52
BAB III
HASIL PENELITIAN A. Monografi Nagari Batagak
1.
Sejarah Penamaan Nagari Batagak
Menurut sejarah nenek moyang terdahulu, Batagak berasal dari dua kata yaitu “Batu” dan “Tagak” (Bahasa Minang). Konon zaman dahulu sejarah nagari Batagak amat panjang, tapi saat ini kami sampaikan secara ringkas.
Sejarah awalnya bermula dari orang yang pertama menetapkan di Batagak yang berasal dari Nagari tertua Minang Kabau yaitu dari Pariangan Padang Panjang. Pada saat itu datang satu rombongan yang melakukan perjalanan, kemudian mereka beristirahat di sebuah Padang yang sekarang di sebut Padang Giriang-giriang, lama berhenti mereka kembali melanjutkan perjalanan tidak jauh dari tempat peristirahatan, mereka melihat dari jauh batu yang tinggi yang menancap di tanah (dalam bahasa minang di sebut Batu Tagak) dan dengan tanah yang luas mereka bermaksud menetap dan membari nama tempat tinggal tersebut dengan nama “Batagak”.
Sebelum tahun 2001 Batagak berasal dari dua desa yaitu desa Batagak dan desa Padang Kudo, desa Batagak terdiri dari 5 (lima) dusun yaitu:
1. Dusun Batagak
2. Dusun Kampuang Dalam
3. Dusun Sungai Buluah
4. Dusun Sawah Landek
5. Dusun Sawah Rakan
53
Dan desa Padang Kudo terdiri dari 3 (tiga) dusun yaitu:
1. Dusun Simpang 2. Dusun Sawah Liek 3. Dusun Padang Kudo
Kehidupan tatanan masyarakat berjalan dengan baik sesuai dengan pola fikir masyarakat pada saat itu sampai dengan keluarnya Undang-Undang no.5 Tahun 1979 tentang pemerintahan desa di Ranah Minang, dan pada masa itu segala peraturan lebih menekankan prinsip dari pemerintah atas (Top Down) dan itu sama-sama kita rasakan lebih kurang selama 20 tahun. Masa-masa itulah peran Niniak Mamak tidak kelihatan lagi nilai dan wujud nyata dari peradaban masyarakat dengan etnis Minang Kabau mulai memudar, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, tinggal sebatas slogan, keseharian masyarakat Minang Kabau tidak Lagi mengambarkan filosofi. Tapi dengan adanya otonomi daerah, daerah Minang Kabau Sumatera Barat pada umumnya timbul suatu istilah pemerintah Nagari yang dikenal dengan konsep “kembali Kepemerintah Nagari, disebut dengan kembali ke Nagari”. Karena memang di Sumatra Barat pernah dikenal suatu sistem yang demokratis dengan musyawarah mufakat “Bulik aia dek Pambuluah Bulek kato dek Mufakaik serta didasari oleh Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah, Syarak mangato Adat mamakai, alam takambang jadi guru.
Gong kembali kepemerintah Nagari telah sama-sama kita rasakan, ini
telah membangun semangat seluruh Niniak Mamak, pemangku adat Alam
Minang Kabau dan seluruh anak Nagari di Ranah Minang, baik yang berada
54
dikampuang maupun yang berada di perantauan, harapan anak Nagari telah menjadi kenyataan, kembali kepemerintahan nagari dapat diistilahkan mambangkik batang tarandam.
Setelah dibentuknya Pemerintahan Nagari dan dlantiknya Wali Nagari defenitif yang pada awalnya melalui beberapa proses yang amat panjang, maka terbentuklah Pemerintahan Nagari beserta perangkatnya sesuai dengn peraturan Daerah No.31 tahun 2001. Pada tanggal 14 Februari 2002 diangkatlah Wali Nagari yang kemudian dikukuhkan dengan SK Bupati No.452 tahun 2002 Pemerintah berjalan sesuai dengan perkembangan masyarakat yang tertuang dalam peraturan Daerah kabupaten Agam No.31 tahun 2002 pasal 5 tentang Pemekaran Nagari dengan syarat-syarat yang dibutuhkan oleh sebuah Nagari BAMUS Nagari, KAN, LPMN, Parik Paga serta lembaga nagari lainnya.
12. Kondisi Geografis
a. Letak dan Batas Administrasi Wilayah
Secara Geografis Nagari Batagak terletak dipinggiran jalan raya Padang- Bukittinggi, yang secara administratif berbatasan dengan:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Nagari Cingkariang - Sebelah Selatan berbatasan dengan Nagari Padang Laweh - Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Sariak
- Sebelah Barat berbatasan dengan Gunung Singgalang
1 Profil Nagari Batagak Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam
55
Nagari Batagak terletak di Kecamatan Sungai Pua yang terdiri dari 7 (Tujuh) Jorong dengan luas 717 Ha. dengan uraian sebagai berikut:
Tabel. 1
Luas Nagari Batagak Perjorong
No. Jorong Luas ( Ha )
1. Batagak 125
2. Padang Kudo 82
3. Sawah Liek 60
4. Simpang 70
5. Sawah Rakan 110
6. Sawah Landek 130
7. Sungai Buluah 140
Jumlah 717
Sumber: Tim Pendata Nagari Batagak Tahun 2015 b. Kondisi Topografi
Nagari Batagak mempunyai Topografi yaitu kemiringan, ketinggian dan morfologi daratan, wilayah pegunungan, dataran tinggi dan dataran rendah.
Nagari Batagak terdiri dari lahan sawah dan lahan perbukitan di lereng Gunung Singgalang dengan ketinggian antara 900 -1.300 m dari permukaan laut.
c. Iklim
Suhu rata-rata di Nagari Batagak berkisar 18
0C – 25
0C dan kelembaban
udara sekitar 80 % - 90. %. Sedangkan curah hujan hampir merata sepanjang
tahun, curah hujan pertahun 12.521 mm, curah hujan tertinggi terjadi pada
56
bulan September ( 1.647 mm ) dengan curah hujan sebanyak 29 hari,curah hujuan terendah bulan Juli dengan hari hujan sebanyak 9 hari. Kondisi iklim tersebut tidak berpengaruh terhadap aktivitas penduduk.
d. Jenis Tanah dan Geologi
Jenis tanah di Nagari Batagak merupakan jenis tanah latosol yang berbentuk batu baku yang bersifat tahan terhadap erosi dan cocok untuk pertanian, walaupun demikian masih bisa atau mampu menampung kegiatan penduduk dengan syarat apabila melakukan pembangunan harus bangunan yang sederhana bukan menggunakan konstruksi yang rumit.
e. Hidrologi
Tata air Nagari Batagak terdiri dari air permukaan dan air tanah, Nagari Batagak mempunyai banyak sumber mata air seperti Sungai Bayua, Lurah Guo, Lurah Kanang, Sarasah, Kasiak Mandok, Lurah Tambolan, Sungai Batang Limau, Batang Tenggai, Parak Pisang, Sungai Jojo dan Lurah Tumangguang.
f. Penggunaan Lahan
Dari kondisi topografi yang ada di Nagari Batagak akan mempengaruhi
kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan ketersediaan lahan. Penggunaan
lahan di Nagari Batagak di dominasi areal pertanian ( sawah/ladang )
perumahan sarana prasarana perkebunan hutan, peternakan dan bentuk lainnya.
