1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
1.1.1 Profil Perusahaan
Berdirinya Pabrik Rokok Sukun, berawal dari klobot, salah satu jenis rokok khas Indonesia yang terbuat dari kulit jagung, kini Pabrik Rokok Sukun telah dikenal sebagai salah satu perusahaan rokok nasional yang bertahan dengan identitas dan kekuatannya sebagai rokok yang mempunyai ciri khas kelokalannya dan berakar pada tradisi. Hal ini bisa dilihat dari jenis rokok yang diproduksi Pabrik Rokok Sukun, di dalamnya kita masih bisa mendapatkan rokok tradisional seperti klobot, kretek, filter, hingga mild yang digemari generasi muda.(sukunsigaret.com)
Kisah perjalanan PR Sukun tak akan pernah bisa dilepaskan dari sosok Mochamad Wartono (Pendiri PR Sukun), yang kemudian lebih kerap disapa Mc. Wartono. Beliau dilahirkan di desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, pada tahun 1920.
Beliau adalah anak keempat dari enam bersaudara dari orangtua yang bekerja sebagai petani dan pernah menjabat sebagai Lurah Gondosari, Mc. Wartono tumbuh menjadi sosok yang berkarakter ulet, tekun, pekerja keras, dan pantang menyerah.(sukunsigaret.com)
Pada 1947, Mc. Wartono mulai memproduksi rokok klobot dan sigaret secara sederhana dengan merek Siyem, dengan tenaga pekerja sebanyak 6-10 orang, ternyata usaha ini berkembang pesat. Pada tahun 1950, Mc. Wartono mulai memproduksi merek rokok
“SUKUN”. Pada tahun 1960, beliau mendirikan gedung tingkat dua yang hingga kini menjadi pabrik utama, menyusul pendirian bangunan-bangunan lainnya seiring meningkatnya jumlah produksi rokok Sukun.(sukunsigaret.com)
Dalam membesarkan putra-putrinya, Mc.Wartono mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan bisnis yang penuh disiplin dan bertanggungjawab demi mempersiapkan kemampuan keturunannya dalam meneruskan jalannya roda perusahaan. Sebagai sebuah perusahaan keluarga, bertahannya PR. Sukun hingga saat ini di mana generasi ketiga yaitu cucu-cucu Mc. Wartono ikut andil dalam pengelolaan perusahaan, memperlihatkan sebuah sinergi dan kekompakan yang dihasilkan dari didikan almarhum Mc. Wartono dan Sutarsih kepada keturunannya untuk selalu memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar dan lingkungannya.(sukunsigaret.com)
2 1.2 VISI dan MISI
1.2.1 VISI
Visi yang diterapkan oleh PR Sukun yaitu menjadi perusahaan yang memberikan produk dan jasa terbaik di seluruh titik jaringan distribusi. Mengembangkan, memotivasi, dan memberikan penghargaan yang layak bagi karyawan yang memiliki kompetensi, karakter, dan dedikasi perusahaan (sukunsigaret.com)
1.2.2 MISI
a. Mengedepankan inovasi
b. Menjaga nilai-nilai tradisi nusantara
c. Menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dan alam d. Memberikan kepuasan produk dan jaga bagi konsumen
e. Menjadi terdepan dalam industri rokok di Indonesia (sukunsigaret.com) 1.2.3 Logo Perusahaan
Logo ini berbentuk persegi panjang dengan tulisan warna putih dan background warna biru tua, dan logo tersebut ada nama “MC WARTONO” beliau adalah pendiri Perusahaan Rokok Sukun tersebut.
Gambar 1.1 Lambang PR Sukun Sumber : Data profil PR Sukun
3 1.2.4 Struktur Organisasi
MANAGER PRODUKSI
MANAGER CREATIVE DESAIN MANAGER
DISTRIBUSI
MANAGER PROGRAM PROMOSI MANAGER
KEUANGAN
KABAG PRODUKSI
PERSONALIA
KABAG TEKNIK AREA
MANAGER
KOORDINATOR PERWAKILAN
Satuan Pengawas Internal Distribusi
SKT
SKM PROSES I PROSES II QC
SIGARET
CENGKEH GD
MATERIAL GD
PRODUKSI PRAMBATAN TEKNIK
MEKANIK LISTRIK DIESEL
AUDIT PAJAK, CUKAI,
PERBANKAN CREATOR DESAIN
MANAGER PELAKSANA PROMOSI
PENGELOLAAN PROMOSI
MANAGER HRD
OD
BANK DATA
LEGAL TRAINING REKRUT RENUM
KASIR
DIREKSI
1. Bp. Tas'an Wartono 2. Bp. Rindho Wartono (Alm) 3. Bp. Yusuf Wartono 4. Bp. Edy Wartono (Alm)
Ibu Noor Zjiadati Ibu Armnima
Yusuf Wartono Bp. Helmi Tas'an
Wartono
Bp. Burhamsyah Rindho Wartono Ibu oemi Belinda
Tas'an Wartono
Bp. DK Hendratmanto
Bp. Chaulanna Rindho Wartono
Bp. Supriih ka. teknik
Sukun Grup
Bp. Slamet
Bp. Budi Bp.
