SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PROVINSI LAMPUNG TA. 2022
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT atas rahmat dan karunia Nya, sehingga dapat disusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Tahun 2022.
Rencana Kinerja Tahunan ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan Program dan Kegiatan pada Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung tahun 2022 sesuai dengan Rencana Strategis Polisi Pamong Praja Tahun 2019-2024.
Demikian disampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya Rencana Kinerja Tahunan 2022.
Bandar Lampung, Januari 2022
KEPALA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PROVINSI LAMPUNG,
M. ZULKARNAIN, S.Sos., M.Si.
Pembina Utama Muda / (IV/c) NIP. 19700307 199003 1 003
BAB I PENDAHULUAN
Kebijakan Otonomi Daerah adalah untuk memberdayakan dan memandirikan Daerah. Pergeseran paradigma sistem pemerintahan yang semula sentralistik menjadi desentralistik, telah memberikan kewenangan yang lebih luas kepada Daerah Otonom untuk mengatur serta mengelola berbagai sektor pembangunan guna kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Pelaksanaan otonomi daerah harus diselenggarakan dengan baik, dan tidak menimbulkan implikasi yang kurang menguntungkan bagi kehidupan berpemerintahan, berbangsa dan bernegara, sehingga disamping mensejahterakan masyarakat juga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga keutuhannya.
Desentralisasi adalah penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia. dengan adanya desentralisasi maka munculah otonomi bagi suatu pemerintahan daerah.
Desentralisasi sebenarnya adalah istilah dalam keorganisasian yang secara sederhana di definisikan sebagai penyerahan kewenangan. Dalam kaitannya dengan sistem pemerintahan Indonesia, desentralisasi akhir-akhir ini seringkali dikaitkan dengan sistem pemerintahan karena dengan adanya desentralisasi sekarang menyebabkan perubahan pardigma pemerintahan di Indonesia.
Desentralisasi juga dapat diartikan sebagai pengalihan
tanggung jawab, kewenangan, dan sumber-sumber daya (dana, manusia dll) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Dasar pemikiran yang melatarbelakanginya adalah keinginan untuk memindahkan pengambilan keputusan untuk lebih dekat dengan mereka yang merasakan langsung pengaruh program dan pelayanan yang dirancang dan dilaksanakan oleh pemerintah. Hal ini akan meningkatkan relevansi antara pelayanan umum dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat lokal, sekaligus tetap mengejar tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah ditingkat daerah dan nasional, dari segi sosial dan ekonomi. Inisiatif peningkatan perencanaan, pelaksanaan, dan keuangan pembangunan sosial ekonomi diharapkan dapat menjamin digunakannya sumber-sumber daya pemerintah secara efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Sejalan dengan kebijakan otonomi daerah tersebut, salah satu syarat yang cukup penting untuk dipenuhi adalah terwujudnya suatu kondisi daerah yang kondusif bagi penyelenggaraan pemerintah dan kehidupan bermasyarakat, khususnya dibidang keamanan dan ketertiban umum. Kondisi daerah yang kondusif tentu akan dapat mendorong perkembangan perekonomian Daerah. Para investor baik dari dalam maupun luar negeri tidak akan ragu-ragu untuk menginvestasikan modalnya di daerah dan pada giliranya akan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
1.1 Latar Belakang
Keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja di daerah pada prinsipnya berkaitan dengan kepentingan penyelenggaraan fungsi pemerintahan di daerah. Konkritnya berkenaan dengan
salah satu urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar yaitu ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Secara lebih spesifik hal ini tertuang dalam ketentuan pasal 255 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Pada ayat (1) menyatakan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja dibentuk untuk menegakkan Perda dan Perkada, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman, serta menyelenggarakan pelindungan masyarakat.
Dengan demikian Satuan Polisi Pamong Praja merupakan perangkat daerah yang tugas dan fungsi serta kewenangannya secara tegas dinyatakan secara langsung dalam Undang- Undang Pemerintahan Daerah. Hal ini kemudian menjadi acuan bagi daerah untuk membentuk organisasi Satuan Polisi Pamong Praja yang sesuai dengan kebutuhan penegakkan regulasi daerah dan penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum dan pelindungan masyarakat.
Secara kelembagaan, dasar utama pembentukan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai perangkat daerah mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah yang secara eksplisit menyatakan bahwa instansi penyelenggara urusan ketenteraman dan ketertiban umum di daerah dinamakan Satuan Polisi Pamong Praja.
