• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

44 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Model Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan pengembangan adalah proses atau langkah-langkah, untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model- model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, manajemen, dan lain-lain (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009:164).

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan.

Pemilihan metode penelitian Research and Development (R & D) yaitu berdasarkan produk media pembelajaran yang akan dikembangkan memiliki keserasian dalam setiap langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian terkait upaya perancangan sebuah produk media pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus yaitu pada anak tunagrahita. Pada penelitian ini peneliti mengembangkan sebuah media berupa 4 dimensi, adapaun media yang dimaksud adalah media POBAM (Plot Of The Basketball Game).

Penggunaan metode penelitian Research and Development (R & D) dirasa dapat memberikan arahan dalam pembuatan rancangan sebuah produk media pembelajaran yang layak. Seperti dalam langkah-langkah penggunaan metode ini diawali dari mencari permasalahan serta potensi pada sistem pembelajaran anak tunagrahita pada media pembelajaran yang digunakan pada saat proses kegiatan pembelajaran dengan melakukan assesmen

(2)

Revision

Analysis Design

Evaluation

Implementation Development

Revision

langsung pada anak tunagrahita, setelah memperoleh permasalahan dan potensi dapat melakukan proses pengumpulan data dengan melihat keadaan dan kebutuhan pada anak tunagrahita melalui analisis kebutuhan pada media pembelajaran

Model yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini yaitu model pengembangan ADDIE. Pembuatan sebuah produk pembelajaran dengan menggunakan ADDIE dapat membantu menyelesaikan permasalahan pembelajaran yang komplek juga dapat mengembangkan produk-produk pendidikan dan pembelajaran secara efektif. Prosedur Penelitian dan Pengembangan. Perbedaan karakteristik yang ada pada anak berkebutuhan khusus termasuk pada anak tunagrahita, maka akan berbeda pula cara penangangan, desain serta penggunaan media pembelajaran yang digunakan pada proses kegiatan pembelajaran.

Sehingga pengembangan media POBAM (Plot Of The Basketball Game) sebagai alat bantu proses pembelajaran bagi anak tunagrahita yang telah dilakukan assemen akan dapat menghadirkan media pembelajaran yang layak, menarik dan efektif pada saat uji coba pemakaian. Adapun langkah-langkah penelitian pengembangan media POBAM (Plot Of The Basketball Game) yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1 Model pengembangan ADDIE (Branch R. M, 2009)

Peneliti meggunakan model pengembangan ADDIE. ADDIE merupakan

(3)

salah satu model penelitian dan pengembangan yang memiliki lima tahapan diantaranya yaitu Analysis, Design, Development, Implement, Evaluate. Salah satu alasan penggunaan model ADDIE pada pengembangan modul ini yaitu:

1. Model ADDIE merupakan model penelitian yang memeliki tahapan yang lengkap.

2. Proses pengembangan dengan model ADDIE menghasilkan sebuah produk yang cukup sempurna, karena pada proses pengembangan produk yang dihasilkan harus melalui tahapan tahapan yang telah ditentukan seperti tahap uji coba dan evaluasi.

Langkah-langkah tahapan pengembangan model ADDIE, sebagai berikut:

1. Analisis (Analyze)

Analisis yang dilakukan meliputi wawancara awal pada saat proses pembelajaran berlangsung. Wawancara dilakukan pada guru kelas Inklusi mengenai karakteristik peserta didik tunagrahita, serta hambatan- hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran, dan media yang selama ini digunakan. Bentuk media pembelajaran yang digunakan di SDN Mojorejo 1 Batu pada kelas Inklusi sebagian besar sudah mewakili media pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus, tetapi masih kurang karena hanya berupa media dalam bentuk gambar yang membuat peserta didik kuranng bersemangat saat pembelajaran berlangsung. Sehingga perlu merancang produk media pembelajaran yang layak dan sesuai kebutuhan materi dan keadaan peserta didik. Berdasarkan data yang diperoleh selanjutnya peneliti akan merancang penanganan yang efektif dengan mengembangkan media POBAM (Plot Of The Basketball Game)

2. Perancangan (Design)

Perancangan yang dilakukan meliputi:

(a) sasaran rancangan pembelajaran (b) kompetensi yang ingin dicapai (c) strategi pembelajaran (d) evaluasi. Pada tahap ini menentukan untuk siapa pembelajaran ini dirancang, kompetensi apa yang diinginkan dalam proses pembelajaran, pemberian materi pembelajaran atau melaksanakan

(4)

proses pembelajaran dengan menentukan strategi pembelajaran, dan menentukan evaluasi dalam pembelajaran.

