BAHAN AJAR
Kompetensi Dasar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)
TOPIK-4:
Evaluasi HAsil Belajar dalam PJJ
SEAMEO SEAMOLEC Jakarta - INDONESIA 2012
Pendahuluan
Dalam topik ini akan diuraikan evaluasi hasil belajar PJJ. Setelah mempelajari topik ini peserta didik mampu menjelaskan pengertian evaluasi, menjelaskan jenis-jenis evaluasi dan menjelaskan evaluasi dalam sistem PJJ.
Dalam arti luas, evaluasi merupakan proses pengambilan keputusan tentang keberhasilan suatu program, proses, maupun produk tertentu. Menurut Gronlund dan Linn (1990), evaluasi merupakan suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi guna menentukan sejauh mana siswa mencapai tujuan pendidikan.
Dalam hal ini, evaluasi menjadi suatu bagian yang integral dari proses pembelajaran. Oleh sebab itu, dalam dunia pendidikan evaluasi dilakukan secara terus-menerus, baik berupa evaluasi program pendidikan, evaluasi kurikulum, maupun evaluasi hasil belajar.
Evaluasi hasil belajar merupakan komponen penting dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa
evaluasi hasil belajar, kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik akan menjadi sulit
diukur. Peran evaluasi hasil belajar semakin menonjol dalam sistem PJJ karena interaksi fisik
antara pendidik dan peserta didik sangat kurang jika dibandingkan dengan interaksi dalam
pendidikan tatap muka.
A. Jenis-jenis Evaluasi Hasil Belajar
Ada beberapa jenis evaluasi hasil belajar yang dikenal, seperti:
tes masuk (misalnya tes masuk perguruan tinggi)
tes penempatan (misalnya tes untuk menentukan tingkatan kelas dalam suatu kursus bahasa Inggris)
tes diagnostik (yaitu tes untuk mengetahui kelemahan atau kegagalan belajar siswa) tes formatif (misalnya latihan, pekerjaan rumah)
tes sumatif (misalnya ulangan umum)
Pada sektor pendidikan formal evaluasi hasil belajar umumnya dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:
evaluasi formatif evaluasi sumatif
1. Evaluasi Formatif
Evaluasi formatif atau tes formatif dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan langkah-langkah perbaikan bukan hanya untuk membuktikan keberhasilan atau kegagalan belajar peserta didik. Tes ini bertujuan untuk memperoleh umpan balik terhadap keberhasilan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung dan dilakukan pada berbagai titik saat berlangsungnya proses pembelajaran, misalnya pada setiap akhir pelajaran atau setiap akhi unit pembelajaran.
Hasil tes digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Kegiatan ini
sebaiknya dilakukan secara terus-menerus selama proses pembelajaran berlangsung,
untuk meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik.
Gambar-1
Peran Tes Formatif dalam Pembelajaran (Gronlund, 1992)
Dari gambar-1 tersebut dapat kita lihat bahwa hasil tes formatif dapat digunakan untuk memutuskan, apakah ada peserta didik yang harus diberi remediasi karena belum menguasai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Peran tes formatif sangat penting dalam PJJ. Seperti telah dibahas sebelumnya, peserta didik PJJ melakukan proses belajar sendiri, terpisah secara fisik dari pendidiknya. Mereka belajar secara mandiri menggunakan bahan ajar yang dirancang khusus untuk keperluan belajar mandiri.
Untuk membantu proses belajar peserta didik, dalam bahan ajar disediakan latihan- latihan atau pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas, dan diakhir kegiatan belajar tertentu disediakan tes formatif untuk mengarahkan mereka agar dapat mengukur keberhasilan belajarnya sendiri. Pada program PJJ, tes formatif biasanya ada pada akhir modul.
Latihan-latihan atau pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas berfungsi sebagai alat diagnosis untuk mendeteksi kesulitan-kesulitan peserta didik dalam mempelajari bagian bahan ajar yang sedang dihadapi. Peserta didik mengetahui hasilnya dengan cara membandingkan hasil pengerjaannya dengan jawaban yang telah disediakan di bahan ajar itu sendiri. Demikian juga dengan tes formatif, peserta didik mengerjakan tes formatif yang disediakan, kemudian mencocokkan hasilnya dengan kunci jawaban yang telah disediakan pula.
Ya Tidak
TES FORMATIF (Untuk memonitor proses
pembelajaran)
Apakah peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan?
Berikan remediasi kelompok atau individual
Berikan umpan balik untuk mendukung proses belajar
Melanjutkan proses pembelajaran sesuai rencana TES DIAGNOSTIK
(Untuk mempelajari kesulitan belajar peserta didik)
Selain bentuk tersebut, juga memungkinkan peserta didik mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh tutor. Tugas tersebut diperiksa oleh tutor, kemudian mengembalikannya kepada peserta didik sebagai umpan balik kepada peserta didik.
