Disusun Oleh:
Dejan Muhammad Qinthar 1802015073
Hera Oktaviani 1802015065
Rista Ramadina 1802015095
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta
1.1 Latar Belakang ... 1
BAB II LANDASAN TEORI ... 4
2.1 Pengertian Pertumbuhan Ekonomi ... 4
2.2 Teori Pertumbuhan Ekonomi ... 4
BAB III PEMBAHASAN ... 8
3.1 Faktor - Faktor Petumbuhan Ekonomi ... 8
3.2 Struktur Pertumbuhan Ekonomi... 10
3.3 Potret Perekonomian Selama Masa Pandemi ... 12
BAB IV KESIMPULAN & SARAN ... 16
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi adalah sebuah proses dari perubahan kondisi perekonomian yang terjadi disuatu negara secara berkesinambungan untuk menuju keadaan yang lebih baik selama jangka waktu tertentu. Suatu keadaan adanya peningkatan pendapatan yang terjadi karena peningkatan produksi pada barang dan jasa ini merupakan pertumbuhan ekonomi, adanya peningkatan pendapatan tersebut tidak berkaitan dengan adanya peningkatan jumlah penduduk, dan bisa dinilai dari peningkatan output, teknologi yang semakin berkembang dan inovasi pada bidang sosial. Indikator penting untuk mengetahui kondisi suatu wilayah dalam suatu periode tertentu ditunjukkan oleh data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).semakin tinggi PDRB suatu daerah maka semakin besar pula potensi suatu daerah.
Perkembangan PDRB mengindikasikan tingkat keberhasilan implementasi kebijakan di suatu wilayah dalam mendorong peningkatan output daerahnya. Salah satu kebijakan ekonomi adalah mengatur penerimaan dan pengeluaran suatu daerah (Sukirno, 2012).
Pertumbuhan ekonomi juga memiliki arti suatu proses perubahan ekonomi yang terjadi pada perekonomian dalam kurun waktu tertentu menunjukan keadaan ekonomi yang lebih baik. Umumnya, pertumbuhan ekonomi di identik dengan kenaikan kapasitas produksi yang direalisasikan dengan adanya kenaikan pendapatan nasional.
Pertumbuhan ekonomi menyangkut perkembangan yang berdimensi tunggal dan diukur dengan meningkatnya produksi dan pendapatan. Dalam hal ini bearti terdapatnya kenaikan dan pendapatan nasional yang ditunjukkan oleh besarnya Produk Domestik Bruto (PBD) (Syahputra, 2017).
Pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting yang dialami dunia belakang ini. Pertumbuhan ekonomi juga mencerminkan kesejahteraan pada suatu negara. Seperti Indonesia sebagai suatu negara yang sedang berkembang sedang giat melaksanakan pembangunan secara berencana dan bertahap, tanpa mengabaikan usaha pemerataan dan kestabilan. Pembangunan nasional mengusahaan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yang pada akhirnya memungkinkan terwujudnya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga merupakan kinerja yang diingkan oleh semua negara. Pertumbuhan ekonomi di suatu negara yang bernilai positif dapat diartikan bahwa kegiatan perekonomian pada periode saat lebih tingi dibandingan periode tahun sebelumnya, sedangkan pertumbuhan ekonomian ngatid, dapat diartikan kegiatan perekonomian pada periode saat ini mngalami penurunan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Pertumbuha ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan mengahsilkan tambahan pendapatan masyarat pada suatu periode tertentu (Munandar, 2017).
Tidak ada satu negarapun di dunia yang tidak melibatkan peran pemerintah dalam sistem perekonomian. Tidak juga dinegara yang menganut sistem kapitaslis yang mngkendaki peran swasta lebih dominan dalam mengelola perekonomiannya, karena tidak ada satupun negara kapitalis di dunia ini yang menganut sistem kapitalis murni. Salah satu peran pemerintah dalam perekonomian adalah menentukan besarnya penerimaan dan pengeluaran pemerintah itu sendiri.
Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Dari satu periode ke periode lainnya kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa akan meningkat.
Kemampuan yang meningkat ini disebabkan karena faktor-faktor produksi akan selalu
mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitasnya. Investasi akan menambah jumlah barang modal. Teknologi yang digunakan menjadi berkembang.