3. Pengembangan (Development)

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu mengembangkan media POBAM (Plot Of The Basketball Game). Pengembangan media POBAM (Plot Of The Basketball Game) ini disesuaikan dengan kompetensi inti dua dengan kompetensi dasar mata pelajaran 3.2 PJOK dan 4.2 PPKn.

Pembuatan POBAM (Plot Of The Basketball Game) menggunakan bahan dasar kertas karton, untuk membuat papan permainan berbentuk lapangan basket. Pengembangan media ini dilakukan kevalidan terlebih dahulu dengan validator ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran.

4. Implementasi (Implement)

Pada tahap ini peneliti melakukan penerapan produk dua kali uji coba yang bertujuan untuk menguji keefektifan pengembangan media POBAM (Plot Of The Basketball Game).

5. Evaluasi (Evaluate)

Pada tahap evaluasi peneliti dapat menyempurnakan media pembelajaran POBAM (Plot Of The Basketball Game) pada pembelajaran tematik tema olahraga tradisional subtema olahraga tradisional di daerahku kelas 3 sd

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian dilakukan di SDN Mojorejo 1 Batu pada kelas inklusi dengan alamat JL. Raya Mojorejo No.86, Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

2. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 sampai dengan 5 Desember 2019

C. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi

Observasi pada penelitian ini dilaksanakan dua kali yaitu pada saat sebelum mengembangkan media POBAM (Plot Of The Basketball

(5)

Game). Observasi yang dilakukan yaitu dengan cara mengamati kegiatan belajar mengajar dan penggunaan media pembelajaran yang digunakan. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lapangan secara langsung

2. Wawancara

Pada penelitian ini dilakukan wawancara dua kali.

Wawancara dilakukan terhadap guru kelas inklusi di SDN Mojorejo 1 Batu. Bentuk wawancara yang digunakan adalah dengan menggunakan pedoman wawancara, peneliti bebas mengembangkan pertanyaan sesuai dengan kebutuhan.

3. Angket

Dalam kegiatan penelitan dan pengembangan ini peneliti menggunakan dua angket diantaranya angket validasi dan angket respon peserta didik. Angket validasi diperoleh dari hasil pengamatan dan evaluasi dari tim ahli media dan ahli materi. Angket respon peserta didik diberikan setelah produk diterapkan untuk mengetahui tingkat kemenarikan produk

4. Dokumentasi

Dokumentasi pada penelitian ini digunakan untuk mendokumentasikan kegiatan guru, peneliti dan peserta didik dalam proses pembelajaran tematik.

5. Instrumen Penelitian

Penilaian media pembelajaran POBAM (Plot Of The Basketball Game) menggunakan penilaian sebagai berikut:

1. Lembar Observasi

Lembar observasi awal diisi oleh peneliti pada saat observasi awal yang berisi tentang keadaan awal observasi. Data ini berupa kegiatan yang dialami peserta didik sebelum uji coba produk. Selanjutnya mendesain produk berupa media pembelajaran POBAM (Plot Of The Basketball Game) untuk dilakukan uji coba sebagai media pembelajaran. Pada uji

(6)

coba penggunaan produk dilakukan observasi oleh peneliti yang dibantu beberapa observer untuk mengisi lembar observasi untuk mengetahui keefektifan media POBAM (Plot Of The Basketball Game) pada pembelajaran inklusi.

2. Lembar Wawancara

Wawancara digunakan untuk bahan wawancara mengenai analisis kebutuhan dan mengetahui keefektifan media serta respon dari peserta didik setelah penggunaan media. Hasil wawancara ini akan dijadikan bahan masukan dalam pengembangan media pembelajaran yang akan dibuat .

