SKRIPSI
PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE), EARNING PER SHARE (EPS), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), P RICE EARNING RATIO
(PER), DAN PERTUMBUHAN LABA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ45
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
OLEH
DIAH INTAN RIANI RITONGA 150522006
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2017
Universitas Sumatera Utara
i PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), dan Pertumbuhan Laba Terhadap Return Saham Pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan/ atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/ atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah.
Apabila dikemudian hari ditemukan adanya kecurangan dan plagiat dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Medan, 1 November 2017 Yang membuat pernyataan,
DIAH INTAN RIANI RITONGA NIM : 150522006
Universitas Sumatera Utara
ii ABSTRAK
PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE), EARNING PER SHARE (EPS), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), PRICE EARNING RATIO
(PER), DAN PERTUMBUHAN LABA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ45
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh return on equity, earning per share, debt to equity ratio, price earning ratio, dan pertumbuhan laba terhadap return saham baik secara parsial dan simultan pada perusahaan LQ45 yang terdaftar di BEI periode 2012-2015. Data diperoleh dari hasil publikasi Bursa Efek Indonesia mengenai laporan keuangan dan tahunan, laporan auditor independen, serta jurnal, buku referensi, internet dan literatur ilmiah yang berhubungan dengan penelitian.
Jenis penelitian ini adalah penelitian sebab akibat (kausal) dan jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen ROE, EPS, DER, PER dan pertumbuhan laba berpengaruh signifikan terhadap return saham. Secara parsial, PER dan pertumbuhan laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham sedangkan variabel ROE, EPS dan DER tidak berpengaruh terhadap return saham.
Kata Kunci : Return Saham, Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), Pertumbuhan Laba
Universitas Sumatera Utara
iii ABSTRACT
THE INFLUENCE OF RETURN ON EQUITY (ROE), EARNING PER SHARE (EPS), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), PRICEEARNING
RATIO (PER), AND PROFIT GROWTH TO STOCK RETURN ON LQ45 COMPANY LISTED IN THE INDONESIA
STOCK EXCHANGE (BEI)
The main purpose of this study is to establish empirical evidence about effect of return on equity, earning per share, debt to equity ratio, price earning ratio, and profit growth on stock return of listed LQ 45 companies in Indonesia Stock Exchange period 2012-2015. Data obtained from the publication of the Indonesia Stock Exchange on the financial statement and annual report of the independent auditors, as well as journals, reference books, internet and scientific literature related to the research.
The kind of this study are cause and effect method and kind of data used are quantitative data. The analytical method used was a descriptive statistical analysis and multiple linear regression.
The result of this study show that simultaneously independent variables ROE, EPS, DER, PER and profit growth have a significant correlation on stock return. Partially, there is positive and significant correlation amongstock return and PER. There is no correlation among stock return and ROE, EPS and DER.
Keywords: Stock Return, Return on Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), Profit Growth
Universitas Sumatera Utara
iv KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Pengaruh Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Price earning ratio (PER), dan Pertumbuhan Laba Terhadap Return Saham Pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)”. Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Sarjana (S1) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan dukungan serta doa dari berbagai pihak. Sehingga dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak, CPA, dan Bapak Drs. Syahrul Rambe, MM, Ak selaku Ketua dan Sekretaris
Departemen/ Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Sri Mulyani, MBA, Ak, CA selaku Dosen Pembimbing saya yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan, motivasi, masukan dan perbaikan yang sangat bermanfaat dalam proses penyelesaian skripsi.
4. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, Mec. Ac, Ak, CA selaku Dosen Penguji serta Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak selaku Dosen Pembanding yang telah
Universitas Sumatera Utara
v memberikan saran, dan kritikan yang membangun dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan baik.
5. Teristimewa untuk ayahanda tercinta (alm) Syafruddin Ritonga dan ibunda tercinta Nur Asyiah Nasution terimakasih atas semua kasih sayang, doa, semangat, serta dukungan baik moril dan materil. Terimakasih kepada abangda Mhd Ridwan Ritonga serta adik saya Adelina Ritonga, Mhd Sofyan Ritonga dan Mhd Naufal Munawir Ritonga yang telah banyak memberikan dukungan, nasihat dan doa kepada Penulis.
6. Terimakasih untuk Sahabat Saya Rahmi, Nur Aisyah, Sartika, Lingga, Tima, kak rina serta Teman seperjuangan saya Yuni, Yanti, Anggi, Yudi, dan teman-teman S1 Ekstensi stambuk 2015 yang tidak bisa disebutkan satu per satu dan semua pihak yang telah banyak membantu serta memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan penulis, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini kedepannya. Akhir kata Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Medan, 1 November 2017 Penulis
DIAH INTAN RIANI RITONGA NIM : 150522006
Universitas Sumatera Utara
vi
DAFTAR ISI
Halaman
PERNYATAAN ... i
ABSTRAK ... ii
ABSTRACT ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Manfaat Penelitian ... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10
2.1 Tinjauan Teoritis ... 10
2.1.1 Pasar Modal ... .... 10
2.1.2 Return Saham ... 11
2.1.3 Return On Equity (ROE) ... 14
2.1.4 Earning Per Share (EPS) ... 15
2.1.5 Debt to Equity Ratio (DER) ... 16
2.1.6 Price Earning Ratio (PER) ... 17
2.1.7 Pertumbuhan Laba ... 19
2.2 Tinjauan Peneliti Terdahulu ... 20
2.3 Kerangka Konseptual ... 28
2.3.1 Hubungan Return On Equity (ROE) terhadap Return Saham ... 28
