7 2.1. Konsep Dasar Web
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini tidak terlepas dari teori yang mendukung dan mempelajari dalam merancang/membuat sebuah web.
2.1.1. Program
“Program adalah algoritma yang ditulis dalam bahasa komputer”.
”Pemrograman adalah proses yang menggunakan bahasa pemrograman untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. Penulisan program biasanya menggunakan menggunakan program editor yang telah disediakan oleh bahasa pemrograman yang dipilih”.(Eka W Fridayanthie & Charter, 2016) 1. Langkah-Langkah Pembuatan Program
Dalam menyusun suatu program yang besar dan kompleks dibutuhkan beberapa tahapan yang sistematis dan terpadu, yaitu mendifinisikan masalah, analisis kebutuhan, desain algoritma, pengkodean, bahasa pemrograman, testing dan debugging, dokumentasi, dan pemeliharaan,
2. Menentukan Modul-Modul Program.
Penentuan modul utama dan modul rutin sangat berguna untuk mempermudah dilakukannya penanganan apabila terjadi kesalahan(error).
3. Penyusunan Algoritma Program
Pembuatan algoritma dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah dengan menuliskan langkah-langkah pemecahan masalah yang ada
2.1.2. Sistem Informasi
Sebuah informasi dapat diperoleh dari sistem informasi atau Management Information System. Suatu informasi agar bermanfaat bagi penggunanya harus
memiliki informasi yang baik, diantaranya akurat, tepat waktu dan relevan.
“Sistem informasi adalah suatu system didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak luar tertentu”(Yuni Eka Achyani, 2018)
2.1.3. Pengadaan
Pengadaan merupakan proses kegiatan pemenuhan suatu kebutuhan. Menurut KBBI, pegadaan yang berasal dari kata “ada” mempunyai arti sebagai proses menjadikan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada karena kata “ada” ditambahkan awalan pe- dan akhiran –an sehingga menjadi kata pengadaan.
2.1.4. Inventaris
Kata inventaris memiliki makna yaitu sebuah daftar tertulis mengenai semua barang yang di miliki seseorang atau sebuah kantor atau perusahaan beserta nilai dan jumlah totalnya. Inventarisasi adalah kegiatan mengelola, mengurus, mencatat mengatur pengadaan barang yang dimiliki oleh organisasi atau suatu perusahaan dalam melakukan kegiatan operasionalnya.
“kegiatan-kegiatan yang meliputi pendaftaran, pencatatan dalam daftar inventaris, penyusunan atau pengaturan barang- barang milik atau kekayaan negara serta melaporkan pemakaian barang-barang kepada pejabat yang berwenang secara teratur dan tertib menurut ketentuan dan tatacara yang berlaku sehingga mempermudah dalam penyajian data kekayaan negara/pemerintah daerah baik barang- barang tetap maupun barang-barang bergerak”(Annisa, Ugiarto, & Rosmasari, 2017)
2.1.5. Website
Website merupakan kepanjangan dari Word Wide Web (WWW). Informasi WWW ini disimpan pada web server untuk dapat diakses dari jaringan browser terlebih dahulu, seperti Internet Explorer , Google Chrome atau Mozilla Firefox.
“menyimpulkan bahwa: Website atau Situs Web adalah sejumlah halaman web yang memiliki topik saling terkait, terkadang disertai pula dengan berkas-berkas gambar, video, atau berkas lainnya. Situs web merupakan kumpulan dari halaman web yang sudah dipublikasikan di jaringan internet dan memiliki domain/URL (Unifed Resource Locator) yang dapat diakses semua pengguna internet dengan cara
mengetikan alamatnya. Ditinjau dari aspek content atau isi, web dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu web statis dan web dinamis. Selain dari sisi content/isi, web statis dan web dinamis dapat dilihat dari aspek teknologi yang digunakan untuk membuat jenis web tersebut” (Tabrani & Eni, 2017)
Situs web adalah kumpulan dari halaman web di jaringan internet dan memiliki domain/URL. Web dibagi menjadi 2 , yaitu web statis dan juga web dinamis.
Selain dari sisi conten atau isinya, web statis dan web dinamis juga dapat dilihat dari segi aspek teknologi yang digunakan untuk membuat jenis web tersebut
1. Web Browser
“web browser merupakan suatu alat yang digunakan untuk melihat/menampilkan halaman web“(Prayitno & Safitri, 2015)
2. Web Server
“Server Web (Web Server) merujuk pada perangkat keras (server) dan perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP ataupun variannya (seperti FTP dan HTTPS) atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu URL ke pemakai”(Prayitno & Safitri, 2015)
2.1.6. Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman merupakan prosedur penulisan. Ada 3 record dalam penulisan bahasa pemograman.