Disamping itu tenaga kerja bertambah sebagai akibat perkembangan penduduk, dan pengalaman kerja dan pendidikan menambah keterampilan mereka. Pertumbuhan ekonomi merupakan kunci dari tujuan ekonomi makro. Hal ini didasari oleh tiga alasan.
Pertama, penduduk selalu bertambah. Kedua, selama keinginan dan kebutuhan selalu tidak terbatas, perekonomian harus selalu mampu memproduksi lebih banyak barang dan jasa untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut. Ketiga, usaha menciptakan kemerataan ekonomi (economic stability) melalui retribusi pendapatan (income redistribution) akan lebih mudah dicapai dalam periode pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Selama masa pandemi ini sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat itu, hal tersebut tentunya bukan hanya menjadi tantangan
Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang materi pertumbuhan ekonomi pada suatu negara.
1. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi?
2. Apa faktor-faktor pertumbuhan ekonomi?
3. Apa struktur pertumbuhan perekonomi?
4. Bagaimana potret perekonomian selama masa pandemi?
5. Apa yang dimaksud dengan analisis kuadran dan pertumbuhan ekonomi per sector?
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai peningkatan kemampuan dari suatu perekonomian dalam memproduksi barang-barang dan jasa. Menurut Adam Smit dalam Munandar (2017) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah suatu perubahan tingkat ekonomi yang dialami suatu negara yang bergantung pada adanya perkembangan jumlah penduduk. Dengan adanya perkembangan jumlah penduduk, maka hasil dari produksi suatu negara juga tentunya akan meningkat.
Adapun menurut Harrod-Domar dalam Syahputra (2017) menyatakan setiap perekonomian pada dasarnya harus mencadangkan atau menabung sebagian dari pendapatan nasionalnya untuk menambah atau menggantikan barang-barang modal. Untuk memacu proses pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan investasi baru yang merupakan tambahan netto terhadap cadangan atau stok modal (capital stock).
2.2 Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan.
Terdapat beberapa teori yang dikemukakan beberapa ahli untuk mengungkapkan konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut didasarkan dari teori pertumbuhan ekonomi historis, klasik, dan neo-klasik.
1. Teori Historis
Teori ini berkembang di Jerman. Teori ini beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dilihat dari masa prasejarah hingga masa industri. Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli.
2. Teori Klasik
Teori klasik berpendapat bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara menekankan faktor-faktor produksi yang ada.
3. Teori Neoklasik
Teori neo-klasik berpendapat bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dengan menekankan faktor-faktor produksi saja, tetapi melihat segi penawaran pasar juga.
Selain itu terdapat berbagai pendapat teori ahli mengenai pertumbuhan perekonomian, adalah sebagai berikut:
1. Patta Rapanna
Pada buku Ekonomi Pembangunan (2017) karya Patta Rapanna dan kawan-kawan, dijelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses di mana meningkatnya pendapatan tanpa mengaitkannya dengan tingkat pertumbuhan penduduk.
2. Menurut Adam Smit dalam Munandar (2017)
Menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah suatu perubahan tingkat ekonomi yang dialami suatu negara yang bergantung pada adanya perkembangan jumlah penduduk
3. Menuru Harrod-Domar dalam Syahputra (2017)
Menyatakan setiap perekonomian pada dasarnya harus mencadangkan atau menabung sebagian dari pendapatan nasionalnya untuk menambah atau menggantikan barang-barang modal.
4. Menurut Prof. Simon Kuznets (Jhingan, 2013)
Mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan jenis barang- barang ekonomi kepada penduduknya; kemampuan ini tumbuh sesuai
dengan kemajuan teknologi, dan penyesuaian kelembagaan dan ideologis yang dibutuhkannya.
5. Menurut Encyclopaedia Britanicca (2015)
Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), pertumbuhan ekonomi merupakan proses di mana kekayaan suatu bangsa meningkat dari waktu ke waktu. Meskipun istilah tersebut sering digunakan dalam diskusi kinerja ekonomi jangka pendek.
6. Menurut Ika Novita (2014)
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Dalam pengertian tersebut ada 3 hal yang perlu digaris bawahi yaitu proses, out put per kapita, dan jangka panjang. Secara umum teori pertumbuhan ekonomi menurut para ahli dibagi menjadi dua, yaitu teori pertumbuhan ekonomi historis dan teori pertumbuhan ekonomi klasik dan neoklasik.
