• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu daerah yang memilik i potensi yang cukup besar untuk dikunjungi oleh pendatang dari luar kota. Selain terkenal sebagai kota pelajar dimana terdapat 142 perguruan tinggi baik Neger i maupun Swasta di Provinsi ini, Yogyakarta juga memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri berupa keindahan alam, budaya, dan adat istiadat yang masih kental sehingga banyak orang dari luar kota yang berdatangan ke Yogyakarta.

Ringroad sebagai jalan lingkar merupakan salah satu jalan nasional di Yogyakarta yang sering dilewati baik pengendara dari Yogyakarta maupun pengendara dari luar kota yang ingin masuk ke kota Yogyakarta ataupun pengendara yang ingin menuju ke kota lain seperti dari Solo ke Magelang.

Ringroad terbagi menjadi 4 bagian, yaitu Ringroad Utara, Ringroad Barat, Ringroad Timur, dan Ringroad Selatan. Dari keempat bagian tersebut, Ringroad Utara merupakan bagian yang paling sering dilewati dan juga paling banyak kegiatan sampingnya. Arus lalu lintas di Ringroad dipisah menjadi jalur cepat yang digunakan khusus untuk kendaraan beroda empat dan lebih dan jalur lambat yang digunakan khusus untuk sepeda motor. Pemisahan arus lalu lintas ini seharusnya dapat mengurangi tingkat kecelakaan, karena berdasarkan statistik pelaku utama kecelakaan adalah sepeda motor. Oleh karena itu, peran jalur lambat sebagai upaya kanalisasi cukup penting dalam pemisahan arus guna mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi dan dapat menjadi fasilitas untuk mendukung pegerakan yang nyaman dan lancar bagi pengendara.

Jalur lambat yang seharusnya digunakan untuk pengendara sepeda motor digunakan juga oleh pengendara mobil yang menyebabkan kecepatan kendaraan di jalur lambat berkurang. Ketika jam berangkat sekolah, sering dijumpai mobil yang masuk ke jalur lambat yang berada pada sisi utara Jalan Ringroad Utara

(2)

(depan Sekolah Al-Azhar). Kebanyakan dari mobil tersebut bertujuan ke sekolah Al-Azhar. Mobil mulai masuk ke jalur lambat dari awal simpang Monjali dan kebanyakan memilih kembali ke jalur cepat melalui bukaan separator pertama di timur sekolah. Jauhnya jarak dari gerbang sekolah ke bukaan separator membuat mobil semakin lama berada di jalur lambat tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan kecepatan kendaraan di jalur lambat dan bahkan menyebabkan terjadinya antrian yang cukup panjang di wilayah tersebut.

Bukaan separator yang berada ±300 m di sisi barat sebelum simpang Kaliurang berfungsi sebagai akses jalan bagi pengendara kendaraan ringan yang ingin mencapai tujuan perjalanannya yang berada pada gang atau lorong yang berada di jalur lambat. Namun kenyataannya seringkali mobil dari jalur cepat berpindah ke jalur lambat hanya untuk menghindari antrian yang terjadi di jalur cepat akibat APILL di simpang Kaliurang. Hal ini menyebabkan berkurangnya kecepatan kendaraan di jalur lambat dan terjadinya antrian di sekitar bukaan separator tersebut.

Mengacu pada artikel yang terdapat di http://www.dishub-diy.net/ yang menyatakan bahwa laju pertumbuhan kendaraan bermotor di DIY mengala mi kenaikan sekitar 14 sampai 15 persen. Laju pertumbuhan kendaraan bermotor yang meningkat dari tahun ke tahun tersebut dan posisi jalan Ringroad Utara yang sangat strategis untuk dilewati secara otomatis menyebabkan aktivitas di samping jalan seperti toko usaha, ruko, dan sebagainya berkembang dengan cepat. Banyaknya kegiatan samping yang merupakan tarikan perjalanan di sepanjang Jalan Ringroad Utara meyebabkan meningkatnya volume kendaraan yang menggunakan ruas Jalan Ringroad Utara. Pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar parkir dari bangunan yang berada di samping jalan menyebabkan terganggunya arus lalu lintas dan menurunkan kecepatan lalu lintas di jalur lambat Ringroad. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa karakteristik dan kinerja lalu lintas pada Jalan Ringroad Utara (simpang Monjali-simpang Kaliurang) sehingga setelah mengetahui permasalahan yang terjadi di

(3)

lokasi ini dapat ditemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang terjadi di lokasi tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

a. Seperti apa karakteristik arus lalu lintas jalur lambat ruas Jalan Ringroad Utara (simpang Monjali-simpang Kaliurang) ?

b. Bagaimana kinerja lalu lintas jalur lambat ruas Jalan Ringroad Utara (simpang Monjali-simpang Kaliurang) ?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dalam Penelitian ini adalah untuk:

a. Mengetahui karakteristik arus lalu lintas jalur lambat ruas Jalan Ringroad Utara (simpang Monjali-simpang Kaliurang).

b. Melakukan analisis terhadap kinerja lalu lintas jalur lambat ruas Jalan Ringro ad Utara (simpang Monjali-simpang Kaliurang).

