• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis deskriptif data penelitian dan pembahasan dapat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis deskriptif data penelitian dan pembahasan dapat"

Copied!
176
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis deskriptif data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan secara umum bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning adalah baik untuk materi pokok Indera Pendengaran dan Sistem Sonar

Pada Makhluk Hidup adalah baik.

Secara terperinci dapat disimpulkan antara lain sebagai berikut:

1. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran materi pokok Indera Pendengaran dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup pada peserta didik kelas VIIII SMP Negeri 5 Kupang dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning adalah baik, dimana mencakup:

perencanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran adalah termasuk dalam kategori baik dengan skor masing- masing 3,55; 3,61; 3,58.

2. Indikator Hasil Belajar (IHB) yang disiapkan sebanyak delapan indikator produk, sembilan indikator afektif dan tujuh indikator psikomotor semuanya tuntas karena memiliki P ≥ 0,75 dengan rata-rata proporsi masing-masing untuk aspek afektif yaitu 0,87 dan ketuntasan IHB psikomotorik 0,88.

3. Ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas VIIII SMP Negeri 5 Kupang materi pokok Indera Pendengaran dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup dalam kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model

(2)

pembelajaran discovery learning dari 33 peserta didik secara keseluruhan tuntas dengan rata-rata proporsi untuk THB produk 0,83, THB afektif 0,87, THB penilaian diri untuk sikap religius memperoleh skor 3,21 dan masuk dalam kategori baik, THB penilaian diri untuk sikap sosial memperoleh skor 3,1 kategori baik, THB penilaian antarpeserta didik memperoleh skor 3,18 termasuk dalam kategori baik, dan THB psikomotor 0,89.

4. Respon peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti, penutup, pengelolaan waktu dan suasana kelas berada dalam kategori sangat baik karena rata-rata tanggapan peserta didik berada pada rentang 81%-100% dengan skor masing- masing aspek secara berturut-turut adalah 86,03%; 87%; 89%; 89%; dan 88%. Skor rata-rata yang diperoleh dari kelima aspek adalah 87,8%

dengan kategori sangat baik.

B. Saran

Guna terwujudnya suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, maka beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

1. Guru harus menguasai pendekatan, strategi, model serta metode pembelajaran yang tepat sehingga dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik.

2. Guru harus melatih dan membimbing peserta didik untuk aktif dan semangat selama proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mereka baik dari aspek kognitif, afektif yang meliputi sikap religious, sikap sosial, dan psikomotor.

(3)

3. Guru harus banyak memberikan latihan soal kepada peserta didik dan guru perlu melakukan kegiatan eksperimen dan diskusi kelompok selama kegiatan pembelajaran.

4. Guru wajib membuat evaluasi pembelajaran dengan memperhatikan tiga (3) ranah yaitu Kognitif, afektif yang meliputi sikap religious dan sikap sosial, dan psikomotorik dengan berpedoman pada tujuh prinsip evaluasi.

(4)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2015. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Budiningsih, Asri. 2003. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Damyati & Mudjiono. 2015. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Dirman & juarsih. 2014. Teori Belajar dan Prinsip-prinsip Pembelajaran Yang Mendidik. Jakarta: Asdi Mahasatya.

Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik Dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Jihad, Asep dan Haris, Abdul. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Presindo.

Karim, dkk. 2008. Membuka Cakrawala IPA Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Setia Purna Inves.

Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. 2014. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. 2014. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan

Alam Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Kosasih. 2014. Starategi Belajar Dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Yrama Widya.

Kunandar. 2013. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013).Jakarta: Grafindo.

Kunandar. 2014. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Media Pendidikan Cakrawala NTT. 2016. Tingkatkan Mutu, Jaga Integritas.

Kupang: Temprina Media Grafika.

Musfiqon. 2015. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta:

Prestasi Pustaka.

Nurachmandani & Samsulhadi. 2010. Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Grahada.

(5)

Oktaviani, M. Trisna. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Melalui Pendekatan Saintifik Materi Pokok Hukum Gravitasi Newton Pada Peserta Didik Kelas XI MIAA 3. Kupang: Widya Mandira.

Puspita & Rohima. 2009. Alam Sekitar IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VIII.

Jakarta: Cita Pustaka.

Rusman. 2015. Model- model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudjana, Nana. 2011. Penilaian Hasil Belajar dan Proses Belajar Mengajar.

Bandung: Remaja Rodaskarya.

Sugyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharto. 2015. Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta:

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Dan Kebudayaan Dan Penjaminan Mutu Pendidikan.

Supardi. 2015. Penilaian Autentik Pembelajaran Afektif, Kognitf, dan Psikomotor.

Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Slamento. 2010. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya:

Kencana Prenada Media Group.

(6)

L A M P

I R A

N

(7)

S I L A B U S Nama Sekolah : SMP Negeri 5 Kupang

Mata Pelajaran : IPA Terpadu Kelas/Semester : VIII/II

Kompetensi Inti

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

Lampiran 01

(8)

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi

Waktu

Sumber Belajar 1.1 Mengagumi keteraturan

dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya

Indera Pendengaran

Dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup

Mengamati 1. Bandul berayun 2. Gelombang di

permukaan air 3. Penggaris plastik

yang digetarkan ada yang bisa didengar oleh telinga manusia ada yang tidak bisa didengar oleh telinga manusia.

Menanya Diskusi tentang:

1. Konsep getaran 2. Konsep gelombang

transversal dan longitudinal

3. Syarat terdengarnya bunyi

Tugas

1. Suatu Membuat tulisan, bagaimana perjalanan bunyi benda yang bergetar bisa didengar oleh pendengar (tugas proyek)

2. Mengerjakan PR tentang getaran, gelombang dan bunyi

3. Diskusi kelompok membahas hasil eksperimen getaran, gelombang dam bunyi

4. Membuat laporan eksperimen getaran, gelombang dan bunyi Observasi

Menilai kegiatan eksperimen menggunakan rubrik.

Portofolio Mengumpulkan:

1. Laporan tugas-tugas 2. Laporan tertulis kelompok

2 x 5 JP

 Buku paket,

 Lembar kerja Praktiku m

 Buku atau sumber belajar yang relevan.

