PERAMALAN KUNJUNGAN WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DI KABUPATEN KARO TAHUN 2019
BERDASARKAN DATA TAHUN 2007-2016 DENGAN METODE PEMULUSAN (SMOOTHING)
LAPORAN TUGAS AKHIR
IMELDA FUJIAH Br KARO S 152407014
PROGRAM STUDI D-3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2018
PERAMALAN KUNJUNGAN WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DI KABUPATEN KARO TAHUN 2019
BERDASARKAN DATA TAHUN 2007-2016 DENGAN METODE PEMULUSAN (SMOOTHING)
LAPORAN TUGAS AKHIR
Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh Ahli Madya
IMELDA FUJIAH Br KARO S 152407014
PROGRAM STUDI D-3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2018
PERNYATAAN
PERAMALAN KUNJUNGAN WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DI KABUPATEN KARO TAHUN 2019
BERDASARKAN DATA TAHUN 2007 – 2016 DENGAN METODE PEMULUSAN (SMOOTHING)
LAPORAN TUGAS AKHIR
Saya menyatakan bahwa laporan tugas akhir ini adalah hasil karya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
Medan, Juli 2018
Imelda Fujiah Br Karo S 152407014
PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR
Judul : Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik dan
Mancanegara di Kabupaten Karo Tahun 2019 Berdasarkan Data Tahun 2007-2016 dengan Metode Pemulusan (Smoothing)
Kategori : Laporan Tugas Akhir
Nama : Imelda Fujiah Br Karo S
Nomor Induk Mahasiswa : 152407014
Program Studi : Diploma 3 Statistika
Fakultas : MIPA – Universitas Sumatera Utara
Disetujui di Medan, Juni 2018
Ketua Program Studi D-3 Statistika FMIPA USU
Dr. Elly Rosmaini, M.Si NIP. 19600520 198503 2 002
Pembimbing,
Dr. Faigiziduhu Bu’ulölö, M.Si NIP. 19531218 198003 1 003
PERAMALAN KUNJUNGAN WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DI KABUPATEN KARO TAHUN 2019
BERDASARKAN DATA TAHUN 2007 – 2016 DENGAN METODE PEMULUSAN (SMOOTHING)
ABSTRAK
Kabupaten Karo adalah salah satu wilayah tujuan wisatawan di Indonesia, menawarkan berbagai objek wisata alam maupun budaya. Pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Karo memiliki arti yang sangat penting dan strategis, karena merupakan sector andalan yang nantinya diharapkan maupun mendukung perkembangan daerah. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk meramalkan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun 2019 dengan menggunakan metode pemulusan eksponensial, yaitu metode linear satu parameter dari Brown. Peramalan adalah perkiraan mengenai sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan dating. Dengan data kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun 2007-2016 akan diramalkan untuk tahun berikutnya yaitu tahun 2019. Dengan menentukan parameter pemulusan (𝛼) yang di mulai dari 0,1 - 0,9. Hasil ramalan yang telah diperoleh dari setiap parameter dihitung nilai Mean Square Error (MSE) yang terkecil untuk memiih ramalan yang paling baik. Sehingga, di dapat peramalan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun 2019 adalah 519.070 dan 2.902 dengan meningkatnya jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Karo, hendaknya Pemerintah Kabupaten Karo khususnya pihak pengelola dan masyarakat Kabupaten Karo menjaga kebersihan, kelestarian, dan kebudayaan demi kenyamanan bersama.
Kata Kunci : Mean Square Error, Parameter Brown, Pariwisata, Pemulusan Eksponensial, Peramalan
THE FORECASTING OF DOMESTIC AND FOREIGN IN KARODISTRICT 2019 BASED ON DATA
2007-2016 WITH SMOOTHING METHOD
ABSTRACT
Karo Foreign iis one of tourist destinations in Indonesia, offering various natural and cultural attractions. Tourism development in Karo Foreign has a very important and strategic meaning, because it is a mainstay sector that will be expected and support the development of the region. The purpose of this final assignment is to predict the number of domestic and foreign tourist visits in Karo Foreign in 2019 by using the method of exponential smoothingl, which is a linear method of one parameter of Brown. Forecasting is an estimate of something that will happen in the future. With the data of domestic and foreign tourist visit in Karo Foreign in 2007- 2016 will be predicted for next year that is year 2019. By determining the smoothing parameter (α) starting from 0,1 – 0,9 The result of the prediction that has been obtained from each parameter is calculated the smallest Mean Square Error value to select the best forecast. Thus, in the forecasting of domestic and foreign tourists visit in Karo Foreign in 2019 is 519.070 and 2.902 with the increasing number of domestic and foreign tourists who visit Karo Foreign, Karo Foreign government, especially the managers and the people of Karo Foreign maintain cleanliness, preservation, and culture for convenience.
Keywords: Mean Square Error, Brown Parameter, Tourism, Exponential Smoothing,Forecasting
PENGHARGAAN
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dengan limpah karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul “Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik dan Mancanegara di Kabupaten Karo Berdasarkan Data Tahun 2007-2016 dengan Metode Pemulusan (Smoothing).”
Terimakasih penulis sampaikan kepada Bapak Dr. Faigiziduhu Bu’ulölö, M.Si selaku pembimbing yang telah meluangkan waktunya selama penyusunan tugas akhir ini. Terimakasih kepada Ibu Dr. Elly Rosmaini, M.Si selaku Ketua Program Studi D-3 Statistika FMIPA USU dan sekaligus dosen Pembimbing Akademik, Bapak Dr. Open Darnius, M.Sc selaku Sekretaris Program Studi D-3 Statistika FMIPA USU, Bapak Dr. Suyanto, M.Kom dan Bapak Drs. Rosman Siregar, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Matematika FMIPA USU Medan, Bapak Dr. Kerista Sebayang, M.S selaku Dekan FMIPA USU Medan, seluruh staf dan dosen Program Studi D-3 Statistika FMIPA USU, pegawai FMIPA USU dan rekan- rekan kuliah. Akhirnya tidak terlupakan Ayahanda Bakti Karo Sekali dan Ibunda Qomariyah Br Manalu tercinta, terima kasih tak terhingga atas doa, semangat, dan kasih sayang dalam mendampingi penulis. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-Nya kepada keduanya. Serta Kepada adikku Istiqomah, Ilham, Hanifah dan sahabat-sahabat tersayang yang telah memotivasi penulis. Semoga Allah SWT senantisa melimpahkan berkah dan rahmat-Nya kepada kita semua. Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi semua.