Dari berbagai teori pertumbuhan yang ada yakni teori Harold Domar, Neoklasik, dari Solow, dan teori endogen oleh Romer, bahwasanya terdapat tiga faktor atau komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi. Ketiganya adalah:
a. Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia.
b. Pertumbuhan penduduk, yang beberapa tahun selajutnya akan memperbanyak jumlah angkatan kerja.
c. Kemajuan teknologi Pembangunan daerah dilaksanakan untuk mencapai tiga tujuan penting, yaitu mencapai pertumbuhan (growth), pemerataan (equity), dan keberlanjutan (sustainability).
o Pertumbuhan (growth), tujuan yang pertama adalah pertumbuhan ditentukan sampai dimana kelangkaan sumber daya dapat terjadi atas sumber daya manusia, peralatan, dan sumber daya alam dapat dialokasikan secara maksimal dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kegiatan produktif.
o Pemerataan (equity), dalam hal ini mempunyai implikasi dalam pencapaian pada tujuan yang ketiga, sumber daya dapat berkelanjutan maka tidak boleh terfokus hanya pada satu daerah saja sehingga manfaat yang diperoleh dari pertumbuhan dapat dinikmati semua pihak dengan adanya pemerataan.
o Berkelanjutan (sustainability), sedangkan tujuan berkelanjutan, pembangunan daerah harus memenuhi syarat-syarat bahwa penggunaan sumber daya baik yang ditransaksikan melalui sistem pasar maupun diluar sistem pasar harus tidak melampaui kapasitas kemampuan produksi.
Pembangunan daerah dan pembangunan sektoral perlu selalu dilaksanakan dengan selaras, sehingga pembangunan sektoral yang berlangsung didaerah-daerah, benar-benar dengan potensi dan prioritas daerah. Untuk keseluruhan pembangunan, daerah juga benar-benar merupakan satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan didalam mewujudkan tujuan nasional.
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Faktor - Faktor Petumbuhan Ekonomi
Menurut Sukirno dalam Manundar (2017) ada empat faktor produksi yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, diantaranya adalah :
1. Sumber Daya Alam
Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah sumber daya alam atau tanah. Tanah sebagaimana digunakan dalam pertumbuhan ilmu ekonomi mencakup sumber daya alam seperti kesuburan tanah, letak dan susunannya, kekayaan hutan, mineral, iklim, sumber air, sumber lautan, dan sebagainya. Tersedianya sumber daya alam secara melimpah merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan ekonomi. Suatu daerah yang kekurangan sumber alam tidak akan membangun dengan cepat.
2. Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia atau yang biasa disingkat menjadi SDM adalah suatu indikator perkembangan ekonomi pada suatu bangsa. Faktor SDM mampu mempercepat dan bahkan mampu memperlambat proses pertumbuhan ekonomi. Adanya penurunan kualitas pada sumber daya manusia ini melahirkan peningkatan jumlah pengangguran yang kemudian diperburuk dengan semakin menurunnya jumlah lapangan pekerjaan. Peningkatan jumlah pengangguran ini mampu memicu tingginya angka kemiskinan di negara tersebut. hal ini akan berpengaruh pada permintaan masyarakat atas barang dan jasa dari suatu perusahaan. Umumnya, para masyarakat akan lebih menghemat pendapatannya dan hanya akan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pokoknya saja.
3. Tingkat Inflasi
Salah satu gejala yang mampu memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi adalah inflasi. Inflasi adalah suatu kondisi laju peredaran mata uang yang tidak terkendali. Terjadinya peningkatan harga sangat berdampak pada produktivitas bahan baku karena membuat peningkatan biaya operasional perusahaan dalam hal memasok bahan mentah. Selain itu, inflasi juga akan berdampak pada gaji karyawan. Setidaknya, terdapat dua jenis inflasi yang mampu memberikan dampak langsung pada bisnis suatu perusahaan, yaitu cost-push inflation dan demand-pull inflation. Cost-push inflation adalah adanya kenaikan pada harga produk karena adanya peningkatan permintaan, sedangkan demand-pull inflation adalah adanya kenaikan permintaan masyarakat yang membuat harga produk barang dan jasa menjadi naik.
