LAPORAN KINERJA INVESTASI
KEM.PERTAMINAFLip DESA KARANG ANYAR KECAMATAN SUMBER MARGA TELANG KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN
(Jumat, 15 Mei 2015)
FOTO IKON KAWASAN PRA KEM FOTO IKON KAWASAN PASCA KEM
Suasana Kawasan Lahan KEM Marjinal/Terbengkalai di
Desa Karang Anyar Sumber Marga Telang Banyuasin Suasana Lahan di Kawasan KEM setelah Dilakukan Normalisasi Irigasi dan Penanaman Padi
Disusun oleh:
FLipMAS SRIWIJAYA
Banyuasin, 15 Mei 2015
1. SITUASI AWAL KAWASAN
NO ITEM SITUASI KAWASAN URAIAN FAKTA LAPANGAN
1. Sifat Lahan di Kawasan Sifat lahan di kawasan adalah lahan marjinal non produktif dan terbengkalai.
2. Sumber Air Sumber air adalah air dari parit yang belum dioptimalkan fungsinya dengan kedalaman dan lebar tidak beraturan namun sudah terhubung dengan anak Sungai Musi.
3. Pertanian Belum ada tanaman pertanian.
4. Peternakan Belum ada peternakan.
5. Perikanan Belum ada budidaya perikanan.
6. Kondisi Warga KEM Warga miskin yang umumnya belum memiliki pekerjaan tetap.
7. Lain-lain Kesulitan air untuk konsumsi rumah tangga karena masih menggunakan air parit yang memiliki pH rata-rata 5,5 (bagaimana bila ditinjau dari segi kesehatan?). Kondisi air tersebut bila musim hujan dan air pasang pH naik diatas 5,5 (air menjadi payau) dan bila air surut / musim kemarau pH turun dibawah 5,5 (air kadang-kadang asin).
Kedepan perlu dilakukan upaya untuk proses pengolahan air (program tahun ke 2 atau ke 3).
2. HASIL PEKERJAAN INVESTASI DI LAPANGAN
(sesuaikan dengan kegiatan dalam RAB KPI yang tercantum di dalam proposal) NO ITEM KPI PROPOSAL URAIAN FAKTA KINERJA LAPANGAN
1. Pengolahan Lahan (pembersihan lahan marjinal)
Pembersihan lahan marjinal/lahan terbengkalai telah selesai dilaksanakan pada bulan desember 2014.
2. Pembangunan Irigasi Kawasan/Normalisasi Parit
Normalisasi parit telah selesai dilaksanakan pada bulan Januari 2015 sepanjang ± 2 km.
3. Penanaman Bibit Tanaman Sawit dan Padi
Penanaman bibit tanaman sawit dan padi telah selesai dilaksanakan pada bulan januari 2015 ± 5 Ha padi dan 1 Ha sawit.
4. Pembangunan Kandang Ternak/Ternak Sapi
Pembangunan kandang ternak/ternak sapi telah selesai dilaksanakan pada bulan Maret 2015.
5. Pengadaan Ternak/Ternak Sapi Dilaksanakan pada bulan Mei 2015.
6. Pembangunan Ruang Pertemuan/Sekretariat KEM
Pembangunan ruang pertemuan/sekretariat KEM telah selesai dilaksanakan pada bulan April 2015, namun masih ada proses finishing, pembuatan dapur dan WC, pengadaan sarana dan prasarana untuk arsip administrasi pembukuan di
sekretariat KEM (2 buah meja dan 2 buah kursi).
3. FOTO2 LAPANGAN (terpilih dan mewakili). Hindari foto yang sifatnya protokoler!
3.1. PRA KEM
Lahan tidur tidak dimanfaatkan sama sekali oleh masyarakat desa Karang Anyar
Kondisi lahan yang luasnya 6 ha untuk digarap sebagai lokasi KEM
Kondisi parit yang sangat memperihatinkan sangat tidak layak untuk aliran air
Parit ditumbuhi rumput liar membuat airnya kotor dan kuning serta tidak mengalir
Suasana jalan yang sangat memprihatinkan untuk dilalui oleh masyarakat dan petani
Petani mencoba menebas lahan tidur disaat proses pembersihan lahan
Lahan yang sangat luas dan subur tetapi tidak
dimanfaatkan dengan baik
Rumput dan hutan liar tumbuh subur di lahan KEM yang tidak dapat dimanfaatkan
Rumput liar di lahan KEM Kawasan yang terbentang butuh sentuhan tangan-tangan terampil FlipMas Indonesia
3.2. PASCA KEM
Pengolahan lahan Tanaman kelapa sawit
Kolam penampungan air Papan nama KEM Karang Anyar
Aliran air yang sudah lancar dan baik Padi usia tanam 2 bulan
Padi usia tanam 3 bulan Kandang sapi
Sekretariat KEM Karang Anyar, didepannya jembatan
parit yang menghubungkan ke kawasan KEM
Petani menjemur dan memasukkan padi hasil panen perdana ke dalam beberapa karung plastik
4. PENDAPATAN KEM
KEM Karang Anyar Sum-Sel pada tahap I 2014/2015 telah berhasil melaksanakan beberapa point kegiatan sesuai jadual. Diantara kegiatan tersebut adalah kegiatan penanaman padi 5 jenis bibit unggul yang telah berhasil dipanen pada 9 Mei 2015 bersamaan dengan peresmian KEM yang dihadiri langsung oleh bapak Kuswandi Coordinator SME & SR Partnership Program PT Pertamina (persero) pusat Jakarta, bapak Hamzah Situmorang Manager Aviasi Region II, bapak Budi Santoso Kepala DPPU SMB II Palembang dan staf SME & SR Partnership Program Region II Sumbagsel PT Pertamina (persero).
