• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMAN 1 CIAMPEA Kelas/Semester : XI / 1

Tema : Masa Penjajahan di Indonesia Sub Tema

Pembelajaran ke

: Dampak politik, budaya, social, ekonomi dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa

: 1

Alokasi Waktu : 1 Jam Pelajaran @10 Menit

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran Problem Base Learning siswa mampu menganalisis dampak penjajahan bangsa Eropa dalam kehidupan bangsa Indonesia masa kini dengan teliti dan bertanggungjawab sehingga dapat menyajikan infromasi tentang dampak penjajahan bangsa Eropa dalam kehidupan bangsa Indonesia sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan untuk menghargai jasa para pahlawan dan mengambil dampak positif dari kolonialisme.

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Pendahuluan (2 menit)

Persiapan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik dan mengkondisikan kelas yang kondusif untuk memulai pelajaran sebagai sikap disiplin.

Orientasi Menjelaskan hal–hal yang akan dipelajari, kompetensi yang dicapai serta mekanisme pelaksanaan belajar yang akan ditempuh.

Apersepsi Mengkaitkan materi/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi kegiatan sebelumnya dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.

Motivasi Memberikan motivasi gambaran tentang manfaat mempelajari materi dampak penjajahan bangsa Eropa dalam kehidupan bangsa Indonesia

2. Inti (7 menit) Orientasi Peserta didik pada masalah

Peserta didik diberi stimulus untuk memusatkan perhatian terkait materi yang akan di pelajari dengan mengamati Guru foto/gambar mengenai kehidupan masyarakat Indonesia ketika dijajah oleh Bangsa Eropa.

Mengorganisasi peserta didik

Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok

Setiap kelompok diberi pertanyaan untuk menganalisis: Kelompok 1:

Dampak kolonialisme dalam bidang politik; Kelompok 2: Dampak kolonialisme dalam bidang budaya; Kelompok 3: Dampak kolonialisme dalam bidang sosial; Kelompok 4: Dampak kolonialisme dalam bidang ekonomi; Kelompok 5: Dampak kolonialisme dalam bidang pendidikan.

Membimbing penyelidikan individu/ kelompok

Setiap kelompok berdiskusi menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan bimbingan dan arahan guru.

Guru mengarahkan siswa untuk berdiskusi dan boleh ditambahkan dengan mencari informasi materi tersebut melalui buku teks belajar dan infromasi di internet

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru memberikan kesempatan kepada Peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok, yang di lanjutkan dengan tanya jawab.

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait materi dampak penjajahan bangsa Eropa dalam kehidupan bangsa Indonesia masa kini diberbagai bidang. Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami.

3. Penutup (1 menit)

Peserta didik Membuat rangkuman pelajaran tentang point-point penting pada materi dampak penjajahan bangsa Eropa dalam kehidupan bangsa Indonesia masa kini diberbagai bidang.

(2)

Guru Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kerjasama yang baik.

Memberikan penegasan/penguatan terhadap materi yang telah dipelajari dan memberikan penugasan serta memberikahukan rencana pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

Mengakhiri pembelajaran dengan salam penutup dan berdoa.

C. Penilaian Pembelajaran

Sikap Kerja Sama Melalui observasi selama pembelajaran

Kritis Melalui observasi selama presentasi dalam diskusi Tanggung Jawab Ketepatan waktu dalam mengumpulkan hasil laporan Pengetahuan Tes tertulis

Keterampilan Unjuk Kerja

Bogor, Juli 2022 Mengetahui

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Sopan Guniadi, S.Pd., M.Pd.

NIP. 196705251990021002

Ahmad Syarifudin, S.Pd.

NIP.

(3)

Lampiran 1

RINGKASAN MATERI

Dampak penjajahan bangsa Eropa dalam kehidupan bangsa Indonesia

Dampak Penjajahan Bangsa Eropa Dalam Kehidupan Bangsa Indonesia 1. Kehidupan Bangsa Indonesia di Bidang Politik

Sistem politk Adu Domba (Devide et Impera) yang digunakan pemerintah kolonial Belanda mampu memperlemah, memperdaya bangsa Indonesia, dan bahkan dapat menghapus kekuasaan pribumi. Beberapa kerajaan besar yang berkuasa di berbagai daerah di Indonesia satu demi satu dapat dikuasai oleh Belanda.