Shodikun Bp.
sarbodin Bp. MaskunBp. Suyud Bp.
Suprapto Bp. Pitono Bp.
Ngadiono Bp. Subagyo Bp. Kasim
AM I : Bp. H. Untung AM II : Bp. Haryo
Bp. Amin Said Bp. Jamal
Bp. Lutfiadi Ibu Ika Bp. Ervan
1. Bp. Edo 2. Bp. Doni 3. Ibu Munjiah
Bp. Udin
Bp. Sasa Bp. Agung Bp. Bintarno Bp. Syarif
Ibu Fanny
Ibu Dessi ibu Siti
Muthoharoh
KEPALA PERWAKILAN
PENGEMBANGAN SDM
Ibu Rezkha Tiara
Gambar 1.2 Struktur Organisasi PR Sukun Sumber : Data profil PR Sukun 1.2.5 Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab
Deskripsi tugas dan tanggung jawab digunakan untuk mengetahui tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing bagian. Adapun deskripsi tugas secara garis besar yang ada pada PR Sukun adalah sebagai berikut :
a. Direksi
1) Menetapkan kebijakan kepengurusan Perseroan.
2) Mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Perseoran termasuk penetapan gaji, dana pensiun, atau jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi pekerja
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3) Mengangkat dan memberhentikan pekerja Perseroan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4) Mengangkat dan memberhentikan Sekretaris Perusahaan.
5) Mewakili Perseroan di dalam dan diluar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian,
6) Mengikat Perseroan dengan pihak lain.
b. Manager Produksi
1) Membuat rencana jadwal produksi.
2) Menerapkan dan mengendalikan jadwal produksi.
3) Menentukan sumber daya manusia yang dibutuhkan.
4) Menentukan sumber daya material yang dibutuhkan.
5) Memastikan bahwa prosedur operasi standar terpenuhi.
6) Menetapkan kualitas produk.
7) Memantau standar kualitas
4 c. Kabag Produksi
1) Bertanggungjawab dan mengawasi pelaksanaan proses produksi, mulai dari bahan baku sampai menjadi barang jadi.
2) Menjaga dan mengawasi bahan baku sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan.
3) Konsistensi dalam menerapkan metode dan keselamatan kerja.
d. Kabag Teknik
1) Bertanggungjawab dan mengawasi kegiatan-kegiatan dibidang perencanaan Teknik 2) Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan peralatan Teknik dan bahan kimia
e. Manager Distribusi
1) Menyusun rencana distribusi tahunan, bulanan dan mingguan.
2) Mengkoordinir aktivitas seksi-seksi yang dibawahi.
3) Mengawasi tingkat pencapaian target pengiriman.
4) Memantau ketersediaan stok dan pengaturan jadwal pengiriman.
5) Memantau kesiapan stok Gudang untuk kegiatan pendistribusian.
f. Manager Keuangan
1) Membuat perencanaan umum keuangan perusahaan.
2) Bertanggung jawab dalam berbagai keputusan pembiayaan yang ada.
3) Menghubungkan perusahaan pada pasar keuangan.
4) Bertugas memajukan keuangan perusahaan.
5) Merencanakan dan mengembangkan sistem keuangan perusahaan.
6) Memastikan jalannya efisiensi kerja perusahaan.
7) Menjaga arus kas, utang, dan piutang.
g. Manager Creative Desain 1) Membuat konsep kreatif.
2) Mengembangkan suatu prototype desain.
h. Manager Program Promosi
1) Bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengelola kampanye.
2) Mempromosikan produk
3) Meningkatkan penjualan jangka pendek dan meningkatkan hasil dari program pemasaran lainnya.
5 i. Manager Pelaksana Promosi
1) Bertanggung jawab dalam melaksanan kampanye.
2) Mempromosikan produk.
3) Meningkatkan penjualan jangka pendek dan meningkatkan hasil dari program pemasaran lainnya.
j. Manager HRD
1) Mengembangkan strategi perencanaan SDM jangka pendek dan Panjang.
2) Merancang prekrutan serta wawancara calon karyawan.
3) Merekrut staf untuk mendukung seluruh aktivitas SDM.
4) Menyiapkan serta menganalisis kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan.
1.3 Latar Belakang
Di Desa Gondosari, tahun 1950. Mc. Wartono mendirikan Perusahaan Rokok Sukun, beliau adalah pendiri sekaligus yang mengembangkan perusahaan rokoknya sampai menjadi besar.