Media elektronik 2.1 Menunjukkan perilaku

ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif;

jujur; teliti; cermat;

tekun; hati-hati;

bertanggung jawab;

terbuka; kritis;

kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari- hari sebagai wujud

(9)

implementasi sikap dalam melakukan pengamatan,percobaan , dan berdiskusi

Eksperimen/explorer Eksperimen tentang:

1. Getaran (getaran pada penggaris plastic, getaran pada pegas dan bandul berayun)

2. Gelombang pada permukaan air (ember, air

secukupnya, gabus).

Asosiasi

1. Menganalisis data untuk membuat kesimpulan tentang getaran

2. Menganalisis data untuk mendapatkan konsep gelombang transversal dan longitudinal.

Komunikasi

1. Membuat laporan

Tes (Tulis) Contoh PG

1. Perhatikan Gambar berikut!

Suatu beban digantungkan pada pegas seperti pada gambar,

kemudian digetarkan. Jika dalam 3 detik terjadi 18 kali gerakan pegas bolak-balik, berarti frekuensi getarannya ….

A. 3 Hz B. 6 Hz C. 9 Hz D. 12 Hz Contoh Uraian

Sebutkan penerapan syarat terdengarnya bunyi sehari-hari!

2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari- hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan

3.1 Memahami konsep getaran, gelombang, bunyi, dan

pendengaran, serta penerapannya dalam sistem sonar pada hewan dan dalam kehidupan sehari-hari 4.1 Melakukan

pengamatan atau percobaan tentang getaran, gelombang, dan bunyi

(10)

eksperimen Mempresentasikan hasil eksperimen

Mengetahui Kepala Sekolah

Drs. Ayub Martinus NIP: 195908141990031006

Kupang,………..2016 Peneliti

Jan Crisantus Asa

(11)

214

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 01 )

Nama Sekolah : SMP Negeri 5 Kupang Mata Pelajaran : IPA Terpadu

Materi Pokok : Indera Pendengaran Dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup

Alokasi Waktu : 3 x 40 menit

A. Kompetensi Inti

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Lampiran 02

(12)

215

KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1. 1.1 Mengagumi keteraturan

dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya

1.1.1 Mengagumi kebesaran Tuhan yang telah menciptakan manusia yang berakal budi sehingga dapat memahami dan mempelajari indera pendengaran, Indera Pendengaran dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup yang bermanfaat bagi kehidupan di bumi 2. 2.2 Menunjukkan perilaku

ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;

cermat; tekun; hati-hati;

bertanggung jawab; terbuka;

kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap

dalam melakukan

pengamatan,percobaan, dan berdiskusi.

2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam

2.1.1 Bersikap teliti, cermat dan jujur dalam melakukan kegiatan baik individu maupun kelompok.

2.1.2 Bertanggung jawab terhadap alat – alat yang digunakan

2.1.3 Berkomunikasi dengan bahasa yang santun dan mudah dipahami

2.1.4 Memiliki rasa ingin tahu untuk memecahkan permasalahan

2.1.5 Bersikap kreatif dan inovatif

2.1.6 Memiliki sikap disiplin

dalam memenuhi

(13)

216

KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi aktivitas sehari-hari sebagai

wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan

kewajibannya.

3. 3.1 Memahami konsep getaran, gelombang, bunyi, dan pendengaran, serta penerapannya dalam sistem sonar pada hewan dan dalam kehidupan sehari-hari

3.1.1 Menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi organ pendengaran pada manusia.

3.1.2 Menjelaskan proses mendengar pada manusia 3.1.3 Menjelaskan hubungan

antara periode dan frekuensi pada getaran

(14)

217

KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 4. 4.1 Melakukan pengamatan

atau percobaan tentang getaran, gelombang, dan bunyi

4.1.1 Melakukan percobaan dan pengamatan tentang getaran

C. Tujuan Pembelajaran

1. Menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi organ pendengaran pada manusia.

2. Menjelaskan proses mendengar pada manusia.

3. Menjelaskan hubungan antara periode dan frekuensi pada getaran.

4. Melakukan pengamatan tentang getaran.

D. Materi Pembelajaran 1. Pertemuan 1

a. Indera Pendengaran pada Manusia

Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam, seperti pada Gambar 1.1 Bunyi yang terdengar oleh telinga kita memerlukan medium. Jadi, mungkinkah kita dapat mendengar di ruang hampa udara? Tentu saja tidak. Bunyi memerlukan medium untuk merambat. Apakah di telinga terdapat medium untuk merambatkan bunyi? Telinga luar dan telinga tengah

(15)

218

terisi oleh udara dan rongga telinga dalam terisi oleh cairan limfa.

Bagian-bagian penyusun telinga dan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 1.1

(16)

219 b. Getaran

Semua benda akan bergetar apabila diberi gangguan. Benda yang bergetar ada yang dapat terlihat secara kasat mata karena simpangan yang diberikan besar, ada pula yang tidak dapat dilihat karena simpangannya kecil.

Benda dapat dikatakan bergetar jika benda bergerak bolak-balik secara teratur melalui titik kesetimbangan, jadi getaran adalah peristiwa gerak bolak-balik sebuah benda terhadap suatu titik kesetimbangan.

(17)

220

Apakah orang berjalan bolak-balik disebut dengan bergetar?

Tentu saja tidak. Orang yang berjalan bolak balik belum tentu melalui titik kesetimbangan. Untuk memahami tentang getaran. Perhatikan Gambar 1.2 tentang bandul sederhana.

Sebuah bandul sederhana mula-mula diam pada kedudukan O (kedudukan setimbang). Bandul tersebut ditarik ke kedudukan A (diberi simpangan kecil). Pada saat benda dilepas dari kedudukan A, bandul akan bergerak bolak-balik secara teratur A-O-B-O-A dan gerak bolak balik ini disebut satu getaran. Salah satu ciri dari getaran adalah adanya amplitudo (simpangan terbesar) jarak OA atau OB merupakan amplitudo.

Gambar 1.2 bandul sederhana

Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kali getaran disebut periode getar yang dilambangkan dengan T. Banyaknya getaran dalam satu sekon disebut frekuensi (f). Satuan periode adalah sekon dan satuan frekuensi adalah getaran per sekon atau disebut dengan Hertz (Hz).

