PEMERINTAH KOTA SALATIGA
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
Jalan LMU Adisucipto Nomor 2 Salatiga Kode Pos 507xx Telp.(0298) 324979 Faks. (0298) 324844 Website: www.pemkot-salatiga.go.id
E-mail: [email protected]
KATA PENGANTAR
Penerimaan peserta didik pada Taman Kanak-Kanak dan Sekolah telah diatur oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui berbagai perundang-undangan dan peraturan-peraturan dibawahnya. Sebagai pedoman pelaksanaan penerimaan peserta didik bagi taman kanak-kanak dan sekolah di Kota Salatiga kami menjabarkan berbagai peraturan tersebut ke dalam Keputusan Walikota Salatiga Nomor 422/114/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Tahun Pelajaran 2013/2014.
Keputusan dimaksud bertujuan memberikan pedoman kepada Kepala Taman Kanak-Kanak dan Kepala Sekolah baik negeri maupun swasta di Salatiga serta seluruh jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga dalam mengatur pelaksanaan penerimaan peserta didik tahun pelajaran 2013/2014.
Kepala Taman Kanak-Kanak dan Kepala Sekolah di Kota Salatiga agar melaksanakan penerimaan peserta didik tahun pelajaran 2013/2014 dengan sebaik-baiknya dan penuh dengan tanggungjawab.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita sekalian, Amin.
Salatiga, Mei 2013
KEPALA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SALATIGA
Drs. Susanto
Pembina Utama Muda
NIP. 19610508 198703 1 007
PEMERINTAH KOTA SALATIGA
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
Jalan LMU Adisucipto Nomor 2 Salatiga Kode Pos 507xx Telp.(0298) 324979 Faks. (0298) 324844 Website: www.pemkot-salatiga.go.id
E-mail: [email protected] KEPUTUSAN WALIKOTA SALATIGA
NOMOR : 422/114/2013
TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN DAN PERPINDAHAN PESERTA DIDIK PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2013/2014
WALIKOTA SALATIGA,
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat (2) Peraturan Walikota Salatiga Nomor 27 Tahun 2011 tentang Pelimpahan Kewenangan Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Perpindahan Peserta Didik pada Taman Kanak-kanak dan Sekolah, perlu menetapkan Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Perpindahan Peserta Didik pada Taman Kanak-kanak dan Sekolah;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga atas nama Walikota;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Kecil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat;
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;
4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
5. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990 tentang Pendidikan Pra Sekolah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1998;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 1998;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1991 tentang Pendidikan Luar Biasa;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1992 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga dan Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah;
17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013;
18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar;
19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2013 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan
Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian
Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional;
20. Peraturan Bersama Antara Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama Nomor 04/VI/PB/2011 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal/ Bustanul Athfal dan Sekolah/Madrasah;
21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan;
22. Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 8 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kota Salatiga;
23. Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 4 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendidikan;
24. Peraturan Walikota Salatiga Nomor 42 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Naskah Dinas;
25. Peraturan Walikota Salatiga Nomor 27 Tahun 2011 tentang Pelimpahan Kewenangan Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Perpindahan Peserta Didik pada Taman Kanak-Kanak dan Sekolah;
26. Peraturan Walikota Salatiga Nomor 11 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif;
Memperhatikan : 1. Surat Edaran Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional tertanggal 23 April 2009 nomor 1839/C.C2/TU/2009 perihal Penyelenggaraan Pendidikan Taman Kanak-kanak dan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Dasar;
2. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 30 Januari 2013 nomor 017/MPK/SE/2013 perihal Kebijakan Transisi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI);
3. Surat Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Direktur Pembinaan SMA tertanggal 12 April 2013 nomor 776/DM/2013 perihal Penerimaan Peserta Didik Baru SMA Tahun 2013;
4. Surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tertanggal 7 Mei 2013 nomor 422.1/03870 perihal Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2013/2014;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KESATU : Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Perpindahan Peserta Didik pada Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Tahun Pelajaran 2013/2014, sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan.
KEDUA : Pedoman pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU Keputusan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PERSYARATAN PESERTA DIDIK BARU BAB III ROMBONGAN BELAJAR
BAB IV PENDAFTARAN SISTEM ON LINE BAB V SELEKSI
BAB VI KETENTUAN KHUSUS BAB VII BIAYA
BAB VIII DAFTAR ULANG BAB IX JADWAL
BAB X PERPINDAHAN PESERTA DIDIK BAB XI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN BAB XII LAPORAN
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Salatiga pada tanggal 20 Mei 2013
a.n. WALIKOTA SALATIGA KEPALA DINAS PENDIDIKAN,
PEMUDA DAN OLAH RAGA,
SUSANTO
Tembusan:
1. Walikota Salatiga;
2. Inspektur Kota Salatiga;
3. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Salatiga;
4. Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Salatiga;
5. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga.
LAMPIRAN KEPUTUSAN WALIKOTA SALATIGA NOMOR : 422/114/2013
TANGGAL : 20 Mei 2013
PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN DAN PERPINDAHAN PESERTA DIDIK PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2013/2014
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat menuju terwujudnya masyarakat Kota Salatiga yang cerdas dan sejahtera serta dapat memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan dapat berkompetisi secara sehat, maka dalam salah satu mekanisme tahapan dalam penyelenggaraan pendidikan perlu disusun pedoman dalam pelaksanaan penerimaan dan perpindahan peserta didik untuk TK dan SD, SMP, SMA/SMK.
B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud:
Untuk mewujudkan pelayanan pendidikan secara obyektif, transparan, akuntabel, seimbang dan tidak diskriminatif serta dapat memberikan kesempatan untuk berkompetisi secara sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas calon peserta didik.