Pada regulasi ini juga diatur mengenai penentuan tipeologi Satuan Polisi Pamong Praja di setiap daerah. Selanjutnya berkenaan dengan pembentukan organisasi, tugas, fungsi, dan wewenang, sumber daya manusia, kewajiban Pemerintah Daerah, koordinasi, pembinaan, pengawasan, penghargaan, dan pelaporan serta pengaturan kualifikasi PPNS untuk Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Satuan Polisi Pamong Praja, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja. Kedua regulasi ini
kemudian menjadi pedoman bagi daerah membentuk Satuan Polisi Pamong Praja melalui Peraturan Daerah.
1.2 LANDASAN HUKUM
1. Undang –undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah
2 PP Nomor 06 Tahun 2010 yang telah berganti dengan PP No. 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja 3 Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 26 tahun 2010
tentang Penggunaan Senjata Api bagi Satuan Polisi Pamong Praja
4 Permendagri Nomor 27 tahun 2010 tentang Pelaporan Satuan Polisi Pamong Praja mengenai Keamanan, Ketentraman, dan Ketertiban Umum, serta Perlindungan Masyarakat
5 Permenpan No. 4 thn 2014 ttg pengangkatan jafung polpp dan angka kredit
6 Permendagri Nomor 38 tahun 2010 tentang Pendidikan Dasar Satuan Polisi Pamong Praja
7 Permendagri Nomor 40 tahun 2011 tentang Struktur Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja
8 Permendagri No.54 tahun 2014 tentang Standar Operasional Prosedur Satuan Polisi Pamong Praja
9 Permendagri Nomor 19 tahun 2013 yang dirubah menjadi Permendagri No. 17 Th.2019 tentang pakaian Dinas &
Atribut Satuan Polisi Pamong Praja
10 Permendagri Nomor 34 tahun 2015 tentang Jabatan Fungsional Satuan Polisi Pamong Praja
11 Permendagri No. 100 tahun 2018 tentang Penerapan SPM 12 Permendagri No.121 tahun 2018 ttg Standar teknis mutu
pelayanan dasar sub urusan ketentraman dan ketertiban umum di provisi dan kab/kota
13 Permendagri No 3 tahun 2019 ttg Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah
14 Peraturan Gubernur Lampung Nomor 56 Tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tatakerja Perangkat Daerah Provinsi Lampung
1.3 TUGAS POKOK DAN FUNGSI (TUPOKSI), SUMBER DAYA MANUSIA STRUKTUR ORGANISASI
1.3.1 TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi antara lain meliputi :
A. TUGAS POKOK
Melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pembinaan ketentraman dan ketertiban umum, penegakan dan Produk Hukum Daerah, tugas dekosentrasi dan tugas pembantuan yang diberikan pemerintah kepada Gubernur serta tugas lain sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
B. FUNGSI
Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai fungsi, yaitu : 1. Penyusunan program dan pelaksanaan penegakan
Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, penyelenggaran ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat;
2. Pelaksanaan kebijakan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah;
3. Pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan Ketertiban Umum dan ketentraman masyarakat di Daerah;
4. Pelaksanaan kebijakan perlindungan masyarakat;
5. Pelaksanaan koordinasi penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, penyelenggaran ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), dan/atau aparatur lainnya;
6. Pengawasan terhadap masyarakat, aparatur, atau badan hukum agar mematuhi dan mentaati Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah; dan
7. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Kepala Daerah.
1.3.2 SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya manusia yang mendukung dalam pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung sebanyak 195 orang Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) dan 600 orang Pegawai Harian ( Honorer ),dengan rincian sebagai berikut :
NO. Jumlah Pegawai
Kualifikasi
Pendidikan Pangkat/Gol. Jumlah Pejabat Struktural Fungsional 1 PNS : 195 S3 : - IV : 8 Ess II : 1 110 2 PTHL: 600 S2 : 19 III : 73 Ess III: 5
S1 : 224 II : 114 Ess IV: 15 D4 : - I : 0
5 D3 : 66
6 D2 : -
7 D1 : 1
8 SMA: 484
9 SLTP: 1
10 SD : -
Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung berupaya untuk meningkatkan kualitas aparatnya melalui berbagai pendidikan dan pelatihan, keterampilan, sikap dan membentuk perilaku Polisi Pamong Praja, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Dasar Polisi Pamong Praja.
Selain melalui Diklat Dasar, bentuk pembinaan kualitas personil juga dilakukan berbagai kegiatan rutin yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung, diantaranya kegiatan kesamaptaan yaitu untuk menjaga kebugaran anggota melalui olahraga dan pelatihan baris berbaris, kegiatan pembinaan teknis anggota Satuan Polisi Pamong Praja sebagai aparat penegak Peraturan Daerah dan peraturan pelaksanaannya dan kegiatan pembinaan teknis Penyidik Pegawai Negeri sipil ( PPNS ), dan pada Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung terdapat hanya 10 PPNS pada Tahun 2021. Untuk meningkatkan kompetensi teknis dalam hal penyidikan, serta mengikut sertakan PNS dan PPNS dalam bimbingan teknis maupun seminar dan rapat kerja. Dilihat dari sisi kebutuhan pemahaman tugas yang semakin berat diperlukan peningkatan kualitas pendidikan maupun kompentensi Sumber Daya Manusia yang diharapkan dapat mengimbangi dinamika tugas Satuan Polisi Pamong Praja sebagai aparat penyelenggara ketertiban umum, ketentraman masyarakat dan perlindungan masyarakat serta penegak perda dan peraturan pelaksananya.
