15 BAB III
ANALISIS PERANCANGAN 3.1 Analisis Fungsi
Lifestyle Center memiliki fungsi sebagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan menunjuang untuk kehidupan sehari-hari. Sarana ini bukan hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sebuah produk, tetapi juga sebagai sarana rekreasi dan hiburan bagi masyarakat. Beberapa kategori fungsi dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Fungsi utama
Fungsi utama dalam Lifestyle Center ini adalah sebagai sarana pusat perbelanjaan yang meliputi jual-beli, rekreasi, dan sarana komunal bagi masyarakat.
2. Fungsi sekunder
Fungsi sekunder merupakan fungsi yang mendukung adanya kegiatan di pusat perbelanjaan yang meliputi sarana rekreasi dan komunal.
3. Fungsi Tersier
Fungsi Tersier merupakan sarana penunjang dalam bangunan yang meliputi area food court, musholla, area servis, Gedung parkir dan lain sebagainya.
3.1.1 Kegiatan dan Pengguna
Adapun kategori pengguna yang menunjang adanya kegiatan pada Lifestyle Center antara lain:
• Penyewa
Pihak penyewa yang dimaksud adalah penyewa yang menggunakan ruang dan fasilitas bangunan Lifestyle Center seperti retail, atrium, food court dan lain sebagainya. Penyewa dapat bersifat menetap atau sementara. Aktivitas yang dilakukan oleh penyewa yaitu perniagaan produk, promosi, memamerkan produk, dan transaksi jual-beli.
• Pengelola
Pihak pengelola yang dimaksud adalah penanggung jawab Lifestyle Center yang mengawasi keamanan dan kenyamanan pengunjung terhadap pola sirkulasi dan zonasi yang ada pada bangunan. Aktivitas yang dilakukan oleh pengelola yaitu menjaga keamanan, kebersihan dan mengelola pusat perbelanjaan dan retail.
16
• Pengunjung
Pihak pengunjung dapat berupa individu atau kelompok yang datang untuk melakukan aktivitas tertentu. Aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung yaitu melakukan transaksi jual beli, berekreasi, kuliner, dan jalan-jalan.
Analisis kegiatan dan pengguna bertujuan untuk mengelompokkan dan mendata pengguna Lifestyle Center berdasarkan aktivitas yang ada pada bangunan Lifestyle Center. Pengelompokan aktivitas pada tabel 3.1 diambil berdasarkan hasil survei dan asumsi.
Tabel 3. 1 Pengelompokan Aktivitas Lifestyle Center
No Sifat Kegiatan
Jenis Kegiatan
Alur Kegiatan Jenis Pengguna
Jumlah Pengguna
Rentang Waktu
Ruang FUNGSI PRIMER
1 Belanja Rutin Masuk Lifestyle Center, menuju retail, melihat barang,
membeli barang
Pengunjung 500-1000 orang
30 menit-2 jam
Retail
2 Makan Rutin Masuk Lifestyle Center,
memesan menu, membayar, menuju meja, makan
Pengunjung 50-100 orang
15 menit-1 jam
Food court, Restoran, Cafe
3 Bermain Rutin Masuk Lifestyle Center, beli saldo, bermain
Pengunjung 20-50 orang
30 menit-2 jam
Game Center 4 Perawata
n Rambut
Rutin Masuk Lifestyle Center,
memesan tempat, menata rambut
Pengunjung 5-10 orang
30 menit-2 jam
Salon
FUNGSI SEKUNDER 3 Manajem
en dan administr asi
Rutin Menuju Kantor, mengelola Lifestyle center
Pengelola 5-12 orang
Kondisio nal
Kantor
4 Bersantai Rutin Masuk Lifestyle Center,
berjalan-jalan, menonton pertunjukan
Pengunjung 50-100 orang
30 menit-3 jam
Atrium
5 Stok Barang
Rutin Menuju area loading dock,
Pengelola Kondision al
Kondisii onal
Gudang
17 memasukkan
barang, memeriksa barang FUNGSI TERSIER (PENUNJANG) 6 Mengont
rol Utilitas
Kondisio nal
Menuju ruang utilitas, mengecek ruang kontrol, utilitas serta ME
Pengelola, Teknisi
Kondision al
Kondisio nal
Ruang ME
7 Ibadah Rutin Masuk Lifestyle Center, menuju musholla, melakukan wudhu, sholat
Pengunjung , pengelola, penyewa
1-15 orang
10-15 menit
Musholla
8 Buang Air
Rutin Masuk Lifestyle Center, menuju Toilet, buang air kecil/besar, mencuci tangan
Pengunjung , pengelola, penyewa
1-15 orang
5-15 menit
Toilet
9 Parkir Mobil
Rutin Masuk gedung parkir,
memarkirkan kendaraan
Pengunjung , pengelola, penyewa
200 orang 1-5jam Gedung parkir
10 Parkir Motor
Rutin Masuk gedung parkir,
memarkirkan motor
Pengunjung , pengelola, penyewa
100-300 orang
1-5jam Gedung parkir
11 Menjaga keamana n
Rutin Menjaga Kendaraan
Satpam 2-4 orang 24 jam Pos Satpam
3.1.2 Alur Kegiatan
Adapun alur kegiatan pengguna Lifestyle Center sebagai berikut:
• Penyewa Retail Alur Kedatangan
Alur Kepergian
Datang Parkir Entrance
Parkir
Entrance Pergi
Retail/ Foodcourt/
Atm Center/
Musholla/ Toilet
Retail/ Foodcourt/
Atm Center/
Musholla/ Toilet
18
• Pengelola Alur Kedatangan
Alur Kepergian
• Pengunjung Alur kedatangan
Alur Kepergian
• Alur Bongkar Muat
3.1.3 Isu Terkait Fungsi
Aktivitas yang berada di Lifestyle Center mempengaruhi fungsi terhadap masalah yang mencakup pengguna. Masalah-masalah tersebut terangkum dalam bentuk isu terkait fungsi yang meliputi:
• Aksestabilitas dan Sistem Sirkulasi Tapak
Lokasi bangunan terletak di jalan pangeran antasari yang ramai dan padat pada saat jam operasional kerja. Sehingga memungkinkan terjadinya kemacetan.