Medan, Juli 2018
Imelda Fujiah Br Karo S
DAFTAR ISI
Halaman PERNYATAAN
PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR ABSTRAK
ABSTRACK PENGHARGAAN DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR
i ii iii iv v vi viii ix
DAFTAR LAMPIRAN x
BAB 1 PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Perumusan Masalah 2
1.3 Batasan Masalah 2
1.4 Tujuan Penelitian 2
1.5 Manfaat Penelitian 2
1.6 Metodologi Penelitian 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 4
2.1 Metode Peramalan (Forecasting)
2.1.1 Pengertian dan Tujuan Peramalan
4 4
2.2 Metode-metode Peramalan 4
2.3 Metode Deret Berkala (Time Series) 5
2.4 Peramalan (Forecasting) dengan Pemulusan Eksponensial (Eksponential Smoothing)
5 2.4.1 Pemulusan Eksponensial Tunggal (Single
Exponential Smoothing)
6 2.4.2 Pemulusan Eksponensial Ganda (Double
Exponential Smoothing)
7
2.5 Ketepatan Peramalan 8
BAB 3 METODE PENELITIAN 11
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian 11
3.2 Menentukan Topik Penelitian 11
3.3 Studi Kepustakaan (Study Literature) 12
3.4 Pengolahan Data 12
3.5 Penarikan Kesimpulan 13
BAB 4 PEMBAHASAN DAN HASIL 14
4.1 Pengumpulan Data 14
4.2 Pengelolaan Data 14
4.2.1 Plot Data 14
4.2.2 Pengolahan Data 15
4.3 Pembahasan 41
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 46
5.1 Kesimpulan 46
5.2 Saran 46
DAFTAR PUSTAKA 47
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Nomor Tabel
Judul Halaman
4.1 Data Kunjungan Domestik dan Mancanegara di Kabupaten Karo 2007-2016
14 4.4 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,1) 24 4.5 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,2) 25 4.6 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,3) 26 4.7 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,4) 27 4.8 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,5) 28 4.9 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,6) 29 4.10 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,7) 30 4.11 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,8) 31 4.12 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,9) 32 4.13 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,1) 33 4.14 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,2) 34 4.15 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,3) 35 4.16 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,4) 36 4.17 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,5) 36 4.18 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,6) 38 4.19 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,7) 39 4.20 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,8) 40 4.21 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,9) 41 4.22 Perbandingan Ukuran Ketepatan Metode Peramalan 42 4.23 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik dan
Mancanegara di Kabupaten Karo Tahun 2017, 2018, dan 2019
43
DAFTAR GAMBAR
Nomor Gambar
Judul Halaman
3.1 Peta Lokasi Penelitian 11
4.2 Data Pengunjung Wisatawan Domestik 15
4.3 Data Pengunjung Wisatawan Mancanegara 15
4.24 Grafik Kunjungan Wisatawan Domestik Tahun 2007- 2019 45 4.25 Grafik Kunjungan Wisatawan Mancanegara Tahun 2007-
2019
45
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Lampiran
Judul Halaman
1 Surat Pengantar Riset 48
2 Surat Permohonan Pengantar Riset 49
3 Surat Balasan Permohonan Riset 50
4 Surat Keputusan Pembimbing Laporan Tugas Akhir 51 5 Keterangan Hasil Uji Implementasi Sistem Tugas Akhir 53
6 Kartu Bimbingan Tugas Akhir Mahasiswa 54
7 Data Wisatawan Domestik dan Mancanegara 55
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki banyak potensi dan sumber daya alam yang belum di kembangkan secara maksimal, termasuk didalamnya sektor pariwisata. Untuk lebih memantapkan pertumbuhan sektor pariwisata dalam rangka mendukung pencapaian sasaran pembangunan, sehingga perlu diupayakan pengembangan produk-produk yang mempunyai ketertarikan dengan sektor pariwisata.
Pengembangan kepariwisataan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai kepribadian dan pengembangan budaya bangsa, dengan memanfaatkan seluruh potensi keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Pemanfaatan disini bukanlah merubah secara total, tetapi lebih berarti mengelola, memanfaatkan dan melestarikan setiap potensi yang ada, dimana potensi tersebut dirangkaikan menjadi satu daya tarik wisata.
Pembangunan bidang pariwisata diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, karena sektor pariwisata salah satu sektor pembangunan di bidang ekonomi. Kegiatan pariwisata merupan salah satu sektor non-migas yang diharapkan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian Negara.Keberadaan objek wisata pada suatu daerah akan sangat menguntungkan, antara lain meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatnya taraf hidup masyarakat dan memperluas kesempatan kerja mengingat semakin banyaknya pengangguran saat ini, meningkatkan rasa cinta lingkungan serta melestarikan alam dan budaya setempat.
Kabupaten Karo salah satu wilayah tujuan wisatawan di Indonesia, menawarkan berbagai macam objek wisata baik objek wisata alam maupun budayanya. Salah satu objek wisatawan di Kabupaten Karo adalah Kota Berastagi.
Pengembanagan kepariwisataan dan kebudayaan di Kota Berastagi memiliki arti yang sangat penting dan strategis, karena sektor ini merupakan sektor andalan yang nantinya diharapkan mampu mendukung perkembangan daerah.
Dengan demikian maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian terhadap “PERAMALAN KUNJUNGAN WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DI KABUPATEN KARO TAHUN 2019 BERDASARKAN DATA TAHUN 2007-2016 DENGAN METODE PEMULUSAN (SMOOTHING).”
1.2 Perumusan Masalah
Adapun kajian masalah dalam penyusunan tugas akhir ini adalah meramalkan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun 2019 dengan menggunakan nilai parameter (α) yang menghasilkan nilai Mean Square Error (MSE) yang terkecil dengan Pemulusan Eksponensial Ganda yaitu Metode Linier Satu–Parameter dari Brown.
1.3 Batasan Masalah
Agar kajian dalam penelitian ini tidak menyimpang, maka penulis hanya membatasi pada perhitungan peramalan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun 2019 dan sebagai dasar perhitungannya digunakan data kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun 2007–2016 dengan Pemulusan Eksponensial Ganda yaitu Metode Linier Satu–
Parameter dari Brown.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk meramalkan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun 2019denganPemulusan Eksponensial Ganda yaitu Metode Linier Satu–Parameter dari Brown.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah:
a. Untuk menambah pemahaman mengenai peramalan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun 2019.
b. Bagi Pihak Badan Pusat Statistik, dapat bermanfaat sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan.
c. Sebagai referensi bagi peneliti lain yang melakukan penelitian dengan menggunakan metode yang sama.
d. Sebagai penerapan ilmu yang diperoleh penulis selama masa perkuliahan.
1.6 METODOLOGI PENELITIAN
Metode yang digunakan penulis dalam melaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Studi Kepustakaan (Study Literature)
Studi kepustakaan (study literature) yaitu pengumpulan data dan informasi dari perpustakaan dengan membaca dan mempelajari buku-buku, referensi, bahan- bahan, yang bersifat teoritis, pelajaran yang didapat di perkuliahan ataupun umum, serta sumber informasi lainnya yang berhubungan dengan objek yang diteliti.