1.3.3 STRUKTUR ORGANISASI
Susunan Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja, terdiri dari:
a. Kepala;
b. Sekretariat, membawahi:
1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
2) Sub Bagian Keuangan dan Aset; dan 3) Sub Bagian Perencanaan.
c. Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, membawahi:
1) Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan;
2) Seksi Penyelidikan; dan 3) Seksi Penyidikan.
d. Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, membawahi:
1) Seksi Operasi dan Pengendalian;
2) Seksi Patroli dan Pengawalan; dan 3) Seksi Kerjasama.
e. Bidang Sumber Daya Manusia, membawahi:
1) Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia;
2) Seksi Pelatihan Dasar; dan
3) Seksi Pelatihan Teknis dan Fungsional.
f. Bidang Perlindungan Masyarakat, membawahi:
1) Seksi Satuan Perlindungan Masyarakat;
2) Seksi Bina Potensi Masyarakat; dan 3) Seksi Monitoring dan Evaluasi.
g. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD); dan
h. Kelompok Jabatan Fungsional, terdiri dari sejumlah Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilannya.
1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Maksud dari penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Tahun 2019 adalah merupakan sebagai tindak lanjut/break down dari Renstra, yang dalam pelaksanaan tugasnya dibiayai oleh dana APBD Provinsi Lampung Tahun 2019 (desentralisasi) yang merupakan perwujudan pertanggungjawaban Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung sebagai unsur penyelenggaraan tugas-tugas Pemerintahan di Provinsi Lampung.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Satuan Polisi Pamong Praja, merupakan rencana pembangunan tahunan yang menggambarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran Program dan Kegiatan dalam rangka penyusunan bahan pembinaan dan petunjuk teknis bidang kelembagaan, ketatalaksanaan, analisis dan formasi jabatan,dan pendayagunaan kinerja aparatur pada Perangkat Daerah Provinsi Lampung.
1.2.2 Tujuan Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan
Tujuan penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Tahun 2022 adalah :
a) Sebagai pedoman kerja dalam rangka penyusunan Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) serta kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Tahun 2022.
b) Sebagai tolak ukur dalam penyusunan Arah Kebijakan Umum (AKU) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung.
c) Sebagai tindak lanjut dalam bentuk program aksi atau kegiatan yang lebih khusus sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung sebagai salah satu unsur bagian Pemerintah Daerah Provinsi Lampung
1.3 Ruang Lingkup
Ruang Lingkup Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini adalah Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung.
BAB II
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
2.1 Rencana Strategi 2019-2024
2.1.1. Visi dan Misi
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) Provinsi Lampung 2019-2024 merupakan tahap kempat dari rencana pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJPD) 2005 – 2025 yaitu tahap memantapkan pembangunan secara menyeluruh dalam rangka penyiapan kemandirian masyarakat Lampung. Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang serta isu-isu strategis yang terjadi di Lampung, maka Visi Tahun 2019-2024 yaitu :
“ RAKYAT LAMPUNG BERJAYA “
Untuk mewujudkan Visi Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2019-2024, dirumuskan dalam 6 ( Enam ) Misi yaitu:
Misi Pertama : Menciptakan kehidupan yang religius (agamis), berbudaya, aman dan damai.
Misi Kedua : Mewujudkan “Good Governance” Untuk Meningkatkan Kualitas Dan Pemerataan Pelayanan Publik.
Misi Ketiga : Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Mengembangkan Upaya Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan dan Kaum Difabel.
Misi Keempat : Mengembangkan Infrastruktur Guna
Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Konektivitas Wilayah
Misi Kelima : Membangun Kekuatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pertanian Dan Wilayah Pedesaan Yang Seimbang Dengan Wilayah Perkotaan
Misi Keenam : Mewujudkan Pembangunan Daerah berkelanjutan Untuk Kesejahteraan Bersama
Misi yang memiliki keterkaitan dengan tugas dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja adalah Misi Pertama yaitu “Menciptakan kehidupan yang religius (agamis), berbudaya, aman dan damai “.
