• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 26/PUU-XI/2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 26/PUU-XI/2013"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

--- RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 26/PUU-XI/2013

PERIHAL

PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT

TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

ACARA

MENDENGARKAN KETERANGAN AHLI/SAKSI DARI PIHAK TERKAIT

(VI)

JAKARTA

SELASA, 25 JUNI 2013

(2)

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

--- RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 26/PUU-XI/2013

PERIHAL

Pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat [Pasal 16]

terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

PEMOHON

1. Rangga Lukita Desnata 2. Oktavianus Sihombing 3. Dimas Arya Perdana

ACARA

Mendengarkan Keterangan Ahli /Saksi dari Pihak Terkait (VI)

Selasa, 25 Juni 2013, Pukul 11.06 – 11.44 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat

SUSUNAN PERSIDANGAN

1) M. Akil Mochtar (Ketua)

2) Achmad Sodiki (Anggota)

3) Harjono (Anggota)

4) Muhammad Alim (Anggota)

5) Ahmad Fadlil Sumadi (Anggota)

6) Maria Farida Indrati (Anggota)

7) Hamdan Zoelva (Anggota)

8) Arief Hidayat (Anggota)

9) Anwar Usman (Anggota)

(3)

Pihak yang Hadir:

A. Pemohon:

1. Rangga Lukita Desnata 2. Oktavianus Sihombing 3. Dimas Arya Perdana

B. Kuasa Hukum Pemohon:

1. Juanda Eltari

2. Partahi Gabe Uli 3. Pittor Parlindungan Hasibuan 4. M. Kamal Pasha

C. Pemerintah:

1. Mualimin Abdi 2. Novarida 3. Eric Adityansah 4. Dian Arfiani Amir 5. Nur Elina Sari

D. Kuasa Hukum Pihak Terkait:

1. Sutrisno (PERADI)

2. V. Harlen Sinaga (PERADI) 3. Timbang Pangaribuan (PERADI) 4. Nixon Sipahutar (PERADI)

5. Faizal (PERADI)

6. Srimiguna (PERADI)

7. Zakirudin Chaniago (KAI) E. Saksi dari Pihak Terkait:

1. Soehartono Soemarto (PERADI)

(4)

1. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sidang dalam Perkara Nomor 26/PUU-XI/2013 Pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat terhadap Undang-Undang Dasar Tahun 1945 saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.

Saya panggil satu-satu, Pemohon hadir ya, Kuasanya?

2. KUASA HUKUM PEMOHON:

Pemohon lengkap hadir beserta Kuasa, Yang Mulia.

3. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Baik. Dari Pemerintah hadir, ya? Oke. DPR? Absen. Pihak Terkait, Peradi, hadir?

4. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT PERADI: SUTRISNO Hadir, Yang Mulia.

5. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kemudian, Pihak Terkait dari KAI?

6. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (KAI): ZAKIRUDIN CHANIAGO Hadir, Yang Mulia.

7. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sudah duduk di depan hari ini, ya. Oke, jadi tidak ada masalah.

Silakan (…)

8. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (KAI): ZAKIRUDIN CHANIAGO Terima kasih.

SIDANG DIBUKA PUKUL 11.06 WIB

KETUK PALU 3X

(5)

9. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Hari ini kita akan mendengar … kalau sesuai permintaan kemarin itu 1 ahli dan 1 saksi, tapi hari ini 1 saksi dari Pihak Terkait, Peradi, ya?

10. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SUHARTONO SOEMARTO Ya, Yang Mulia.

11. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ini 1 saksi, Saudara Soehartono Soemarto, S.H., M.Hum.

Agamanya apa ini?

12. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Katolik.

13. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, silakan maju di depan untuk diambil sumpahnya. Ya, cukup, agak mundur sedikit, agak mundur. Ya, Saudara berjanji menurut agama Katolik sebagai saksi. Silakan, Bu Maria.

14. HAKIM ANGGOTA: MARIA FARIDA INDRATI

“Saya berjanji sebagai saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya.” Terima kasih.

15. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Saya berjanji sebagai saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya.

16. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Silakan duduk. Silakan, Saudara Soehartono menggunakan mimbar untuk menyampaikan keterangan saksi dengan waktu yang tidak terlalu lama. Silakan. Saudara Terkait, Peradi, enggak usah di … itu sudah langsung hidup itu. Apa saksi ini akan langsung menerangkan atau dituntun dengan pertanyaan?

