/
y
ANALISIS BIAYA RELEVAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN DITERIMA ATAU DITOLAKNYA
SUATU PESANAN KHUSUS PADA PT. GOLDEN INPAN DEPOK
Skripsi
Diajnkan sebagai talah latn syarat
dalam mcncapai gdar Sarjana Ekonomi Juruiaii Akuntansi
Pada Faknhas Ekonomi Uidvmitas Paknan
Diajnkan oiefa,
Chaiiie Edestius
Nrp : 022194013
Niim : 41043403940370
Faknltas Ekonomi UNIVERSITAS PAKUAN
Bogor1999
.
ANALISIS BIAYA RELEVAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN DITERIMA ATAU DITOLAKNYA SUATU PESANAN KHUSUS PADA PT. GOLDEN INPAN DEPOK
Shripsi
Diajuktn iAagal lalah latu lyarat
Jalam moicapai gelar Saijana Ekonomi Jiinuan Aknntanfl pada Fakultai Ekonomi Univerritaf Pakuan
Mcnyrtnjid,
Fakultns Ekonomi,
(Fazariah M., Dra.
Keliia Jnnisan Alamtansi,
(Ketut Sunarta, Di-s.,Ak.,MM)
TELAH DISETUJUI DAN DISYAHKAN PADA SIDANG SARJANA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS PAKUAN
Pada tanggal 26 maret 1999
Menyetnjal,
Pcngnli, Pcmbimbing,
(Fazariah M, Dra.,Ak.,IVlA^ (H. Uari Gursida, Drs.^^MM)
KATAPENGANTAR
Dengan memanjadcan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penulis mempersembahkan skripsi ini kepada para pembaca Penulis mengjiarapkaa deogan apa yang telah penulis berikan dalam skripsi ini, d^at memberikan bahan bam untuk meojadi bahan bacaan dalam mempeik^ ilmu yang pembaca miliki.
Peoulisan skripsi ini penulis lakukan untuk memenuhi salafa satu syarat dalam meocapai gelar Saijana Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi
Universitas Pakuan Bogor.
Skripsi Yang beijudul " Analisis Bidiya. Relevan Serta Pengaruhnya Teriiadq) Keputusan Diterima Atau Ditolaknya Suatu Pesanan Kbusus Pada PT. Golden bipan Depok", merupakan hasil dari analisis yang penulis lalmkan teitadq) PT. Golden iipan yang beikedudukan di KOHF DEPOK, Perusahaan ini bergerak dalam
produksi p^ung.
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari semua pihak penyusunan skripsi ini tidak dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis meogucapkan banyak terima kasih kepada yang terkormat B^ak H. Hari Gursida , Drs., Ak., MM. selaku dosen yang telah merabimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini dan juga kepada yang terhormat Bq)ak Wayan, Drs., Ak.,
MM. selaku dosen Co pembimbing yang juga turut membantu diselesaikani^
skripsi ini.
Pada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada
yang teriiormat:
1. Ibu Fazanah Mahruzar, Dra., Ak., MM. aelaku Dekan Faloiltaa Ekonomi
Uoiversitas Pakuaa Bogor, dan juga aekaligua sebagai Dosen Penguji.
2. Bapak Eddi Mulyadi, Drs., Ak., MM. selaloi Pembantu Dekan in Bidang
Akademik Faloiltas Ekonomi Universitaa Pakuan Bogor.3. Bapak Ketut Sunarta, Drs., Ak., MM. aelaku Ketua Jurusan Akimtaosi Faloiltas Ekonomi Universitaa Pakuan Bogor.
4. Bapak H.Hari Gursida, Dr8.,Ak.,MM, Yang telah membimbing san^ai dengan seleaainya Skripsi mi.
5. Bapak Joko Siswanto setaku Manner Keuangan PadaPT. Golden Inpan Depok.
6. Cincfy Maria Tiffani, SE., selaku StafifKeuangan FT. Golden Inpan Depok.
7. Bapak Kepala Tata Usaha beserta staff pada Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Pakuan Bogor.
8. Dan semua pihak yang telah memberikan bantuan, dorongan dan saran kepada
peouiis.
Penults menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan dan keterbatasan yang ada dalam pemilisan skripsi ini, oleh karenanya pemilis mohon maaf Kritik dan saran yang membangun kesempumaan skripsi ini sangat pemilis harapkan dari para
pembaca.
Penulis juga berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihak perusahaan Idiususnya dan para pembaca umuomya
Bogor, February 1999
Penulis.
ABSTRAKSI SKRIPSI
hasil tulisao ini kehadapan para pembac& Maksud dan tujuan dildcnkaonya penalitian mi adalah untuk mencari datardata yang seldrai^a akao pennlis perlukan dalam pei^elesaian skripsi ini selain juga penulis maksudkan agar d^at diketafaui sejauh mana penisahaan menerapkan konsep bi^ relevan dalam penerimaan pesanan Idmsus.
Skripsi ini ditulis deqgan melakukan serang^an penelitian melalui metode penelitian l^angan dan metode penelitian kepustakaan, sehingga selunih data serta analisis yang tersirat dalam tuliean ini menipakan basil ilmiah dari penelitian yang telah pemilis lakukan. Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah untuk memberikan tambahan bahan bacaan yang mudah-mudahan beiguna bag^ penin^oitan pepgetabuan baik untuk pembaca maupun penulis sendiri, di sanping juga menpakan aalab satu syarat yang diberikan Universitas Pakuan bagi penulis dalam mengjkuti kuliab untuk mend^atkan gelas Saijana (SI).
Sedan^can isi dari keseluruban skripsi ini adalab meliputi sekitar masalab serta basil analisa yang telah penulis lakukan teibad^ obyek penelitian yaitu FT. Golden Inpan yang berlokasi di KOTIF DEPOK.
Mengmgat masalab perekonomian Indonesia sekarang ini sehingga menyebabkan kenaildcan inflasi dan secara otomatis menyebabkan penunman d^ beli masyarakat,
penulis merasa perlu memberikan masuldcan bagi pnusabaan terutama penisahaan obyek penelitian mengenai sebuah konsep yang dtpat diterapkan dalam melakukan proses penjualan terutama dalam proses penjualan dengan baiga Idnisus. Dengan
111
adai^akoiisep biiQrarelevan Hnlam men^^kan hai^gauotaik pessnm IdiuauB dihanpkan
penisahaan akao inaiiq)u melakukan pemasaran depgan ting^ persaingan yaog cendenmg menini^kat atdiir-aldur ini dan apnhiln imit^in menit^glrartnwi pMijualanAdapim dari akripai ini pembaca d^at menemukan penjelaaan-penjelasan tentang selimih tnflanlnh seita pei^iesaian yang tmm^n dapat meayelesaikan permasalahan yang ada depgan proses penjualan yang sementara ini teiganggu akibat krisis yang menimpa negara kita.
Selain konsep biaya relevan dalam skripsi ini pembaca juga dq)at menqperoleh pengetatnian tentang proses peitgambilan kepidusan baik yang selama ini dilakukan oleh penisahaan obyek penelitian maupun proses pengambilan keputiisan yang benar menunit paraahli.
Penisahaan dalam hal ini FT. Golden Iqian sudah melakukan penjualan dengan hai^a Idmsus, namun proses penjualan tersebut belum mencenninkan konsep biaya relevan yang sesungguhnya, oleh sebab itu penulis mengbar^kan serta memberikan masuldcan yaog penulis harapkan dapat menjadi bahan pertimbaogan untuk dqiat digunakan pada proses-proses selanjutnya.
Dalam melakukan pembebanan bisya unhik biiya-bi^a produksi penisahaan sudah melakukan deogan cukiq) baik sehingga penulis kesulitan mencari kekurangan, hal tersebid mencenniiikan bahwa pengelolaan penisahaan dapat tertangani dengan profesional. Namun untuk menambah keakuratan data serta kemudahan bagi penisahaan dalam tnalalnik™ proses peiyualan selanjuti^a, penulis memberikan beber^a saran gnnapeibaildcan pada beberqia hal terutama pembebanan biaya Overhead yang ^abila mungbin dipisahkan menjadi dua, yaitu biaya overhead yang variabel dan bisya
IV
overhead yang tetap.
Dalam tulisan ini penulia menggunakan dia coDtoh penerapan biaya procbikai standar yang selama ini diguoakan perusahaan untuk melakukan penjualaa teihadap basil produksii^yaitu standard cost untuk payung Automatic 24" danp^unggolfSO", data tersebut merupakan data bi^a yang kemudian penulis analisis sebingga basil yang pemilis HapatWan bisa menjadi b$dian pemikiran yang menerangkan selunib isi dari analisis yang telab penulis laloikac. Dari sanajuga dapat dilibat pengurangan barga jual yang didq)at melalui pener^an konsep biaya relevan bagi sualu pesanan Idmsus.
Namun perlu Hilffttahiii babwa pesanan-pesanan yang didq)at perusahaan tidak semua merupakan pesanan kfausua sebingga penulis Juga merasa perlu mendierikan beber^a kriteria yang dibenarkan dalam melakukan penerimaan pesanan khusus.
Pada bagian iddiir skripsi penulis memberikan ran^mman dari keseluruhan skripsi ini untuk djgiwmkgn pembaca sebagai ulasan akhir dari basil penelitian yang penulis lalnilfan, di flampingjiiga heherapakeaimpulan serta saran-saran yang penulia baraplmn dapat bergunabaik bagi pembaca maupun perusahaan yang telafa penulis jadikan obyek penelitian.