Kedudukan para bupati dianggap sebagai pegawai negeri yang digaji oleh pemerintah kolonial Belanda. Kewibawaan para bupati telah jatuh di mata rakyat Indonesia, bahkan jabatan para bupati dimanfaatkan untuk menekan dan memeras rakyat Indonesia. Perilaku para penguasa pribumi selalu diawasi secara ketat sehingga mereka sulit untuk melakukan tindakan yang menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, rakyat Indonesia saat itu tidak memiliki pemimpin yang dapat diharapkan untuk menyalurkan aspirasi dan justru kehidupan berpolitik menjadi buntu.

2. Kehidupan Bangsa Indonesia di Bidang Ekonomi

Penderitaan akibat politik pemerasan yang dilakukan kolonial Belanda terhadap rakyat Indonesia telah mencapai puncaknya pada masa pelaksanaan sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) dan sistem Ekonomi Liberal (Politik Pintu Terbuka).

Keuntungan dari pelaksanaan sistem Tanam Paksa dan Politik Pintu Terbuka tersebut tidak ada satu pun yang digunakan untuk kepentingan Indonesia, namun digunakan Belanda untuk membangun negerinya di Eropa dan untuk membayar utang luar negeri pemerintah kolonial Belanda. Dengan demikian, kehidupan ekonomi rakyat Indonesia pada zaman penjajahan Belanda sungguh memprihatinkan sehingga banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan dan mati kelaparan.

Perkembangan ekonomi pada masyarakat kolonial sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan-kegiatan berikut:

a. Perdagangan

Kegiatan perdagangan pada masa pemerintah kolonil belanda dikuasi oleh penguasa swasta asing .masyarakat pada waktu itu tidak memiliki kesempatan untuk memperdagangkan hasil buminya .hal tersebut terjadi karena hasil bumi mereka terpaksa harus dijual pada para pedagang asing yang mendapat perlindungan dari pemerintah.

b. Pertanian dan perikanan

(4)

Sebelum kedatangan bangsa barat ,bangsa indonesia telah mengenal sistem pertanian dan perikanan .pada masa kolonial banyak masyarakat indonesia yang bergerak di bidang pertanian dan perikanan .namun ,mereka tidak menikmati hasilnya sendiri karena di rampas oleh pemerintah kolonial belanda ,dan para petani dipaksa untuk menjualnya pada pedagang swasta asing.

c. Infrastruktur

Untuk menunjang kelancaran pengangkutan hasil-hasil perusahaan perkebunan dari daerah pedalaman ke daerah pantai atau pelabuhan ,pemerinah kolonial belanda membangun infrastruktur seperti irigrasi ,jalan raya ,jembatan ,dan jalan rel kereta api .pembangunan jalan ,jembatan dan rel kereta api tersebut dilakukan dengan enggerakan tenaga rakyat secara paksa (kerja rodi ).adanya penggerahan kerja rodi tersebut membawa penderitaan bagi masyarakat indonesia.

d. Taraf hidup masyarakat indonesia

Sejak bangsa barat datang keindonesia ,indonesia selalu dijadikan tempat pemerasan oleh bangsa barat.walapun silih bergantisistem pemerintahan (dari VOC ,pemerintahan kerajaan belanda ,ingris,dan kembali pada pemerintahan koloniel belanda )bangsa indonesia tetap menderita dan sengsara.selama bangsa indonesia berada dibawah kekuasaan bangsa barat ,maka selama itu pula taraf kehidupan bangsa indonesia di bawa garis kemiskinan dan hidup menderita .penderitaan hidup yang dialami bangsa indonesia ini lah yang menjadi pendorong semangat perjuang da pergerakan bangsa indonesia menentang penjajah.

3. Kehidupan Bangsa Indonesia di Bidang Sosial

Kehidupan sosial yang dialami oleh rakyat Indonesia pada masa penjajahan Belanda antara lain diskriminasi ras dan intimidasi yang diterapkan pemerintah kolonial Belanda. Diksriminasi dan intimidasi itu didasarkan pada golongan dalam kehidupan masyarakat dan suku bangsa. Penduduk berkulit putih dan kolonial Belanda termasuk ke dalam golongan dengan status sosial yang lebih tinggi dan memiliki hak-hak istimewa, sedangkan rakyat pribumi termasuk ke dalam golongan rendah yang lebih banyak dibebani oleh kewajiban-kewajiban dan tidak diberikan hak sebagai layaknya warga negara yang dilindungi oleh hukum.

Kemudian, tidak semua anak pribumi memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan seperti yang diperoleh anak-anak kolonial Belanda. Demikian pula, dalam lingkungan pemerintahan, tidak semua jabatan tersedia untuk orang-orang pribumi. Dengan demikian, adanya diskriminasi ras dan segala bentuk intimidasi, baik secara langsung maupun tidak langsung telah menimbulkan kesenjangan antara orang-orang Belanda dan rakyat pribumi.