2.3.2 Hubungan Earning per Share (EPS) terhadap Return Saham ... 29
2.3.3 Hubungan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham ... 29
2.3.4 Hubungan Price Earning Ratio (PER) terhadap Return Saham ... 30
2.3.5 Hubungan Pertumbuhan Laba terhadap Return Saham ... 31
2.3.6 Hubungan Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER) dan Pertumbuhan Laba terhadap Return Saham ... 31
2.4 Hipotesis Penelitian ... 32
Universitas Sumatera Utara
vii
BAB III METODE PENELITIAN ... 33
3.1 Jenis Penelitian ... 33
3.2 Jenis dan Sumber Data ... 33
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 34
3.3.1 Populasi ... 34
3.3.2 Sampel Penelitian ... 34
3.4 Metode Pengumpulan Data ... 34
3.5 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional Variabel ... 35
3.5.1 Variabel Dependen ... 35
3.5.2 Variabel Independen ... 36
3.5.2.1 Return On Equity (ROE) ... 36
3.5.2.1 Earning Per Share (EPS) ... 36
3.5.2.3 Debt to Equity Ratio (DER) ... 36
3.5.2.4 Price Earning Ratio (PER) ... 37
3.5.2.5 Pertumbuhan Laba ... 37
3.6 Metode Analisis Data ... 38
3.6.1 Statistik Deskriptif ... 39
3.6.2 Uji Asumsi Klasik ... 39
3.6.2.1 Uji Normalitas Data ... 39
3.6.2.2 Uji Multikolinearitas... 40
3.6.2.3 Uji Heterokedastisitas ... 41
3.6.2.4 Uji Autokorelasi ... 42
3.6.2 Pengujian Hipotesis... 43
3.6.2.1 Analisis Regresi Linear Berganda ... 43
3.6.2.2 Uji Parsial (Uji t) ... 44
3.6.2.3 Uji Simultan (Uji F) ... 45
3.6.2.4 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 46
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47
4.1 Deskripsi Objek Penelitian ... 47
4.2 Hasil Penelitian ... 47
4.2.1 Statistik Deskriptif ... 47
4.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 49
4.2.2.1 Uji Normalitas ... 49
4.2.2.2 Uji Multikolinearitas ... 52
4.2.2.3 Uji Heterokedastisitas ... 53
4.2.2.4 Uji Autokorelasi ... 55
4.2.3 Hasil Uji Hipotesis ... 56
4.2.3.1 Analisis Regresi Linear Berganda... 56
4.2.3.2 Uji Parsial (Uji t) ... 58
4.2.3.3 Uji Simultan (Uji F) ... 59
4.2.3.4 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 60
4.3 Pembahasan ... 61
4.3.1 Pengaruh Retrun On Equity (ROE) terhadap Return Saham ... 62
Universitas Sumatera Utara
viii 4.3.2 Pengaruh Earning per Share (EPS) terhadap
Return Saham ... 63
4.3.3 Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham ... 64
4.3.4 Pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap Return Saham ... 65
4.3.5 Pengaruh Pertumbuhan Laba terhadap Return Saham ... 66
4.3.6 Pengaruh Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER) dan Pertumbuhan Laba terhadap Return Saham... 67
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 68
5.1 Kesimpulan ... 68
5.2 Keterbatasan Penelitian ... 68
5.3 Saran ... 69
DAFTAR PUSTAKA ... 71
LAMPIRAN ... 74
Universitas Sumatera Utara
ix DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
2.1 Penelitian Terdahulu ... 25
3.1 Defenisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel ... 37
3.2 Pengambilan Keputusan Durbin Watson ... 43
4.1 Statistik Deskriptif ... 48
4.2 Uji Normalitas ... 50
4.3 Uji Multikoleniaritas ... 53
4.4 Uji Autokorelasi ... 55
4.5 Analisis Regresi Linear Berganda... 56
4.6 Pengujian Parsial (Uji t) ... 58
4.7 Uji F ... 60
4.8 Koefisien Determinasi ... 61
Universitas Sumatera Utara
x DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Judul Halaman
2.1 Kerangka Konseptual ... 28
4.1 Grafik Histogram ... 51
4.2 Grafik Normal P-P Plot ... 52
4.3 Grafik Heteroskedastisitas ... 54
Universitas Sumatera Utara
xi DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Judul Halaman
1. Daftar Populasi dan Sampel Penelitian ... 74 2. Daftar Variabel Dependen dan Independen ... 76 3. Hasil Pengolahan SPSS ... 82
Universitas Sumatera Utara
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan sumber dana jangka panjang diantara berbagai alternatif lainnya bagi perusahaan. Pasar modal juga mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan nasional sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi bagi masyarakat karena pasar modal memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal mempertemukan dua kepentingan yaitu yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana. Dengan adanya pasar modal maka pihak yang memiliki kelebihan dana dapat menginvestasikan dana tersebut dengan harapan memperoleh imbalan (return) berupa dividen, sedangkan pihak yang memerlukan dana dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan bagi pemilik dana.
Investasi merupakan salah satu sarana penting dalam meningkatkan kemampuan untuk mengumpulkan dan menjaga kekayaan. Investasi dapat diartikan sebagai komitmen untuk menanamkan sejumlah dana pada saat ini dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Salah satu pilihan berinvestasi dapat dilakukan melalui pasar modal. Tandelilin (2001:13) menjelaskan bahwa pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak yang
Universitas Sumatera Utara
2 memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana untuk memperjualbelikan sekuritas yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti saham. Ekspektasi investor dalam berinvestasi saham selain menjadi pemilik suatu perusahaan dengan proposional kepemilikan tertentu, saham yang ditanamkan tersebut diharapkan mampu memberikan tingkat pengembalian atau return tertentu. Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Apabila investor berinvestasi dalam saham, maka tingkat keuntungan yang diperolehnya diistilahkan dengan return saham.
Return saham merupakan salah satu faktor penting guna memberikan daya tarik bagi investor untuk menanamkan dananya di pasar modal. Semakin tinggi return saham suatu perusahaan, maka akan semakin memikat investor untuk menanamkan modalnya. Selain itu return saham juga dipakai untuk mengukur kinerja dari suatu perusahaan dan sangat penting untuk diketahui investor guna memperoleh kepastian tentang investasi yang akan dilakukannya. Return saham suatu investasi bersumber dari yield atau dividen dan capital gain (loss). Yield merupakan persentase penerimaan kas periodik terhadap harga investasi periode tertentu dari suatu investasi (Jogiyanto, 2003:110). Capital gain (loss) adalah selisih untung (rugi) dari harga investasi sekarang relatif dengan harga periode yang lalu (Jogiyanto, 2003:110).