Dalam melaksanakan misi tersebut Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung memiliki peranan dalam hal mensukseskan salah satu janji kerja Kepala Daerah yaitu Lampung Merawat Indonesia dengan memperkuat kerukunan hidup antara umat beragama dan menjadikan rumah ibadah dan pondok pesantren sebagai pusat informasi dan pendidikan publik untuk menangkal radikalisme serta mengembangkan sikap kebangsaan.
Keselarasan antara Visi dan Misi serta Target yang akan dicapai dan dapat diliat dalam table berikut :
Visi “RAKYAT LAMPUNG BERJAYA”
Misi Menciptakan kehidupan yang religius (agamis), berbudaya, aman dan damai.
No Tujuan Sasaran Indikator Tujuan / Sasaran
Target Kinerja Tujuan/Sasaran 2020 2021 2022 2023 2024
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Meningkatnya kerukunan antar umat beragama, dan keamanan Daerah
1. Meningkatnya penyelenggaraan pelaksanaan Perda dan Perkada
Persentase Pelanggaran Perda & Perkada yang terselesaikan
60% 65% 70% 75% 80%
2. Meningkatnya ketentramana,
ketertiban , dan perlindungan masyarakat
Persentase Penanganan Tindak/Kasus Kriminalitas/Penu runan Kasus Konflik
60% 65% 70% 75% 80%
2.1.2 Tujuan, Sasaran, dan Indikator
Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja merupakan kondisi positif yang ingin diwujudkan atau kondisi negatif yang ingin dihilangkan. Sedangkan kerja adalah strategi/cara untuk mencapai kinerja, melalui program, kegiatan, sub kegiatan dan anggaran. Dalam penerapannya terkait Strategi dan Arah Kebijakan yang ditempuh Satuan Polisi Pamong Praja Povinsi Lampung pada Tahun 2019 – 2024, adalah sebagai berikut :
Dalam mencapai Sasaran dalam pelaksanaan capaian kinerja perlu adanya Indikator kinerja ada yang mendefinisikan sebagai nilai atau karakteristik tertentu yang digunakan untuk mengukur output atau outcome.
Indikator kinerja juga mendefinisikan sebagai alat ukur yang digunakan untuk menentukan derajat keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Salah satu definisi lagi menjelaskan bahwa indikator kinerja adalah suatu
Tujuan Sasaran Indikator Strategi
Meningkatnya kerukunan antar umat beragama, dan keamanan Daerah
1. Meningkatnya penyelenggaraan pelaksanaan Perda dan Perkada 2. Meningkatnya
Trantraman, Ketertiban Umum dan Linmas
1. Persentase pelanggaran Perda/Perkada yang terselesaikan 2. Persentase
penanganan tindakan/kasus/k riminalitas/
penurunan kasus konflik
1. Mendukung dan
memperluas sosialisasi penegakan hukum (sadar hukum) sampai ke tingkat perdesaan 2. Peningkatan
kapasitas sumber daya aparatur anggota Polisi Pamong Praja
informasi operasional yang berupa indikasi mengenai kinerja
.
2.1.3 Indikator Kinerja Utama Satuan Polisi Pamong Praja Tahun Anggaran 2019 – 2024
Indikator merupakan alat yang digunakan untuk menjelaskan mengenai suatu kondisi sedangkan Indikator kinerja merupakan indikator yang menjelaskan mengenai kinerja itu sendiri. Hal-hal yang direncanakan akan menjadi kinerja suatu organisasi akan diukur keberhasilan pencapaiannya dengan menggunakan indikator kinerja.