4. Kehidupan Bangsa Indonesia di Bidang Kebudayaan

Kebudayaan barat (Eropa) yang dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Belanda mulai dikenal

bangsa Indonesia sejak abad ke-15. Budaya-budaya barat tersebut diterapkan ke dalam lingkungan

(5)

kehidupan tradisional rakyat Indonesia, seperti cara bergaul, gaya hidup, cara berpakaian, bahasa, dan sistem pendidikan

Tidak semua budaya barat yang masuk ke Indonesia dapat diterima oleh rakyat Indonesia, karena adanya tata cara yang berlawanan dengan nilai budaya bangsa Indonesia yang telah diwariskan secara turun-temurun. Contoh budaya barat yang berlawanan dengan nilai luhur antara lain mabuk-mabukan, pergaulan bebas, pemerasan, dan penindasan.

5. Kehidupan Bangsa Indonesia di Bidang Pendidikan

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kolonial berhasil memanfaatkan rakyat kita untuk dijadikan pegawai administrasi yang terdidik, terampil, tapi dihargai murah. Secara pendidikan formal, Belanda menyusun kurikulum pengajarannya sendiri sampai abad ke-19. Makanya, ada kecenderungan politik dan kebudayaan yang dimasukkan melalui pendidikan.

Masalahnya, akses untuk pendidikan ini dibatasi oleh mereka. Belanda lagi-lagi membuat sekat dan kasta. Karena mereka takut kalau rakyat kita terlalu pintar, kita bisa bersatu untuk menggulingkan kekuasaan mereka. Makanya, hanya orang-orang "berada" yang bisa masuk. Seperti keturunan raja, bangsawan, dan pengusaha kaya. Lama-kelamaan, hal ini membuat sebagian kalangan menjadi geram. Alhasil, mulai bermunculan akademisi yang mementingkan pendidikan di Indonesia. Mulai dari bedirinya Budi Utomo. Masuknya pendiidikan berbasis agama seperti Muhammadiyah. Dan, tentu saja, lewat bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara.

Rangkuman

Penjajahan yang dilakukan oleh Bangsa Eropa tentunya memiliki dampak,baik yang positif

maupun yang negatif bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Dampak penjajahan ini bisa telihat dari

berbagai bidang, mulai dari bidang politik, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Dan dampak

yang paling penting adalah munculnya pergerakan kebangsaan Indonesia untuk mencapai

kemerdekaan Indonesia

(6)

Lampiran 2

PENILAIAN A. Penilaian Sikap

OBSERVASI

Kompetensi dasar :

2.1 Mengembangkan perilaku kritis, kerjasama dan bertanggung jawab dalam melaksanakan komunikasi transaksional dengan guru dan teman

Indikator Keterangan nilai:

 Kritis

 Kerjasama

 Bertanggungjawab

Sangat baik = 4 Baik = 3

Cukup = 2

Kurang = 1 Lembar Observasi

N

O NAMA SISWA

Sikap

Kritis Kerjasama Bertanggungjawab

KR CK BA SB KR CK BA SB KR CK BA SB

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

(7)

B. Penilaian Pengetahuan

 Kisi-Kisi Penyusunan Soal Pengetahuan

Kompetensi

Dasar Kelas Materi

Pokok Indikator Soal

Level Kogniti

f

No.

Soal

Bentuk Soal 3.3.

Menganalisis dampak politik,

budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) dalam kehidupan bangsa Indonesia masa kini

XI Dampak

penjajahan Bangsa Eropa terhadap kehidupan bangsa Indonesia

Disajikan pernyataan tentang pelaksanaan Sistem Tanam Paksa dan Usaha Swasta, peserta didik dapat meng analisis dampak negatifnya terhaap kaum pribumi

L3 1 PG

Disajikan pernyataan tentang pengaruh kekuasaan Belanda dalam bidang politik, peserta didik dapat menganalisis faktor menguatnya kekuasaan politik pemerintahan Belanda di Indonesia

L2 2 PG

Disajikan kebijakan-kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia, peserta didik dapat menganalisis dampak kebijakan ekonomi tersebut terhadap penguasa pribumi

L3 3 PG

Disajikan keadaan mobilitas penduduk pada abad ke-19 sebagai akibat dari kolonialisme, peserta didik dapat menganlisis jenis mobilitas geografis

L2 4 PG

Disajikan pernyataan mengenai perubahan sosial masyarakat pada masa penjajahan Belanda, peserta didik dapat menganalisis dampak perubahan sosial pada masa pemerintahan Belanda

L2 5 PG

Peserta didik dapat menganalisis pengaruh kolonialisme bangsa Eropa dalam bidang budaya, khususnya kaum bangsawan

L2 6 PG

Peserta didik dapat menganalisis penyebab merosotnya perekonomian

rakyat pada masa

pemerintahan Belanda

L2 7 PG

Disajikan pernyataan mengenai peningkatan jumlah penduduk pada tahun 1900, peserta didik dapat menganalisis latar belakang perkembangan penduduk di Pulau Jawa.