57
3. Gambaran Umum Demografi
a. Jumlah Penyebaran Penduduk
Jumlah penduduk Batagak menurut pemutakhiran data penduduk Tahun 2013 adalah 3.675 jiwa dengan 878 Kepala Keluarga yang penyebarannya tidak merata. Jumlah penduduk terbesar terdapat di Jorong Batagak dengan jumlah penduduk 878 jiwa dari seluruh jumlah penduduk Nagari Batagak.
Jumlah penduduk terendah terdapat di Jorong Sawah Landek dengan jumlah penduduk 173 jiwa.
b. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur
Hasil pendataan tahun 2015 menurut kelompok umur, dapat dilihat bahwa penduduk Nagari Batagak dengan jumlah paling besar yaitu kelompok umur antara 22 – 59 tahun dari keseluruhan jumlah penduduk. Sedangkan Penduduk Nagari Batagak dengan jumlah terendah yaitu kelompok Umur antara 0 – 11 bulan dari keseluruhan jumlah penduduk. sedangkan usia Remaja 7 – 15 dan usia sekolah antara 16 – 21 tahun.
c. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan jumlah penduduk Nagari Batagak menurut jenis kelamin pada tahun 2015 diketahui bahwa jumlah penduduk Laki-laki lebih banyak dari jumlah penduduk Perempuan. Jumlah penduduk perempuan 1850 jiwa sedangkan jumlah penduduk Perempuan 3675 jiwa.
22 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walinagari Tahun Anggaran 2015
58
Tabel. 2
Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin
No
Jorong
Jenis Kelamin
Jumlah Laki-Laki Perempuan
1 Batagak 449 429 878
2 Sungai Buluah 231 187 418
3 Sawah Landek 86 86 173
4 Sawah Rakan 116 119 235
5 Padang Kudo 314 362 676
6 Sawah Liek 379 379 758
7 Simpang 275 262 537
Jumlah 1850 1825 3675
Sumber : Tim Pendata Nagari Batagak tahun 2015
d. Penduduk Berdasarkan Pekerjaan
Penduduk Nagari Batagak menurut lapangan perkerjaan terdiri dari petani, pelajar, pedagang, pegawai negeri sipil, Karyawan swasta, Wiraswasta, Guru dan lain-lain. Berdasarkan hasil pendataan tahun 2015, penduduk Nagari Batagak mayoritas bekerja dibagian petani ( 680 jiwa) dan wiraswasta (447 jiwa) sedangkan yang paling sedikit yaitu yang bekerja sebagai Guru (22 jiwa).
Banyaknya penduduk Nagari Batagak yang berkerja dibidang Pertanian karena
didukung oleh kondisi tanah yang subur, iklim yang kondusif dan harga hasil pertaian
yang stabil serta luasnya lahan yang akan di garap oleh masyarakat Nagari Batagak.
59
e. Jumlah Penduduk Menurut Agama
Penduduk Nagari Batagak pada umunya bersifat homogen bila dilihat dari pemeluk agama yaitu agama Islam sebanyak 100 % dari jumlah penduduk Nagari Batagak.
4. Kondisi Ekonomi
Nagari Batagak memiliki kondisi ekonomi yang sedang, karena Nagari Batagak didominasi oleh penduduk yang bekerja sebagai petani dan peternak kecil. Sedangkan sebagian penduduk Nagari Batagak lebih memilih pergi merantau dan umumnya bekerja sebagai pedagang.
a. Sektor Pertanian dan Perkebunan
Penggunaan lahan di Nagari Batagak didominasi oleh areal Pertanian (sawah, lading). Adapun jenis tanaman yang biasanya ditanam adalah padi, jagung, cabe, tomat, wartel, sawit, kol, buncis, dan berbagai sayuran lainnya.
Dan hasil pertanian biasanya dijual di pasat terdekat seperti Pasar Koto Baru dan Pasar Padang Luar.
Selain pertanian sebagai besar masyarakat jua memelihara ternak seperti:
sapi, kerbau, kelinci, ayam, itik, Kambing, da nada juga masyarakat yang
memelihara ikan di kolam-kolam seperti ikan mas, mujair, nila, lele, dan lain-
lain.
60
Tabel. 3
Data Sekunder Pertanian Nagari Batagak Lahan
Pertanian
Jmlh Petani
Petani Penyewa
Pemilik Tanah
Pemilik Pnggarap
238.5 Ha 175 260 550 210
Jumlah petani di Nagari Batagak yang melakukan sewa menyewa sebanyak 810 jiwa yang terdiri dari :
1. Jumlah pemilik tanah (pemberi sewa) yaitu 550 jiwa 2. Jumlah petani penyewa sebanyak 260 jiwa.
Sedangkan di Nagari Batagak terdapat juga pemilik penggarap yang jumlahnya yaitu 210 jiwa . Maksud dari pemilik penggarap yaitu dialah pemilik tanah dan langsung ia sendiri yang menggarapnya.
3b. Sektor Jasa Keterampilan
Jasa keterampilan yang berkembang di Nagari Batagak pada umumnya adalah jasa keterampilan membuat alat-alat Rumah Tangga seperti tukang kayu dan Tukang batu yang dari jasa tersebut bisa menghasilkan barang-barang untuk kebutuhan rumah tangga,seperti:kursi, meja, lemari, tempat tidur, batu bata untuk membangun rumah. Dan ada jga jasa yang berkembang di Nagari Batagak jasa Tukang Jahit/orderan, Tukang Cukur, bengkel, dan lain sebagainya.
