• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MAGELANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MAGELANG"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MAGELANG

LAPORAN KEUANGAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 Desember 2019

BAGIAN ANGGARAN 076 TAHUN ANGGARAN 2019

Alamat : Jl. Soekarno - Hatta, Kota Mungkid

Telp. ( 0293 ) 789646 Fax. ( 0293 ) 789667 Magelang

(2)
(3)

Daftar Isi - ii

DAFTAR ISI

Hal Kata Pengantar

Daftar Isi DaftarTabel

PernyataanTanggung Jawab i Daftar Isi ii Daftar Tabel iii

i ii iii iv

Ringkasan 1

I. Laporan Realisasi Anggaran 3 3

II. Neraca 4 4

III. Laporan Operasional 5

IV. Laporan Perubahan Ekuitas 6

V. Catatan atas Laporan Keuangan 7 5

A. Penjelasan Umum 7

B. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran 27

C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca 35

D. Penjelasan Pos-pos Laporan Operasional 46

E. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas 51

F. Pengungkapan Penting Lainnya 53

VI. Lampiran dan Daftar

(4)

iii

DAFTAR TABEL

Hal

Tabel 1 : Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP 27

Tabel 2 : Perbandingan Realisasi PNBP Semester II TA 2019 dan Semester II TA 2018

27

Tabel 3 : Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Semester II TA 2019 28 Tabel 4 : Perbandingan Realisasi Belanja Semester II TA 2019 dan TA Semester II

TA 2018

29

Tabel 5 : Perbandingan Belanja PegawaiSemester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018

30

Tabel 6 : Perbandingan Belanja Barang Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018

31

Tabel 7 : Perbandingan Realisasi Belanja Modal Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018

32

Tabel 8 : Realisasi Belanja Modal Peralatan dan MesinSemester II TA 2018 32 Tabel 9 : Perbandingan Realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan Semester II

TA 2019 dan TA Semester II TA 2018

33

Tabel 10 : Rincian Aset Lancar per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018 35

Tabel 11 : Rincian Persediaan 38

Tabel 12 : Rincian Aset Tetap 38

Tabel 13 : Rincian Mutasi Kontruksi Dalam Pengerjaan Semester II TA 2019 41

Tabel 14 : Penjelasan-penjalasan Transaksi Terkait KDP 42

Tabel 15 : Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 42

Tabel 16 : Rincian Aset Lainnya 43

Tabel 17 : Rincian Nilai Buku Penyusutan BMN pada Aset Lainnya 43

Tabel 18 : Rincian Aset tak Berwujud 44

Tabel 19 : Rincian Mutasi Aset Tak Berwujud Semester II TA 2018 44 Tabel 20 : Rincian Mutasi Aset Lain-Lain Semester II Tahun 2018 45 Tabel 21 : Rincian Pendapatan Negara Bukan Pajak Per 31 Desember 2019 dan 2018 46

Tabel 22 : Rincian Beban Pegawai Tahun 2019 dan 2018 46

Tabel 23 : Rincian Beban Persediaan Tahun 2019 dan 2018 47

Tabel 24 : Rincian Beban JasaTahun 2019 dan 2018 47

Tabel 25 : Rincian Beban Pemeliharaan Tahun 2019 dan 2018 48 Tabel 26 : Rincian Beban Perjalanan Dinas Tahun 2019 dan 2018 48 Tabel 27 : Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi Tahun 2019 dan 2018 49 Tabel 28 : Rincian Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tahun 2019 dan 2018 50 Tabel 29 : Rincian Kegiatan Non Operasional Tahun 2019 dan 2018 50

(5)
(6)

Semester II TA 2019

- 1 -

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang Semester II Tahun 2019 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Laporan Keuangan ini meliputi :

1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur Pendapatan-LRA dan belanja selama periode 01 Januari sampai dengan 31 Desember 2019.

Realisasi Pendapatan Negara pada Semester II TA 2019 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp. 723.576.996.

Realisasi Belanja Negara pada Semester II TA 2019 adalah sebesar Rp. 57.342.398.322 atau mencapai 97,53 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp. 58.796.557.000.

2. NERACA

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018.

Jumlah Aset adalah sebesar Rp. 8.403.813.397 yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp. 1.201.360.497, Aset Tetap (Netto) sebesar Rp. 6.664.831.900, Piutang Jangka Panjang (Netto) sebesar Rp. 534.671.000 dan Aset Lainnya (Netto) sebesar Rp.2.950.000.

Jumlah Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp. 3.987.965 dan Rp.

8.399.825.432.

3. LAPORAN OPERASIONAL

Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban,

surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan non operasional,

surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang

diperlukan untuk penyajian yang wajar. Pendapatan-LO untuk periode sampai

(7)

Semester II TA 2019

- 2 -

dengan 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp. 0, sedangkan jumlah beban adalah sebesar Rp. 65.974.361.162 sehingga terdapat Defisit dari Kegiatan Operasional senilai Rp. (65.974.361.162). Surplus/(defisit) dari Kegiatan Non Operasional dan Pos-Pos Luar Biasa masing-masing surplus sebesar Rp. 721.544.771 dan sebesar Rp. 0 sehingga entitas mengalami Defisit-LO sebesar Rp. (65.252.816.391).