Dilihat dari perkembangannya, jumlah perusahaan yang menjual sahamnya di pasar modal semakin meningkat. Dalam kaitannya dengan investasi saham, investor memilih saham perusahaan yang layak untuk dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang umum digunakan adalah yang aktif diperdagangkan
Universitas Sumatera Utara
3 dan fundamentalnya bagus. Investor yang rasional akan mempertimbangkan dua hal yaitu pendapatan yang diharapkan (expected return) dan risiko (risk) yang terkandung dalam alternatif investasi yang dilakukan. Setiap investor yang akan berinvestasi, terlebih dulu melakukan penilaian terhadap kinerja dan kondisi keuangan perusahaan di pasar modal untuk menentukan saham perusahaan yang mana yang akan dipilih sebagai tempat penanaman modalnya. Informasi yang sangat penting yang berhubungan dengan kondisi perusahaan ini pada umumnya terdapat di dalam laporan keuangan perusahaan. Dari laporan keuangan tersebut diperoleh informasi tentang kinerja keuangan suatu perusahaan dan dapat digunakan sebagai dasar penilaian untuk memilih saham-saham perusahaan yang mampu memberikan tingkat pengembalian (return) yang tinggi. Bagi investor, informasi dari laporan keuangan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam pengambilan keputusan, apakah mereka akan membeli, menahan, atau menjual surat berharga yang dimilikinya.
Return Saham indeks LQ45 mengalami pergerakan fluktuasi dari tahun 2012-2015. Return saham tertinggi adalah pada tahun 2014 yaitu sebesar 0,192 dan return saham terendah pada tahun 2013 yaitu sebesar -0,068. Penurunan return saham pada tahun 2013 disebabkan karena isu tapering atau pengurangan stimulus moneter Amerika Serikat membuat dana asing keluar dari bursa saham.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bungan acuan / BI Rate dan rupiah mengalami tekanan juga ke indeks saham sehingga harga saham merosot.
Pergerakan return tersebut menggambarkan kondisi pasar, yaitu ketika pasar
Universitas Sumatera Utara
4 sedang baik dan investor optimis berinvestasi di pasar modal akan menguntungkan, sehingga akan meningkatkan harga saham dan return saham.
Untuk memprediksi return saham banyak faktor yang dapat digunakan sebagai parameter, dan investor harus melakukan analisis yang mendalam untuk memprediksi return saham tersebut karena return saham selalu berfluktuasi dari tahun ke tahun tergantung keadaan dan kondisi perekonomian yang terjadi. Salah satu caranya adalah dengan melakukan analisis fundamental yang berbasis rasio keuangan.
Analisis fundamental adalah analisis untuk menghitung nilai intrinsik saham dengan menggunakan data keuangan perusahaan (Jogiyanto, 2003 : 89).
Analisis rasio keuangan merupakan analisis yang paling populer untuk mengidentifikasi kondisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaan (Syahyunan, 2004 : 81). Rasio-rasio keuangan dapat digunakan untuk menjelaskan kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan serta mempunyai kekuatan untuk memprediksi harga atau return saham di pasar modal. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah return on equity, earning per share, debt to equity ratio, price earning ratio dan pertumbuhan laba. Penelitian tentang hubungan atau pengaruh rasio keuangan terhadap return saham sudah pernah dilakukan sebelumnya. Dari banyak penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaaan tentang variabel-variabel yang dipilih dan menghasilkan kesimpulan yang beragam.
Penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pengaruh ROE, EPS, DER, PER dan pertumbuhan laba terhadap return saham menunjukkan hasil yang
Universitas Sumatera Utara
5 memiliki pengaruh signifikan. Hasil penelitian Ginting (2013) menyimpulkan bahwa ROE berpengaruh signifikan terhadap return saham. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Putra (2011) menyimpulkan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Sari (2013) menyimpulkan bahwa DER berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Marisa (2010) menyimpulkan bahwa PER berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Marundha (2014) menyimpulkan bahwa pertumbuhan laba berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Hasil penelitian variabel ROE, EPS, DER, PER dan pertumbuhan laba terhadap return saham tidak selamanya menunjukkan hasil yang berpengaruh signifikan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prananda (2010), Sari (2013) dan Putra (2011) terbukti bahwa ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil penelitian Tambun (2013), Marisa (2010) dan Sari (2013) terbukti bahwa EPS tidak berpengaruh terhadap return saham. Hasil penelitian Ginting (2013), Tambun (2013), dan Marisa (2010) terbukti bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil penelitian Sari (2013), Prananda (2010) dan Tambun (2013) terbukti bahwa PER tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil penelitian Putra (2011) terbukti bahwa pertumbuhan laba tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Dari uraian tersebut tampak bahwa terdapat hasil penelitian yang tidak konsisten antara beberapa peneliti, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan
Universitas Sumatera Utara
6 penelitian lebih lanjut tentang pengaruh ROE, EPS, DER, PER dan Pertumbuhan Laba terhadap return saham.
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil objek penelitian yaitu perusahaan kategori LQ45 yang terdaftar di BEI periode 2012-2015. Alasan peneliti memilih perusahaan kategori LQ45 karena Perusahaan yang masuk dalam indeks LQ45 tergolong perusahaan yang besar, dimana setiap tahun sebagian besar perusahaan yang masuk dalam kategori LQ45 membagikan dividen dari keuntungan perusahaan. Pertimbangan lainnya adalah saham-saham emiten yang masuk dalam indeks LQ45 merupakan saham yang aktif dan tergolong saham favorit investor, dimana saham tersebut termasuk dalam fundamental perusahaan yang baik, banyak diperdagangkan, trend harganya cenderung naik serta memiliki prospek pertumbuhan dan kondisi keuangan yang cukup baik.
Indeks LQ45 adalah nilai kapitalisasi pasar dari 45 saham yang paling likuid dan memiliki nilai kapitalisasi yang besar, hal itu merupakan indikator likuidasi. Indeks LQ45, menggunakan 45 saham yang terpilih berdasarkan likuiditas perdagangan saham dan diseseuaikan setiap enam bulan yang diadakan setiap awal bulan februari dan agustus. Apabila ada saham yang sudah tidak masuk kriteria maka akan diganti dengan saham lain yang memenuhi kriteria.