3 Data sekunder pertanian Nagari Batagak 2015
61
c. Adat dan Budaya
Dalam tata kehidupan masyarakat Nagari Batagak selalu memegang teguh ajaran agama dan adat istiadat yang berlaku di Nagari. Penyelenggaraan Pemerintahan dalam pelaksanaan Pembangunan selalu menggunakan jalan musyawarah mufakat setiap pengambilan keputusan dengan melibatkan semua unsur masyarakat yang ada seperti Niniak Mamak, Cadiak Pandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang dan Pemuda yang terakomodir dalam wadah lembaga Badan Permusyawaratan Nagari.
d. Agama
Seiring dengan kebijakan Pemerintah Propinsi Sumatera Barat
“Babaliak Ka Nagari” di era otonomi daerah, belum mampu diterjemahkan secara konkrit di tengah-tengah kehidupan masyarakat, sehingga muncul kekhawatiran makin luntur dan rendahnya pemahaman agama bagi generasi muda. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, telah dilakukan berbagai langkah dan upaya bagi tokoh masyarakat di Nagari Sungai Pua untuk membangun Mesjid, Mushalla dan melakukan kegiatan-kegaiatan keagamaan dengan penyediaan sarana dan prasarana ibadah serta pengembangan kegiatan kegamaan.
e. Perantau
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa salah satu ciri masyarakat Nagari
Batagak dan telah menjadi kebiasaan merantau dengan daerah tujuan yang
beragam dan tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia dan luar negeri
(Malaisyia dan Mesir). Masyarakat anak Nagari Batagak yang merantau
62
tersebut tergabung dan dihimpun dalam wadah organisasi Ikatan Keluarga Batagak (IKEBA).
Kontribusi dari perantuan tersebut telah disalurkan diberbagai bidang, baik pendidikan, keagamaan, pembangunan dan sebagainya. Disamping itu keberadaan Tekhnologi Informasi seperti situs atau e-mail Nagari dan jejaring social seperti facebook lebih memudahkan komunikasi dalam memberikan ide dan gagasan dalam pembangunan Nagari Batagak.
4B. Pelaksanaan Al-Ijarah di Masyarakat Nagari Batagak di Pandang dari Hukum Islam
1. Pelaksanaan Sewa menyewa Lahan Pertanian di Kenagarian Batagak Kecamatan Sungai Pua
Dalam masyarakat Nagari Batagak berkembang suatu ketentuan sewa menyewa, dimana setelah akad sewa menyewa terjadi maka ketika itu sudah terjadi pemindahan hak memanfaatkan kepada penyewa selama waktu yang telah ditentukan/dijanjikan diawal akad dan mengunakan objek sewa itu sesuai dengan akad.
5Dalam pelaksanaan sewa menyewa Lahan Pertanian di Kanagarian Batagak Kecamatan Sungai Pua, saat pemilik tanah lahan pertanian menginformasikan kepada tetangga bahwa ia akan menyewakan tanahnya kepada orang lain, lalu tetangga menginformasikan kepada masyarakat yang ada disekitar rumahnya, bahwa ia akan menyewakan tanahnya.
64 Laporan Pertanggung Jawaban Walinagari Batagak (LKPJ), 2015
5 Afrizal, Wawancara Pribadi, Hari Rabu 19 Juli 2017
6 Afrizal, Wawancara Pribadi, Hari Rabu 19 Juli 2017
63
Ketika calon pihak penyewa mendengar informasi tersebut dari masyarakat sekitar, maka calon penyewa harus mengutarakan niatnya ke pemilik tanah bahwa dia akan menyewa sebidang tanah itu, yang akan disewakan oleh pemilik tanah lahan pertanian .Ketika pemilik tanah dan penyewa sama-sama bertemu, sang penyewa menjelaskan bahwa ia akan melakukan akad ijarah atau ia ingin menyewa tanah milik pemilik tanah yang tidak produktif itu untuk jadikan lahan pertanian.
Dalam akad ijarah tersebut pemilik tanah dan penyewa di tentukan berapa lama dan berapa biaya uang sewa dari menyewa tersebut. Misalnya penyewa tersebut ingin menyewakan tanah lahan pertanian milik pemilik tanah selama 2 tahun, lalu pihak pemilik tanah dan penyewa menentukan uang sewanya tergantung pada besar atau kecilnya ukuran tanah pertanian yang akan disewa. Waktu pembayarannya uang sewa biasanya ditentukan kedua belah pihak apakah dibayar secara tunai sesuai dengan jumlah tahun tanah yang disewa atau pertahun. Jika penyewa dan pemilik tanah setuju maka akad ijarah dapat dilakukan.
7Setelah akad sewa menyewa terjadi maka ketika itu sudah terjadi perpindahan hak memanfaatkan kepada penyewa selama waktu yang telah dijanjikan ketika akad dan menggunakan objek sewa itu sesuai dengan akad.
Tujuan masyarakat Kanagarian Batagak Kecamatan Sungai pua menyewakan tanahnya kepada orang lain dipicu karena semakin banyaknya masyarakat Kanagarian Batagak dan semakin sempitnya lahan Pertanian yang
7 Afrizal, Wawancara Pribadi, Hari Rabu 19 Juli 2017
64
akan digarap oleh Masyarakat tersebut. Dan tidak sedikit yang menyewa lahan pertanian di Nagari Batagak tersebut adalah orang-orang yang bukan penduduk asli Kanagarian Batagak, bahkan ada yang sebelumnya masyarakat yang mereka bekerja sebagai pedagang malah alih status menjadi petani karena tidak sesuai antara pemasukan dengan pengeluaran, yang banyak menimbulkan kerugian. Dan juga faktor ekonomi yang begitu tinggi untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat membuat masyarakat harus mencari kerja sampingan, dan yang menjadi tujuan utama masyarakat adalah bertani, disebabkan karna bertani itu tidak memerlukan waktu yang diharuskan/ditetapkan untuk mengerjakannya, dan pekerjaannya bisa disambilkan atau bahkan dapat diupahkan kepada orang lain untuk mengerjakannya.
8Melihat kondisi tersebut membuat Masyarakat Kanagarian Batagak untuk mencari lahan pertanian yang akan mereka garap untuk ditanami padi ataupun sayur-sayuran. Di samping dengan tanah di kanagarian Batagak amat subur dan sayur-sayur yang di bawa oleh Masyarakat Kenegarian Batagak sangat diminati oleh toke-toke besar di Pasar Padang Lua, dan sayur-sayuran yang dihasilkan tersebut dikirim ke pasar-pasar luar kota sehingga dapat menghasilkan harga jual yang tinggi.
9Faktor yang menjadi permasalahan yaitu kadangkala pada saat penyewa tersebut sudah atau sedang menggarap lahan pertanian, baik yang ditanam padi maupun sayur-sayuran, secara spontan pemilik tanah lahan Ini, membatalan kontrak/fasakh (wanprestasi) secara sepihak di antara dua orang yang
8 Ana Pertiwi, Wawancara Pribadi, Hari Rabu 19 Juli 2017
9 Ana Pertiwi, Wawancara Pribadi, Hari Rabu 19 Juli 2017
65
berakad, dimana pembatalan akad tersebut terjadi dikarenakan adanya pihak ketiga atau si pemilik tanah itu sendiri membatalkan akad karena mereka ingin menggarap tanah yang disewakan tersebut, hal ini terjadi dikarenakan menurut anggapan mereka tanah yang telah disewakan tersebut dapat mendatangkan keuntungan yang besar jika digarap untuk di jadikan lahan pertanian.