Demikian semua isi dari skripsi ini penulis ran^cum dalam abstraksi skripsi dengan harapan dapat merangsang niat pembaca untuk melibat isi dari keseluruhan skripsi.
DATTAR ISI
KATAPENGANTAR i
ABTRAKSISKRIPSI iii
DAFTARISI vi
DAFTARLAMPIRAN viii
BAB L PENDAHULUAN. 1
1.1. LatarBelakangPenelitian. 1
1.2. Maksud Dan Tujuan PeaelitiaiL 4
1.3. KegunaanPeoelitian. 5
1.4. KerangJcaPemikiraa 6
1.5. Metodologi Peaelitiao. S
1.6. Lokasi Penelitiaa 9
1.7. SistimatikaPembahasan. 9
BABILTINJAUANPUSTAKA. 13
2.1. Pengertian Mao^emeD Akuntansi 13
2.2. PengertiaDBiaya. 14
2.3. Klasifikasi Bis^ 15
2.4. Uasur-Unsur Dalam Peiiutungao Harga Pokok Produksi 16 2.5. Biaya-biayaYangTerkaitDenganBi^^Relevan. 20
2.6. Peogertiac Bi^ Relevan. 21
2.7. Lao^cah-lan^cah Dalam MeagenaliBiayaRelavan. 23 2.8. KoasepPeDgambilaoKeputusaQPeDetapanHargaDanDataBiaya.. 25 7 9 Pftnggimflgn RisyiRelevan TTntuk Pengamhilan KepiifaiHan 27
BABin. OBYEKDANMCTODEPENEUnAN 30
3.1. ObyekPenelitian. 30
3.1.1. Sejarah SingkatPenisahaaa 30
3.1.2. StniktxirOrganisasiDanUraianTugas 32
3.1.3. RuangLingkupFenisahaaa 38
3.1.4. Peoetapan Peoggunaan Konsep Peojualao Deogan Harga Kbusu842
3.2, Metode Penelitian. 46
BABIV.HASILDANPEMBAHASAN. 49
4.1. Unsur-UnsurBi^Produksi PadaPT. Goldenlnpaa 49 4.2. PeagambilanKeputusanPeaetapan HargaPesananKhususPada
PT. Goldeclnpaa 60
4.3. Konsep Biaya Relevan Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Suatu
Pesanan Kbusus 65
4.4. Analisis Biaya Relevan SertaPengamhiQ^Terbadap Diterima Atau Ditolaknya Suatu Pesanan Khusus
71
BAB V. RANGKUMAN. 84
BAB YL SIMPULAN DAN SARAS. 92
6.1. Simpiilgfi 92
6.2. Saran-Saran 93
LAMPIRAN-LAMPIRAN DAPTARPUSTAKA
Vll
D ATTAR LAMPERAN
Lampiran I : Struldur Organisasi Penisahaan
Lampirann : DafbrPerliitui^ganhaigapokokprodoksi
Vlll
Skr^ri, Amalhii Mic^n Rtltvam
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Fenelitian
Fadamasa sulit seperti sekarang ini di mana perekonomian Indonesia sedang teipuruk dan penisahaan-penisahaan berguguran mengalami kebang^cnitan. T^i di sisi lain kebang^tan penisaliaan pengekspor diharq)kan untuk menutupi kekosongan devisa Pada titik inilah dimana semua penisahaan hanis saling beriomba merebut pasar yang banya sedikit dikarenakan menuninnya daya beli masyarakat, karenatingginyatiit^cat inflasi yangteijadi belakangan ini.
Untuk keluar sebagai salah satu pemenang dalam kompetisi yang teijadi akibat menunim^a paqgsa pasar, seboah penisahaan hanislah menjadi penisahaan yang paling efisien dan paling baik di dalam pelayanam^ kepada pasar.
Efisiensi lebih banyak diten^kan sebagai pengurangan biaya-biaya yang teijadi untuk operasional penisahaan, yang selama ini teijadi t^i tidak efektif menghaailkan kegunaan yaog maksimal. Untuk lebih kuati^a suatu penisahaan dalam bersaing hanislah juga melihat fiktor-fiktor interen yai^ lain, seperti
imanusia.
Pel^anan penisahaan teihadap pasar ( konsumen ) tidak ssya cukiq> peng- istimewaan pelanggan-pelai^gan tertenlu, tq>i juga hams melihat kekuatan- kekuatan lain yang selama ini belum tersentuh oleh perusahaan, Untuk contoh adalah pelanggan-pelanggan mnsiman dan juga pelanggan yang dipegaog oleh
Halaman, 2
tersebut lebth memilih membeli pada penisahaan saioigaii, ad^im yaqg paling
mempeoganifai pilihan pelapggaa terfaadap suatu produk dari penisahaan g'lainh mutu dan haiga yang paliqg bisa diterima atau cendning meqgurangi sisi
PT. Golden men^akan sebuah penisahaan swasta yang beigerak di dalam produksi paying yai^ telah menjual produlo^ baik di dalam negeri maupun ekspor ke luar negeri. Pnusahaan ini telah memulai usahanya sejak lama,
namun pada masa seperti sekarang ini di tnma krisis ekonomi meliinHn Indonesia tidak ^al Iffgi penisahaan mengalami penunman tingkat peiyualan dan di sisi tain
juga mengalami penin^catan pengeluaran untuk biaya-bi^ operasional, Karena banyak dari komponen penunjang produksi maiq;)un bahan baku yang masih hanis
diimpor dari luar negeri. 1^-hal seperti demikian tentu sqa bisa mei^babkan menurunya laba yang didqiadcan penisahaan atau yaqg lebih menyakitkan bisa mei^ebabkan kenigian.Atas pertimbangan dan dilatar belakangi situasi yang teijadi mnlgg penulis bermaksud menganalisis kemun^dnan untuk lebih meningMhan d^ iming serta
kemun^cinan untuk mencari pelaqggan bani guna menambah tin^i penjualan
sehingga bisa mengatasi kenigian yang mung^ teijadi pada PT. Golden Lipan dengan mencoba memberi masukfcan melalui skripsi yaqg penulis beri judul," ANAUSIS BIAYA RELEVAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP DriERIMA ATAU DITOLAKNYA SUATU PESANAN KHUSUS PADA PT.
GOLDEN INPAN DEPOK".
Skripsi, Aialisis Biaya Relevan
Haiamat, 3
Untuk menglwutopi masa-masa sulit yai^ sedang menimpa p^usahaan- penisahaan produksi di Indonesia sekarai^ inl, perlu kiranya dipildikan sistim yang bisa memberi kemun^dnan untuk beigerak lebih fieksibel, baik dalam hal merencanakan anggaran manpun hal-hal yang berfaubungan langsung
konsumen, seperti metode-metode yang dipalnii imhilf menet^kan jual
prodnk manpun dalam menentukan ketdnuusan suatu order, karena
menerapkan suatu konsep yang benar dm fieksibel dalam melayani setiq>
pelanggm akm memuQ^kinkm penisahaan beigerak lebih luas dari sebelumnya Konsep yang bersi&t lebih fieksibel telah baiqrak disiq)km oleh sistim manqemen akuntansi, tenitama dalam men^iadapi suatu keadam yapg sulit TJntuk menerapkm suatu metode yapg fleloiibel dalam menentukm haiga jual terutama untuk suatu pesmm Idnisus, telah tersedia konsep yang baik untuk dipeigunakm yaitu konsep biiQra relevan.
Femakaim konsep bi^ relevm dalam pengambilan keputusm tenitama beikaitm dengm pemilihm altematif dalam hal menerima atau menolak pesanm , pengurangm atau penambahm jenis prodiik/departemen, membuat sendiri atau membeli bahm baku produksi, menyewakm atau menjual &silitas penisahaan, menjual atau menqiroses lebih Imjut hasil fn'oduksi dm penggandm aktiva tetap.
Peners^im konsep bi^ relevm belum pemah dilakukm pada FT. Golden Inpm tenitama pada hal menerima atm menolak suatu pesanm Idnisus. Oleh karena itu penulis membahaa meliputi pedomm yaaog sdianisi^ dijadikm dasar oleh manigemen dalam mengambil keputusm untuk menerima atau menolak pesanm
'sis
S6vaRrf«vtm
V^amoH, 4
Unbik lebih spesifila^ pembahasan skripBi ini agar terbindar dari bias yang meluas ke dalam hai-hal lain yang bericait maka pemilis
1. Bqgaimana pengambiian kepubisan penet^an pesanan Ww«nifi yang
dilakiikan oleh FT. Qolden liq>an.
2. Bagaimana konsep biwarelevan dalam pengambiian keputusan iwitiilf aiiahi
3. Analisis biaya relevan serta pengarofanya teibadap diterima atau ditolaknya
1.2. Maksud Dan Dijuan Penelitian.
Maksud dari dilakukanoya penelitian ini imtuk mencari bahan serta data-data yang akan sangat dibutuhkan untuk pet^elesaian dan kesenq)umaan dari akripsi ini.
Selain maksud tersebut penulis juga bermaksud mencari baban fnamiMfan batu
kenal melalui pelajaran-pel^aran dalam perkuliahan, melalui sebuah kenyataan atau aktual yang banya bisa penulis temukan dalam sebuab sestim penelitian langsung kedalam sebuah peiusahaan yang menjual basil produkiq^ berdasaikan pesanan. Di sanding itu jtiga penulis bermaksud untuk menganalisis serta mend)erikan gambaran tentang kelebiban konsep biaya relevan bila diterq)kan kedalam proses pengambiian keputusan menerima afaii menolak suatu pesanan kfausus dari pelanggan.