(6)

17. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (PERADI): SUTRISNO Saya kira langsung, Yang Mulia.

18. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Langsung. Baik, silakan.

19. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Terima kasih kesempatan yang diberikan kepada saya, Yang Mulia dan rekan-rekan advokat yang hadir pada pagi hari ini. Saya adalah salah satu advokat yang teraniaya. Sejak dikeluarkannya Undang-Undang Advokat Tahun 2003, saya pernah mengalami suatu peristiwa, dimana saya pada tahun 2006 saya menangani suatu perkara. Saya sebagai kuasa hukum dari penggugat, pada waktu itu saya menerima kuasa, kemudian saya mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Pasuruan. Nama klien saya Andi Tirta Putra, dia mengajukan … merasa memiliki bidang tanah dan bangunan yang kebetulan diatasnamakan saudaranya.

Nah, saya tanya pada waktu itu, “Lho, kenapa kamu kok bisa mengaku bahwa ini miliknya kamu?” “Oh, ya saya ada bukti kuitansi.” Dia berikan bukti itu kuitansi, dia serahkan sertifikat asli, kemudian juga akta jual-beli, dan berikut surat-surat pajak setiap tahunnya dia bayar, kemudian dan bukti-bukti yang lainnya lagi.

“Nah, sekarang tanah bangunan itu ditempati oleh siapa?”

“Oleh saudara saya namanya Verawati, dan kawan-kawan.”

“Lho, ceritanya bagaimana?”

Ya, begitu meninggalnya saudaranya dia itu, ahli warisnya merasa keberatan dan meminta supaya sertifikatnya yang atas namanya almarhum itu diserahkan.

Nah karena ada suatu persengketaan seperti itu, setelah saya pandang, setelah saya pelajari memungkinkan untuk bisa diajukan gugatan dan merasa ada suatu kesempatan untuk bisa meraih suatu kemenangan di dalam suatu perkara, saya mengajukan gugatan itu. Nah, di saat saya proses mengajukan gugatan, di periode mediasi, timbul suatu sengketa lagi, ternyata klien saya dilaporkan secara kriminal oleh pihak lawan yang namanya Ibu Verawati. Dia dilaporkan menggelapkan sertifikat.

Nah karena dilaporkan kemudian dipanggil, kebetulan kuasa hukumnya bukan saya, saya hanya sebagai kuasa hukum di dalam kasus perdata, dimana saya sebagai penggugat. Nah, ternyata setelah klien saya dipanggil sebagai saksi, langsung dibalik sebagai tersangka di Polda Jatim dan langsung ditahan.

(7)

Nah, begitu dilakukan penahanan, ditanya oleh penyidik, “Barang bukti berupa sertifikat dan akta jual-beli itu ada di mana?”

Dia sebutkan, “Ada di pengacara, namanya Soehartono di Malang.”

Nah, penyidik memanggil saya … di hari kemudian penyidik memanggil saya. Penyidik tanya, “Betul advokat, barang bukti berupa sertifikat dan lain-lainnya itu ada di tempatnya kamu?”

“Oh, ya.”

“Serahkan kepada saya!” Penyidik meminta begitu.

“Oh, saya keberatan karena barang bukti ini saya ajukan sebagai persiapan untuk gugatan perdata, dan ini diserahkan oleh klien saya.”

Kemudian si pihak kepolisian penyidik polda mengatakan begini,

“Baik, kalau begitu saya coba panggil tersangkanya.”

Tersangka dikeluarkan dari sel. Kemudian dia tanya, “Pak Andi, betul ini kuasa hukumnya kamu?”

“Oh, ya, Bapak.”

“Sertifikatnya kamu minta!”

Klien saya tidak berkenan untuk memberikan. Dia ngomong, “Pak Soehartono, saya tahunya sertifikat ada di tempanya Bapak. Saya masih dalam proses pengajuan gugatan yang Bapak tangani sekarang.”

“Oh, ya, Pak Andi. Terima kasih,” saya ngomong begitu.

Lantas pak polisi ngomong begini, “Lho, Pak Advokat, bagaimana ini?”

“Lho, sepanjang klien saya menyetujui untuk diserahkan, saya serahkan. Tetapi karena klien saya itu menolak, menyerahkan dan mengembalikan kewenangan kepada saya, saya keberatan.”

“Baik, Saudara keberatan, ya?”

“Ya.”

Sudah, saya pulang. Minggu berikutnya, saya dipanggil sebagai saksi. Diketik sampai lama sekali, sampai selesai ditanya macam-macam.