Tujuan :
1. Sebagai pedoman pelaksanaan penerimaan peserta didik untuk tingkat pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
2. Sebagai pedoman pelaksanaan perpindahan peserta didik antar sekolah dalam kota, antar kota dalam satu provinsi, antar kota antar provinsi dan asing.
3. Sebagai upaya meningkatkan efisiensi dalam penerimaan peserta didik.
C. PEDOMAN UMUM Pengertian istilah.
1. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
2. Penerimaan peserta didik adalah penerimaan peserta didik pada sekolah dari sekolah yang jenjangnya setingkat lebih rendah.
3. Taman Kanak Kanak adalah jenjang pendidikan anak usia dini (yakni usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal.
4. Sekolah adalah jenjang pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar hingga menengah meliputi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.
5. Perpindahan peserta didik adalah penerimaan peserta didik dari sekolah lain yang sederajat.
6. Ujian Nasional yang selanjutnya disingkat UN adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara Nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.
7. Ujian Sekolah yang selanjutnya disingkat US adalah kegiatan penilaian belajar tingkat satuan pendidikan yang dilaksanakan pada akhir satuan pembelajaran pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
8. Ijazah adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh satuan pendidikan yang menyatakan bahwa peserta didik lulus dari satuan pendidikan berdasarkan Pasal 72 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005.
9. Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN adalah surat pernyataan nilai mata pelajaran yang didapat dari hasil mengikuti ujian nasional dan bagi yang telah dinyatakan lulus dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.
10. Program Kejar Paket A adalah program pendidikan jalur pendidikan non formal yang diselenggarakan dalam kelompok belajar atau kursus yang memberikan pendidikan yang setara dengan SD.
11. Program Kejar Paket B adalah program pendidikan jalur pendidikan non formal yang diselenggarakan dalam kelompok belajar atau kursus yang memberikan pendidikan yang setara dengan SMP.
12. Program Kejar Paket C adalah program pendidikan jalur pendidikan non formal yang diselenggarakan dalam kelompok belajar atau kursus yang memberikan pendidikan yang setara dengan SMA.
13. Prestasi adalah prestasi bidang akademis (Karya ilmiah,lomba mata pelajaran dan peserta didik berprestasi), bidang olahraga (semua cabang olah raga resmi dipertandingkan pada event tingkat regional, nasional dan internasional), bidang kesenian (seni tari tradisional, seni tari modern, seni suara/vokal, seni lukis/ kriya, seni musik, seni karawitan, seni teater/drama, seni padalangan, seni baca puisi/geguritan, membaca ”cerkak”, mengarang dan MTQ), bidang keterampilan (Pramuka dan PMR) pada tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan baik perorangan dan kelompok.
14. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga adalah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga.
15. Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) adalah sekolah dasar yang memenuhi kriteria 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
16. SMP Standar Nasional (SMPSN) adalah sekolah menengah pertama yang memenuhi kriteria 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
17. SMA RSKM (Rintisan Sekolah Kategori Mandiri) adalah rintisan sekolah menengah atas yang memenuhi kriteria 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
18. Pendidik adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
19. Tenaga kependidikan adalah petugas yang melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
BAB II
PERSYARATAN PESERTA DIDIK BARU
A. TAMAN KANAK-KANAK (TK) DAN TAMAN KANAK-KANAK LUAR BIASA (TKLB) 1. Persyaratan calon peserta didik baru TK:
a. berusia 4 sampai dengan 5 tahun untuk kelompok A;
b. berusia 5 sampai dengan 6 tahun untuk kelompok B.
2. Persyaratan calon peserta didik TKLB adalah anak yang minimal berusia 4 tahun;
3. Menyertakan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
B. SEKOLAH DASAR (SD) DAN SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SDLB)/SEKOLAH LUAR BIASA (SLB)
1. Persyaratan calon peserta didik baru SD:
a. telah berusia 7 sampai dengan 12 tahun wajib diterima;
b. telah berusia 6 tahun dapat diterima dengan catatan kuota sebagaimana dimaksud pada poin (a) belum terpenuhi;
c. kurang dari usia 6 tahun dapat diterima apabila disertai rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten seperti konselor maupun psikolog dengan catatan kuota sebagaimana dimaksud pada poin (b) belum terpenuhi.
2. Persyaratan calon peserta didik kelas baru SDLB/Sekolah Luar Biasa (SLB) Tingkat Dasar adalah anak yang berusia minimal 6 tahun;
3. Menyertakan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
C. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMPLB)
1. Persyaratan calon peserta didik kelas VII (tujuh) Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah :
a. telah lulus dan memiliki Ijazah SD/MI/Program Kejar Paket A;
b. memiliki SKHUN dan rapor SD/MI/Surat Tanda Lulus Program Kejar Paket A;
c. khusus bagi sekolah penyelenggara program inklusif, calon peserta didik dari pendidikan inklusif ketunaan C dan C1 tidak wajib menyertakan SKHUN dan diganti dengan Surat Tanda Tamat Belajar yang diterbitkan oleh Sekolah ;
d. berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada awal tahun pelajaran baru;
e. mendaftarkan pada SMP yang dituju;
f. khusus kelas atlet wajib melampirkan:
1) sertifikat/piagam kejuaraan resmi dengan ketentuan untuk kejuaraan tingkat Kota minimal memiliki prestasi juara I (satu), tingkat Provinsi minimal memiliki prestasi juara II (dua), tingkat Nasional/Internasional dapat diterima langsung;
2) melampirkan rekomendasi dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Salatiga diketahui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga atas dasar surat permohonan rekomendasi dari induk cabang olahraga yang dilampiri dengan bukti-bukti sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
3) melampirkan bukti resmi surat keterangan domisili Kota Salatiga.