1.4 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Penelitian ini dilakukan di jalur lambat ruas Jalan Ringroad Utara sepanjang ± 1,5 km, tepatnya ruas jalan yang sebelah barat berbatasan dengan simpang Monjali dan sebelah barat berbatasan dengan simpang Kaliurang seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.1.

b. Pengambilan data arus lalu lintas atau traffic counting dilakukan saat hari kerja pada jam sibuk selama 2 jam dimulai dari pukul 06.30 s.d 08.30 WIB dan datanya diambil setiap 15 menit.

c. Pengambilan data kecepatan lalu lintas diambil pada waktu yang sama dengan pengambilan data arus lalu lintas dan datanya diambil setiap 15 menit.

d. Pengambilan data jumlah mobil yang berpindah jalur (survei di bukaan separator) diambil pada waktu yang sama dengan data arus lalu lintas dan datanya diambil setiap 15 menit.

(4)

e. Analisis dilakukan terhadap hubungan antara volume dengan kecepatan lalu lintas di jalur lambat Jalan Ringroad Utara dan hubungan antara mobil yang berpindah jalur dengan tundaan.

f. Pengamatan hanya dilakukan pada saat jam puncak di pagi hari (permasalaha n yang terjadi hanya di sisi Utara).

g. Penelitian ini mengacu pada metode analisis kinerja ruas jalan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.

Gambar 1.1 Lokasi Penelitian

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari Penelitian ini adalah untuk:

1. Memberikan gambaran tentang masalah yang terjadi pada jalur lambat Jalan Ringroad Utara (simpang Monjali-simpang Kaliurang) dengan melakukan analisis terhadap karakteristik dan kinerja lalu lintas pada segmen jalan tersebut.

2. Memberikan gambaran solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada jalur lambat Jalan Ringroad Utara (simpang Monjali-simpang Kaliurang) yang

Lokasi Penelitian Al-Azhar

Jalan Ringroad Utara

Keterangan:

Jalan Monjali

(5)

berupa sistem manajemen lalu lintas yang tepat guna meningkatkan kinerja ruas jalan tersebut.

1.6 Keaslian Penelitian

Penelitian sebagai tugas akhir mengenai analisis kinerja ruas jalan sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu, namun penelitian ini memiliki berbagai perbedaan. Perbedaan dari masing-masing penelitian dipaparkan sebagai berikut:

a. Herdiana, D (2004), Evaluasi Kinerja Ruas Jalan Tanpa Terpasang Divider dan Perbadingannya dengan Uji Coba Pemasangan Divider, menganalisis kinerja ruas jalan dengan membandingkan antara jalan yang dipasang divider dan tidak menggunakan divider. Lokasi studi yang ditinjau adalah ruas Jalan Magelang, Yogyakarta.

b. Fadhillah, H (2009), Analisis Kinerja Ruas Jalan dengan Pengaturan Ulang Dengan dan Tanpa pejalan kaki serta peninjauan JPO, menganalisis kinerja ruas jalan Merdeka (Bandung) akibat pengaruh hambatan samping berupa banyaknya pejalan kaki, kendaraan berhenti, dan manuver kendaraan parkir dan meninjau pengaturan ulang kawasan jika tidak ada pejalan kaki di lokasi studi. Lokasi studi yang ditinjau adalah jalan Merdeka, Bandung.

c. Pranata, F (2010), menganalisis kinerja ruas Jalan Kaliurang km 4,5-5,7 yang merupakan daerah komersil yang terdiri dari banyak pertokoan dan pemukima n. Parameter yang digunakan dalam analisis ini adalah kapasitas, waktu tempuh, dan derajat kejenuhan. Lokasi studi yang ditinjau adalah Jalan Kaliurang km 4,5-5,7, Yogyakarta.

d. Hidayat, A (2015), menganalisis kinerja ruas jalan akibat pengoperasian term menggunakan metode MKJI (1997). Ditetapkan parameter kinerja antara lain: kecepatan arus bebas, kapasitas jalan, derajat kejenuhan, kecepatan perjalanan rata-rata sesungguhnya dan faktor pengurangan volume kendaraan bermotor akibat peralihan penggunaan moda transportasi ke angkutan term kota. Lokasi studi yang ditinjau adalah Jalan Kyai Mojo dan Jalan Godean, Yogyakarta.

