• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Metode RLE dan Huffman dalam Kompresi Data Teks

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Perbandingan Metode RLE dan Huffman dalam Kompresi Data Teks"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Flowchart kompresi menggunakan  algoritma RLE  Ada pun bentuk  dari algoritma huffman  adalah  sebagai berikut [5]:
Gambar 2. Flowchart kompresi menggunakan  algoritma Huffman  3.      HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar  3.  Menunjukkan  data    dan  jumlah  karakter  yang  akan    dikompresi  yang  berupa  huruf  AKKKKKKUUUUUUUMMMMMMMMMMMEEEEEEEEENNNNNNNNN  42 karakter (byte)
Gambar  5. Proses kompresi data teks dengan huffman dilakukan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil kompresi yang dihasilkan metode Run Length Encoding (RLE) dipengaruhi oleh kompleksitas warna piksel dari citra yang akan dikompres, karena jika kompleksitas warna

Teknik kompresi Run Length Encoding (RLE) telah banyak digunakan.Metode ini memanfaatkan kemuculan nilai piksel secara berulang pada lokasi yang berderetan.Metode

algoritma Run Length Encoding untuk kompresi citra digital pada

• Teknik kompresi dimana data hasil dekompresi tidak sama dengan data sebelum kompresi namun sudah “cukup” untuk digunakan.. Contoh: Mp3, streaming media, JPEG, MPEG,

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kualitas hasil kompresi citra menggunakan metode Run Length Encoding (RLE) melalui proses Arithmetic Mean Filter

RLE (Run Length Encoding) adalah salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk melakukan kompresi data sehingga ukuran data yang dihasilkan menjadi lebih

Pada penelitian ini penulis menggunakan algoritma Huffman dan Run Length Encoding yang merupakan salah satu teknik kompresi yang bersifat lossless.. Algoritma Huffman

Dua kombinasi algoritma tersebut kemudian akan dibandingkan kinerjanya berdasarkan rentang waktu proses encoding dan decoding serta rasio kompresi (dengan rasio