Selain itu yang menjadi faktor lain yang menyebabkan pembatalan kontrak secara sepihak adalah dengan semakin banyaknya jumlah penduduk di Kanagarian Batagak bahkan ada penduduk pendatang yang berdomisili di Kanagarian Batagak dan juga bertani yang menyebabkan semakin sempitnya lahan pertanian yang akan di garap atau diolah oleh masyarakat setempat.
Sementara itu pada umumnya mata pencarian masyarakat Kanagarian Batagak adalah bertani, otomatis masyarakat membutuhkan lahan untuk mereka garap untuk dijadikan lahan pertanian dalam memenuhi kebutuhan ekonomi yang semakin hari semakin meningkat.
10Karena semakin banyaknya jumlah penduduk di kanagarian Batagak dengan luas lahan yang tidak memadai membuat masyarakat berlomba lomba dalam menyewa lahan pertanian, bahkan sebagian masyarakat berani menyewa lahan pertanian dengan harga tinggi demi mendapatkan lahan pertanian untuk mereka garap. Dan tidak sedikit juga masyarakat yang luar Nagari Batagak menyewa lahan pertanian di Kanagarian Batagak yang mereka menyewa lahan tersebut dengan harga tinggi yang membuat pemilik tanah di Kanagarian Batagak kadang kala tertipu dan tertarik dengan harga tinggi yang ditawarkan oleh sipenyewa
10 Samsuar, Wawancara Pribadi, Hari Rabu 19 Juli 2017
66
yang akan menyewa lahan pertaniannya. Sampai-sampai si pemilik tanah membatalkan kontrak sewa menyewa dengan penyewa pertama lantaran harga yang ditawarkan oleh penyewa lainnya lebih tinggi dari si penyewa sebelumnya.
Sementara tanah tersebut masih dalam masa sewa oleh penyewa pertama dan belum sampai masa akhir sewa.
Dan para penyewa terpaksa mengembalikan tanah yang mereka sewa sebelum masa sewa berakhir. Sementara lahan yang sedang mereka garap masih atau sedang dalam pertumbuhan dan tidak lama lagi panen. Sebagai contoh, seorang petani menyewa sebidang tanah dalam jangka waktu lima tahun dengan harga sewa pertahunnya disepakati di awal akad. Menjelang jalan tahun ketiga masa sewa tanah tersebut, tiba-tiba pemilik tanah membatalkan/mengakhiri akad secara sepihak. Dikarenakan dengan adanya pihak ketiga yang ingin menyewa tanah yang sama dengan jumlah harga pertahunnya lebih tinggi dibanding dengan harga yang di bayarkan oleh penyewa pertama.
Dalam kasus ini pihak penyewa merasa adanya ketidak adilan dan ketidak redhaan serta merasa dirugikan oleh pihak pemilik tanah, si penyewa terpaksa mengakhiri kontraknya tidak berdasarkan kemauannya atau kelalaian yang ditimbulkan darinya. Pendapat ini disampaikan oleh bapak Samsuar sebagai penyewa lahan pertanian.
11Dari cara pemilik tanah yang membatalkan perjanjian secara sepihak inilah yang membuat sipenyewa merasakan ketidakadilan dan dirugikan karena ganti rugi yang diberikan oleh pemilik tanah hanya mengembalikan uang sewa yang
11 Ratinas, Wawancara Pribadi, Hari Jum‟at 21 Juli 2017
67
belum terlaksana dan modal penyewa dalam menggarap lahan pertanian yang dalam hal ini tidak seimbang dengan hasil panen jika lahan tersebut panen nantinya.
Akibat atau dampak negatifnya dari pembatalan secara sepihak sewa menyewa yang dilakukan oleh pemilik tanah dengan penyewa tanah ini yaitu timbulnya pertengkaran, perselisihan antara pihak penyewa dengan pihak pemilik tanah lahan pertanian.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan salah seorang penyewa tanah sawah yaitu bapak Iswandi yang mengeluh, keluhannya itu adalah pada saat bapak Iswandi ini menyewa sebidang lahan pertanian selama 5 tahun, dan menjelang tahun ke-3 tanah tersebut diminta oleh sipemiik tanah kembali tanah dengan alasan sipemilik tanah akan menggarap sendiri lahan pertanian yang di sewakan tadi. Sementara tanah tersebut sedang ditanami sayur-sayuran oleh bapak Iswandi yang tidak akan lama lagi panen.
12Dari wawancara penulis lakukan dengan bapak Suwardi, ia merasa adanya ketidakadilan dan dirugikan dikarenakan pada saat melakukan sewa menyewa dengan salah seorang pemilik tanah, yang pada saat itu belum mencapai masa akhir sewa, sementara uang sewa tanah pertanian tersebut sudah di berikan secara tunai dalam jangka 7 tahun. Tiba-tiba si pemilik tanah meminta tanahnya kembali dengan alasan yang tidak jelas, Dan mengembalikan uang sewa kepada bapak Suwardi tersebut tanpa
12 Iswandi,Wawancara Pribadi ,Hari Jum‟at 21 Juli 2017
68
mempertimbangkan pokok/modal sayur-sayuran yang sedang ditanami oleh bapak Suwardi.
13Selanjutnya ada ibu Agusneli yang menyewa sebidang tanah, yang sewa menyewa saat itu baru berlangsung selama 6 bulan, ibu ini terpaksa mengembalikan tanah pertanian kepada pemilik tanah lantaran adanya kesalah pahaman di antara keduanya, dan si pemilik tanah meminta kembali tanah yang ia sewakan tadi dan menyewakan kepada orang lain dengan jumlah harga pertahunya lebih tinggi dibandingkan dengan uang sewa yang diberikan oleh ibuk Agusneli, ujarnya.
14Selanjutnya penulis mewawancarai Bapak Afrizal seorang pemilik tanah yang beralamat di jorong Sawah Rakan, ia telah menyewakan tanahnya selama 3 tahun. Dari sewa menyewa tersebut bapak Afrizal meminta tanahnya kembali yang belum sampai masa akhir sewa dengan alasan si penyewa tidak optimal dalam menggarap lahan pertanian yang ia sewakan kepeda sipenyewa.
