• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISA. Universitas Kristen Petra"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

4. ANALISA

4.1 Pendahuluan

4.1.1 Petro-Canada Lubricants

Petro-Canada merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri perminyakan sejak tahun 1985 dan menghasilkan lebih dari 350 pelumas.

Pada tahun 2009 Petro-Canada bergabung dengan Suncor Energy, sehingga nama Petro-Canada kini menjadi nama brand yang dimiliki oleh perusahaan Suncor Energy, memiliki kantor pusat yang berada di Calgary, Alberta. Petro-Canada merupakan “Canada’s gas station” di negara Canada. Sejarah singkat tentang Petro-Canada adalah sebagai berikut :

 1985 – Petro-Canada membeli sebuah laboratorium riset perminyakan di Mississauga.

 1993 – Fasilitas yang berada di Mississauga dirubah secara total menjadi sebuah pabrik pengeboran minyak dan industri pengolahan pelumas.

 1996 – Melakukan perluasan pabrik untuk meningkatkan jumlah produktivitas menjadi dua kali lipat.

 2006 – Meningkatkan kapasitas lagi sebanyak 25% pada plant Mississauga.

 2009 – Suncor Energy melakukan merger dengan Petro-Canada untuk menjadi Premier Canadian Energy Company, Suncor Energy.

Dengan bergabungnya Suncor Energy, Petro-Canada mampu memproduksi base oil yang paling jernih (99,9% pure) pada pabrik yang berlokasi di Mississauga, Ontario, Canada dengan kapasitas 900 juta liter/tahun. Petro-Canada juga merupakan salah satu produsen White Oil terbesar di dunia. (www.petrocanada- imp.com).

4.1.2 Pelumas Food Grade

Produk yang dihasilkan oleh Petro-Canada salah satunya adalah pelumas food grade. Pelumas food grade pada dasarnya sama dengan pelumas konvensional biasa dalam hal fungsi pelumas, namun ada perbedaan pada

(2)

pelumas terdiri dari 2 hal, yaitu base oil dan zat aditif yang dipakai pada pelumas food grade. Pelumas food grade mengandung 95-99% base oil dan 1-5% zat aditif, dalam hal ini terlihat bahwa kualitas sebuah pelumas dipengaruhi oleh kualitas dari base oil yang digunakan. Bahan dasar (base oil) yang dipakai pada pelumas food grade menggunakan white oil, dimana white oil merupakan bahan dasar pelumas yang aman jika terkena produk. Perbedaan antara pelumas food grade dan pelumas non food grade dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.1 Tabel perbedaan pelumas non food grade dan pelumas food grade Pelumas non food grade Pelumas food grade Memiliki kandungan sulfur/asam Tidak ada kandungan sulfur/asam

Memiliki bau ( beraroma) Tidak ada aroma bau Menggunakan zat aditif yang memiliki

kandungan metals

Menggunakan zat aditif yang telah disetujui oleh FDA

Bentuk kemasan fokus pada kualitas Jumlah zat aditif yang boleh digunakan terbatas

Jenis-jenis pelumas food grade Petrocanada adalah sebagai berikut : Tabel 4.2 Tabel jenis pelumas food grade Petrocanada

Jenis pelumas Nama Produk ISO VG Kemasan

Kompresor Purity FG Compressor fluid 68 Pail Hidrolik Purity FG Hydraulic Fluid 32 ; 46 Pail Gear Purity FG Gear Fluid 150 ; 220 ;460 Pail Heat Transfer Purity FG Heat Transfer Fluid Pail

Grease Purity FG Grease 00 ; 2 Tubes ; Pail

White oil Purity FG White Oil 35 Pail

Kemasan yang digunakan pada pelumas food grade ini memiliki 2 macam bentuk, yaitu :

 Kemasan pail, merupakan jenis kemasan yang paling sering digunakan.

kemasan ini berbentuk seperti kaleng cat yang memiliki isi sebanyak 20

(3)

liter, berat 20 kg, dan dimensi ukuran 52x30 cm. Gambar kemasan pail dapat dilihat pada gambar 4.1.

Gambar 4.1. Kemasan pail pelumas Petro-Canada

 Kemasan Tubes, merupakan kemasan kecil yang berbentuk mirip tabung.

Kemasan ini memiliki berat 450 gram. Gambar kemasan tubes dapat dilihat pada gambar 4.2.

Gambar 4.2. Kemasan tubes pelumas Petro-Canada 4.1.3 Klasifikasi pelumas food grade

Pelumas food grade memiliki 3 klasifikasi yang dikeluarkan oleh USDA (United States Department of Agriculture) namun saat ini USDA sudah digantikan oleh NSF (National Sanitary Foundation) untuk melanjutkan proyek USDA. 3 klasifikasi pelumas food grade adalah sebagai berikut :

(4)

Pelumas H-1

Pelumas food grade yang dipakai pada proses pengolahan dimana ada kemungkinan terkena secara langsung dengan produk yang dihasilkan.

Pelumas H-2

Pelumas food grade yang dipakai pada peralatan/bagian mesin pada lokasi dimana tidak ada kemungkinan kontak secara langsung dengan makanan.

Pelumas H-3

Pelumas food grade yang digunakan pada mesin/peralatan dimana kemungkinan terkena makanan tidak dapat dihindari seperti conveyor makanan dan gantungan daging. Selain itu, pelumas tipe ini juga dapat berfungsi sebagai bahan tambahan makanan (aditif makanan).

Ada dua pengecualian keadaan dimana pemakaian dengan pelumas H-2 sebenarnya sudah cukup namun harus menggunakan pelumas H-1. Dua keadaan tersebut adalah :

Above the line

Above the line adalah posisi dimana pelumas yang dipakai pada rantai produksi memiliki resiko yang besar akan terjadinya kontaminasi apabila menetes pada produk dibawahnya. Oleh sebab itu direkomendasikan bahwa meskipun secara visual cukup menggunakan pelumas H-2 namun karena ada resiko kontaminasi sehingga harus menggunakan pelumas H-1.

Gambar contoh “Above the line” dapat dilihat pada gambar 4.3.

(windward.org)

Gambar 4.3 Contoh keadaan “Above the line

(5)

 Mesin Agitator (mesin pengaduk)

Mesin agitator jika dilihat secara visual dan dari bentuk mesinnya menggunakan pelumas H-2 namun karena adanya potensi untuk kontaminasi bila terjadi kebocoran (leaks) akan dapat mengalir ke produk tanpa diketahui waktu kejadiannya. Gambar mesin agitator dapat dilihat pada gambar 4.4. (id.weirsmineral.com)

Gambar 4.4 Gambar mesin agitator (mesin pengaduk).

4.2 Analisa Pasar

4.2.1 Perkiraan Potensi Pasar

Pemakaian pelumas food grade menjadi syarat wajib bagi perusahaan yang ingin memiliki HACCP dan ISO 22000 (food safety management) terutama untuk perusahaan yang bergerak di industri pengolahan makanan dan minuman.

Pelumas yang dipakai untuk mesin pengolahan makanan dan minuman dapat memiliki kemungkinan untuk tidak sengaja terkena produk, oleh karena itu harus dipastikan bahwa pelumas yang dipakai aman walaupun terkena produk secara langsung. Mengacu pada HACCP dan ISO 22000, industri pengolahan makanan dan minuman menjadi target pasar utama untuk memakai pelumas food grade.

Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa ada industri pada bidang lain yang juga akan membutuhkan pelumas food grade. Potensi pasar selain industri pengolahan makanan dan minuman dapat dilihat pada gambar 4.5.

(6)

Gambar 4.5 Potensi pasar pelumas food grade

Potensi pasar selain industri pengolahan makanan dan minuman untuk memakai pelumas food grade muncul karena potensi kontaminasi terhadap produk makanan dan minuman juga dapat disebabkan dari seluruh rantai produksi mulai dari industri pengolahan bahan baku hingga proses distribusi produk ke konsumen akhir.

4.2.2 Kondisi Pasar

Analisa pasar ini dilakukan untuk melihat dan menganalisa potensi pasar yang ada di kenyataan untuk menentukan apakah bisnis pelumas food grade yang akan dibangun memiliki prospek yang bagus di masa depan atau tidak. Badan pusat statistik (BPS) melansir bahwa industri di bidang makanan dan minuman memiliki jumlah yang paling banyak dibandingkan dengan bidang industri lainnya. Daftar jumlah industri yang bergerak di bidang makanan dan minuman di Jawa Timur dapat dilihat pada tabel 4.3.

Tabel 4.3 Tabel jumlah industri makanan dan minuman di Jawa Timur (BPS)

Jenis Industri 2007 2008 2009 2010 2011

Pengolahan makanan dan minuman 1736 1739 1761 1668 1906

(7)

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalah dilihat bahwa secara umum terjadi peningkatan jumlah industri makanan dan minuman terutama di provinsi Jawa Timur, peningkatan paling besar terjadi pada tahun 2011. Meningkatnya jumlah industri tentu berbanding lurus juga akan adanya kebutuhan pelumas industri terutama untuk pelumas food grade.

Kebutuhan pelumas industri makanan dan minuman adalah sebesar 605.270 liter (BPS). Jumlah industri pengolahan makanan dan minuman yang berjumlah 1906 dan kebutuhkan pelumas industri sebesar 605.270 liter hal ini berarti setiap industri memiliki kebutuhan sebesar 317,56 liter untuk setiap industri.

4.2.3 Potensi Tingkat persaingan

Kebutuhan pasar terhadap pelumas food grade yang semakin besar mendorong industri pelumas dunia berlomba-lomba untuk memproduksi dan menjual pelumas food grade. Hal ini yang membuat tingkat persaingan untuk bisnis pelumas food grade semakin ketat. Beberapa merk pelumas dunia yang mulai memasuki pasar pelumas food grade diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Shell

Shell adalah merk pelumas dari perusahaan The Royal Dutch Shell plc yang berada di Belanda. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1890 dan memasuki negara Indonesia pertama kali di Sumatera. Hingga saat ini Shell telah hadir di Indonesia dalam berbagai kegiatan usaha mulai pelumas otomotif, SPBU, hingga pelumas industri food grade.

(www.shell.co.id) 2. Total

Total adalah perusahaan minyak terbesar kelima di dunia. Di Indonesia, grup Total memiliki usaha dari hulu ke hilir, untuk lini bisnis hulu (produksi) dilakukan oleh TOTAL E&P INDONESIE, sedangkan untuk lini bisnis hilir (retail) dilakukan oleh PT Total Oil Indonesia. Proses produksi pelumas Total dilakukan di blok mahakam sejak tahun 1968.

Produk pelumas food grade merk Total memiliki nama ciri khas nama

(8)

3. LE (Lubricants Engineer)

Distributor pelumas LE di Indonesia adalah PT. Timurraya Kurniamanunggal yang telah berada di Indonesia selama lebih dari 20 tahun. PT. Timurraya Kurniamanunggal didukung oleh jaringan kerja yang bekerja dengan efektif dengan total cabang sebanyak 15 cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Pelumas food grade LE memiliki ciri khas adanya kode angka yang dimiliki untuk setiap nama produknya.

(www.le-indonesia.com) 4. Fuchs

PT Fuchs Indonesia merupakan distributor pelumas Fuchs di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1993. PT Fuchs Indonesia tergabung di dalam The Fuchs Group dimana The Fuchs Group adalah produsen pelumas independen yang memiliki fokus pada bisnis pelumas dan bukan pada bahan bakar. Memiliki lokasi manufaktur di Cikarang dan saat ini telah menyebar di jabodetabek, surabaya, sumatera, sulawesi, dan kalimantan. Pelumas food grade merk Fuchs memiliki ciri khas nama

“cassida” pada nama setiap produknya. (www.fuchs.co.id) 5. Garralube

Distributor pelumas Garralube di Indonesia adalah PT Gapura Raya yang berdiri sejak tahun 1965 oleh Bapak Peter Isman dan Bapak I Gede Djantang. PT Gapura Raya saat ini memiliki 21 kantor di seluruh Indonesia. PT Gapura Raya mulai merambah bisnis pelumas pada tahun 2010 dengan membawa nama brand Garralube.(www.gapuraraya.com)

(9)

Tabel 4.4 Tabel Jenis Pelumas Food Grade

No Brand Jenis Pelumas

Kompressor Hidrolik Gear Heat Transfer Grease White Oil

1. Petro-Canada Purity FG Compressor Purity FG AW Purity FG Gear Purity FG HT Purity FG Grease

Purity FG WO 2. Shell Cassida Fluid Cassida HF Cassida GL/HD Cassida HT Cassida

Grease -

3. Total Nevastane compressor Nevastane

Hydraulic Nevastane Gears - - -

4. LE Quin-syn F 4058 Food

Grade

6751 Machine

Oil - -

4010,4020, 4030,4040

WO

5. Fuchs Cassida - - - Geralyn -

6. Garralube - Garralube 580 - - - -

(10)

Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa Petro-Canada memiliki keunggulan dalam kelengkapan varian produk untuk pelumas food grade dibandingkan merk pelumas yang lain, dimana Shell merupakan pesaing utama di bisnis pelumas food grade karena hanya tidak memiliki white oil.

Shell dan Total yang lebih terkenal di masyarakat umum, secara tidak langsung membantu dalam pemasaran produk, sedangkan untuk merk yang lainnya akan lebih menggunakan pendekatan secara personal ke pihak perusahaan konsumen. Merk Garralube yang baru mulai masuk di Indonesia pada tahun 2010 secara varian produk memang hanya memiliki pelumas food grade hidrolik, namun PT Gapura Raya telah lama berada di Indonesia dengan bergerak di bidang distributor spare part mesin industri sehingga dalam melakukan pemasaran produk akan terbantu dengan cara menjual secara bundling (produk gabungan).

Tabel 4.5 Tabel Sertifikat

No Brand Jenis Sertifikat

ISO NSF Halal

1. Petro-Canada

ISO 9001 ISO 14001

ISO 19649 NSF H1

Halal IFANCA Kosher

2. Shell ISO 9001

ISO 14001 NSF H1 Halal

3. Total ISO 9001

ISO 14001 NSF H1 Halal

Kosher

4. LE ISO 9001 NSF H1 Halal

5. Fuchs ISO 9001 NSF H1 Halal

6. Garralube NSF H1 Halal

Menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, pelumas food grade Petro- Canada memiliki keunggulan yang dapat ditawarkan dibandingkan dengan kompetitor pelumas lainnya. Keunggulan yang dimiliki oleh pelumas Petro-Canada adalah

(11)

memiliki sertifikat NSF, sertifikat HALAL dari IFANCA, sertifikat GMS free, ISO 9001, ISO 14001, ISO 16949, dan sertifikat ECOSIA (Environmentally friendly).

