• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRA - STUDI KELAYAKAN RENCANA PEMBANGUNAN PLTMH SUBANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PRA - STUDI KELAYAKAN RENCANA PEMBANGUNAN PLTMH SUBANG"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PRA - STUDI KELAYAKAN

RENCANA PEMBANGUNAN PLTMH SUBANG

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Program Pengembangan Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTMH) merupakan salah satu prioritas pembangunan yang dilaksanakan pemerintah yang diarahkan kepada peningkatan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat pedesaan. Pada kondisi demikian dapat diharapkan adanya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraannya. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa sebagai negara agraris, maka peningkatan perekonomian daerah pedesaan tidak hanya sebagai salah satu wujud nyata pemerataan pembangunan, tetapi peningkatan perekonomian desa akan juga membantu ekonomi nasional secara keseluruhan. Dalam hal ini penyediaan tenaga listrik di pedesaan merupakan salah satu sarana yang akan mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan bangsa secara keseluruhan.

Oleh sebab itu perlu diupayakan pengembangan dan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan (renewable energy) dengan tetap berpegang pada prinsip menguntungkan secara ekonomis, layak secara teknis, diterima secara sosial budaya dan tidak menyebabkan pengrusakan lingkungan.

Sesuai dengan Notulen Rapat tanggal 31 Agustus 2015 di Ruang Rapat Sawidago PLN PUSHARLIS, metode studi kelayakan yang digunakan adalah pengumpulan data lapangan dengan melakukan survey pada tanggal 14 September 2015. Dengan demikian diperoleh secara langsung hasil studi yang diolah menjadi perencanaan pembangunan PLTMH Subang.

1.2 Maksud dan Tujuan

Survey dimaksudkan untuk menginventarisasi data primer dalam rangka mengkaji potensi Pembangkit Listrik Mini Hidro Sungai Cinangka, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang.

Tujuan pra study kelayakan PLTMH Subang :

a. Melakukan pra studi PLTMH dan menentukan kelayakan teknis.

b. Membuat desain dasar perencanaan PLTMH Subang.

(2)

Laporan Pra - Studi Kelayakan PLTMH SUBANG

c. Dengan desain dasar yang sesuai dengan kondisi lapangan sebagai hasil studi perencanaan ini dapat menjadi masukan pada perancangan PLTMH.

1.3 Ruang Lingkup

Rencana Pembangkit listrik dengan PLTMH mempunyai langkah-langkah yang ditempuh yang mencakup kegiatan sebagai berikut:

a. Identifikasi potensi topografi.

b. Mengukur kecepatan debit dan potensi-potensi sungai yang ada.

c. Menentukan letak bendung, saluran pembawa, bak penenang, penstock dan power house.

d. Mengukur potensi tinggi Head yang ada di lapangan.

2. KONDISI UMUM DAERAH STUDI 2.1 Geografi dan Topografi

PLTMH Subang direncanakan dibangun di sungai Cinangka, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang. Lokasi PLTMH ini dapat dicapai melalui perjalanan darat dengan menggunakan mobil, sekitar 3 jam dari kota Bandung. Survey dilakukan pada bulan September saat musim kemarau panjang sedang terjadi.

(3)

Gambar 1 Titik Lokasi Rencana PLTMH Subang

Koordinat GPS yang didapat dari hasil pengukuran menggunakan perangkat GPS handheld :

 Letak koordinat Bendung : S = 06° 38’ 50.7’’

E = 107° 39’ 54.3’’

Elevation = 405 m

 Letak koordinat Pipa Penstock : S = 06° 38’ 49.1’’

E = 107° 39’ 55.9’’

Elevation = 411 m

 Letak koordinat Power House : S = 06° 38’ 43.6’’

E = 107° 39’ 59.6’’

Elevation = 367 m

 Letak koordinat Bak Penenang : S = 06° 38’ 43.1’’

E = 107° 39’ 58.0’’

Elevation = 410 m

(4)

Laporan Pra - Studi Kelayakan PLTMH SUBANG

Berdasarkan selisih Elevasi dari Bak Penenang dan Power House, diperkirakan potensi Head yang akan didapat adalah sebesar 43 meter.

2.2 Geologi

Kondisi geoteknik di lapangan, material tanahnya terdiri dari tanah berbatu dan berpasir di sekeliling lokasi ini merupakan area hutan lindung dengan masih banyak ditemukan flora dan fauna yang hidup di hutan tersebut.