Kriteria suatu emiten untuk dapat masuk dalam perhitungan indeks LQ45 adalah mempertimbangkan faktor-faktor berikut :
a. Telah tercatat di BEI minimal 3 bulan
b. Aktivitas transkasi di pasar reguler yaitu nilai, volume dan frekuensi transaksi.
c. Jumlah hari perdagangan di pasar reguler
Universitas Sumatera Utara
7 d. Kapitalisasi pasar pada periode waktu tertentu
e. Selain mempertimbangkan kriteria likuiditas dan kapitalisasi pasar tersebut, akan dilihat juga keadaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan tersebut.
Tujuan Indeks LQ45 adalah sebagai pelengkap IHSG dan khususnya untuk menyediakan sarana yang obyektif dan terpercaya bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan pemerhati pasar modal lainnya dalam memonitor pergerakan harga dari saham-saham yang aktif diperdagangkan.
Penelitian ini merupakan replikasi dan kelanjutan dari penelitian yang dilakukan oleh Tambun (2013) dengan judul Pengaruh Earning per Share, Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Volume Perdagangan Saham terhadap Return Saham pada Perusahaan Kategori LQ45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian terdahulu menggunakan periode penelitian tahun 2009-2011, sedangkan penelitian ini menggunkan periode penelitian 2012-2015, sehingga penelitian ini diharapkan menjadi lebih terbaru.
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Return On Equity, Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Price Earning Ratio, dan Pertumbuhan Laba Terhadap Return Saham pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)”.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Universitas Sumatera Utara
8 1. Apakah return on equity (ROE) berpengaruh terhadap return saham?
2. Apakah earning per share (EPS) berpengaruh terhadap return saham?
3. Apakah debt to equity ratio (DER) berpengaruh terhadap return saham?
4. Apakah price earning ratio (PER) berpengaruh terhadap return saham?
5. Apakah pertumbuhan laba berpengaruh terhadap return saham?
6. Apakah return on equity (ROE), earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), price earning ratio (PER) dan pertumbuhan laba secara simultan berpengaruh terhadap return saham?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh return on equity (ROE) terhadap return saham.
2. Untuk mengetahui pengaruh earning per share (EPS) terhadap return saham.
3. Untuk mengetahui pengaruh debt to equity ratio (DER) terhadap return saham.
4. Untuk mengetahui pengaruh price earning ratio (PER) terhadap return saham.
5. Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan laba terhadap return saham.
6. Untuk mengetahui pengaruh return on equity (ROE), earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), price earning ratio (PER) dan pertumbuhan laba secara simultan terhadap return saham.
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
Universitas Sumatera Utara
9 1. Bagi Peneliti
Penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan seta pola pikir peneliti dalam menganalisis tentang return saham dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2. Bagi Emiten
Penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan atau gambaran mengenai return saham. Faktor-faktor yang diteliti tersebut diharapkan dapat membantu manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan.
3. Bagi Investor
Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan pertimbangan investor dalam pengambilan keputusan di pasar modal. Diharapkan faktor–faktor yang telah diteliti peneliti dapat memberikan gambaran kepada investor dalam menganalisis berapa besar return saham yang dapat diperoleh jika dihubungkan dengan faktor – faktor yang telah diteliti diatas.
4. Bagi Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan informasi bagi berbagai pihak yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut.
Universitas Sumatera Utara
10
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Pasar Modal
Pasar modal merupakan pertemuan antara pihak yang memiliki atau menyediakan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas yang mempunyai umur manfaat lebih dari satu tahun (Tendelilin, 2001:13). Pasar modal adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri (Darmadji, 2011:1). Berdasarkan pengertian tersebut, peran utama dari pasar modal adalah sebagai sarana penghubung antara perusahaan emiten dengan para investor sehingga kedua belah pihak secara bersama dapat menikmati keuntungan.
Dengan adanya pasar modal, diharapkan aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan- perusahaan sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan skala yang lebih besar.
Terjadinya peningkatan ekonomi, maka akan menciptakan dan mengembangkan lapangan-lapangan kerja yang luas dan dengan sendirinya dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga akan dapat berpengaruh dalam usaha untuk mengurangi pengangguran. Pasar modal mempunyai peranan penting dalam suatu negara sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi bagi masyarakat.
Universitas Sumatera Utara
11 2.1.2. Return Saham
Tujuan investor dalam berinvestasi adalah untuk meningkatkan nilai kekayaan dengan cara memaksimalkan return tanpa melupakan faktor resiko yang dihadapinya. Sehingga investor harus memiliki informasi sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap investasinya. Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan signal bagi investor dalam pengambilan keputusan (Jogiyanto, 2003:392). Pengumuman informasi akuntansi memberikan sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa mendatang (good news) sehingga investor tertarik untuk berinvestasi.
Menurut Samsul (2006:45), saham adalah tanda bukti memiliki perusahaan dimana pemiliknya disebut sebagai pemilik saham (shareholder atau shakeholder). Saham dibagi atas dua jenis yaitu :
1. Saham biasa (common stock) adalah jenis saham yang akan menerima laba setelah laba bagian saham preferen dibayarkan.
2. Saham preferen (preferred stock) adalah jenis saham yang memiliki hak terlebih dahulu untuk menerima laba dan memiliki hak laba kumulatif.
Dengan memiliki saham suatu perusahaan, maka investor akan mempunyai hak terhadap pendapatan dan kekayaan perusahaan setelah dikurangi dengan pembayaran semua kewajiban perusahaan. Selain itu, saham adalah tanda penyertaan modal pada suatu perusahaan perseroan terbatas dengan manfaat yang dapat diperoleh berupa dividen, capital gain dan manfaat nonfinansial (Situmorang, 2008 : 45).
Universitas Sumatera Utara
12 Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang diharapkan akan terjadi di masa mendatang (Jogiyanto, 2003 : 109).
Return realisasi (realized return) merupakan return yang telah terjadi.
Return realisasi dihitung berdasarkan data historis dengan pengukuran return total (total return). Return total sering disebut dengan return saja atau return saham (Jogiyanto, 2003:110). Return realisasi penting karena dapat dipakai sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return histori ini juga bisa digunakan sebagai dasar penentuan return ekspektasi (expected return) dan risiko di masa datang.