L2 8 PG

(8)

Peserta didik dapat menganalisis dampak melemahnya kedudukan dan perekonomian penguasa pribumi pada masa pemerintahan Belanda

L3 9 PG

Disajikan penjelasan mengenai Politik Etis oleh Van Deventer, siswa dapat menganalisis dampak politik etis pada bidang pendidikan

L3 10 PG

Soal Pengetahuan

1. Sistem tanam paksa dan sistem usaha swasta adalah dua kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia. Tentunya kebijakan ekonomi tersebut membawa dampak positif bagi pemerintahan kolonial, namun banyak membawa dampak negatif bagi rakyat pribumi, karena....

A. Rakyat banyak yang mendapatkan bantuan dalam bidang pangan B. Pemerintah memberikan perhatian yang kurang terhadap rakyat C. Rakyat mendapatkan banyak ilmu bagaimana menanam yang baik D. Pemerintah memberikan waktu yang banyak untuk mengerjakan sawah E. Rakyat diperas tenaganya dipaksa untuk menanam tanaman

2. Kolonialisme yang dilakukan oleh pemerintah Belanda terjadi dalam berbagai bidang termasuk dalam bidang politik dan pemerintahan Indoneisa. Pengaruh kekuasaan Belanda dalam bidang politik semakin menguat, hal ini disebabkan oleh…

A. Belanda campur tangan dalam masalah-masalah istana B. Belanda menerapkan politik keuntungan bagi anggota C. Belanda memaksakan politik yang sesuai di Indonesia D. Belanda mengetahui kelemahan politik di Indonesia E. Belanda merencanakan untuk berkuasa kembali

3. Pemerintah Hindia Belanda mulai dari Daendels sampai Van Den Bosch menerapkan beberapa kebijakan ekonomi yang disesuaikan dengan tujuan dan kondisi perpolitikan di negeri Belanda seperti pajak tanah, penyerahan wajib, hinga Tanam Paksa. Penguasaan ekonomi di Indonesia tentunya menguntungkan pihak Belanda dengan bertambahnya kas negara Belanda, namun juga berdampak pada penguasa pribumi yaitu…

A. Penghasilan meningkat karena hasil panen meningkat B. Penghasilan penguasa pribumi semakin berkurang C. Kekuasaan penguasa pribumi semakin melemah D. Semakin meluasnya kolonialisme dan imperialisme E. Perekonomian mengalami kemajuan yang baik

4. Pada akhir abad ke-19 terjadi mobilitas (perpindahan) penduduk. Berikut ini yang merupakan mobilitas penduduk secara geografis pada masa kolonialisme adalah....

A. Penduduk banyak yang beralih pekerjaan

B. Banyak terjadi perpindahan masyarakat tani menjadi pedagang C. Banyak terjadi transmigrasi, migrasi intern, dan urbanisasi.

D. Terjadinya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat E. Banyak terdapat perluasan pelayanan kesehatan di pedesaan.

5. Terjadi perubahan sosial masyarakat Indonesia pada masa pemerintahan Hindia Belanda, baik golongan bangsawan (penguasa pribumi) maupun rakyat biasa. Perubahan dalam bidang sosial masa pemerintahan Belanda mengakibatkan....

A. Menguatnya kedudukan dan perekonomian penguasa pribumi B. Penguasa pribumi kehilangan sebagain tanah yang dikerjakannya C. Penduduk pribumi mendapatkan setengah bagiannya

D. Mengakibatkan kegelisahan dan kekecewaan para penguasa E. Melemahnya kedudukan dan perekonomian penguasa pribumi

.

(9)

6. Pengaruh kolonialisme bangsa Eropa dalam bidang budaya khususnya bagian keagamaan dimanfaatkan oleh para kaum bangsawan untuk....