(18)

221 2. Metode Pembelajaran

a. Pendekatan : Scientific

b. Model : Discovery Learning

c. Metode : Demonstrasi, Diskusi, tanya

jawab.

3. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran

a. Media : Cetak dan elektronik. (Laptop)

b. Alat : penggaris, meja, bandul, statip, stopwatch, tali nilon dan busur derajat

c. Sumber Pembelajaran : Bahan Ajar Peserta Didik (BAPD).

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Buku IPA Terpadu kelas VIII yang relevan.

E. Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran

Sintaks Kegiatan Pembelajaran Waktu

Kegiatan Pendahuluan 1. Pendidik dan peserta didik saling memberi salam

2. Pendidik mengecek kehadiran peserta didik

3. Peserta didik dan pendidik berdoa sebelum memulai pelajaran.

4. pendidik memberikan pretest 5. Pendidik menyampaikan tujuan

pembelajaran

15 menit

Tahap 1 Kegiatan Inti 90

(19)

222 Stimulation

(stimulasi/pemberian

ransangan Mengamati

6. Pendidik menunjukkan fenomena atau mengajukan pertanyaan yang relevan dengan materi yang akan dipelajari. Contoh pertanyaan pendidik: “Bagaimana kamu bisa mendengar suara saya?

Apakah kamu tadi mendengar pada saat saya bertanya?”

Contoh fenomena: pendidik meminta salah satu peserta didik untuk memetik gitar atau mendengarkan ketika penggaris dan meja dipukul selanjutnya peserta didik lain diminta mengemukakan apa yang telah didengarnya.

7. Pendidik menyampaikan kepada peserta didik tujuan pembelajaran yang tertera pada bagian “Ayo kita pelajari pada buku peserta didik?” dan nilai yang diperoleh setelah mempelajari bab IX ini yang tertera pada “Mengapa hal ini penting?”.

8. Pendidik menginformasikan pada peserta didik bahwa ada kegiatan yang dilakukan yaitu, (a). percobaan getaran yang terjadi pada bandul pada bagian

‘Ayo Kita Coba’.

menit

(20)

223 Tahap 2

Problem statement (pertanyaan/ identifikasi masalah

Menanya

9. Pendidik membimbing peserta didik untuk merumuskan pertayaan sesuai pengamatan berdasarkan demonstrasi di depan.

Pertanyaan yang peserta didik harus ajukan:

a. Bagaimana menentukan cara kerja dari gendang telinga?

10. Pendidik menilai kemampuan peserta didik dalam merumuskan masalah dan membuat hipotesis

Tahap 3

Data Collection

Mencoba / Diskusi

11. Pendidik membagi peserta didik dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 5 peserta didik.

12. Pendidik membagikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) kepada tiap kelompok.

13. Peserta didik secara kelompok melakukan percobaan.

14. Peserta didik membaca bahan ajar.

15. Pendidik memeriksa percobaan yang dilakukan tiap kelompok.

Jika masih ada kelompok yang belum dapat melakukan percobaan dengan benar, pendidik dapat langsung memberikan bimbingan.

Tahap 4

Data Processing (Pengolahan data)

Mengasosiasikan

16. Peserta didik (dibimbing oleh pendidik) mendiskusikan hasil percobaan mereka.

(21)

224

17. Peserta didik membuat laporan dan kesimpulan dari percobaan.

Tahap 5 Verification (Pembuktian)

Mengomunikasikan

18. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal dan kelompok lain diminta untuk memberikan tanggapan terhadap kelompok yang mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

19. Pendidik memberikan penjelasan atau pesan kepada peserta didik bagaimana menghargai dan mensyukuri kebesaran Tuhan yang diperoleh melalui proses pembelajaran mengenai materi indera pendengaran dan getaran.

Tahap 6

Generalization (menarik kesimpulan)

20. Pendidik bersama peserta didik merangkum materi sesuai dengan hasil diskusi yang dilakukan berdasarkan kegiatan percobaan yang dilakukan.

Kegiatan Penutup

21. Pendidik menugaskan peserta didik untuk menyelesaikan 'Ayo Kita Diskusikan' untuk tugas di rumah, sebagai pemantapan topik getaran dan peserta didik diminta mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu gelombang dan bunyi.

22. Doa penutup pembelajaran

15

G. Penilaian

1. Penilaian sikap (KI. I dan II)

a. Teknik Penilaian : Non tes b. Bentuk Instrumen : Observasi

c. Instrumen penilaian : Lembar observasi

(22)

225

d. Petunjuk penskoran : Terlampir e. Rekapan penilaian : Terlampir f. Rubrik : Terlampir

g. Kisi-kisi instrumen penilaian : Terlampir

2. Penilaian kognitif (KI.III)

a. Teknik Penilaian : Tes Tulis b. Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda c. Instrumen penilain : Terlampir d. Petunjuk penskoran : Terlampir e. Rekapan penilaian : Terlampir f. Kisi-kisi instrumen penilaian : Terlampir 3. Penilaian psikomotor (KI. IV)

a. Teknik Penilaian : Non Tes b. Bentuk Instrumen : Observasi c. Instrumen Penilaian : Terlampir d. Petunjuk Penskoran : Terlampir e. Rekapan Penilaian : Terlampir f. Kisi-kisi Instrumen Penilaian : Terlampir

4. Penilaian diri

a. Teknik penilaian : Non Tes b. Bentuk Instrumen : Observasi

c. Instrument Penilaian : Lembar Observasi d. Petunjuk penskkoran : Terlampir

e. Rekapan penilaian : Terlampir f. Rubrik : Terlampir

g. Kisi-kisi instrument penilaian : Terlampir 5. Penilaian teman sejawat

a. Teknik penilaian : Non Tes b. Bentuk Instrumen : Observasi

c. Instrument penilaian : Lembar Observasi d. Petunjuk penskoran : Terlampir

e. Rekapan penilaian : Terlampir f. Rubrik : Terlampir

g. Kisi-kisi instrument penilaian : Terlampir

a. Instrumen Penilaian Contoh instrumen (terlampir)

(23)

226 1. Contoh Tes Kognitif (Uraian)

No Soal, Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Skor 1 Fungsi gendang telinga adalah …..

Penyelesaian:

Menangkap gelombang suara dan mengubahnya menjadi getaran yang diteruskan ke tulang telinga.