Perbandingan kelengkapan sertifikat Petro-Canada dengan kompetitor dapat dilihat pada tabel 4.15. Pelumas food grade Petro-Canada memiliki ciri khas nama “Purity FG” pada setiap produknya.

Kelebihan pelumas food grade Petro-Canada dibandingkan dengan merk yang lain adalah life time pelumas yang lebih panjang dibandingkan merk yang lain. Life time pelumas merk Petro-Canada adalah sebesar 4000 ++ jam, sedangkan untuk pelumas merk lain adalah sebesar ±2000 jam. Pencapaian rekomendasi life time pelumas Petro- Canada memiliki syarat yang wajib diikuti oleh konsumen, dengan cara mengikuti SOP (Standard Operation Procedure) yang dibuat. SOP yang dibuat akan berisi tentang langkah-langkah yang harus ditempuh mulai dari proses awal pergantian pelumas lama dengan pelumas Petro-Canada hingga mencapai rekomendasi life time yang diberikan.

(12)

4.2.4 Prosedur Standar Pemakaian Pelumas Petro-Canada

Berikut ini adalah prosedur standar pemakaian pelumas Petro-Canada untuk mencapai rekomendasi life time pelumas :

Gambar 4.6 Gambar flow chart SOP

SOP ini dibuat untuk pihak konsumen ketika melakukan proses pergantian pelumas lama dengan pelumas Petro-Canada dengan harapan dapat menggunakan pelumas Petro-Canada sesuai dengan rekomendasi life time yang diberikan. Proses pertama yang dilakukan adalah dengan mengambil sampel pelumas lama dan dianalisa di laboratorium, hasil dari laboratorium ini dapat menggambarkan dari kondisi awal mesin. Kondisi awal mesin yang buruk dapat mempengaruhi performa pelumas karena

(13)

bagian part dari mesin sudah rusak/tidak dalam kondisi normal. Perbaikan akan dilakukan jika hasil laboratorium menunjukkan bahwa kondisi mesin buruk, jika sebaliknya maka bisa mulai memasukkan pelumas Petro-Canada ke dalam mesin.

Rekomendasi life time pelumas Petro-Canada adalah sebesar 4000 jam, untuk dapat mencapai 4000 jam perlu dilakukan proses monitoring secara berkala.

Pengecekan awal dilakukan ketika pemakaian pelumas mencapai angka 500 jam.

Hasil pengecekan 500 jam ini akan menentukan proses selanjutnya, hasil yang didapat kondisi baik maka dapat diteruskan pemakaian pelumas dan pengecekan selanjutnya pada 1000/1500 jam. Namun apabila hasil buruk, maka perlu dianalisa apakah ada kebocoran pada part mesin atau kondisi oli memburuk. Perbaikan mesin perlu langsung dilakukan sebelum kondisi semakin memburuk, jika memang kondisi mesin sudah parah maka perlu dilakukan konsultasi dengan distributor/penjual mesin. Pemakaian pelumas pada 1000/1500 jam akan dilakukan pengecekan lagi, jika hasil bagus maka pelumas langsung dapat dipakai ke angka rekomendasi yaitu 4000 jam namun jika hasil buruk, maka perlu di analisa hasil pengecekan. Penyebab utama pelumas tidak dapat mencapai lifte time yang direkomendasikan ada 2 penyebab, yaitu ada kerusakan pada part mesin atau ketidakcocokan spesifikasi antara pelumas dengan mesin.

SOP ini juga dapat digunakan untuk melakukan target penjualan, dimana dengan mengetahui umur/lifetime pelumas akan diketahui kapan konsumen akan melakukan repeat order/pemesanan ulang produk yang telah dipakai. Umur pelumas Petro-Canada yang berumur 4000 jam atau kurang lebih 5,6 bulan, oleh karena dapat diprediksi bahwa setiap 5-6 bulan akan terjadi repeat order dari konsumen.

4.2.5 Analisa SWOT

Analisa SWOT ini dilakukan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats). Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktor tersebut dan kemudian digambarkan dalam matrik SWOT yang berbentuk tabel 2x2. Berikut ini adalah tabel analisa SWOT :

(14)

Tabel 4.6 Tabel Analisa SWOT SWOT pelumas food grade Petro-Canada Strength

- Produsen White Oil (bahan dasar food grade)

- Umur oli 2x lebih lama - Sertifikat ISO, halal, NSF

Weakness

- Brand belum dikenal pasar - Lead time pengiriman

Canada-Indonesia butuh ± 3 bulan

- Gudang stok barang di Jakarta

Oportunities

- Semakin berkembangnya industri makanan di Indonesia

- Bertumbuhnya tingkat kesadaran industri makanan akan kebutuhan pelumas food grade

Threats

- Pesaing baru mulai bermunculan (Fuchs) - Pertamina mulai

mempelajari pelumas food grade

- Pola pikir konsumen yang mencari oli murah

Setelah membuat tabel analisa SWOT kita dapat melakukan analisa lebih dalam lagi dan menentukan strategi dengan mengambil analisa menggunakan 2 faktor.

 Strengths – oportunities

Kekuatan produk Petrocanada pada kualitas yang bagus, varian produk yang lengkap, dan sertifikat yang lengkap dapat menjadi senjata andalan untuk mendapatkan peluang yang ada di Indonesia.

 Weakness – oportunities

Kelemahan yang terdapat pada perusahaan ini adalah adanya jarak yang jauh antara negara Canada dengan Indonesia, oleh karena itu butuh waktu kurang lebih 3 bulan. Mengikuti perkembangan permintaan pelumas food grade,

(15)

perusahaan harus membuat sistem distribusi yang baik untuk menghindarkan terjadinya kekosongan barang ketika konsumen membutuhkannya.

 Strengths – threats

Ancaman dari pesaing pelumas food grade tidak dapat dihindarkan, kekuatan pelumas food grade Petrocanada harus terus dijaga. Mulai dari kualitas produk, varian produk yang lengkap, dan terutama kelengkapan sertifikat seperti ( sertifikat halal, ISO, NSF) harus terus diperbarui ketika sudah habis masa berlakunya.

 Weakness – threats

Sistem pergudangan dalam menjaga stok barang tidak habis harus dibuat secepat mungkin. Hal ini dapat menjadi sebuah ancaman baru atau menjadi peluang bagi kompetitor untuk mengambil alih pasar baik yang sudah didapat maupun belum didapat.

4.3 Hasil Kuesioner

Penyebaran kuesioner ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan pasar industri terhadap pelumas food grade. Observasi ini dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada beberapa industri yang bergerak di bidang industri pengolahan makanan dan minuman yang berada di sekitar Surabaya.