4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas awal pada tanggal 31 Desember 2018 adalah sebesar Rp. 12.940.841.232 dikurangi Defisit-LO sebesar Rp. (65.252.816.391) kemudian ditambah dengan koreksi-koreksi senilai Rp.

3.874.576 dan ditambah Transaksi Antar Entitas sebesar Rp. 60.707.926.015 sehingga Ekuitas akhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah senilai Rp.

8.399.825.432.

5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas.

Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan- pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas.

Sedangkan Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk

Tahun 2019 disusun dan disajikan dengan basis akrual.

(8)

- 3 -

I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MAGELANG LAPORAN REALISASI ANGGARAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 DESEMBER 2019 DAN 2018

(Dalam Rupiah) TA 2018

ANGGARAN REALISASI REALISASI

PENDAPATAN

Penerimaan Negara Bukan Pajak B.1 - 723.576.996 - 50.801.881 JUMLAH PENDAPATAN - 723.576.996 - 50.801.881

BELANJA B.2.

Belanja Operasi

Belanja Pegawai B.3 2.457.932.000 2.342.688.086 95,31 2.337.187.297 Belanja Barang B.4 56.106.825.000 54.769.986.736 97,62 45.870.656.090 Belanja Bantuan Sosial B.5 -

Jumlah Belanja Operasi Rp58.564.757.000,00 57.112.674.822 97,52 48.207.843.387

Belanja Modal -

Belanja Tanah B.6 - - - - Belanja Peralatan dan Mesin B.7 231.800.000 229.723.500 99,10 877.894.982 Belanja Gedung dan Bangunan B.8 - - - - Belanja Penambahan Gedung dan Bangunan B.8 - - - - Belanja Jalan, Irigasi, Jaringan B.9 - - - - Belanja Modal lainnya B.10 - - - - Jumlah Belanja Operasi 231.800.000 229.723.500 99,10 877.894.982 JUMLAH BELANJA 58.796.557.000 57.342.398.322 97,53 49.085.738.369

% thd Angg CATATAN

URAIAN TA 2019

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan

(9)

- 4 -

II. NERACA

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MAGELANG NERACA

PER 31 DESEMBER 2019 DAN 2018

(DalamRupiah)

CATATAN 2019 2018

Kas Lainnya dan setara Kas C.1 - -

Belanja Dibayar Dimuka C.2 52.500.000 298.200.000

Persediaan C.3 1.148.860.497 5.358.930.570

Jumlah Aset Lancar 1.201.360.497 5.657.130.570

Tanah C.4 3.450.150.000 3.450.150.000

Peralatan dan Mesin C.5 2.443.086.894 2.231.076.874

Gedung dan Bangunan C.6 2.378.263.000 2.352.063.000

Akumulasi Penyusutan C.7 (1.606.667.994) (1.283.600.636)

Jumlah Aset Tetap 6.664.831.900 6.749.689.238

PIUTANG JANGKA PANJANG

Piutang Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi C.8 534.671.000 534.946.000 Penyisihan Piutang Tidak Tertagih- Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/TGR C.9

Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (Netto) C.10

JUMLAH PIUTANG JANGKA PANJANG 534.671.000 534.946.000

ASET LAINNYA

Aset Tak Berwujud C.11 2.950.000 2.950.000

Aset Lain-lain C.12 17.713.480 -

Akumulasi Penyusutan/Amortisasi Aset Lainnya C.13 (17.713.480) -

Jumlah Aset Lainnya 2.950.000 2.950.000

JUMLAH ASET 8.403.813.397 12.944.715.808

Utang kepada Pihak Ketiga C.14 3.987.965 3.874.576

Uang Muka dai KPPN C.15

Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 3.987.965 3.874.576

3.987.965

3.874.576

Ekuitas C.16 8.399.825.432 12.940.841.232

JUMLAH EKUITAS 8.399.825.432 12.940.841.232

8.403.813.397

12.944.715.808 URAIAN

KEWAJIBAN

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS ASET

ASET TETAP ASET LANCAR

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan

(10)

- 5 -

III. LAPORAN OPERASIONAL

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MAGELANG LAPORAN OPERASIONAL

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2019 DAN 2018

(Dalam Rupiah)

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan

CATATAN 2019 2018

Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya D.1 - 49.599.000 -

49.599.000

Beban Pegawai D.2 2.342.688.086 2.337.187.297

Beban Persediaan D.3 8.713.582.195 3.258.133.756

Beban Barang dan Jasa D.4 52.956.306.167 40.570.964.573

Beban Pemeliharaan D.5 113.152.192 95.969.750

Beban Perjalanan D.6 1.507.851.684 1.274.172.980

Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat D.7 - - Beban Bantuan Sosial D.8 - - Beban Penyusutan dan Amortisasi D.9 340.780.838 241.314.025 Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih D.10 - -

65.974.361.162

47.777.742.381 SURPLUS (DEFISIT) DARI KEGIATAN OPERASIONAL (65.974.361.162) (47.728.143.381)

D.11

Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar 684.564.496 - Beban Pelepasan Aset Non Lancar - - Jumlah Surplus/(defisit) Pelepasan Aset Non Lancar 684.564.496 - SURPLUS/(DEFISIT) DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL

LAINNYA

Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya 39.405.895 1.258.881 Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya 2.425.620 616.500 Jumlah Surplus/(defisit) dari kegiatan non operasional

lainnya 36.980.275 642.381

SURPLUS/(DEFISIT) DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL 721.544.771 642.381 D.12