Tabel 3.2 Indikator Instrumen Wawancara

No. Kisi-kisi

1. Proses pembelajaran tematik

2. Kendala yang dihadapi pada saat proses pembelajaran 3. Penggunaan model dalam proses pembelajaran

4. Penggunaan media dalam proses pembelajaran tematik

5. Seberapa penting media pembelajaran dalam proses pembelajaran dikelas

3. Kuesioner (Angket)

(Sumber: Olahan Peneliti)

Angket validasi dari penelitian ini digunakan sebagai acuan pengumpulan data ketepatan materi variasi gerak dasar ke dalam permainan bola basket pada Tema “Permainan Tradisional” Subtema

“Olahraga Tradisional di Daerahku”, ketepatan desain dan keefektifan media pembelajaran yang dikembangkan.

Berikut paparan skala berdasarkan aspek validasi yang digunakan dalam penelitian ini:

Tabel 3.3 Kriteria Validator Penelitian Pengembangan Media POBAM (Plot Of The Basketball Game)

(7)

Validator Kriteria Bidang Ahli

Dosen media pembelajaran Lulusan S2 Ahli Media Pembelajaran

Dosen materi tematik Lulusan S2 Ahli Materi Tematik

6. Dokumentasi

Alat dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera Dokumentasi pada penelitian ini digunakan untuk mendokumentasikan kegiatan guru, peneliti dan peserta didik dalam proses pembelajaran tematik.

a. Teknik Analisis Data

Setelah seluruh data diperoleh, data perlu dianalisis. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini melalui angket validasi dari para ahli yaitu ahli materi, ahli media pembelajaran, dan ahli pembelajaran ABK, data juga diperoleh dari wawancara respon peserta didik.

Data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

1) Analisis Data Deskriptif Kualitatif

Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi lapangan dan wawancara pada guru yang dilakukan pada saat penelitian, yaitu dengan menggambarkan kualitas produk media yang telah dihasilkan dan dari penggunaan media pembelajaran khusus inklusi.

2) Analisis Data Deskriptif Kuantitatif

Analisis data kuantitatif digunakan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan produk yang sudah dikembangkan. Penilaian yang diperoleh menggunakan angket data analisis validitas ahli dan wawancara respon peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran POBAM (Plot Of The Basketball Game) pada pembelajaran inklusi.

a. Analisis Angket Validitas Ahli

Angket validasi ahli digunakan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan. Adapun instrumen angket yang

(8)

dinilai oleh ahli media dan ahli materi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.4 Instrumen Angket Validasi Ahli Media

No. Aspek Indikator Nomor

1. Tampilan media a. Kombinasi warna pada media 1

b. Ukuran media 2

c. Tampilan media menarik 3

d. Media tahan lama dan tidak mudah rusak

4

e. Media mudah dibawa dan dipindahkan

5

2. Media dalam pembelajaran

a. Kesesuaian media pembelajaran dengan tujuan dan karaktristik peserta didik

8,9

b. Kemampuan media unntuk mengulang apa yang telah dipelajari

11,12

3. Keterlibatan peserta didik dalam menggunakan media

a. Dapat membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran

13

b. Media dapat digunakan oleh guru dan peserta didik

14

c. Media dapat memotivasi peserta didik

15,16,17

d. Media aman digunakan 18

Sumber : (Sa’dun Akbar, 2013:130)

Adapun pedoman penilaian menggunakan ratting scale, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.5 Pedoman Ratting Scale

(9)

Skala Keterangan

1 Sangat kurang benar/sangat kurang tepat/sangat kurang baik/sangat kurang sesuai/sangat kurang serasi/sangat kurang mudah.

2 Kurang benar/ kurang tepat/kurang baik/kurang sesuai/kurang serasi/cukupmudah

3 Benar/tepat/baik/sesuai/serasi/mudah

4 Sangat benar/sangat tepat/sangat baik/sangat sesuai/sangat serasi/sangat mudah

Sumber : Arikunto (2010:35)

Adapun pedoman dan kriteria skoring divisualisasikan pada tabel 3.6 berikut:

Tabel 3.6 Pedoman dan Kriteria Skoring

Persentase (%) Kualitas

81-100% Baik Sekali

51-80% Baik

21-50% Kurang

˂ 21% Kurang Sekali

Sumber : Arikunto (2010:35)

Pengembangan media pembelajaran ini dinilai sangat valid dan valid atau sangat baik atau baik oleh para ahli dan guru jika memperoleh skor ≥ 61%.

b. Analisis Angket Respon Peserta Didik

Data yang diperoleh dari angket respon peserta didik kemudian dianalisis menggunakan data kuantitatif untuk menguji kelayakan media yang dikembangkan. Adapun instrumen angket yang diberikan kepada peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.7 Instrumen Angket Respon Peserta Didik

Berilah penilaian dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang tersedia di bawah ini !