Dengan mengerjakan berbagai bentuk alat evaluasi formatif di atas, peserta didik dapat mengetahui kemajuan belajar mereka sendiri dan sekaligus dapat mengetahui kesulitan- kesulitan dalam proses pembelajaran. Bila pencapaian mereka belum memenuhi kriteria tertentu, misalnya 80%, maka peserta didik dianjurkan untuk mengulang atau mempelajari kembali konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang belum dikuasai.
2. Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir proses pembelajaran. Evaluasi atau tes ini bertujuan untuk menetukan apakah peserta didik menguasai materi yang telah dipelajari. Dengan kata lain, evaluasi sumatif diberikan untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai hasil belajar yang diharapkan sesuai yang ditentukan pada tujuan pembelajaran.
Hasil evaluasi digunakan terutama untuk memberikan nilai bagi peserta didik atau menetukan kelulusan peserta didik. Apabila hasil penilaian menunjukkan bahwa peserta didik belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan, pengajar dapat memberikan pelajaran tambahan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut.
Gambar-2
Peran Tes Sumatif dalam Pembelajaran (Dimodifikasi dari Gronlund, 1993) Ya
Tidak
TES SUMATIF (Untuk menilai keberhasilan
belajar)
Apakah peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan?
Berikan umpan balik dan pengalaman belajar tambahan
Berikan nilai atau tanda kelulusan
Evaluasi efektivitas pembelajaran
Pada sistem PJJ di Indonesia tes sumatif dapat diberikan dalam bentuk:
Tugas Mandiri Ujian Akhir Semester Tugas Tutorial
Ujian Praktek (termasuk pembuatan laporan) Ujian Komprehensif Tertulis
Berdasarkan bentuknya, tes sumatif dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a. Tugas Mandiri (TM)
TM setara dengan Ujian Tengah Semester (UTS) pada sistem pendidikan tatap muka. TM diadakan untuk memacu proses belajar peserta didik dan dapat dikerjakan oleh para peserta didik di rumah masing-masing tanpa pengawasan. Dengan mengerjakan TM, baik masing-masing, maupun secara berkelompok, peserta didik diharapkan telah mempelajari materi kuliah. Nilai TM menyumbang sebesar 20% terhadap nilai mata kuliah, Apabila peserta didik tidak menyerahkan TM, nilai akhir mereka dihitung 100% dari UAS.
b. Ujian Akhir Semester (UAS)
Materi yang diujikan pada UAS adalah semua materi bahan ajar dengan proporsi keterwakilan materi substansi yang telah dipertimbangkan oleh penulis soal. UAS dapat menjadi satu-satunya alat ukur keberhasilan jika peserta didik tidak mengirimkan lembar jawaban TM atau nilai TM lebih rendah dari nilai UAS.
c. Tugas Tutorial
Dalam hal ini, yang penting adalah proses bimbingan akademik
yaitu tugas tutor dalam membimbing peserta didiknya. Setiap
tutor biasanya diberi tugas untuk membimbing sekelompok
peserta didik. Tutor bertanggung jawab untuk memberikan tugas,
mengevaluasi tugas-tugas yang telah dikerjakan peserta didik, dan
memberikan umpan balik terhadap tugas-tugas tersebut. Mereka
secara kontinu harus memonitor kemajuan belajar peserta
didiknya. Peserta didik juga diharuskan menghubungi tutornya setiap saat apabila
mereka menemui kesulitan belajar. Jadi, tutor di sini berfungsi sebagai pembimbing
akademik.
d. Ujian Praktik
Praktik diberikan untuk mata kuliah mata kuliah yang tidak hanya menuntut peningkatan pengetahuan kognitif dari peserta didiknya, namun juga peningkatan keterampilan, misalnya praktik olahraga, praktik pembelajaran atau perencanaan pembelajaran. Nilai praktik dan praktikum mempunyai kontribusi terhadap nilai akhir mata kuliah. Nilai praktik diberikan oleh tutor atau instruktur berdasarkan kinerja yang dilakukan pada saat kegiatan praktik tetapi nilai praktikum diberikan berdasarkan laporan praktikum yang dibuat peserta didik.
e. Ujian Komprehensif Tertulis (UKT)
UKT merupakan ujian akhir program studi bagi peserta didik. Peserta didik yang belum lulus UKT belum dapat dinyatakan lulus program studi yang diikuti, meskipun semua mata kuliah sudah lulus, jumlah SKS sudah melebihi persyaratan kelulusan, dan IPK-nya cukup tinggi.
Materi UKT diambil dari beberapa mata kuliah inti pada program
studi yang bersangkutan. Proses berpikir yang diukur biasanya proses berpikir tinggi
dengan pendekatan pemecahan masalah.