Berikut ini adalah daftar perusahaan yang telah membantu untuk mengisi kuesioner : Tabel 4.7 Tabel Daftar Perusahaan

No Nama Perusahaan Jenis Usaha Lokasi

1. PT Sarimas Permai Minyak goreng Sidoarjo

2. PT Abadi Adi Mulia Minyak goreng Surabaya

3. PT Hasil Abadi Perdana Minyak goreng Surabaya

4. PT Campina Ice Cream Food and beverage Surabaya

5. PT Sukanda Djaya Food and beverage Surabaya

6. PT Tirta Investama Food and beverage Pandaan

7. PT Indolakto Pandaan Food and beverage Pandaan

8. CV Pedang Emas Makanan ringan Kediri

9. PT Sekar Laut Keripik udang Sidoarjo

10. PT Jadi Abadi Corak Biscuit Biscuit Surabaya

11. PT SK Foods Indonesia Frozen food Surabaya

12. PT Indolakto Purwosari Food and beverage Purwosari 13. PT Greenfield Indonesia Food and beverage Malang

14. PT Elson Bernardi Sosis Sidoarjo

15. PT Amerta Indah Otsuka Food and beverage Pasuruan

(16)

Ya;

92%

Tidak;

8%

Memiliki ISO 22000

Ya;

100%

Tidak

Perusahaan Memakai pelumas food grade

Tabel 4.7 Tabel Daftar Perusahaan (lanjutan)

No Nama Perusahaan Jenis Usaha Lokasi

16. PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group)

Food and beverage Pasuruan

17. PT Aneka Tuna Food and beverage Gempol

18. PT Multi Bintang Indonesia Minuman bir Mojokerto

19. PT Wings Surya Food and beverage Surabaya

20. PT Indofood CBP Sukses Makmur Food and beverage Gempol 21. PT Nippon Indosari Corporindo Food and beverage Pasuruan

22. PT Japfa Comfeed Pakan ternak Sidoarjo

23. PT Charoen Pokphand Pakan ternak Sidoarjo

24. PT Dakai Cold Storage Gudang pendingin Surabaya

25. PT Siantar Top Food and beverage Surabaya

Kuesioner yang telah disebar ke 25 perusahaan yang berada di sekitar Surabaya tersebut, didapatkan beberapa informasi yang berhubungan untuk melihat potensi pasar pelumas food grade, berikut ini adalah hasil analisa dari kuesioner tersebut:

Gambar 4.7 jumlah perusahaan dengan ISO 22000 dan memakai pelumas food grade Gambar 4.7 menunjukkan bahwa dari 25 perusahaan ada sebanyak 92% atau sebanyak 23 perusahaan yang sudah memiliki sertifikat ISO 22000, sedangkan sebesar 8% atau sebanyak 2 perusahaan belum memiliki ISO 22000. 23 perusahaan dengan ISO 22000 telah memakai food grade dalam melakukan proses produksi produk. Hal ini

(17)

membuktikan bahwa ISO 22000 memang mewajibkan setiap perusahaan untuk menjamin keamanan makanan yang diproduksi.

Gambar 4.8 Jumlah kebutuhan pelumas food grade

Gambar 4.8 menggambarkan kebutuhkan pelumas food grade pada tiap perusahaan. Kebutuhkan pelumas food grade yang terbesar terletak pada pelumas gear dengan 22 perusahaan, lalu ada pelumas grease dan hidrolik dengan 11 perusahaan, pelumas kompressor sebanyak 8 perusahaan, pelumas heat transfer sebanyak 3 perusahaan, dan pelumas white oil tidak ada. Kebutuhkan white oil ini tidak ada disebabkan karena kebutuhan pelumas food grade white oil akan dibutuhkan pada industri obat-obatan atau industri zat aditif makanan.

Kompressor; 8

Hidrolik; 11

Gear; 22 Heat Transfer; 3

Grease; 11

White Oil; 0

Jumlah perusahaan pengguna pelumas Food Grade

(18)

Gambar 4.9 Penggunaan Merek Pelumas Kompresor

Gambar 4.9 menggambarkan keadaan penggunaan merek pelumas kompresor dari 25 perusahaan yang telah di survei. 87,5% pelumas kompresor menggunakan pelumas OEM (pelumas bawaan mesin) dan 12,5% menggunakan pelumas kompresor merek Shell. Perusahaan menggunakan merek pelumas OEM disebabkan adanya contract service antara pembeli mesin kompresor dengan distributor/penjual mesin kompresor. contract service digunakan sebagai garansi mesin, sehingga apabila perusahaan mengganti part mesin dimana salah satunya adalah pelumas dengan merek lain maka contract service atau garansi mesin akan hilang.

Shell 12,50%

OEM 87,50%

Pelumas Kompresor

(19)

Gambar 4.10 Penggunaan Merek Pelumas Hidrolik

Gambar 4.10 menunjukkan keadaan penggunaan merek pelumas hidrolik. Ada 4 jenis merek yang digunakan oleh perusahaan yang telah disurvei, yaitu Shell, BP, Total, dan Garralube. Penggunaan merek terbanyak adalah Shell sebesar 45,45%, lalu merek Total dengan 27,27%, BP sebanyak 18,18%, dan merek Garralube sebesar 9,09%.

Gambar 4.11 Penggunaan Merek Pelumas Heat Transfer

Shell; 45,45%

BP; 18,18%

Total; 27,27%

Garralube; 9,09%

Pelumas Hidrolik

Shell;

33,33%

Total;

66,67%

Pelumas Heat Transfer

(20)

Penggunaan merek pelumas untuk heat transfer ada 2 merek, yaitu Shell dan Total, dimana 66,67% menggunakan pelumas Total dan 33,33% menggunakan merek Shell.

Gambar 4.12 Penggunaan Merek Pelumas Gear

Merek pelumas gear memiliki 5 merek, yaitu Shell, Mobil, Total, Pertamina, dan LE. Pengunaan merek Shell sebesar 50%, 22,73% menggunakan merek Total, 13,64%

menggunakan merek Mobil, 9,09% menggunakan merek LE, dan merek pertamina sebesar 4,55%.

Shell; 50,00%

Mobil;

13,64%

Total; 22,73%

LE;

9,09%

Pertamina; 4,55%

Pelumas Gear

(21)

Gambar 4.13 Penggunaan Merek Pelumas Grease

Gambar 4.13 menggambarkan keadaan penggunaan merek pelumas grease.

63,64% menggunakan merek Shell, merek Mobil dan Fuchs memiliki presentase yang sama yaitu sebesar 18,18%.

Gambar 4.14 Penggunaan Merek Pelumas Secara Keseluruhan

Shell; 63,64%

Mobil; 18,18%

Fuchs; 18,18%

Pelumas Grease

Shell; 51,02%

Mobil;

10,20%

Total; 20,41%

Fuchs; 4,08%

Pertamina; 2,04%

Garralube; 2,04% LE; 4,08% BP; 6,12%

Penggunaan merek pelumas secara keseluruhan

(22)

Berdasarkan gambar 4.14, penggunaan merek pelumas dari 25 perusahaan yang telah disurvei didominasi oleh merek pelumas Shell dengan jumlah sebesar 51,02 %.

20,41% menggunakan merek pelumas Total, lalu 10,2% menggunakan merek Mobil, merek BP sebesar 6,12%, merek LE dan Fuchs dengan jumlah yang sama sebesar 4,08%, dan merek Pertamina serta Garralube sebesar 2,04%.

