• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

66 A. Gambaran Umum Hasil Penelitian

1. Sejarah singkat berdirinya Madrasah Aliyah Al-Istiqomah

Madrasah Aliyah Al-Istiqomah adalah sebuah lembaga pendidikan yang terletak di jalan Kali Martapura Desa Pembantanan RT 02 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Madrasah Aliyah Al- Istiqomah memiliki lokasi yang strategis dan dikelilingi oleh jenjang Pendidikan;

TKA/TPA, RA Merpati, MIN, MDW, dan MTsN. Di sekitar Madrasah Aliyah Al- Istiqomah terdapat jenjang pendidikan Sekolah Dasar yang berjumlah 5 (lima) buah, dengan 2 (dua) buah untuk sekolah tingkat pertama dan 3 (tiga) buah tingkat dasar yaitu MIN, RA, dan TK/TPA.

Lembaga Pendidikan ini diawali dengan berdirinya tingkat Madrasah Tsanawiyah yang didirikan Tahun Pelajaran 1981 oleh KH. Anang Tujan (Alm) yang kini sudah berstatus Negeri yang pada waktu itu masih berstatus Badan Pendidikan dan hingga kini berstatus Yayasan Pendidikan (YPI) Al-Istiqomah.

Setelah melihat minat masyarakat yang sangat kuat dan prospek masa depan, maka berdirilah Madrasah Ibtidaiyah pada tahun pelajaran 1964 s/d kini, dan Madrasah Tsanawiyah Al-Istiqomah Swasta pada tahun pelajaran 1981-1996 dan dinegerikannya pada tahun 1996 s/d sekarang. yang kemudian dilanjutkan dengan berdirinya Madrasah Aliyah pada tahun pelajaran 2001/2002 yang

(2)

kemudian mendapatkan pengakuan dari lingkungan Kantor Departemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan dengan surat keputusan: W.o/6-d/PP.00.6/827/2002 dan telah terakreditasi pertama kali pada tahun 2005, dengan status/nilai C, kemudian terakreditasi lagi tahun 2010 dengan nilai B.

Wilayah kecamatan Sungai Tabuk khususnya desa Pembantanan kini sedangan giat-giatnya melakukan peningkatan dalam berbagai bidang, diantaranya meningkatkan kualitas pendidikan baik pendidikan yang dinaungi oleh Dinas Pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK) atau pun Kementerian Agama (MI, MTs dan MA). Karena dalam era globalisasi, dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi perubahan yaitu dengan adanya tuntutan masyarakat memperoleh pendidikan yang berkualitas.

2. Visi, Misi Dan Tujuan Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar

Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk mempunyai visi, misi, tujuan dan strategi sebagai berikut:

a. Visi

Madrasah Aliyah Al-Istiqomah mempunyai visi yaitu tercipta Madrasah agamis dan bermutu serta menghasilkan siswa yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia, cerdas, terampil dan mampu memimpin masyarakat.

b. Misi

Untuk mencapai visi tersebut perlu adanya misi sebagai berikut:

1) Menyediakan pelayanan belajar mengajar dengan sumber belajar yang memadai

(3)

2) Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam melalui ibadah sholat wajib dan sunnah serta beribadah lainnya

3) Menyediakan sarana dan prasarana serta fasilitas belajar mengajar 4) Membantu setiap siswa untuk mengenali dan mengembangkan potensi

dari baik dalam ilmu pengetahuan , olah raga, seni dan keterampilan 5) Melaksanakan metode yang bervariasi dalam proses pembelajaran c. Tujuan Madrasah

Tujuan Madrasah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Untuk mencapai standar mutu pendidikan yang dapat dipertanggung jawabkan secara nasional, kegiatan pembelajaran di sekolah/Madrasah mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan BSNP.

Berkaitan dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional dan standar kompetensi kelulusan yang telah ditetapkan, maka kepala sekolah/Madrasah dan civitas Madrasah serta komite menetapkan sasaran program/kegiatan pokok strategis, baik untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Sasaran program dimaksudkan untuk mewujudkan visi dan misi Madrasah Aliyah Al-Istiqomah.

Adapun tujuan Madrasah Aliyah Al-Istiqomah adalah sebagai berikut:

1) Meningkatkan perolehan nilai Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) 2) Menciptakan lulusan yang berakhlak mulia (Akhlakul Karimah)

3) Penerimaan siswa-siswi baru yang terus meningkat 4) Menghasilkan lulusan yang mempunyai daya saing tinggi

(4)

5) Menghasilkan siswa-siswi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi, agama dan budaya.

Tujuan Madrasah Aliyah Al-Istiqomah secara bertahap dimonitoring, dievaluasi dan dikendalikan setiap kurun waktu tertentu guna mencapai Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) sekolah menengah atas dan Madrasah Aliyah yang dibakukan secara Nasional, sebagai berikut.

1) Meyakini, memahami dan menjalankan ajaran agama yang diyakini dalam kehidupan sehari-hari.

2) Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk berkarya dan memanfaatkan lingkungan secara tanggung jawab.

3) Berfikir secara logis, kritis, kreatif, inovatif dalam memecahkan masalah serta berkomunikasi melalui berbagai media.

4) Menyenangi dan menghargai seni.

5) Menjalankan pola hidup bersih, bugar dan sehat.

6) Berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air.

Selanjutnya SKL tersebut lebih rinci diuraikan lebih lanjut sebagai berikut:

1) Mampu menampilkan kebiasaan sopan santun dan berbudi pekerti luhur sebagai cerminan akhlak mulia serta iman dan takwa.

2) Mampu berbahasa Indonesia secara aktif.

3) Mampu mengaktualisasikan diri dari dalam berbagai seni dan olahraga, sesuai pilihannya.

4) Mampu mendalami cabang pengetahuan terpilih.

(5)

5) Mampu mengoperasikan komputer aktif untuk program Microsoft Word dan Excel.

6) Mampu melanjutkan ke Perguruan Tinggi terbaik sesuai pilihannya melalui pencapaian target pilihan yang ditentukan sendiri.

7) Mampu bersaing dalam mengikuti kompetensi akademik dan non akademik di tingkat kecamatan, Kodya, Provinsi dan Nasional.

8) Mampu memiliki hidup personal, sosial, enviorenmetal dan pravocational.

Selanjutnya program tersebut ditindak lanjuti dengan strategis pelaksanaan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah/Madrasah sebagai berikut:

1) Melakukan pembiasaan mengaji (tadarusan), membaca shalawat habsyi dan shalawat burdah serta shalat hajat.

2) Mengadakan pembinaan terhadap peserta didik, guru dan karyawan secara bertahap dan berkelanjutan.

3) Mengadakan jam tambahan pada pelajaran tertentu (Mulok)

4) Mengintensifkan komunikasi dan kerjasama dengan Panitia Madrasah, Komite Madrasah, orang tua siswa dan masyarakat sekitar Madrasah.