• Keamanan dan Keselamatan
Merancang bangunan bertingkat harus memenuhi standar sesuai peraturan keamanan dan keselamatan, memperhatikan letak-letak seperti tangga darurat, hydrant dan fire detector yang sesuai zonasi dan jalur evakuasi.
• Efektivitas Pemanfaatan Ruang
Dengan lahan seluas 1,2 Ha, yang tidak terlalu luas untuk menampung area pusat komersil, area parkir serta ruang terbuka hijau.
Parkir Khusus Entrance Kantor Musholla/
Foodcourt / Toilet Datang
Kantor Entrance Parkir Khusus Pergi
Parkir/
Drop off
Retail/ foodcourt/
supermarket/ atm center/ musholla/ toilet
Datang Entrance
Retail/ foodcourt/
supermarket/ atm center/ musholla/ toilet
Entrance Parkir/
Drop off Pergi
Drop Off Barang Jalur Khusus
Bongkar Muat Datang
Pergi
19
• Zoning dan Sistem Sirkulasi Internal
Terdapat area perbelanjaan, kuliner dan hiburan yang menunjang bangunan, serta sistem sirkulasi dan entrance bangunan yang efisien dan tidak membingungkan pengunjung.
3.2 Analisis Lahan
3.2.1 AnaIisis Lokasi
Lokasi yang dipilih untuk pembangunan Lifestyle Center berada di Jalan Pangeran Antasari No.141 B, Tanjung Baru, Kedamaian, Bandar Lampung.
Gambar 3. 1 Lokasi Lahan Sumber : maps.google.com
Pemilihan lokasi proyek ini didasarkan pada analisis lahan terkait kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) yang mungkin terjadi pada lahan. Analisis pada lahan disajikan dalam tabel 3.2.
Tabel 3. 2 Analisis SWOT
Strength • Lokasi berada di Jalan Pangeran Antasari yang selalu ramai dan dilewati angkutan umum
• Lokasi lahan berada di sekitar bangunan komersil yang akan menjadi daya Tarik pengunjung untuk datang
• Dekat dengan perumahan, permukiman dan hotel
Weakness • Terdapat pust perbelanjaan Giant berjarak 700 m di Jalan Pangeran Antasari
20 Opportunity • Bangunan dengan konsep Kontemporer yang
khas sangat jarang di Bandar Lampung
• Pola gaya hidup yang meningkat
Threat • Terletak di pusat kota yang akan membuat banyaknya persaingan, mulai dari harga hingga kualitas
• Selain Mall dan Lifestyle Center, masih banyak sarana hiburan yang berada di sekitar lahan
3.2.2 AnaIisis Topografi
Gambar 3. 2 Peta Kontur Sumber : Dokumentasi kelompok, 2020
Titik tertinggi kontur pada lahan terletak di bagian selatan yang memiliki kedalaman 87 mdpl merupakan area dengan timbunan tanah. Area ini dijadikan sebagai tempat bercocok tanam dan kandang hewan ternak masyarakat sekitar.
Kemudian titi terendah kontur padalahan terdapat pada bagian selatan lahan (87 mdpl) yang merupakan daerah yang terdapat timbunan tanah dan digunakan sebagai tempat bercocok tanam dan kandang hewan ternak warga sekitar. Sedangkan titik terendah kontur pada lahan terletak di bagian timur yang memiliki kedalaman 83 mdpl merupakan area perkebunan warga sehingga menimbulkan genangan air yang membuat tanah menjadi berlumpur.
Perbedaan ketinggian antara titik tertinggi dan terendah adalah 4 meter yang akan mengakibatkan genangan air akan terjadi pada area timur yang merupakan titik terendah dari lahan. Namun untuk proyek ini dapat diasumsikan dengan lahan yang datar.