2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penyusunan tugas akhir ini adalah dengan mengunakan data sekunder yang diperoleh dari kantor Badan Pusat Statistika Provinsi Sumatera Utara.
3. Metode Pengolahan Data
Data yang telah ditentukan dianalisis dan diuji dengan menggunakan metode pemulusan (smoothing).
4. Membuat Kesimpulan
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Peramalan (Forecasting)
2.2.1 Pengertian dan Tujuan Peramalan
Forecasting adalah peramalan (perkiraan) mengenai sesuatu yang belum terjadi (Subagyo, 1986: 1). Ramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan di masa akan datang melalui pengujian keadaan di masa lalu (Tan H, 1984: 260).
Forecast adalah peramalan apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang (Subagyo, 1986: 3). Peramalan (forecasting)bertujuan mendapatkan forecast yang bisa meminimumkan kesalahan meramal (forecast error)yang bisa diukur dengan Mean Squared Error, Mean Absolute Error, dan sebagainya (Subagyo, 1984: 4).
2.3 Metode-metode Peramalan
Dalam melakukan peramalan terdapat berbagai cara. Apabila dilihat berdasarkan sifat-sifat peramalan maka peramalan dibedakan atas dua macam (Makridakis& Wheelwright,1999)
1. Peramalan Kualitatif
Peramalan kualitatif adalah peramalan yang didasarkan atas dasar kualitatifpada masa lampau.Beberapa model forecasting yang digolongkan sebagai model kualitatif adalah:
a. Dugaan Manajemen (Management Estimate)
Merupakan metode peramalan dimanaforecasting semata-mata berdasarkan pertimbangan manajemen.
b. Riset Pasar (Market Research)
Merupakan metode peramalan berdasarkan hasil survei pasar yang dilakukan oleh tenaga pemasar produk atau yang mewakilinya.
c. Metode Kelompok Terstruktur (Structured Groups Methods)
Merupakan metode peramalan berdasarkan proses konvergensi dari opini beberapa orang atau ahli secara interaktif dan membutuhkan fasilisator untuk menyimpulkan hasil dari forecasting.
d. Analogi Historis (Historical Analogy)
Merupakan teknik peramalan berdasarkan pola data masa lalu dari produk yang disamakan secara analogi.
2. Peramalan Kuantitatif
Peramalan kuantitatif berdasarkan atas dasar kuantitatif pada masa lampau.
Metode peramalan kuantitatif sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu metode deret berkala dan metode kausal, yaitu:
a. Metode deret berkala (Time Series)
yaitu metode kuantitatif yang didasarkan atas penggunaan uji pola hubungan antar variable yang akan diperkirakan dengan variabel waktu.
b. Metode Kausal
Metode peramalan kausal mengembangkan suatu model sebab-akibat antara permintaan yang diramalkan dengan variabel-variabel lain yang dianggap berpengaruh.
2.4 Metode Deret Berkala (Time Series)
Metode deret berkala (time series), yaitu metode kuantitatif yang didasarkan atas penggunaan uji pola hubungan antar variabel yang akan diperkirakan dengan variabel waktu. Penjualan/permintaan dimasa lalu pada uji deret waktu akan dipengaruhi keempat komponen utama, yaitu trend (tren), cycle (siklus), seasonal (musiman), random (acak). Tujuan time series ini mencakup penelitian pola data yang digunakan untuk meramalkan apakah data tersebut stasioner atau tidak dan ekstrapolasi ke masa yang akan datang. Stasioner itu sendiri berarti bahwa tidak terdapat pertumbuhan atau penurunan pada data. Data secara kasar harus horizontal sepanjang waktu. Dengan kata lain fluktuasi data konstan setiap waktu.
2.5 Peramalan (Forecasting) dengan Pemulusan Eksponensial (EksponentialSmoothing)
Pemulusan (smoothing) adalah mengambil rata-rata dari nilai pada beberapa periode untuk menaksir nilai pada suatu periode (Subagyo,1986: 7). Pemulusan eksponensial adalah suatu metode peramalan rata-rata bergerak yang melakukan pembobotan menurun secara eksponensial terhadap nilai observasi yang lebih tua
(Makridakis, 1993: 79). Pengaruh dari metode ini adalah menghilangkan unsur random dalam data sehingga didapatkan suatu pola yang akan berguna dalam
meramalkan nilai masa datang.Bobot yang diberikan tersebut berciri menurun secara eksponensial dari titik data terakhir sampai data yang terawal. Karena bila dalam perhitungan peramalan diasumsikan bahwa mean akan bergerak secara lambat sepanjang waktu. Oleh karena itu memberi bobot yang lebih pada nilai observasi yang baru dan mengurangi bobot pada observasi yang lama.
2.5.1 Pemulusan Eksponensial Tunggal (Single Exponential Smoothing) Metode ini digunakan untuk peramalan jangka pendek. Model ini
mengasumsikan bahwa data berfluktuasi di sekitar nilai mean yang tetap, tanpa trend atau pola pertumbuhan konsisten. Tidak seperti rata–rata bergerak (moving
average), pemulusan eksponensial memberikan penekanan yang lebih besar kepada time series saat ini melalui penggunaan sebuah konstanta smoothing (pemulusan).
Konstanta smoothing mungkin berkisar dari 0 ke 1. Nilai yang dekat dengan 1 memberikan penekanan terbesar pada nilai saat ini, sedangkan nilai yang dekat dengan 0 memberi penekanan pada titik data sebelumnya.
Persamaan yang digunakan dalam metode pemulusan eksponensial tunggal adalah:
𝑆𝑡+1= 𝛼𝑋𝑡+ (1 − 𝛼)𝑆𝑡 (2.1)
keterangan
𝑆𝑡 = Nilai pemulusan eksponensial tunggal pada periode ke-t.
𝑋𝑡 = Nilai aktual pada periode ke-t
𝑆𝑡+1 = Nilai pemulusan eksponensial pada periode (t + 1) α = Parameter pemulusan ( 0 < α < 1)
2.5.2 Pemulusan Eksponensial Ganda (Double Exponential Smoothing) Metode ini digunakan ketika berbentuk data trend. Ada dua metode dalam Double Exponential Smoothing yaitu:
a) Metode Linier Satu Parameter dari Brown
Metode ini dikembangkan oleh Brownuntuk mengatasi perbedaan yang muncul antara data aktual dan nilai peramalan apabila ada trend pada plotnya. Dasar pemikiran dari pemulusan eksponensial linier dari Brown adalah serupa dengan rata- rata bergerak linier (linier moving average), karena kedua nilai pemulusan tunggal dan ganda ketinggalan dari data yang sebenarnya bilamana terdapat unsur trend, perbedaan antara nilai pemulusan tunggal dan ganda ditambahkan kepada nilai pemulusan dan disesuaikan untuk trend.