Ditanya lagi, diberikan suatu catatan di dalam panggilan itu. Di panggilannya disebut, “Tolong pada waktu hadir di polda membawa sertifikat asli!”

Saya sengaja tidak membawa karena prinsip saya, saya tetap berkeberatan. Nah, kemudian ditanya oleh penyidik, “Bagaimana sertifikat aslinya? Kenapa Saudara sudah dipanggil, sudah datang, tetapi tidak membawa sertifikat asli?”

Saya ngomong, “Karena klien saya keberatan, Pak. Saya tidak berkenan. Terkecuali kalau misalnya undang-undang memerintahkan lain,”

saya ngomong gitu.

“Oh, baik. Berarti Saudara minta adanya suatu penyitaan?”

“Ya, kalau undang-undangnya atau ada perintah hukumnya begitu, saya serahkan.” Saya ngomong begitu.

Lantas, minggu berikutnya saya dipanggil sebagai tersangka. Lah, ini mulai ceritanya, ini. Saya dipanggil sebagai tersangka, kemudian saya

(8)

ditanya, baik mulai pertanyaan-pertanyaan yang secara sepele sampai saya ditanya tentang Rancangan Undang-Undang Advokat.

Saya jawab, “Saya enggak baca rancangan undang-undang. Yang saya baca itu Undang-Undang Advokat.”

“Di dalam Rancangan Undang-Undang Advokat itu kan disebutkan bahwa tidak … hak atensinya untuk menahannya barang bukti itu tidak ada di advokat.”

“Saya tidak tahu, Bapak. Yang jelas saya posisinya hanya membaca, dan mengetahui, mengerti tentang Undang-Undang Advokat.”

Penyidik dengan saya sempat terjadi suatu kericuhan karena saya juga merasa tersinggung karena ditanya tentang Rancangan Undang- Undang Advokat.

Kemudian saya setiap satu minggu dua kali diharuskan absen.

Selama saya dipanggil sebagai tersangka, saya dikatakan sebagai tersangka. Saya dipanggil. Seminggu dua kali, saya harus datang dari Malang menuju ke Surabaya.

Nah, saya sudah minta tolong kepada teman-teman, teman- teman sejawat saya yang pada waktu itu jumlahnya hampir 100 orang membantu saya karena ini kasus yang cukup besar di Jawa Timur pada waktu itu dan sebagai suatu pertama kali terjadi kasus itu pada tahun awal 2006.

Nah, setiap hari teman-teman … setiap seminggu dua kali teman- teman mendampingi saya. Mulai dari banyak, sampai akhirnya rontok, rontok, rontok, rontok, tinggal sedikit.

Selama saya menjalani itu, dari pihak penyidik selalu mengarahkan di saat saya absen, hanya kadang kala ditanya, hanya kadang kala ditanya disuruh duduk, disuruh nunggu. Tidak ada sesuatu yang saya kerjakan di sana, hanya sekedar memberikan absen dan duduk menunggu, dan ternyata juga tidak ada BAP sama sekali, tidak ada tambahan.

Kita protes, kita meminta bantuan kepada baik DPC Ikadin, ya ketua DPC, maupun dari DPN Peradi pada waktu itu. Akhirnya dari DPN Peradi juga mengutus utusannya untuk membela atau mendampingi saya di Polda Jatim.

Sama saja, teman-teman juga tidak mendapatkan suatu perlakuan yang wajar di polda. Akhirnya, setelah ber (suara tidak terdengar jelas) dengan teman-teman semuanya, teman-teman mempunyai sesuatu inisiatif bagaimana kalau seandainya kita meminta perlindungan hukum kepada DPR? Kita semua pada waktu itu tim setuju, berangkatlah kita ramai-ramai ke Malang, kita jumpa dengan Komisi III di DPR untuk bertestimoni di sana, kemudian kita minta perlindungan hukum. Kalau tidak salah, Yang Mulia, juga hadir pada waktu itu sebagai ketuanya di sana di Komisi III, saya masih ingat waktu itu. Dan akhirnya dari Komisi III menurunkan timnya datang, waktu itu yang diutus Pak

(9)

waktu itu pak kapoldanya Pak Herman. Mereka datang bertiga menghadap ke kapolda bersama teman-teman terjadi suatu perdebatan di sana, lucunya polda tetap akan memproses perkara itu. Sampai-sampai yang teman-teman dari DPR itu ... salah satu kalau enggak salah itu Pak Gayus, ya, ngomong, “Lho, yang buat undang-undang itu saya Pak Polisi.”

