampu membebankan biaya overhead pada sejumlah produk sejenis dan pada berbagai macam produk yang ditawarkan.
b. Efisiensi transaksi
Dengan memanfaatkan saluran distribusi,produsen dan konsumen memperoleh penghematan biaya baik berupa dana, waktu, energi dan lain-lain
7. Faktor yang mempengaruhi pemilihan perantara
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan perantara sebagai berikut : 1. Akses ke pasar yang telah di putuskan
Berhubungan dengan apakah perantara yang akan dipilihnya dapat menguasai daerah pemasaran yang dipercayakan kepadanya.
2. Lokasi
Menyangkut lokasi dari perantara, apakah cukup tersedia sarana-sarana yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pemasaran, sehingga dapat menguntungkan perusahaan.
3. Kebijakan perencanaan produk
Kemampuan perantara dalam membuat suatu kebijaksanaan, sehingga produk yang dijual mampu bersaing dan dapat memuaskan konsumen.
4. Kebijakan promosi
Kemampuan perantara dalam melakukan penjualan yang ditunjang dengan promosi.
5. Pelayanan tersedia untuk pelanggan
Menyangkut pelayanan yang diberikan perantara, sehingga dapat menambah nilai produk yang dijual.
6. Kemampuan keuangan
Kemampuan perantara dalam melakukan pembayaran pada perusahaan dan menentukan batas kredit yang diberikan kepada manager.
7. Kemampuan managemen yang handal
Kemampuan managemen yang dikuasai perantara.
8. Kemampuan dalam menjual (technical skills) Ada 2 macam kemampuan menjual yaitu :
a. Ketrampilan teknis (hard selling skills)
Ada 16 ketrampilan teknis dalam menjual yaitu : 1. Product features
Memahami fitur-fitur produk yang ditawarkan 2. Product benefits
Memahami keunggulan dan manfaat produk yang ditawarkan 3. Product positioning
Posisi produk kita dibandingkan dengan produk pesaing yang sejenis 4. Product competitiveness
Daya saing produk dengan kompetitor 5. Unique selling proposition
Menjual keunikan atau keistimewaan produk yang ditawarkan misalnya mobil BMW yang menjual unsur mewah dan maskulin
6. Route planning
Merencanakan rute kunjungan untuk mengefisienkan waktu kunjungan dan biaya operasional.
7. Daily sales itinerary
Rencana penjualan setiap harinya 8. Time and territory management
Mengatur waktu dan wilayah yang akan dikunjungi 9. Sales collection
Memiliki kemampuan untuk menagih 10. Sales invoicing
Berkaitan dengan kegiatan administrasi perusahaan untuk membuat faktur (invoice)
11. Sales reporting
Membuat laporan kerja untuk mempermudah proses evaluasi pada kunjungan berikutnya
12. Sales budgeting/targeting
Menentukan besarnya biaya yang harus dikeluarkan ketika menawarkan atau mempromosikan produk dan juga besarnya target penjualan yang harus dicapai
13. Stock keeping
Mengetahui jumlah persediaan yang ada atau yang dimiliki perusahaan 14. Sales promotion
Promosi-promosi yang dilakukan ketika melakukan pameran.
15. Trade promotion
Promosi-promosi yang ditawarkan untuk meningkatkan penjualan 16. Overcoming objection
Mampu mengatasi keberatan pelanggan
b. Ketrampilan diri/hidup (soft selling skills)
Ada 16 ketrampilan diri/hidup dalam menjual yaitu : 1. Sales presentation
Presentasi di muka umum untuk menawarkan produk.
2. Product presentation
Presentasi dengan mendemonstrasikan secara langsung keunggulan dari produk yang ditawarkan.
3. Self presentation
Presentasi dengan tatap muka, dan biasanya dengan satu orang.
4. Communication skills
Kemampuan dan kecakapan dalam berkomunikasi.
5. Body language skill
Gerak tubuh ketika mempresentasikan produk 6. Inter personal
Kemampuan untuk menjalin hubungan dengan pelanggan 7. Intra personal
Kemampuan untuk menjalin hubungan dengan sesama rekan kerja . 8. Network builder
Membangun jaringan kerja 9. Problem identification
Dapat mengidentifikasikan masalah yang dihadapi pelanggan 10. Sales negotiations
Kemampuan wiraniaga untuk bernegosiasi dengan pelanggan 11. Sales bargaining
Kemampuan tawar-menawar dengan pelanggan 12. Mind setting
Merubah pola berpikir pelanggan atau bisa juga menyamakan persepsi dengan pelanggan.