-

- SURPLUS/DEFISIT LO (65.252.816.391) (47.727.501.000)

URAIAN

BEBAN

JUMLAH BEBAN

KEGIATAN NON OPERASIONAL

POS LUAR BIASA KEGIATAN OPERASIONAL

JUMLAH PENDAPATAN PENDAPATAN

(11)

- 6 -

IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MAGELANG LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2019 DAN 2018

(Dalam Rupiah)

URAIAN CATATAN 2019 2018

EKUITAS AWAL E.1 12.940.841.232 11.074.909.861 SURPLUS/DEFISIT LO E.2 (65.252.816.391) (47.727.501.000) KOREKSI YANG MENAMBAH/MENGURANGI EKUITAS 3.874.576 (17.348.259) Penyesuaian Nilai Aset E.3 - - Koreksi Nilai Persediaan E.4 - - Selisih Revaluasi Aset Tetap E.5 - - Koreksi Nilai Aset Tetap Non Revaluasi E.6 - - Koreksi Lain-lain E.7 3.874.576 (17.348.259) TRANSAKSI ANTAR ENTITAS E.8 60.707.926.015 49.610.780.630 KENAIKAN /PENURUNAN EKUITAS (4.541.015.800) 1.865.931.371 EKUITAS AKHIR 8.399.825.432 12.940.841.232

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan

(12)

- 7 -

A. PENJELASAN UMUM

A.1. Profil dan Kebijakan Teknis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang

Dasar Hukum Entitas dan Rencana Strategis

A. INFORMASI UMUM ORGANISASI KPU 1. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang dibentuk berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jendral KPU, Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota dengan struktur organisasi . 2. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

a. TUGAS DAN WEWENANG KPU KABUPATEN MAGELANG 1) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota mempunyai Tugas

dan Wewenang dalam Penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah meliputi :

a) Menjabarkan program dan melaksanakan anggaran serta menetapkan jadwal di Kabupaten/Kota;

b) Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan di Kabupaten/Kota berdasarkan peraturan perundang- undangan;

c) Membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

d) Mengoordinasikan dan mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

e) Memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan dan menetapkan data pemilih sebagai daftar pemilih;

f) Menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Provinsi;

V. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

(13)

- 8 -

g) Menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK dengan membuat berita acara rekapitulasi suara dan sertifikat rekapitulasi suara;

h) Melakukan dan mengumumkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi di Kabupaten/Kota yang bersangkutan berdasarkan berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK;

i) Membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi;

j) Menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota untuk mengesahkan hasil Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan mengumumkannya;

k) Mengumumkan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota terpilih sesuai dengan alokasi jumlah kursi setiap daerah pemilihan di Kabupaten/Kota yang bersangkutan dan membuat berita acaranya;

l) Memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh PPK, PPS, dan KPPS;

m) Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Panwaslu Kabupaten/Kota;

n) Menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi

administratif kepada anggota PPK, PPS, sekretaris

Kabupaten/Kota, dan pegawai sekretariat KPU

Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang

mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan

Pemilu yang sedang berlangsung berdasarkan rekomendasi

Panwaslu Kabupaten/Kota dan ketentuan peraturan

perundang-undangan;

(14)

- 9 -

o) Menyelenggarakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat;

p) Melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu;

q) melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, dan/atau undang-undang.

2). Tugas dan wewenang dalam penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, meliputi :

a) Menjabarkan program dan melaksanakan anggaran serta menetapkan jadwal di Kabupaten/Kota;

b) Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan di Kabupaten/Kota berdasarkan peraturan perundang- undangan;

c) Membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

d) Mengkoordinasikan dan mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

e) Memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan dan menetapkan data pemilih sebagai daftar pemilih;

f) Menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Provinsi;

g) Melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten/Kota yang bersangkutan berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK dengan membuat berita acara panghitungan suara dan sertifikat hasil penghitungan suara;

h) Membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota dan KPU Provinsi;

i) Memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh PPK, PPS, dan KPPS;

j) Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang

disampaikan oleh Panwaslu Kabupaten/Kota;

(15)

- 10 -

k) Menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif kepada anggota PPK, PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan, penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan ketentuan peraturan perundang-undangan;

l) Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat;

m) Melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu;

n) Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi,dan/ atau undang-undang.

3.) Tugas dan Wewenang dalam Penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, meliputi :

a) Merencanakan program, anggaran, dan jadwal Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota;

b) Menyusun dan menetapkan tata kerja KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS dan KPPS dalam pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota dengan memperhatikan pedoman dari KPU dan/atau KPU Provinsi;

c) Menyusun dan menetapkan pedoman yang bersifat teknis untuk tiap-tiap tahapan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan peraturan perundang-undangan;

d) Membentuk PPK, PPS dan KPPS dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi serta Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota daloam wilayah kerjanya dan/atau KPU Provinsi;

e) Mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan

semua tahapan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan

Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan peraturan

(16)