2.3 Hidrologi

Karakteristik hidrologi suatu daerah sebagian besar ditentukan oleh keadaan geologi dan geografinya, iklim mempunyai peranan penting dalam penentuan karakteristik tersebut. Yang termasuk dalam data meteorologi antara lain: data curah hujan, hari hujan, temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin dan lama penyinaran matahari. Dalam hal ini tidak dilakukan pengambilan data sekunder yang berasal dari BMKG.

3. HASIL SURVEY DILAPANGAN 3.1 Pengukuran Debit

Tim Survey melaksanakan pengukuran dengan menggunakan alat Current Meter Counter yang dilakukan pada 2 (dua) titik lokasi sungai yang berbeda.

Sampel 1 dengan lebar sungai 38 m :

Letak Power House diperkirakan di lokasi ini.

(5)

Gambar 2 Titik Lokasi Pengukuran Debit ke-1 (hilir)

Gambar 3 Pengukuran Debit Sesaat Menggunakan Current Meter di Lokasi 1

(6)

6 Pengukuran dilakukan pada tanggal 14 September 2015 dengan hasil adalah sebagai berikut:

Gambar 4 Profil Penampang Melintang Sungai Cinangka 1 (Hilir)

0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20 1.40 1.60 1.80 2.00 2.20 2.40 2.60 2.80 3.00 3.20 3.40 3.60 3.80

LEBAR SUNGAI

KEDALAMAN SUNGAI

0.20

0.40

0.60

PENGUKURAN DAERAH RENCANA POWER HOUSE

(7)

Tabel 1 Nilai Debit Sesaat Lokasi ke-1 Sungai Cinangka

No Jarak Kedalaman Kecepatan Aliran

Keterangan

(m) (m) (m/dt)

1 0.00 0.35 0.10

2 0.20 0.40 0.10

3 0.40 0.40 0.30

4 0.60 0.37 0.10

5 0.80 0.37 0.10

6 1.00 0.40 0.20

7 1.20 0.40 0.30

8 1.40 0.36 0.40

9 1.60 0.36 0.40

10 1.80 0.35 0.40

11 2.00 0.35 0.30

12 2.20 0.30 0.30

13 2.40 0.27 0.30

14 2.60 0.30 0.30

15 2.80 0.30 0.30

16 3.00 0.26 0.30

17 3.20 0.36 0.30

18 3.40 0.35 0.20

19 3.60 0.30 0.30

20 3.80 0.05 0.30

Kecepatan Alir Rata-Rata 0.27 m/dt

Luasan Basah 1.28 m2

Debit Sesaat 0.3392 m3/dt

(8)

Laporan Pra - Studi Kelayakan PLTMH SUBANG

Sampel 2 dengan lebar sungai 56 m : Letak bendung diperkirakan di lokasi ini.

Gambar 5 Titik Lokasi Pengukuran Debit ke-2 (hulu)

Gambar 6 Pengukuran Debit Sesaat Menggunakan Current Meter di Lokasi 2

(9)

Hasil pengukuran debit dilokasi ke-2 adalah sebagai berikut :

Gambar 7 Profil Penampang Melintang Sungai Cinangka 1 (Hulu)

(10)

Laporan Pra - Studi Kelayakan PLTMH SUBANG

Tabel 2 Nilai Debit Sesaat Lokasi ke-2 Sungai Cinangka (Hulu)

No Jarak Kedalaman Kecepatan Aliran

Keterangan

(m) (m) (m/dt)

1 0.00 0.40 0.40

2 0.20 0.39 0.30

3 0.40 0.32 0.20

4 0.60 0.32 0.10

5 0.80 0.35 0.10

6 1.00 0.37 0.10

7 1.20 0.45 0.10

8 1.40 0.50 0.20

9 1.60 0.40 0.40

10 1.80 0.29 0.40

11 2.00 0.23 0.40

12 2.20 0.32 0.30

13 2.40 0.30 0.20

14 2.60 0.25 0.10

15 2.80 0.32 0.10

16 3.00 0.28 0.10

17 3.20 0.30 0.10

18 3.40 0.37 0.10

19 3.60 0.40 0.10

20 3.80 0.47 0.10

21 4.00 0.49 0.10

22 4.20 0.50 0.10

23 4.40 0.45 0.10

24 4.60 0.35 0.10

25 4.80 0.32 0.10

26 5.00 0.26 0.10

27 5.20 0.25 0.10

28 5.40 0.22 0.20

29 5.60 0.02 0.10

Kecepatan Alir Rata-Rata 0.17 m/dt

Luasan Basah 1.936 m2

Debit Sesaat 0.327 m3/dt

Rata-rata debit sesaat sungai Cinangka berdasarkan pengukuran 2 lokasi, sebagai berikut :

(11)

Tabel 3 Hasil Pengukuran Debit Sesaat LOKASI Debit

(m3/s)

1 0.3392

2 0,327

Sungai tidak digunakan untuk irigasi karena aliran air langsung dari hutan lindung.