21 - Potongan lahan yang memotong jalan aspal terdekat
Gambar 3. 3 Potongan Lahan Jalan Nusa Indah Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2020
Gambar 3. 4 Potongan Lahan Jalan Pangeran Antasari Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2020
3.2.3 AnaIisis lklim
Indonesia merupakan negara yang berada pada garis khatulistiwa yang memiliki iklim tropis dengan letak posisi matahari terbit dari timur ke barat.
Berdasarkan hasil data iklim pertahun dari bmkg.go.id yang telah dirangkum dalam tabel 3.3. sebagai berikut:
Tabel 3. 3 Analisis Iklim Pertahun
Sumber : data bmkg.go.id data rata-rata terhimpun 1/1/2020 s/d 27/10/2020
22
• Orientasi Matahari
Pergerakan matahari terbit dari bagian kiri lahan menuju bagian kanan lahan yang merupakan bagian terpanjang pada tapak. Mengakibatkan bangunan yang mengarah pada bagian tersebut mendapat panas matahari paling banyak.
Namun dapat disiasati dengan bentuk fasad serta material bangunan yang dipakai atau juga dapat menambahkan vegetasi yang cukup untuk menghalau sinar matahari.
• Arah Angin
Pergerakan Arah angin berasal dari bagian selatan menuju bagian utara, yaitu dari arah belakang lahan dan depan lahan yang nantinya akan memberikan udara alami pada bangunan Lifestyle Center lalu dapat menambahkan ruang terbuka agar angin dapat masuk menyebar ke seluruh lahan, sehingga bangunan nanti mendapat angin yang cukup.
Gambar 3. 5 Orientasi Matahari Sumber : Dokumentasi Kelompok, 2020
Gambar 3. 6 Arah Angin Sumber : Dokumentasi Kelompok, 2020
23 3.2.4 AnaIisis Sarana
• SirkuIasi
Gambar 3. 7 Sirkulasi Sekitar Lahan Sumber : Dokumentasi kelompok, 2020
Alur sirkulasi sekitar tapak diperuntukan untuk kendaraan beroda 4, beroda 2 dan pejalan kaki. Pada gambar 3.7 dapat diuraikan sebagai berikut:
A. Jalan Pangeran Antasari, Kedamaian merupakan jalan arteri lebar badan jalannya mencapai >8m.
B. Jalan Nusa Indah merupakan jalan lingkungan dengan lebar badan jalannya 3m C. Jalan pemukiman penduduk dengan lebar badan jalannya mencapai 3m
Jalan Pangeran Antasari memiliku dua titik arah putar balik yang dapat mengakibatkan kepadatan yang terjadi pada saat jam-jam kerja. Entrance pada tapak sebaiknya dibuat menjorok ke arah lahan untuk menghindari kemacetan.
Maka dari itu membuat droff off kendaraan merupakan solusi yang tepat dari segi keselamatan dan kenyamanan.
B C
A C
C C
24
• SaIuran Drainase
Gambar 3. 8 Saluran Drainase Sumber : Dokumentasi Kelompok 2020
Saluran air yang mengalir dari titik utara lahan menuju ke arah timur, dikarenakan titik kontur pada area timur semakin menurun. Namun, solusi untuk proyek ini di asumsikan dengan lahan datar dengan menggunakan metode cut and fill.
3.2.5 AnaIisis Vegetasi
Gambar 3. 9 Vegetasi Lahan Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2020
Tapak di dominasi oleh tanaman liar serta beberapa jenis pohon, berupa pohon pisang, bambu, dan singkong. Vegetasi yang ada pada lahan tidak dipertahankan, karena vegetasi tersebut tidak menarik dan tidak cocok untuk bangunan lifestyle
25 center. Makan vegetasi-vegetasi tersebut akan diganti dengan vegetasi yang baru, berupa pohon glodokan untuk area yang akan dijadikan sebagai peneduh.
3.2.6 AnaIisis Bangunan Eksisting dan Rencana Kedepan
Area timur dan utara tapak merupakan deretan retail komersil sedangkan area selatan tapak merupakan perkebunan dan permukiman. Oleh karena itu, orientasi massa bangunan ditempatkan pada area utara tapak yang merupakan muka depan dari tapak menjadikan fungsi retail sebagai daya Tarik.
3.2.7 AnaIisis Aspek Visual
Gambar 3. 11 View Lahan Sumber : Dokumentasi Kelompok, 2020
Bagian depan tapak memiliki arah yang positif untuk dijadikan sebagai entrance utama. Kemudian pada area belakang dan kiri tapak mencakup retail dan
Gambar 3. 10 Eksisting Sekitar Lahan Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2020
26 permukiman. Solusinya adalah merancang bagian positif tapak utuk dibuat banyak bukaan dan menjadikan area belakang sebagai area yang tertutup agar tidak mangganggu masyarakat permukiman.
3.2.8 Peraturan Setempat
Berdasarkan lokasi tapak yang berada di Kota Bandar Lampung, sehingga peraturan-peraturan yang berlaku harus diikuti dengan sebaik-baiknya sebagai pemenuhan kebutuhan perancangan yang terstandar. Adapun peraturan terkait perancangan yang berlaku adalah sebagai berikut :
27
28