- 11 -

perundang-undangan dengan memperhatikan pedoman dari KPU;

f) Memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan dan menetapkan data pemilih sebagai daftar pemilih;

g) Menerima daftar pemilih dari PPK dalam penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota;

h) Menetapkan pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota yang telah memenuhi persyaratan;

i) Menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dari seluruh PPK di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan dengan membuat berita acara penghitungan suara dan sertifikat hasil penghitungan suara;

j) Membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat hasil penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi;

k) Menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota untuk mengesahkan hasil Pemilu Kepala Daerah Kabupaten/Kota dan mengumumkannya;

l) Mengumumkan pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota terpilih dan membuat berita acaranya;

m) Melaporkan hasil Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota kepada KPU melalui KPU Provinsi;

n) Memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh PPK, PPS dan KPPS;

o) Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Panwaslu Kabupaten/Kota;

p) Menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi

(17)

- 12 -

administrasi kepada Anggota KPU, PPK, PPS, Sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai Sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan ketentuan peraturan perundang-undangan;

q) Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat;

r) Melaksanakan tugas dan wewenang yang berkaitan dengan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan peraturan perundang-undangan dan pedoman KPU dan/atau KPU Provinsi;

s) Melakukan evaluasi dan membuat laporan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota;

t) Menyampaikan laporan mengenai hasil Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Menteri Dalam Negeri, Bupati/Walikota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota; dan

u) Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi dan/atau Undang-undang.

b. KEWAJIBAN KPU KABUPATEN MAGELANG

Kewajiban KPU Kabupaten/Kota dalam Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, dan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah : a) Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilu dengan

tepat waktu;

b) Memperlakukan peserta Pemilu dan pasangan calon secara adil

(18)

- 13 - dan setara;

c) Menyampaikan semua informasi penyelenggaraan Pemilu kepada masyarakat;

d) Melaporkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

e) Menyampaikan laporan pertanggungjawaban semua kegiatan penyelenggaraan Pemilu kepada KPU melalui KPU Provinsi;

f) Memelihara arsip dan dokumen Pemilu serta mengelola barang inventaris KPU Kabupaten/Kota berdasarkan peraturan perundang-undangan;

g) Menyampaikan laporan periodik mengenai tahapan penyelenggaraan Pemilu kepada KPU dan KPU Provinsi serta menyampaikan tembusannya kepada Bawaslu;

h) Membuat berita acara pada setiap rapat pleno KPU Kabupaten/Kota dan ditandatangani oleh Ketua dan anggota KPU Kabupaten/Kota;

i) Melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU dan KPU Provinsi;

j) Melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan.

c. TUGAS SEKRETARIAT KPU KABUPATEN MAGELANG

 Membantu penyusunan program dan anggaran pemilu;

 Memberikan dukungan teknis administratif;

 Membantu pelaksanaan tugas KPU Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan Pemilu;

 Membantu pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi;

 Membantu perumusan dan penyusunan rancangan keputusan KPU Kabupaten/Kota;

 Memfasilitasi penyelesaian masalah dan sengketa Pemilu

(19)

- 14 -

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota;

 Membantu penyusunan laporan penyelenggaraan kegiatan dan pertanggungjawaban KPU Kabupaten/Kota;

 Membantu pelaksanaan tugas-tugas lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

d. WEWENANG SEKRETARIAT KPU KABUPATEN MAGELANG

 Mengadakan dan mendistribusikan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Magelang berdasarkan norma, standar, prosedur,dan kebutuhan yang ditetapkan oleh KPU;

 Mengadakan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu sebagaimana dimaksud pada huruf a sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

 Memberikan layanan administrasi, ketatausahaan, dan kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

e. KEWAJIBAN SEKRETARIAT KABUPATEN MAGELANG

 Menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan;

 Memelihara arsip dan dokumen pemilu;

 Mengelola barang inventaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang.

f. TUGAS BAGIAN PROGRAM DATA

 Mengumpulkan dan mengolah bahan rencana program kerja

 Menyusun anggaran pembiayaan kegiatan tahapan Pemilu

 Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan sekretaris

g. TUGAS BAGIAN TEKNIS

 Mengumpulkan dan mengolah bahan teknis penyelenggaraan Pemilu

 Mengumpulkan dan mengolah data untuk menetapkan Daerah

Pemilihan, Pencalonan dan Penetapan Calon Terpilihnya Pemilu

Anggota DPRD Kota, Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala

(20)

- 15 - Daerah

 Melaksanakan penyuluhan, bantuan, kerjasama antar lembaga

 Melaksanakan pelayanan informasi serta pendidikan pemilih

 Melaksaakan tugas-tugas lain yang diberikan sekretaris.

h. TUGAS BAGIAN HUKUM

 Melaksanakan inventarisasi, pengkajian dan penyelesaian sengketa hukum

 Melaksanakan penyuluhan peraturan yang berkaitan dengan Pemilu

 Penyiapan verifikasi faktual peserta Pemilu serta administrasi keuangan dan dana kampanye

 Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan sekretaris

i. TUGAS BAGIAN UMUM

 Mengumpulkan dan mengolah bahan pelaksanaan anggaran

 Melaksanakan perbendaharaan, verifikasi dan pembukuan pelaksanaan anggaran

 Melaksanakan urusan rumah tangga

 Melaksanakan pengelolaan perlengkapan

 Melaksanakan pengamanan dalam

 Melaksanakan Tata Usaha

 Melaksanakan pengadaan logistik Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

 Melaksanakan Distribusi logistik Pileg dan Pilpres serta Pilkada

 Melaksanakan administrasi kepegawaian

 Melaksanakan dokumentasi

 Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan sekretaris VISI

Terwujudnya Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilihan

Umum yang memiliki integritas, profesional, mandiri, transparan dan

akuntabel, demi terciptanya demokrasi Indonesia yang berkualitas

berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan

Republik Indonesia.