Panen padi pada 9 Mei 2015 tersebut merupakan panen padi perdana yang menghasilkan gabah padi kering giling dari 5 jenis bibit padi unggul sebagai berikut :
1. Padi jenis Ciherang menghasilkan gabah padi kering giling sebanyak 3,0 ton/ha atau 60 karung/ha.
2. Padi jenis Situbagendit menghasilkan gabah padi kering giling sebanyak ± 3,2 ton/ha atau 64 karung/ha.
3. Padi jenis Mekongga sama dengan jenis Mekongga menghasilkan gabah padi kering giling sebanyak ± 4,0 ton/ha atau 80 karung/ha.
4. Padi jenis Inpari 30 ss menghasilkan gabah padi kering giling sebanyak ± 4,0 ton/ha atau 80 karung/ha.
5. Padi jenis Inpari 33 menghasilkan gabah padi kering giling sebanyak 4,1 ton/ha atau 82 karung/ha, meningkat ± 80% dibanding dengan hasil panen padi yang telah dihasilkan petani disekitar kawasan KEM Karang Anyar Sumsel, yaitu sebanyak ± 2,3 ton/ha atau 46 karung/ha (sumber : petani sekitar kawasan KEM Karang Anyar Sumsel, 2015).
Padi jenis Inpari 33 tersebut merupakan hasil terbanyak dari ke 5 jenis bibit padi unggul yang ditanam pada lahan pasang surut KEM Karang Anyar Sumsel.
Kelima jenis padi unggul tersebut ditanam pada lahan ± 5 Ha, masing-masing seluas ± 1 Ha setiap jenis bibit padi.
Total keseluruhan hasil panen padi perdana KEM Karang Anyar Sumsel 9 Mei 2015 adalah sebanyak 18,3 ton gabah kering giling.
Untuk mencapai peningkatan jumlah hasil panen padi di kawasan KEM tersebut, kedepan perlu dilakukan upaya peningkatan sistem irigasi dan sistem cetak sawah serta melakukan upaya peningkatan waktu panen padi dari satu kali menjadi dua kali pertahun.
5. KEBERLANJUTAN KEM
Dalam rangka keberlanjutan program, FLipMAS SRIWIJAYA merencanakan akan merealisasikan kegiatan program KEM tahap II periode 2014/2015, Insya Allah akan dapat dilaksanakan mulai 1 Juni 2015 dengan jenis kegiatan sebagai berikut :
a. Pengolahan Lahan, dilaksanakan pada lahan pengembangan ± seluas 4 ha diperuntukkan jenis tanaman holtikultura, rumput gajah untuk pakan hijau (ternak sapi), yang semula sudah terealisasi seluas ± 6 ha untuk tanaman padi dan sawit.
b. Penanaman Pakan Hijauan, diberdayakan untuk pakan tambahan ternak (ternak sapi bali).
c. Pengadaan Ikan, (ikan lele, nila dan patin).
d. Pengadaan Bibit Tanaman Holtikultura, (antara lain bibit cabe, terung, kacang panjang dan buncis, pisang, sawi, timun, semangka, jagung, kelengkeng, pepaya, durian montong,
mangga, kelapa, rambutan, matoa dan jambu-jambuan).
e. Pengadaan Pupuk, (Urea, TSP, KCL, dan Pupuk Daun tetap diadakan, namun dalam volume kecil, sebagai selingan dalam penggunaan pupuk organik yang dihasilkan dari limbah hasil pertanian dan peternakan.
f. Pengadaan alat/mesin2 Pertanian, yaitu : mesin pemotong rumput dan sabit untuk membersihkan rumput dan lalang, genset untuk menambah daya listrik yang diperlukan, hand tractor untuk membajak tanah, pompa air, (1) untuk lahan pertanian dan peternakan, (2) untuk kebutuhan air rumah tangga penjaga KEM/sekretariat KEM, mesin perontok padi dan jagung untuk percepat proses produksi padi dan jagung, sedangkan selang, pipa, semen, pasir, besi, kawat ikat, seng, asbes, paku, kayu, batu pondasi, batu koral adalah untuk membuat bak penampungan air (bak water treatment) dan konstruksi menara tedmon sebagai tempat penampungan air bersih setelah proses pengolahan yang diolah melalui bak-bak penampungan air.