Bilangnya begitu, “Kok, masih ngotot ini masih diperkarakan, ini tidak bisa diperkarakan, dalam rangka menjalankan tugas dan profesinya tidak bisa diperkarakan.” Tetapi polisi masih tetap ngotot.

Nah, akhirnya diakhir pertemuan itu terjadi suatu komitmen,

“Baik, perkaranya kami tidak saya lanjutkan, tetapi tidak bisa terbit SP3.”

Ini yang luar biasa, sementara waktu di-pending. Nah, namun kenyataannya berjalannya lain, setelah teman-teman dari Komisi III DPR ini pulang ternyata perkara itu berjalan terus. Suatu saat dari penyidik itu mengeluarkan Surat Penetapan, penetapan untuk penyitaan dari PN Surabaya.

Saya dipanggil, “Advokat Soehartono, ini ada penetapan sita dari Pengadilan Negeri Surabaya.” Saya baca, “Untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa sertifikat terhadap tersangka Andi Tirta Putra.”

Saya keberatan, lho, saya bukan tersangka, Saya bukan Andi Tirta Putra, saya penetapan ini tidak mau.

“Lho, yang kamu mau yang bagaimana kalau menurut advokat?”

Saya dikatakan begitu. “Lho, kalau penetapan itu resmi karena memang saya domisili di Malang, dan kebetulan barang buktinya ada di Malang, kalau memang betul Pengadilan Negeri Malang mau mengeluarkan penetapan itu, ya, saya mengikuti peraturan perintah itu.”

“Baik.”

Nah, kemudian secara berlanjut kemudian dari pihak kepolisian datang ke Pengadilan Negeri Malang yang sebelumnya itu dari ketua DPC, maupun dari teman-teman sejawat lainnya di Malang memberikan suatu ilustrasi, maupun surat secara resmi kepada Pengadilan Negeri Malang tentang urut-urutan sistematis berperkara yang kebetulan dihadapi oleh saya. Dengan suatu harapan dan himbauan Pengadilan Negeri Malang tidak mengeluarkan penyitaan terhadap barang bukti berupa sertifikat.

Nah, ternyata setelah seminggu, dua minggu dari Pengadilan Negeri Malang teman-teman berkonsultasi masih belum dikeluarkan.

Setelah ada konsultasi dari pengadilan tinggi ternyata surat penetapan sita itu keluar.

Nah, polisi memanggil saya lagi, “Ini surat penetapan sitanya sudah keluar, mana barang buktinya?” Saya ditanya begitu.

Saya enggak bisa jawab, saya lihat memang penetapan sita untuk melakukan penyitaan barang bukti berupa sertifikat terhadap tersangka Soehartono. Tuduhannya macam-macam, baik mulai itu tentang tuduhan penadahan, kemudian ada pasal-pasal lain saya masih kurang ingat kalau enggak salah ada 240, 241, bahkan 216, kalau enggak salah itu tentang

(10)

menghalang-halangi petugas di dalam menjalankan tugasnya, semua ditujukan kepada saya termasuk Pasal 55. Data semua saya bawa di sini, ini kenang-kenangan dari jalan kehidupan saya.

Kemudian karena sudah posisi ada surat penyitaan, tetapi saya tidak mau dilakukan penyitaan di Surabaya, “Pak polisi karena kebetulan barang buktinya ada di Malang saya tidak berkenan disita di Surabaya, di Malang saja.”

Mereka rombongan datang ke Malang, kemudian sampai di sana, di kantor saya, bersama-sama dengan teman advokat yang lain setelah berunding dikarenakan ada surat penyitaan itu terpaksa sertifikat dan bukti-bukti yang lain saya lepas, saya serahkan kepada penyidik dengan hati yang enggak karu-karuan perasaannya, tetapi pegangan saya, ya, hanya surat penyitaan itu saja yang harus saya pertanggungjawabkan kepada klien saya.

Saya datang ke sel ya, saya sampaikan ke klien saya di kejaksaan pada waktu itu. Bahwa dengan terpaksa karena ada penyitaan, surat saya serahkan, sertifikatnya ini. Dengan rada kecewa, “Lho, kok kamu tidak memperjuangkan, gimana?”

“Saya sudah memperjuangkan, tetapi karena ini perintah undang- undang, saya harus menyerahkan itu. Nah, dan saya juga nasibnya sama- sama kamu karena saya Pasal 55-nya itu juga kena, Pasal 80 saya dituduh menadah barangnya kamu juga, saya juga dituduhkan. Saya juga dituduhkan menghalang-halangi petugas.”