5

2. Jika suatu ayunan sederhana bergetar sebanyak 60 kali dalam waktu 15 sekon, tentukan.

a. Frekuensi ayunan b. Periode ayunan Penyelesaian:

Diketahui (skor 5): Banyak getaran = 60 kali Waktu = 15 sekon Jawab (skor 5):

Periode getar = =

= 0,25 sekon Frekuensi = =

= 4 Hz

10

3. Apa yang dimaksud dengan frekuensi dan periode ? Penyelesaian:

Frekuensi (f) adalah : Banyaknya getaran dalam satu sekon dan satuannya Hz.

Periode (T) adalah: banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kali getaran dan satuannya Sekon

5 Pertemuan 1

Nilai =

.

(24)

227 2. Tes Afektif (Observasi)

Berilah skor pada aspek-aspek kemampuan peserta didik dengan cara member salah satu angka (0, 1) pada kolom skor sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

No Nama Peserta Didik

Aspek yang dinilai

Jumlah Skor Skor

A B C D E F G H I 1

2 3 4 5

A: Mengenali dan mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan mengenai Indera pendengaran dan getaran

B: Mengemukan ide/pendapat kepada pendidik atau teman C: Memiliki sikap ingin tahu

D: Bekerja sama dalam kelompok E: Terlibat aktif dalam diskusi kelompok F: Menghargai ide/pendapat teman G: Disiplin dalam bekerja

H: Jujur dalam bekerja

I: Tanggung jawab dalam menggunakan alat dan bahan Rubrik Penilaian:

Nilai 0 : Jika aspek yang diamati tidak sesuai dengan yang sebenarnya Nilai 1 : Jika aspek yang diamati sesuai dengan yang sebenarnya

3. Lembar Pengamatan Psikomotor

Berilah skor pada aspek-aspek kemampuan peserta didik dengan cara memberi salah satu angka (0; 0,5; 1) pada kolom skor sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Nilai = .

(25)

228 No Nama Peserta Didik

Aspek yang dinilai Jumlah Skor Skor

A B C D E

1 2 3 4 5

A: Kelengkapan persiapan alat dan bahan percobaan B: Ketepatan membaca skla pengukuran pada mistar C: Ketepatan membaca skala pada stopwatch

D: Melakukan kegiatan eksperimen berdasarkan prosedur dengan tepat E: Ketepatan mengukur simpangan dengan busur derajat

Rubrik Penilaian:

Nilai 0 : Jika seluruh aspek yang diamati tidak sesuai dengan yang sebenarnya

Nilai 0,5 : Jika sebagian besar aspek yang diamati sesuai dengan yang sebenarnya

Nilai 1 : Jika seluruh aspek yang diamati sesuai dengan yang sebenarnya

4. Lembar Penilaian Diri

a. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti!

b. Berilah tanda cek (√)sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian sehari-hari sesuai keterangan!

Nama Peserta Didik : ……….

Kelas : ……….

Materi Pokok : ……….

Tanggal : ……….

Nilai = .

(26)

229 No

Pernyataan TP KD SR SL

1 Saya semakin yakin dengan keberadaan Tuhan setelah mempelajari ilmu

pengetahuan

2 Saya berdoa sebelum dan sesudah

melakukan sesuatu kegiatan didalam kelas dan diluar kelas

3 Saya mengucapkan rasa syukur atas segala karunia Tuhan

4 Saya memberi salam sebelum dan sesudah mengungkapkan pendapat di depan umum/

teman

5 Saya mengungkapkan keagungan Tuhan apabila melihat kebesaranNya

Jumlah

Keterangan:

4: SL = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

3: SR = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukannya

2: KD = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

1: TP = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

5. Lembar penilaian antarpeserta didik

Nama penilai : ……….

Nama peserta didik yang dinilai : ...

Kelas : ...

Mata pelajaran : ...

Berilah tanda cek pada kolom pilihan berikut dengan memberikan skor sesuai keterangan!

(27)

230

No Aspek Pengamatan Skor

4 3 2 1 1 Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan

2 Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam

mengerjakan setiap tugas

3 Mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya 4 Melaporkan data atau informasi apa adanya

JUMLAH

Keterangan:

4: selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan,

3: sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak

melakukannya,

2: kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukannya,

1: tidak pernah, apabila tidak pernah melakukannya.

(28)

231

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 02 )

Nama Sekolah : SMP Negeri 5 Kupang Mata Pelajaran : IPA Terpadu

Materi Pokok : Indera Pendengaran Dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup

Alokasi Waktu : 3 x 40 menit

A. Kompetensi Inti

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Lampiran 03

(29)

232 B. Kompetensi Dasar dan Indikator

KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

1. 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya

1.1.2 Mengagumi kebesaran Tuhan yang telah menciptakan manusia yang berakal budi sehingga dapat memahami dan mempelajari indera pendengaran, Indera Pendengaran Dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup yang bermanfaat bagi kehidupan di bumi

2. 2.4 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;

cermat; tekun; hati-hati;

bertanggung jawab; terbuka;

kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap

dalam melakukan

pengamatan,percobaan, dan berdiskusi.

2.5 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam

2.1.7 Bersikap teliti, cermat dan jujur dalam melakukan kegiatan baik individu maupun kelompok.

2.1.8 Bertanggung jawab terhadap alat – alat yang digunakan 2.1.9 Berkomunikasi dengan

bahasa yang santun dan mudah dipahami

2.1.10 Memiliki rasa ingin tahu

untuk memecahkan

permasalahan

2.1.11 Bersikap kreatif dan inovatif 2.1.12 Memiliki sikap disiplin

dalam memenuhi

kewajibannya.