(21)

- 16 - MISI

Membangun lembaga penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki kompetensi, kredibilitas dan kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum;

1. Menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, akuntabel, edukatif dan beradab;

2. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilihan Umum yang bersih, efisien dan efektif;

3. Melayani dan memperlakukan setiap peserta Pemilihan Umum secara adil dan setara, serta menegakkan peraturan Pemilihan Umum secara konsisten sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku;

4. Meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilihan Umum demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis.

Tugas, wewenang dan kewajiban KPU secara umum diatur dalam pasal 8, 9, 10 undang-undang nomor 15 tahun 2011 yang kurang lebih adalah:

1. Merencenakan penyelenggarakan PEMILU

2. Menetapkan Irganisasi dan tata cara semua tahapan pelaksanaan PEMILU

3. Mengkoordinasikan,menyelenggarakan dan mengendalikan semua Tahapan pelaksanaan PEMILU.

4. Menetapkan peserta PEMILU

5. Menetapkan daerah pemilihan, jumlah kursi dan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten / kota

6. Menetapkan waktu, tanggal, tata cara pelaksanaan kampanye dan pemungutan suara

7. Menetapkan hasil pemilu dan mengumumkan calon terpilih anggota

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah

(22)

- 17 -

(DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten / kota

8. Melakukan Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan PEMILU

9. Melaksanakan tugas – tugas dan kewenangan lain yang di atur dalam Undang – Undang.

Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan

A.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Tahun 2018 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang. Laporan Keuangan ini dihasilkan melaui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.

SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK- BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya.

Basis Akuntansi

A.3. Basis Akuntansi

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang menerapkan basis akrual

dalam penyusunan dan penyajian Neraca, Laporan Operasional, dan

Laporan Perubahan Ekuitas serta basis kas untuk penyusunan dan

penyajian Laporan Realisasi Anggaran. Basis akrual adalah basis

akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada

saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas

atau setara kas diterima atau dibayarkan. Sedangkan basis kas adalah

basis akuntansi yang yang mengakui pengaruhi transaksi atau peristiwa

lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Hal ini sesuai

(23)

- 18 -

dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Dasar

Pengukuran

A.4. Dasar Pengukuran

Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang diterapkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.

Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.

Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah.

Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.

Kebijakan Akuntansi

A.5. Kebijakan Akuntansi

Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2018 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensikonvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. Disamping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.

Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam

penyusunan Laporan Keuangan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten

Magelang adalah sebagai berikut:

(24)

- 19 -

Pendapata

n-LRA

(1) Pendapatan- LRA

 Pendapatan-LRA adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.

 Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN).

 Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

 Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.

Pendapata n-LO

(2) Pendapatan- LO

 Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali.

 Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan dan /atau Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi. Secara khusus pengakuan pendapatan-LO pada Badan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan adalah sebagai berikut:

o Pendapatan Jasa Pelatihan diakui setelah pelatihan selesai dilaksanakan

o Pendapatan Sewa Gedung diakui secara proporsional antara nilai dan periode waktu sewa.

o Pendapatan Denda diakui pada saat dikeluarkannya surat keputusan denda atau dokumen lain yang dipersamakan

 Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

 Pendapatan disajikan menurutk lasifikasi sumber pendapatan.

(25)

- 20 -

Belanja (3) Belanja

 Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam peride tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.

 Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.

 Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

 Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

Beban (4) Beban

 Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.

 Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban; terjadinya konsumsi aset; terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.

 Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

Aset

(5) Aset

Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap, Piutang Jangka Panjang dan Aset Lainnya.

Aset Lancar

a. Aset Lancar

 Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.

 Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas

dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan

(26)

- 21 -

menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.

 Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul berdasarkan hak yang telah dikeluarkan surat keputusan penagihan atau yang dipersamakan, yang diharapkan diterima pengembaliannya dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan.

 Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat direalisasikan (net realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk penyisihan piutang tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah.

Perhitungan penyisihannya adalah sebagai berikut:

Kualitas

Piutang Uraian

Penyisihan

Lancar Belum dilakukan pelunasan

s.d. tanggal jatuh tempo

0.5%

Kurang Lancar

Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan

10%

Diragukan

Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua

tidak dilakukan pelunasan

50%

Macet

1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan

100%

2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN

 Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi

(TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah

tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TPA/TGR.

(27)

- 22 -

 Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil perhitungan fisik pada tanggal neraca dikalikan dengan:

 harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian;

 harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;

 harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya.

Aset Tetap b. Aset Tetap

 Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun.

 Nilai Aset tetap disajikan berdasarkan harga perolehan atau harga wajar.

 Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut:

a. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah);

b. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah);

c. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.

Penyusutan Aset Tetap

c. Penyusutan Aset Tetap

 Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap.

Kebijakan penyusutan aset tetap didasarkan pada Peraturan

(28)

- 23 -

Menteri Keuangan No.01/PMK.06/2013 sebagaimana diubah dengan PMK No. 90/PMK.06/2014 tentang Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat.

 Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap:

a. Tanah

b. Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP)

c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan.

 Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.

 Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.

 Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 59/KMK.06/2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.

Secara umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:

Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap

Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat

Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun

Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun

Jalan, Jaringan dan Irigasi 5 s.d 40 tahun Alat Tetap Lainnya (Alat Musik Modern) 4 tahun

(29)

- 24 -

Piutang

Jangka Panjang

Aset Lainnya

d. Piutang Jangka Panjang

 Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang diharapkan/dijadwalkan akan diterima dalam jangka waktu lebih dari 12 (dua belas ) bulan setelah tanggal pelaporan.

 Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) dinilai berdasarkan nilai nominal dan disajikan sebesar nilai yang dapat direalisasikan.

e. Aset Lainnya

 Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah aset tak berwujud, tagihan penjualan angsuran yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan, aset kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan kas yang dibatasi penggunaannya.

 Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat neto yaitu sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi.

 Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan dengan metode garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas ATB dengan masa manfaat tidak terbatas tidak dilakukan amortisasi. Masa Manfaat Aset Tak Berwujud ditentukan dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 620/KM.6/2015 tentang Masa Manfaat Dalam Rangka Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset Tak Berwujud pada Entitas Pemerintah Pusat.

(30)

- 25 -

Kewajiban

 Secara umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:

Penggolongan Masa Manfaat Aset Tak Berwujud

Kelompok Aset Tak Berwujud Masa Manfaat

(tahun)

Software Komputer

4

Franchise

5

Lisensi, Hak Paten Sederhana, Merk, Desain Industri, Rahasia Dagang, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

10

Hak Ekonomi Lembaga Penyiaran, Paten Biasa, Perlindungan Varietas Tanaman Semusim.

20

Hak Cipta Karya Seni Terapan, Perlindungan Varietas Tanaman Tahunan

25

Hak Cipta atas Ciptaan Gol.II, Hak Ekonomi Pelaku Pertunjukan, Hak Ekonomi Produser Fonogram.

50

Hak Cipta atas Ciptaan Gol.I 70

• Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah disajikan sebesar nilai buku yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

(6). Kewajiban

 Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.

 Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka

(31)

- 26 -

Ekuitas

pendek dan kewajiban jangka panjang.

a. Kewajiban Jangka Pendek

Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek Lainnya.

b. Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

 Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.

(7) Ekuitas

Ekuitas merupakan merupakan selisih antara aset dengan kewajiban

dalam satu periode. Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan

dalam Laporan Perubahan Ekuitas.

(32)

- 27 -

B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Rp.

723.576.996

B.1 Pendapatan Negara dan Hibah

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Semester II TA 2019 adalah sebesar Rp. 723.576.996. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.

Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP lainnya per tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini:

Tabel 1

Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP

No. Uraian Estimasi

Pendapatan

Realisasi %

1. Pendapatan Sewa Tanah, Gedung dan Bangunan

- - -

2. Pendapatan Jasa Tenaga, Pekerjaan, Informasi, Pelatihan Dan Teknologi Sesuai Dengan Tugas Dan Fungsi Masing- Masing Kementerian

- - -

3. Penerimaan Kembali Belanja Pegawai TAYL

- - -

4. Penerimaan Kembali Belanja TAYL 723.576.996 -

Jumlah - 723.576.996 -

Realisasi PNBP Lainnya Semester II TA 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp.

672.775.115 atau 1.324,31 persen dibandingkan TA Semester II TA 2018.

Perbandingan realisasi PNBP Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018 disajikan dalam tabel dibawah ini:

Tabel 2

Perbandingan Realisasi PNBP Semester II TA 2019 dan Semester II TA 2018

No. Uraian Semester II

TA 2019 (Rp)

Semester II TA 2018

(Rp)

Kenaikan/ (Penurunan)

(Rp) %

1. Pendapatan Sewa Tanah, Gedung, dan Bangunan

- - - -

2. Pendapatan Jasa Tenaga,

Pekerjaan, Informasi, Pelatihan Dan Teknologi Sesuai Dengan Tugas Dan Fungsi Masing-Masing Kementerian

- - - -

3. Pendapatan Denda Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan Pemerintah 4. Penerimaan Kembali Belanja

Pegawai Pusat TAYL

- - - -

5. Penerimaan Kembali Belanja Modal TAYL

- - - -

6. Pendapatan Anggaran Lain-Lain 723.576.996 50.801.881 672.775.115 1.324,31 Jumlah 723.576.996 50.801.881 672.775.115 1.324,31

(33)

- 28 - B.2. Belanja Negara

Realisasi Belanja Negara Rp.

57.342.398.322

Realisasi belanja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang pada Semester II TA 2019 adalah sebesar Rp. 57.342.398.322 atau sebesar 97,53 persen dari anggarannya setelah dikurangi pengembalian belanja. Anggaran belanja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang Semester II TA 2019 adalah sebesar Rp.