Indikator Kinerja Utama merupakan salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, berikut IKU Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Tahun 2022 berdasarkan Keputusan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Nomor : 800/ 204/ V.06/ SET/2022 yakni:
NO SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
SATUAN
PENJELASAN
KETERANGAN/KRITERIA ALASAN FORMULASI/CARA
PENGUKURAN
SUMBER DATA 1. Meningkatnya
penyelenggaraan pelaksanaan Perda dan Perkada
Persentase Pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah yang terselesaikan
% Kegiatan pelaksanaan Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan kepala Daerah yang dilakukan merujuk pada TUPOKSI Satuan Polisi Pamong Praja
(Jumlah Penyelesaian Penegakan Perda : Jumlah
pelanggaran Perda) x 100%
Satuan Polisi Pamong
Praja
1. Undang- Undang No.23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja 3. PERMENDAGRI
No.86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi
pembangunan daerah, tatacara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang rencana jangka panjang daerah dan rencana pembanguanan jangka menengah daerah, serta tata cara perubahan rencana jangka panjang daerah, rencana
pembanguanan jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah
2. Meningkatnya Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat
Persentase Penanganan tindak/ kasus kriminalitas/
penurunan kasus konflik
% Kegiatan pelaksanaan Ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan Masyarakat merujuk pada TUPOKSI Satuan Polisi Pamong Praja
(Pelanggaran Ketentraman, ketertiban, dan Keindahan yang terselesaikan) : (Jumlah Pelanggaran Ketentraman, ketertiban, dan Keindahan yang dilaporkan oleh masyarakat dan teridentifikasi oleh Satpol PP) x 100%
Satuan Polisi Pamong
Praja
1. Undang- Undang No.23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja 3. PERMENDAGRI
No.86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi
pembangunan daerah, tatacara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang rencana jangka panjang daerah dan rencana pembanguanan jangka menengah
NO SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
SATUAN
PENJELASAN
KETERANGAN/KRITERIA ALASAN FORMULASI/CARA
PENGUKURAN
SUMBER DATA
daerah, serta tata cara perubahan rencana jangka panjang daerah, rencana
pembanguanan jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah
2.3 Program dan Kegiatan Tahun 2022 2.3.1 Program
Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan Program sebagai berikut :
Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah Provinsi
Program Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Umum
2.3.2 Kegiatan dan Sub. Kegiatan
NO Kegiatan Sub. Kegiatan
1. Perencanaan, pengangaran, dan evaluasi kinerja PD
Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah
Koordinasi dan Penyusunan DPA-SKPD Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja PD
2. Adminstrasi Barang Milik Daerah Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Barang Milik Daerah Pada SKPD
Penatausaha Barang Milik Daerah Pada SKPD
3. Administrasi Kepegawaian PD Peningkatan Sarana dan Prasarana Disiplin Pegawai
Pendataan dan Pengolahan Administrasi Kepegawaian
Pemulangan Pegawai Yang Meninggal Dalam Melaksanakan Tugas
Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang - Undangan
4. Administrasi Umum PD Penyediaan Komponen Instalansi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga Penyediaan Barang Cetak dan
Penggandaan
Penyediaan Bahan Material
Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi PD
5. Penyediaan Jasa Penunjang Urusan PD
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
6. Pemeliharaan barang milik daerah penunjang urusan PD
Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan
Pemeliharaan/Rehabilitasi gedung Kantor dan Bangunan Lainya
Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya 7. Penegakan peraturan daerah
provinsi dan peraturan gubernur
Pengawasan Atas Kepatuhan Terhadap Pelaksanaan Perda & Pergub
Penanganan Atas Pelanggaran Perda dan Pergub
Pengembangan Kapasitas dan Karier PPNS 8. Penanggulangan gangguan
trantibum lintas daerah kab/kota dalam satu daerah provinsi
Penindakan atas Gangguan Ketentraman dan Ketertiban Umum Berdasarkan Perda
& Perkada Melalui Penertiban dan Penanganan Unjuk Rasa dan Kerusuhan Massa
Pemberdayaan Perlindungan Masyarakat Dalam Rangka Trantibum
Peningkatan Kapasitas SDM Satpol PP dan Satlinmas Termasuk Dalam Pelaksanaan Tugas Yang Bernuansa HAM
2.3.2 Realisasi Anggaran Satpol PP Tahun 2021 a. Realisasi Anggaran
Sumber Dana Operasional yang tersedia untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Tugas Pokok
dan Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung pada Tahun Anggaran 2021 bersumber dari Dana APBD sebesar Rp. 46.569.099.020.73,- dengan rincian sebagai berikut :
Anggaran Realisasi %
Rp.46.569.099.020.73,- Rp.45.010.585.147.95,- 97
Dengan Realisasi Anggaran yang dicapai dapat di katakan bahwa hasil capaian anggaran pada Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung dengan hasil yang baik dan target pencapaiannya sangat baik/
kategori Sangat Tinggi.
b. Efektifitas Realisasi Keuangan dan Realisasi Kinerja Pengukuran perbandingan Realisasi Anggaran dengan target kinerja pada tahun 2021 yakni :
Tabel 3.8
Efektifitas Realisasi Keuangan dan Realisasi Kinerja
Realisasi Kinerja Realisasi Keuangan Efisiensi/efektifitas
100 % 97 % 3 %
Perbandingan antara realisasi kinerja yang dicapai oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung dalam pencapaian kinerja yakni 100 % dengan perbandingan realisasi keuangan yang tercapai adalah 97 % di dapat hasil selisih 3 %, hal ini dapat dikatakan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik walaupun pencapaian realisasi anggaran tidak terserap seutuhnya, pelaksanaan kegiatan dapat tercapai sesuai target merupakan kinerja yang sangat baik.
2.4 Rencana Kinerja Tahun 2022
Dalam pencapaian tujuan yang sesuai dengan target, keberhasilan Program Kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja telah didukung dengan anggaran yang cukup, oleh karena itu perlu adanya beberapa strategi yang perlu dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja guna mencapai Tujuan yang dimaksud.
Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Tahun 2022 adalah merupakan sebagai tindak lanjut dari Rencana Strategi, yang dalam pelaksanaan tugasnya dibiayai oleh dana APBD Provinsi Lampung Tahun 2022 yang merupakan perwujudan pertanggung jawaban Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung sebagai unsur penyelenggaraan tugas-tugas Pemerintahan di Provinsi Lampung.
Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Satuan Polisi Pamong Praja, merupakan rencana pembangunan tahunan yang menggambarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran Program dan Kegiatan dalam rangka penyusunan bahan pembinaan dan petunjuk teknis bidang kelembagaan, ketatalaksanaan, analisis dan formasi jabatan,dan pendayagunaan kinerja aparatur pada Perangkat Daerah Provinsi Lampung.
Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Ta 2022 mendapatkan dana Sebesar Rp 46.652.651.776,- Dalam rencana yang akan dijalankan pada Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi lampung yakni :
NO Kegiatan Sub. KEGIATAN Output ANGGARAN 1. Perencanaan,
pengangaran, dan evaluasi kinerja PD
Penyusunan Dokumen
Perencanaan Perangkat Daerah
Tersusunya laporan
Kinerja,evaluasi Renstra,Evaluasi Renja,evaluasi Rencana Aksi,PK dan LLPPD
83,550,200
Koordinasi dan Penyusunan DPA-SKPD
Tersusunya Dokumen DPA(
Murni,Perubahan dan Recofusing)
38,373,200
Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja PD
tersusunya Dokumen Perencanaan
83,430,000
2. Adminstrasi Barang Milik Daerah
Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Barang Milik Daerah Pada SKPD
Laporan rekokonsiliasi barang
25,000,000
Penatausaha Barang Milik Daerah Pada SKPD
sensus barang dan kodefikasi barang
25,000,000 3. Administrasi
Kepegawaian PD
Peningkatan Sarana dan Prasarana Disiplin Pegawai
Peningkatan displin Anggota
129,772,000 Pendataan dan Pengolahan
Administrasi Kepegawaian
Tersusunya administrasi kepegawaian
146,040,000
Pemulangan Pegawai Yang Meninggal Dalam Melaksanakan Tugas
Pelaksanaan upacara pemakaman pejabat dan mantan pejabat di lingkup Pemprov.
Lampung
30,515,000
Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang - Undangan
Terselenggaranya bimtek
perundang- undangan
53,498,000
4. Administrasi Umum PD
Penyediaan Komponen Instalansi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
Tersedianya komponen instalasi listrik dan penerangan
13,991,000
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
Tersedianya peralatan dan perlengkpan kantor
101,831,850
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
Tersedianya peralatan rumah tangga
30,356,800
Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan
Tersedianya barang cetak dan penggandaaan
72,311,500
Penyediaan Bahan Material Tersedianya bahan materai
50,597,000 Penyelenggaraan Rapat
Koordinasi dan Konsultasi PD
Terselenggaranya rapatkoordinasi dan konsultasi PD
670,000,000
5. Penyediaan Jasa Penunjang Urusan PD
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Tersedianya jasa komunikasi Sumberdaya air dan listrik
130,335,100
6. Pemeliharaan barang milik daerah penunjang urusan PD
Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan
Terpeliharanya kendaraan dinas/
operasional lapangan
425,631,350
Pemeliharaan/Rehabilitasi gedung Kantor dan Bangunan Lainya
Terpeliharanya bangunan dan gedung kantor
119,950,000
Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya
Terpeliharanya peralatan dan mesin lainya
38,600,000
7. Penegakan peraturan daerah provinsi dan peraturan gubernur
Pengawasan Atas Kepatuhan Terhadap Pelaksanaan Perda &
Pergub
Terselenggaranya pengawasan atas kepatuhan Perda dan Pergub
111,250,000
Penanganan Atas Pelanggaran Perda dan Pergub
Jumlah operasi yustisi yang di lakukan
212,560,000
Pengembangan Kapasitas dan Karier PPNS
Jumlah
koordinasi dan evaluasi PPNS
125,000,000
8. Penanggulangan gangguan trantibum lintas daerah kab/kota dalam satu daerah provinsi
Penindakan atas Gangguan Ketentraman dan Ketertiban Umum Berdasarkan Perda &
Perkada Melalui Penertiban dan Penanganan Unjuk Rasa dan Kerusuhan Massa
Terkawalnya unras
185,000,000
Pemberdayaan Perlindungan Masyarakat Dalam Rangka Trantibum
Apel
kesiapsiagaan anggota linmas
169,629,800
Peningkatan Kapasitas SDM Satpol PP dan Satlinmas Termasuk Dalam Pelaksanaan Tugas Yang Bernuansa HAM
Bimtek anggota linmas kab/kota
133,765,900
BAB III PENUTUP
Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung Tahun 2022 merupakan sebagai tindak lanjut dari Rencana Strategi, yang dalam pelaksanaan tugasnya dibiayai oleh dana APBD Provinsi Lampung Tahun 2022 yang merupakan perwujudan pertanggung jawaban Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung sebagai unsur penyelenggaraan tugas-tugas Pemerintahan di Provinsi Lampung.
Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Satuan Polisi Pamong Praja, merupakan rencana pembangunan tahunan yang menggambarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran Program dan Kegiatan dalam rangka penyusunan bahan pembinaan dan petunjuk teknis bidang kelembagaan, ketatalaksanaan, analisis dan formasi jabatan,dan pendayagunaan kinerja aparatur pada Perangkat Daerah Provinsi Lampung.
Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Satuan Polisi Pamong Praja, diharapkan mampu dijadikan acuan sebagai awal dari kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2022, dan diharapkan dapat memacu pelaksanaan yang “good corporate government dan clear government”, agar tingkat pencapaian sasaran yang didasarkan pada pencapaian masing-masing indikator kenerja sasaran dapat berhasil sesuai target yang akan dicapai.
Demikian Rencana Kerja Tahunan ini dibuat agar dapat dilaksanakan sebagai acuan dan bentuk tanggung jawab bersama dalam mencapai target dan capaian yang diharapkan, terima kasih.
L A M P I R A N
SKPD : SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PROVINSI LAMPUNG
(1) (2) (4) (5) (6) (7) (9) (10)
I Program Penunjang Urusan
Pemerintah Daerah Provinsi 42.202.804.076
1 Perencanaan,Penganggaran,
dan Evaluasi Kinerja PD 205.353.400
1
Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah
Satpol PP Prov Lampung
9 Dok 83.550.200 APBD 9 Dok 100.000.000
2 Koordinasi dan Penyusunan DPA-SKPD
Satpol PP Prov Lampung
2 Dok 38.373.200 APBD 2 Dok 50.000.000
3
Koordinasi & Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Satpol PP Prov Lampung
12 Laporan 83.430.000 APBD 12 Laporan 90.000.000
2 Administrasi Keuangan
Perangkat Daerah 20.249.552.976
1 Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN
Satpol PP Prov Lampung
14 Bulan 20.249.552.976 APBD 14 Bulan 20.249.552.976
3 Administrasi Barang Milik
Daerah 50.000.000
1
Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Barang Milik
Satpol PP
Prov 6 Laporan 25.000.000 APBD 6 Laporan 25.000.000 PROVINSI LAMPUNG
No Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program / Kegiatan
Jumlah Orang Yang Menerima Gaji dan Tunjangan ASN
(3)
Jumlah Dokumen DPA & Laporan Hasil Koordinasi
Penyusunan DPA Jumlah Laporan Capaian Kinerja dan Realisasi
(8)
Jumlah Dokumen
Perencanan PD Lanjutan
Lanjutan Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan Jumlah Laporan
Prakiraan Maju Rencana Tahun 2023 Target Capaian
Kinerja
Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif Rencana Tahun 2022 (Tahun Rencana)
Lokasi (Kab/Kota)
Target Capaian
Kinerja
Catatan Penting (Kegiatan lanjutan/alternatif/baru
, atau ket lainnya Kebutuhan Dana/
Pagu Indikatif (Rp)
Sumber Dana (APBN/APBD)
Lampung
4 Administrasi Kepegawaian
Perangkat Daerah 359.825.000 APBD
1 Peningkatan Sarana dan Prasarana Disiplin Pegawai
Satpol PP Prov Lampung
12 Unit 129.772.000 APBD 12 unit 129.772.000
3 Pendataan & Pengolahan Administrasi Kepegawaian
Satpol PP Prov Lampung
12 Dok 146.040.000 APBD 12 Dok 146.040.000
4
Pemulangan Pegawai Yang Meninggal Dalam
Melaksanakan Tugas
Satpol PP Prov Lampung
7 Kali 30.515.000 APBD 7 Kali 30.515.000
6
Bimteks Implementasi Peraturan Perundang- Undangan
Satpol PP Prov Lampung
20 Orang 53.498.000 APBD 20 Orang 130.000.000
4 Administrasi Umum
Perangkat Daerah 939.088.150 APBD
1
Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
Satpol PP Prov Lampung
12 Paket 13.991.000 APBD 12 Paket 13.991.000
2 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
Satpol PP Prov Lampung
2 Paket 101.831.850 APBD 2 Paket 101.831.850
3 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
Satpol PP Prov Lampung
12 Paket 30.356.800 APBD 12 Paket 30.356.800
4 Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan
Satpol PP Prov Lampung