Persamaan yang digunakan pada metode Linier Satu Parameter dari Brownadalah:
𝑆𝑡′ = 𝛼𝑋𝑡+ (1 − 𝛼)𝑆𝑡−1′ (2.2) 𝑆𝑡′′ = 𝛼𝑆𝑡′ + (1 − 𝛼)𝑆𝑡−1′′ (2.3 𝑎𝑡 = 𝑆𝑡′ + �𝑆𝑡′ − 𝑆𝑡′′� = 2 𝑆𝑡′ − 𝑆𝑡′′ (2.4) 𝑏𝑡 = 1−𝛼𝛼 (𝑆𝑡′ − 𝑆𝑡′′) (2.5) keterangan:
𝑆𝑡′ =Nilaipemulusaneksponensialtunggal pada periode ke-t 𝑆𝑡′′ =Nilaipemulusaneksponensial ganda pada periode ke-t 𝑋𝑡 = Data aktual pada periode ke-t
𝑎𝑡,𝑏𝑡 =Nilai trend
α = Parameter pemulusan (0 < α < 1)
Ramalan dari metode Linier Satu Parameter dari Brown’s untuk periode m didapat sebagai berikut:
𝐹𝑡+𝑚 = 𝑎𝑡+ 𝑏𝑡(𝑚) (2.6) keterangan:
m = Jumlah periodekedepanyangakandiramalkan.
Agar dapat menggunakan persamaan di atas, nilai 𝑆𝑡−1′ dan 𝑆𝑡−1′′ harus tersedia. Tetapi pada saat t = 1, nilai tersebut tidak tersedia. Jadi nilai-nilai ini harus ditentukan pada awal periode. Hal ini dapat dilakukan dengan hanya menetapkan
𝑆𝑡−1′ dan 𝑆𝑡−1′′ sama dengan 𝑋𝑡 atau dengan menggunakan suatu nilai pertama sebagai nilai awal.
b) Metode Dua Parameter dari Holt
Metode pemulusan ganda Holt dalam prinsipnya serupa dengan Brown kecuali bahwa Holt tidak menggunakan rumus pemulusan ganda secara langsung.
Sebagai gantinya Holt memuluskan nilai trend dengan parameter yang berbeda dari parameter yang digunakan pada deret asli. Ramalan dari pemulusan eksponensial linier Holt didapat dengan menggunakan dua konstanta pemulusan (dengan nilai antara 0 dan 1) (Makridakis, 1993: 91).
Persamaan yang digunakan pada metode dua parameter dari Holt adalah :
𝑆𝑡 = 𝛼𝑋𝑡+ (1 − 𝛼)(𝑆𝑡−1 + 𝑏𝑡−1) (2.7) 𝑏𝑡= 𝛽(𝑆 𝑡− 𝑆𝑡−1) + �1 − 𝛽 �𝑏𝑡−1 (2.8) keterangan:
𝑆𝑡 = Nilai pemulusan eksponensial pada periode ke-t 𝑋𝑡 = Nilai data aktual pada periode ke-t
𝑏𝑡R = Nilai trend pada periode ke-t
𝛼, 𝛽 = Parameter pemulusan dengan nilai antara 0 dan 1
Untuk menghitung nilai kesalahan (error) ramalan tersebut, dapat digunakan rumus dibawah ini:
𝑒𝑡 = 𝑋𝑡− 𝐹𝑡 (2.9)
keterangan:
𝑒𝑡=Kesalahan pada periode ke-t
2.6 KetepatanPeramalan
Ketepatan peramalanadalahsuatuhalyangmendasardalamperamalanyaitu bagaimanamengukurkesesuaiansuatumetode peramalantertentuuntuksuatu kumpulandatayangdiberikan.Ketepatandipandangsebagai kriteriapenolakanuntuk memilihsuatumetodeperamalan.Dalam pemodelan deretberkala(timeseries)dari data masa lalu dapat diramalkan situasi yang akan terjadipada masa yang akan
datang,untukmengujikebenaranramalaninidigunakanketepatan.
Beberapakriteriayangdigunakanuntukmengujiketepatanramalanadalah:
a. ME(MeanError)atauNilaiTengahKesalahan
𝑀𝐸 = �𝑒𝑡 𝑁
𝑁
𝑡=1
(2.10) b. MSE(MeanSquareError)atau NilaiTengahKesalahanKuadrat
𝑀𝑆𝐸 =
2 1 N
t t
e N
∑
=(2.11) c. MAE(MeanAbsoluteError)atauNilaiTengahKesalahanAbsolut
1 N
t t
e MAE N
=
∑
=(2.12) d. MPE(MeanPercentageError) atauNilaiTengahKesalahanPersentase
1 N
t t
PE MPE N
=
∑
=(2.13) e. MAPE (Mean Absolute Percentage Error) atau Nilai Tengah Kesalahan
PersentaseAbsolut
1 N
t t
PE MAPE N
=
∑
=(2.14) f. SSE (SumSquareError)/JumlahKuadratKesalahan
1 N
t t
PE MAPE N
=
∑
=(2.15) keterangan:
𝑒𝑡 = 𝑋𝑡−𝐹𝑡kesalahanpadaperiodeke–t 𝑃𝐸𝑡 = 𝑋𝑡−𝐹𝑡
𝑋𝑡 x 100(kesalahan persentase pada periode ke–t) 𝑋𝑡 = Dataaktualpadaperiodeke–t
𝐹𝑡 = Nilai ramalan pada periode ke–t N = Banyaknya periode waktu
Metodeperamalanyangdipilihadalahmetodeyang memberikannilaiMSEyang terkecil.
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian atau pengumpulan data dilakukan di Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara yang beralamat di Jl. Asrama No.176 Medan.
Gambar 3.1 Peta Lokasi Penelitian 3.2 Menentukan Topik Penelitian
Pada tahap ini akan ditetapkan topik utama yang menjadi fokus dalam
penelitian. Penentuan topik dilakukan berdasarkan latar belakang permasalahan yang diangkat dalam penelitian, tinjauan terhadap penelitian-penelitian yang telah
dilakukan, diskusi dengan pembimbing, dan pihak terkait lainnya. Topik penelitian ini adalah peramalan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun tahun 2019.
3.3 Studi Kepustakaan (Study Literature)
Dalam langkah ini dilakukan kajian–kajian sumber pustaka dengan cara mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan masalah, mengumpulkan konsep pendukung yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah, sehingga
didapatkan suatu ide mengenai bahan dasar pengembangan upaya pemecahan masalah. Pengumpulan data untuk keperluan riset ini, telah dilakukan oleh penulis
dengan mengunakan data sekunder. Secara umum data yang dibutuhkan adalah data historis jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo tahun 2007-2016. Data yang dikumpulkan tersebut kemudian disusun dan disajikan dalam bentuk angka–angka dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang sekumpulan data tersebut.