Dengan berjalannya waktu, perkara saya tidak berlanjut, tetapi dilimpahkan ke kejaksaan. Tidak berlanjut, tetapi dilimpah. Dalam arti, diam-diam, tahu-tahu sudah dilimpah ke Kejaksaan Tinggi.

Saya dipanggil oleh Kejaksaan Tinggi di prapenuntutan,

“Bagaimana ceritanya?” Saya ulangi lagi ceritanya itu. Bahwa saya adalah dalam menjalankan tugas dan profesi saya untuk mengajukan gugatan.

Akhirnya, berkas itu bolak-balik, Kejaksaan Tinggi, Polda, Kejaksaan Tinggi, Polda. Entah berapa kali, saya juga tidak tahu. Tapi yang jelas, prosesnya itu begitu lama. Dan akhirnya, saya mendapatkan suatu kebijaksaan. Pada waktu Pak Dir ya, Dir Reserse Umum itu sudah ganti, saya diberikan suatu kelonggaran untuk tidak wajib lapor. Itu saya mengalami setelah lebih dari enam bulan, baru tidak wajib lapor, yang dulunya saya seminggu dua kali.

Nah, selang beberapa tahun kemudian, tahun 2009 setelah perkara saya menang ya, kebetulan saya sebagai penggugat di perkara perdata itu. Di tingkat PN saya menang, di tingkat Pengadilan Tinggi saya menang. Jadi … di Mahkamah Agung pun juga diputus menang, baru diterbitkanlah SP3. Bahwa pada tahun 2009 saya diterbitkan SP3 bahwa saya dinyatakan tidak … kurang … kurang cukup bukti untuk dilanjutkan pemeriksaannya. Dan secara kebetulan juga, klien saya dibebaskan juga dari tuduhan penggelapan sertifikat.

(11)

Nah, dengan kondisi itu, saya merasa selama bertahun-tahun dengan status tersangka, saya merasa teraniaya, dan saya sudah meminta bantuan kepada teman-teman, ternyata Undang-Undang Advokatnya kita ini Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003, di dalam Pasal 16-nya tidak melindungi advokat. Saya sampai ke mana-mana untuk mencari perlindungan hukum itu.

Saya hadir di sini juga untuk teman-teman, Bapak Yang Mulia Majelis Hakim. Untuk kepentingan teman-teman saya agar tidak senasib dengan saya, saya tidak menginginkan itu.

Itu yang bisa saya sampaikan kepada Yang Mulia Majelis Hakim.

Semoga ini banyak manfaat. Kalau bilamana dari teman-teman berkenan untuk bertanya, silakan. Apakah berkasnya ini akan saya serahkan kepada siapa, saya masih belum mengerti (…)

20. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, silakan duduk, Saudara (…)

21. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Terima kasih.

22. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Duduk, nanti akan kita ambil. Silakan duduk, nanti berkasnya akan diambil oleh Petugas Persidangan, ya? Baik.

Terhadap keterangan Saksi ini, ada pertanyaan dari Pihak Terkait Peradi? Sudah cukup?

23. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (PERADI): SUTRISNO Ada sedikit, Yang Mulia.

24. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, silakan.

25. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (PERADI): SUTRISNO

Saudara Saksi ya, tadi Saudara sedikit menyinggung ketika penyidik dari Polda itu meminta untuk menyerahkan sertifikat atau dokumen-dokumen kepemilikan atas … apa … tanah dan bagunan milik klien Saudara, apa yang mendasari Saudara, sehingga Saudara itu keberatan untuk menyerahkan dokumen-dokumen itu kepada penyidik?

(12)

26. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Baik. Baik. Di dalam Undang-Undang Advokat itu, saya hanya berpegangan … saya di dalam … di dalam menjalankan tugas dan profesi saya, saya hanya berpegangan kepada Undang-Undang Advokat. Pada waktu itu, Undang-Undang Advokat masih baru, ya. Di dalam pasalnya, di dalam Undang-Undang Advokat itu sudah dijelaskan bahwa seorang advokat itu tidak identik sama klien, satu. Bahwa advokat mendapatkan suatu perlindungan hukum oleh undang-undang. Yang ketiga, di dalam Pasal 19-nya bahwa advokat berhak untuk merahasiakan, berhak untuk menyimpan barang-barang bukti, bebas dari penyitaan, tetapi ya nyatanya tetap disita. Jadi, saya hanya berbekalkan dengan undang-undang itu. Itu yang … yang saya jadikan suatu patokan, pegangan.