Return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor di masa yang akan datang. Hal ini berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return ekspektasi bersifat belum terjadi. Return ekspektasi dapat diperoleh jika return realisasi telah diketahui (Jogiyanto, 2003:126).
Return saham merupakan salah satu dasar yang digunakan oleh para investor dalam mengambil keputusan investasi karena return saham merupakan tujuan utama seseorang berinvestasi dalam bentuk saham. Dengan adanya return maka diharapkan seseorang akan termotivasi untuk berinvestasi pada suatu perusahaan. Return juga merupakan imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada investor atas investasi yang dilakukannya.
Pemegang saham dalam investasinya dapat memperoleh return yang ditawarkan suatu saham dalam bentuk capital gain dan dividen. Capital gain merupakan selisih harga saham sekarang relatif lebih tinggi dari harga saham
Universitas Sumatera Utara
13 periode yang lalu (Jogiyanto, 2003:110). Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagikan kepada pemegang saham, tetapi terdapat bagian yang ditanam kembali. Biasanya dividen yang diterima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut. Return saham yang tinggi mengidentifikasikan bahwa saham tersebut aktif diperdagangkan.
Return yang digunakan dalam penelitian ini adalah return realisasi (realized return) yang merupakan capital gain/capital loss yaitu selisih antara harga saham periode saat ini (Pt) dengan harga saham pada periode sebelumnya (Pt-1). Secara matematis actual return dapat diformulasikan sebagi berikut (Jogiyanto, 2003:111) :
Dimana :
= Harga Saham pada periode t
= HargaSaham pada periode t-1
Return saham dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi return saham yaitu return on equity (ROE), earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), price earning ratio (PER) dan pertumbuhan laba.
Universitas Sumatera Utara
14 2.1.3. Return On Equity (ROE)
Hasil pengembalian ekuitas atau return on equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri (Kasmir, 2008:204). Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya. Return on Equity merupakan salah satu rasio profitabilitas yang mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan seluruh modal yang dimilikinya. Return on Equity (ROE) merupakan salah satu alat utama investasi yang paling sering digunakan dalam menilai sebuah perusahaan (Bringham dan Houston, 2006).
Dalam perhitungannya, secara umum Return on equity dihasilkan dari pembagian laba dengan ekuitas selama satu tahun terakhir. Return on equity yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi pula bagi pemegang saham. Semakin mampu perusahaan memberikan keuntungan bagi pemegang saham, maka saham tersebut diinginkan untuk dibeli.
Dengan demikian, maka return on equity akan mempengaruhi perubahan harga saham. Semakin tinggi resiko, maka return yang diharapkan juga akan semakin tinggi (Weston dan Bringham, 2005).
Semakin tinggi return on equity, maka semakin besar return saham yang akan diperoleh pemegang saham karena semakin besar ROE yang dihasilkan suatu perusahaan menunjukkan semakin efektif perusahaan tersebut dalam mengelola modalnya. Pengelolaan modal yang efektif akan menghasilkan keuntungan yang besar dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal
Universitas Sumatera Utara
15 sendiri atau pemegang saham. ROE memiliki pengaruh terhadap return saham, dimana saham perusahaan yang memiliki ROE tinggi cenderung menunjukkan return yang positif. Untuk mendapatkan nilai ROE digunakan rumus sebagai berikut (Fakhruddin dan Hadianto, 2001:65) :
Peningkatan ROE akan membuat pasar bereaksi positif bila pasar cenderung menginterpretasikan bahwa peningkatan ROE dianggap sebagai sinyal tentang prospek cerah perusahaan di masa mendatang, demikian juga sebaliknya pasar akan bereaksi negatif jika terjadi penurunan ROE, yang dianggap sinyal yang kurang bagus tentang prospek perusahaan di masa mendatang.
2.1.4. Earning Per Share (EPS)
Rasio laba per lembar saham atau disebut juga rasio nilai buku merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham (Kasmir, 2008:207). Rasio yang rendah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan pemegang saham, sebaliknya dengan rasio yang tinggi, kesejahteraan pemegang saham meningkat.
Rasio earning per share digunakan untuk menunjukkan berapa besar keuntungan yang diperoleh investor atau pemegang saham dalam setiap lembar saham (Darmadji, 2011:139). Semakin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham.
Besarnya earning per share suatu perusahaan dapat diketahui dari
Universitas Sumatera Utara
16 informasi laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan. Meskipun beberapa perusahaan tidak mencantumkan rasio EPS di dalam laporan keuangannya, tetapi besarnya EPS dapat kita hitung berdasarkan informasi laporan neraca dan laporan laba rugi perusahaan. Untuk mendapatkan nilai EPS digunakan rumus sebagai berikut (Darmadji, 2011:139) :
Dampak yang signifikan yang didapat dari perhitungan EPS terhadap harga saham akan sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan oleh investor. Kenaikan pada EPS menunjukkan kinerja dari laba perusahaan sangat baik, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan penghasilan dari pemegang saham (investor). Perusahaan yang memiliki EPS yang tinggi dapat meningkatkan harga saham perusahaan tersebut sehingga dapat meningkatkan return saham bagi para pemegang saham dan akan menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.
2.1.5. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas (Kasmir, 2008:157). Debt to equity ratio merupakan rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan modal sendiri perusahaan untuk dijadikan jaminan semua hutang perusahaan. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini
Universitas Sumatera Utara
17 berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang.
Debt to equity ratio dapat memberikan gambaran mengenai struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan sehingga dapat dilihat tingkat risiko tak terbayarkan suatu hutang. Debt to equity ratio juga menunjukkan tingkat utang perusahaan, perusahaan dengan hutang yang besar mempunyai biaya hutang yang besar pula. Hal tersebut menjadi beban bagi perusahaan yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan investor. Para investor cenderung menghindari saham-saham yang memiliki DER yang tinggi. Rasio ini juga memberikan petunjuk umum tentang kelayakan dan risiko keuangan perusahaan.Untuk mendapatkan nilai debt to equity ratio digunakan rumus sebagai berikut (Syahyunan, 2004:84) :
Semakin tinggi DER menunjukkan semakin besar total utang (baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang) semakin besar dibandingkan dengan total modal sendiri, sehingga berdampak semakin besar beban yang akan ditanggung perusahaan terhadap pihak luar atau kreditor (Djarwanto, 2004:34).