3.4 Pengolahan Data
Pengolahan data menggunakan metode peramalan pemulusan eksponensial ganda yaitu metode linier satu-parameter dari Brown. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan data adalah:
1) Membuat scatter diagram
Pola data dapat dilihat dari data time series yang ada, dilakukan dengan menggambar suatu diagram yang dinamakan “scatter diagram” menggunakan bantuan Ms. excel.
2) Menghitung nilai pemulusan eksponensial dari Brown:
𝑆𝑡′ = 𝛼 𝑋𝑡+ (1 − 𝛼)𝑆𝑡−1′ 𝑆𝑡′′ = 𝛼 𝑆𝑡′+ (1 − 𝛼)𝑆𝑡−1′′
keterangan:
𝑆𝑡′ = nilai pemulusan eksponensial tunggal 𝑆𝑡′′ = nilai pemulusan ganda
3) Menghitung nilai 𝐹𝑡+𝑚 dengan menggunakan metode pemulusan eksponensial dari Brown:
𝐹𝑡+𝑚 = 𝑎𝑡+ 𝑏𝑡 (𝑚) keterangan:
m = jumlah periode ke depan yang akan diramalkan 𝑎𝑡 = 𝑆𝑡′+ (𝑆𝑡′− 𝑆𝑡′′) = 2 𝑆𝑡′− 𝑆𝑡′′
𝑏𝑡 = 1−𝛼𝛼 (𝑆𝑡′− 𝑆𝑡′′)
4) Menghitung kesalahan peramalan dengan metode pemulusan eksponensial dari Brown
𝑀𝑆𝐸 =
2 1 N
t t
e N
∑
=5) Menentukan nilai MSE terkecil.
6) Menentukan bentuk persamaan peramalan dengan menggunakan α dari nilai MSE terkecil.
7) Menentukan peramalan untuk periode berikutnya.
3.5 Membuat Kesimpulan
Setelah seluruh tahap telah dilakukan dengan baik maka dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan uji yang telah dibuat.
BAB 4
PEMBAHASAN DAN HASIL
4.1 Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui pengambilan ke Badan Pusat Statistika Sumatera Utara di Kota Medan. Data yang digunakan adalah data historis kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di kabupaten Karo tahun 2007-2016 yang disajikan dalam satuan orang (person) dan seluruhnya berjumlah 10 data historis. Berikut ini adalah data kunjungan yang digunakan:
Tabel 4.1 Data Kunjungan Wisatawan Domestik dan Mancanegara di Kabupaten Karo 2007-2016
No. Tahun Domestik Mancanegara
1 2007 522.815 6.242
2 2008 536.065 6.483
3 2009 573.472 6.491
4 2010 530.267 5.796
5 2011 535.269 5.500
6 2012 570.788 5.647
7 2013 498.156 2.711
8 2014 424.607 1.951
9 2015 482.513 752
10 2016 566.831 437
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) 4.2 Pengelolaan Data
4.2.1 Plot Data
Pada karya ilmiah ini peramalan mengenai wisatawan domestik dan mancanegara di Kabupaten Karo dilakukan dengan cara menginterpretasikan plot data wisatawan menggunakan metode pemulusan eksponensial ganda. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi pola data untuk melihat apakah data wisatawan memiliki unsur kecenderungan (trend).
Gambar 4.2 Data Pengunjung Wisatawan Domestik
Gambar 4.3 Data Pengunjung Wisatawan Mancanegara 4.2.2 Pengolahan Data
Metode pemulusan eksponensial ganda satu parameter dari Brown merupakan suatu metode pemulusan yang disesuaikan untuk data yang memiliki kecenderungan trend. Peramalan dari metode eksponensial ganda satu parameter dari Brown didapat dengan menggunakan satu parameter pemulusan yaitu untuk memuluskan data aktual deret berkala. Berdasarkan Gambar 4.2 dan 4.3 di atas, dapat dilihat bahwa data pengunjung wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara menunjukkan adanya unsur trend. Oleh karena itu, metode pemulusan ekponensial dari Brown dipilih untuk
0 100000 200000 300000 400000 500000 600000 700000
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Domestik
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Mancanegara
meramalkan pengunjung wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara di masa mendatang. Parameter pemulusan terbaik adalah parameter pemulusan yang menghasilkan nilai Mean Square Error yang minimum.
Langkah-langkah yang ditempuh untuk menentukan bentuk persamaan peramalan dengan menggunakan metode pemulusan eksponensial ganda dari Brown adalah:
1. Menentukan harga parameter smoothing eksponensial ganda yang besarnya.
2. Menghitung harga smoothing eksponensial tunggal.
Perhitungan untuk domestik
• 𝛼 = 0,1 𝑆1′ = 522.815
S2′ = (0,1)(536.065 ) + (1 − 0,1)(522.815) = 524.140
𝑆3′ = (0,1)(573.472) + (1 − 0,1)(524.140) = 529.073
dst.
• 𝛼 = 0,2 𝑆1′ = 522.815
𝑆2′ = (0,2)(536.065 ) + (1 − 0,2)(522.815 ) = 525.465
𝑆3′ = (0,2)(573.472 ) + (1 − 0,2)(525.465 ) = 535.066
dst.
• 𝛼 = 0,9 𝑆1′ = 522.815
𝑆2′ = (0,9)(536.065 ) + (1 − 0,9)(522.815 ) = 534.740
𝑆3′ = (0,9)(573.472 ) + (1 − 0,9)(534.740 ) = 569.599
dst.
Perhitungan untuk internasional
• 𝛼 = 0,1 𝑆1′ = 6.242
𝑆2′ = (0,1)(6.483 ) + (1 − 0,1)(6.242 ) = 6.459
𝑆3′ = (0,1)(6.491 ) + (1 − 0,1)(6.459 ) = 6.488
• 𝛼 = 0,2
• 𝑆1′ = 6.242
𝑆2′ = (0,2)(6.483 ) + (1 − 0,2)(6.242 ) = 6,290
𝑆3′ = (0,2)(6.491 ) + (1 − 0,2)(6.290 ) = 6.330
dst.
• 𝛼 = 0,9 𝑆1′ = 6.242
𝑆2′ = (0,9)(6.483 ) + (1 − 0,9)(6.242 ) = 6,459
𝑆3′ = (0,9)(6.491 ) + (1 − 0,9)(6.459 ) = 6.488
dst.