58.796.557.000. Anggaran dan realisasi belanja Semester II TA 2019 dapat dilihat pada Tabel berikut ini:

Tabel 3

Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Semester II TA 2019

Uraian

2019

Anggaran Realisasi Belanja (%)

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Bantuan Sosial Belanja Modal

Total Belanja Kotor Pengembalian Belanja

2.457.932.000 56.106.825.000 - 231.800.000 - -

2.343.866.362 54.793.661.736 - 229.723.500 57.367.251.598 24.853.276 194

95,36 97,60

- 99,10 97,57 0,04

Jumlah 54.558.979.000 57.342.398.322 97,53

Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini:

0 10.000.000.000 20.000.000.000 30.000.000.000 40.000.000.000 50.000.000.000 60.000.000.000

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Komposisi Anggaran dan Realisasi Belanja Semester II TA

2019

Anggaran Realisasi

(34)

- 29 -

Realisasi belanja Semester II TA 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp. 672.775.115 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan antara lain oleh :

1. Pada Tahun Anggaran 2019 terjadi kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala dari beberapa pegawai KPU Kabupaten Magelang.

2. Pada Tahun Anggaran 2019 KPU Kabupaten Magelang melaksanakan Tahapan Pemilu serentak Tahun 2019 yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019.

3. Pada Tahun Anggaran 2019 KPU Kabupaten Magelang mendapat tambahan anggaran untuk belanja modal sebesar Rp. 231.800.000.

Perbandingan realisasi belanja Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018 dapat dilihat pada Tabel berikut ini :

Tabel 4

Perbandingan Realisasi Belanja Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018

KodeJe nis Belanja

Uraian Jenis Belanja

Realisasi Belanja (Rp) Naik/ (Turun)

Semester II TA 2019

Semester II TA 2018

Rp %

51 52 53

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

2.342.688.086 54.769.986.736 229.723.500

229.723.500

2.337.187.297 45.870.656.090 877.894.982

5.500.789 8.899.330.646 (648.171.482)

0,002 0,19 73,83 Jumlah 57.342.398.322

57.342.398.32 2

49.085.738.369 672.775.115 1.324,31

Belanja Pegawai Rp.2.342.688.086

B.2.1 Belanja Pegawai

Belanja Pegawai adalah kompensasi baik dalam bentuk uang maupun barang yang diberikan kepada pegawai pemerintah, baik yang bertugas di dalam maupun di luar negeri sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan, kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.

Realisasi belanja pegawai Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018 adalah masing-masing sebesar Rp. 2.342.688.086 dan Rp. 2.337.187.297.

Kenaikan realisasi belanja pegawai antara lain disebabkan karena terjadi kenaikan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala dari beberapa pegawai KPU Kabupaten Magelang.

(35)

- 30 -

Rincian belanja pegawai disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 5

Perbandingan Belanja PegawaiSemester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018

Uraian Semester II

TA 2019 (Rp)

Semester II

TA 2018 (Rp) Naik/ (Turun) %

Belanja Gaji Pokok PNS 467.028.100 433.751.800 33.276.300 7,67

Belanja Tunj. Suami/Istri PNS 42.843.810 39.673.700 3.170.110 7,99

Belanja Tunj. Anak PNS 14.565.848 12.831.678 1.734.170 13,51

Belanja Tunj. Struktural PNS - - - -

Belanja Tunj. Fungsional PNS - - - -

Belanja Tunj. PPh PNS - - - -

Belanja Tunj. Beras PNS 33.023.520 32.371.740 651.780 2,01

Belanja Uang Makan PNS 134.409.000 133.910.000 499.000 0,37

Belanja Tunj. Lain-lain PNS - - - -

Belanja Tunj. Umum PNS 28.350.000 28.350.000 0 0

Belanja Tunj. Lembur - - - -

Belanja Pembulatan Gaji 8.669 8.210 459 5,59

Belanja Pegawai (Tunjangan khusus /

Kegiatan) 1.622.459.139 1.656.290.169 (33.831.030) (2,04)

Realisasi Belanja Bruto 2.343.866.362 2.338.141.947 5.724.415 0,002

Pengembalian Belanja 1.178.276 954.850 223.426 0,23

Realisasi Belanja Netto 2.342.688.086 2.337.187.297 5.500.789 0,002

Realisasi Belanja Pegawai sebesar Rp. 2.342.688.086 telah memenuhi target penyerapan anggaran Semester II TA 2019.

(36)

- 31 -

Belanja Barang Rp.

54.769.986.736

B.2.2 Belanja Barang

Belanja Barang adalah pengeluaran untuk pembelian barang atau jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang atau jasa yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.

Realisasi Belanja Barang Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018 adalah masing-masing sebesar Rp. 54.769.986.736 dan Rp. 45.870.656.090. Kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar 0,19 persen.

Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 6

Perbandingan Belanja Barang Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018

URAIAN REALISASI

SEMESTER II TA 2019

REALISASI SEMESTER II TA

2018

NAIK (TURUN)

% Belanja Barang Operasional 16.805.093.127 331.916.340 4.963,05 Belanja Barang Non Operasional 33.692.305.000 38.893.685.677 (13,37) Belanja Jasa 2.459.160.701 1.333.822.556 84,37 Belanja Pemeliharaan 113.152.192 95.969.750 17,90 Belanja Perjalanan Dalam Negeri 1.507.851.684 1.274.172.980 18,34 Belanja Barang Persediaan 217.277.308 3.258.133.756 (93,33) Belanja Barang untuk diserahkan kepada Masy. - - -

Jumlah Belanja Kotor 54.794.840.012 45.880.646.090 19,43

Pengembalian Belanja 24.853.276 9.990.000 148,78

Jumlah Belanja 54.769.986.736 45.870.656.090 19,40

Belanja Modal Rp. 229.723.500

Realisasi Belanja Barang sebesar Rp. 54.769.986.736 telah memenuhi target penyerapan anggaran Semester II TA 2019.