Oleh karena itu, saya berkeberatan untuk menyerahkan sertifikat itu.

27. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke. Jadi, itu dasar keberatan Saudara, ya?

28. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Ya.

29. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oke. Cukup ya dari (…)

30. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (PERADI): SUTRISNO Ada satu, Yang Mulia. Ada satu lagi, Yang Mulia.

31. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya.

32. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (PERADI): SUTRISNO

Saudara Saksi ya, Saudara Saksi. Karena akibat daripada tidak menyerahkan barang bukti tadi, resikonya Saudara Saksi menjadi tersangka, ya kan?

(13)

33. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Ya.

34. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (PERADI): SUTRISNO

Nah, di dalam konteks Saudara Saksi sebagai tersang…

dinyatakan sebagai tersangka, hal-hal apa yang menurut Saudara Saksi yang Saudara Saksi rasakan, di sini Saudara saksi sebagai advokat ketika menjalankan profesinya di luar persidangan tidak merasa terlindungi dan tidak ada jaminan bahwa ketika Saudara menjadi saksi itu tidak terlindungi oleh undang-undang. Bagaimana?

35. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Betul. Seperti yang sudah saya ceritakan yang sudah saya saksikan dan saya sudah disumpah, sudah berjanji bahwa apa yang sudah saya terangkan itu adalah benar. Bahwa saya selama 3 tahun lebih, saya teraniaya, yang namanya Soehartono itu di Malang mungkin namanya sudah kocar-kacir, enggak karu-karuan, media sudah memuat macam- macam bahkan saya sudah ditunggu oleh media TV untuk melihat seorang advokat akan ditahan.

Jadi boleh dibilang nama saya sudah cukup hancur juga ya pada waktu itu di Kota Malang. Untung saja banyak dari klien-klien saya masih mengerti, ternyata setelah mereka … dari media-media begitu menanyakan kepada saya, setelah saya jelaskan mereka baru mengerti.

Jadi saya merasa sangat dirugikan sekali dengan tidak adanya perlindungan hukum terhadap seorang advokat di dalam menjalankan profesinya yang kebetulan waktu itu terkena adalah saya.

36. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sudah cukup, ya? Dari Pemohon?

37. KUASA HUKUM PEMOHON:

Ada, Yang Mulia.

38. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, silakan. Dari Pemohon dulu.

(14)

39. KUASA HUKUM PEMOHON:

Saudara Saksi, pada saat Saudara Saksi masih dalam status tersangka di polda, secara otomatis Saudara Saksi memiliki … apa … permasalahan sendiri di samping harus mengurus perkara perdata klien Saudara. Apakah pada saat itu, klien Saudara Saksi merasa terlindungi atau merasa nyaman atas kondisi Saudara Saksi yang ikut dijadikan tersangka?

Selanjutnya, apakah berpengaruh kepada pembelaan Saudara dalam perkara perdata ketika Saudara dalam status tersangka? Terima kasih.

40. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, silakan dijawab.

41. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Baik. Kalau klien saya, yang jelas sudah merasa kecewa dengan kejadian ini. Dia juga merasa tidak terlindungi karena advokatnya saja sudah dijadikan tersangka, barang buktinya yang diserahkan kepada advokat juga dilakukan penyitaan.

Apa sekarang perlindungannya kepada barang bukti itu, dia sudah

… kasarnya dia sudah menyerahkan kepercayaan itu kepada seorang advokat, tetapi tetap saja bisa dilakukan sita bahkan dia sekarang dimasukkan ke bui, ke penjara, dan namanya advokat juga menjadi tersangka, itu luar biasa. Jadi boleh dibilang di media massa itu saya sudah menjadi advokat sejak tahun 1981, saya menjadi advokat, mereka antara percaya dan tidak percaya. Mereka rasa … rata-rata tidak percaya bahwa saya melakukan perbuatan seperti itu. Nah, oleh karena itu, klien saya juga kecewa berat terhadap kejadian ini.

Terhadap pertanyaan yang kedua, apakah berpengaruh terhadap penanganan perkara perdata saya? Untung saja Majelis Hakim, tidak.

Cuma yang seperti saya katakan bahwa Undang-Undang Advokat ini ternyata saya teraniayanya di 2. Satu, di posisi ya … satu di posisi pada waktu proses di pengadilan … proses di penyidikan karena penyidik menetapkan saya sebagai tersangka karena menyimpan barang bukti.