15Selanjutnya penulis mewawancarai Bapak Muhammad Nur seorang pemilik tanah yang menyewakan tanahnya kepada penyewa selama 6 tahun.
Pemilik tanah ini meminta kembali tanah yang ia sewakan tersebut dengan alasan yang tidak jelas. sipemilik tanah ini akan menggarap sendiri lahan yang ia sewakan tadi, sipemilik tanah ini juga mengatakan lebih baik menggarap tanah sendiri dari pada menyewa tanah orang lain, ujarnya.
1613 Suwardi, Wawancara Pribadi , Hari Jum‟at 21 Juli 2017
14 Agusneli, Wawancara Pribadi, Hari Jum‟at 21 Juli 2017
15Afrizal, Wawancara Pribadi, Hari Sabtu 22 Juli 2017
16 Muhammad Nur,Wawancara Pribadi, Hari Sabtu 22 Juli 2017
69
Penulis juga mewawancarai Ibu Asmiar beralamat di Jorong Sawah Rakan, ia menyewa sebidang tanah di Jorong Padang kudo tersebut selama 5 tahun, ibuk ini juga terpaksa mengembalikan tanah yang sedang ia garap tanpa adanya kelalaian yang ia perbuat atau musibah yang menimpanya. Sipemilik tanah meminta kembali tanah yang ia sewa tanpa alasan yang jelas.
17Beranjak dari beberapa wawancara yang penulis lakukan dengan pemilik tanah dan pihak penyewa sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pihak penyewa merasakan ketidak adilan dan merasa dizhalimi oleh pemilik tanah dan adanya ketidak redhaannya dalam melaksanakan transaksi al-ijarah ini atau ada yang merasa tidak adil atas pelaksanaan sewa menyewa ini.
Supaya tidak terjadi rasa saling merugikan salah satu pihak, sebaiknya sebelum terjadi kegiatan sewa menyewa ini pemilik tanah dan pihak penyewa tanah harus membuat sebuah aturan atau perjanjian diantara mereka pada awal akad sewa menyewa itu dilakukan. Yang dalam perjanjian itu dibuat secara tertulis bahwasanya tanah yang sudah disewakan oleh pemilik tanah kepada sipenyewa akan berakhir sampai batas waktu yang telah disepakati diawal akad. Dan tanah yang dalam masa sewa tidak boleh disewakan kepada pihak ketiga tanpa adanya persetujuan antara pemilik tanah dengan sipenyewa.
Hal ini dilakukan supaya tidak adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh diantara dua orang yang berakad. Sehingga suatu saat tidak akan ada rasa ketidak ridhaan yang dirasakan oleh kedua belah pihak.
17 Asmiar, Wawancara Pribadi, Hari Sabtu 22 Juli 2017
70
C. Pandangan Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Sewa Menyewa Tanah Lahan Pertanian di Nagari Batagak
Untuk menentukan pandangan hukum Islam terhadap pelaksaan sewa menyewa tanah Lahan Pertanian di Nagari Batagak Kec. Sungai Pua, sebelumnya penulis akan mengemukakan prinsip-prinsip umum (azaz) dalam bermu‟amalah yaitu:
1. Asas Kebolehan atau Kebebasan dalam Bermua‟alah
Ulama Fiqh sepakat bahwa hukum asal dari kegiatan muamalah itu adalah boleh maksudnya semua kegiatan mua‟malah tersebut dapat dilakukan tidak ada dalil yang melarangnya, baik itu dalam Al-Qur‟an maupun dalam Hadist, di dalam kaidah ushul dinyatakan bahwa:
18
. ﻢﻴسﺤﺘﻠﺍ ﻰﻠﻋ ﻞﻴﻠذ ﻞذﻴ ﻰﺗﺤ تﺤﺎﺑﻹﺍ ﺀﺎﻴﺸﻻﺃ ﻲﻔ ﻞﺼﻷﺍ
Artinya:
“Asal pada sesuatu adalah sah (boleh) sehingga datang dalil yang mengharamkan”
Kaidah hukum di atas dapat kita simpulkan bahwa kita tidak bisa mengatakan bahwa sebuah transaksi itu dilarang, sepanjang belum/ tidak ditemukan nash yang secara sharih melarangnya. Hal ini karena, dasar hukum muamalah yaitu kebolehan atau bebas. Berbeda dengan ibadah karena kita tidak bisa melakukan sebuah ibadah jika memang tidak ditemukan nash yang memerintahkannya, ibadah kepada Allah tidak bisa dilakukan jika tidak terdapat syariat dari-Nya.
18Muhlish Usman, Kaidah-Kaidah Shuliyah Dan Fiqhiyah, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1997), Cet Ke-2, h.119
71
2. Asas Kerelaan/Keredhaan
Asas ini menyatakan bahwa segala transaksi atau kegiatan yang dilakukan harus berdasarkan kerelaan masing-masing pihak, harus didasarkan pada kesepakatan dari para pihak dan tidak boleh ada unsur paksaan, tekanan, penipuan dalam pelaksanaannya, sebagaimana firman Allah surat An-Nisa‟
ayat 29 :
َنُُكَﺗ ْنَﺃ ﻻِإ ِﻞِطﺎَبْلﺎِﺑ ْﻢُكَىْﻴَﺑ ْﻢُكَلﺍ َُْمَﺃ ﺍُُﻠُكْأَﺗ ﻻ ﺍُُىَمآ َهيِزَّلﺍ ﺎٍَُّيَﺃ ﺎَي ٍضﺍ َشَﺗ ْهَﻋ ًة َسﺎَجِﺗ
ﺎًمﻴ ِح َس ْﻢُكِﺑ َنﺎَك َ َّاللَّ َّنِإ ْﻢُكَسُﻔْوَﺃ ﺍُُﻠُﺘْقَﺗ ﻻ ََ ْﻢُكْىِم . ﺀﺎسوﻠﺍ (
۶ : ٢۹ )
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.(QS.An-Nisa‟:29)
Berbicara masalah hukum merupakan syar‟i yang berkaitan erat dengan perbuatan mukallaf. Adapun hukum syar‟i menurut fuqaha yaitu berita yang melakukan pembicaraan syar‟i dalam perbuatan yang melahirkan hukum seperti wajib, haram, mubah, makruh, dan mandub. Lima bentuk hukum ini merupakan hukum taklifi (yang memberatkan)
Ulama membedakan hukum kepada dua macam yaitu, hukum taklifi dan
hukum wadh‟i. Hukum taklifi yaitu hukum yang langsung mengenai perbuatan
mukallaf atau memberhentikan dari membuat atau memilih antara memperbuat
atau memperhentikan. Adapun hukum wadh‟i yaitu ketentuan yang ditetapkan
Allah, tidak langsung mengatur perbuatan mukallaf itu karena adanya sebab
bagi musabab atau syarat bagi yang disyari‟atkan atau larangan-larangan
hukum.