3. Menghitung harga smoothing eksponensial ganda.
Perhitungan untuk domestik
• 𝛼 = 0,1
𝑆1′′ = 522.815
𝑆2′′ = (0,1)(536.065 ) + (1 − 0,1)(522.815 ) = 524,140
𝑆3′′ = (0,1)(573.472 ) + (1 − 0,1)(524.140 ) = 529.073
• 𝛼 = 0,2 𝑆1′′ = 522.815
𝑆2′′ = (0,2)(525.465 ) + (1 − 0,2)(522.815 ) = 523.345
𝑆3′′ = (0,2)(535.066 ) + (1 − 0,2)(523.345 ) = 525.689
dst.
• 𝛼 = 0,9 𝑆1′′ = 522.815
𝑆2′′ = (0,9)(534.740 ) + (1 − 0,9)(522.815 ) = 533,548 𝑆3′′ = (0,9)(5 69.599 ) + (1 − 0,9)(533.548 ) = 565.994
dst.
Perhitungan untuk internasional
• 𝛼 = 0,1 𝑆1′′ = 6.242
𝑆2′′ = (0,1)(6.266 ) + (1 − 0,1)(6.242 ) = 6.244
𝑆3′′ = (0,1)(6.289 ) + (1 − 0,1)(6.244 ) = 6.249
dst.
• 𝛼 = 0,2 𝑆1′′ = 6.242
𝑆2′′ = (0,2)(6.290 ) + (1 − 0,2)(6.242) = 6.252 𝑆3′′ = (0,2)(6.330 ) + (1 − 0,2)(6.252 ) = 6.267 dst
• 𝛼 = 0,9 𝑆1′′ = 6.242
𝑆2′′ = (0,9)(6.459 ) + (1 − 0,9)(6.242 ) = 6.437
𝑆3′′ = (0,9)(6.488 ) + (1 − 0,9)(6.437 ) = 6.483
dst.
4. Menghitung koefisien 𝑎𝑡 dan 𝑏𝑡
Perhitungan untuk domestik
• 𝛼 = 0,1 𝑎1 = −
𝑎2 = 2(524.140 ) − (522.948 ) = 525.333 𝑎3 = 2(529.073 ) − (523.560 ) = 534.586 dst.
𝑏1 = − 𝑏2 = 0,1
1 − 0,1(524.140 − 522.948) = 133 𝑏3 = 0,1
1 − 0,1 (529.073 − 523.560) = 613 dst.
• 𝛼 = 0,2 𝑎1 = −
𝑎2 = 2(525.465 ) − (523.345 ) = 527.585 𝑎3 = 2(535.066 ) − (525.689 ) = 544.444 dst.
𝑏1 = − 𝑏2 = 0,2
1 − 0,2(525.465 − 523.345 ) = 530 𝑏3 = 1−0,20,2 (535.066 − 525.689 ) = 2.344 dst.
• 𝛼 = 0,9 𝑎1 = −
𝑎2 = 2(534.740 ) − (533.548 ) = 535.933 𝑎3 = 2(569.599 ) − (565.994 ) = 573.204 dst.
𝑏1 = −
𝑏2 = 0,9
1 − 0,9(534.740 − 533.548 )
= 10.733 𝑏3 = 0,9
1 − 0,9(569.599 − 565.994 )
= 32. 446 dst.
Perhitungan untuk internasional
• 𝛼 = 0,1 𝑎1 = −
𝑎2 = 2(6.266 ) − (6.244 ) = 6.288 𝑎3 = 2(6.289 ) − (6.249 ) = 6.328 dst.
𝑏1 = − 𝑏2 = 0,1
1 − 0,1(6.266 − 6.244 ) = 2 𝑏3 = 0,1
1 − 0,1 (6.289 − 6.249 ) = 4 dst.
• 𝛼 = 0,2 𝑎1 = −
𝑎2 = 2(6.290 ) − (6.252 ) = 6.329 𝑎3 = 2(6.330 ) − (6.267 ) = 6.393 dst.
𝑏1 = −
𝑏2 = 1−0,20,2 (6.290 − 6.252 ) = 10 𝑏3 = 1−0,20,2 (6.330 − 6.267 ) = 16
dst.
• 𝛼 = 0,9 𝑎1 = −
𝑎2 = 2(6.459 ) − (6.437 ) = 6.481 𝑎3 = 2(6.488 ) − (6.483 ) = 6.493 dst.
𝑏1 = − 𝑏2 = 1−0,90,9 (6.459 − 6.437 ) = 195
𝑏3 = 0,9
1 − 0,9(6.488 − 6.483 ) = 46 dst.
5. Menghitung trend peramalan 𝐹𝑡+𝑚
Perhitungan untuk domestik
• 𝛼 = 0,1 𝐹1 = − 𝐹2 = −
𝐹3 = (525.333 + 133)(1) = 525.465 𝐹4 = (534.586 + 613)(1) = 535.199 dst.
• 𝛼 = 0,2 𝐹1 = − 𝐹2 = −
𝐹3 = (527.585 + 530)(1) = 528.115 𝐹4 = (544.444 + 2.344 )(1) = 546.788 dst.
• 𝛼 = 0,9 𝐹1 = − 𝐹2 = −
𝐹3 = (6.481 + 195)(1) = 6.676 𝐹4 = (6.493 + 46)(1) = 6.538 dst.
Perhitungan untuk internasional
• 𝛼 = 0,1 𝐹1 = − 𝐹2 = −
𝐹3 = (6.288 + 2)(1) = 6.290 𝐹4 = (6.328 + 4)(1) = 6.333 dst.
• 𝛼 = 0,2 𝐹1 = − 𝐹2 = −
𝐹3 = (6.329 + 10)(1) = 6.338 𝐹4 = (6.393 + 16 )(1) = 6.409 dst.
• 𝛼 = 0,9 𝐹1 = − 𝐹2 = −
𝐹3 = (6.481 + 195)(1) = 6.676 𝐹4 = (6.493 + 46)(1) = 6.538 dst.
6. Menghitung nilai kesalahan (error)
Perhitungan untuk domestik
• 𝛼 = 0,1 𝑒1 = − 𝑒2 = −
𝑒3 = 573.427 − 525.465 = 48.115 𝑒4 = 530.267 − 535.199 = 4.932 dst.
• 𝛼 = 0,2 𝑒1 = − 𝑒2 = −
𝑒3 = 573.427 − 528.115 = 45.357 𝑒4 = 530.267 − 546.788 = 16.521 dst.
• 𝛼 = 0,9 𝑒1 = − 𝑒2 = −
𝑒3 = 573.427 − 546.665 = 26.807 𝑒4 = 530.267 − 605.650 = 75.383 dst.
Perhitungan untuk internasional
• 𝛼 = 0,1 𝑒1 = − 𝑒2 = −
𝑒3 = 6.491 − 6.290 = 201 𝑒4 = 5.796 − 6.333 = 537 dst.