12 Paket 72.311.500 APBD 12 Paket 72.311.500
5 Penyediaan Bahan/Material
Satpol PP Prov Lampung
12 Paket 50.597.000 APBD 12 Paket 50.597.000 Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan Lanjutan Jumlah Unit Saspras
Peningkatan Disiplin Anggota
Lanjutan
Jumlah Dokumen Pendataan &
Pengolahan Adm Kepegawaian Jumlah Prosesi Pemakaman
Jumlah Bimteks
Jumlah Paket Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Jumlah Paket Peralatan dan Perlengkapan Kantor Jumlah Paket Alat Rumah Tangga Kantor
Jumlah Paket Barang Cetak &
Penggandaan Jumlah Paket ATK Kantor
SKPD
5
Keg Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintah Daerah
19.814.803.200
1
Penyediaan Jasa
Komunikasi,Sumber Daya Air dan Listrik
Satpol PP Prov Lampung
12 Laporan 130.335.100 APBD 12 Laporan 130.335.100
2 Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor
Satpol PP Prov Lampung
2 Laporan 50.000.000 APBD 2 Laporan 50.000.000
3 Penyediaan Jasa Pelayanan Umum Kantor
Satpol PP Prov Lampung
12 Laporan 19.634.468.100 APBD 12 Laporan 19.634.468.100
6
Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah
584.181.350
1
Penyediaan Jasa Pemeliharaan,Biaya Pemeliharaan,Pajak dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional
Satpol PP Prov Lampung
12 Unit 425.631.350 APBD 12 Unit 425.631.350
2 Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya
Satpol PP Prov Lampung
8 Unit 38.600.000 APBD 8 Unit 38.600.000
3
Pemeliharaan/Rehabilitasi Gedung Kantor dan Banguna Lainnya
Satpol PP Prov Lampung
2 Paket 119.950.000 APBD 2 Paket 132.026.196
Program Peningkatan
Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan Dalam & Luar
Daerah
Jumlah Kendaraan Dinas Operasional yang dipelihara dan dibayar perizinannya
Jumlah peralatan dan mesin lainnya yang dipelihara
Jumlah Paket Pemeliharaan Gedung/Kantor Jumlah Laporan Pembayaran Tlp,Air dan Listrik
Jumlah Laporan Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Jumlah Laporan Penyediaan Jasa Pelayanan Umum Kantor
Daerah Provinsi
1
Pencegahan Gangguan Trantibum Melalui Deteksi Dini dan Cegah Dini, Pembinaan dan Penyuluhan, Pelaksanaan
Patroli,Pengamanan dan Pengawalan
Provinsi
Lampung 50 Kasus 3.512.642.000 APBD 50 Kasus 3.512.642.000
2
Penindakan atas Gangguan Trantibum Berdasarkan Perda dan Perkada melalui Penertiban dan Penanganan Unjuk Rasa dan Kerusuhan Massa
Bandar
Lampung 20 Kasus 185.000.000 APBD 20 Kasus 185.000.000
3
Pemberdayaan Perlindungan Masyarakat dalamrangka Trantibum
Bandar
Lampung 12 Laporan 169.629.800 APBD 12 Laporan 169.629.800
4
Peningkatan Kapasitas SDM Satpol PP & Satlinmas Termasuk dalam Pelaksanaan Tugas Yang Bernuansa HAM
Bandar
Lampung 40 Orang 133.765.900 APBD 40 Orang 133.765.900
2 Penegakan Perda Provinsi
dan Pergub 448.810.000
1
Pengawasan atas Kepatuhan Terhadap Pelaksanaan Perda
& Pergub
Provinsi
Lampung 12 Laporan 111.250.000 APBD Lanjutan 12 Laporan 111.250.000 Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan
Jumlah Laporan Hasil Pelaksanaan Pengawasan atas Kepatuhan Terhadap Pelaksanaan Perda &
Pergub
Lanjutan Jumlah Kasus
Gangguan Trantibum yang dicegah melalui deteksi
dini,pembinaan dan pamwal
Jumlah Kasus gangguan Trantibum berdasarkan Perda/Perkada melalui penanganan unras
Jumlah Dokumen Pemberdayaan Perlindungan Masyarakat dalam rangka Trantibum
Jumlah Peserta Peningkatan Kapasitas Linmas
2 Pelanggaran Perda dan
Pergub Lampung 12 Laporan 212.560.000 APBD 12 Laporan 212.560.000
3
Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Provinsi
APBD
1 Pengembangan Kapasitas dan Karier PPNS
Bandar
Lampung 6 Laporan 125.000.000 APBD 6 Laporan 125.000.000
46.652.651.776
46.895.876.572
Lanjutan
Lanjutan
Lanjutan Jumlah Laporan Hasil
peningkatan karir PPNS
Penanganan atas Pelanggaran Perda dan Pergub
Jumlah