A. Mempertahankan agama lokal B. Membenci misionaris asing C. Menyebarkan agama Islam D. Perlawanan bersenjata E. Mempertahankan tradisi

7. Merosotnya perekonomian rakyat pada masa pemerintahan Belanda disebabkan oleh....

A. Rakyat tidak mendapatkan bagian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga banyak yang mati.

B. Para petani hanya mendapatkan bagian yang sangat sedikit untuk makan sendiri dan keluarganya.

C. Tanaman yang ditanam banyak mengalami penurunan kualitas, sehingga tidak laku.

D. Para petani wajib menyerahkan semua hasil panennya pada pemerintah untuk kebutuhan industri.

E. Para petani dibebani untuk mengolah sebagian tanahnya untuk ditanami tanaman eksport.

8. Pada tahun 1900 terjadi peningkatan jumlah penduduk Jawa. Perkembangan penduduk Jawa dipengaruhi oleh....

A. Peningkatan hidup, peningkatan jumlah makanan.

B. Kemajuan teknologi, peningkatan kesehatan.

C. Peningkatan lahan kosong, kemajuan teknologi D. Meluasnya pelayanan kesehatan, peningkatan hidup E. Kemakmuran, meluasnya pelayanan kesehatan

9. Melemahnya kedudukan dan perekonomian penguasa pribumi pada masa pemerintahan Belanda mengakibatkan....

A. Penguasa pribumi tetap dapat mempertahankan kekuasaannya B. Turun derajat dan kehormatan sebagai penguasa primbumi C. Pemungutan pajak tetap dilakukan oleh penguasa pribumi D. Penguasa pribumi menjadi budak pemerintahan Belanda E. Perdagagangan beras tetap dilakukan penguasa pribumi

10. Van Deventer adalah tokoh yang menentang dilaksanakannya praktik liberalisme yang gagal memperbaiki nasib kehidupan rakyat Indonesia. Gagasan Van Deventer terkenal Politik Etis, yang isinya adalalah Irigasi, Transmigrasi, dan Edukasi. Berikut adalah dampak Politik Etis dalam bidang pendidikan…

A. Lancarnya sistem pengairan sawah dan meningkatnya hasil panen petani B. Terjadi pemerataan penduduk

C. Munculnya rumah sakit untu kaum pribumi D. Bertambahnya jumlah tenaga kerja di desa

E. Memunculkan golongan elit terpelajar yang mendorong munculnya pergerakan nasional PEDOMAN PENSKORAN

PENILAIAN PENGETAHUAN

NO KUNCI JAWABAN SKOR

1. E 1

2. A 1

3. B 1

4. D 1

5. E 1

6. D 1

7. E 1

8. D 1

9. B 1

10. E 1

SKOR MAKSIMUM 10

NILAI PEROLEHAN = SKOR YANG DIPEROLEH X 100 SKOR MAKSIMUM

(10)

C. Penilaian Keterampilan

Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Instrumen 4.3.1 Menyajikan informasi

dampak politik, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa

Kinerja Presentasi Kelompok

(unjuk kerja)

Lembar penilaian presentasi

1. Kinerja Presentasi Kelompok (Unjuk Kerja) Aspek:

a. Penguasaan Isi

b. Teknik Bertanya/ Menjawab c. Metode Penyajian

2. Pedoman Penskoran

No. Aspek Penilaian Skor

1. Penguasaan Isi Sangat Tinggi = 4 Tinggi = 3

Cukup tinggi = 2 Kurang = 1 2. Teknik Bertanya/Menjawab

3. Metode Penyajian

Total Skor 12

𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 = 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉

𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍 × 𝟏𝟎𝟎

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan kelompok kepentingan di dalam suatu negara, sangat bergantung kepada sistem politik pemerintah apakah menerapkan sistem kepartaian tunggal, dua partai atau lebih.

sudah mulai ada banyak dokter yang naik ke atas sini, dan pemerintah juga sudah lakukan beberapa pembinaan khusus buat dokter-dokter baru khusus untuk malaria, tapi semua kembali

Berdasarkan hasil penelitian dan fakta pada variabel keputusan pembelian di FABRIK Eatery & Bar Bandung memiliki penilaian yang tinggi, namun restoran harus memperhatikan sub

Hal tersebut membuat diklat yang diberikan menjadi sia-sia.9 Dalam membangun kapasitas, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi melakukan dengan Pengembangan pegawai yang terdiri

Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana cara guru menerapkan metode Wafa untuk meningkatkan hafalan Alquran di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin dan

Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Perum Perhutani dalam rangka rencana pembangunan wana wisata baru yaitu Jateng Park yang

Di dalam toolbar standar terdapat lambang (ikon) perintah yang sering digunakan, seperti membuat lembar kerja baru, membuka dokumen, menyimpan dan mencetak dokumen Microsoft

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis faktor – faktor penyebab kecacatan atau defect, menghitung tingkat kecacatan yang terjadi pada produk