• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSISTENSI DOKTRIN PIERCING THE CORPORATE VEIL DI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS TERHADAP TANGGUNG JAWAB DIREKSI ATAS TERJADINYA KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EKSISTENSI DOKTRIN PIERCING THE CORPORATE VEIL DI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS TERHADAP TANGGUNG JAWAB DIREKSI ATAS TERJADINYA KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, timbul suatu prinsip yaitu piercing the corproate veil, yang secara sederhana dapat dikatakan bahwa tanggung jawab terbatas. pemegang saham,

atau kekuasaan direksi menjalankan pengurusan perseroan, hanya sebatas melaksanakan kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuan yang ditentukan dalam

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang

Tanggung jawab Direksi ketika terjadinya Kepailitan pada Perseroan Terbatas menurut Ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, adalah dalam hal Kepailitan terjadi karena

Sifat tanggung jawab Direksi Perseroan yang secara bertanggung renteng atas setiap perbuatan pengurusan Perseroan yang dilakukan oleh mereka secara menyimpang,

Tugas direksi menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas yaitu anggota direksi wajib melaporkan kepada perseroan mengenai saham yang dimiliki anggota direksi yang

Sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat (1) UUPT dinyatakan bahwasanya dalam hal persyaratan perseroan sebagai badan hukum belum atau tidak terpenuhi, misalnya

Namun majelis hakim dalam Putusan Pengadilan a quo menyebutkan pada pertimbangan hukumnya bahwa “Bahwa doktrin piercing the corporate veil sesungguhnya berbicara tentang