Melihat keadaan merek pesaing yang ada di pasar saat ini yang didominasi oleh Shell, Total, dan Mobil. Petro-Canada sebagai merek pendatang baru dapat mulai menyerang untuk merebut pasar yang saat ini dimiliki oleh merek pelumas yang belum kuat di pasar seperti merek LE, Fuchs, Pertamina, dan Garralube. Potensi pasar yang dapat direbut dari 4 merek pelumas tersebut adalah sebesar 12,24%.

4.4 Analisa Pasar Distributor Jakarta

Distributor pelumas Petro-Canada di Jakarta sudah berjalan sejak tahun 2000 namun berjalan secara legal dan resmi mulai pada tahun 2004. Kondisi pasar yang ada di Jakarta ini dapat digunakan sebagai pembanding kondisi pasar yang ada di Surabaya, karena Surabaya adalah kota terbesar ke 2 di Indonesia setelah Jakarta. Penjualan pelumas Petro-Canada di jakarta pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

(23)

0 200 400 600 800 1000 1200 1400

Purity FG Gear Fluid Purity FG Grease Purity FG Heat Transfer Purity FG Hydraulic Purity FG Compressor Fluid Purity FG White Oil

Gambar 4.15 Grafik Penjualan Distributor Jakarta tahun 2013

Grafik Penjualan Distributor Jakarta Tahun 2013

Liter

(24)

Gambar 4.16 Grafik rata-rata Penjualan Petro-Canada di Jakarta tahun 2013 Berdasarkan Gambar 4.16 yang menggambarkan grafik penjualan rata-rata per bulan distributor di jakarta, penjualan terbesar ada pada pelumas food grade untuk gear dengan jumlah sebesar 585 liter (53,9%), pelumas white oil dengan jumlah 133,33 liter (12,29%), pelumas grease dengan jumlah 122,2 liter (11,26%), pelumas kompressor dengan jumlah 105,42 liter (9,71%), pelumas hidrolik dengan jumlah 98,33 liter (9,06%), dan pelumas heat transfer dengan jumlah 41 liter (3,78%). Presentase penjualan pelumas food grade untuk distributor Jakarta adalah sebesar 5% dari omset total.

Penjualan pelumas Petro-Canada di Jawa barat tidak bisa secara langsung dimasukkan sebagai acuan untuk potensi pasar yang ada di Jawa timur, perlu dianalisa lebih lanjut mengenai perbandingan jumlah industri yang ada di jawa barat dengan jumlah industri di jawa timur. Berikut ini adalah tabel perbandingan jumlah industri di jawa barat dan jawa timur :

585

122,2

41

98,33 133,33

105,42

0 100 200 300 400 500 600 700

Purity FG Gear Fluid

Purity FG Grease

Purity FG Heat Transfer

Purity FG Hydraulic

Purity FG Compressor

Purity FG White Oil

Penjualan rata-rata pelumas food grade Petro-Canada di Jakarta

Liter

(25)

Tabel 4.8 Tabel jumlah industri makanan dan minuman di Jawa Barat (BPS)

Jenis Industri 2007 2008 2009 2010 2011 2012

Pengolahan makanan dan minuman 6341 6063 5871 5579 5777 5865 Data diatas didapat dari situs www.bps.go.id. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah industri yang berada di jawa barat mengalami penurunan tiap tahunnya, hingga pada tahun 2012 mulai mengalami kenaikan.

Jawa barat tetap merupakan daerah dengan industri pengolahan makanan dan minuman terbanyak di Indonesia walaupun penurunan jumlah industri terjadi dari tahun 2007-2011. Dengan mengetahui jumlah industri di jawa barat dan jawa timur, dapat ditemukan potensi pasar yang dapat dicapai pelumas Petro-Canada, hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.9 Tabel potensi pasar berdasarkan kondisi jawa barat

Jawa Barat Jawa Timur

Jumlah industri 5777 1906

Rasio 3,03 1

Dengan rasio jumlah pasar jawa barat yang 3,08 lebih besar dibandingkan dengan jumlah pasar di jawa timur, maka asumsi potensi pasar yang dapat diraih pelumas Petro-Canada di Jawa Timur adalah sebagi berikut :

Tabel 4.10 Tabel potensi pasar yang dapat diraih di Jawa Timur

Tipe oli

Rata-rata penjualan perbulan Jakarta

Potensi pasar di jawa timur Purity FG EP Gear Fluid 585,00 liter 193,06 liter Purity FG Machinery Grease 122,20 liter 40,33 liter Purity FG Heat Transfer Fluid 41,00 liter 13,53 liter Purity FG AW Hydraulic Fluid 32 98,33 liter 32,45 liter Purity FG WO White Oil 35 133,33 liter 44 liter Purity FG Compressor Fluid 105,42 liter 34,79 liter

Total 1085,28 liter 358,16 liter

(26)

Pada tahun pertama menggunakan acuan distributor Jakarta dengan potensi pasar sebesar 358,16 liter atau 17 pail perbulan. Jumlah ini jika dibandingkan dengan jumlah kebutuhan pelumas industri di Jawa Timur yang sebesar 317,56 liter per industri. maka dapat dikatakan bahwa target tiap bulan adalah sebanyak 1 industri.

Target penjualan akan terus meningkat hingga dapat meraih pasar 12,24% yang dimiliki oleh pelumas LE, Fuchs, Pertamina, dan Garralube. Pasar 12,24% ini memiliki jumlah 6173,75 liter atau 309 pail perbulan.

4.5 Analisa Teknis

Analisa teknis ini berisi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat teknis dalam membangun bisnis pelumas food grade, mulai dari lokasi gudang, lokasi kantor, layout gudang dan kantor, struktur organisasi, dan sebagainya.

4.5.1 Nilai tambah jasa pelayanan bisnis

Bisnis distributor merupakan sebuah usaha/bisnis yang tidak memiliki sistem produksi di dalamnya. Distributor akan cenderung lebih menjual jasa pelayanan terhadap produk yang dibawa. Distributor dengan barang yang sama namun memiliki pelayanan yang berbeda tentu akan menjadi nilai jual lebih di mata konsumen.Distributor pelumas Shell, tidak memberikan pelayanan pengecekan kondisi pelumas karena konsumen sudah mengetahui kualitas produk.

Mereka tidak memberikan informasi bagaimana kondisi pelumas dan kondisi mesin sehingga kerusakan/penurunan performa mesin tidak dapat diantisipasi, oleh karena itu perlu adanya nilai lebih pada pelayanan terhadap konsumen.Perusahaan ini akan memberikan jasa pengecekan sampel pelumas yang dipakai untuk diketahui bagaimana kondisi pelumas dan kondisi mesin, sehingga konsumen mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya dari pelumas dan mesin .

Pelayanan untuk melakukan pemeriksaan sampel pelumas akan dilakukan dengan cara bekerja sama dengan pihak ketiga (laboratorium). Perusahaan akan menggunakan jasa pihak ketiga untuk mendapatkan hasil karakteristik pelumas

(27)

dan kondisi mesin customer. Perusahaan laboratorium yang akan diajak kerjasama adalah PT Intertek yang berlokasi di Perak Building 158, Jalan Kali Anget Tanjung Perak Surabaya 60165. Nomor telepon perusahaan 031-3298739. Hasil dari uji sampel pelumas ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

 Typical Characteristic

Typical Characteristic akan berisi informasi tentang kondisi pelumas ketika sampel diambil. Bagian ini akan berisi beberapa hal yang merupakan sifat dari pelumas yaitu :

- Nilai viskositas

Nilai viskositas akan mampu menggambarkan bagaimana kondisi pelumas (kental/cair). Jika suatu pelumas sudah terlalu kental atau terlalu cair maka pelumas tersebut sudah tidak dalam kondisi yang normal/baik. Pelumas yang terlalu kental akan mengakibatkan mesin bekerja dengan berat dan pada akhirnya akan menyebabkan suhu mesin meningkat. Pelumas yang terlalu cair akan tidak dapat melindungi gesekan-gesekan yang terjadi pada part mesin sehingga potensi part mesin aus akan meningkat.