B.2.3 Belanja Modal

Belanja Modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka menambah aset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat atau meningkatkan kapasitas dan kualitas aset.

Realisasi Belanja Modal Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018 adalah masing-masing sebesar Rp. Rp. 229.723.500 dan 877.894.982. Kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar 243,03% persen antara lain disebabkan karena pada Tahun Anggaran 2019 ada Alokasi Belanja Modal untuk Peralatan dan Mesin.

(37)

- 32 -

Rincian Belanja Modal disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 7

Perbandingan Realisasi Belanja Modal Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018

Uraian Semester II

TA 2019 (Rp)

Semester II TA 2018 I TA 2014

(Rp)

Naik/(Turun)

Rp %

Belanja Modal Tanah - - - -

Belanja Modal Peralatan dan

Mesin 229.723.500 877.894.982 (648.171.482) 73,83

Belanja Modal Gedung dan

Bangunan - - - -

Belanja Modal Fisik Lainnya - - - -

Realiasi Belanja Bruto - - - -

Pengembalian Belanja - - - -

Realisasi Belanja Netto 229.723.500 877.894.982 (648.171.482 )

73,83

Realisasi Belanja Modal sebesar Rp. 229.723.500 telah memenuhi target penyerapan anggaran Semester II TA 2019.

Penjelasan masing-masing jenis Belanja Modal adalah sebagai berikut:

Belanja Modal Tanah

Tidak terdapat belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin

LRA Belanja Modal Peralatan dan Mesin pada Semester II TA 2019 adalah sebagai berikut :

Tabel 8

Realisasi Belanja Modal Peralatan dan MesinSemester II TA 2019

URAIAN REALISASI TA 2019 REALISASI TA 2018 NAIK

(TURUN) %

Peralatan Kantor dan Rumah Tangga 0 0 0,00

Peralatan Komunikasi 0 0 0,00

Peralatan Kedokteran 0 0 0,00

Peralatan Khusus 0 0 0,00

Komputer 229.723.500 877.894.982 73,83

Peralatan Olahraga 0 0 0,00

Jumlah Belanja 229.723.500 877.894.982 73,83

(38)

- 33 -

Belanja Modal tersebut menambah Aset Tetap Peralatan dan Mesin dengan Mutasi sebagai berikut :

532 Belanja Modal Peralatan dan Mesin 229.723.500

MUTASI :

Pembelian 229.723.500

Penyelesaian pembangunan langsung -

Pengembangan langsung -

Perolehan KDP -

Pengembangan KDP -

Koreksi krn pengembalian belanja modal -

TOTAL MUTASI ASET 229.723.500

SELISIH -

PENJELASAN SELISIH:

Pembelian Ekstrakomptabel -

BM Peralatan Mesin untuk Pengembangan/Perolehan Aset

selain PM -

Perolehan/Pengembangan PM dari BM selain BM PM - Perolehan/Pengembangan PM dari Bel Barang/bel pegawai -

Kurang/ Lebih Kapitalisasi -

Kurang/ Lebih kapitalisasi -

Belanja Modal Gedung dan Bangunan :

LRA Belanja Modal Gedung dan Bangunan pada Semester II TA 2019 adalah sebagai berikut :

Tabel 9

Perbandingan Realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan Semester II TA 2019 dan TA Semester II TA 2018

URAIAN JENIS BELANJA REALISASI T.A. 2019 REALISASI T.A 2018 NAIK (TURUN) %

Bangunan Terbuka 0 0 0,00

Perolehan KDP 0 0 0,00

Pengembangan KDP 0 0 0,00

Jumlah Belanja Kotor 0 0 0,00

Gambar

Tabel 12  Rincian Aset Tetap
Tabel 16  Rincian Aset Lainnya

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian lainnya yang dilakukan adalah wawancara terhadap 2 narasumber berbeda yaitu Psikolog dan juga penderita anxiety disorder dimana pertanyaan wawancara lebih

Renja SKPD merupakan salah satu instrumen untuk evaluasi pelaksanaan program/kegiatan instansi untuk mengetahui sejauh mana capaian kinerja yang tercantum dalam

hutan rakyat adalah hasil hutan berupa kayu yang berasal dari tanaman yang tumbuh dari hasil budidaya di atas areal hutan rakyat atau lahan masyarakat

Dalam pekerjaan konstruksi akan terdapat banyak komponen kegiatan yang dapat menimbulkan dampak penting terhadap Lingkungan Hidup, sehingga untuk mengantisipasi hal

Oleh karena itu, penelitian mengenai penentuan umur masak optimal tandan buah kelapa sawit untuk memperoleh benih bervigor tinggi (mutu maksimal) sangat

Menurut Hasibuan (2000), manajemen SDM adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang- orang yang tepat

● Menjelaskan isi gambar tunggal atau berseri sederhana dengan dengan lafal yang benar dan kalimat sederhana atau kompleks yang jelas sesuai dengan

Karakter spesifik yang membedakan empat spesies Aedes dewasa meliputi submedian longitudinal, median longitudinal berwarna putih di bagian thorak, scale mesepimeron