Jndisii Bie^R^€9an
Hdamtat, 5
Penelitiaa ini juga dilakiikan dengan Tujuan, agar penisafaaan ynng meqjadi obyek penelitian akan lebih mendapatkan maaukkan melalui konsep bi^ relevaa
di dalam proses pengambilan keputaisao, yapg biasa dilakukan imtaik meaerima order pesanan pelanggan depgan lebih meyakinkan dan benar, yang telah penulls
pelajari baik dari teori-teori yang bisa did^at dari sumber-suniber tulisan ilmiah para pakar maiqpun dari kuiiah-knliah yapg telah penulis dnpnrtfwn selama mengiknti peikuliahan, juga bertujuan agar bisa meiyadi suabi bahan pertimbangan
jrang ditetqikan bagi setiif) pesanan yapg diterima perusahaan, sehingga imhilr wakttt-waktu yang akan Hafamg perusahaan akan 'menjadi perusahaan yapg
memberikan pelayanan j^apg paling meqgh^niat yaug diterima oleh para pelanggan.1.3. Kegunaan Penelitian.
Sedan^can hal yang menjadi kegunaan dari penelitian yang telah penulis lakukan adalah, dari hasil tulisan atau skripsi yapg berisikan analisis dari konsep biaya relevan teihadsp pengambilan keputusan atas sualu pesanan Idiusus, penulis beiharap semogabeigunauntuk:
1. Memberikan bahan peibandingan bani bagi perusahaan lain yang membutuhkan bahan tentang penggunaan konsep bi^ relevan Haigm
2. Menambah bahan bacaan dalam mempeikaya intelektual para pembaca yang membutuhkan bahan tentang konsep bisya relevan.
Skr^si Auiw SCqraRslcTan
Hoinnmt, 6
3. Bahsn atau sumber bsru bogi psmilis lain yaiig akan malakukan peoulisan
tentapg Konsep biaya relevao.
4. Tambahan bahan bacaan bagi rekan-rekan mahasiswa yang membuiiihkan
S. Memenuhi persyaratan dari Universitaa Pakuan dalam menenqiuh kuliafa
mencapai Qelar SaijaiiaS(l).1.4. Kenm^Pemikiran.
_ Pada daaaniya setiap penisahaan memiiiki keiogiiian imtuk mempert^iankan
•>
keiaogsinigan hidupnya Untuk kelangsongan hidup aeperti jugamanuaia, oiganisasi atau biasa diaebut penisahaan membutuhkan proaea aoaialiaaai deagan lingk'mganpyayang dalam hal ini adalah hutmngpn antara produsen dan konsumea Di dalam hnhimg^ yaag hannonia harua teijalin interakai yang aalii^
menguntun^can, aebingga kelangaungannya biaa dipertahankaa Karena adai^
tujuan dari maaing-masing pihak yapg terkadang berlawanan, maka dalam hal ini penisahaan dihaniakan mencari aoliisi yang terbaik untuk tetq> selalu terpilih sebagai mitra terbaik bagi para konsumen. Dalam situasi perekonomian yaug sulit seperti sekarang disamping perencanaan yang maksimal, penisahaan juga dihaniskan mmniliki konsep-konsep penunjang yang dirancang untidc meng^adqpi altematif-alteiiiatif piliban yang serba sulit dan kompleks.
Manqemen sebagai sebuah aistim bentukan yang dirancang untuk mengelola sebuah perusahaan dalam usahanya mencqiai tujuan yang diharapkan, dituntut untuk mengoptimalkan penggunaan segala sumberdayayang dimiliki. Dalam hal ini
Skr^n -Auiisu BugraR^tvtat
7
perusahaan produksi yang memilild sumber<%a yang belum digunakan secara optimal saugat men^iar^kaa uutuk menggunakamtya dalam ranAh memeouhi
target penjualan maupun laba yang diharapkaa
Dalam usahanya uotuk mengejar kekuracgan tingjcai penjualan dari apa yang
Budah ditargedcan mao^emen hanis memilld pasaryang luaa, di aamping kocsumen
yang memang sudah menjadi pelanggan tetqmya, makajuga diharapkan pelanggan-
pelanggan bam balk yang didapat dan pelanggan pesaing maupun pelanggan yang
belum mempunyai pemaaok. Uotuk menarik pelanggan-pelaoggan bam hamalah kiranya dipeibatikan terbadap mutu maupun harga dari haail procfaiksi yang alran dihasilkan. Tenitama dari segj harga, perusahaan hams'menetapkan aesuai dengan tio^cat kemanq)uan dari pasar dan relatif lebih rendah dari haiga komoditi yang dihasilkan pemsahaao pesaing. Uotuk mendapdkan dogjcat haiga yang beraaiog, tenitama bagi pelanggan-pelaoggan yang bam biasaiQ^ diter^kan konsep yang bisa memberikan harga khusua atas pesanan dari pelanggan, salah satu konsep yang siap untuk dupergunakan adalah konsep bir^ra relevaa Bi^a relevan dipergunakan untuk peogambilan keputusan yang menyangjoit pemilihan berbagai altematif tindakan bagi man^emea Pengambilan keputusan nitin pada umumnya tetjadi dan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan operasi penisahaan yang bersi&t teratur dan rutio, sedanj^an peogambilan keputusan khusus pada umumnya bersifat tidak mtin dan tidak teratur. Adakalanya perusahaan memperoleh penjualan dengan harga Idiusus yang lebih rendah dari harga yang sebenamya Di dalam kondisi penisahaan yang masih belum mencapal k^asitas penuh , harga yang ditawaikan masih bisa menutup biaya variabel dan pesanan berasal darifffrffiwitffj 8
pelanggan Iduisus atau flegmen pasar bam yang hendak ditarik oleh pemaaha^
naka pesanan dengan haigaJdiusus dapat dipertimbangkan untuk diterima.
PT. Qoldeo Iiqian sebagai sebuah pemsahaan yang bergerak dalam produksi
payung menuliki sumberd^a yang beium digunakan secara pemih, tenitama Hftlafn sumberdaya yang bempa aldiva mesin, sedangjcan koosep yang diter^kan dalam mencapai target penjualan dengan mengg^nakan bit^a relevan belum aepenufanya beoar atau tepat, karena masih banyalo^a hambatan-hambatan yang dialami
manajemea Menyadari betapa peotingnya pemakaian konsep bi^a relevan untuk mempertimban^can pesanan dengan haiga Idiusus, maka penulis meocoba imtiilr mendiahas masalafa ini dengan mengambil obyek FT. Golden Inpan, karena dalam mengkadapt persaingan dan menurum^ tin^cat d^ beli masyarakat, perusahaan produksi seperti PT. Golden I(q)an tetap dibebani olefa target penjualan dan diharuskan menqteroleh l^a yang sebesar-besamya.1.5. Metodologi Penelitian
Dalam ran^ca berusaha memperoleh data yang akan diperlukan di dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan serangkaian penelitian yang menurut penulis sangat penting untuk dilakukan guna menjamin keilmiahan data maupun teori-teori yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini . Penelitian penulia lakukan melalui duacarapenelitian yaitu :
1. Penelitian Lapangan.
Yaitu dengan mengamati secara langsung praktek penerapan konsep yang digunakan perusahaan dalam menerima pesanan, dengan cara dalang
Auivii Bi^aR^wnoi
Hdaman, 9
langsung ke-perusahaan PT. Golden Inpan, juga dengan wawancara langgimg
kepada pihak-pihak yang kompeten dan benvenang, serta melakukan penelitian-penelitian terbad^ dokumen-dokumen serta kebijakan-kebijakan
yang ada di PT. Golden Ii^an.
2. Fenelitian Kepustakaan.
Fenelitian ini pemilia lakukan den^ mengtimpulkan teori, prinsip, dan
pendapat dan literatur jrang dipandang periu dan relevanpermasalahan yang dibahas yang d^at dijadikan dasar teoritis ""hiV pembahasan praktek yang dilakukan oleh PT. Golden Tnpan
1.6. Lokasi Penelitian.
Untuk mend{q>atkan serta men^onfirmasi data-data yang pemilis perlukan dalam perampungan skripsi ini penulls secara langsung Hatang dan melakukan penelitian pada PT. Golden kipan. Yang berlokasi di J1 Letnan Tole Iskandar No.
82KOT1FDEPOK.
1.7. Siniimatilffl Pftmhatiaaan
Skripsi ini disusun kedalam enam bab dan didahului dengan halaman-halaman Judut Skripsi, Tanda Persetujuan Skripsi, Surat Penyalaan Perusahaan, Surat Pemyataan Pemilia, Kata Pengantar dan Datar lai. Sedangkan ke-enam bab tersebut
disusun menurut sistimatika sebagai berikut:
Ar4>n| Axalita Sie^Rdtrat
Halimcan, 10
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini memberikan gambaran meogenai maaalah yaog gtmn dibahas dalam sknpsi ini , deogan cara menguraikan secara siogjcat dan jelas mengenai latar beiakang penelitian aekaligus peiid)ata8an maaaiah, maksud dan tujuan penelitian, kegunaan
penelitian, kerangjka pemikiran, metodologi penelitian, lokasi penelitian, sertasistimatikapembahasan.BAB n : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan kidipan-kutipan berupa deiinisi-defmisi dari buku serta literatur lain yang memiliki relevansi dengan skripsi yang penulis susun. Adapun definisi-definiai yang penulis kutip adalah yang meliputi, pengertian manajemen akimtansi, pengertian bi^a, klasifikasi bi^a, unsur-unsur dalam perbitungan harga pokokproduksi, pengertian biaya relevan, langkab-lan^cah dalam mengenali biaya relevan, konsep pengambilan keputusan penetapan harga dan data biaya, dan juga penggunaan bi^a relevan unhik pengambilan keputuaaa
BAB m ; OBYEK DAN METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan uraian tentang obyek penelitian, yang menggambaikan tentang sejarah perusahaan, struktur organisasi dan uraian higas, juga berisi tentang metode penelitian yang penulis pergunakan.