5) Meningkatkan kualitas pelayanan kepada pihak pengguna/masyarakat.

6) Pengadaan buku penunjang pembelajaran dan buku perpustakaan.

7) Berusaha meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam sekolah/Madrasah.

8) Membentuk tim olahraga dan madding yang dibina secara berkelanjutan.

9) Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak Kemenag dan Diknas dalam peningkatan kualitas sekolah/Madrasah.

(6)

10) Kerjasama kegiatan berbasis partisipatif meliputi program kegiatan ekstrakurikuler/kurikuler bidang lingkungan hidup melalui wadah pramuka.

d. Strategi

1) Peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM), kepala Madrasah, guru dan staf

2) Peningkatan dan pengembangan proses belajar mengajar yang efektif dan efesien dengan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

3) Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana Madrasah

4) Peningkatan kualitas administrasi madrasah yang bernuansa transparan, accountable, dan efesiensi

5) Peningkatan mutu manajemen Madrasah yang efektif dan efesien 6) Pemberdayaan peran serta orang tua siswa dan masyarakat dalam 7) menciptakan dan meningkatkan Madrasah yang bermutu dan mandiri Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan Madrasah tersebut dilaksanakan berbagai macam usaha dan kebijaksanaan, diantaranya melalui program ini, yaitu :

1. Reorientasi pembelajaran

2. Pembekalan Kecakapan Hidup (Life Skill) 3. School Reform

a. Manajemen sekolah b. Kultur sekolah

c. Hubungan sinergis dengan masyarakat

(7)

2. Keadaan Guru Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

Guru yang terlibat dalam dalam pengelolaan pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk seluruhnya berjumlah sebanyak 17 orang. Yang berstatus Pegawai Negri Sipil 1 orang, guru tetap yayasan berjumlah 14 orang dan guru tidak tetap berjumlah 1 orang. Untuk mengetahui secara jelas data guru Madrsah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.1. Jumlah Guru Madrsah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

a. Pegawai Negeri Sipil 1 Orang

b. Guru Tetap Yayasan 14 orang

c. Guru Tidak Tetap 2 orang

Jumlah Total 17 Orang

4. Keadaan Siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

Keadaan siswa yang ada di Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk tahun pelajaran 2017/2018 adalah 86 siswa. Jumlah siswa yang berada di kelas X berjumlah 37 orang, di kelas XI berjumlah 29 orang sedangkan di kelas XII siswanya berjumlah 17 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.2. Jumlah Siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

Tingkatan Kelas Siswa

Jumlah Laki-laki Perempuan

Kelas X 20 17 37

Kelas XI 17 12 29

(8)

Kelas XII 9 11 17

Jumlah total 46 40 86

5. Keadaan Fasilitas Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

Fasilitas yang ada di Madrasah Aliyah Al-Istiqomah terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang UKS, ruang ketua koperasi, ruang BK, ruang pengurus OSIS, ruang YPI Al- Istiqomah, ruang dapur, dan ruang LAB komputer. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3. Keadaan Fasilitas Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

NO Jenis ruangan Jumlah

ruangan Kondosi

1 Ruang kepala Madrasah 1 Rusak Ringan

2 Ruang Guru 1 Rusak Ringan

3 Ruang TU 1 Rusak Ringan

4 Ruang kelas 4 Rusak Berat

5 Ruang perpustakan 1 Rusak Ringan

6 Ruang UKS 1 Rusak Ringan

7 Ruang ketua koperasi 1 Rusak Ringan

8 Ruang BK 1 Rusak Ringan

9 Ruang pengurus Osis 1 Rusak Ringan

10 Ruang YPI Al-Istiqomah 1 Rusak Ringan

11 Ruang dapur 1 Rusak Ringan

12 Ruang Lab. Komputer 1 Rusak Ringan

6. Sarana Dan Prasarana Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

Keadaan bangunan Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk terdiri dari ruang kepala Madrasah, ruang guru, ruang TU, ruang BK, ruang UKS, ruang pengurus OSIS, ruang pengurus koperasi, ruang teori, ruang

(9)

perpustakaan, masjid, WC guru dan siswa, kantin, koperasi, parkir dan ruang aula/

serbaguna. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4. Keadaan Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah Al-Istiqomah

Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

No Jenis Ruang Keadaan

Jumlah

B RR RB

1 Ruang Kepala Madrasah - - 1 1 ruang

2 Ruang Guru - 1 - 1 ruang

3 Ruang TU - 1 - 1 ruang

4 Ruang BK - - 1 1 ruang

5 Ruang UKS - - 1 1 ruang

6 Ruang Pengurus OSIS - - 1 1 ruang

7 Ruang Pengurus Koperasi - - 1 1 ruang

8 Ruang Teori - - 3 3 ruang

9 Ruang perpustakaan - - 1 1 ruang

10 Mesjid - 1 - 1 ruang

11 Ruang WC Guru dan Siswa - 2 2 4 ruang

12 Kantin - - 1 1 ruang

13 Koperasi - - 1 1 ruang

14 Parkir - 1 - 1 ruang

15 Ruang Aula / Sarbaguna - 1 - Ruang

7. Keadaan Guru Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018.

Untuk mengetahui secara jelas mengenai keadaan tenaga pengajar Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5. Keadaan Tenaga Pengajar Madrasah Aliyah Al-Istiqomah

Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

No Nama

Ijazah Tertinggi

Mata Pelajaran

Yang Diajarkan

Hari Kelas

Jlh Jam Mengajar,Beban

&Tugas

Ket

(10)

1 2 3 4 5 6 7

1

Drs. Shabra Hasan S.1 Tarbiyah

Q. Hadits, B.

Indonesia, Geog &

BTA

Senin S / d Sabtu

X-

XII 32 Kamad

2 Suldani, S.Pd.I S.1 B.Arab

B.Arab, Hadits, Akhlak,BTA

& Mahfuzat

Senin S / d Sabtu

X

&

XII

30 GTM

3 Dainuri, S.Pd.I B.Arab

Senin S / d Sabtu

X –

XII 18 GTM

4

Hamidatul M., S.Pd S.1 Matematika

MTK, Prakarya &

Tik

Senin, Selasa

&

Jum’at Sabtu

X

&

XII

29 GTM

5

Mariatul Kiptiah, S.Pd S.1 Matematika

MTK &

B.Indonesia

Senin S / d Sabtu

X-

XI 27 GTM

6 M. Rosyad SKI & S.I

Senin S / d Sabtu

X-XI 19 GTM

7

Ahmad Gajali, S.Pd.I S. 1 Tarbiah

Fiqihn

&

A.Akhlak

Selasa

&

Kamis X-

XII 12 GTM

8

Rahmillah, S.Pd S.1 Ekonomi

Ekonomi

Senin, Selasa

&

Jum’at, Sabtu

X-

XII 19 GTM

9

Ag. Misran, S.Pd S.1 B. Inggris

B. Inggris

Jum’at

&

Sabtu X-

XII 12 GTM

10

Rahmawati, S.Pd

S. 1 Matematika

Matematika

&

Paminatan

Sabtu X

&XII 6 GTM

11

Jumli, S.AP S.1 Adminitrasi

Publik

S.I

Selasa, Rabu

&

Kamis

X 6 GTM

12 Majini, S.Pd.I

SKI, PKN

&

Geografi

Selasa

&

Rabu X-

XII 12 GTM

(11)