Hal ini menunjukkan semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar sehingga menurunkan minat investor untuk berinvestasi dalam perusahaan tersebut. Menurunnya minat investor akan berdampak pada penurunan harga saham perusahaan, sehingga return saham semakin menurun.
2.1.6. Price Earning Ratio(PER)
Price Earning Ratio (PER) atau disebut juga earning multiplier
Universitas Sumatera Utara
18 merupakan metode penilaian yang relatif umum sering digunakan di negara maju dan negara berkembang. Price earning ratio merupakan suatu perbandingan antara harga pasar suatu saham (market price) dengan earning per share (EPS) dari saham yang bersangkutan. Price earning ratio ditetapkan investor di pasar pada saat mereka menawarkan harga saham naik atau turun berkaitan dengan earning-nya. PER menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (Darmadji, 2011:140).
Menurut Tandelilin (2001), informasi PER mengindikasikan besarnya rupiah yang harus dibayarkan investor untuk memperoleh satu rupiah earning perusahaan. Dengan kata lain, PER menunjukkan besarnya harga setiap satu rupiah earning perusahaan. Jika semakin tinggi nilai PER berarti bahwa investor bersedia membayar lebih atas setiap rupiah laba bersih dan harga saham ini lebih tinggi dari saham yang memiliki PER yang rendah. PER berkaitan dengan harga saham yang merupakan return saham, sehingga dapat mencerminkan pendapatan bersih perusahaan saaat ini. Jika harga saham naik, maka PER juga akan naik tanpa perubahan laba bersih. Untuk mendapatkan nilai price earning ratio digunakan rumus sebagai berikut (Husnan dan Pudjiastuti, 2012:78) :
Kegunaan dari PER ini adalah untuk melihat bagaimana pasar menghargai kinerja saham suatu perusahaan yang dicerminkan oleh EPS (Ang, 1997:13).
Dalam penggunaan PER biasanya para praktisi akan menentukan apakah ia lebih optimistik atau pesimistik dibandingkan dengan pasar secara keseluruhan. Jika ia
Universitas Sumatera Utara
19 lebih optimistik terhadap prospek pertumbuhan perusahaan, maka ia akan membeli saham dan jika sebaliknya maka ia akan menjual sahamnya
2.1.7. Pertumbuhan Laba
Laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang direalisasi yang timbul dari satu periode dengan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut. Sedangkan pengertian laba menurut Chari dan Ghozali (2003 :213) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi peranan modal.
Menurut Harahap (2005 : 263) laba merupakan angka yang penting dalam laporan keuangan karena berbagai alasan antara lain: laba merupakan dasar dalam perhitungan pajak, pedoman dalam menetukan kebijakan investasi dan pengambilan keputusan, dasar dalam peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya di masa yang akan datang, dasar dalam perhitungan dan penilaian efisiensi dalam menjalankan perusahaan, serta sebagai dasar dalam penilaian prestasi atau kinerja perusahaan.
Pertumbuhan laba merupakan kenaikan laba atau penurunan laba pertahun.
Indikator perubahan laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba sebelum pajak, tidak termasuk item extra ordinary dan discontinued operation.
Penggunaan laba sebelum pajak sebagai indikator perubahan laba dimaksudkan untuk menghindari pengaruh penggunaan tarif pajak yang berbeda antar periode yang dianalisis. Alasan mengeluarkan item extra ordinary dan discontinued
Universitas Sumatera Utara
20 operation dari laba sebelum pajak adalah untuk menghilangkan elemen yang mungkin meningkatkan perubahan laba yang mungkin tidak akan timbul dalam periode yang lainnya. Untuk mendapatkan nilai pertumbuhan laba digunakan rumus sebagai berikut:
Dimana :
Yt = Laba tahun periode sekarang Yt-1 = Laba periode sebelumnya
Pertumbuhan laba perusahaan yang tinggi di masa mendatang merupakan keinginan yang ingin dicapai investor dalam berinvestasi, karena dengan menanamkan saham pada perusahaan dengan tingkat pertumbuhan laba yang tinggi akan memperoleh keuntungan saham yang tinggi juga. Ketertarikan investor untuk membeli saham perusahaan akan dapat meningkatkan harga saham perusahaan dan berujung pada meningkatnya return saham perusahaan.
2.2. Tinjauan Peneliti Terdahulu
Tambun (2013) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Volume Perdagangan Saham terhadap Return Saham pada Perusahaan Kategori LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Variabel dependen penelitian ini adalah return saham dan variabel dependen penelitian ini adalah EPS, PER, DER, dan volume perdagangan. Periode penelitian ini dari tahun 2009-2011. Populasi penelitian ini terdiri dari 45 saham perusahaan dan 32 sampel yang memenuhi kriteria. Secara
Universitas Sumatera Utara
21 simultan, variabel Earning per share, price earning ratio, debt to equity ratio, dan volume perdagangan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Secara parsial, variabel earning per share, price earning ratio dan debt to equity ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, sedangkan variabel volume perdagangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
Putra (2011) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Kinerja Keuangan : Return On Asset, Return On Equity, Pertumbuhan Laba dan Earning Per Share terhadap Return Saham pada Perusahaan Industri barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Variabel dependen penelitian ini adalah return saham dan variabel independen penelitian ini adalah ROA, ROE, pertumbuhan laba, dan EPS. Periode penelitian ini dari tahun 2006-2008. Populasi ini penelitian ini terdiri dari 37 perusahaan dan 24 sampel yang memenuhi kriteria. Secara simultan, variabel ROA, ROE, pertumbuhan laba dan EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Namun hasil penelitian secara parsial, menunjukkan bahwa variabel earning per share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap return saham, sedangkan variabel ROA, ROE, dan pertumbuhan laba tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham,
Sari (2013) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2009- 2011”. Variabel dependen penelitian ini adalah return saham dan variabel independen penelitian ini adalah EPS, DER, PER, ROI, dan ROE. Periode penelitian ini dari tahun 2009-2011. Populasi penelitian ini terdiri dari 31
Universitas Sumatera Utara
22 perusahaan dan 17 sampel yang memenuhi kriteria. Secara simultan, variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Secara parsial ada dua variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap return saham yaitu variabel DER dan ROI sedangkan variabel independen lainnya tidak memiliki pengaruh terhadap return saham.