(30)

233

KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan

3. 3.1 Memahami konsep getaran, gelombang, bunyi, dan pendengaran, serta penerapannya dalam sistem sonar pada hewan dan dalam kehidupan sehari-hari

3.1.4 Membedakan karakteristik gelombang transversal dan gelombang Longitudinal

3.1.5 Mendeskripsikan hubungan antara periode, frekuensi, cepat rambat

gelombang, dan panjang gelombang

3.1.6 Menyebutkan karakteristik gelombang bunyi.

(31)

234

KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

4. 4.1 Melakukan pengamatan atau percobaan tentang getaran, gelombang, dan bunyi

4.1.2 Melakukan percobaan dan pengamatan tentang gelombang bunyi.

C. Tujuan Pembelajaran

1. Membedakan karakteristik gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

2. Melakukan pengamatan tentang gelombang.

3. Mendeskripsikan hubungan antara periode, frekuensi, cepat rambat gelombang, dan panjang gelombang.

4. Melakukan percobaan tentang bunyi.

D. Materi Pembelajaran 1. Gelombang

Pada saat kamu memukul panci di dekat plastik yang diatasnya ditaruh segenggam beras, maka beras akan bergetar.

Mengapa hal itu dapat terjadi? Ternyata, energi getaran yang dihasilkan dari pukulan panci akan merambat sehingga menyebabkan plastik ikut bergerak. Dalam bentuk apa energi getaran itu merambat?

(32)

235

Energi getaran akan merambat dalam bentuk gelombang.

Pada perambatan gelombang yang merambat adalah energi, sedangkan zat perantaranya tidak ikut merambat (hanya ikut bergetar). Seperti pada saat kita mendengar getaran akan merambat dalam bentuk gelombang yang membawa sejumlah energi, sehingga sampai ke saraf yang menghubungkan ke otak kita.

Berdasarkan energinya, gelombang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Perambatan gelombang mekanik memerlukan medium, misal gelombang tali, gelombang air, dan gelombang bunyi.

Perambatan gelombang elektromagnetik tidak memerlukan medium, misal gelombang radio, gelombang cahaya, dan gelombang radar.

Dari kedua jenis gelombang tersebut, yang akan kamu pelajari adalah gelombang mekanik.

Pada saat menggetarkan tali, gelombang akan merambat pada tali ke arah temanmu, tetapi karet gelang yang diikatkan tidak ikut merambat bersama gelombang. Demikian pula dengan tali juga tidak ikut merambat. Jadi hal tersebut membuktikan bahwa gelombang merambat hanya menghantarkan energi, medium perambatannya tidak ikut bergetar. Berdasarkan arah rambat dan arah getarannya, gelombang dibedakan menjadi gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

(33)

236 a). Gelombang Transversal

Ketika tali diberi simpangan, tali akan bergetar dengan arah getaran ke atas dan ke bawah. Pada tali, gelombang merambat tegak lurus dengan arah getarnya. Bentukan seperti ini disebut gelombang transversal. Contoh lain gelombang transversal ada pada permukaan air dan gelombang cahaya.

Panjang gelombang transversal sama dengan jarak satu bukit gelombang dan satu lembah gelombang (a-b-c-d-e pada Gambar 1.1). Panjang satu gelombang dilambangkan dengan λ (dibaca lamda) dengan satuan meter. Simpangan terbesar dari gelombang itu disebut amplitudo (bb’ atau dd’ pada Gambar 1.1). Dasar gelombang terletak pada titik terendah gelombang, yaitu d dan h, dan puncak gelombang terletak pada titik tertinggi yaitu b dan f. Lengkungan c-d-e dan g-h-i merupakan lembah gelombang. Lengkungan a-b-c dan e-f-g merupakan bukit gelombang.

Gambar 1.1 grafik simpangan terhadap arah barat

(34)

237

Waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang disebut periode gelombang, satuannya sekon (s) dan dilambangkan dengan T. Jumlah gelombang yang terbentuk dalam 1 sekon disebut frekuensi gelombang. Lambang untuk frekuensi adalah f dan satuannya Hertz (Hz). Gelombang yang merambat dari ujung satu ke ujung yang lain memiliki kecepatan tertentu, dengan menempuh jarak tertentu dalam waktu tertentu pula.

b). Gelombang Longitudonal

Gelombang longitudinal dapat kamu amati pada slinki atau pegas yang diletakkan di atas lantai. Ketika slinki digerakkan maju-mundur secara terus-menerus, akan terjadi gelombang yang merambat pada slinki dan membentuk pola rapatan dan regangan. Gelombang longitudinal memiliki arah rambat yang sejajar dengan arah getarannya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi. Satu gelombang longitudinal terdiri atas satu rapatan dan satu regangan seperti pada Gambar 1.2

Gambar 1.2 Rapatan dan regangan pada gelombang longitudinal

(35)

238

Seperti halnya pada gelombang transversal, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu gelombang pada gelombang longitudinal disebut periode gelombang dengan satuan sekon (s) dan dilambangkan dengan T. Jumlah gelombang yang terbentuk dalam 1 sekon disebut frekuensi gelombang.

Lambang untuk frekuensi adalah f dengan satuannya hertz (Hz).

Bagaimana hubungan antara panjang gelombang, frekuensi, cepat rambat, dan periode gelombang? Mari pelajari bahasan berikut. Gelombang yang merambat dari ujung satu ke ujung yang lain memiliki kecepatan tertentu, dengan menempuh jarak tertentu dalam waktu tertentu pula.

c). Hubungan antara Panjang Gelombang, Frekuensi, Cepat Rambat, dan Periode Gelombang

Pernahkah kamu memperhatikan cahaya kilat dan bunyi guntur? Kamu akan mendengar bunyi guntur beberapa saat setelah cahaya kilat terlihat. Walaupun guntur dan cahaya kilat muncul dalam waktu yang bersamaan, kamu akan melihat cahaya kilat lebih dahulu karena cahaya merambat jauh lebih cepat daripada bunyi. Cahaya merambat dengan kecepatan 3 x 108 ms-1, sedangkan bunyi hanya merambat dengan kecepatan 300 ms-1. Cepat rambat gelombang dilambangkan dengan v, dengan satuan ms-1. Kecepatan adalah perpindahan dibagi waktu, atau dapat dirumuskan sebagai berikut.

(36)

239 v =

Jika gelombang itu menempuh jarak satu panjang gelombang (λ), maka waktu tempuhnya adalah periode gelombang itu (T), Karena jarak yang ditempuh dalam satu periode (t = T) adalah sama dengan satu gelombang (s = λ ) maka:

v = λ atau v = λ

Karena T= 1/f, dengan mengganti T pada rumus kecepatan itu, maka cepat rambat gelombang dapat dirumuskan sebagai berikut.

v = f . λ

dimana: f : Frekuensi (Hz)

λ :Panjang Gelombang (m/s)

T : Periode Gelombang (s) d). Pemantulan Gelombang

Pada saat kamu berteriak di lereng sebuah bukit, kamu akan mendengar suaramu kembali setelah beberapa saat. Hal ini membuktikan bahwa bunyi dapat dipantulkan. Bunyi merupakan salah satu contoh gelombang mekanik.