BAB IV : HASILDANPEMBAHASAN
Sknpn^ialifitBi^aReltvim
Hdcmuatf 11
Bab ini berisikan basil dan penibahaaan dari data-data dan
analisis yang pemilis lakukan depgan menggunakan konsep dan teori dan bab 0 yapg telah penulis susun dengan bertunit-tunit, unsur-unsur bi^ produksi pada FT. Golden Iqpaii, pengambilan
keputusan penetapan Haiga pesanan Idniaus Pada FT. Golden Inpan, konsep bi^a relevan dalam pengambilan keputusan inifnkiserta
penganihi^ tobadq) diterima afaii ditolala^ suatu pesanan
Bab V : RANGKUMAN
Bab ini berisikan ran^oiman yang bisa penulis ambil dari basil tulisan skripsi ini yang berkisar tentapg analisis yang penulis lakukan mengenai konsep biaya relevan pada FT. Golden bq)an, yang diterqikan dalam bal pengambilan keputusan tentang baiga pesanan kbusus serta diterima atau ditolaki^ pesanan tersebut
BAB VI :SIMFULANDANSARAN-SARAN
Bab ini berisikan tentang ainqiulan dan saran-saran yang bisa penulis tarik dari basil analisis dalam skripsi ini yang teibagi kedalam dua bagian sub-bab yaitu, sinq)ulan yaqg dibagi lagi menjadi dua bagian ialab simpulan umum dan simpulan kbusus dan yang kedua adalab saran-saran yang bisa penulis berikan setelab melibat kenyataan serta basil dari analisis yang telsdi dilakukan seperti yang telab penulis susun dalam skripsi ini, dan men^akan
Auiisu Bieg^Rit«»eat
tUaman, 12
sumbangsih Icepada perusahaan sebagai uogfcapan rasa terima Vaflih penulis kepadaPT. Oolden Inpan.
LAMFIRAN : Berisikaa lembaran-lembaraa yaog menipakan data-data yaog
penulis dapat dari perusahaan yang dijadikan obyek penelitian yaog sekirai^ perlu untuk penulis ianq>iil^ sebagai bukti pendukung seita tambahan data bagi yang memerlukan.DAFTAR PUSTAKA: Berisikan nama-nama buku sertapengarangjugapenerbit dari buku-buku yang penulis gunalfpn sebagai obyek penelitian kepustal^an dan yang juga men^akan sumber dari kutipan-kutipan balk konsep maiq)un tecri yang telah dikutip pada bab II sebagai bahan nijukan skripsi ini.
Atalisti Br^aFiltfiOt
Strvfi AuJvu BtofaRelgrtiK
BABU
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Mansy emen Akimtansi
Sebagai sebuah sistim yaog di^makan di dalam aebuah penisabaao, man^emen akuntansi mempiniyai dua sudut paodang yaitu dapat dipandang sebagai salah sabi dpe akuntaosi dan akuntansi man^emen sebagai salah salu tipe informasi, keduanya saling berlniiungan dan pada akhin^ dihasitkan suatu infomasi yai^
biasai^ digunakan dalam proses pengambilan kepulusan.
Pengertian Man^emen Akuntansi menurut Charles T. Homgren dalam bukunya Introduction to Management Accounting menyatakan babvra: ^
"Management Accounting is the process of identifying, measuring, accumulating, Bnaitying^ preparing, interprating information diat helps manager fiilfill organisational objectives*'.(6:3)
Sedangkan Alomtansi Man^emen menurut Drs. Mulyadi. M.8C., Ak., dalam bukunya Akuntansi Man^emen (Konsep, Man&at dan Rek^^a ) menyatakan bahwa, " Akuntansi Man^emen merupakan suatu sitim pengolahan informasi keuangan yang digunakan unhdc menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai interen organisa8i"(17:l-2), Drs Mulyadi. M.sc., Ak., dalam bukmq^
Akuntansi Bi^ra Untuk Man^emen memberikan pengertian bahwa,
Akuntansi Man^emen adalah proses pencatatan, penggoiongan, perin^casan dan peny^ian transaksi keuangan yang teijadi dalam perusahaan unhik men^iasilkan informasi b^ para Manajer guna perancanaan, koordinasi, dan pengawasan kegiatan perusabaaa
HahDnan 13
iUamim, 14
Dari beberapa pend^at tentapg pepgerdan Akuntansi Manqemen di atga nrmfai dapat diambil kesimpulan baliwa Akuntansi Manajemen edalah auata sistim
pepgolahan data keuapgan melalui proses pencatatan, penggolongan, peripg^casan,
penyqian, sertakomunikasi yapg teijadi di dalam penisahaan untak mep^iasilkan infonnasi bagi para manajer guna melakukan perencanaan, koordinasi, seita pepgawasan kegiatan agar tidak meiqdmpang dari tujuan yapg telah ditetapkan oleh penisahaan.2.2. Pei^ertian Bii^
Untak lebih memudahkan di dalam pembahasan skripsi ini baik kiranyapenulis juga memberikan sekeiumit pengertian tentang bi^ yang akan sering menqiakan
ini.
Pepgertian bi^ menunit Charles T. Horpgren dan Geoige Foster rfalam bukunya Cost Accountipg Managerial Emphasis adalah," Resource sacrificed or forgone to achieve aspesific objective".(7;29)
Sedapglcan pepgertian biaya menunit Adolf Matz, Milton F. Usiy, Lawrence H.
Hammer dalam bukui^ Cost Accounting (plannipg and Control), mei^atakan bahwa: "Cost as a resource sacrificed or forgone to achieve a specific objective."(2:19)
Sedang Drs. Mulyadi. M.sc., Ak., dalam bukunya Akuntansi Bi^ Untuk Manqemen , meiiyatakan bahwa, " Bii^ adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah teijadi atau yapg kemup^nan akan teijadi untuk tajuan terteutif'.(15:12)
Atditii BUfmRdmcn
lUtema^ 15
Dari semua pengeitim tentaog bi^ yang telah pemilis kutip di atas, penulia mei^iiiipulkaii bahwa adalah pangoibaoan snmber d^ra. yang Hhilnw Hftngnn
suatai
tujuan dan menqieroleh man&at 2.3. Klasifikasi BiiQra.
Pemabaman tentang biiQra relevan akan semakin baik jika diikuti dengan pembahasan tentang bi^-bit^ yang akan beikaitan dengan perfaituigan biaya relevan itu sendiri yaitu biaya tetap dan bi^ variabel.
Yang peitona akan dibahas adalah biayarbiiya yang diklasifikaaikan ke dalam biaya tet^. aebelinm^ kita perlu untuk mengetahui dalnilu tentang bi^ tet^ itu
sendiri.
Adolf Matz, Milton F. Uaiy, dan Lanwrence K Hammer dalam bukunya Cost Accouding, Planning and Control memberikan ciri-ciri dari bisya tetap sebngai
berikut;
The characteristics of fixed costs are : (1) Fixed total amount within a relevan output range, (2) decrease in per unit cost as volume increase within a relevan range, (3) Assignable to departments on the basis of arbitrary managerial decisions or cost allocation medtods and, (4) Control responsibility resting widi executive management radier dian operatiitg supervisors.(2:24)
Seperti yang telah disebutkan dalam ciri-ciri di atas bahwa ting^ kekonstanan total bi^a tet^ t^atas dalam jarak k^asitas (range of capacity) yang merupskan daerah kapasitas di mana manajemen melaksandcan kegiatan sehingga jarak tersebut Htnmirmlffln jarak relevan yang dqiat mengakibatkan jumlah total biaya tetap berubah, yaitu rpabila kegiatan yaiig dilaksanakan telah melampaui batas kapasitas maksimum yapg tersedia Contoh-contoh dari bia^ tetap antara
Arvii Afdistt 56^Rri«»eR
HdamoH, 16
lain adalab biaya-bi^a depresiasi, pajak karyawan, pajak kek^raan, amortisasi patent, bi^rapemeliharaan gedimg, bunga dan Iain-lain
Untuk bifl^ variabel Adolp Matz, Milton F. Uary, Lawrence R Hammer memberikan ciri-ciri sebagai berikut:
bi general , variable cost have the following characteristic: (1) Variability of total amount in direct proportion to volume, (2) Rel^vely constant cost per unit as volume changes within a relevan range, (3) Assignable, with reasonable ease and accuracy, range, to operating
departments head(2:24)
Dari karakteristik di atas dapat dian^il kesimpulan bahwa biaya variabel menqiakan bi^ yang bervariasi langsung ( proporsional ) dengan kuantitas produksi. Apabila kuantitas yang diproduksi naik maka biaya ini naik sebesar perubahan kuantitas dikalikan bi^ variabel per satuan dan sebaliknya apabila teijadi penunman. Contoh dari bi^variabel antara lain adalah biaya bahan baku, bi^a i^ah langsung, bi^ bahan pembantu, royalti dan lain-laia
2.4. Unsur^Unsur Dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi.
Untuk meninjau perilaku bi^a pantas kiranya jika Idta juga mengetahui bi^a- bi^a yang akan menjadi unsur-unsur yang digunakan dalam pertutungan bi^
produksi. Selain jugaharus diketahui lebih dahulu apa iUi harga pokok produksi.