2. Persyaratan calon peserta didik kelas VII (tujuh) Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) adalah :
a. telah lulus dan memiliki Ijazah SDLB/SLB Tingkat Dasar;
b. memiliki SKHUN;
c. mendaftarkan pada SMPLB yang dituju;
D. SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA (SMALB)
1. Persyaratan calon peserta didik kelas X (sepuluh) Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah :
a. telah lulus dan memiliki Ijazah SMP/MTs/Program Kejar Paket B;
b. telah lulus dengan memiliki SKHUN SMP/MTs/Surat Tanda Lulus Program Kejar Paket B;
c. berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru;
d. mendaftarkan pada SMA yang dituju;
e. khusus kelas atlet wajib melampirkan:
1) sertifikat/piagam kejuaraan resmi dengan ketentuan untuk kejuaraan tingkat Kota minimal memiliki prestasi juara I (satu), tingkat Provinsi minimal memiliki prestasi juara II (dua), tingkat Nasional/Internasional dapat diterima langsung;
2) melampirkan rekomendasi dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Salatiga diketahui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga atas dasar surat permohonan rekomendasi dari induk cabang olahraga yang dilampiri dengan bukti-bukti sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
3) melampirkan bukti resmi surat keterangan domisili Kota Salatiga.
2. Persyaratan calon peserta didik kelas X (sepuluh) Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) adalah :
a. telah lulus dan memiliki Ijazah SMPLB;
b. telah lulus dengan memiliki SKHUN;
c. berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru;
d. mendaftarkan pada SMA LB yang dituju;
3. Persyaratan calon peserta didik tingkat I (satu) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah :
a. telah lulus dan memiliki Ijazah SMP/MTs/Program Kejar Paket B;
b. telah lulus dengan memiliki SKHUN SMP/MTs/Surat Tanda Lulus Program Kejar Paket B;
c. berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru;
d. memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan spesifikasi program keahlian di sekolah yang dituju.
BAB III
ROMBONGAN BELAJAR
1. Jumlah peserta didik pada TK dalam satu rombongan belajar/kelas maksimum 25 siswa.
2. Jumlah peserta didik pada TKLB dalam satu rombongan belajar/kelas maksimum 5 siswa.
3. Jumlah peserta didik pada SD dalam setiap rombongan belajar/kelas maksimum 32 siswa, sudah termasuk siswa mengulang.
4. Jumlah peserta didik pada SDLB/SLB Tingkat Dasar, dalam setiap rombongan belajar/kelas maksimum 8 siswa.
5. Jumlah peserta didik pada SMP dalam setiap rombongan belajar/kelas maksimum 28 siswa, sudah termasuk siswa mengulang.
6. Jumlah peserta didik pada SMPLB dalam setiap rombongan belajar/kelas maksimum 8 siswa.
7. Jumlah peserta didik pada SMA dalam setiap rombongan belajar/kelas maksimum 36 siswa, sudah termasuk siswa mengulang.
8. Jumlah peserta didik pada SMALB dalam setiap rombongan belajar/kelas maksimum 8 siswa.
9. Jumlah peserta didik pada SMK setiap rombongan belajar/kelas maksimum 36 siswa, sudah termasuk siswa mengulang.
10. Ketentuan mengenai jumlah maksimal rombel dan kuota peserta didik Kota Salatiga sesuai tabel sebagai berikut:
ROMBONGAN BELAJAR DAN KUOTA PESERTA DIDIK (SUDAH TERMASUK SISWA MENGULANG)
NO Nama Sekolah
KUOTA Kuota
Rombel Per
Rombel Peserta Didik
I SD NEGERI
1 SD Ledok 01 1 32 32
2 SD Ledok 02 1 32 32
3 SD Ledok 04 1 32 32
4 SD Ledok 05 1 32 32
5 SD Ledok 06 1 32 32
6 SD Ledok 07 1 32 32
7 SD Tegalrejo 01 1 32 32
8 SD Tegalrejo 02 1 32 32
9 SD Tegalrejo 03 1 32 32
10 SD Tegalrejo 04 1 32 32
11 SD Tegalrejo 05 1 32 32
12 SD Cebongan 01 1 32 32
13 SD Cebongan 02 1 32 32
14 SD Cebongan 03 1 32 32
15 SD Noborejo 01 1 32 32
16 SD Noborejo 02 1 32 32
17 SD Kumpulrejo 01 1 32 32
18 SD Kumpulrejo 02 1 32 32
19 SD Kumpulrejo 03 1 32 32
20 SD Randuacir 01 1 32 32
21 SD Randuacir 02 1 32 32
22 SD Randuacir 03 1 32 32
23 SD Kutowinangun 01 1 32 32
24 SD Kutowinangun 03 1 32 32
25 SD Kutowinangun 04 1 32 32
26 SD Kutowinangun 05 1 32 32
27 SD Kutowinangun 07 1 32 32