(6)

Tugas akhir ini, penulis menyusun analisis karakteristik lalu lintas dan kinerja lalu lintas pada jalur lambat Jalan Ringroad Utara (simpang Monjali-simpa ng Kaliurang) dengan mempertimbangkan bukaan pada separator yang menyebabkan mobil bisa mengakses jalur lambat tersebut dan membandingkan derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalur jika mobil tidak diperbolehkan melewati jalur lambat. Lokasi studi yang ditinjau adalah Jalan Ringroad Utara (simpang Monjali-simpa ng Kaliurang), Yogyakarta.

Dari uraian tentang berbagai penelitian tugas akhir tersebut, perbandingan antara satu tulisan dengan yang lainnya dapat dirangkum dalam Tabel 1.1 berikut:

(7)

Peneliti Tahun Tinjauan Metode Analisis lokasi

Jalan Kota

Dianita Herdiana 2004

Melakukan evaluasi terhadap kinerja ruas Jalan Magelang dengan membandingkan antara kondisi dengan adanya divider dan tanpa divider di jalan tersebut.

Metode MKJI (1997) Perhitungan kinerja

ruas

Jalan Magelang Yogyakarta

Hanief Fadhillah 2009

Menganalisis kinerja ruas Jalan Merdeka, Bandung dengan melakukan pengaturan ulang kondisi jalan dengan dan tanpa pejalan kaki serta peninjauan terhadap desain jembatan penyebrangan orang di lokasi tersebut. Metode MKJI (1997) dengan mempertimbangkan karakteristik pejalan kaki

Jalan Merdeka Bandung

Fadli Pranata 2010

Menganalisis kinerja ruas jalan yang berupa daerah

komersil yang terdiri dari pertokoan dan

pemukiman.

Metode MKJI (1997) Perhitungan kinerja

ruas

Jalan Kaliurang km 4,5-5,7 Yogyakarta

Arif Hidayat 2015

Menganalisis kinerja ruas Jalan Kyai Mojo Timu r, Jalan Kyai Mojo Barat, dan Jalan Godean apabila dilakuan pengoperasian term di lokasi tersebut.

Metode MKJI (1997) dengan mempertimbangkan

pemodelan dari pengoperasian term

Jalan Kyai Mojo dan Jalan

Godean Yogyakarta

Iqbal Attaqi Abel 2016

Menganalisis kinerja ruas Jalan Ringroad Utara (simpang Kaliurang-simpang Monjali) dengan mempertimbangkan bukaan pada separator dan membandingkan kondisi dimana mobil bisa berada di jalur lambat dengan mobil tidak bisa berada di jalur lambat. Metode MKJI (1997) dengan mempertimbangkan kondisi bukaan pada separator

Jalan Ringroad Utara (simpang Monjali-simpang Kaliurang)

Referensi

Dokumen terkait

Tugas akhir ini membahas mengenai aktivitas bus Trans Jogja saat menurunkan dan menaikkan penumpang di halte bus Trans jogja di jalur lambat di Ringroad Utara Yogyakarta dan

Penelitian di lakukan pada jalan tol CTC untuk mengetahui karakteristik kecelakaan, mengidentifikasi faktor- faktor penyebab kecelakaan dan mengidentifikasi daerah

Jalan Pluit Karang Raya, Jalan Pluit Karang Utara, dan Jalan Pluit Karang Ayu Satu kali selama mobilisasi peralatan reklamasi pada kwartal ke-empat tahun 2013

Menghasilkan usulan serta gagasan untuk merumuskan konsep dasar perencanaan dan perancangan fasilitas Rest Area pada ruas jalan lintas sumatera di Sumatera Utara

Hal tersebut perlu mendapatkan manajemen lalu lintas mulai dari sekarang dengan memperhitungkan kondisi volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas yang ada agar kapasitas jalan

Besarnya jumlah kendaraan parkir pada saat jam puncak sehingga menambah kemacetan lalu lintas di jalan Gardu Jati, banyaknya kendaran yang melakukan parkir dengan

a) Ambang arus lalu-lintas untuk menentukan tipe dan rencana ruas jalan dan simpang yang paling ekonomis berdasarkan analisa, pemakai jalan dan biaya

Mulyono, 2015 Penelitian dilakukan di Jalan Raya Pantura khususnya di ruas Jalan Raya Jatisari, Jalan Nasional 1, Pantai Utara lokasi di Karawang, Jawa Barat, dengan mengkaji beban dan