Menurut Drs. Mulyadi. M.sc., Ak., dalam butou^ Akuntansi Man^emen (Konsep Man&at dan Rek^^a ), menyatakan bahwa, 'Harga Pokok Produksi adalah nilai produk barang yang diselesaikan dalam satu periode, tennasuk nilai peraediaan dikurangi nilai persediaan akhir barang dalam proses*'. (17:19)
Dari pengertian di atas d^tf kita ketahul bahwa harga pokok produksi adalah nilai prodik barang yang diselesaikan dalam satu periode. Untuk lebih jelas akan
Atotiinj Biafalt^fran
Haiauot, 17
juga dibahas tentaog beber^a metode yang bisa Higimalron memperiutuDgJcan imsufumnir bi^a ke dalam hargapokok produksi.
Meounit Drs. Muljradi. M.sc., Ak., dalam buku Akimtansi Maoajemen (Konsep,
Maofaat, Dan Rek^asa) menyatakaa sebagai berikut:
Metode penetuan haiga pokok produksi adalah cara menoperiiituo^caD unsur- uDsur biaya ke dalam baiga pokok produksi. Dalam peiiiituDgan unsur-unsur bi^a dalam harga pokok produksi terd^at dua pendekatan yaitu:
a) Full Costing
merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang meaqjerhituogkan aemua unsur bi^ produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari bi^a bahan baku, bi^ tenaga keija langsung, dan bi^ overhead pabrik baik yang variabel maupun tet^.
Jadi metode harga pokok produksi memirut jBilI costing adalah:
Bi^a bahan baku jxx
Bi^^ tenaga keija langsung jxx Biaya overhead pabrik variabel sex 6i^ overhead pabrik tetap xxx Harga pokok produksi xxx
b) Variable Costing
Ar9n> AtalUi* Bie^fUlmn
18
Variable coating menq)akan metode penentuan harga pokok produksi yang haiya memperiiitungkan bi^ produksi yang berlaku variabel ke dalam har^ pokok produksi yang terdiri dari bi^ bahan baku, tenaga keija laogsung, dan biaya
overhead pabrik variabel.
Jadi harga pokok produksi menunit metode variable costing adalah:
Bi^a bahan baku xxx
Biayatena^keijalangsung xxx Biaya overiiead pabrik variabel xxx
Harga pokok prodidcsi xxx (17:20)
-Dari teori di atas dapat kitaketabui unsur-unsur dalam periutungan harga pokok produksi adalah biaya bahan baku, bi^ tenaga keija langsung, dan biaya overhead pabrik baik yang variabel matqiun tetap. Unsur-unsur tersebut drqrat
dijelaakan lebihrinci.
Untuk memahami biaya bahan baku laimmg hendaki^ terlebih dahulu mengetahui pen^rtian atau definisinya Meogenai bahan langsung Charles T.
Homgren mendefinisikaimya sebagai berikut: " Direct material costs. The acquisition costs of all materials that are identified as a part of the finished goods and may be traced to the finished goods in an aconomically feasible
manner."(7:35)
Definisi di atas mei^atakan bahwa bahan langsung menqjuiQ^ ciri-ciri yaitu secarafisik d^at ditelusuri dan miiHgh diidentifikasikan pada pesanan pekeijaan tertentu. jadi yang dunaksud bi^a bahan langsung menq)akan biaya-bia^ yang dikeluaikan untuk memperoleh bahan baku sesuai dengan ciri-ciri bahan baku di
AalUii Bi^aRtltren
1 ^
Heiamat, 19
atas, sehinggfl bahan baioi tersebut si^ dipakai dalam pepgeijaan mmtii pesanan
pekeijaan.
Unhik menigetafaui pepgertian biaya iqiah lapgsupg hendaki^ terlebih dainilu
memahami peqgertian teoaga keija yang ikiit Hnlnm proses produkai secaralangsopg. Charles T. Horpgren dalam definisinya mengenai tenaga kerja langsuqg
mengatakan sebagai berikut: " Direct labor costs. Hie wqges of all labor diat can be identified in an economically feasible manner with the production of finished goods."(7:35)Dari definisi di atas dqiat disinqiulkan bahwa tenaga keija langsung adalah tem^keijayang dqiat langsupg diidentifikasi kepada setiqi produk.
Biiya produksi tidak langsung atau yang biasa disebut overhead pabrik adalah
langsuag lainnya Biasai^ bi^ produksi tidak langsung terbatas pada bi^
bagian {u'oduksi dan di bagian penunjang produksi dari suatu perusahaan.
Charles T. Homgren, mengenai pengertian biaya produksi tidak langsung mei^atakan sebagai berikut:" Indirect costs is all manufacturing costs that cannot be identified spesifically with or traced to die cost object in an economically feasible way".(7:35))
Charles T. Homgren juga membagi biaya oveibead pabrik kedalam dua bagian yaitu:
a Variable Factoiy Overhead. Exanqile are power, siqiplies, and most indirect
labor.
Skr^ti, Aieiitu BiegnR^sfem.
20
b. Fixed Factory Overhead. Exan^Ie are rent, insuraDce, property taxes,
depreci^on, and supevisory salaries.
2.5. Yang Berkait Dengan BiayaRelevan
Di samping jeois-jenis bi^a di atas juga perlu diketafaui tentang bi^-bi^a yaog
atau justru dieliminir yaitu biaya diferensial, biaya terbenam (sunk costs), bi{^
keaempataD (opportunity costs).
Mengenai bi^ra diferensial petmlis akan meogulas secara sio^cat tentang konsep biaya ini. Biaya diferensial menqiakan sebagian dari konsep infoimasi akuntansi diferensial yang terdiri dari bi^ra, asset atau aktiva dan pendapatan diferensial, oleh karena itu terlebih dahulu harus diketahui pengertian dari informasi akuntansi
diferensial tersebuL
Secara jelas Drs. Mulyadi, Msc., Ak., memberikan pengertian tentang infomasi akuntansi diferensial yaitu,
Merupakan informasi akuntansi yang dibubungkau dengan pemilil^ altematif merupakan taksiran perbedaan aktiva, pend^atan, biaya dalam altematif tindakan tertentu dibandinj^an dengan altematif tindakan lain dan mempunyai dua unsur pokok yaitu, merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda diantara altematifyang dihadapi oleh pengambil keputusaa(17:114)
Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa bi^a diferensial mempakan biaya masa yaog akan datang yang berbeda antara altematif tindakan yang akan dihadapi oleh para pengambil keputusan. Pada waktu menganalisis suatu keputusan tentang pemllihan berbagai altem^ tertentu, yapg terpeiUing adalah sebab diterensialnya dari setiap altematif tersebut teihadap keunlungan perusahaaa Sering biaya diferensial ini juga disamakan dengan bi^a relevan karena si&li^ yang
Aaiists Buf^Htlrren
aamum. 21
memang relatif saoia, sehiogga. sering disebutkan secara bersamaan, seperti yaag dikalakan oleh Ray H. Garissoo dalam bukunya Manajerial accounting, tftntnng bagaimanameogeoali biayarelevan, dalam sebagian kalimalnya ia mengatakan," Untuk
mengenali bi^ayangmenipakanbi^diferenaial dan oleh kareoanyajugamerupakan
bi^a relevan, maka pendelatan manner terhadap analisa bi^m hams meliputi
laDg^ah-langkah.d8L.../'(20:19).Demikianjugabi^adiferensial ini Bamadengan bi^a biaya variabel, namun jika
suatu peaanan farnhnhan alau peaanan khuaus menyebabkan total produksi sampai melampaui jarak relevan, maka baik biaya variabel maupun jumlah bi^a tetapt^ akan bertand^ah aehingga bi^ diferensial terdiri dari bi^ variabel dan sebagian tertentu dari bi^a tetap.2.5. Peogertian Relevan
Suksesnya g"atii penisahaan di dalam persaingan bukan hanyw ditentukan dari besar kecilnya perusahaan ataupun mutu serta kualitaa komoditi yang dihaaiikan tapi maaih adafaktor lain yang mecunjang menuju kesuksesan tersebut, man^emen merupakan faktor yang man tidak man harus diakui sebagai yang utama dalam menunjang keberbasilan serta kemsyuan auahi peniaahaaa Manajemen yang baik adalab man^'emen yang mampu menerapkan koosep-k<Hi8ep yang tepat pada berbagai keadaan yang dihadspi oleh perusahaan, baik konsep yang menunjang operasional maupun tiingsional, juga untuk bubungan ke dalam (interen) maupun ke luar (eksteren).
Salah satu konsep yang pentiog untuk diterapkan dalam suatu perusahaan adalah konsep yang bertujuan untuk mengendalikan barga jual melalui pendekatan bisya
Anpn; Atdtits nii^n«lsran
Hcddpur^ 22
retevan, dimana bi^ reUvan akan menjadi saogat penting, Icarena unfi^k meoerapkan koosep biaya relevan, penis^iaaQ difaaniskan menyaring udonnasi yang ada dan menilainya mana yang relevan dan mma yang tidak relevan sehingga
boleh disiaihkan.