13

Intan Komalasari,

S.Pd.I S.1 Tarbiah

Sejarah

&

Q. Hadits

Senin, Selasa

&

Jum’at Sabtu

X-

XII 19 GTM

14. Jumberi

Penjeskes

&

Sosiologi

Rabu

&

Kamis X-

XII 16 GTM

15. Heni Rifah

Riyah Pem Geog

Senin S/d Rabu

X-XI 7 GTM

16 Khairani Seni Budaya

Senin S/d Sabtu

X –

XI 4 GTM

8. Data Pendidikan Akhir Guru Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017-2018

Ada pun data pendidikan akhir guru Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar tahun ajaran 2017-2018 yang berijazah S.1 berjumlah 15 orang dan yang berijazah SLTA berjumlah 2 orang.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.6. Pendidikan Akhir Guru Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Tahun Ajaran 2017/2018

Ijazah Tertinggi Jumlah

GTN TU GTM

S.1 - - 15

D.2 - - -

D.1 - - -

SLTA - 1 2

Jumlah - 1 17

9. Kegiatan Pembelajaran Akademik a. Kurikulum yang digunakan

(12)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Madrasah Aliyah Al- Istiqomah

1) Daftar kemampuan minimal (DKM) mata pelajaran agama dan Pengembangan diri

2) Kurikulum yang berorientasi kepada KBK/Life Skill

3) Pelaksanaan Kurikulum yang berorientasi kepada Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006

b. Waktu/kegiatan belajar dan mengajar

1) Intra-kurikuler dilaksanakan pagi hari jam 07.30-14.30 sebanyak 8 jam pelajaran.

2) Melaksanakan program Laporan Penilaian Hasil Belajar Siswa (Raport) satu bulan sekali atau minimal setiap satu semester

3) Rapat tentang perkembangan Proses Belajar Mengajar satu bulan sekali yang dilaksanakan setiap awal bulan atau minimal setiap satu semester 4) Kegiatan Olahraga yang dilakukan perkelas pada jam pertama.

5) Muhadharah/latihan pidato, latihan baca puisi dilaksanakan pada setiap hari Rabu jam 14.00 s.d 16.00 Wita

6) Lomba kebersihan kelas, yang hasilnya disampaikan pada setiap akhir semester.

c. Kegiatan ekstra kurikuler

1) Kegiatan Pramuka dilaksanakan pada sore hari Jum’at.

2) Kegiatan Mukhadarah (Pidato dan baca puisi) dilaksanakan pada siang hari Rabu.

(13)

3) Kegiatan Pelatihan Olahraga Beladiri/Pencak silat dilaksanakan malam rabu

4) Kegiatan Pengajian Tadarus Alquran dan Maulidan dilaksanakan pada malam Selasa.

5) Kegiatan Pengajian Alquran dilaksanakan tiap pagi 15 menit sebelum proses belajar mengajar.

d. Bagi kelas XII untuk menghadapi UN dilaksanakan

1) Bimbingan belajar tambahan untuk mata pelajaran yang di UN kan mulai semester II (genap) kelas XII

2) Diadakan Try Out/Pra-UN dengan mengambil/membahas soal dari soal- soal UN terdahulu.

e. Pergeseran alokasi waktu dari struktur kurikulum KTSP 2006 telah dilaksanakan dalam bentuk:

1) Penambahan alokasi waktu untuk mata pelajaran agama/muatan lokal.

2) Pengurangan alokasi waktu/try out untuk mata pelajaran tertentu yang memungkinkan.

B. Penyajian Data

Setelah dikemukakan gambaran umum lokasi penelitian yang merupakan data penunjang dalam penelitian, berikut penulis sajikan data pokok yakni data tentang guru PAI profesional menurut persepsi siswa Madrasah Aliyah Al- Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

(14)

Deskripsi tentang guru PAI profesional menurut persepsi siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yaitu:

1. Kepribadian guru PAI profesional menurut persepsi siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk meliputi aspek sikap, cara berpakaian dan ketauladanan

2. Guru PAI yang baik dalam mengelola kelas dan memahami karakteristik peserta didik

3. Guru PAI yang baik dalam penguasaan materi/bahan bidang studi.

4. Guru PAI yang baik dalam melakukan interaksi sosial melalui komunikasi dengan siswa, sesama guru dan masyarakat atau orang tua siswa.

Dalam mengemukakan data yang diperoleh tersebut, penulis menguraikannya menjadi satu, yang mana pada beberapa siswa tersebut mempunyai pendapat yang hampir mirip maka akan di kelompokkan dengan yang lainnya.

Data dari hasil penelitian dilapangan dengan menggunakan teknik-teknik penggalian data yang telah ditetapkan, yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek yang ditetapkan yaitu siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, agar lebih terarah dalam penyajian data ini, maka penulis akan mengemukakan data berdasarkan pokok-pokok bahasan, yaitu sebagai berikut:

1. Kepribadian guru PAI profesional menurut persepsi siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar

a. Aspek sikap

(15)

Dari hasil wawancara dengan siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah diperoleh data informasi bahwa banyak hal. Diantaranya, ketika penulis menanyakan bagaimana sikap guru PAI yang profesional menurut kalian?

Jawaban mereka memang beragam. NL menjawab seharusnya sikap guru PAI yaitu rajin, penuh semangat dalam mengajar, baik, disiplin dan tegas. RS mengatakan sikap guru PAI itu harus selalu lemah lembut, baik, dan perhatian terhadap siswa. K menjawab sebaiknya sikap guru PAI baik, ramah, tidak pemarah dan tertib dalam mengajar. HN dan LR menjawab sikap yang harus dimiliki guru PAI yaitu baik, ramah dan murah senyum. MZ menjawab sikapnya itu harus ramah, tegas terhadap siswanya. LS menjawab.

Menurut saya seharusnya guru PAI mempunyai sikap yang sangat ramah lawan siswa-siswanya tapi amunnya ada siswa yang abut dalam kelas saat pelajaran berlangsung, guru rajin langsung menegur atau langsung memberikan hadiah, maksudnya hukuman lawan siswa yang membuatabut tadi.