28 SD Kutowinangun 08 1 32 32
29 SD Kutowinangun 09 1 32 32
30 SD Kutowinangun 10 1 32 32
31 SD Kutowinangun 11 1 32 32
32 SD Kutowinangun 12 1 32 32
33 SD Gendongan 01 1 32 32
34 SD Gendongan 02 1 32 32
35 SD Gendongan 03 1 32 32
36 SD Sidorejo Kidul 01 1 32 32
37 SD Sidorejo Kidul 02 1 32 32
38 SD Sidorejo Kidul 03 1 32 32
39 SD Kalibening 1 32 32
40 SD Tingkir Lor 01 1 32 32
7
41 SD Tingkir Lor 02 1 32 32
42 SD Tingkir Tengah 01 1 32 32
43 SD Tingkir Tengah 02 1 32 32
44 SD Kalicacing 02 1 32 32
45 SD Mangunsari 01 1 32 32
46 SD Mangunsari 02 1 32 32
47 SD Mangunsari 03 1 32 32
48 SD Mangunsari 04 1 32 32
49 SD Mangunsari 05 1 32 32
50 SD Mangunsari 06 1 32 32
51 SD Mangunsari 07 1 32 32
52 SD Dukuh 01 1 32 32
53 SD Dukuh 02 1 32 32
54 SD Dukuh 03 1 32 32
55 SD Dukuh 04 1 32 32
56 SD Dukuh 05 1 32 32
57 SD Kecandran 01 1 32 32
58 SD Salatiga 01 1 32 32
59 SD Salatiga 02 1 32 32
60 SD Salatiga 03 1 32 32
61 SD Salatiga 05 1 32 32
62 SD Salatiga 06 1 32 32
63 SD Salatiga 08 1 32 32
64 SD Salatiga 09 1 32 32
65 SD Salatiga 10 1 32 32
66 SD Salatiga 12 1 32 32
67 SD Sidorejo Lor 01 1 32 32
68 SD Sidorejo Lor 02 1 32 32
69 SD Sidorejo Lor 03 1 32 32
70 SD Sidorejo Lor 04 1 32 32
71 SD Sidorejo Lor 05 1 32 32
72 SD Sidorejo Lor 06 1 32 32
73 SD Sidorejo Lor 07 1 32 32
74 SD Blotongan 01 1 32 32
75 SD Blotongan 02 1 32 32
76 SD Blotongan 03 1 32 32
77 SD Pulutan 01 1 32 32
78 SD Pulutan 02 1 32 32
79 SD Bugel 01 1 32 32
80 SD Bugel 02 1 32 32
81 SD Kauman Kidul 1 32 32
II SD SWASTA
1 SD Kanisius Gendongan 1 32 32
2 SD Kristen 03 2 32 64
3 SD Kristen 04 1 32 32
4 SD Muhammadiyah 2 32 64
5 SD Kristen 01 1 32 32
6 SD Marsudirini 77 1 32 32
7 SD Marsudirini 78 1 32 32
8 SD Kanisius Cungkup 1 32 32
9 SD Kristen 02/Lab 2 32 64
10 SD Islam Al Azhar 2 32 64
11 SDIT Nidaul Hikmah 2 32 64
12 SD Kristen Bethany 1 32 32
13 SDIT Imaduddin 1 32 32
III SMP NEGERI
1 SMP Negeri 1 8 28 224
2 SMP Negeri 2 8 28 224
3 SMP Negeri 3 7 28 196
SMP Negeri 3 (Atlit) 1 28 28
4 SMP Negeri 4 8 28 224
5 SMP Negeri 5 8 28 224
6 SMP Negeri 6 8 28 224
7 SMP Negeri 7 8 28 224
8 SMP Negeri 8 8 28 224
9 SMP Negeri 9 8 28 224
10 SMP Negeri 10 8 28 224
IV SMP SWASTA
1 SMP Kristen 1 3 28 84
2 SMP Kristen 2 5 28 140
3 SMP Kristen 4 4 28 112
4 SMP Krist. Satya Wacana 4 28 112
5 SMP Stella Matutina 6 28 168
6 SMP Pangudi Luhur 5 28 140
7 SMP Muhammadiyah 6 28 168
8 SMP Islam Sultan Fattah 3 28 84
9 SMP Islam Sudirman 2 3 28 84
10 SMP Dharma Lestari 1 28 28
11 SMP Islam Al Azhar 18 4 28 112
12 SMP Islam Raden Paku 1 28 28
13 SMP IT Nidaul Hikmah 1 28 28
14 SMP Anak Terang 1 28 28
15 SMP Sunan Giri 1 28 28
V SMA NEGERI
1 SMA Negeri 1 9 36 324
2 SMA Negeri 2 9 36 324
3 SMA Negeri 3 8 36 288
SMA Negeri 3 (Akselerasi) 1 20
SMA Negeri 3 (Atlit) 1 36
VI SMA SWASTA
1 SMA Kristen 1 6 36 216
2 SMA Kristen 2 2 36 72
3 SMA Theresiana 2 36 72
4 SMA Kristen Satya Wacana 5 36 180
5 SMA Muhamadiyah Plus 3 36 108
VII SMK NEGERI
1 SMK Negeri 1
1. Adm.Perkantoran 3 36 108
2. Akutansi 3 36 108
3. Penjualan 2 36 72
4. Tata busana 2 36 72
5. Tata Boga (Restoran) 1 36 36
6. Tata Kecantikan (Rambut) 1 36 36
Jumlah 12 432
2 SMK Negeri 2
1. Tek.Gambar Bangunan 2 36 72
2. Tek.Kontruksi Batu & Beton 1 36 36
3. Tek.Kontruksi Kayu 1 36 36
4. Tek. Audio Video 2 36 72 5. Tek.Elektronika Industri 3 36 108
6. Tek. Kendaraan Ringan 3 36 108
7. Tek.Pemesinan 2 36 72
8. Tek. Komputer & Jaringan 2 36 72
Jumlah 16 576
3 SMK Negeri 3
1. Tek.Mekatronika 2 36 72
2. Tek. Las dan Fabrikasi 2 36 72
3. Tek.Ototronik 5 36 180
4. Agribisnis & T.Pangan Hort. 2 36 36
Jumlah 11 360
VIII SMK SWASTA
1 SMK Kristen ( BM )
1. Akuntansi 2 36 72
2. Penjualan 2 36 72
3. Adm. Perkantoran 2 36 72
4. Multimedia 2 36 72
Jumlah 8 288
2 SMK Pelita
1. Akuntansi 1 36 36
2. Penjualan 1 36 36
3. Perhotelan 2 36 72
4. Teknik Komputer Jaringan 2 36 72
Jumlah 6 216
3 SMK PGRI 1
1. Tata Busana 4 36 144
Jumlah 4 36 144
4 SMK Islam Sudirman
1. Akuntansi 2 36 72
Jumlah 2 36 72
5 SMK PGRI 2
1. Akuntansi 3 36 108
2. Adm. Perkantoran 2 36 72
3. Penjualan 2 36 72