Uobik lebih jelasi^ pendekatan biaya relevan, maka penulis akan mencoba menguraikan beberq)a definisi j^mg telah dltulis oleh para ahli akuntansi tentaig biaya relevan, yang penulia rang^oim dari buku-buku sumber jrang antara lain sebagai berikut:
Charles T. Homgren mendeiinisikan biaya relevan sebagai berikut: " Relevant costs (relevant revenues) are those expected fiiture coats (expected
revenues) that will differ among course of action." (7 : 368 )
Seperti hah^a Charles T. Homgren, John O. Helmkanq) mende&iisikan bi^a relevan sebagai berikut; " Relevant costs is expected fiiture costs that will differ between alternatives. "(13:289)
Sedangkan Mulyadi, Drs., M.sc., Ak., dalam bukunya mendeiinisikan bi^
relevan sebagai berikut:
" Bi^a masa yang akan datang yang diperkirakan akan berbeda atau terpeogaruh oleh suatu pengambilan keputusan pemiliban di antara berbagai mgcam alteiuatif Oleh karena itu , biaya tersebut adalah relevan dengan analisayang dilakukan dalam pengambilan keptdusan tersebut" (17 :13 )
Dari deiinisi-definisi diatas dapat penutis simpulkan bahwa bi^a relevan adalah bi^^-bi^a yang harus memenuhi beberapa kriteria yaitu;
1. Biaya-bi^ayang dipeikirakan akanterjadi di masa yang akan datang.
Skripn Aioltm BufaB^tran
23
2. Bi^ratrbi^a tersebut hanis berbeda di antara berbagai alteniatif pemilihan
2.6.
Untuk d^at mepgenali bi^a retevan Idta memerlukan beberapa lan^cdi yaog
faanis dilakukan.
Menunit Ray H. Garrison, bi^ yang menq>akan biaya relevan adalah sebagai
berikut:
Untuk mengonali bi^a yang men^iakan biiya dififerensial dan oleh karenai^a juga menqpakan bi^ relevan, mrica pendekatan manner terliadap analisa biaya
1. Men£jhinq)iin selunih biaya yapg beikaitan dengan masiqg-masing altematifyang dipertimbangkan.
2. Mengeliminirbi^yaDgmen^akanbisyatefbenam.
3. Mengeliminir biaya yang tidak berbeda antara altematif
4. mengambil keputusan berdasarkan pada data bi^ lain yang tersisa Bi^a ini akan menjadi birya yang dapat dihindari, oleh sebab itu bi^a ini relevan bagi keputusan yang akan diambil. (20; 19)
Langkah-lan^cah tersebut dq>at dijelaskan lebih rinci yaitu sebagai berikut:
- Menghiiivun bi^a-biaya yapg beikaitan dengan masiug-masing altematif yang dipertimbangkan.
Dalam lan^cah ini menunjukan bahwa pepgambil keputusan hams terlebih dahulu men^iinipun seluruh biiya yai% beikaitan dengan masing-masing altematif yaig
iteluu AcTsRdaran
Holams 24
- Mengeliminir biaya yang menq)akan tert>eoam.
BiayaterbenammempakaQbt^ayaog sudah teijadi dao tidak bisa dirubah karena
tioggal membebankamiya, maka bi^ terbeoam harus dieliminir dari sehmih bi^
yang telah dihin^ua
- Meogeliminir bia^ yang tidak berbeda antara altematif
Bilamana dalam masing-masing altematif yang hams dipertimban^can terdapat jenis bi^yang sama, makajumlah biaya tersebut harus dieliminir dari selunih
bi^ayang telah dihimpun.
- Mengambil keputusan berdasarkan kepada dtia bi^a Iain yang tersisa
Sisa dari seiurtdi bi^ yang berkaitan setelah dikurangi biaya terbenam dan bi^
altematif yang tidak berbeda men^akan biaya reievan, oleh sebab itu bi^ ini reievao bagi keputusan yang akan diambil.
Kadaog Idta akan memikirkan meog£q)akitameo@;ucakan konsep bi^a reievan, jadi dari situ kita hams mengetahui bahwa pemisahan biaya-bi^a yang reievan disebabkan karena jarang sekali informasi yang mencukiq)i untuk mempersiapkan laporan mgi taba terinci. Oleh karena data yang teraedia biasai^a hanya terbatas, maka pembuat keputusan harus mengetalmi bagaimana mengakui mana bi^a yang tidak reievan dan mana yang reievan. Di samping juga pemakaian bis^ yang tidak reievan bersama-sama dengan yang reievan akan mengaburkan keadaan dan menjauhkan peihatian pembuat keputusan dari persoalan yang keadaannya sungguh- sungguh kritis. Lagi pula akan ada bah^a kalau bt^a yang tidak reievan
digunakan tidak semestii^a
Anjwi; AtJisis S^aRdooR
Hstowm, 25
Aoaiisis bi^a relevan, digabung^ dengan pendekatan kontribusi terhadq) laporaa nigi iaba, memberikao suatu alat yang aii:q)uh unbik peogambilaD keputuaan dalam sitoasi Idiusua, yaitu situasi yang tidak ratin atau situasi luar biasa.
Salah satu y^ maaih perlu untuk diterangkan di sini adalah mengftnaj bi^a terbenam (sunk cost), bi^a ini biasai^ hams dieliminir ketika kita membutuhkan banya bi^a-bi^a yang relevan s^a Bi^a terbenam hanya dtbebankan unluk kebutuhan peneotuan laba akuntansi dan unbik memenuhi prinsip akuntansi yang berlaku, biaya ini bukan men^akan bi^a relevan karena tidak dapat dipulihkao dan pada saatuQ^a tetap hams dibebankan walupun peaanan tdnisua ditolak atau diterima, contohnya adalah kelebifaan nilai buku aktiva terhadq) nilai sisanya
2.7. Konsep PengambilanKeputusanPenetapanHai^ Dan Data Biaya
Pengambilan keputuaan baik jan^ca panjang mai^un jangjm pendek secara sederhana dapat dideilnisikan sebagai proses pemiliban di antara berbagai altematif tindakaa Pada penisahaan pemeroan yang para pemegang saham atau pemilik tidak ikut serta, man^emen diserahi tmggtmg jawab untuk mengaxnbit keputusan yang peiking dalam operasional penisahaan yang pada aldiimya akan menghaaillfan jaba ataii rugi bagi penisahaan.
Pengambilan keputusan dapat digolongkan kedalam dua yaitu pengambilan keputuaan rutin dan pengambilan keputusan tidak rutin. Pengambilan keputusan nitin biasanya berkait dengan kegiatan operas! perusahaan yang rutin pula sedang pengambilan keputusan tidak rutin unaimn)^ bersifat tidak teratur atau hanya dilakukan dalam situasi Idiusus, miaslnya dalam meo^adqii pelanggan yang
Sh-i/ni Aialisis Bi^nMtfan
Halamat, 26
aepantasiya diterima dan diberikan harga khusua baik karena persaingan maupun
kareoa target labaperiode.
Pengambilan keputusan maoajerial merupakan suatzi proses pemecahan setiqj masalah yang pelik, di dalaim^a teikandung seperan^cat tahapaa-tah^an tertentu,
di samping man^emenjuga membuhihkan data yang dapat diukur.
Drs. R.A. SupriyoQo, S.U., AkL, dalam bukunya "Akuataosi Bi^a ; Pereocanaan Dan Pengendalian Bi^a Serta Pembuatan Keputusan." menyatakan
bahwa:
Lan^cah-lan^cah dalam analisapengambilan keputusan meliputi:
1. Penenbian masalid)
2. Identifikasi altematifyang munj^ diambil 3. Menentukan data bt^a dan peo^tasilan relevan 4. Mengevaluasi data
5. Mempertimban^can data>d^ lain yang tidak dapat diukur secara kuantitatif 6. Pembuatan keputusan (18:401)
Di dalam pengambilan keputusan penetapan harga, man^emen dipengaruhi antara lain oleh hal-hal seperti pelanggan, pesaing, dan bi^a.
Dalam mempertimbanj^can adanyapenganih dari pelanggan, harus selalu dilihat dari sudut pandang pelanggan, manner harus mengantisipasi kemungkinan- kemunglcinan yang bakal timbul seperti:
- Pelanggan membeli dari pesaing
- Pelanggan memilih membeli barang substitusi yang memenuhi spesifikasi mutu yang diinginkan dengan carapemb^aran yang mudah dilakukan
i9ar^n.%aluu SiETaRdsfdn
KaJauw 27
- Pelaoggan menolak barang yang dijuat
Dalam menipertiniban^an adai^a. penganih dari pesaiog, oaanajer hania memperbatikan ada tidaknya reaksi dari pesakg yang akan meiq)enganihi keputusan peoetapan harga. Analisis bi^ra pesaing saogatlah membaDtu dBlttm
membuat keputusan penetapan harga.
Dalam mempertimban^can peogaruh biaya yang ditetapkan, manner hams
memperfaalikan apakah harga maksimum yang ditetapkan tidak akan membuat peianggan iari. Kadang-kadang perusahaan memberikan barang dengan harga yang merugi untuk menq)eroleh hubungan jangka panjang yang menguntungjkan denganpeianggan.