1. Syntax adalah sebuah aturan penulisan bahasa program
2. Semantic adalah arti atau maksud yang terkandung didalam statement tersebut
3. Kebenaran logika yaitu sesuatu yang berhubungan dengan benar tidaknya urutan dari statement
Bahasa pemrograman yang digunakan didalam penyusunan tugas akhir ini diantaranya:
1. PHP Hypertext Preprocessor (PHP)
“PHP adalah proses menerjemahkan baris sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan”(Puspitasari, 2016)
2. HyperText Markup Language (HTML)
“HyperText Markup Language merupakan suatu metode untuk mengimplementasikan konsep hypertext dalam suatu naskah atau dokumen”(Puspitasari, 2016)
3. Cascading Style Sheet (CSS).
“Cascading Style Sheet (CSS) adalah suatu bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup”(Puspitasari, 2016)
4. Java
“bahasa pemrograman java merupakan salah satu dari sekian banyak bahasa pemrograman yang dapat dijalankan diberbagai sistem operasi termasuk telepon genggam”(Eka W Fridayanthie & Charter, 2016)
Java dibuat oleh james Gosling saat ia masih bekerja dengan Sun Microsystems.
Java termasuk kedalam pengembangan dari bahasa C++ karena banyak mengadopsi
sintak C dan C++. Kelebihan Java dari bahasa pemrograman yang lain adalah bisa dijalankan diberbagai jenis sistem operasi sehingga dikenal juga Bahasa pemrograman multiplatform, bersifat pemrograman berorientasi object (PBO) dan memiliki library yang lengkap
2.1.7. Basis Data
“kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak seperti program aplikasi untuk menghasilkan sebuah informasi”.(Tristianto, 2018)
“Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data dimana setiap basis data dapat berisi. Seperti terdiri dari sejumlah objek basis data (file/tabel, indeks dan lain-lain). Selain menyimpan data, setiap basis data juga mengandung/menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara detail)”.(Swara, Kom, & Pebriadi, 2016)
Pengelolaan basis data ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) khusus.
Perangkat lunak yang menentukan bagaimana sebuah data dapat disimpan, diorganisasi, diubah maupun diambil kembali adalah DBMS. DBMS juga menerapkan sistem pemakaian data secara bersama, pengamanan data, pemaksaan keakuratan data dan sebagainya.
MySQL sendiri merupakan sebuah perangkat database management system atau DBMS yang bersifat multithread dan juga multi-User
Dan untuk pengelolaan database MySql sendiri penulis menggunakan software berbasis web yang digunakan dalam bentuk GUI (Graphical User Interface) yaitu PhpMyadmin.
2.1.8. Model Pengembangan Perangkat Lunak
“Metode pengembangan perangkat lunak dengan Agile Methodology merupakan sebuah konsep pengembangan yang mengandung arti cepat dilakukan, cepat meresponse perubahan yang diminta oleh klien, dan melibatkan klien secara aktif dalam proses sehingga perangkat lunak atau modul yang dihasilkan merupakan kolaborasi dari setiap pihak yang terlibat“ (Akbar, 2017)
Salah satu metode yang termasuk Agile Methodology adalah Extreme Programmin (XP). Jika biasanya metode pengembangan tradisional mengacu soal
perencanaan, analisa, dan perancangan sistem dengan waktu lama untuk masing- masing tahap, maka metode XP menawarkan cara yang berbeda dengan metode pengembangan tradisional dimana XP menawarkan tahapan-tahapan tersebut dalam waktu dingkat dan berulang.
Adapun tahapan pengembangan pengembangan SIPAIL sebagai berikut:
1. Planning
Pada tahap ini menjelaskan spesifikasi kebutuhann dari sistem yang dibuat. Penulis merangkum semua kebutuhan sistem dan keebutuhan user yang akan dibuat kedalam sistem informasi , dimana spesifikasi tersebut dijelaskan di BAB III sub bab 3.2. Analisa Kebutuhan.
2. Design
Pada tahap ini penulis merancang sistem sesuai dengan kebutuhan sistem dan kebutuhan user. Salah satunya penulis menggunakan ERD dan LRS yang dapat dilihat pada gambar III.2 dihalaman 35 dab gambar III.3 dihalaman 36.