72
Ditetapkannya syarat-syarat dalam setiap akad dalam transaksi mu‟amalah ini agar dapat tercipta kemaslahatan kedua belah pihak dan agar tidak terjadi perselisihan dan saling menzalimi satu sama lain. Dalam keadaan ini pula dari hukum haramnya zat perbuatan itu, tetapi karena urusan luar artinya zat perbuatan itu tidak merusak dan tidak memberi mudharat, tetapi mempunyai hal-hal yang berlainan dengan apa yang membuatnya merusak dan mendatangkan kemudharatan.
Masuk kepada akad-akad yang dilakukan seorang pemberi sewa terhadap penyewa yang pernah diutarakan sebelum terjadinya ijarah. Dan janji ini mesti ditunaikan karena menepati janji merupakan perintah Allah SWT kepada hambanya.
3. Asas Kemaslahatan
Kegiatan bermu‟malah harus senantiasa berusaha mewujudkan kemaslahatan bagi pihak-pihak yang melakukannya. Allah tidak akan menurunkan syariat, kecuali tujuan untuk merealisasikan kemaslahatan hidup hamba-Nya, tidak bermaksud memberi beban dan menyempitkan ruang gerak kehidupan manusia. Maka tidak boleh melakukan mu‟amalah untuk kejahatan yang akan merugikan diri pribadi atau masyarakat umum. Dalam kaidah fiqh dijelaskan:
19
.ﺢﻠﺎﺼملﺍ ﺏﻠﺟ هم ﻰلُﺃ ذسﺎﻔمﻠﺍ ﺀشذ
Artinya:
“Menolak kemudharatan didahulukan dari mencari kebaikan”
Dalan firman Allah surat Al-Baqarah ayat 279 menjelaskan:
19 Muhlish Usman, Kaidah-Kaidah Shuliyah Dan Fiqhiyah, (Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada, 1997), Cet Ke-2, h.119
73
ْﻢُﺘْبُﺗ ْنِإ ََ ًِِلُُس َس ََ ِ َّاللَّ َهِم ٍﺏ ْشَﺤِﺑ ﺍُُوَرْأَف ﺍُُﻠَعْﻔَﺗ ْﻢَل ْنِإَف ُسَُء ُس ْﻢُكَﻠَف
َنُُمَﻠْظُﺗ ﻻ ََ َنُُمِﻠْظَﺗ ﻻ ْﻢُكِلﺍ َُْمَﺃ
“ Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”.(QS.Al Baqarah:279).
Dapat dipahami bahwa menolak mudharat harus didahulukan dari mencari kebaikan. Sehingga apa yang mendatangkan kebaikan dibolehkan dan yang mendatangkan kemudharatan dilarang.
Maslahah itu akan tercapai dengan memelihara tujuan syara‟ yang terhimpun dalam lima kepentingan, yaitu Dharuriyah, Hajiah, Kamaliyah.
Dharuriyah adalah segala sesuatu yang harus ada untuk menjamin kemaslahatan hidup didunia dan diakhirat. Hajiyat adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk menolak kemudharatan menurut kebiasaannya dapat menimbulkan kesulitan dan kesusahan untuk memenuhi tuntutan seperti rukhsah dalam bidang ibadah jual beli salam dalam bidang mu‟amalah.tahsiniah (kamaliah) adalah mengambil sesuatu hal yang dianggap baik menurut adat dan menjauhi sesuatu yang dianggap keji (buruk) dengan pertimbangan akal sehat, dengan istilah lain adalah yang baik dan terpuji dalam pandangan akal sehat.
Contohnya adalah keharusan membersihkan pakaian, tempat dan badan
ketika hendak shalat, serta berharum-haruman dalam ibadah, dalam bidang
adat seperti tata krama makan dan minum. Dalam bidang mu‟amalah seperti
jual beli najis, dalam dalam bidang jinayah seperti larangan membunuh wanita
dan anak-anak dalam perperangan.
74
Dalam pelaksanaanya keberadaan maslahah itu juga dapat dibedakan kepada tiga macam, yaitu maslahah mu‟tabarah, maslahah mursalah, dan maslahah mulgah.maslahah mu‟tabarah adalah kemaslahatan yang didukung oleh syara‟ (nash), misalnya seorang pencuri yang dikenakan hukuman haru mengembalikan barang yang dicurinya kepada pemiliknya apabila masih utuh atau menganti dengan yang sama nilainya apabila barang itu sudah habis atau rusak.
Maslahah mursalah adalah kemaslahatan yang keberadaannya tidak didukung oleh nash dan tidak pula ditolak. Contohnya tentang pengumpulah Al-Qur‟an pada masa Abu Bakar. Seperti diketahui bahwa pengumpuan Al - Qur‟an tersebut tidak ditemukan satu dalilpun yang menyurunya. Akan tetapi dengan adanya perbuatan itu sangat jelah ada kaitannya dengan kemaslahatan umat islam.
Dari keterangan diatas dapat kita pahami bahwa islam menghendaki kemaslahatan. Dan itu merupakan prinsip dasar yang harus diwujudkan dalam suasana dan situasi apapun.
Maslahah mulgah adalah kemaslahatan yang ditolak oleh syara‟ karena
bertentangan dengan nash. Misalnya kasus salah seorang pembesar Andalus
(Spanyol) yang bersetubuh dengan istrinya pada siang hari saat bulan
ramadhan. Yahya mufti dan faqih kerajaan, memberikan fatwa dan kenakan
sanksi kafarat puasa dua bulan berturut-turut dengan pemikiran agar dengan
kafarat yang begitu berat akan membuat sang pejabat jera.
75
Dalam fiqh mu‟amalah pembagian aqad dilihat dari konsekuensi terjadinya aqad ada dua:
1. Luzum
Luzum maknanya ialah, salah seorang dari dua orang yang berakad tidak dapat melepaskan diri dari ikatan akad selama mereka berdua belum sepakat untuk iqalah (taqayul), karena akad yang telah dilakukan merupakan ikatan terhadap kedua belah pihak. Maka kehendak salah satu pihak tidak merusakkan kehendak pihak yang lain. Luzum adalah dasar asasi dalam masalah akad. Jika tidak adanya luzum, hilanglah maziah akad yang terpenting. Mengingat tanpa perlu menunggu suatu yang lain. Jelasnya, akad dapat terwujud dengan sempurnanya akad.