Biasanya perusahaan-peniaahaan menilai ketiga &ktor tersebut secara berbeda.
Perusahaan yang beigerak di pasar yang bersaipg, di manw barang sudah sulit mencari bedai^ harus menerima harga seperti yang ditentukan oieh pasar. Dalam hal inilah data bt^a membantu untuk memutuskan tingkat keluarm yang paling menguntungjcan.
2.8. Penggunaan Bi^Relevan Untuk Pengambilan Keputusan.
Seperti teori^teori di atas <^pat dilihat bagaimana peran biaya relevan sangat baik untuk digunakan dalam pengambilan kepuhisan nmtyerial, tenitama dalam menentukan harga yang pantaa untuk menerima suatu pesanan khusua.
Keputusan yang diambil oleh manqemen terdiri dari dua macam keputusan yaitu keputusan yang nitin dan keputusan yang diambil untuk masalah-masalah
khusus.
Halamat, 28
PeogambilaQ kepubisan nitin pada urnitmnyQ teijadi dan bericaitan Humgon pelaksanaan kegiataa operasi rutin penisaliaan yapg bersi&t teratur, sedan^can
pengambilan keputusan Idnunis pada mnunoQra bersifitf tidak teratur waktuteijadiiQ^ dibanding^ deqgan keputusan periodik. Misali^ pengambilan untuk
keputusan penetapan haigapenjualan pesanan Idnisus.proses
jaa^ea panjang. Tidak demikian jika digunakan konsep bi^ relevan yang benar dalam penetapan baiga untuk pesanan kbusus, karena dalam kondisi tertentu pesanan penjualan dengan faaigaldiusus dapat meningjkatkan keuntungan penisahaan
secara keselunihan. Karena hal demikian juga terkadang penisahaan menqieroTeh
peiyualan kfausus do^gan haigayang lebih rendah dari hatgayaog sebenamya Yang perlu diketahui adalafa dalam situasi seperti apa penisahaan bisa menet^kan haigamenggunakan konsep biaya relevan tersebut, karena tidak dalam setiap situasi yang ada pada penisahaan, konsep ini bisa difflmakan. Pada kondisi- kondisi tertentu penerapan metode haiga khusus sangat dibutuhkan karena manajer hanis beigerak lebih fleksibel, Kondisi-kondisi yang memung^dnkan digunakamQ^
penetsqpan harga Iduiais seperti yang ditulis oleh H. Garrison dalam bukunya, Manqerial accounting yang sudah dialih bahasakan oleh Drs. Bambang Pumomosidhi, Akt, dan Drs. Erwan Dukat, Akt, yaitu:
1. Ketika ada loqpasitas menganggur.
2. Ketikaberoprasi di bawah kondisi yang sulit
3. Ketika dihadapkan pada persaingan yang tqam atas pesanan tertentu dibawah situasi penawaran yang ber8aing.(20: 214)
Aialitis SbgNtRS<*an
Halanm, 29
Dari uraian dlatas dapat dijelaskan bahwa. apabila kondisi penisahaan tidak dalara fiill capacity, harga bisa menutupi dan atau meleblfai biaya variabel serta berada pada posisi yang sulit karena biaa kehilangan pelanggan bani yang bisa memberikan keuntimgan jangka panjang, serta pada saat teijadi persaingan tajam dalam keadaan sulit seperti teijadi penunman d^beli dan laim^ mnlra pesanan
dengan harga khusus dapat dipertimbangkan untuk diterima
Perlu juga diketahui tidak aennia dari biaya variabel yang biaa dikenakan adalah bi^ yaig relevan sebagai contoh adalah koraisi penjualan ia merupakan bi^a variabel tapi ddak akan dikenakan dalam penjualan dengan harga Ifhngtm
seperti yang akan dibahas dalam mnkalnh ini.
Untuk pesanan-pesanan khusus biasaiQrabi^tet^ tidak ikut dipertimban^can, karena biaya ini tidak berbeda antara altematif^ walaupun pesanan Idiusus ditolak atau diterima bi^a tetsp almn selalu dibebankan. Kecuali biaya tetap tersebut meogalami kenaikan karena produksi yang sudah melebihi kapasitas aehinggti membutuhkan kenaikan biaya tetap seperti untuk jasa supervisi, peralatan,
asuransi, p^ak kek^aan dan sebagaii^ maka biaya-biaya tersebut biasa dianggap rele^n.
i^uluts Siiv'aRtJcran
ArqMVMuu Bi^aRtitfen
BABm
OBYEK DAN METODE PENELITUN 3.1. Obyck Peaditian.
Bab ini merupakan peleo^cap di dalam skripsi, nnmnTi keberadaan bab tni juga
sangat memmjaog keilmiafaan, serta mervpakan bab yang menultskan berbagai bal
yaog ada di dalam obyek penelitiaQ yang saogat berbubungan dengan tema yang dibafaas dalam skripsi ini. Walaupun secara tidak lan^ung bab ini merupakan
penunjang keberhasilan penulisan skripsi ini. Dalam tinjauan umimi ioi, membahas mengenai segala sesuatu yang berkaitan langsto^ dengan pelaksanaan praktek
keija Hal itu dimaksudkan agar semua yang dibahas dalam skripsi ini sel^u
dalam bal yang mempuDyai rele^^i atau hiihimgan dengan praktek perusabaan sehari-bari. Unbik itu akan dibahas mengenai sejarah singkat berdirinya FT.
Golden Inpan, Stniktur Organisasinya, Ruang Lingkup kegiatannya.
3.1.1. Sejarah Sin^cat Perusabaan.
FT. Golden bipan adalafa perusabaan Yang bergerak dalam bidang produksi p^mng yang berlokasi di Kotif Depok. Perusabaan ini berdiri sejak tflhim 1978 dengan landasan bukmnnya adalab akte notaris Willy Silitonga, SH., No.5 tanggal 3 april 1978 dimana peralatan serta mesin- mesin mulai berproduksi pada tahun 1979.
Sebagian tenaga ahli yang mengelola perusabaan ini masib didatangkan dari luar negri. Sedan^can karyawan laim^a umumnya bertempat Hnggal di sekitar pabrik yang terletak di Jalan LetJen Tole Iskandar, Kotif Depok. Tenaga keija yang diserap oleb perusabaan ini cuki^ banyak, yaitu
30
Heiaman, 31
seldta* 459 oraog. Dengaii demildan berarti penisahaan menjalankan kebijakkan padat kaiya ( labour intensif ), maka secara »wmnn df^at
dikatakan bahwa penisahaan ini telah membantu pemerintah Hwltwn mengatasi peogangguran yang cendemmg memp^cat akfair-akfair ini.Pabrik FT. Qolden Lipan bertenqiat di Depok yapg terletak di atas faimh seluas 27.000 meter persegi. Lokasi tersebut terbagi atnn 15.000 meter persegi sebagai tenpiat kegialan jn-oduksi payung dan 12.000 meter persegi
Pada awal berdirii^ penisahaan baayak mengalami kesulitan dalam
■
penyediaan bahan baku. Tapi dewasa ini bahan bakn sudah dapat diperoleh penisahaan dengan mudah. Dari peqgalaman yang diperoleh penisahaan, penisahaan tenis benisaha menqierbaiki semua hambatan yapg pemah
dialami.
Masyarakat di sekitar penisahaan tersebut menyambut gembira atas berdirinya penisahaan ini, karena tidak mengganggu lingkungan ma^arakat sekitar, di samping juga penisahaan telah membantu meninglkaflcan taraf hidipi masyarakat sekitar dengan menqirioritaskan penggunaan tenaga keija pada lingkungan daerah di mana penisahaan tersebut berproduksi. Pada saat dimma penisahaan memiliki pesanan yang membutuhkan tenaga ekstra, penisahaan biasa menggunakan tenaga para ibu-ibu rumah tangga maupun
tersebut d^at di keijakan dinnnah masing-masing dengan pengawasan yang teliti dari parapenanggnngjawab Iqiangan. Pemerintah pun mengakui peran
Avdiiia Bie^Mmxn
Heitmum, 32
serta perusahaan dalam menio^caiican pendqiatan maqrarakat kecil memberikan peog^aiigaaii ben^a Upakarti.
Perusahaan ini diduikan depgan latar belakang pemikiran mftmpiwihi
kebutuhan maayarakat akan payuqg, di sanq)ing jiiga latar belakang lain
seperti:
1. Dari segi iklim, di Indonesia yang mempunyai <hia ilflim yaitu panas dan faujan sehinggapadakeduanmsim ini psQmng tetap dibutuUcan.
2. Dari segi aosial, membantu pemerintah dalam menyediakan lapangan
pekeijaaa3. Dari segi pemasaran, pennintaan akan payupg semakin meninglBrf karena pertambahan penduduk dan mening^tatnya peradaban menuju masyarakat yangmoderen.
4. Dari segi bahan baku, bahan baku yapg diperlukan sud^ tersedia di dalam negeri
3.1.2. Stniktur Oiganis^i Dan Uraian Tugas.
Suatu tujuan tidak mun^dn terc^ai dengan baik apabila tidak disertai
dengan pepgarahan dari segala potensi yapg dimilild secara terorganisir
melalui Imnbagayapg baik.