3.2 Rencana Lokasi Bendung

Gambar 8 Rencana Lokasi Bendung

(12)

Laporan Pra - Studi Kelayakan PLTMH SUBANG

3.3 Rencana Lokasi Bak Penenang

Gambar 9 Rencana Lokasi Bak Penenang

3.4 Rencana Lokasi Power House

Gambar 10 Rencana Lokasi Power House

(13)

3.5 Rencana Lokasi Penstock

Gambar 11 Rencana Lokasi Penstock

3.3 ANALISA PRAKIRAAN POTENSI PLTMH

Berdasarkan pengukuran debit di lapangan, diperoleh debit sebesar 0,327 m3/s pada hulu sungai.

Debit yang akan dipakai untuk perhitungan adalah 0.327 m3/s Nilai Head adalah 43 meter.

Potensi :

(P) = 9,81 x Q x H x η; watt Dimana:

Q = Q debit H = Head gross η = Efisiensi

Berdasarkan data di lapangan : P = ρ x 9.81 x Q x H x η

= 1000 kg/m3 x 9.81 m/s2 x 0.327 m3/s x 43 m x 0.70

= 96.556 kW = 0.096556 MW

(14)

Laporan Pra - Studi Kelayakan PLTMH SUBANG

4. KESIMPULAN HASIL SURVEY

Kesimpulan

Setelah dilakukan survey, berdasarkan analisa data–data hasil pelaksanaan survey pra studi kelayakan oleh tim PLN PUSHARLIS, maka kesimpulan rencana pembangunan PLTMH Subang antara lain sebagai berikut :

a. Hasil Inventarisasi data primer yang dilakukan meliputi :

Hasil pengukuran debit sesaat aliran sungai Cinangka di dua lokasi yaitu hulu pada tanggal 14 September 2015, menghasilkan nilai debit sesaat sebesar 0,327 m3/detik. Debit sesaat yang dipakai adalah Q = 0,327 m3/detik.

Hasil pengukuran elevasi antara Rencana Bak Penenang dan Rencana Power House, diperoleh potensi head sebesar H = 43 meter.

b. Dengan menggunakan rumus daya yang dapat dibangkitkan dengan potensi head 43 m, dan potensi debit 0,327 m3/detik, diperoleh potensi pembangkitan sebesar P = 96.556 kW = 0.096556 MW.

Gambar

Gambar 1 Titik Lokasi Rencana PLTMH Subang
Gambar 2 Titik Lokasi Pengukuran Debit ke-1 (hilir)
Gambar 4 Profil Penampang Melintang Sungai Cinangka 1 (Hilir)
Tabel 1  Nilai Debit Sesaat Lokasi ke-1 Sungai Cinangka
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peserta Pekan Olahraga Daerah ( PORDA) Jawa Barat XII Tahun 2014 Cabang Olahraga Paralayang adalah atlet Paralayang Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang sudah mengikuti

 Limbah bahan kimiawi: pembuangannya lebih ditentukan kepada sifat bahaya yang dikandung limbah tersebut, limbah tertentu bisa diinsenerasi, dikembalikan

Dibandingkan dengan proses pengecoran lain seperti pengecoran mati atau pengecoran pasir, ini bisa menjadi proses yang mahal, namun komponen yang dapat diproduksi menggunakan

a) Berdiri bagi orang yang kuasa. Adapun keringan bagi orang yang tidak kuasa berdiri dalam melakukan shalat ia boleh shalat duduk, kalau tidak kuasa duduk, ia boleh

The scheme of VS shows that the periosteal dura that lines the bone becomes thin and disappears near the middle of the meatal porion, and this point is the beginning of the

Hubungan Daya Ledak Otot Tungkai dengan Kecepatan Tendangan Sabit dengan melihat hasil penelitian diatas, maka Daya ledak Otot Tungkai terdapat hubungan

Pada saat ini yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Subbidang Pelayanan Perizinan II, Bidang Pelayanan Perizinan, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan

Ia dilahirkan di Bengkalis pada tahun 1904. Terkenal sebagai Bengkalis pada tahun 1904. Terkenal sebagai pengarang cerita pengarang cerita detektif, seperti dalam karangan