KM, RA dan I menjawab sikap guru PAI yaitu harus baik, disiplin, ramah, tepat waktu dan dapat di contoh. AR menjawab baik, yang tidak suka marah-marah kecuali kesalahan yang sangat patal dan murah senyum. MH menjawab sikap yang dimiliki guru PAI yaitu baik, ramah, tidak suka marah terhadap siswa yang bandel. S mengatakan dan menginginkan sikap guru PAI yang baik, ramah, murah senyum dan lemah lembut dalam bertutur kata. KA menjawab seharusnya guru PAI bersikap tegas dan bijaksana serta lemah lembut terhadap siswa-siswanya.

AU, SA dan A mengatakan guru PAI seharusnya memiliki sikap penyayang dan bersahabat dengan siswanya. AF menjawab sikap guru PAI yaitu ramah dan

(16)

perhatian. M dan SR mengatakan sikap yang seharusnya dimiliki guru PAI yaitu sabar dalam menghadapi murid dan juga memiliki akhlakul karimah.

b. Cara berpakaian

Peneliti selanjutnya menanyakan tentang cara berpakaian guru PAI, mereka berpendapat dan menjawab. NR, RS menjawab seharusnya cara berpakaian guru PAI baik, sopan dan rapi. K berpendapat guru PAI seharusnya berpakaian menarik, rapi dan bersih serta kelihatan sehat. HN dan LR menjawab guru PAI sebaiknya berpakaian yang sopan dan rapi sehingga dapat memberikan contoh yang baik terhadap siswa. MZ dan LS menjawab guru PAI cara berpakaiannya sopan dan pantas saat mengajar di kelas dan dimana saja. K, RA dan AR mengatakan bahwa cara guru PAI dalam berpakaian sangat baik, bagus dan dapat dicontoh. MH, S dan I berpendapat cara guru PAI berpakaian harus sopan, rapi dan bersih. KH menjawab cara berpakaian guru PAI harus sopan, rapi, dan tertutup seperti apa yang diajarkan dalam agama Islam dalam cara berpakaian.

AU, SA dan A mengatakan cara berpakaian guru PAI harus rapi, bersih dan menarik. AF menjawab cara guru PAI berpakaian sopan dan pantas. M dan SR menjawab cara berpakaian guru PAI harus rapi, sopan dan pantas serta dapat dijadikan contoh oleh siswa.

c. ketauladanan

Selanjutnya penulis menanyakan mengenai ketauladanan guru PAI, Jawaban mereka pun beragam dan unik. Pertama NL menjawab ketauladan guru

(17)

PAI yang baik yaitu yang bisa dijadikan contoh bagi siswa, ramah, sopan dan disiplin. RS dan K menjawab katanya ketauladanan yang harus dimiliki guru PAI yaitu selalu sabar menghadapi siswa, ikhlas dalam memberikan ilmu kepada siswa, baik, ramah dan tidak suka marah. NH menjawab ketauladanan guru PAI yaitu tegas. LR menjawab ketauladan guru PAI adalah datang tepat waktu dan sering mengajak sholat. MZ dan menjawab ketauladanan guru PAI contohnya memberikan ilmunya kepada siswa-siswanya saat mengajar di dalam kelas. LS mengatakan ketauladanan guru PAI Madrasah Aliyah Al-Istiqomah harus bisa menjadi contoh dalam mengajar dalam memberikan ilmunya kepada siswa dengan ikhlas. KM dan RA menjawab ketauladanan guru PAI baik dan dapat di contoh oleh murid. AR dan MH menjawab ketauladanan guru PAI itu seharusnya baik dan tegas dalam memberikan pengajaran terhadap siswa dan bisa menjadi contoh bagi siswanya. S menjawab ketauladanan guru PAI yaitu tidak pemarah, selalu ikhlas dalam memberikan ilmu agama. KH menjawab ketauladanan guru PAI itu seperti sedekah, sholat, tidak sombong, ramah, tidak suka marah-marah dan baik hati. I menjawab ketauladanan guru PAI itu saat mengajarkan pelajaran sangat ikhlas dan berpakaian rapi. AU, SA dan A menjawab tetauladan guru PAI yaitu memilik akhlak yang mulia dan bisa dijadikan contoh oleh siswa. AF menjawab ketauladanan guru PAI itu seperti ikhlas dalam mengajar dan tidak pernah mengeluh. M dan SR menjawab ketauladanan guru PAI adalah rendah hati dan selalu memberikan contoh yang baik kepada siswa.

2. Guru PAI yang baik dalam mengelola kelas dan memahami karakteristik peserta didik

(18)

a. Guru PAI yang baik dalam mengelola kelas

Penulis pun menanyakan bagaimanakah guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung? Jawaban mereka sangat beragam. NL menjawab.

Menurut ulun ka ai guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung sidin tu bisa memberikan informasi yang baik, dalam mengelola kelas dengan cara yang rapi, bersih lawan jua bisa menciptakan suasana yang aman dan damai. RS mengatakan dalam mengelola kelas guru itu harusnya memberikan arahan yang baik kepada kami agar bisa menciptakan suasana kelas yang aman, damai dan tentram tanpa ada keributan.

Menurut K guru PAI yang baik dalam mengelola kelas adalah guru yang mampu memberikan suasana yang kondusif, sehingga dapat menciptakan suasana aman, damai dan tentram dalam pengelolaan kelas. NH menjelaskan bahwa guru PAI yang baik dalam mengelola kelas adalah guru yang tidak membuat siswa bosan didalam kelas dan memberikan penjelasan yang baik kepada murid. LR dan MZ mengatakan guru PAI yang baik dalam mengelola kelas adalah guru yang mampu memberikan situasi yang nyaman di dalam kelas dan bisa menjadikan suasana menjadi tenang saat pembelajaran berlangsung. LS mengatakan

Mun manurut ulun, guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung tu sidin atau guru PAI bisa membuat suasana yang tenang lawan kadada keributan sama sekali, bila salah satu siswa yang membuat keributan saat pembelajaran berlangsung maka hendaknya tu guru langsung managur lawan mamaraki siswa tersebut dan guru bisa jua menakuni pelajaran yang sudah dijelaskan kepada siswa tersebut.

KM menjelaskan guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung.

Menurut ulunlah guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung tu misalnya sebelum memulai pelajaran biasanya

(19)

guru memberikan nasehat kepada kami, agar kami memperhatikan dan mendengarkan penjelasan beliau agar ilmu yang beliau berikan dapat kami pahami, tetapi bila ada jua siswa yang tidak memperhatikan maka beliau memberikan hukuman dengan meminta siswa tersebut menjelaskan kembali apa yang beliau jelaskan.

RA dan AR menjawab guru PAI yang baik dalam mengelola kelas adalah “guru yang bisa membuat siswa kada guring di dalam kelas saat pembelajaran berlangsung”. MH dan S menjawab guru PAI yang baik dalam mengelola kelas bisa membuat suasana kelas menjadi tenang, aman dan tentram. KH mengatakan guru PAI yang baik dalam mengelola kelas yaitu harus disiplin dan tegas. I mengatakan guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung adalah guru bisa menciptakan suasana yang tenang, aman dan damai.