Menurut mazhab Syafi‟y dan mazhab Hanbali, dalam akad jual beli akad- akad dapat dibatalkan, seperti sewa menyewa dan shulh terhadap harta, tidak diperbolehkan sifat luzum melainkan sesudah majlis akad bubar, dengan berpisahnya orang orang yang berakad itu. Sebelum mereka berpisah maka masing-masing aqid yang berakad itu masih boleh mencabut akadnya..
Menurut fuqaha Hanafiah dan Malikiah, akad dipandang telah sah dan tidak dapat diganggu gugat lagi, dipandang telah berlaku sesudah terjadinya ijab dan qabul, ataupun yang dapat dipandang mengganti ijab dan qabul.
Sesudan ijab qabul selesai, sudah tidak bisa diganggu gugat lagi, tidak bisa
menolak, tidak ada hak lagi bagi salah satu pihak menarik kembali akadnya
tanpa ada persetujuan yang sepihak lagi.
76
Mazhab Hanafi dan mazhab Maliki sesuai dengan hukum positif yang berlaku di dunia moderen sekarang. Maka oleh sebab itu mazhab Hanafi dan mazhab Maliki yang dapat kita pergunakan untuk menampung persoalan ini, sedang mazhab Syafi‟y dan Hambali dalam hal ini tidak dapat dipergunakan untuk menampung perkembangan masa sekarang.
2. „Uqud Ghairu Lazimah
Luzum secara umum mmungkin tidak terdapat pada sebagian akad.
Karenanya dapatlah kedua belah pihak atau salah satunya melepaskan diri dari ikatan akad dan membatalkannya secara sepihak, tanpa menunggu persetujuan pihak lain. Tidak ada sifat luzum pada beberapa akd itu, dapat secara mutlak, atau dikaitkan dengan keadaan-keadaan tertentu. Hal ini dapat terjadi disebabkan:
Pertama, karena ghayah akad tidak menghendaki adanya luzum. Diwaktu itu akad dinamakan: „aqdu ghairu lazimah karena adamul luzum yang menjadi sifat yang mendapat tanggapan akad. kedua, adakalanya adamul luzum itu datangnya kemudian, yaitu: datangnya beberapa keadaan yang menghilangkan sifat luzum dan mengkehendaki supaya diberikan kepada si aqid hak membatalkan akad, maka jadilah akad yang lazim sebagai akad yang tidak lazim.
Pada hakikatnya fiqh muamalah bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan manusia, menghilangkan segala kesulitan atau kemudharatan.
Dalam pelaksanaanya Allah memberikan kelonggaran dalam melakukan setiap
kegiatan yang menyangkut persoalan umatnya, baik itu mengenai persoalan
77
hubungan antara manusia dengan tuhan maupun hubungan antara manusia dengan manusia.
20Sebagai dasar hukum Al-Qur‟an memberikan aturan atau ketentuan dalam setiap kegiatan yang menyangkut hubungan antara masusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia. Salah satu bentuk kegiatan yang diatur di dalam Al-Qur‟an yaitu persoalan rmuamalah sebagaimana dalam firman Allah QS Al-Maidah ayat 1:
َشْﻴَغ ْﻢُكْﻴَﻠَﻋ ﻰَﻠْﺘُي ﺎَم ﻻِإ ِمﺎَعْوﻷﺍ ُتَمﻴٍَِﺑ ْﻢُكَل ْتَّﻠ ِحُﺃ ِدُُقُعْلﺎِﺑ ﺍُُف ََْﺃ ﺍُُىَمآ َهيِزَّلﺍ ﺎٍَُّيَﺃ ﺎَي ُذي ِشُي ﺎَم ُﻢُكْﺤَي َ َّاللَّ َّنِإ ٌم ُشُح ْﻢُﺘْوَﺃ ََ ِذْﻴَّﺼلﺍ ﻲِّﻠ ِﺤُم
. يدﺌﺎمﻠﺍ ) ۵
) ﺍ :
Artinya:
” Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu[388].
Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu.
(yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”.(QS.Al-Maidah:1)
Dari ayat di atas dapat dilihat bahwa pemenuhan aqad sangat di butuhkan dalam setiap kegiatan mua‟malah. Allah juga memperbolehkan mencari suatu keuntungan tanpa melanggar perintah Allah sebagai mana dalam QS An-nisa‟
ayat 29:
ٍضﺍ َشَﺗ ْهَﻋ ًة َسﺎَجِﺗ َنُُكَﺗ ْنَﺃ ﻻِإ ِﻞِطﺎَبْلﺎِﺑ ْﻢُكَىْﻴَﺑ ْﻢُكَلﺍ َُْمَﺃ ﺍُُﻠُكْأَﺗ ﻻ ﺍُُىَمآ َهيِزَّلﺍ ﺎٍَُّيَﺃ ﺎَي ﺎًمﻴ ِح َس ْﻢُكِﺑ َنﺎَك َ َّاللَّ َّنِإ ْﻢُكَسُﻔْوَﺃ ﺍُُﻠُﺘْقَﺗ ﻻ ََ ْﻢُكْىِم . ﺀﺎسوﻠﺍ ( ۶
: ٢۹ )
Artinya:
” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”(QS.An-Nisa‟:29).
20 Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah,(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2008),h.118
78
Berlaku suka sama suka dalam ayat diatas menjelaskan bahwa Allah memberikan kebebasan untuk melakukan setiap kegiatan bermu‟amalah dan terbebas dari unsur tekanan, penipuan dan paksaan. Berlaku suka sama suka dalam ayat diatas juga berarti, adanya kerelaan pihak-pihak yang bermua‟malah sehingga tidak ada yang dirugikan.
Unsur-unsur yang harus di penuhi dalam berbagai macam aqad atau transaksi muamalah adalah:
1. Adanya pihak yang berakad 2. Barang atau objek
3. Tujuan aqad
4. Shigat ijab dan qabul.
21Jadi dari hasil penelitian penulis bahwa transaksi sewa menyewa yang terjadi pada masyarakat Nagari Batagak Kec. Sungai Pua, dua bentuk pelaksanaan sewa menyewa, yaitu:
a. Sewa menyewa yang pada awal aqad itu antara pihak penyewa dengan pemilik tanah menyebutkan batas waktu pelaksanaan sewa menyewa. Dan juga dalam sewa menyewa dibuat secara tertulis kalau sewa menyewa ini akan berakhir sampai batas waktu yang telah ditentukan pada awal perjanjian dulunya.