4. Tingkat Suku Bunga
Tingkat suku bunga yang ada pada suatu negara juga mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan tersebut cenderung akan membuat tingkat suku bunga meningkat karena adanya peningkatan pendapatan yang terjadi di masyarakat. Suku bunga yang tinggi akan berpengaruh buruk pada suatu perusahaan yang biasanya digunakan untuk modal pinjaman dalam meningkatkan kualitas perusahaan. Selain itu, terjadinya suku bunga yang tinggi juga akan berpengaruh pada penurunan investasi, dan hal ini tentu akan berdampak buruk pada saham perusahaan.
Kenapa? Karena umumnya pihak investor lebih menyukai tabungan konvensional daripada harus menginvestasikan uangnya ke perusahaan.
5. Kemajuan Teknologi
Perubahan teknologi dianggap sebagai faktor penting dalam proses pertumbuhan ekonomi. Perubahan ini berkaitan dengan perubahan dalam metode produksi yang merupakan hasil pembaharuan atau hasil teknik penelitian baru. Perubahan dalam teknologi telah menaikkan produktifitas tenaga kerja, modal dan sektor produksi.
3.2 Struktur Pertumbuhan Ekonomi
Struktur pertumbuhan ekonomi ditandai dengan suatu elemen-elemen yanga ada dalam suatu negara yang berfungsi untuk mengatur rumah tangga seuatu negara yang dimana didalamnya terdiri dari :
1. Sistem perekonomian
Menurut Sattar (2018) sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antara manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. ara untuk mengatur atau mengorganisasi seluruh aktivitas ekonomi, baik ekonomi rumah tangga negara atau pemerintah, maupun rumah tangga masyarakat atau swasta.
2. Rumah tangga (konsumsi)
Rumah tangga merupakan pelaku perekonomian dalam lingkup konsumsi.
Semua yang terdapat dalam sebuah rumah tangga, baik bapak, ibu, anak, melakukan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Umumnya pihak rumah tangga mendapatkan penghasilan dengan bekerja. Sebagai pelaku ekonomi dalam hal ini rumah tangga konsumen memiliki 2 peran, yaitu sebagai pelaku produksi dan pelaku konsumsi.
3. Perusahaan
Menurut Murti Sumarni dalam Syahputra (2017), definisi perusahaan adalah sebuah unit kegiatan produksi yang mengolah
sumber daya ekonomi untuk memproduksi barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan menyediakan kebutuhan masyarakat dan mendapatkan keuntungan. Perusahaan adalah tempat di mana terjadinya kegiatan produksi sebuah barang atau jasa. Dalam sebuah perusahaan, semua faktor produksi berkumpul. Mulai dari tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan.
4. Pemerintah
Peran pemerintah dalam perekonomian adalah mengurangi dampak akibat kegagalan pasar, sehingga tujuan kesejahteraan dan keadilan pada masyarakat bisa tercipta. Menurut definisi, pemerintah merupakan badan-badan untuk menyelesaikan masalah pada arena politik melalui sebuah keputusan.
Pemerintahan dalam perekonomian sebuah negara, memiliki 3 peran penting di dalamnya. Peran pemerintah dalam perekonomian adalah sebagai pengatur/regulator, sebagai konsumen, dan sebagai produsen. Dalam perannya sebagai regulator, pemerintah memiliki peran sebagai pengatur perekonomian.
5. Pasar input
Pasar input merupakan suatu pasar yang pasar yang menyediakan faktor- faktor produksi, yang terdiri dari pasar sumber daya alam, modal, tenaga kerja dan pasar kewirausahaan. Harga faktor produksi dapat ditentukan melalui interaksi permintaan dan penawaran terhadap faktor produksi itu sendiri.
6. Pasar output
Pasar output (pasar barang) berperan sebagai pemenuh kebutuhan konsumen dan sarana jual-beli. Pasar input (pasar faktor produksi) berperan sebagai sarana pemenuh kebutuhan produsen dan sumber pendapatan konsumen.