AU, SA dan A menjawab guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung adalah guru yang dapat mengatur siswa-siswanya di dalam kelas serta mampu menguasai keadaan kelas. AF menjawab dalam mengelola kelas guru PAI harus menyenangkan dan kreatif. M dan SR menjawab guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung adalah guru yang selalu berinteraktif kepada siswa-siswanya dan memiliki sikap yang tegas dalam mendidik secara baik serta terarah.

b. Guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik peserta didik

Selanjutnya penulis menanyakan mengenai guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik peserta didik, jawaban mereka pun beragam. NL menjawab guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik perserta didik adalah guru yang selalu memperhatikan siswa, berbicara dengan siswa, berkomunikasi atau dengan berdiskusi dan berkelompok jadi, guru bisa memahami

(20)

karakteristik siswa ada yang rajin dan yang malas. RS mengatakan guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik peserta didik yaitu dengan cara memperhatikan murid, memberikan nasehat-nasehat yang baik agar seorang siswa dapat menuruti nasehat agar dapat tercipta karekteristik yang baik. K menjelaskan.

Guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik peserta didik bisanya rajin tu bila ada siswa yang pendiam maka guru biasanya menanyakan keadaan siswa tersebut atau bisa jua mambawai siswa tersebut bapanderan atau memberikan beberapa pertanyaan agar siswa tersebut berbicara.

HN, LR, MZ dan LS mengatakan guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik peserta didik yaitu hendaknya memperhatikan sikap, tingkah laku dan disiplin siswa dalam belajar. KM menjelaskan.

Mun manurut ulun guru PAI dalam memahami karekteristik peserta didik, guru PAI kami sangat paham terhadap siswanya bila ada siswa yang selalu bicara atau menyambati kawan cerocos-cerocos, nah guru biasanya meyuruh siswa tadi menjelaskan tentang materi pelajaran.

RA dan AR menjawab guru PAI yang baik dalam memahami karekteristik peserta didik adalah guru PAI yang sangat akrab dengan siswanya dan bisa diajak curhat. MH mengatakan guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik peserta didik adalah guru yang mengerti keadaan dan kondisi siswanya. S menjawab guru PAI selalu memahami keadaan muridnya. KH menjawab sebenarnya guru sangat memahami karakteristik peserta didik namun terkadang peserta didiknya lah yang terkadang tidak memahami atau mengerti. I menjawab guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik peserta didik adalah guru PAI yang baik serta peduli terhdap siswanya. AU, SA dan A mengatakan guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik siswa yaitu guru hendaknya memperhatikan sikap dan tingkah laku siswa. AF menjelaskan.

(21)

Menurut ulun ka ai guru PAI yang baik dalam memahami karateristik peserta didik, guru tu harus kenal lawan jua kawa memahami siswa- siswanya dan beliau jua harus mengerti tu pang lawan kondisi siswanya lawan mun memberikan tugas tu sasuai lawan kemampuan dan kesanggupan siswa.

M dan SR mengatakan guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik peserta didik yaitu bisa mengerti dengan kondisi dan keadaan siswa.

3. Guru PAI yang baik dalam penguasaan materi atau bahan bidang studi Penulis menanyakan pertanyaan yaitu bagaimanakah guru PAI yang baik dalam penguasaan materi atau bahan bidang studi? Jawaban mereka pun juga sangat beragam. NL mengatakan.

Menurut ulun guru PAI yang baik dalam penguasaan materi adalah guru yang memiliki pengetahuan yang sangat luas lawan guru jua harus mampu menguasai lawan hapal pelajaran yang handak sidin ajarakan atau yang handak sidin sampaikan dan jua siswa bisa mangarti lawan paham materi yang disampaikan sidin dan siswa kawa mengamalkan ilmu yang dia peroleh.

RS menjawab kemampuan guru dalam penguasaan materi sangat luas dan harus

bisa memberikan pengarahan, pelajaran, penjelasan materi yang sangat luas sehingga dapat dipahami oleh siswa. K mengatakan guru PAI yang baik dalam penguasaan materi pelajaran/bahan bidang studi adalah guru yang mampu memberikan pelajaran tanpa pegangan buku, kadang ada sebagian guru yang kurang mampu memberikan pelajaran tanpa pegangan buku. Menurut HN guru PAI yang baik dalam penguasaan materi atau bahan bidang studi adalah guru yang bisa membuat siswa paham dan mengerti setelah guru tersebut selesai menjelaskan materi yang disampaikan. LR menjawab.

Munnya menurut ulun bu, guru PAI yang baik dalam penguasaan materi/bahan bidang studi adalah beliau mampu memahami semua materi

(22)

yang akan disampaikan kepada siswa, lawan jua sidin bisa menjawab semua pertanyaan yang ditakunakan oleh siswa dan jua materi yang guru sampaikan tu mudah dipahami.

MZ dan LS menjawab guru PAI yang baik dalam penguasaan materi haruslah menguasai materi yang diajarkan. KM menjelaskan guru PAI yang baik dalam penguasaan materi atau bahan bidang studi adalah guru yang mempunyai wawasan yang luas mengenai materi yang akan disampaikan. RA menjelaskan bahwa guru PAI yang baik dalam penguasaan materi/bahan bidang studi adalah guru yang mampu menguasai materi mencakup materi yang tidak hanya ada di dalam buku panduan, tapi yang bisa diaplikasikan oleh siswa dalam keseharian.

AR mengatakan guru PAI yang baik dalam penguasaan materi adalah yang mudah dipahami. MH menjawab,

Menurut ulun panglah ka, dalam memberikan materi, guru seharusnya menguasai materi yang akan disampaikan lebih baik dari pada siswanya lawan kadang ada sebagian guru kurang menguasai sehingga dalam memberikan pembelajaran terpaku kepada buku LKS atau buku panduan.

S menjawab, “dalam penguasaan materi, guru PAI selalu menguasai materi yang beliau bawakan dan beliau tidak selalu terpaku pada buku.” KH menjawab guru PAI yang baik dalam menguasai materi dalam pembelajaran yaitu memberikan penjelasan yang jelas, mudah untuk dipahami apa yang guru sampaikan pada saat pembelajaran berlangsung. I menjawab guru PAI yang baik dalam penguasaan materi atau bahan bidang studi adalah guru yang menguasai bahan pelajaran dan tidak selalu bergantung pada buku. AU, SA dan S guru PAI yang baik dalam penguasaan materi yaitu cerdas, pintar dalam menjelaskan dan sangat mudah untuk dipahami. AF menjawab dalam penguasaan materi guru PAI hendaknya menguasai dan juga memiliki pengetahuan yang luas. M dan SR menjawab

(23)

penguasaan materi guru PAI yang baik yaitu yang tidak terpaku pada satu buku panduan dan memiliki pengetahuan yang luas serta memiliki banyak referensi buku pelajaran.