Namun pada kenyataannya pada masyarakat Kenegarian Batagak terjadi pembatalan kontrak secara sepihak oleh pemilik tanah, sementara tanah yang disewakan tersebut belum sampai masa akhir sewa. Dalam Islam, janji adalah
21 Rahmat Syafi‟I,Fiqh Muamalah,(Bandung:CV Pustaka Setia,2001),h.125
79
sesuatu yang sangat di jaga, selama janji tersebut tidak bertujuan untuk berbuat dosa dan ingkar kepada Allah. Dan setiap muslim sangat di tekankan untuk menepati janji yang sudah mereka ikrarkan.
b. Sewa menyewa yang pada awalnya tidak disebutkan batas waktu akhir sewa menyewa dilakukan. Pemilik tanah menyerahkan tanahnya kepada sipenggarap atau sipenyewa dengan mengatakan atau menyebutkan kepada sipenyewa kalau tanah ini akan disewakan kepada sipenyewa selama mungkin sampai sipenyewa puas, dan menyerahkan kembali tanah lahan pertanian kepada sipemilik tanah. Perjanjian itu dilakukan antara pemilik tanah dengan sipenyewa pada awal akad secara lisan.
Berdasarkan kedua bentuk sewa menyewa diatas, yang terjadi di masyarakat Kanagarian Batagak, pada bentuk sewa menyewa yang pertama yang kontrak atau perjanjian yang dibuat antara si penyewa dengan pemIlik tanah itu dilakukan secara tertulis. Akan tetapi juga terjadi pembatalan secara sepihak atau (wanprestasi) oleh pemilik tanah, tanpa mempertimbangkan sipenyewa yang lahan pertanian tersebut sedang ditanami sayur-sayuran.
Dan pada bentuk sewa menyewa yang kedua yang terjadi pada
masyarakat Kanagarian Batagak, pemilik tanah seenaknya saja mengakhiri
sewa menyewa yang sedang berlangsung, hal ini terjadi karena tidak adanya
kejelasan batas waktu yang ditentukan diawal akad. Tanah diminta kembali
oleh pemilik tanah tanpa menganti modal yang telah dihabiskan oleh si
penyewa dalam menggarap lahan pertanian. Sementara modal sipenyewa
80
dalam menggarap lahan tersebut belum terganti karena hasil dari lahan tersebut masih jauh dari modal yang telah dihabiskan.
yang menyebabkan pembatalan secara sepihak oleh pemilik tanah dalam sewa menyewa lahan pertanian ini adalah:
1). Bahwasanya sipemilik tanah akan menggarap sendiri lahan pertanian yang telah disewakan sebelumnya, dengan alasan karena tidak adanya tanah yang akan digarap lagi.
2). Sipemilik tanah meminta tanahnya kembali dengan alasan kalau sipenyewa tidak optimal dalam menggarap tanah yang ia sewakan.
3). Sipenyewa mengatakan kalau masa kontrak sudah habis, sementara dalam bukti tertulis batas waktu sewa menyewa belum habis.
4). Sipemilik tanah akan menyewakan tanahnya kepada orang lain, dalam hal ini yakni pihak ketiga.
Menurut pandangan hukum islam kegiatan mu‟amalah yang terjadi di kanagarian Batagak melanggar prinsip-prinsip akad ijarah yaitu keredhaan kedua belah pihak yang berakad sebagai mana dalam fiqh muamalah belum terpenuhi. Terutama pihak penyewa yang tidak rela atau tidak redha atas perbuatan yang diterimanya dari si pemilik tanah yang si penyewa merasa kalau ia telah dizhalimi dan perbuatan sipemilik tanah tersebut sama sekali tidak mendatangkan kemaslahatan antara sesama umat muslim.
Berdasarkan keterangan di atas maka penulis mengambil kesimpulan
bahwa hukum asal dari Ijarah adalah luzum. Karenanya kedua belah pihak
dapat dipaksa mentanfidzkan aqad ijarah itu. Dalam pada itu para fuqaha
81
menetapkan bahwa si mu‟jir boleh membatalkan atau tidak meneruskan akad lantaran adanya uzur. Hanafiah membolehkan pembatalan kontrak dengan dua sebab. Pertama, „aib yaitu cacat atau rusak pada objek sewaan. Kedua, „uzur dari si penyewa dan yang menyewa
Dan kasus yang terjadi di kanagarian Batagak dalam pembatalan sepihak yang dilakukan oleh pemilik lahan tampa persetujuan atau menimbang dari si penggarap pada nagari Batagak pelaksanaannya tidak sah menurut hukum Islam dan batal demi hukum karena dalam pelaksanaan sewa menyewa yang terjadi pada masyarakat kanagarian Batagak yaitu membatalkan kontrak secara sepihak saja melanggar dari akad ijarah, yakni nya akadnya Lazim.
Dalam Islam, janji adalah sesuatu yang sangat di jaga, selama janji tersebut tidak bertujuan untuk berbuat dosa dan ingkar kepada Allah. Dan setiap muslim sangat di tekankan untuk menepati janji yang sudah mereka ikrarkan. Adapun perintah untuk menepati janji telah Allah sebutkan dalam Al-Qur'an Surah An- Nahl : 91-92
Al-Qur‟an Surah An-Nahl : 91-92
َ َّاللَّ ُﻢُﺘْﻠَعَﺟ ْذَق ََ ﺎٌَِذﻴِك َُْﺗ َذْعَﺑ َنﺎَمْيَ ْﻷﺍ ﺍُُضُقْىَﺗ َﻻ ََ ْﻢُﺗْذٌَﺎَﻋ ﺍَرِإ ِ َّاللَّ ِذٍَْعِﺑ ﺍُُف ََْﺃ ََ
ْﻢُكْﻴَﻠَﻋ
( َنُُﻠَعْﻔَﺗ ﺎَم ُﻢَﻠْعَي َ َّاللَّ َّنِإ ًلًﻴِﻔَك ٍة َُُّق ِذْعَﺑ ْهِم ﺎٍََل ْزَغ ْتَضَقَو ﻲِﺘَّلﺎَك ﺍُُوُُكَﺗ َﻻ ََ ) 19
ُﻢُكُُﻠْبَي ﺎَمَّوِإ ٍتَّمُﺃ ْهِم ﻰَﺑ ْسَﺃ َﻲٌِ ٌتَّمُﺃ َنُُكَﺗ ْنَﺃ ْﻢُكَىْﻴَﺑ ًلًَخَد ْﻢُكَوﺎَمْيَﺃ َنَُز ِخَّﺘَﺗ ﺎًثﺎَكْوَﺃ َُّاللَّ
ًِِﺑ
( َنُُﻔِﻠَﺘْخَﺗ ًِﻴِف ْﻢُﺘْىُك ﺎَم ِتَمﺎَﻴِقْلﺍ َم َُْي ْﻢُكَل َّهَىِّﻴَبُﻴَل ََ
19 )
Artinya:
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan
janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu sesudah meneguhkannya,
sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah
itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. 16:91) Dan
82