(37)

240 2. Bunyi

Setiap hari, kita dapat mendengar suara burung berkicau, orang bernyanyi, klakson mobil atau kendaraan bermotor. Mengapa kamu dapat mendengar suara tersebut? Suara yang kamu dengar dikenal dengan bunyi.

Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang merambatkan energi gelombang di udara sampai terdengar oleh reseptor pendengar.

Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, kamu mendapatkan bahwa tong, senar dan garpu tala berbunyi pada saat benda-benda tersebut bergetar. Namun pada saat benda-benda itu diam, ketiga benda itu tidak berbunyi. Coba tempelkan jarimu pada batang tenggorokan, kamu akan merasakan ada getaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bunyi ditimbulkan oleh benda-benda yang bergetar.

Bunyi garpu tala menuju telinga dihantarkan oleh rapatan dan regangan partikel-partikel udara. Pada waktu bunyi keluar dari garpu tala, langsung akan menumbuk molekul-molekul udara. Molekul udara ini akan menumbuk udara disebelahnya yang mengakibatkan terjadinya rapatan dan regangan demikian seterusnya sampai ke telinga.

Apakah molekul udara berpindah? Molekul udara tidak berpindah, tetapi hanya merapat dan meregang. Bunyi sampai telinga karena merambat dalam bentuk gelombang. Gelombang yang tersusun dari rapatan dan regangan adalah gelombang longitudinal. Tanpa adanya medium atau zat perantara, bunyi tak dapat merambat. Hal ini

(38)

241

mengakibatkan bunyi termasuk jenis gelombang mekanik. Begitu pula ketika kita mendengar bunyi akan dirambatkan ke telinga kita melalui udara. Jadi dapat disimpulkan bahwa bunyi dapat terdengar bila ada 1) sumber bunyi, 2) medium/zat perantara, dan 3) alat penerima/pendengar.

Seberapa cepat kita dapat mendengar bunyi? Ahli fisika bernama Miller melakukan percobaan untuk mengukur kecepatan bunyi di udara dengan menembakkan peluru sebagai sumber bunyi dan meletakkan detektor pada jarak tertentu. Kecepatan bunyi tergantung pada temperatur.

Semakin rendah suhu lingkungan semakin besar kecepatan bunyi. Hal ini membuktikan mengapa pada malam hari bunyi terdengar lebih jelas daripada siang hari. Pada siang hari gelombang bunyi dibiaskan ke arah udara yang lebih panas (ke arah atas) karena suhu udara di permukaan bumi lebih dingin dibandingkan dengan udara pada bagian atasnya.

Berlawanan pada malam hari, gelombang bunyi dibiaskan ke arah yang lebih bawah karena suhu permukaan bumi lebih hangat dibandingkan dengan udara pada bagian atasnya.

Selain dipengaruhi oleh suhu, cepat rambat bunyi di udara juga dipengaruhi oleh medium. Medium manakah yang akan menghantarkan bunyi paling cepat? Lihat pada Tabel 1.1

(39)

242

Tabel 1.1 Cepat Rambat Bunyi pada Berbagai Medium

a). Frekuensi Bunyi

Apakah semua bunyi dapat terdengar oleh telinga manusia?

Ketika pendidikmu menggetarkan penggaris di meja dengan getaran kurang dari 20 getaran per sekon, kita tidak dapat mendengar bunyi.

Kita baru dapat mendengarkan bunyi ketika penggaris menghasilkan 20 getaran per sekon atau lebih.

Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibagi menjadi tiga, yaitu infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik. Bunyi infrasonik memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz. Bunyi infrasonik hanya mampu didengar oleh hewan-hewan tertentu seperti jangkrik dan anjing. Bunyi yang memiliki frekuensi 20 - 20.000 Hz disebut audiosonik. Manusia dapat mendengar bunyi hanya pada kisaran ini. Bunyi dengan frekuensi di atas 20.000 Hz disebut ultrasonik. Kelelawar, lumba-lumba, dan anjing adalah contoh hewan yang dapat mendengar bunyi ultrasonik.

Anjing adalah salah satu contoh hewan yang mampu menangkap bunyi infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik (hingga 40.000 Hz).

(40)

243

Anjing akan terbangun jika mendengar langkah kaki manusia walaupun sangat pelan. Hal ini menjadi alasan oleh sebagian orang untuk memanfaatkan anjing sebagai penjaga rumah. Kelelawar dapat mengeluarkan gelombang ultrasonik saat terbang. Selain anjing, kelelawar juga mampu memanfaatkan bunyi dengan baik. Pada malam hari, mata kelelawar mengalami disfungsi (pelemahan fungsi).

Kelelawar menggunakan indera pendengarannya untuk "melihat".

Kelelawar mengeluarkan bunyi ultrasonik sebanyak mungkin.

Kemudian, kelelawar mendengarkan bunyi pantul tersebut untuk mengetahui letak suatu benda dengan tepat, sehingga kelelawar mampu terbang dalam keadaan gelap tanpa menabrak benda-benda disekitarnya. Mekanisme untuk memahami keadaan lingkungan dengan bantuan bunyi pantul ini sering disebut dengan sistem ekolokasi

Gambar 1.3 frekuensi bunyi

b). Karakteristik Bunyi

Ketika kamu mendengar bunyi, apakah kamu dapat membedakan sumber bunyi? Mengapa kamu mempunyai kemampuan itu? Hal ini disebabkan oleh setiap gelombang bunyi memiliki frekuensi

(41)

244

dan amplitudo yang berbeda meskipun perambatannya terjadi pada medium yang sama.