3. Coding
Sistem informasi berbasis web yang dibangun menggunakan Bahasa pemrograman PHP dan java dan MySQL untuk database. Berikut contoh coding yang terdapat pada sistem informasi SIPAIL yang berfungsi untuk menampilkan data alat inventaris laboratorium yang terdapat dalam database
4. Testing
Unit testing pada sistem informasi ini menggunakan metode Black Box testing yang berfungsi untuk mengecek fungsional sistem yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak yang selanjutnya dijelaskan di BAB III sub bab 3.11 Pengujian Unit
public function alat() {
$this->model_squrity->getsqurity();
$this->load->library('Zend','database');
$this->load->helper('url','form');
$isi['nama_user']=$this->session->userdata('nama_user');
$isi['data'] =$this->db->query("SELECT a.id_alat , a.nama_alat, ka.id_katalat , ka.nama_katalat , a.gambar , a.ket_alat , a.jml_alat
FROM alat as a INNER JOIN kategori_alat as ka ON a.id_katalat = ka.id_katalat ORDER BY id_alat DESC");
$isi['content']='user/alat';
$this->load->view('tampilan_user',$isi);
}
2.1.9. Penelitian Terkait
Proses penerimaan dan ujian seleksi untuk peerta pelatihan kerja di baai latihan kerja(BLK) masih menggunakan cara yang konvensional dimana peserta harus mendatangi lokasi balai lathan kerja untuk melakukan pendaftaran dan ujian seleksi, serta kurangnya penyebaran informasi mengenai periode penerimaan peserta latihan kerja baru sehingga menjadi hambatan bagi calon peserta. Maka diperlukan sebuah aplikas berbasis web dengan menggunakan metode Extreme Programming (XP) yang bertujuan untuk memudahkan penyebaran informasi terkait penerimaan dan proses pendaftaran serta pelaksanaan ujian seleksi pelatihan kerja.(Supriyatna, 2018)
Dalam melakukan proses reservasi mobil di PT. Qyta Trans Group masih menggunakan cara yang belum terkomputerisasi dimana calon pelanggan harus datang langsung ke tempat sewa atau melakukan panggilan telepon kepada customer service untuk mengetahui jadwal, tariff dan jalur yang tersedia. Sehingga dibutuhkan aplikasi berbasis android dengan penggunaan pengembangan perangkat lunak yaitu metode Extreme Programming (XP) sebagai alternative reservasi tiket travel dan sewa mobil agar penggunaan sistem yang sudah ada bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan.
(Wahyudi, Astuti, & Mujahid, 2018)
2.2. Teori Pendukung 2.2.1. Struktur Navigasi
”Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari sebuah program yang biasanya digunakan untuk menghubungkan halaman-halaman web yang berdasarkan elemen-elemen yang digunakan dalam aplikasi web”.(Tabrani & Eni, 2017)
Jenis struktur navigasi adalah sebagai berikut:
1. Linear
Struktur linear merupakan struktur yang tidak diperbolehkan memiliki percabangan serta hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurutan.
Sumber : Purnama
Gambar II.1 Struktur Navigasi Linear 2. Non Linear
Struktur tidak berturut atau Non Linear merupakan pengembangan dari struktur Linear. Struktur ini diperkenankan membuat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan mempunyau kedudukan yang sama berbeda dengan struktur hirarki.
Sumber : Purnama
Gambar II.2 Struktur Navigasi Non Linear
3. Hirarki
Struktur Hirarki atau Hierarchical menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu dengan mengandalkan percabangan. Pada struktur ini terdapat master page dan slave page.
Sumber : Purnama
Gambar II.3 Struktur Navigasi Hirarki 4. Campuran
Struktur penjejakan campuran (Composite) yang biasa disebut dengan struktur bebas merupakan gabungan dari struktur Linear, Non Linear, Hierarchical.
Struktur ini dapat memberikan interaktifitas yang lebih tinggi sehingga banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi.
Sumber : Purnama
Gambar II.4 Struktur Navigasi Campuran
2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)
“Entity Relationship Diagram (ERD) adalah alat pemodelan data utama dan akan mambantu mengorganisasi data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas”.(Eka Wida Fridayanthie & Mahdiati, 2016)
Komponen ERD diantaranya:
1.
Entity:
merupakan objek dalam ERD yang dapat dibedakan dengan objek yang lainnya dalam dunia nyata. Dalam Entity terdapat entity set yang merupakan kumpulan dari entity yang sejenis2. Atribut: Komponen ini digambarkan dengan bentuk oval. Karakteristik dari entity yang berfungsi menjelaskan tentang entity tersebut
3. Relasi: Menggambarkan hubungan antara satu entity atau lebih
4. Kardinalitas relasi: Komponen ini menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas lainnya didalam sebuah himpunan entitas.