Yang kedua, di pengadilan. Saya kecewa dengan pengadilan, sekalipun pengadilan sudah mendapatkan surat himbauan dari Dewan Pimpinan Cabang Malang pada waktu itu, untuk tidak mengeluarkan penyitaan, tetapi oleh pengadilan diacuhkan. Pengadilan tetap mengeluarkan penyitaan. Nah, itu yang bisa saya jawab.

(15)

42. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Dari Pihak Terkait?

43. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (PERADI): V. HARLEN SINAGA Terima kasih, Majelis. Saudara Saksi, tadi Saudara telah menerangkan banyak hal mengenai pengalaman Saudara yang sangat kecewa dan merasa frustasi. Secara kongkrit dari pengalaman Saudara itu, Saudara mengusulkan apa sebetulnya sebagai advokat dalam melakukan pekerjaan itu? Terima kasih.

44. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Baik, mohon maaf kepada penanya. Saya tidak prustasi, saya hanya kecewa berat. Saya kalau frustasi saya tidak akan hadir ke sini, justru saya akan memperjuangkan hak-hak juga dari teman-teman saya yang seprofesi dengan saya sebagai seorang advokat. Hal yang ingin saya sampaikan, mudah-mudahan di hadapan Yang Mulia Majelis Hakim, ada suatu nuansa yang baru agar Undang-Undang Advokat ini ada suatu revisi dengan suatu harapan setiap advokat di dalam menjalankan tugas dan tugas profesinya baik di luar maupun di dalam persidangan selalu terlindungi.

Kita bisa bayangkan kalau seandainya kita sewaktu-waktu tidak terlindungi di luar persidangan kita akan selalu dibayangi dengan kekuasaan-kekuasaan atau titipan-titipan yang bisa mengenakan kepada diri kita dan akan menetapkan kita menjadi tersangka atau teraniaya dalam bentuk-bentuk yang lain.

45. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke, cukup ya. Pemerintah ada pertanyaan?

46. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (KAI): ZAKIRUDIN CHANIAGO Mohon kesempatan dari KAI, Ketua.

47. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tadi dari Peradi itu ya. Ya, KAI singkat, jelas ya.

48. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (KAI): ZAKIRUDIN CHANIAGO Terima kasih, Ketua.

(16)

49. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Pertanyaannya jawabannya hampir sama semua intinya itu soal perlindungan itu.

50. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (KAI): ZAKIRUDIN CHANIAGO Ya memang intinya hampir semua sama, tapi dari pengalaman saksi, kami ingin minta ketegasan Saudara saksi dengan konteks undang- undang yang semacam itu apalagi dikaitkan dengan adanya Undang- Undang Bantuan Hukum yang belakangan mungkin Saudara juga sudah tahu, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum di mana di sana justru apa yang Saudara alami itu seharusnya tidak terjadi apabila rumusannya sama dengan yang di Undang-Undang Advokat karena yang di Undang-Undang Bantuan Hukum itu baik di dalam maupaun di luar pengadilan. Sekarang saya dalam hal ini minta ketegasan Saudara apakah Saudara merasa perlu mendapat perlindungan di luar pengadilan juga. Terima kasih.

51. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Baik untuk perlindungan di luar persidangan pun sebagai seorang advokat sangat diperlukan. Jadi, kalau boleh dikata kita ini iri Undang- Undang Bantuan Hukum Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 di dalam Pasal 11-nya menyebutkan memberikan perlindungan kepada pemberi bantuan hukum di luar maupun di dalam persidangan, sedangkan advokat tidak ada perlindungan di luar persidangan hanya perlindungannya di dalam sidang.

52. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke, cukup ya. Pemerintah ada pertanyaan atau cukup?

53. PEMERINTAH: MUALIMIN ABDI

Ya. Terima kasih, Yang Mulia. Saya hanya sedikit bertanya kepada saksi, kalau menurut saksi pada waktu persidangan yang lalu Pak Petrus juga mengalami seperti yang saksi alami, namun pada saat itu Undang- Undang Advokat belum lahir belum ada itu. Kompensasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 itu sudah cukup memberikan atau mendudukan advokat baik dalam kedudukannya maupun perlindungannya sudah cukup apa belum?

(17)

54. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Cukup, tetapi belum sempurna.