4. Guru PAI yang baik dalam melakukan interaksi sosial melalui komunikasi dengan siswa, sesama guru dan masyarakat atau orang tua siswa

Selanjutnya penulis menanyakan bagaimanakah guru PAI yang baik dalam melakukan interaksi sosial melalui komunikasi dengan siswa, sesama guru dan masyarakat atau orang tua siswa. Jawaban mereka pun beragam. NL menjawab komunikasi guru PAI dengan siswa harus baik, tegas dan ramah. Dengan sesama guru hendaknya saling berdiskusi dalam menentukan wali kelas. Dan dengan masyarakat atau orang tua siswa yaitu guru harusnya saling menghormati sesama manusia ataupun masyarakat atau orang tua siswa. RS menjelaskan.

Amunnya pendapat ulun guru PAI yang baik dalam melakukan interaksi sosial melalui komunikasi, hendaknya guru amunnya lawan siswa tu guru selalu menyapa, menegur siswa dengan lemah lembut, dan bersikap ramah dan baik. Dengan sesama guru, harusnya guru sesama guru selalu menjaga komunikasi yang baik, sehingga dapat menerima pendapat guru lain, saling menghargai kepada guru yang lain. Amunnya guru terhadap masyarakat atau orang tua siswa hendaknya kalau bertemu itu tegur dan sapa saling menghargai satu sama lain, saling berinteraksi dengan baik.

Menurut K guru dengan siswa harus selalu menyapa, guru terhadap sesama guru saling sapa menyapa, hormat menghormati, harga menghargai terhadap guru.

Guru terhadap masyarakat saling menghormati, saling menghargai begitu juga dengan orang tua siswa. NH menjawab

Ulun katuju lawan guru PAI yang murah senyum, selalu menanyakan kabar kami. Lawan sesama guru hendaknya juga begitu selalu ramah dan dapat bekerja sama dalam hal apa aja, dengan masyarakat atau dengan orang tua siswa harus berbuat baik dan sopan.

(24)

LR menjawab guru berkomunikasi dengan siswa baik, sopan, selalu tegur sapa bila bertemu. Dengan asyarakat atau orang tua siswa bersifat ramah dan baik. MZ menjawab dengan sesama siswa harus ramah, dengan sesama guru juga harus ramah dan dengan masyarakat atau orang tua siswa guru harus ramah, tegur sapa dan saling menghormati. LS menjelaskan.

Menurut ulun guru PAI yang baik dalam melakukan interaksi sosial melalui komunikasi dengan siswa yaitu harus ramah serta tegur sapa, dengan sesama guru sangat ramah dan dengan masyarakat atau orang tua siswa hendaknya ramah tamah dan mudah membaur atau bergaul.

KM menjawab komunikasi guru PAI hendaknya ramah, tegur sapa bila bertemu, sesama guru bersifat baik, mudah berinteraksi dll, dengan masyarakat/orang tua siswa hendaknya murah senyum dan tegur sapa. RA menjawab interaksi sosial guru PAI dengan siswa murah senyum, suka menyapa dan suka menghargai.

Dengan sesama guru mudah bergaul, dan dengan masyarakat atau orang tua seharusnya mudah bergaul dan berkomunikasi. AR mengatakan guru dengan sesama siswa hedaknya ramah dan murah senyum, dengan sesama guru saling menghormati dan dengan orang tua atau masyarakat saling tegur sapa. MH menjawab guru PAI yang baik dalam melakukan interaksi sosial terhadap siswa suka menyapa, memberikan senyuman. Guru terhadap sesama guru saling menyapa, saling menghormati. Guru terhadap masyarakat atau orang tua siswa saling menghargai dan menghormati. S menjawab interaksi sosial guru PAI terhadap siswa hendaknya saling menyapa antara guru dan siswa. Dengan sesama guru saling sapa menyapa, menghormati dan menghargai guru yang lain. Dengan masyarakat atau orang tua siswa, apabila guru bertatap muka dengan masyarakat

(25)

selalu senyum, menyapa dan ramah. Dan apabila guru bertemu orang tua siswa selalu sopan dan menghormati. KH menjelaskan.

Menurut saya interaksi sosial guru PAI yang baik terhadap siswa yaitu hendaknya guru dekat atau akrab dengan siswa, selalu menyapa dan menayakan keadaan siswanya, terhadap sesama guru itu seperti ukhuwah, dan terhadap masyarakat atau orang tua siswa saya kurang mengetahui tentang hal itu. Tapi guru hendaknya kalau dengan masyarakat atau orang tua siswa paling tidak tersenyum dan tegur sapa serta saling menghormati I menjawab guru PAI yang baik dalam melakukan interaksi sosial dengan siswa hendaknya selalu menyapa, dan memberikan senyuman, dengan sesama guru saling menghargai dan menghormati sesama guru, dengan masyarakat atau orang tua siswa kalau bertemu dengan masyarakat hendaknya bersifat ramah, baik dan sopan. Kalau bertemu dengan orang tua siswa selalu menghormati dan tegur sapa.

AU, SA dan A mengatakan guru PAI yang baik dalam melakukan interaksi sosial dengan siswa yaitu selalu menyapa, dengan sesama guru interaksinya bagus dan tegur sapa dan dengan masyarakat saling tegur sapa. AF menjawab dengan siswa guru PAI ramah suka senyum dan suka menanyakan kabar dengan sesama guru terbuka dan saling berinteraksi dengan masyarakat tegur sapa dan ramah. M dan SR menjawab interaksi sosial guru PAI dengan siswa baik, dengan sesama guru sangat ramah dan dengan masyarakat sering bertegur sapa.

C. Analisis Data

Setelah semua data disajikan dalam penjelasan dan uraian, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap semua data tersebut yakni data tentang guru PAI profesional menurut persepsi siswa Madrasah Aliyah Al- Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Untuk lebih jelasnya

(26)

analisis terhadap guru PAI profesional menurut persepsi siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar akan disusun berdasarkan penyajian data sebagai berikut.

1. Kepribadian guru PAI yang profesional menurut persepsi siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

a. Aspek Sikap

Seorang guru harus memiliki sifat-sifat atau kepribadian yang diantaranya yaitu seorang guru harus bersifat pemaaf terhadap muridnya, lapang hati, banyak sabar dan jangan pemarah karena sebab-sebab hal yang kecil. Seorang guru merupakan bapak sebelum ia menjadi guru. Artinya seorang guru mencintai murid-nuridnya seperti cintanya kepada anak-anaknya sendiri. Sehingga guru merupakan seorang bapak yang penuh kasih sayang, membantu yang lemah dan menaruh simpati atas apa yang mereka rasakan (Athiyah Al Abrasyi).