4. Grafika 1 36 36
Jumlah 8 288
6 SMK Diponegoro
1. Akuntansi 4 36 144
2. Penjualan 4 36 144
Jumlah 8 288
7 SMK Saraswati
1. Tek.Pemanf.Tenaga Listrik 1 36 36 2. Tek.Pemeliharaan Mek.Ind 2 36 72
3. Tek. Kendaraan Ringan 4 36 144
4. Tek.Pemesinan 2 36 72
5. Multimedia 2 36 72
6. Tek. Otomasi Industri 1 36 36
Jumlah 12 432
8 SMK Kristen ( TI )
1. Teknik Otomasi Industri 1 36 36
2. Teknik Audio Video 1 36 36
3. Teknik Pemesinan 2 36 72
4. Teknik Kendaraan Ringan 3 36 108
Jumlah 7 252
9 SMK Muhammadiyah
1. Tek. Garmen 1 36 36
2. Tek. Pemanfaatan T. Listrik 1 36 36
3. Tek. Pemesinan 4 36 144
4. Tek. Kendaraan Ringan 3 36 108
Jumlah 9 324
10 SMK Al Fallah
1. Teknik Kendaraan Ringan 2 36 72
2. Tata Busana 1 36 36
Jumlah 3 108
11 SMK Pancasila
1. Tek.Audio Video 1 36 36
Jumlah 1 36
12 SMK PGRI 3
1. Multi Media 1 36 36
Jumlah 1 36
13 SMK Sultan Fattah
1. Akuntansi 1 36 36
2. Penjualan 1 36 36
Jumlah 2 72
14 SMK Al-Madinah
1. Multi Media 1 36 36
Jumlah 1 36
15 SMK Pertanian Dharma Lestari
1. Agribisnis 1 36 36
Jumlah 1 36
16 SMK Putra Bangsa
1. Farmasi 2 36 72
Jumlah 2 72
Keterangan :
1. Sekolah Negeri yang pendaftarnya belum memenuhi daya tampung yang telah ditentukan, dapat membuka pendaftaran dengan jadwal seperti sekolah swasta, setelah mendapat izin tertulis dari Walikota Salatiga.
2. Perubahan dari ketentuan di atas harus mendapat izin tertulis dari Walikota Salatiga.
BAB IV
PENDAFTARAN SISTEM ON LINE
1. Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru secara On Line diterapkan pada seluruh SMP/SMA/SMK Negeri se Kota Salatiga.
2. Calon peserta didik dapat mendaftar secara online lewat laman salatiga.siap- psb.com .
3. Selanjutnya calon peserta didik dapat juga mendaftar langsung sekaligus melakukan pemberkasan ke satuan pendidikan:
a. Calon peserta didik menuju satuan pendidikan dengan membawa persyaratan yang telah ditetapkan;
b. Calon peserta didik dibantu oleh tenaga operator untuk melakukan proses entri data formulir pendaftaran melalui komputer secara online yang disediakan oleh satuan pendidikan;
c. Calon peserta didik menyerahkan berkas pendaftaran untuk dilakukan verifikasi oleh panitia pendaftaran;
d. Calon peserta didik menunggu pengesahan tanda bukti pendaftaran/formulir pendaftaran dari Panitia Pendaftaran yang akan digunakan sebagai bukti pada pendaftaran ulang apabila diterima;
e. Calon peserta didik khusus SMK menunggu penyerahan kartu peserta tes dari Panita Pendaftaran yang akan digunakan sebagai kartu tes dan bukti pendaftaran ulang apabila diterima;
f. Tanda bukti pendaftaran agar disimpan calon siswa sebagai:
- Tanda bukti daftar ulang apabila diterima;
- Tanda bukti untuk mengambil berkas apabila tidak diterima dan untuk mendaftar ke sekolah lain.
4. Jurnal harian dan pengumuman hasil PPDB On line dapat diakses lewat internet atau dapat dilihat langsung pada pengumuman di sekolah yang bersangkutan.
5. Apabila calon peserta didik tidak masuk dalam jurnal harian hasil sementara, maka dapat mendaftar kembali di sekolah lain selama jadwal pendaftaran masih berlangsung.
6. Calon peserta didik baru yang dinyatakan diterima pada satuan pendidikan tidak dapat mendaftar PPDB lagi.
7. Sekolah wajib memberikan sosialisasi kepada masyarakat;
BAB V SELEKSI
A. SELEKSI
1. Sekolah dapat mengadakan seleksi calon peserta didik jika pendaftar melebihi daya tampung didasarkan pada seleksi peringkat Nilai Akhir PPDB sesuai kuota masing-masing sekolah.
2. Calon peserta didik mendapat tambahan Nilai Prestasi (NP) apabila berprestasi dibidang : akademik, olahraga, kesenian, keterampilan baik pribadi maupun kelompok.
3. Bagi anak pendidik atau tenaga kependidikan yang mendaftar pada satuan pendidikan tempat orangtuanya sebagai pendidik atau tenaga kependidikan serta anak pendidik yang mendaftar pada satuan pendidikan bukan tempat orangtuanya sebagai pendidik, mendapat nilai kemaslahatan (NK).
4. Bagi peserta didik yang berasal dari dalam Kota Salatiga dan atau bersekolah di Kota Salatiga, mendapat nilai lingkungan (NL).