- Kandungan air

Pelumas tidak memiliki kandungan air di dalamnya, apabila dalam hasil uji ternyata ada bukti bahwa terdapat kandungan air, maka hal ini membuktikan bahwa ada permasalahan pada mesin (kebocoran).

Kandungan air tidak dapat tercampur dengan pelumas (perbedaan massa jenis) namun dapat merusak proses pelumasan pada part mesin.

- Kandungan bahan bakar

Penjelasan sama seperti kandungan air, pelumas juga tidak memiliki kandungan bahan bakar apabila ada bukti bahwa ada kandungan bahan bakar maka hal ini dapat merusak kondisi pelumas itu sendiri. Potensi pelumas akan ikut terbakar akan semakin besar dan akan muncul kerak pada mesin.

- TBN (Total Base Number) dan TAN (Total Acid Number)

(28)

Nilai TAN dan TBN akan saling berlawanan, hal ini dikarenakan difat dari asam dan basa yang saling meniadakan. Pelumas memiliki nilai TBN untuk melawan muncul asamnya yang diakibatkan adanya proses oksidasi (pembakaran) dari mesin. Nilai TBN yang kecil akan menyebabkan semakin berkurangnya kemampuan pelumas untuk melawan asam yang dapat menimbulkan kerak pada mesin.

- Soot (kerak)

Kandungan kerak yang terdapat pada pelumas juga menunjukkan bahwa pelumas sudah tidak mampu untuk memberikan pelumasan yang baik bagi mesin.

 Metal Content

Metal Content akan berisi tentang informasi kondisi mesin tersebut.

bagian-bagian yang ada pada metal content adalah sebagai berikut : Iron, aluminium, cooper, silicon, chromium, silver, tin, lead, sodium,calcium, zinc. Bagian-bagian yang ada di metal content ini tidak terkandung di dalam pelumas namun merupakan bahan dari part mesin, apabila ternyata di dalam pelumas terdapat salah satu diantara hal-hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terjadi gesekan-gesekan pada part mesin sehingga muncul serpihan-serpihan kecil dari part mesin yang tercampur pada pelumas. Serpihan-serpihan kecil ini dapat merusak fungsi dari pelumas.

Dengan bekerjasama dengan pihak laboratorium, diharapkan dapat membantu konsumen dalam meningkatkan/merawat mesin-mesin yang digunakan sehingga dapat meminimalkan terjadinya kerusakan pada mesin, selain itu juga dapat mengurangi biaya yang tidak diduga akibat dari kerusakan mesin secara tiba-tiba.

(29)

4.5.2 Sistem kerja

Bisnis pelumas food grade ini akan berjalan dengan menggunakan sistem kerja distributor wilayah Jawa Timur. Tidak ada proses produksi untuk produk pelumas yang akan dijual. Produk didapatkan dengan cara melakukan pembelian kepada distributor utama untuk negara Indonesia yang berada di kota Jakarta.

Pengiriman produk dilakukan oleh pihak distributor utama Jakarta melalui jalur darat lalu dikirimkan ke lokasi gudang yang ada di Surabaya. Gudang akan menjadi tempat penyimpanan dan perawatan produk pelumas food grade, jika mendapatkan order makan penjaga gudang akan mendapatkan informasi dari kantor untuk melakukan proses pengiriman. Daerah pengiriman yang menempuh perjalanan > 100 km dari lokasi gudang akan dilakukan oleh pihak ketiga (jasa ekspedisi), sedangkan untuk daerah yang < 100 km dari lokasi gudang akan dilakukan dengan menggunakan kendaraan perusahaan (mobil pick-up dengan box). Sistem kerja yang lengkap dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

(30)

Gambar 4.17 flowchart sistem kerja

Gambar diatas menggambarkan sistem kerja mulai dari melakukan penawaran barang hingga customer melakukan pembayaran. Gambar diatas dapat dilihat bahwa pihak konsumen akan menerima invoice dan faktur pajak serta surat jalan yang akan datang bersamaan dengan barang pesanan. Marketing akan menerima PO yang dibuat oleh konsumen dan akan diberikan ke pihak gudang untuk dilihat apakah jumlah stok barang bisa memenuhi kebutuhkan konsumen.

Pihak gudang akan membuat data stok barang yang menunjukkan bahwa stok

(31)

menerima data stok barang marketing akan membuat surat order yang akan diberikan ke bagian keuangan. Pihak keuangan akan membuatkan invoice (tagihan) dan faktur pajak yang berisi jumlah pajak yang dikenakan untuk setiap transaksi, pajak yang dikenakan sebesar 10%. Pihak keuangan juga akan membuat surat jalan yang akan diberikan ke pihak gudang sebagai tanda perintah untuk melakukan pengiriman barang ke konsumen. Pihak gudang akan melakukan proses pengiriman sesuai dengan PO yang dibuat oleh konsumen dan akan dikirimkan sesuai dengan jadwal penerimaan barang yang diminta oleh konsumen.

4.5.3 Lokasi

Bisnis ini akan berjalan dengan cara menggunakan sistem distributor.

Distributor memiliki fungsi sebagai sarana distribusi untuk produk pelumas food grade yang nantinya akan dikirimkan kepada konsumen. Kantor dan gudang merupakan dua komponen yang wajib dimiliki untuk sebuah distributor dalam mendukung jalannya bisnis. Kantor memiliki fungsi untuk melakukan segala kegiatan yang bersifat operasional, sedangkan gudang memiliki fungsi untuk penyimpanan stok barang. Distributor wilayah Jawa Timur akan mendapatkan barang dari distributor utama di jawa barat, oleh karena itu proses pengiriman dapat menggunakan 2 cara yaitu menggunakan jalur darat dan jalur laut.

Pengiriman jalur laut memiliki kekurangan yaitu karena letak pergudangan di tanjung perak jauh dari daerah industri. Lokasi pemilihan gudang yang dekat dengan tanjung perak tidak menjadi prioritas, karena pengiriman barang akan dilakukan melalui jalur darat. Lokasi kantor tidak harus bergabung dengan gudang, karena lokasi gudang cenderung di daerah pinggir kota. Kantor lebih baik memiliki lokasi yang akses yang mudah untuk ke seluruh daerah industri, selain itu hal ini juga akan memudahkan tamu yang ingin berkunjung karena lokasi yang strategis.

(32)

4.5.3.1 Kriteria Lokasi

Lokasi kantor dan gudang tentunya memiliki beberapa kriteria yang wajib dipenuhi. Kriteria-kriteria lokasi yang menjadi perhatian dalam menentukan lokasi adalah sebagai berikut :

 Harga : harga yang sesuai dengan budget yang sebesar ± 5 milyar untuk menghemat biaya pengeluaran modal awal, selain itu juga memiliki nilai investasi yang baik. Kriteria ini memiliki nilai bobot sebesar 20%.