55. PEMERINTAH: MUALIMIN ABDI

Kalau demikian, yang saksi alami apakah itu karena kekurangan dari Undang-Undang Advokatnya sendiri atau implementasi dari undang- undang yang lain yang dituduhkan kepada saksi?

56. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi begini Saudara Pemerintah ini kan saksi, saksi fakta ya jangan ditanya pendapat. Jadi, kalau pendapat nanti beda lagi, ahli gitu lho. Jadi dari peristiwa yang Saudara alami itu kan mengakibatkan kurangnya perlindungan terhadap Saudara dalam menjalankan tugas- tugas profesi kan itu?

57. SAKSI DARI PIHAK TERKAIT (PERADI): SOEHARTONO SOEMARTO

Betul.

58. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Intinya kan secara keseluruhan itu, kalau tanya pendapat nanti dia disumpah lagi sebagai ahli bukan saksi ya.

Baiklah, saya kira cukup semuanya ya untuk memberikan keterangan dalam persidangan ini dan Pemohon, Pemerintah, dan Terkait, Mahkamah menggap bahwa persidangan pengujian Undang-Undang Advokat Nomor 26 ini perkara Nomor 26 maksud saya sudah dianggap cukup ya. Jadi untuk itu kepada pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesimpulan masing-masing paling lambat hari Selasa tanggal 2 Juni 2013 jam 15.00. Jadi hari Selasa, tanggal 2 Juni, jam 15.00 kepada Pemohon, Pemerintah, dan Terkait untuk menyampaikan kesimpulan dari seluruh proses persidangan dan kesimpulan itu disampaikan Kepaniteraan tidak lagi di dalam persidangan ya dan setelah itu nanti Saudara-Saudara menunggu saja panggilan dari Mahkamah untuk pengucapan putusan. Baik, dengan demikian (…)

59. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT (PERADI): SUTRISNO

Yang Mulia, ada satu yang perlu kami sampaikan dalam persidangan ini. kami dari Pihak Terkait Peradi setelah kami cek ke data

(18)

daripada advokat yang ada di (suara tidak terdengar jelas) Nasional Peradi ternyata terhadap Pemohon kedua dan Pemohon ketiga ini adalah belum berstatus sebagai advokat sebagaimana yang disyaratkan oleh ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Jadi itu yang kami sampaikan dan secara tertulis nanti kami akan sampaikan hari ini juga. Terima kasih.

60. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Baik, nanti itu berkaitan dengan legal standing masing-masing ya, nanti kita akan lihat berdasarkan bukti-bukti yang ada diajukan oleh Pemohon dan para pihak.

Baik dengan demikian sidang dalam perkara Nomor 26 ini kita nyatakan selesai dan sidang ditutup.

Jakarta, 25 Juni 2013 Kepala Sub Bagian Risalah

t.t.d

Rudy Heryanto

NIP. 19730601 200604 1 004 SIDANG DITUTUP PUKUL 11.44 WIB

KETUK PALU 3X

Referensi

Dokumen terkait

Tampilan tabel memuat karakteristik umum dari DAS dan nilai-nilai tangkapan yang didapatkan di outlet (watershed summary), analisis sedimen, hidrologi (erosi, sedimentasi dan

1) Pertama-tama keluarga calon mempelai laki-laki akan mengutus seseorang untuk menemui keluarga calon mempelai perempuan dalam rangka merundingkan tentang berapa nilai

Terkait dengan produk pembiayaan yang ada di Koperasi Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum, pembiayaan bagi hasil manakah yang mampu mendominasi seluruh pembiayaan yang

Dengan penjelasan yang sama, kalau tidak ada faktor lainnya yang berpengaruh, minimum p a d a Maret dan September p a d a fluks meteor yang terdeteksi pada MWR Kototabang

Rata- rata kecepatan pertumbuhan panjang dari Siganus javus Betina yaitu sebesar 0,0172cm/hari, dimana pendugaan umur nol dari ikan Siganus javus Betina memiliki

Secara hukum, pengelolaan keuangan daerah yang dimaksudkan dalam rangka perwujudan kewajiban pemerintah daerah harus dilakukan dengan sejumlah prinsip, yakni: efisien, efektif,

Apabila dilihat dari capaiannya di tahun 2017, maka capaian Nilai Tukar di atas angka 100 dan telah melampaui target tahun 2017 adalah untuk nelayan, pengolah dan petambak

mekanisme dimana perputaran poros membentuk sudut dengan poros lainnya, dimana daya yang dipindahkan relatif kecil. Hal-hal yang perlu diperhatikan didalam melakukan