No. Aspek Indikator Nomor

1. Kemenarikan a. Ketertarikan media 1

(10)

P= X100%

media

b. Perpaduan warna 2

2. Pengoperasian media

a. Kemudahan pengoperasian media 3

3. Manfaat media a. Mempermudah pembelajaran 4 b. Memudahkan pemahaman peserta

didik

5

4. Antusias menggunakan media

a. Memotivasi peserta didik untuk terus belajar

6,7

b. Semangat dalam pembelajaran 8

Sumber : (Sa’dun Akbar, 2013:130)

Skala Guttman yang digunakan terdiri dari dua kategori yang dibuat dalam bentuk pilihan ganda atau checklist (√) yang disajikan pada tabel dibawah ini.

Tabel 3.8 Kategori Penilaian Skala Guttman

No Skor Keterangan

1 Skor 1 Ya

2 Skor 2 Tidak

Persentase tiap komponen dihitung menggunakan rumus, yaitu sebagai berikut :

Sumber : (Arifin, 2010:137)

Keterangan :

P :Persentase

(11)

Ʃx : Jumlah nilai jawaban responden dalam tiap komponen Ʃxi : Jumlah skor ideal dalam seluruh komponen

Pemberian makna dan pengambilan keputusan tentang kualitas produk media POBAM (Plot Of The Basketball Game) ini akan menggunakan konversi tingkat pencapaian dengan skala 5 seperti pada tabel 3.9 berikut:

Tabel 3.9 Konversi Tingkat Pencapaian dan Kualifikasi

Tingkat Pencapaian

Kualifikasi Kepuasan

81-100% Baik Sekali Sangat layak, tidak perlu

direvisi

51-80% Baik Layak, tidak perlu direvisi

21-50% Kurang Tidak layak, perlu revisi

˂21% Kurang Sekali Sangat tidak layak, perlu

revisi

Media pembelajaran yang sedang dikembangkan mendapat respon positif dari peserta didik apabila persentase yang diperoleh lebih dari (≥) 61

Gambar

Gambar 3.1 Model pengembangan ADDIE (Branch R. M, 2009)
Tabel 3.2 Indikator Instrumen Wawancara
Tabel 3.4  Instrumen  Angket Validasi Ahli Media
Tabel 3.6 Pedoman dan Kriteria Skoring
+3

Referensi

Dokumen terkait

kesesuaian tindakan aktor yang terlibat. • Yang menunjukkan bahwa lebih berpengaruh dibandingkan variabel lainnya, yang mana menunjukkan besarnya kekuatan masyarakat dalam

Kantor DPRD sendiri memiliki Persatuan Wartawan Legislatif (PWL) Tugas persatuan wartawan legislatif ini biasa nya meliput atau memuat berita tentang apa saja

Variabel SHARIAH SHARE merupakan sebuah variabel yang bergerak di dekat garis x , hal ini menunjukkan bahwa goncangan dari tingkat bunga PUAB mempunyai pengaruh yang relatif

Hal ini dapat terjadi melalui dua mekanisme yaitu diawali dengan terjadinya hipertrofi ventrikel kiri yang menyebabkan kepayahan otot jantung dalam memompa, maupun

Meskipun terdapat banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dislipidemia berhubungan erat dengan angka mortalitas pada penyakit jantung koroner, ternyata hal ini tidak

Kendali mutu (Quality Control) radiologi diharapkan akan dapat mengendalikan persoalan yang berkaitan dengan kualitas gambar dan eksposi yang diterima

Berfungsi mengatur dan mengendalikan kegiatan bagian pelayanan keperawatan sesuai dengan visi dan misi Rumah Sakit Roemani menuju terwujudnya pelayanan keperawatan yang prima.

4< ◆ ◆ Kagcbkbtj ugtuh Kagcbkbtj ugtuh kagcjlagtjejhbsj lbg kagcjlagtjejhbsj lbg karukushbg kbsbibo karukushbg kbsbibo tagtbgc fdyah 0 ljkagsj tagtbgc fdyah 0 ljkagsj ◆