 Letak lokasi : letak lokasi gudang wajib memiliki jalur akses yang mudah untuk dilewati dengan lebar jalan sebesar >8 meter. Untuk lokasi kantor akan dipilih yang berlokasi strategis sehingga mudah untuk melakukan kegiatan bisnis dan mudah ditemukan oleh konsumen ataupun agen. Kriteria ini memiliki nilai bobot sebesar 30%.

 Keamanan : keamanan dari lokasi gudang dan kantor yang baik untuk menghindarkan dari adanya kejahatan yang akan timbul. Kriteria ini memiliki nilai bobot sebesar 20%.

 Kondisi lokasi : kondisi lokasi gudang dan kantor wajib bebas masalah seperti banjir, tanah/lokasi bermasalah, dll. Kriteria ini memiliki nilai bobot sebesar 20%.

 Fasilitas : lokasi gudang dan kantor wajib memiliki fasilitas yang akan bermanfaat untuk mendukung kegiatan bisnis seperti air, listrik, internet, telepon. Kriteria ini memiliki nilai bobot sebesar 10%.

(33)

4.5.3.2 Desain Layout Kantor dan Gudang

Pemilihan lokasi usaha juga harus mempertimbangkan bentuk layout yang akan dibuat sehingga dalam pemilihan lokasi dapat dilihat juga apakah lokasi yang dipilih tersebut bisa dibangun sesuai dengan bentuk layout yang diinginkan.

Kantor yang akan dibutuhkan dalam menjalan kegiatan bisnis adalah ruangan dengan luas 15 x 4,5 meter dan memiliki 3 lantai. Berikut ini adalah bentuk layout kantor yang akan digunakan :

(34)

Layout kantor pada lantai 1 memiliki ruang satpam untuk menerima tamu yang datang ke kantor, ruang tunggu tamu sementara, kamar mandi, ruang rapat, dan gudang penyimpanan barang, detail ruangan gudang dapat dilihat pada gambar 5.3. Ruang rapat akan berisi meja dan kursi rapat, lemari yang dapat digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen, papan tulis putih sebagai pendukung berlangsungnya rapat, selain itu ruang ini juga dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan barang yang bersifat sementara.

Gambar 4.19 Denah gudang

Denah gudang berukuran 4 x 4 meter. Kemasan pail dapat disimpan dalam cara ditingkat maksimal 5 pail. Lokasi gudang memiliki kapasitas sebanyak 330 pail dengan asumsi penyimpanan kemasan pail sebanyak 3 tingkat. Target penjualan perbulan untuk 3 tahun adalah 309 pail, oleh karena itu gudang ini dapat digunakan selama 3 tahun. Gudang tersebut juga memiliki ruangan kosong dengan lebar 1 meter yang dapat digunakan untuk proses keluar masuk barang.

(35)

Gambar 4.20 Denah layout kantor lantai 2

Lantai 2 pada kantor akan digunakan sebagai ruang administrasi dan

(36)

memiliki ruang tamu yang akan digunakan untuk menerima tamu yang ingin bertemu dengan direktur. Ruangan administrasi dan keuangan akan memiliki lemari yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting perusahaan seperti surat jalan, invoice, faktur pajak, dan laporan perusahaan.

Gambar 4.21 Denah layout kantor lantai 3

(37)

Lantai 3 akan digunakan sebagai ruang teknisi dan marketing dalam melakukan kegiatan bisnisnya. Seluruh kegiatan bisnis staffmarketing dan teknisi akan dilakukan di ruangan ini, mulai kegiatan mencari konsumen hingga melakukan analisa sampel oli. Ruangan ini juga memiliki papan tulis putih yang digunakan untuk mencatat jadwal maintenance ke konsumen sehingga mengurangi resiko keterlambatan pelayanan maintenance.

4.5.3.3 Alternatif Lokasi

Surabaya memiliki banyak lokasi yang dapat digunakan untuk membangun kantor yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan bisnis. Berdasarkan pertimbangan kriteria lokasi yang telah dibuat dan bentuk layout kantor yang dibutuhkan, maka berikut ini adalah beberapa alternatif lokasi yang dipilih untuk dipakai sebagai kantor :

 Ruko Satellite Town Square

(38)

Ruko Satelit Town Square berada di daerah sukomanunggal, Surabaya barat. Ruko ini memiliki luas 17 x 5,5 meter dengan 3 lantai dan memiliki 1 saluran telepon. Ruko ini berada di lokasi yang dekat dengan daerah industri sukomanunggal dan gresik, sedangkan untuk menjangkau daerah industri yang ada di daerah rungkut atau ke daerah luar kota seperti pandaan dan mojokerto dapat menempuh jalur jalan tol. Harga ruko ini adalah sebesar 2.750.000.000.

ruko ini menggunakan sistem satu gerbang dan keamanan 24 jam.

Berdasarkan kriteria lokasi, penilaian lokasi ruko ini adalah sebagai berikut : Kriteria Skor (1-5) Bobot nilai Nilai akhir

Harga 4 20% 0,8

Lokasi 2 30% 0,6

Keamanan 3 20% 0,6

Kondisi 3 20% 0,6

Fasilitas 3 10% 0,3

Nilai Total 2,9

 Ruko Sidosermo (dekat plaza marina)

(39)

Ruko sidosermo terletak di daerah margorejo (dekat plaza marina), Surabaya selatan. Ruko ini memiliki luas 15 x 5 meter dengan 3 lantai dan memiliki 1 saluran telepon. Lokasi ruko ini berada di daerah yang cukup ramai dan sering terjadi macet di daerah Giant margorejo dan plaza marina, lokasi ini juga dekat dengan daerah industri rungkut. Harga ruko ini sebesar 3.200.000.000.

Ruko yang berada di pinggir jalan ini tidak memiliki sistem keamanan secara khusus. Berdasarkan kriteria lokasi, penilaian lokasi ruko ini adalah sebagai berikut :

Kriteria Skor (1-5) Bobot nilai Nilai akhir

Harga 3 20% 0,6

Lokasi 3 30% 0,9

Keamanan 2 20% 0,4

Kondisi 4 20% 0,8

Fasilitas 3 10% 0,3

Nilai Total 3

 Ruko Mangga dua

Gambar 4.24 Gambar ruko mangga dua

Ruko mangga dua ini terletak di daerah jalan jagir wonokromo. Ruko ini memiliki luar 17 x 5 meter dengan 3 lantai dan memiliki sistem keamanan selama

(40)

24 jam serta ada parking lot. Harga ruko ini adalah sebesar 2.000.000.000. lokasi ruko ini dekat dengan kawasan industri rungkut dan juga dekat dengan lokasi tol gunung sari sebagai akses untuk ke daerah industri sukomanunggal, gresik, tol arah pandaan malang, dan mojokerto.