Sumber: (Kuryanti, 2016)
Gambar II.5 Contoh ERD
2.2.3. LRS (Logical Record Structure)
“Logical Record Structure (LRS) dibentuk dengan nomor dari tipe record”.(Kuryanti, 2016)
Dimana beberapa tipe recordnya digambarkan oleh bentuk kotak persegi panjang dan mempunyai nama yang unik. Cara membentuk skema LRS berdasarkan ERD yaitu:
a. Jika relasinya satu-ke-satu, maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada atau menyatukan kedua entitas tersebut.
b. Jika relasinya satu-ke-banyak, maka foreign key diletakan pada entitas Many.
c. Jika relasinya banyak-ke-banyak, maka dibuat sebuah file konektor yang berisi 2 foreign key yang berasal dari kedua entitas
Sumber : (Kuryanti, 2016)
Gambar II.6 Contoh LRS
2.2.4. Studi Literatur
“Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Inventaris Barang Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kudus”(Setia Andani & Diana, 2016).Sistem ini dirancang berdasarkan penelitian di Dinas Kependudukan dan Pencataatan Sipil Kabupaten Kudus dengan tujuan membantu mengembangkan sistem komputerisasi yang telah digunakan sebelumnya . dengan membuat sebuah sistem dengan menggunakan PHP dan MySQL yang menghasilkan output yang dapat memberikan informasi tentang inventaris barang. Namun pada sistem ini hanya menghasilkan output laporan dari pengadaan barang saja sehingga perlu ditambahkan adanya output untuk transaksi mutasi barang.
“Sistem Informasi Inventaris Barang Berbasis WebPada SMP Negeri 1 Buer”
(Oktaviani, Widiarta, & Nurlaily, 2019).Sistem informasi inventaris barang berbasis web ini dibuat untuk memudahkan admin dalam mengolah barang iventaris seperti pendataan barang, informasi kondisi barang, proses peminjaman dan pengembalian barang. Sistem ini dibangun dengan menggunakan sublime text, PHP dan MySQL.
Namun dalam sistem ini diperlukan adanya pengembangan pada proses peminjaman barang termasuk didalamnya fungsi bagi peminjam agar bisa mengakses sistem sehingga dapat mempermudah transakasi peminajaman dan pengembalian barang.
“Sistem Informasi Pengelolaan Inventaris BarangDi SMKN 1 Batusangkar”
(Sy, Nurmi, & Mary, n.d.) Sistem ini dibangun dengan menggunakan sublime text, PHP dan MySQL. Sistem ini dibangun untuk mengembangkan pengolahan barang
inventaris dengan sistem yang belum terkomputerisasi. Sistem ini mempunyai fungsi untuk mengentri data barang masuk, data pemakaian barang, data barang , pengolahan data barang berdasarkan kode dan nama barang, laporan daftar barang masuk, pemakaian barang dan daftar barang rusak. Pada sistem ini belum ada fungsi untuk transaksi pemasukan dan pengeluaran barang agar lebih mengefektif dan mengefisienkan pengolahan data barang inventaris.
“Rancang Dan Bangun Sistem Informasi Inventori Barang Berbasis Web (Studi Kasus PT. Nusantara Sejahtera Raya)”(Hasanudin, 2018). Sistem yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Data Flow Diagram (DFD) untuk pemodelan terstruktur ini dapat mempermudah pencatatan stok barang yang sebelumnya masih dilakukan dengan sistem yang belum terkomputerisasi. Sistem ini memiliki fungsi untuk melakukan order barang, menghitung stok barang, pengambil keputusan dari order yang masuk apakah diterima atau ditolak, mencetak laporan barang keluar dan dapat mengelola akun. Fungsi yang harus ditambahkan pada sistem ini adalah fungsi untuk mencetak laporan data dan stok barang serta pemasukan barang serta penambahan rincian biaya dan harga barang.
“Sistem Informasi Inventaris Barang Pada RSUD Soreang” (Rukoyah, Abidillah, &
Hadiana, 2017). Sistem yang dibangun merupakan sistem menggunakan metode pengembangan system development life cycle. Sistem ini dimaksudkan untuk mempermudah proses penyediaan dan transaksi peminjaman barang inventaris.
Didalam sistem ini terdapat fungsi menu barang, ruangan, supplier dan verifikasi pengajuan. Fungsi yang harus ditambahkan dan dikembangkan dalam sistem ini adalah
adanya fungsi menghitung stok barang berdasarkan pemasukan seta pengeluaran barang serta penggunaan kode untuk setiap primary key agar tidak terjadi peggandaan kode.
Dari studi literatur diatas dapat disimpulkan bahwa setiap sistem inventaris barang memiliki fungsi untuk mempermudah pengolahan data alat dan barang inventaris yang dimiliki oleh suatu instansi. Hanya saja setiap fungsi dari sistem dibuat dengan kebutuhan dari instansi itu sendiri sehingga adanya perbedaan fungsi dari setiap sistem inventaris