Marisa (2010) dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI” . Variabel dependen penelitian ini adalah return saham dan variabel independen penelitian ini adalah DER, ROE, EPS, operating cash flow dan PER. Periode penelitian ini dari tahun 2004-2008.
Populasi penelitian ini terdiri dari 151 perusahaan dan 26 sampel yang memenuhi kriteria. Secara simultan, variabel DER, ROE, EPS, operating cash flow dan PER tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Secara parsial, hanya variabel price earning ratio (PER) berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Sedangkan variabel DER, ROE, EPS dan operating cash flow tidak berpengaruh terhadap return saham.
Prananda (2010) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Earning Per Share, Debt To Equity Ratio, Price earning Ratio, dan Return On Equity Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Kelompok Aneka Industri Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Variabel dependen penelitian ini adalah return saham dan variabel independen penelitian adalah EPS, DER, PER dan ROE. Periode penelitian ini adalah dari tahun 2007-2009. Populasi penelitian ini terdiri dari 45 perusahaan dan 17 sampel yang memenuhi kriteria. Secara
Universitas Sumatera Utara
23 simultan, variabel EPS, DER, PER dan ROE tidak berpengaruh terhadap return saham. Secara parsial, variabel EPS, PER dan ROE tidak berpengaruh signifikan sedangkan yang berpengaruh secara signifikan terhadap return saham hanya variabel DER.
Marundha (2014) dalam penelitiannya yang berjudul “Debt to equity Ratio, Pertumbuhan Laba, Pertumbuhan Assets dan Return Saham Perusahaan Property dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia”. Variabel dependen penelitian ini adalah return saham dan variabel independen dalam penelitian ini adalah DER, pertumbuhan laba, pertumbuhan assets. Periode penelitian ini terdiri dari 43 perusahaan dan 10 sampel yang memenuhi kriteria. Secara simultan, variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Secara parsial, variabel pertumbuhan laba dan pertumbuhan assets berpengaruh terhadap return saham namun variabel DER tidak berpengaruh terhadap return saham.
Ginting (2013) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Earning per Share (EPS), Return On Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Return Saham pada Perusahaan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2009-2011”. Variabel dependen penelitian ini adalah return saham dan variabel independen dalam penelitian ini adalah EPS,ROE, dan DER. Periode penelitian ini adalah dari tahun 2009-2011. Populasi penelitan ini terdiri dari 432 perusahaan dan 30 sampel yang memenuhi kriteria. Secara simultan, variabel EPS,ROE, dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Secara parsial hanya variabel ROE yang berpengaruh terhadap
Universitas Sumatera Utara
24 return saham sedangkan variabel EPS dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Salamat dan Mustafa (2016) dalam penelitiannya yang berjudul “The Impact of Capital Structure On Stock Return :Empirical Evidence From Amman Stock Exchange. Variabel dependen penelitian ini adalah stock return dan variabel independennya adalah Capital Structure, Market to Book Ratio, size of firm, EPS, ROA, Stock Liquidity. Periode penelitian ini adalah 2007-2014. Hasil penelitiannya adalah Variabel Capital structure berpengaruh negatif signifikan terhadap retrun saham , variabel Market to book ratio dan firm size berpengaruh positif dan tidak signifikan , variabel EPS berpengaruh negatif dan tidak signifikan, variabel ROA dan stock liquidity berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
Farooq (2016) dalam penelitiannya yang berjudul “Stock Return Indicators: Debt to Equity, Book to Market, Firm size and Sales to Price”.
Variabel Dependen penelitian ini adalah Stock Return dan variabel independennya adalah Book to Market Value of Equity, Debt to Equity Ratio, Firm Size, Sales to Price. Periode penelitian ini adalah 2000-2009. Hasil penelitiannya adalah Variabel Book to Market Value of Equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, variabel DER dan Firm Size berpengaruh negatif tidak signifikan, sales to price berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
Parvez (2015) dalam penelitiannya yang berjudul “The Impact of Financial Leverage and Market Size on Stock Return On the Dhaka Stock
Universitas Sumatera Utara
25 Exchange : Evidence from selected stocks In the Manufacturing Sector”. Variabel Dependen penelitian ini adalah stock return dan variabel independen DER dan Firm Size. Periode penelitian 2008-2012. Hasil penelitiannya adalah Variabel DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, variabel firm size berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
Beberapa ringkasan penelitian terdahulu akan disajikan pada tabel dibawah ini.
Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Variabel Hasil
1. Tambun (2013)
Pengaruh Earning per Share, Price Earning Ratio, debt to Equity Ratio, dan Volume
Perdagangan Saham terhadap Return Saham pada
Perusahaan Kategori LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Variabel Dependen : Return Saham Variabel Independen : EPS, PER, DER, dan Volume Peradagangan.
Secara simultan, variabel EPS, PER, DER dan Volume Perdagangan Saham tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Secara parsial, variabel EPS, PER, dan DER tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Sedangkan variabel volume perdagangan saham
berpengaruh positif dan signifikan terhadapa return saham.
2. Putra (2011)
Pengaruh Kinerja Keuangan
Perusahaan : Return On Asset, Return On Equity,
Pertumbuhan Laba dan Earning per Share terhadap Return Saham pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Variabel Dependen : Return Saham Variabel Independen : ROA, ROE, Pertumbuhan Laba dan EPS
Secara simultan, variabel pertumbuhan laba, EPS, ROE, ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Secara parsial, variabel pertumbuhan laba, ROE dan ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Sedangkan variabel EPS berpengaruh signifikan terhadap return saham.
3. Sari (2013)
Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return Saham pada
Variabel Dependen : Return Saham
Secara simultan, Variabel EPS, DER, PER, ROI, ROE tidak berpengaruh secara
Universitas Sumatera Utara
26 Perusahaan
Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2009- 2011
Variabel Independen : EPS, DER, PER, ROI, ROE
signifikan terhadap return saham.