• 𝛼 = 0,2 𝑒1 = − 𝑒2 = −
𝑒3 = 6.491 − 6.338 = 153 𝑒4 = 5.796 − 6.409 = 613 dst.
• 𝛼 = 0,9 𝑒1 = − 𝑒2 = −
𝑒3 = 6.491 − 6.676 = 185 𝑒4 = 5.796 − 6.538 = 742 dst
bel 4.4 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,1)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 522.815 522.815 522.815
2008 536.065 524.140 522.948 525.333 133
2009 573.472 529.073 523.560 534.586 613 525.465 48.007 2.304.672.049 2010 530.267 529.193 524.123 534.262 563 535.199 4.932 24.323.638
2011 535.269 529.800 524.691 534.909 568 534.825 444 197.056
2012 570.788 533.899 525.612 542.186 921 535.477 35.311 1.246.858.035 2013 498.156 530.325 526.083 534.566 471 543.107 44.951 2.020.591.367 2014 424.607 519.753 525.450 514.056 633 535.038 110.431 12.194.915.135 2015 482.513 516.029 524.508 507.550 942 513.423 30.910 955.413.308 2016 566.831 521.109 524.168 518.050 340 506.608 60.223 3.626.834822
Jumlah 22.373.805.409
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,1 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛 = 22.373.805.409 =22.373.805.409
8 = 2.796.725.676
Tabel 4.5 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,2)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 522.815 522.815 522.815
2008 536.065 525.465 523.345 527.585 530
2009 573.472 535.066 525.689 544.444 2.344 528.115 45.357 2.057.257.449 2010 530.267 534.107 527.373 540.840 1.683 546.788 16.521 272.936.833 2011 535.269 534.339 528.766 539.912 1,393 542.524 7.255 52.631.543 2012 570.788 541.629 531.339 551.919 2.573 541.305 29.483 869,229.363 2013 498.156 532.934 531.658 534.211 319 554.492 56.336 3.173.704.334 2014 424.607 511.269 527.580 494.958 4.078 534.530 109.923 12.083.054.814 2015 482.513 505.518 523.167 487.868 4.412 490.880 8.367 70.005.175 2016 566.831 517.780 522090 513.471 1.077 483.455 83.376 6.951.496.084
Jumlah 25.530.315.594
Sumber: Perhitungan
Untuk α = 0,2 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛 = 25.530.315.594 = 25.530.315.594
8 = 3.191.289.449
Tabel 4.6 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,3)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 522.815 522.815 522.815
2008 536.065 526.790 524.008 529.573 1.193
2009 573.472 540.795 529.044 552.546 5.036 530.765 42.707 1.823.887.849 2010 530.267 537.636 531.621 543.651 2.578 557.582 27.315 746.092.836 2011 535.269 536.926 533.213 540.639 1.591 546.229 10.960 120.121.819 2012 570.788 547.085 537.374 556.795 4.162 542.231 28.557 815.513.044 2013 498.156 532.406 535.884 528.928 1.490 560.957 62.801 3.943.906.631 2014 424.607 500.066 525.139 474.994 10.745 527.438 102.831 10.574.166.294 2015 482.513 494.800 516.037 473.564 9.101 464.249 18.264 333.580.582 2016 566.831 516.410 516.149 516.670 112 464.462 102.369 10.479.399.655
Jumlah 28.836.668.710
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,3 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛
= 28.836.668.710 = 28.836.668.710
8 = 3.604.583.589
Tabel 4.7 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,4)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 522.815 522.815 522.815
2008 536.065 528.115 524.935 531.295 2.120
2009 573.472 546.258 533.464 559.051 8.529 533.415 40.057 1.604.563.249 2010 530.267 539.861 536.023 543.700 2.559 567.581 37.314 1.392.304.745 2011 535.269 538.024 536.824 539.225 801 546.259 10.990 120.776.583 2012 570.788 551.130 542.546 559.714 5.723 540.026 30.762 946.306.058 2013 498.156 529.940 537.504 522.377 5.042 565.436 67.280 4.526.618.853 2014 424.607 487.807 517.625 457.989 19.879 517.335 92.728 8598.395.577 2015 482.513 485.689 504.851 466.528 12.774 438.110 44.403 1.971.609.875 2016 566.831 518.146 510.169 526.123 5.318 453.754 113.077 12.786.473.255
Jumlah 31.947.048.196
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,4 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛
= 31.947.048.196 = 31.947.048.196
8 = 3.993.381.024
Tabel 4.8 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,5)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 522.815 522.815 522.815
2008 536.065 529.440 526.128 532.753 3.313
2009 573.472 551.456 538.792 564.120 12.664 536.065 37.407 1.399.283.649 2010 530.267 540.862 539.827 541.896 1.035 576.785 46.518 2.163.877.806 2011 535.269 538.065 538.946 537.185 881 542.931 7.662 58.710.075 2012 570.788 554.427 546.686 562.167 7.740 536.304 34.484 1.189.154.877 2013 498.156 526.291 536.489 516.094 10.197 569.907 71.751 5.148.250.845 2014 424.607 475.449 505.969 444.929 30.520 505.896 81.289 6.607.957.407 2015 482.513 478.981 492.475 465.487 13.494 414.410 68.103 4.638.084.584 2016 566.831 522.906 507.691 538.122 15.216 451.993 114.838 13.187.724.974
Jumlah 34.393.044.218
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,5 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛
= 34.393.044.218 = 34.393.044.218
8 = 4.299.130.527
Tabel 4.9 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,6)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 522.815 522.815 522.815
2008 536.065 530.765 527.585 533.945 4.770
2009 573.472 556.389 544.868 567.911 17.283 538.715 34.757 1.208.049.049 2010 530.267 540.716 542.377 539.055 2.491 585.193 54.926 3.016.909.417 2011 535.269 537.448 539.419 535.476 2.957 536.564 1.295 1.677.647 2012 570.788 557.452 550.239 564.665 10.820 532.519 38.269 1.464.518.810 2013 498.156 521.874 533.220 510.529 17.019 575.485 77.329 5.979.702.480 2014 424.607 463.514 491.396 435.631 41.824 493.510 68.903 4.747.606.034 2015 482.513 474.913 481.507 468.320 9.890 393.808 88.705 7.868.624.327 2016 566.831 530.064 510.641 549.487 29.134 458.430 108.401 11.750.705.934
Jumlah 36.037.793.698
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,6 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛
= 36.037.793.698 = 36.037.793.698
8 = 4.504.724.212