1) Tinggi rendah dan kuat lemah bunyi

Pada waktu memainkan alat musik kamu dapat menentukan tinggi rendahnya bunyi. Pada orang dewasa, suara perempuan akan lebih tinggi dibandingkan suara laki-laki. Pita suara laki-laki yang bentuknya lebih panjang dan berat, mengakibatkan laki-laki memiliki nada dasar sebesar 125 Hz, sedangkan perempuan memiliki nada dasar satu oktaf (dua kali lipat) lebih tinggi, yaitu sekitar 250 Hz. Bunyi dengan frekuensi tinggi akan menyebabkan telinga sakit dan nyeri karena gendang telinga ikut bergetar lebih cepat. Tinggi rendahnya nada ini ditentukan frekuensi bunyi tersebut. Semakin besar frekuensi bunyi, akan semakin tinggi nadanya. Sebaliknya, jika frekuensi bunyi rendah maka nada akan semakin rendah.

Garpu tala yang digetarkan pelan-pelan menghasilkan simpangan yang kecil, sehingga amplitudo gelombang yang dihasilkan juga kecil. Hal ini menyebabkan bunyi garpu tala terdengar lemah. Pada saat garpu tala digetarkan akan menghasilkan simpangan yang besar dan amplitudo gelombang yang dihasilkan juga besar sehingga bunyi garpu tala terdengar keras. Kuat lemahnya suara ditentukan oleh amplitudonya

(42)

245

Ciri-ciri frekuensi yang dihasilkan

Panjang senar, semakin panjang senar, semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.

Tegangan senar, semakin besar tegangan senar, semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.

Luas penampang senar, semakin kecil penampang senar, semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.

E. Metode Pembelajaran

d. Pendekatan : Scientific

e. Model : Discovery Learning

f. Metode : Demonstrasi, eksperimen,

tanya jawab, diskusi

F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran

a. Media : Cetak dan elektronik (laptop)

b. Alat : tong, dan garpu tala

c. Sumber Pembelajaran : Bahan Ajar Peserta Didik (BAPD).

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Buku IPA Terpadu kelas VIII yang

relevan

(43)

246

G. Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran

Sintaks Kegiatan Pembelajaran Waktu

Kegiatan Pendahuluan 1. Pendidik memberi salam dan menyapa peserta didik.

2. Peserta didik dan pendidik berdoa sebelum memulai pelajaran.

3. Menagih dan mengingatkan Tugas Rumah dan tugas baca.

4. Pendidik memberikan kesempatan

kepada peserta didik

mengemukakan gagasannya secara bebas untuk menjawab pertanyaan tersebut.

5. Pendidik melakukan apersepsi dengan menanyakan “kamu bisa mendengar karena adanya gendang telinga kita yang bergetar ketika ada sumber bunyi dan getaran akan dirambatkan dalam bentuk gelombang melalui udara?, nah sekarang sebenarnya gelombang itu berbentuk apa ketika berada di udara.

6. Pendidik menyampaikan Indicator dan Tujuan Pembelajaran.

15 menit

Tahap 1 Kegiatan Inti 90

(44)

247 Stimulation

(stimulasi/pemberian ransangan

Mengamati

7. Pendidik mendemonstrasikan gelombang transversal dan gelombang longitudinal menggunakan tali nilon dan slingki lalu peserta didik mengamati demonstrasi di depan

8. Pendidik bisa memberikan contoh fenomena nyata pada peserta didik seperti mengamati gelombang laut dan sebagainya yang berkaitan dengan gelombang.

9. Pendidik menginformasikan pada peserta didik bahwa ada 2 kegiatan belajar yaitu mengamati adanya gelombang tranversal dan gelombang longitudinal berdasarkan demonstarsi di depan dan melakukan percobaan tentang bunyi bahwa benda yang bergetar akan menimbulkan bunyi dan menjelaskan proses pendengaran yang terjadi pada manusia.

menit

(45)

248 Tahap 2

Problem statement (pertanyaan/ identifikasi masalah

Menanya

10. Pendidik membimbing peserta didik untuk merumuskan pertayaan sesuai pengamatan berdasarkan demonstrasi di depan.

Pertanyaan yang peserta didik harus ajukan:

b. Apakah ada perbedaan yang mendasar antara gelombang transversal dan gelombang longitudina?

c. peserta didik memberikan pertanyaan mengenai kegiatan ayo kita coba yang ada pada LKPD 11. Pendidik menilai kemampuan

peserta didik dalam merumuskan masalah dan membuat hipotesis

Tahap 3

Data Collection

Mencoba / Diskusi

12. Pendidik membagi peserta didik dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 5 peserta didik.

13. Pendidik membagikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) kepada tiap kelompok.

14. Peserta didik secara kelompok melakukan percobaan.

15. Peserta didik membaca bahan ajar.

16. Pendidik memeriksa percobaan yang dilakukan tiap kelompok.

Jika masih ada kelompok yang belum dapat melakukan percobaan dengan benar, pendidik dapat langsung memberikan bimbingan.

(46)

249 Tahap 4

Data Processing (Pengolahan data)

Mengasosiasikan

17. Peserta didik (dibimbing oleh pendidik) mendiskusikan hasil percobaan mereka.

18. Peserta didik membuat laporan dan kesimpulan dari percobaan.

Tahap 5 Verification (Pembuktian)

Mengomunikasikan

19. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal dan kelompok lain diminta untuk memberikan tanggapan terhadap kelompok yang mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

20. Pendidik memberikan penjelasan atau pesan kepada peserta didik bagaimana menghargai dan mensyukuri kebesaran Tuhan yang diperoleh melalui proses pembelajaran mengenai materi indera pendengaran gelombang dan bunyi.

Tahap 6

Generalization (menarik kesimpulan)

21. Pendidik bersama peserta didik merangkum materi sesuai dengan hasil diskusi yang dilakukan berdasarkan kegiatan percobaan yang dilakukan.