Sebaliknya guru yang memiliki emosi yang tidak stabil suka marah-marah dengan hal yang kecil dan dengan tanpa alasan yang jelas, acuh, sombong dan tidak peduli terhadap siswanya, itu bukanlah guru yang menjadi dambaan dan idola bagi siswa. Belajar bukanya semangat, tapi malas karena harus berhadapan dengan guru yang tidak mereka sukai.

Sikap dari seorang guru adalah salah satu faktor yang menetukan bagi perkembangan jiwa anak didik selanjutnya. Karena sikap seorang guru tidak hanya dilihat dalam waktu mengajar saja, tetapi juga dilihat tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari oleh siswanya. Pada saat ini banyak sikap dari

(27)

seorang guru yang tidak lagi mencerminkan sikapnya sebagai seorang pendidik karena adanya faktor yang mestinya tidak terjadi dalam dunia pendidikan. Lantas bagaimanakah sikap yang baik seorang guru agar tercipta anak didik yang menjadi manusia seutuhnya. Karena salah satu tugas guru adalah memanusiakan manusia.

Dari penyajian data dapat dianalisis bahwa siswa Madrasah Aliyah Al- Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk menyatakan dan menyenangi guru PAI yang baik, murah senyum, rajin, disiplin, lemah lembut, tegas, penuh semangat, perhatian, tertib dalam mengajar, tepat waktu dan dapat dicontoh, serta tidak suka marah-marah, sabar dalam menghadapi siswa, betanggung jawab dan memiliki tata krama yang baik, dan menurut mereka begitulah seharusnya guru PAI yang ideal.

b. Cara Berpakaian

Sebagai seorang guru hendaknya berpakaian yang mencerminkan layaknya seorang guru apalagi guru PAI harus menjadi contoh yang baik untuk siswanya.

Dari data yang diperoleh bahwa siswa-siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk menyenangi dan menyatakan cara berpakaian guru PAI mencerminkan layaknya seorang guru dan sesuai dengan norma agama Islam yaitu, berpakaian rapi, sopan, baik, bersih dan menarik serta kelihatan sehat, pantas dan tertutup seperti apa yang diajarkan dalam agama Islam dalam hal berpakaian sehingga dapat memberikan contoh yang baik kepada siswa-siswanya.

Cara berpakaian guru didalam penampilan juga mencerminkan sikap kepribadian. Setiap kali guru mengajarkan kebaikan, cara berpakaian yang baik,

(28)

disaat guru harus berpenampilan sebagaimana layaknya seorang guru. Mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut siswa akan memperhatikan bagaimankah penampilan guru mereka. Pakaian atau busana yang rapi dan bersih akan menambah rasa hormat siswa terhadap guru, dan sudah semestinya guru haruslah seorang yang melambangkan memiliki kecakapan dalam mengurus diri.

Hendyat soetopo mengembangkan instrument untuk mengukur aspek kepribadian yang terkait dengan penampilan

1) Penampilan sehari-hari kelihatan sehat, rapi, bersih dan menarik.

2) Cara berbicara mudah didengar, berbicara dengan gramatikal yang benar.

3) Keseimbangan emosi selalu mempertimbangkan dengan matang setiap akan bertindak, menerima saran, dan bersikap tenang.

4) Ramah tamah, sopan, hormat, dan tidak sombong.

d. Ketauladanan

Pada dasarnya perubahan perilaku yang dapat ditunjukan oleh peserta didik harus dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang guru. Atau dengan perkataan lain, guru mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku peserta didik. Untuk itulah guru harus dapat menjadi contoh (suri teladan) bagi peserta didik, karena pada dasarnya guru adalah contoh dari sekelompok orang pada suatu komunitas atau masyarakat yang diharapkan dapat menjadi teladan, yang dapat digugu dan ditiru.

Sebagai guru Pendidikan Agama Islam maka sewajarnya guru PAI memiliki kepribadian yang seluruh aspek kehidupannya adalah “uswatun hasanah”. Pribadi guru adalah uswatun hasanah. Betapa tingginya derajat seorang guru sehingga

(29)

wajarlah bila guru diberi berbagai julukan yang tidak akan pernah ditemukan pada profesi lain.

Dari beberapa hasil wawancara yang dilakukan peneliti, terkait dengan penyataan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwasanya ketauladanan guru PAI menurut siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk adalah guru yang bisa menjadi contoh untuk siswa-siswanya, ramah, sopan, disiplin, ikhlas dalam memberikan ilmu, sering mengajak sholat, sabar dalam menghadapi murid dan selalu datang tepat waktu, rendah hati serta memiliki akhlakul karimah.

2. Guru PAI yang baik dalam mengelola kelas dan memahami karekteristik peserta didik

a. Guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajarn berlangsung

Pada dasarnya guru merupakan kunci utama dalam pengajaran. Guru secara langsung berupaya mempengaruhi, mengarahkan dan mengembangkan kemampuan siswa di dalam proses belajar mengajar, sebab guru yang paling banyak berhubungan dengan para siswa jika dibandingkan dengan personel sekolah lainnya. Guru juga mempunyai peran dan tanggung jawab yang sangat penting, mengingat sebagian besar waktu dalam kehidupan siswa di sekolah adalah bersama guru, sehingga guru sebagai tenaga pendidik bukan hanya menyampaikan materi pelajaran kepada siswa saja, tetapi guru tersebut harus menguasai materi serta pengelolaan kelas yang efektif agar menjadi manusia yang cerdas, terampil, dan cekatan sesuai dengan perkembangan zaman.

(30)

Dari data yang diperoleh dari hasil wawancara mengenai guru PAI yang baik dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung menurut mereka yaitu guru PAI yang mampu memberikan suasana yang kondusif, sehingga mampu menciptakan suasana yang aman, damai, tentram dalam mengelola kelas saat pembelajaran berlangsung. Mampu memberikan situasi yang nyaman di dalam kelas dan bisa menjadikan suasana tenang saat pembelajaran berlangsung, mampu menciptakan suasana tenang tanpa ada keributan, guru yang bisa membuat siswa tidak tidur di dalam kelas, kreatif, disiplin dan tegas, mampu mengatur siswa- siswanya di dalam kelas serta mampu menguasai keadaan kelas sehingga bisa menjadikan suasana yang menyenangkan.

“Guru adalah orang yang serba tahu, serba bisa, dan serba benar.” Memang idealnya guru dalam Undang-undang guru dan dosen No. 14/2005 dan peraturan pemerintah No. 19/2005, guru wajib memilik dan memenuhi kompetensi profesional, yang sub kompetensinya antara lain: sub kompetensi menguasai subtansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi, memiliki indikator esensial, memahami materi ajar yang ada dikurikulum sekolah, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar, memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait, dan menerapkan konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.

b. Guru PAI yang baik dalam memahami karakteristik peserta didik.