5. Ketentuan mengenai Nilai Prestasi (NP), Nilai Kemaslahatan (NK), Nilai Lingkungan (NL) dan Nilai Akhir PPDB (NAP) diatur diatur sesuai ketentuan sebagai berikut:
5.1. NILAI PRESTASI (NP) DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2013/2014
5.2.
NO TINGKAT
KEJUARAN JUARA I JUARA II JUARA III
1 Internasional Dapat diterima langsung pada sekolah yang dipilih dengan catatan sesuai kemampuan
Dapat diterima langsung pada sekolah yang dipilih dengan catatan sesuai kemampuan
Dapat diterima langsung pada sekolah yang dipilih dengan catatan sesuai kemampuan anak
anak anak 2 Nasional Dapat diterima
langsung pada sekolah yang dipilih dengan catatan sesuai kemampuan anak
2,75 2,50
3 Provinsi 2,25 2,00 1,75
4 Kota/
Kabupaten
1,50 1,25 1,00
5 Kecamatan 0,75 0,50 0,25
Keterangan :
1) Kejuaraan dari negara sahabat/asing nilainya sama dengan Juara Tingkat I Nasional;
2) Tambahan Nilai hanya di ambil dari salah satu prestasi tertinggi dari nilai kejuaraan yang di peroleh, bukan jumlah dari seluruh nilai;
3) Prestasi tersebut di atas dapat diakui apabila di capai peserta didik dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir (Juli 2011 s.d. Juni 2013)
4) Penyelenggara kejuaraan adalah Instansi atau Organisasi yang berkompeten misalnya Instansi Pemerintah, Organisasi Profesi yang sesuai bidang lomba dan organisasi di bawah pembinaan Instansi terkait;
5) Untuk menghindari adanya sertifikat (piagam) palsu, diadakan penelitian dan pengesahan secara berjenjang (piagam tingkat Nasional dan Provinsi pengesahan oleh Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah u.p. Kepala Bidang yang bersangkutan, piagam tingkat Kota dan Kecamatan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota setempat);
6) Semua Jenis sertifikat (piagam) penghargaan di luar ketentuan tersebut di atas tidak di perhitungkan.
5.3. NILAI KEMASLAHATAN (NK) DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAHTAHUN PELAJARAN 2013/2014 1. Anak Pendidik (Guru, Kepala Sekolah, Pengawas)
NO URAIAN Nilai Kemaslahatan
1. Pada satuan pendidikan binaan
orang tuanya sebagai pendidik 7
2.
Di luar satuan pendidikan binaan orang tuanya sebagai pendidik di Kota Salatiga
4
3.
Di luar satuan pendidikan binaan orang tuanya sebagai pendidik di luar Kota Salatiga
2
2. Anak Tenaga Kependidikan (Tenaga Administrasi)
NO URAIAN Nilai Kemaslahatan
1.
Pada satuan pendidikan dan atau luar satuan pendidikan orang tuanya sebagai tenaga
kependidikan di Kota Salatiga
4
Keterangan : Bagi calon peserta didik dari anak pendidik dan tenaga kependidikan dibuktikan dengan fotocopi SK terakhir penempatan yang dilegalisir oleh atasan langsung.
5.4. NILAI LINGKUNGAN (NL) DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JENJANG SMP, SMA DAN SMK TAHUN PELAJARAN 2013/2014
NO URAIAN NILAI LINGKUNGAN
1.
Bertempat tinggal di Kota Salatiga atau berasal dari sekolah di Kota Salatiga
4
Keterangan : Bagi calon peserta didik yang bertempat tinggal di Kota Salatiga dibuktikan dengan Kartu Keluarga.
5.5. NILAI LINGKUNGAN (NL) DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JENJANG SD TAHUN PELAJARAN 2013/2014
NO URAIAN NILAI LINGKUNGAN
1
Jarak rumah/tempat tinggal dengan sekolah ≤ 500 meter (baik dalam maupun luar kota Salatiga)
10
2.
Bertempat tinggal di wilayah Kota Salatiga dengan jarak > 500 meter sampai 1.000 meter dari lokasi sekolah
8
3. Bertempat tinggal di wilayah Kota Salatiga dengan jarak lebih dari 1.000 m dari lokasi sekolah
4
Keterangan : Bagi calon peserta didik yang bertempat tinggal di Kota Salatiga dibuktikan dengan Kartu Keluarga.
5.6. NILAI UMUR (NU) DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JENJANG SD TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Nilai umur (NU) jenjang SD diatur oleh sekolah dengan ketentuan nilai tertinggi 10.
5.7. RUMUS PENILAIAN NILAI AKHIR PPDB (NAP) DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013
1. MASUK SD
NAP = NU + NK + NL
NAP = NILAI AKHIR PPDB NU = NILAI UMUR
NK = NILAI KEMASLAHATAN NL = NILAI LINGKUNGAN 2. MASUK SMP/MTs
NAP = (2 x NUN) + NP + NK + NL
Keterangan NAP = Nilai Akhir PPDB
NUN = Jumlah Nilai UN
NP = Nilai Prestasi
NK = Nilai Kemaslahatan
NL = Nilai Lingkungan
3. MASUK SMA /MA
NAP = (2 x NUN) + NP + NK + NL
Keterangan NAP = Nilai Akhir PPDB
NUN = Jumlah Nilai UN
NP = Nilai Prestasi
NK = Nilai Kemaslahatan
NL = Nilai Lingkungan
4. MASUK SMK
NAP = 70% (2A+3B+4C+2D)+30% (E)+NP+NK+NL
Keterangan NAP = Nilai Akhir PPDB
A = Nilai Bahasa Indonesia B = Nilai Bahasa Inggris C = Nilai Matematika D = Nilai IPA
E = Nilai Tes Khusus NP = Nilai Prestasi
NK = Nilai Kemaslahatan
NL = Nilai Lingkungan 5. KHUSUS SMKN 2
NAP = 60% (1A+3B+3C+1D)+40% (E)+NP+NK+NL
Keterangan NAP = Nilai Akhir PPDB
A = Nilai Bahasa Indonesia B = Nilai Bahasa Inggris C = Nilai Matematika D = Nilai IPA
E = Nilai Tes Potensial dan Wawancara NP = Nilai Prestasi
NK = Nilai Kemaslahatan
NL = Nilai Lingkungan
B. SELEKSI JENJANG SEKOLAH DASAR
1. Seleksi calon peserta didik kelas I (satu) SD/SDLB/SLB Tingkat Dasar dilakukan berdasarkan:
a. usia;
b. jarak domisili siswa dengan sekolah.
2. Seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berupa seleksi akademis serta tidak dipersyaratkan telah mengikuti TK/TKLB.
C. SELEKSI JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
1. Seleksi calon peserta didik kelas VII (tujuh) SMP/SMPLB dilakukan berdasarkan peringkat Nilai Ujian Nasional (UN) /Surat Tanda Lulus Program Kejar Paket A atau SKHUN/SKHUN Sementara, dengan mempertimbangkan prestasi olahraga, prestasi seni, prestasi di bidang akademik, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bidang lainnya.
2. Apabila terjadi Nilai Akhir PPDB sama, penentuan peringkat tertinggi ditentukan berdasarkan urutan:
a. Usia lebih tua
b. Nilai tertingi mata pelajaran dengan urutan mata pelajaran : - Bahasa Indonesia
- Matematika - IPA
D. SELEKSI JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS
1. Seleksi calon peserta didik kelas X (sepuluh) SMA/SMALB dilakukan berdasarkan peringkat Nilai Ujian Nasional SMP/SMPLB/Kejar Paket B atau SKHUN/SKHUN Sementara, dengan mempertimbangkan prestasi olahraga, prestasi seni, prestasi di bidang akademik, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bidang lainnya.
2. Apabila terjadi Nilai Akhir PPDB sama, penentuan peringkat tertinggi ditentukan berdasarkan urutan:
a. Nilai tertinggi mata pelajaran dengan urutan mata pelajaran : - Bahasa Indonesia;
- Bahasa Inggris;
- Matematika;
- IPA.
b. Usia lebih tua.
E. SELEKSI JENJANG SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
1. Seleksi calon peserta didik tingkat I (satu) SMK dilakukan dengan tes khusus untuk mendapatkan kesesuaian antara kemampuan dan minat peserta didik dengan bidang keahlian/program keahlian yang dipilihnya dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan sekolah bersama majelis sekolah dan institusi pasangan/asosiasi profesi.
2. Apabila seleksi sebagaimana pada ayat (1) tidak diperlukan, seleksi dilakukan berdasarkan peringkat Nilai Ujian Nasional SMP/Kejar Paket B atau SKHUN Sementara, dengan mempertimbangkan prestasi olahraga, prestasi seni, prestasi di bidang akademik, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bidang lainnya.
3. Bagi SMK yang membuka program keahlian khusus Pertanian, Kesenian dan Kelautan dapat melaksanakan Jalur Penelusuran Bakat dan Minat dengan jadwal waktu tersendiri.
4. Apabila terjadi Nilai Akhir PPDB sama, penentuan peringkat tertinggi ditentukan berdasarkan urutan :
a. Nilai tertingi mata pelajaran dengan urutan mata pelajaran : - Bahasa Indonesia;
- Bahasa Inggris;
- Matematika;
- IPA.
b. Usia lebih tua.
BAB VI
KETENTUAN KHUSUS
1. Pelaksanaan seleksi PPDB memberikan kemudahan bagi:
a. calon peserta didik dengan orang tua sebagai guru dan/atau tenaga kependidikan pada satuan pendidikan tersebut;
b. calon peserta didik yang bertempat tinggal di dalam kota;
c. calon peserta didik yang berasal sekolah di dalam kota;
d. calon peserta didik berprestasi.
2. Kriteria calon peserta didik dalam kota adalah calon peserta didik lulusan dari SD/MI/SMP/MTs Negeri/Swasta di Kota Salatiga dan atau calon peserta didik yang orang tuanya berdomisili di Kota Salatiga dengan menunjukkan bukti resmi surat keterangan domisili Kota Salatiga.
3. Kriteria sebagaimana dimaksud poin (1) tercantum dalam Ketentuan Nilai Kemaslahatan (NK), Nilai Lingkungan (NL) dan Nilai Prestasi (NP).
4. Untuk pendaftar lulusan sebelum tahun pelajaran 2012/2013, dibuat jurnal tersendiri dengan memperhitungkan rata-rata nilai disetarakan rata-rata nilai SKHUN tahun 2012/2013.
5. Penerimaan peserta didik kelas akselerasi akan diatur tersendiri.
6. Penerimaan peserta didik baru agar mengutamakan calon peserta didik di lokasi sekolah berada.
BAB VII BIAYA
1. Biaya pendaftaran penerimaan peserta didik diatur sebagai berikut : a. TK = Rp 15.000 ( lima belas ribu rupiah);
b. SD = tidak dipungut biaya;
c. SMP = tidak dipungut biaya;
d. SMA = Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah); dan e. SMK = Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah).
2. Besaran biaya tes khusus (minat, bakat dan kesehatan) calon peserta didik SMK dikenakan biaya Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
3. Calon peserta didik keluarga miskin (dengan menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kelurahan) tidak dipungut biaya sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2).
4. Satuan pendidikan dilarang melakukan pungutan lain di luar biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2).
BAB VIII DAFTAR ULANG
1. Persyaratan daftar ulang bagi peserta didik yang dinyatakan diterima adalah sebagai berikut :
a. menunjukkan kartu pendaftaran asli; dan b. menunjukkan STTB/SKYBS asli.
