RESEARCH ARTICLE POLITIK HUKUM DOKTRIN PIERCING THE CORPORATE VEIL PADA PENGELOLAAN PERSEROAN TERBATAS DI INDONESIA. Abdurrahman 1, Pujiyono 2
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi penerapan prinsip Piercing The Corporate Veil di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Berdasarkan analisis terhadap data yang diperoleh disimpulkan bahwa asas Piercing The Corporate Veil menjadi berlaku apabila memenuhi ketentuan berdasarkan pasal 3
terlibat dalam perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh perseroan, atau pemegang saham yang bersangkutan, baik langsung maupun tidak langsung secara melawan
Perseroan selaku badan hukum sekalipun mempunyai kedudukan mandiri dan pemegang saham mempunyai pertanggung jawaban secara terbatas, namun bila pemegang saham menyalahgunakan
Aspek Hukum Prinsip Good Corporate Governance Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas ………. Penerapan Prinsip Good Corporate Governance dalam Perseroan
Sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat (1) UUPT dinyatakan bahwasanya dalam hal persyaratan perseroan sebagai badan hukum belum atau tidak terpenuhi, misalnya
Ganti rugi yang dibebankan kepada holding company setelah diterapkannya piercing the corporate viel terhadap tindakan hukum anak perusahaan ditentukan dari segi
Konteks penerapan konsep ini dalam peristiwa terkait teori reverse piercing ialah menganggap pemegang saham sebagai agen perseroan terbatas, sehingga seharusnya memandang