Pada hakekatnya suatu oiganisasi adalah suatu kelonq)ok tngmiaia yang bekeija sama untuk mencapai tujuan yapg sudah ditentukan. Di dBlam organisasi beberapa orang terikat secara formal di dalam suatu ikatan hirarld depgan bentuk hubupgan berdasarkan jawab, iwihilf menc^ai tujuan yang sudah ditentukan dan direncanakan secara efisien dan
Skrpsi BugfaMnan
HedoKon, 33
efelcti£ Di dalam menc^ai tujuan, perusahaan perlu ni«>fnp<»T4ntti1«wi peraoan organisaai dalam kaitannya daogan imwiBjmfnan^ Ifnrana fimgnt oi^ganisasi mengatair berb^gai aktifitas dan tugaa aerta pepgelolaaniQra untnk
mencapai tujuan yapg telah ditentukan dan juga mengjcoordinasikan senuiasumber tenaga keija yang ada depgan aebaik mun^kin serta menciptakan
suatu keija sama yang baik.Selanjuinya yapg dimaksud dengan mepgoi^ganiair adalah iwrfiik mempemuidah pimpinan mengarahkan Han mengawaai kegiatan bawahan
jelas bpgi pinq>inan, siapa yang akan melaksanakan tugaa seauai dengan
bidapgaya maning-magipgJadi d^at dibqrap^can jika taiq)a organisaai dan pepgendalian yang
balk, akan bagaimana aulitnya melakukan uaaha gtma pencspaian hijnati
perusahaan.
Untuk itulah diperlukan suatu stniktur oiganiaasi yapg menipakan gna<n kerangka keija serta bubungan keija antara para personal yang mamang
ditenq)atkanpadapo8iai dalam struktural organisaai.FT. Golden Ihpan di dalam organisaainya memilih bentuk organisaai garis dan stafi| yang berarti bahwa setis^ bawrdian memiliki satu nrang ataaan dan harualah menerima perintah dari ataaam^ serta atasannya hatQmdapat memberikan perintah langaung kepada bawaham^ Berikut ini akan dijelaskan mengenai tugaa, wewenang dan tanggimg jawab maaipg-
HtJamai, 34
masiog bt^an yang terd^at dalam atnitdur organisasi FT. Qolden Tnpan^
1. Dewan Komisaris
Wewenang dan tanggungjawabiya adalah:
a Mengawasi Direkbir Utama
b. Memberikan persetujuan atas hartatet^ y^S akan dijual Direktur.
2. Direktur Utama
b. Bertaoggm^ jawab atas selunih aktifitas perusahaaa
c. Mengan^kat dan membeibentikan pegawai sesuai ketentuan ymg nda d. Direktur Utama membawahi langsung beberq>a Manner, Penasihat
Hukum dan SekretariaL
e. Menelaah serta memberikan persetujuan atau penolakan atas pesanan Idnisus yang telah diperfaitungkan oleh manajer penjualan
3. Sekretariat
Wewenang dan tanggung jawabi^ adalah:
a. Membantu atau mendampiogi Dewan Komisaris dan Direktur Utama dalam menjalankan tugas.
b.Menerima dan mengirim serta meagurus administrasi yang berfaubungan dengan surat menyurat
4. Penasihat Hukum
Wewenang dan tanggung jawabnya adalah:
Shrpti AttJisit Bu^Rdtran
Haiamat, 35
a Memberi saran teriiadap keputusan dan kebijakkan yaog telah ataiq)un
beium dibuat oleh Direktiir Utama.
b. Mencari jalan keluar teiiiadq) masalah-masalah yang berfaubtmgan denganfaukunL
5. Manajer Pembelian
Wewenang dan tanggnqg jawabiQra adalah:
a Mengadakan pembelian bahan baku dan membantu berdasarkan
instruksi Direktur Utama
b. Memperbitimg^ Bataa miniimim persediaan bahan baku.
c. Manner Pembelian membawahi langsung:
- Bagjan pembelian lokal.
Bertugas untuk melaloikan pembelian bahan yang di dapat dari dalam negri (lokal), aerta menjaga hubungan baik dengan para sigiplier
• Bagian pembelian import
Bertugas untuk melakukan pembelian bahan import yang harus didspat dari luar negri karena belum bisa didapat dari dalam negri, serta menjuga hubungan baik dengan para supplier dari luar karena keteibatasan yang ada dalam mencari studi banding tentang
persaingan haigabahaa 6. MamyerPenjualan
Wewenang dan tauggung jawabnya adalah:
ScrqMv Auim Sic^Hdtfan
Halaman 36
a. Bertaiiggmg jawab atas segala seauabi yang berinibungan rfftngim peojualan barang haail produksi (teimaauk pesanan kfausiia).
b. Memberikan laporan kepada Dtrekbir Utama tentang jumlah barapg
yangtelahdijual.c. Meminta peraetujuan ataa keputuaan penerimaan peaanan Idnisus yaog didapat dan audah diperfaitunglmn, kepada Direktur Utama
c. Manner Penjualan membawahi laogaung:
- Bagian Saleaman
Meo^oordinir prajualan melalui para aaleaman yang aHn dan melakukan pencatatan untuk men^eiiiitun^can inaentif aerta komiai.
Meogkoordinir penjualan melalui peaanan langsung maupun dari saleaman, melakukan sonn^caian promosi melalui pameran- pameran yapg dilakukan ditenqiat-tempat yang terpilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Mel^orkan kepada Manajer Penjualan, aerta mendate pesanan untuk pesanan-peaanan Idiuaua
bilaada
7. Manajer Keuangan
Wewenang dan tanggung jawabi^a adalah:
a Mengawaai pepggunaan aktivaperusahaan, kfauausnyakaa.
b. Bertmiggung jawab atas segala aesuatu yang berinibuitgan depgan
administrasi atau pencatatan transaksi keuangaa
Auiiris Bii^R^tvan
HdoHon 37
c. Bertanggung jawab kepadaDirekhirUtama
d. Membantu Manajer Penjualan dalam memperhifm^g^ data-data biaya serta membantu meoyediakan infonnasi untuk Direktur Utama Hnlnm
e. Manner Keuangan mend>awahi langsung - Bagiankasir
- Intenial audit
8. MaufyerProduksi/Pabrik
Wewenang dan tanggimgjawabiya adalah:
a Bertaaggupg jawab atas segala sesuatu yang beibubungan dengan
b. Bertanggung jawab terhadap target produksi yang telah ditetapkan beraama, mengkoordinir produksi tambahan bila ada produksi
c. Maruyer Produksi membawahi langsung
- Bagian platina - Bagian gudang - Bagian perakitan - Bagian kaini^lon - Bagian jahitmesin
AuJuii Sb9raRtt«MR
HbIoro^ 38
9. Mamy er Umum Dan Adminiatrasi
Wewenang dan taitggung jawabnya adalah:
& Mengawasi seti^ karyawan seperti absensi dan lain-laia b. Bertapggung jawab kepada Direktur Utama
c. Manner Umum Dan Adminiatrasi ini membawahi langsung;
- Bagian Personalia
Wewenai^ dan tanggung jawaboya adalah:
a Mengang^ dan membeihoitikan pegawai sesuai ketentuan yang
ada
b. Bertanggung jawab ataa segala seaualu yang bedmbungan dengan pembinaan dan peninglcatan atimber daya manusia yang betiinbungan Hfti^gpn bagian nmging-maaing
c. Bertanggung jawab teihadap masing-masing manner yang
Bagian Umum
3.1.3. Ruang Lingkup Peraasahaan
Peniaahaan-pemaahaan yang melakukan proses produksi biasa juga disebut perusahaan manu&cture. Seperti peniaahaan manu&cture lainnya FT. Qolden Inpan merupakan perusahaan yapg profit oriented atau bertujuan mencari laba/keuntungan. Dalam proses operasionali^ perusahaan ini meletakkan konsep-konsep yang fleksibel tergantupg kepada situasi yang teijadi, salah satunya pada proses perencanaan dan pengendalian
jfcolisu BiofaBdmcan
KsiiBiia^ 39
penisahaan ini meoggunakan apggaran yang fleksibel. Di mana taiget-taiget ditetapkan aetiap periode yai% dibagi meimnit periode bulanan, kwartalan
dan tahunan.
Di sampipg keunhmgan (profit) penisahaan juga tidak melqiakan misi sosial yang diemban seb^gai danqiak dari kehidiqian sosial peruaahaan dalam masyarakat Selain ikut mei^ejahterakan tin^omgan sekitar dan aksi- aksi sosial yang dilakukan, penisahaan juga telah membantu dalam hal ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui program-program magang yaog diberikan kepadamurid-murid sekolah lanjutan baik umum maupun kejuruan di dalam lingfamgan keija peruaahaan, demikian pula program magang bagi mahasiswa yang sedang meoyelesaikan tugas aldiir. Demikian mulia
kiranya s^ mewaldli para murid yaag telah diberikan &silitas unhik mengikuti program-program tersebut meiigucapakan baoyak terima kasih.
To-lepas dari misi sosial yaiig diberikan penisahaan, pada operasional penjualan hasil produksi penisahaan tidak menetqikan haiga jual yang terlalu tiaggi sehingga bisa dijang^cau oleh semua kalangan, mengingat kebutuhan akan barang yang dihasilkan FT. Golden Irpan menjadi demikian penting bagi masyarakat yang hidup dalam iklim tropis dan memiliki dua miiaim yaitu panas dan hujan.
Seperti dikemukakan pada awal bab ini, bahwa FT. Golden hqian beigerak dalam bidang pembuatan payuqg Froduk yang dihasilkan oleh FT.
Golden Inpan bermacam-macam jenis dan ukuranoya.
Shipsi Auiitu BiefaRimm