Mengenal peserta didik merupakan keharusan bagi seorang guru dalam melaksanakan tugas kependidikan. Dengan mengenal anak didik dengan baik akan membantu guru mengantarkan peserta didik dalam meraih cita-citanya.

(31)

Setelah guru mengenal pribadi dan keluarganya, maka selanjutnya guru harus mampu memahami karakter peserta didik. Memahami karakter peserta didik tidaklah mudah, semudah mengenal biodata peserta didik. Memahami karakter peserta didik butuh kesungguhan dan keterlibatan hati dan pikiran guru sehingga dia dapat memahami karakternya dengan baik dan benar. Karakter peserta didik adalah watak, kejiwaan dan sifat-sifat khas yang dibawa anak semenjak lahir, sebagai identitas diri yang membedakan dirinya dengan orang lain. Masing- masing peserta didik memiliki karakter yang berbeda, bahkan peserta didik yang kembar sekalipun akan berbeda karakternya. Karakter seseorang peserta didik akan terlihat dari cara dia bertutur kata, bersikap dan berprilaku. Semua aktivitas yang tampak secara kasat mata merupakan perwujudan dari watak, jiwa dan sifat anak didik.

Dari hasil wawancara yang peneliti peroleh mengenai guru PAI yang baik dan ideal dalam memahami karakteristik peserta didik adalah guru yang mampu mengenal, memahami, juga mengerti dengan keadaan dan kondisi siswanya serta memberikan tugas sesuai dengan kesanggupan mereka, mudah akrab dan juga bisa diajak curhat, dapat memahami siswanya dengan memperhatikan atau dengan cara melihat sikap, tingkah laku dan disiplin siswa. Dan guru sangat mudah memahami karakteristik siswa karena guru sangat akrab dengan siswa-siswanya.

Menurut Abdurrahman An Nahlawi guru seharusnya: “mengetahui kehidupan psikis siswa,” dengannya dapat menempatkan diri di tengah-tengah siswanya dengan benar dan mampu menyesuaikan jenis, pendekatan, metode dan

(32)

strategi pembelajaran, yang pada akhirnya dapat memberikan penilaian secara objektif kepada siswa-siswanya.

3. Guru PAI yang baik dalam penguasaan materi atau bahan bidang studi Keberhasilan seorang siswa dalam belajar merupakan keinginan atau dambaan bagi setiap guru dan orang tua siswa tersebut. Dengan ilmu yang dimiliki siswa tersebut, diharapkan bisa mengembangkan dirinya baik keterampilan maupun sikapnya serta dapat berperan di dalam masyarakat. Oleh karena itu, pendidik dalam melakukan proses belajar mengajar hal utama yang harus dimilikinya adalah menguasai materi dan pengelolaan kelas. Seorang guru profesional mampu merubah terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

Dari hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, terkait dengan pernyataan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwasanya guru PAI yang baik dalam penguasaan materi atau bahan bidang studi, siswa Madrasah Aliyah Al- Istiqomah mengharapkan dan menginginkan guru PAI hendaknya menguasai dan memahami materi pelajaran lebih baik dibandingkan dengan siswanya, cerdas, pintar, mempunyai wawasan dan pengetahuan yang sangat luas, mampu menguasai materi yang tidak hanya mencakup dalam buku panduan, memberikan penjelasan yang jelas sehingga mudah dipahami, mampu memberikan pelajaran tanpa pegangan buku, mampu membuat siswa paham dan mengerti mengenai penjelasan yang disampaikan, bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh siswa, mengusai dan memahami materi pelajaran yang akan disampaikan

(33)

kepada siswa, serta tidak selalu terpaku pada buku panduan sehingga siswa mudah untuk memahami dan mengamalkan ilmu yang guru berikan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Guru PAI dalam melakukan interaksi sosial melalui komunikasi dengan siswa, sesama guru dan masyarakat atau orang tua siswa menurut persepsi siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk

Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara mengenai pernyataan di atas maka dapat disimpulkan guru PAI yang baik dalam melakukan interaksi sosial melalui komunikasi dengan siswa, sesama guru dan masyarakat atau orang tua siswa menurut siswa Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Pembantanan Sungai Tabuk hendaknya guru PAI bersikap ramah, baik, sopan, tegur sapa, lemah lembut, murah senyum, saling menghargai dan menghormati dengan sesama guru maupun dengan masyarakat, bisa berinteraksi dengan baik, dapat bekerja sama dalam hal apa pun dengan siswa, guru dan masyarakat mau pun dengan orang tua siswa dan mudah bergaul dengan sesama.

Dalam penjelasan kompetensi sosial guru, bahwa indikator kompetensi sosial guru adalah:

1. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik, dan dengan orang tua murid (lisan, tulisan atau isyarat)

2. Dapat bekerja sama dengan dewan pendidikan/komite sekolah 3. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan mitra pendidikan 4. Memahami dunia sekitar (lingkungan)

5. Bergaul secara umum

(34)

6. Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional 7. Menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk memahami dirinya sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat dan mampu mengembangkan tugas sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Guru di tuntut untuk mampu bergaul ditengah-tengah masyarakat, ikut bertanggung jawab terhadap baik buruknya masyarakat.

Dalam keseharian tugas guru tidak pernah lepas dari lingkungan anak-anak, lingkungan siswa dan pelajar dengan berbagai macam tipe, sikap dan sifat serta latar belakang, dan seorang guru idealnya mampu menyesuaikan diri di tengah- tengah mereka. Di dalam Undang-undang guru dan dosen No. 20 tahun 2015, dinyatakan kompetensi sosial guru dimaksudkan juga mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugas sebagai guru, dan kemampuan memahami peserta didiknya dengan sepenuhnya.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian didapat bahwa wayang kulit merupakan sebuah media yang sangat efektif dalam proses komunikasi dan menciptakan pola hubungan dialektik dalam pertukaran pesan

Komunikasi interpersonal yang berlangsung secara intensif dengan mengutamakan aspek kuantitas dan kualitas yang seimbang, akan menciptakan hubungan interpersonal yang

Peneliti melaksanakan rencana pembelajaran yang telah direncanakan dan telah dikembangkan dari pelak- sanaan siklus I dengan menggunakan model Student Teams

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Tim Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana / S1 pada Departemen / Program Studi

Oleh karena itu, persamaan matematika untuk struktur tegakan horizontal pada penelitian ini disusun berdasarkan jenis mangrove dominan dan kondisi tegakan, yaitu

Karena saat beroperasi pekerja memakai jas hujan dan sepatu boot, saat jatuh ke dalam air lepaskan sepatu boot, kemudian gunakan itu sebagai pelampung dengan membalikkannya

Berdasarkan lembar penilaian aktivitas siswa, perolehan skor aktivitas siswa adalah 28 dengan kategori sangat baik. Aktivitas siswa yang memperoleh penilaian