3.3 Potret Perekonomian Selama Masa Pandemi
Secara umum, pandemi Covid-19 telah berdampak buruk pada ekonomi nasional sepanjang tahun 2020 lalu kendati mulai triwulan tiga 2020 mulai membaik. Kondisi ekonomi nasional itu tampak dari sejumlah indikator perekonomian, seperti pertumbuhan ekonomi, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), Indeks Manufaktur (PMI), Retail Sales Index, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), dan jasa keuangan. Laju pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2020 diperkirakan mengalami pertumbuhan negatif. Pada kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi masih tumbuh 2,97 persen (yoy), tetapi memasuki kuartal II terkontraksi hingga 5,32 persen (yoy).
Kuartal II merupakan puncak dari semua kelesuan ekonomi karena hampir seluruh sektor usaha ditutup untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. PSBB sebagai langkah penanganan pandemi Covid-19 yang diterapkan pada sejumlah daerah di Indonesia merupakan faktor yang menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi pada pada triwulan II 2020. Memasuki kuartal III, saat PSBB mulai dilonggarkan, kegiatan ekonomi mulai menggeliat. Kontraksi ekonomi mulai berkurang menjadi 3,49 persen. Dengan catatan dua kuartal berturut- turut kontraksi, maka ekonomi Indonesia secara teknis masuk dalam resesi. Pada kuartal IV, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan, ekonomi masih akan minus di kisaran minus 2,9 persen hingga minus 0,9 persen. Itu artinya, Indonesia diperkirakan menutup tahun 2020 pada angka pertumbuhan ekonomi minus. Selama tahun 2020, pemerintah tercatat tiga kali mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi.
Pada Maret-April, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kisaran minus 0,4 persen hingga minus 2,3 persen. Pada Mei-Juni, perkiraan lebih pesimistis di angka minus 0,4 persen hingga minus 1 persen. Setelah melihat berbagai perkembangan, pada September-Oktober, proyeksi pertumbuhan kembali direvisi menjadi kontraksi 1,7 persen hingga 0,6 persen.
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mencatat, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan III dan IV 2020 adalah sebesar minus 5,97 dan 2,21 persen, meningkat dibandingkan kondisi pada triwulan II yang mencapai minus 35,7 persen. Berdasarkan hasil data survei, perbaikan kegiatan dunia usaha terjadi pada seluruh sektor ekonomi terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan hotel dan restoran, sektor pengangkutan, serta komunikasi.
Dari sisi aktivitas manufaktur, terjadi perbaikan hingga Desember 2020.
Indeks Manufaktur (PMI) pada bulan Desember 2020 mencapai 51,3, atau berada di level ekspansi. Angka PMI itu naik dari 50,6 pada bulan November 2020. Indeks manufaktur yang telah kembali ke titik 50 poin pada November dan Desember 2020 merupakan satu indikator bahwa perusahaan manufaktur kembali berekspansi karena mengalami peningkatan penjualan yang berakibat pada peningkatan produksi. Selama pandemi, PMI pernah mencapai level terburuk dengan skor hanya 27,5 pada April 2020. Perbaikan sektor manufaktur akan menentukan pemulihan ekonomi.
Di sisi permintaan konsumen terhadap barang jadi, pola pengeluaran konsumsi masyarakat menunjukkan penurunan. Pada bulan November 2020, retail sales index menunjukkan penurunan dengan nilai indeks sebesar 181,3, turun dibandingkan bulan Oktober sebesar 194,11. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih cenderung menahan untuk melakukan konsumsi.
Indikator lain yang dapat dilihat adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menunjukkan optimisme dan pesimisme konsumen terhadap perekonomian.
Pada Desember 2020, IKK keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi menguat, mendekati zona optimis. IKK meningkat dari 92 pada November 2020 menjadi 96,5 pada Desember 2020. Sejak April 2020, IKK berada di level pesimis.
IKK terburuk terjadi pada Mei, pada angka 77,8, setelah itu merangkak naik hingga akhir tahun.
Sejalan dengan aktivitas perekonomian yang belum pulih, penyaluran kredit juga merosot. Bank Indonesia (BI) mencatat, penyaluran kredit industri perbankan hingga akhir Desember 2020 mencapai Rp 5.482,5 triliun, masih mengalami kontraksi 2,7 persen secara tahunan (yoy). Kontraksi tersebut terjadi karena penurunan kredit kepada debitur korporasi yang belum banyak melakukan investasi.
Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan mengalami kenaikan, yang mencerminkan sikap kehati-hatian di dalam konsumsi masyarakat. DPK perbankan di bulan November 2020 tumbuh 11,55 persen (yoy). Meski demikian, rasio kredit bermasalah atau NPL perbankan pada November 2020 terjaga dengan NPL Gross 3,18 persen dan NPL Net 0,99 persen. Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di 24,19 persen.
Pertumbuhan ekonomi saat itu memburuk karena kurangnya daya beli masyarakat selama masa pandemi, padahal konsummsi rumah tangga merupakan tumpuan yang selama ini dilakukan untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Pada tahun 2019, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi hingga 57 persen pada pertumbuhan ekonomi. Sedangkan sepanjang 2020, pandemi ini membuat ratusan bahkan jutaan orang kehilangan sumber mata pencaharian mereka karena adanya penurunan pendapatan. Daya beli masyarakat turun karena berkurangnya penghasilan sampingan karena terbatasnya aktivitas. Selain itu, penghasilan masyarakat yang menurun karena pandemi menyebabkan sebagian besar sektor usaha mereka. Sehingga angka pengangguran pun meningkat.
Salah satu indikator dari lemahnya daya beli terlihat dari sisi penjualan riil yang tercatat masih mengalami kontraksi. Indeks Penjualan Riil (IPR) November tercatat masih mengalami kontraksi 1,2 persen , lebih baik dibandingkan kontraksi pada oktober di angka 5,3 persen. Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang , dengan penjuualan sandang, bahan bakar kendaraan bermotor, serta suku cadang dan aksesoris tumbuh positif.
Analisis Kuadran dan Pertumbuhan Ekonomi Per Sektor
Dalam pendapatan nasional atau produk domestic bruto (PDB) terdapat sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi diantaranya:
Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
Sektor Pertambangan dan Penggalian
BAB IV
KESIMPULAN & SARAN
Terdapat tiga faktor atau komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi. Ketiganya adalah:
a. Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia.
b. Pertumbuhan penduduk, yang beberapa tahun selajutnya akan memperbanyak jumlah angkatan kerja.
c. Kemajuan teknologi Pembangunan daerah dilaksanakan untuk mencapai tiga tujuan penting, yaitu mencapai pertumbuhan (growth), pemerataan (equity), dan keberlanjutan (sustainability).
Pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi mengalami penurunan yang cukup signifikan, hal tersebut tentunya terjadi karena kurangnya daya beli masyarakat selama masa pandemi. Daya beli masyarakat turun karena berkurangnya penghasilan sampingan karena terbatasnya aktivitas hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat salah satu indikator lemahnya daya abeli masyarakat yaitu Indeks Penjualan Rill selama masa pandemi. Meskipun begitu masih ada beberapa sektor yang bisa membantu meningkatkan pertumbuhan perekonomian yaitu sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian
Saran Semoga makalah ini dapat membantu para pembaca dan juga penulis untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa pandemi.
Daftar Pustaka
Syahputra, R. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Samudra Ekonomika, 1(2), 183-191.
Munandar, A. (2017). Analisis Regresi Data Panel Pada Pertumbuhan Ekonomi Di Negara–Negara Asia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Global Masa Kini, 8(1), 59-67.
Sisilia Kusuma , Jurnal Berkala kajian ekonomi, Analisis Struktur Perekonomian dan Pertumbuhan Ekonomi Di Kota Ternate, Vol, 16, NO, 02, Tahun 2016
Fitra Fitriani. (2018), Analysis The Influence Of Investment Level, Government Spending, Labor To Economic Growth In Bulukumba District. Economi Development Study Program State University of Makassar, Indonesia
https://creatormedia.my.id/pengertian-pertumbuhan-ekonomi-menurut-para-ahli/
https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi
https://ekonomimanajemen.com/pengertian-pertumbuhan-ekonomi/
https://accurate.id/ekonomi-keuangan/pertumbuhan-ekonomi-adalah/#Ciri- Ciri_Pertumbuhan_Ekonomi
https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/ekonomi-indonesia-pada-masa- pandemi-covid-19-potret-dan-strategi-pemulihan-2020-2021