Tabel 4.10 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,7)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 522.815 522.815 522.815
2008 536.065 532.090 529.308 534.873 6.493
2009 573.472 561.057 551.532 570.582 22.225 541.365 32.107 1.030.859.449 2010 530.267 539.504 543.113 535.896 8.420 592.807 62.540 3.911.289.124 2011 535.269 536.540 538.511 534.568 4.601 527.476 7.793 60.733.810 2012 570.788 560.513 553.913 567.114 15.401 529.966 40.822 1.666.398.210 2013 498.156 516.863 527.978 505.748 25.935 582.515 84.359 7.116.518.913 2014 424.607 452.284 474.992 429.576 52.986 479.814 55.207 3.047.770.471 2015 482.513 473.444 473.909 472.980 1.084 376.590 105.923 11.219.762.835 2016 566.831 538.815 519.343 558.287 45.434 471.896 94.935 9.012.582.949
Jumlah 37.065.915.762
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,7 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= ni
ei 1
2
𝑛 = 37.065.915.762 = 37.065.915.762
8 = 4.633.239.470
Tabel 4.11 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,8)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 522.815 522.815 522.815
2008 536.065 533.415 531.295 535.535 8.480
2009 573.472 565.461 558.627 572.294 27.332 544.015 29.457 867.714.849 2010 530.267 537.306 541.570 533.041 17.057 599.626 69.359 4.810.698.625 2011 535.269 535.676 536.855 534.498 4.715 515.984 19.285 371.912.768 2012 570.788 563.766 558.384 569.148 21.528 529.783 41.005 1.681.441.517 2013 498.156 511.278 520.699 501.857 37.684 590.676 92.520 8.559.996.290 2014 424.607 441.941 457.693 426.190 63.006 464.172 39.565 1.565.414.116 2015 482513 474.399 471.057 477.740 13.365 363.183 119.330 14.239.573.506 2016 566.831 548.345 532.887 563.802 61.830 491.105 75.726 5.734.500.715
Jumlah 37.831.252.386
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,8 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= ni
ei 1
2
𝑛 = 37.831.252.386 = 37.831.252.386
8 = 4.728.906.548
Tabel 4.12 Peramalan Kunjungan Wisatawan Domestik (α = 0,9)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 522.815 522.815 522.815
2008 536.065 534.740 533.548 535.933 10.733
2009 573.472 569.599 565.994 573.204 32.446 546.665 26.807 718.615.249 2010 530.267 534.200 537.380 531.021 28.614 605.650 75.383 5.682.611.766 2011 535.269 535.162 535.384 534.940 1.996 502.407 32.862 1.079.931.419 2012 570.788 567.225 564.041 570.410 28.657 532.945 37.843 1.432.114825 2013 498.156 505.063 510.961 499.165 53.080 599.067 100.911 10.183.022.756 2014 424.607 432.653 440.483 424.822 70.477 446.085 21.478 461.288.411 2015 482.513 477.527 473.823 481.231 33.339 354.344 128.169 16.427.186.047 2016 566.831 557.901 549.493 566.308 75.670 514.571 52.260 2.731.159.145
Jumlah 38.715.929.618
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,9 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= ni
ei 1
2
𝑛 = 38.715.929.618 = 38.715.929.618
8 = 4.839.491.202
Tabel 4.13 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,1)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 6.242 6.242 6.242
2008 6.483 6.266 6.244 6.288 2
2009 6.491 6.289 6.249 6.328 4 6.290 201 40.321
2010 5.796 6.239 6.248 6.231 1 6.333 537 288.122
2011 5.500 6.165 6.240 6.091 8 6.230 730 532.658
2012 5.647 6.114 6.227 6.000 13 6.083 436 190.024
2013 2.711 5.773 6.182 5.365 45 5.987 3.276 10.735.360
2014 1.951 5.391 6.103 4.680 79 5.320 3.369 11.347.342
2015 752 4.927 5.985 3.869 118 4.600 3.848 14.810.900
2016 437 4.478 5.834 3.122 151 3.752 3.315 10.987.479
Jumlah 48.932.205
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,1 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛 = 48.932.205 =48.932.205
8 = 6.116.526
Tabel 4.14 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,2)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 6.242 6.242 6.242
2008 6.483 6.290 6.252 6.329 10
2009 6.491 6.330 6.267 6.393 16 6.338 153 23.287
2010 5.796 6.223 6.259 6.188 9 6.409 613 375.867
2011 5.500 6.079 6.223 5.935 36 6.180 680 461.845
2012 5.647 5.992 6.177 5.808 46 5.899 252 63.492
2013 2.711 5.336 6.009 4.664 168 5.762 3.051 9.309960
2014 1.951 4.659 5.739 3.580 270 4.496 2.545 6.475.456
2015 752 3.878 5.366 2.389 372 3.310 2.558 6.541.953
2016 437 3.190 4.931 1.448 435 2.017 1.580 2.495.629
Jumlah Jumlah 25.747.489
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,2 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛
= 25.747.489 = 25.747.489
8 = 3.218.436
Tabel 4.15 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,3)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 6.242 6.242 6.242
2008 6.483 6.314 6.264 6.365 22
2009 6.491 6.367 6.295 6.440 31 6.387 104 10.899
2010 5.796 6.196 6.265 6.127 30 6.471 675 455.531
2011 5.500 5.987 6.182 5.793 83 6.097 597 356.478
2012 5.647 5.885 6.093 5.677 89 5.709 62 3.865
2013 2.711 4.933 5.745 4.121 348 5.588 2.877 8.279.852
2014 1951 4.038 5.233 2.844 512 3.773 1.822 3.319.689
2015 752 3.052 4.579 1.526 654 2.332 1.580 2.495.895
2016 437 2.268 3.885 650 693 872 435 189.221
Jumlah 15.111.431
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,3 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛 = 15.111.431 = 15.111.431
8 = 1.888.929
Tabel 4.16 Peramalan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (α = 0,4)
Tahun 𝑿𝒕 𝑺𝒕′ 𝑺𝒕" 𝒂𝒕 𝒃𝒕 𝑭𝒕+𝒎 e 𝒆𝟐
2007 6.242 6.242 6.242
2008 6.483 6.338 6.281 6.396 39
2009 6.491 6.399 6.328 6.471 48 6.435 56 3.158
2010 5.796 6.158 6.260 6.056 68 6.518 722 521.746
2011 5.500 5.895 6.114 5.676 146 5.988 488 238.160
2012 5.647 5.796 5.987 5.605 127 5.530 117 13.787
2013 2.711 4.562 5.417 3.707 570 5.477 2.766 7.653.052
2014 1.951 3.517 4.657 2.378 760 3.137 1.186 1.406.520
2015 752 2.411 3.759 1.064 898 1.618 866 750.392
2016 437 1.622 2.904 339 855 166 271 73.683
Jumlah 10.660.498
Sumber: Perhitungan Untuk α = 0,4 dan n = 8
Maka
∑
=
= n
i
ei
SSE
1
2 𝑀𝑆𝐸 =
∑
= n
i
ei 1
2
𝑛 = 10.660.498 = 10.660.498
8 = 1.332.562