Secara Parsial, variabel EPS, PER dan ROE tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Sedangkan variabel DER dan ROI berpengaruh signifikan terhadap return saham.
4. Marisa (2010)
Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Return Saham pada Perusahaan
Manufaktur yang Terdaftar di BEI
Variabel dependen : Return Saham Variabel Independen : DER, ROE, EPS, operating cash flow (OCF) dan PER
Secara simultan, kinerja keuangan (variabel DER, ROE, EPS, OCF dan PER) tidak berpengaruh terhadap return saham.
Secara parsial, variabel DER, ROE, EPS dan operating cash flow tidak berpengaruh terhadap return saham.
Sedangkan variabel PER berpengaruh signifikan terhadap return saham.
5. Prananda (2010)
Pengaruh Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Price Earning Ratio, dan Return on Equity terhadap Return Saham pada Perusahaan Kelompok Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Variabel dependen : Return Saham Variabel Independen : EPS, DER, PER dan ROE
Secara simultan, variabel ROE, DER, PER dan EPS tidak berpengaruh terhadap return saham.
Secara Parsial, variabel EPS, PER dan ROE tidak
berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Sedangkan variabel DER berpengaruh signifikan terhadap return saham.
6. Marundh a (2014)
Debt to Equity Ratio, Pertumbuhan Laba dan
Pertumbuhan Assets dan Return Saham Perusahaan Property dan Real estate di Bursa Efek Indonesia
Variabel dependen : Return Saham Variabel Independen : DER, Pertumbuhan laba dan Pertumbuhan Assets
Secara simultan, variabel DER, Pertumbuhan laba dan Pertumbuhan Assets
berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Secara parsial, variabel Pertumbuhan laba dan Pertumbuhan Assets berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Sedangkan variabel DER tidak berpengaruh terhadap return saham.
Universitas Sumatera Utara
27 7. Ginting
(2013)
Pengaruh Earning per Share (EPS), Return On Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Return Saham pada Perusahaan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2009- 2011
Variabel dependen : Return Saham Variabel Independen : EPS, ROE, dan DER
Secara simultan, variabel EPS, ROE, dan DER tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap return saham.
Secara parsial, variabel EPS dan DER tidak berpengaruh nyata terhadap return saham.
Sedangkan variabel ROE berpengaruh nyata terhadap return saham.
8. Salamat dan Mustafa (2016)
The Impact of Capital Structure On Stock Return :Empirical Evidence From Amman Stock Exchange
Variabel
dependen : Stock Return
Variabel Independen : capital Structure, Market to Book Ratio, size of firm, EPS, ROA, Stock Liquidity
Variabel Capital structure berpengaruh negatif signifikan terhadap retrun saham , variabel Market to book ratio dan firm size berpengaruh positif dan tidak signifikan , variabel EPS berpengaruh negatif dan tidak signifikan, variabel ROA dan stock liquidity berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham 9. Farooq
dkk (2016)
Stock Return Indicators : Debt to Equity, Book to Market, Firm size and Sales to Price
Variabel
dependen : Stock Return
Variabel Independen : Book to Market Value of Equity, Debt to Equity Ratio, Firm Size, Sales to Price
Variabel Book to Market Value of Equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, variabel DER dan Firm Size berpengaruh negatif tidak signifikan, sales to price berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
10. Parvez, dkk (2015)
The Impact of Financial Leverage and Market Size on Stock Return On the Dhaka Stock Exchange: Evidence from selected stocks In theManufacturing sector.
Variabel
dependen : Stock Return
Variabel Independen : DER dan Firm Size
Variabel DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, variabel firm size berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
Universitas Sumatera Utara
28 2.3. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan sintesa dari teori-teori yang digunakan dalam penelitian sehingga mampu menjelaskan secara operasional variabel yang diteliti, menunjukkan hubungan anatara variabel yang diteliti dan mampu membedakan nilai variabel pada berbagai populasi yang berbeda. Kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual
2.3.1. Hubungan Return On Equity (ROE) terhadap Return Saham
Return On Equity merupakan rasio profitabilitas yang mengukur laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. ROE merupakan parameter yang menunjukkan tingkat imbal hasil atas investasi yang ditanamkan oleh pemegang saham dalam perusahaan. Rasio ROE seringkali dipakai investor di bursa untuk mengukur tingkat hasil investasi bila dia membeli saham tersebut. Semakin tinggi return on equity, maka semkin besar return saham yang akan diperoleh pemegang saham karena semakin besar ROE yang dihasilkan suatu perusahaan menunjukkan
Variabel Independen : Return On Equity (X1) Earning per Share (X2) Debt to Equity Ratio (X3) Price Earning Ratio (X4) Pertumbuhan Laba (X5)
Variabel Dependen :
Return Saham (Y) H1
H2
H3
H4 H5
H6
Universitas Sumatera Utara
29 semakin efektif perusahaan tersebut dalam mengelola modalnya. Pengelolaan modal yang efektif akan menghasilkan keuntungan yang besar dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal sendiri atau pemegang saham. Karena itu ROE memiliki pengaruh terhadap return saham, dimana saham perusahaan yang memiliki ROE tinggi cenderung menunjukkan return yang positif. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ginting (2013) menyatakan bahwa variabel ROE berpengaruh signifikan terhadap return saham.
2.3.2 Hubungan Earning per Share (EPS) terhadap Return Saham
Earning per share (EPS) merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per lembar saham yang beredar. Peningkatan earning per share menunjukkan perusahaan mengalami peningkatan laba dan kemungkinan peningkatan jumlah deviden yang diterima pemegang saham yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini berdampak positif terhadap harga saham perusahaan. Harga saham perusahaan yang terus meningkat dapat meningkatkan return saham bagi para pemegang saham dan perusahaan, sehingga dapat dikatakan bahwa EPS berpengaruh secara positif terhadap return saham. Penelitian oleh Putra (2011) yang menyatakan bahwa Earning per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap return saham.
2.3.3. Hubungan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham Debt to Equity Ratio (DER) mencerminkan bagaimana kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban perusahaan dengan mengaitkannya pada seluruh ekuitas pemiliknya. Semakin tinggi DER
Universitas Sumatera Utara