Berdasarkan kriteria lokasi, penilaian lokasi ruko ini adalah sebagai berikut : Kriteria Skor (1-5) Bobot nilai Nilai akhir

Harga 4 20% 0,8

Lokasi 4 30% 1,2

Keamanan 3 20% 0,6

Kondisi 4 20% 0,8

Fasilitas 3 10% 0,3

Nilai Total 3,7

Ketiga alternatif lokasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing, namun berdasarkan kriteria lokasi yang dibutuhkan sebagai acuan pemilihan lokasi usaha maka alternatif 3 atau ruko mangga dua yang akan dipilih sebagai kantor. Lokasi ini memiliki nilai total 3,7 dibandingkan dengan lokasi 1 yang memiliki nilai 2,9 dan lokasi 2 dengan nilai 3.

(41)

4.5.4 Struktur Organisasi

Bisnis distributor tidak memerlukan jumlah karyawan yang banyak karena tidak ada proses produksi. Berikut ini adalah bentuk struktur organisasi perusahaan :

Gambar 4.25 Gambar Struktur Organisasi

Job description untuk masing-masing karyawan adalah sebagai berikut :

 President Director

1. Bertanggung jawab atas semua kegiatan perusahaan 2. Membuat peraturan perusahaan

3. Memimpin perusahaan

4. Membuat visi dan misi perusahaan

5. Pembuat segala keputusan atas keberlangsungngan perusahaan 6. Membuat kebijakan perusahaan

 Marketing Director

1. Bertanggung jawab atas semua kegiatan pemasaran perusahaan 2. Pembuat keputusan atas kegiatan pemasaran

3. Membuat perencanaan kegiatan marketing 4. Mengatur kinerja staf marketing

(42)

 Technical Director

1. Bertanggung jawab atas semua kegiatan teknis perusahaan 2. Pembuat keputusan atas kegiatan teknis

3. Mengatur kinerja staf teknis

4. Melakukan evaluasi kinerja staf teknis

 Marketing Manager and Marketing Staff 1. Mencari customer baru

2. Membuat database customer 3. Mencari event/ kegiatan pameran

4. Menjalin hubungan awal dengan customer 5. Mengatur jadwal pengiriman PO ke customer 6. Mengatur stok barang di gudang

7. Mengirimkan barang ke customer

 Finance Manager and Finance Staff 1. Membuat laporan keuangan 2. Membayar tagihan perusahaan

3. Melakukan pembayaran gaji karyawan 4. Mengatur pengeluaran perusahaan 5. Mencatat arus kas perusahaan

6. Menerima dan memproses PO (Purchase Order) 7. Meneruskan PO ke bagian marketing

8. Melakukan penghitungan dan membayar pajak perusahaan

 Customer Support Manager and Customer Support Staff 1. Membuat jadwal presentasi/kunjungan ke customer 2. Membina hubungan dengan customer

3. Menerima keluhan/masalah dari customer dan diinformasikan ke technical support

4. Mencari customer baru dan menjaga customer lama tidak hilang 5. Membuat laporan tentang customer

 Technical Support Manager and Technical Support Staff 1. Membuat presentasi penjelasan produk ke customer

(43)

3. Melakukan analisa hasil produk 4. Melakukan maintenance

5. Melakukan pelayanan after sales

6. Membuat SOP (Standard Operation Procedure) penggunaan produk perusahaan untuk customer

7. Membuat laporan teknis

8. Mengirimkan sampel pelumas ke laboratorium dan menganalisa hasil laboratorium

Dalam menjalankan sebuah bisnis, koordinasi merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan kerjasama tim yang baik. Direktur memiliki peran yang penting untuk menekankan hal ini kepada manager hingga ke seluruh staff. Langkah awal dalam mewujudkan korrdinasi yang baik adalah dengan menjelaskan sistem kerja yang berlaku di dalam perusahaan. Direktur harus mampu untuk membuat pembagian tugas yang jelas untuk setiap posisi.

Kunci dari koordinasi yang baik adalah adanya komunikasi antar karyawan ataupun antar divisi. Rapat merupakan cara untuk terciptanya komunikasi antar karyawan maupun antar divisi, rapat antar divisi akan diadakan sebanyak 1x dalam satu bulan pada minggu terakhir sedangkan rapat internal divisi dilakukan 4x dalam 1 bulan pada hari jumat untuk setiap minggunya.

4.5.5 Sistem Gaji

Sistem gaji yang digunakan pada perusahaan ini menggunakan dasar upah minimum rakyat (UMR) kota Surabaya yang pada tahun 2014 adalah sebesar Rp 2.200.000 (dua juta dua ratus ribu rupiah). Cara pemberian gaji menggunakan sistem transfer bank yang menggunakan bank BCA. Ada beberapa fasilitas yang akan didapat oleh karyawan yang bekerja di perusahaan ini, antara lain :

 Uang makan : 12.000/hari

 Uang THR

- Pemberian THR

(44)

Pemberian tunjangan hari raya kepada karyawan menggunakan dasar sebagai berikut:

Lama Kerja

Nilai THR

< 1 tahun Tidak mendapat THR

1-5 tahun 1,5 bulan gaji

6-10 tahun 1,75 bulan gaji

Lebih dari 10 tahun 2 bulan gaji

 Asuransi jamsostek

 Pelatihan berupa seminar

 Komisi

 Daftar gaji untuk tiap-tiap jabatan

Berikut ini adalah daftar gaji untuk tiap jabatan yang ada di dalam perusahaan ini, yaitu :

Jabatan Gaji awal

Staff Rp 2.200.000

Technical Support Rp 2.700.000

Customer Support Rp 2.700.000

Marketing Manager Rp 4.000.000

Finance Manager Rp 4.000.000

Technical Manager Rp 4.000.000

Customer Manager Rp 4.000.000

Marketing Director Rp 6.500.000

Technical Director Rp 6.500.000

Gambar

Tabel 4.1 Tabel perbedaan pelumas non food grade dan pelumas food grade  Pelumas non food grade  Pelumas food grade  Memiliki kandungan sulfur/asam  Tidak ada kandungan sulfur/asam
Gambar 4.5 Potensi pasar pelumas food grade
Tabel 4.5 Tabel Sertifikat
Gambar 4.6 Gambar flow chart SOP
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Prostitusi merupakan gejala sosial yang tumbuh dan berkembang sejak lama dan di Indonesia prostitusi sudah dikenal di semua kota besar seiring dengan perkembangan

Payback Period adalah suatu metode berapa lama investasi akan kembali atau periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi (initial cash investment)

Bagi pelanggan sendiri, ketika perusahaan sudah mampu memproduksi produknya secara konsisten, maka perusahaan sudah dianggap memiliki prinsip kerja yang baik dan

Pili tipe III adalah berasal dari struktur tebal bakteri tanah termasuk Agrobacterium Pili tipe IV adalah struktur yang menunjukkan homologi yang tinggi pada

(Nuzlya Ramadhana, 2019), Maka dari itu peneliti disini mencoba membuat sebuah sistem monitoring dan kontrol pada garam guna untuk mengontrol tambak garam, kepekatan

Produk merupakan elemen yang paling mendasar dalam perusahaan karena dengan produk inilah perusahaan pertama-tama berusaha untuk memenuhi needs (kebutuhan) dan wants

Responden yang terhormat, saya adalah mahasiswa Universitas Kristen Petra yang menyusun penelitian tentang ”Tingkat Kebosanan Dalam Waktu luang Pada Mahasiswa Baru di

Untuk operatornya juga membuat waktu menunggu crane cukup lama karena pada awal kerja operator kadang tidak terlihat di tempat, sedangkan pada mesin endfacing terkadang ada