g. Pembuatan Pakan Ternak Mandiri, untuk ternak sapi dilakukan pengolahan limbah hasil pertanian dan perkebunan dengan menggunakan salah satu perlatan chopper. Untuk ternak ikan dilakukan pengolahan bahan-bahan dengan menggunakan peralatan mesin
penepung dan mesin pelet.
h. Pemberian Vitamin/Vaksin/Obat. Pengadaan vitamin/vaksin dan obat dilakukan dengan
melalui koordinasi dari Fakultas Pertanian Unsri dan yang terkait.
i. Pengendalian Hama dan Penyakit. Pengendalian hama dan penyakit juga dilakukan dengan melalui koordinasi dari Fakultas Pertanian Unsri dan yang terkait.
j. Penyortiran Produk, Pengemasan Produk, dilakukan petani bersama-sama tim FLipMAS SRIWIJAYA.
k. Produk Pasca Panen, dilakukan petani bersama-sama tim FLipMAS SRIWIJAYA.
l. Evaluasi Hasil Penjualan Produk KEM, dilakukan petani bersama-sama tim FLipMAS SRIWIJAYA.
m. Pemasaran Produk ke Pasar, dilakukan petani bersama-sama tim FLipMAS SRIWIJAYA.
n. Perhitungan Nilai IPM KEM, dilakukan koordinator IPM dan tim FLipMAS SRIWIJAYA.
6. ANGKA IPM KAWASAN
Angka IPM Kawasan akan dilakukan pendataan sesuai skedul pada tahap II, dan diharapkan akan didapat hasil pendataan sesuai jadual kegiatan hingga tahap II selesai. Untuk mengetahui lebih detil dalam mendapatkan data optimal angka IPM Kawasan tentu diharapkan waktu yang cukup agar perubahan dapat diketahui dengan perbandingan setiap tahunnya. Artinya dalam mendata perkembangan angka IPM Kawasan menurut hemat kami perlu waktu minimal 3 tahun untuk mengetahui perkembangan pada masyarakat kawasan, khususnya KEM Karang Anyar Sumatera Selatan.
7. KESIMPULAN
Dari beberapa uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan :
1. Pelaksanaan kegiatan program tahap I 2014/2015 (Desember 2014-Mei 2015) telah selesai dilaksanakan sesuai Jadual Kegiatan, namun masih ada yang perlu disempurnakan, antara lain masalalah perawatan irigasi, tanaman sawit, kandang sapi dan finishing sekretariat KEM termasuk pembuatan dapur, WC, serta pengadaan sarana prasarana untuk arsip administrasi pembukuan di sekretariat (2 buah meja dan 2 buah kursi).
Saat ini diperlukan juga alat timbangan setelah panen padi, karena ditemukan fakta dilapangan kemaren dalam menentukan berat gkp saat ini dilakukan cara tradisional yaitu menggunakan karung sebagai alat ukuran berat, dimana satu karung dianggap 50 kg.
2. Perlu dilakukan penambahan alat mesin panen dan mesin giling padi pada tahun ke 2 untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomis harga jual produk.
3. Melihat kondisi masyarakat dikawasan perlu dilakukan peningkatan pendidikan formal dan non-formal diberbagai bidang dan melakukan penyuluhan dibidang kesehatan pada pada tahun ke 2 dan ke 3 program, guna mencapai kesempurnaan dalam mengukur kinerja program melalui penghitungan IPM.
4. Perlu bantuan dana pemda dalam membuat sistem irigasi di area KEM, guna meningkatkan produktivitas dibidang pertanian, perkebunan, perikanan bahkan peternakan.
8. SARAN DAN REKOMENDASI
FW SRIWIJAYA dalam melaksanakan program KEM yang berkelanjutan guna mencapai kesejahteraan masyarakat (terukur, IPM), khususnya dilingkungan KEM, maka program KEM.PERTAMINAFLip Desa Karang Anyar Sumber Marga Telang Kabupaten Banyuasin untuk dapat direkomendasikan kiranya program tersebut dapat diperpanjang sampai minimal 3 tahun atau sesuai proposal awal, dan menyarankan kepada pihak Pertamina melalui Coordinator SME & SR PP PT Pertamina (persero), kiranya untuk dapat diadakan program yang sama di kabupaten kota lain, guna memperluas kawasan KEM di Sumatera Selatan secara keseluruhan, mengingat Sumatera Selatan memiliki lahan yang cukup luas dan terdiri dari 17 kabupaten kota.
Banyuasin, 15 Mei 2015
KETUA KEM
KETUA FW
(Dr. Ir. Satria Jaya Priatna, M.S)
(Ir. M. Zaman, M.T., M.Si)