Kegiatan Penutup

22. Memberikan tugas baca pada materi selanjutnya.

23. Doa penutup pembelajaran

15

H. Penilaian

1. Penilaian sikap (KI. I dan II)

a. Teknik Penilaian : Non tes

(47)

250

b. Bentuk Instrumen : Observasi

c. Instrumen penilaian : Lembar observasi d. Petunjuk penskoran : Terlampir

e. Rekapan penilaian : Terlampir f. Rubrik : Terlampir

g. Kisi-kisi instrumen penilaian : Terlampir

2. Penilaian kognitif (KI.III)

a. Teknik Penilaian : Tes Tulis b. Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda c. Instrumen penilain : Terlampir d. Petunjuk penskoran : Terlampir e. Rekapan penilaian : Terlampir f. Kisi-kisi instrumen penilaian : Terlampir 3. Penilaian psikomotor (KI. IV)

a. Teknik Penilaian : Non Tes b. Bentuk Instrumen : Observasi c. Instrumen Penilaian : Terlampir d. Petunjuk Penskoran : Terlampir e. Rekapan Penilaian : Terlampir f. Kisi-kisi Instrumen Penilaian : Terlampir

4. Penilaian diri

a. Teknik penilaian : Non Tes b. Bentuk Instrumen : Observasi

c. Instrument Penilaian : Lembar Observasi d. Petunjuk penskkoran : Terlampir

e. Rekapan penilaian : Terlampir f. Rubrik : Terlampir

g. Kisi-kisi instrument penilaian : Terlampir 5. Penilaian teman sejawat

a. Teknik penilaian : Non Tes b. Bentuk Instrumen : Observasi

c. Instrument penilaian : Lembar Observasi d. Petunjuk penskoran : Terlampir

e. Rekapan penilaian : Terlampir f. Rubrik : Terlampir

g. Kisi-kisi instrument penilaian : Terlampir b. Instrumen Penilaian

Contoh instrumen (terlampir)

(48)

251 1. Contoh Tes Kognitif (Uraian)

No Soal, Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Skor 1 Perbedaan yang mendasar antara gelombang

transversal dan gelombang longitudinal adalah ....

Penyelesaian:

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang merambat sejajar dengan arah rambatan gelombangnya sedangkan gelombang gelombang transversal adalah gelombang yang bergetar dari atas ke bawah Gelombang

transerval merambat tegak lurus dengan arah getarannya, gelombang.

10

2. Sebuah gelombang mempunyai frekuensi 100 Hz. Jika gelombang tersebut merambat dengan kecepatan 10 m/s, maka panjang gelombang tersebut adalah……

Penyelesaian:

Diketahui (skor 5): f = 100Hz dan v = 10 m/s DitanyaI (skor 5): λ …?

Jawab (skor 5) : λ = =

= 0,1 m

Jadi (skor 5): panjang gelombang tersebut adalah 0,1 m atau 10 cm

20

3. Bunyi termasuk dalam gelombang ……

Penyelesaian

Bunyi termasuk dalam gelombang longitudinal karena bunyi merambat sejajar dengan arah rambat gelombangnya.

10 Pertemuan 2

Nilai =

(49)

252 2. Tes Afektif (Observasi)

Berilah skor pada aspek-aspek kemampuan peserta didik dengan cara member salah satu angka (0, 1) pada kolom skor sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

No Nama Peserta Didik

Aspek yang dinilai

Jumlah Skor Skor

A B C D E F G H I 1

2 3 4 5

A: Mengenali dan mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan mengenai gelombang dan bunyi

B: Mengemukan ide/pendapat kepada pendidik atau teman C: Memiliki sikap ingin tahu

D: Bekerja sama dalam kelompok E: Terlibat aktif dalam diskusi kelompok F: Menghargai ide/pendapat teman G: Disiplin dalam bekerja

H: Jujur dalam bekerja

I: Tanggung jawab dalam menggunakan alat dan bahan Rubrik Penilaian:

Nilai 0 : Jika aspek yang diamati tidak sesuai dengan yang sebenarnya

Nilai 1 : Jika aspek yang diamati sesuai dengan yang sebenarnya

Nilai = .

(50)

253 3. Lembar Pengamatan Psikomotor

No Nama peserta didik Aspek yang dinilai Jumlah skor Skor

A B C D

1.

2.

3.

4.

5.

Keterangan aspek yang dinilai:

A. Kelengkapan persiapan alat dan bahan percobaan B. Memilih alat dan bahan dengan benar

C. Terampil dalam menggunakan alat dan bahan D. Mengikuti prosedur kerja secara baik dan benar.

Rubrik Penilaian:

Nilai 0 : Jika seluruh aspek yang diamati tidak sesuai dengan yang sebenarnya Nilai 0,5 : Jika sebagian besar aspek yang diamati sesuai dengan yang sebenarnya Nilai 1 : Jika seluruh aspek yang diamati sesuai dengan yang sebenarnya

4. Lembar Penilaian Diri

c. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti!

d. Berilah tanda cek (√)sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian sehari-hari sesuai keterangan!

Nama Peserta Didik : ……….

Kelas : ……….

Materi Pokok : ……….

Nilai =

.

Gambar

Gambar 1.1 grafik simpangan terhadap arah barat
Gambar 1.2 Rapatan dan regangan pada gelombang longitudinal
Tabel 1.1 Cepat Rambat Bunyi pada Berbagai Medium
Gambar 2.1 Sistem Pendengaran pada manusia
+5

Referensi

Dokumen terkait

dapat berjalan 3 2 2 12 Bearing motor rusak Motor tidak dapat bekerja 3 3 2 18 10 Brak e bridge Untuk pengereman pada saat motor bridge drive berjalan Tidak dapat melakukan

Dengan mengetahui jenis kayu timo dan kayu kabesak memiliki kualitas pemesinan kelas I dan termasuk dalam kelas kuat II-III, maka kedua jenis tersebut dapat

Sistem dan tata pamong pimpinan program studi Ekonomi Pembangunan dalam kaitannya dengan sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab,

Untuk mempermudah penelitian yang akan dilakukan dan mempertajam permasalahan yang akan dibahas, maka penulis membatasi permasalahan tersebut pada

(2) Dukungan pelaksanaan operasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi dukungan pengadaan petugas, penyediaan data, serta sarana dan prasarana penunjang untuk

Sintering adalah pemanasan yang lebih tinggi dari pada tahap kalsinasi yang bertujuan agar butiran- butiran (grains) dalam partikel – partikel yang berdekatan dapat

Tata laksana obesitas pada anak dan remaja dilakukan dengan pengaturan diet, peningkatan aktivitas fisik, mengubah pola hidup (modifikasi perilaku), dan terutama

Dari k.edua Pasal tersebut (Pasal 22 huruf a UU No 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial dan Pasal 31 UU No 31 Tahun 1999 tentang PembPrantasan Tindak