2. Daftar ulang hanya berlaku untuk peserta didik baru.
3. Peserta didik yang dinyatakan diterima tetapi tidak melakukan daftar ulang sesuai waktu yang ditetapkan dianggap mengundurkan diri.
BAB IX JADWAL
Kegiatan penerimaan peserta didik dilaksanakan oleh sekolah memperhatikan jadwal penerimaan peserta didik, kalender pendidikan melalui tahapan pemberitahuan ke masyarakat, pendaftaran, pengumuman peserta didik yang diterima dan pendaftaran ulang.
Ketentuan mengenai jadwal penerimaan peserta didik sebagai berikut : Jadwal Penerimaaan Peserta Didik Baru Kota Salatiga
Tahun Pelajaran 2013/2014
Jenjang
Pendidikan Pendaftaran Tes Khusus
Seleksi/
Analisis
/Peringkat Pengumuman Daftar Ulang
Hari Pertama Masuk Sekolah
TK/SD/SDLB
a. Negeri 24 - 27 Juni 24 - 27 Juni 29 Juni 2013 1 - 3 Juli 2013 15 Juli 2013 b. Swasta 10 - 29 Juni 10 - 29 Juni 1 Juli 2013 2 - 5 Juli 2013 15 Juli 2013
SMP/SMPLB
a. Negeri 18 - 20 Juni 21 Juni 2013 24 Juni-27 Juni 15 Juli 2013
Pemberkasan 18- 20 Juni
b. Swasta 8 - 20 Juni 10 - 29 Juni 29 Juni 2013 29 Juni- 4 Juli 15 Juli 2013
SMA/SMALB
a. Negeri 11 - 13 Juni 14 Juni 2013 14 - 19 Juni 15 Juli 2013
Pemberkasan 11 - 13 Juni
b. Swasta 3 – 14 Juni 3 – 14 Juni 15 Juni 2013 15 - 20 Juni 15 Juli 2013
SMK
a. Negeri 11 - 15 11 - 15 Juni 17 Juni 2013 18 - 20 Juni 15 Juli 2013 Pemberkasan 11 - 13 Juni
b. Swasta 3 – 14 Juni 03 - 15 3 – 17 Juni 18 Juni 2013 18 - 21 Juni 15 Juli 2013
Keterangan :
1. Sekolah Negeri yang pendaftarnya belum memenuhi daya tampung yang telah ditentukan, dapat membuka pendaftaran dengan jadwal seperti sekolah swasta, setelah mendapat izin tertulis dari Walikota Salatiga.
2. Perubahan dari ketentuan di atas harus mendapat izin tertulis dari Walikota Salatiga.
BAB X
PERPINDAHAN PESERTA DIDIK
1. Perpindahan peserta didik antar sekolah dalam satu kabupaten/kota, antara kabupaten/kota dalam satu provinsi, atau antar provinsi, dilaksanakan atas dasar persetujuan Kepala Sekolah asal dan Kepala Sekolah yang dituju serta dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota asal dan yang dituju.
2. Perpindahan peserta didik dari sekolah Indonesia di luar negeri dilaksanakan atas dasar persetujuan Kepala Sekolah asal dan Kepala Sekolah yang dituju serta dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga sesuai kewenangannya.
3. Perpindahan peserta didik dari sistem pendidikan asing ke sistem pendidikan nasional, dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.
4. Sekolah yang dituju dapat mengadakan seleksi/tes untuk mengetahui tingkat kesetaraan kelas antara sistem pendidikan nasional dengan sistem pendidikan asing.
BAB XI
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
1. Kepala Dinas mengoordinasikan segenap jajaran di bawahnya untuk melaksanakan langkah-langkah pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaan penerimaan dan perpindahan peserta didik pada taman kanak- kanak dan sekolah.
2. Dalam pelaksanaan koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Dinas dan jajarannya dapat berkonsultasi dengan Komite Sekolah dalam pengambilan kebijakan pembinaan dan pengawasan.
BAB XII LAPORAN
1. Pada akhir pelaksanaan penerimaan peserta didik, tiap Kepala Sekolah membuat laporan tentang banyaknya calon peserta didik baru yang direncanakan diterima, pendaftar dan yang diterima sebagai peserta didik baru;
2. Laporan dikirim kepada Kepala UPT Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan selambat-lambatnya tanggal 30 Juli 2013 untuk TK/SD/SDLB/SLB, Sedangkan untuk SMP/SMPLB, SMA/SMALB dan SMK dikirim kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga selambat- lambatnya tanggal 6 Agustus 2013;
3. Laporan tersebut ayat (1) pasal ini untuk TK/SD/SDLB/SLB dibuat rangkap 2 (dua), satu dikirim kepada Kepala UPT Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan setempat, satu untuk arsip sekolah. Sedangkan untuk SMP/SMPLB, SMA/SMALB dan SMK dibuat rangkap 2 (dua), satu dikirim kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, satu untuk arsip sekolah.
4. Laporan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru TK/SD/SDLB/SLB dibuat oleh masing-masing kepala sekolah disampaikan kepada Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan, selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan membuat rangkuman dan dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga selambat-lambatnya tanggal 6 Agustus 2013.
5. Bagi Sekolah Swasta yang telah melaksanakan Penerimaan Peserta Didik mendahului dari pedoman ini, harus terlebih dahulu mengajukan ijin kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga sebelum kegiatan penerimaan peserta didik dimulai.
6. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mengkoordinasikan dan memantau pelaksanaan penerimaan peserta didik.
a.n. WALIKOTA SALATIGA KEPALA DINAS PENDIDIKAN,
PEMUDA DAN OLAH RAGA,
SUSANTO