13. Decision making
Mengarahkan pelanggan untuk membuat keputusan membeli 14. Problem solving
Mampu memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah
15. Conflict resolution
Mampu menyelesaikan konflik yang timbul.
16. Teamwork building
Membangun kerjasama yang baik dengan lingkungan kerja.
2.2 Cuplikan kliping/berita
“Tingkatkan Penjualan Melalui Sales Force Excellence”
Merupakan contoh studi kasus pada PT. Ardendi Jaya Sentosa (AJS) yang merupakan dealer PT. Astra Ortoparts wilayah Bali, Lombok dan Nusa Tenggara Timur.
Yang di muat pada majalah SWA No. 07/XX/1-14 April 2004 halaman 66-68 (artikel lengkap di lembar lampiran)
2.3 Artikel dalam majalah terkemuka terkait 1. “Sales Force , Jalur yang sangat kuat”
Di tulis oleh Bapak Hermawan Kertajaya (selaku Redaktur ahli SWA dan
President of MarkPlus & Co) yang dimuat pada majalah SWA No. 07/XX/1-14 April 2004 halaman 69
(artikel lengkap di lembar lampiran) 2. “Efektifkah Cash Back ?”
Di tulis oleh Ibu Yuliana Agung, MBA (selaku Managing Director Frontier Marketing & Research Consultant) yang dimuat pada majalah Marketing No.07/IV/JULI 2004 halaman 72-73
(artikel lengkap di lembar lampiran) 3. “Salesman itu pembual ?“
Di tulis oleh Bapak Mindiarto Djugorahardjo, MBA (selaku Managing Partner Force One – Selling & Distribution Consultants) yang dimuat pada majalah Marketing No. 07/IV/JULI/2004 halaman 68
(artikel lengkap di lembar lampiran)
4. “Now is the era of distribution, Getting profit with unlimited expansion in distribution” (bagian 1)
Di tulis oleh Bapak Mindiarto Djugorahardjo, MBA (selaku Managing Partner Force One – Selling & Distribution Consultants) yang dimuat pada majalah Marketing No. 09/ IV/SEPTEMBER 2004 halaman 66
(artikel lengkap di lembar lampiran)
5. “Now is the era of distribution, Getting profit with unlimited expansion in distribution” ( bagian 2 )
Di tulis oleh Bapak Mindiarto Djugorahardjo, MBA (selaku Managing Partner Force One – Selling & Distribution Consultants ) yang dimuat pada majalah Marketing No. 11/ IV/NOPEMBER 2004 halaman 68 (artikel lengkap di lembar lampiran)
6. “Menangani konflik dalam saluran distribusi“
Di tulis oleh Bapak Mindiarto Djugorahardjo, MBA (selaku Managing Partner Force One – Selling & Distribution Consultants ) yang dimuat pada majalah Marketing No. 01/V/JANUARI 2005 halaman 74
(artikel lengkap di lembar lampiran)
7. “Ide praktis untuk meningkatkan penjualan anda”
Di tulis oleh Bapak JAMES GWEE T.H., MBA (selaku Pembicara seminar dan pelatihan dari Singapura) yang dimuat pada majalah Marketing No. 02/V/FEBRUARI 2005 halaman 68
(artikel lengkap di lembar lampiran)
8. “10 kesalahan umum dalam personal selling”
Di tulis oleh Bapak IR. Suhartono Chandra, MM (selaku Senior Trainer &
Consultant Force One – Selling & Distribution Consultant) yang dimuat pada majalah Marketing No. 03/V/MARET 2005 halaman 68
(artikel lengkap di lembar lampiran) 9. “Mengenal perilaku pelanggan (7 C’s)”
Di tulis oleh Bapak Mindiarto Djugorahardjo, MBA (selaku Managing Partner Force One – Selling & Distribution Consultants ) yang dimuat pada majalah Marketing No. 04/V/APRIL 2005 halaman 68
(artikel lengkap di lembar lampiran)
10. “Dongkrak penjualan anda dengan sales scrip “
Di tulis oleh Bapak JAMES GWEE T.H., MBA (selaku Pembicara seminar dan pelatihan dari Singapura) yang dimuat pada majalah Marketing No. 04/V/APRIL 2005 halaman 70
(artikel lengkap di lembar lampiran)