Perusahaan Sukun itu sendiri perusahaan yang bergerak pada bidang rokok, berdirinya Perusahaan Rokok Sukun, berawal dari klobot, salah satu jenis rokok khas Indonesia yang terbuat dari kulit jagung
Kini Pabrik Rokok Sukun telah dikenal sebagai salah satu perusahaan rokok nasional yang bertahan dengan identitas dan kekuatannya sebagai rokok yang mempunya ciri khas kelokalannya dan berakar pada tradisi. Hal ini bisa dilihat dari jenis rokok yang diproduksi Pabrik Rokok Sukun, di dalamnya kita masih bisa mendapatkan rokok tradisional seperti klobot, kretek, filter, hingga mild yang digemari generasi muda.
Budaya organisasi adalah sistem bersama yang diikuti oleh seluruh anggota perusahaan yang membedakan satu organisasi dengan organisasi lain. Perusahaan Rokok Sukun itu sendiri mengedepankan asas kekeluargaan, usahanya yang mengutamakan kemakmuran anggota, bukan kemakmuran perseorangan. Selain itu perusahaan ini diwariskan secara turun temurun oleh keluarga Mc. Wartono. Dan saat ini di mana generasi ketiga yaitu cucu-cucu dari Mc. Wartono yang ikut dalam pengelolaan perusahaan, maka dari itu penulis tertarik untuk mengambil penelitian tentang perusahaan tersebut.
Pada dasarnya, manusia hidup tidak akan terlepas dari sebuah budaya. Budaya yang tercipta dalam keluarga, kehidupan sosial bermasyarakat, dan juga organisasi, yang nantinya akan membentuk suatu kepercayaan yang digunakan dalam kehidupan sosial. Menurut Edgar H. Schein dalam jurnal Wiwik Yuswani (2016) Budaya adalah suatu model asumsi- asumsi dasar yang ditetapkan, ditemukan atau dikembangkan oleh kelompok tertentu dalam
6 pembelajaran untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal yang resmi dan dilaksanakan dengan baik, sehingga diajarkan atau diwariskan kepada anggota baru sebagai cara yang tepat untuk memahami, memikirkan, dan merasakan terkait dengan masalah - masalah yang terjadi. Suatu budaya yang kemudian digunakan untuk membedakan satu individu dengan yang lain dalam penyelesaian masalah, dan juga cara berinteraksinya.
Selanjutnya, budaya juga digunakan untuk menghubungkan antar individu sehingga tercipta suatu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman maupun keberagaman dalam berperilaku dan bertindak.
Budaya merupakan sesuatu yang pasti ada dalam suatu kelompok manusia atau bahkan di dalam suatu organisasi. Menurut Robbins (1996), budaya organisasi merupakan sebuah sistem makna bersama yang diikuti dan dianut oleh anggota yang digunakan untuk membedakan suatu organisasi tersebut dengan yang lainnya. Budaya organisasi juga merupakan sebuah keyakinan, nilai, dan kepercayaan dan norma bersama yang menjadi ciri perusahaan dan diikuti oleh anggota perusahaan. Seperti halnya perusahaan memiliki budaya nya masing-masing. Tujuan budaya organisasi adalah untuk membentuk perilaku SDM agar menjadi lebih efektif dan berkualitas dalam meningkatkan produktivitas kinerja dalam perusahaan. Serta digunakan untuk meningkatkan nilai-nilai kebersamaan terhadap SDM yang satu terhadap SDM yang lainnya. Budaya yang kuat akan mempunyai pengaruh yang besar pada perilaku anggota-anggotanya karena tingginya tingkat kebersamaan dan intensitas menciptakan suatu iklim internal dari kendali perilaku yang tinggi (Robbins &
Judge. 2002:284).
Dari beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan, bahwa budaya organisasi mempengaruhi karyawan terhadap kinerjanya menurut Nanda Novziransyah (2017).
Demikian juga hasil penelitian Enno Aldea Amanda, Satrijo dan Nik Amah (2017) bahwa budaya organisasi yang baik dapat menciptakan situasi yang dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerja dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Keberhasilan suatu perusahaan dapat dicapai dengan cara meningkatkan kinerja karyawan menurut Rivai & Basri dalam Masram (2017: 138) Kinerja karyawan adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara menyeluruh dalam melaksanakan tugasnya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, seperti standar hasil kerja, target atau tujuan yang telah ditentukan secara bersama. Keberhasilan suatu perusahaan bergantung pada karyawan agar dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Suatu organisasi harus memperlakukan karyawan secara manusiawi, yaitu dengan memberikan pekerjaan yang meningkatkan martabat mereka, dan menyediakan fasilitas bagi mereka yang membutuhkan, mencapai
7 harapan, memberikan motivasi, memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, serta memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan.
Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh sekelompok orang dalam suatu organisasi yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab masing-masing orang agar dapat mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan etika. Kinerja karyawan menurut Mangkunegara dalam Masram (2017:
139) adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang karyawan secara kualitas dan kuantitas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
TABEL 1.1
SKALA PENGUKURAN KINERJA LAPORAN KINERJA PR SUKUN KUDUS No Skala Pencapaian Kategori
1 >100% Sangat Baik
2 75%-100% Baik
3 55%-74% Cukup
4 <55% Kurang
Sumber : Data Sekretariat PR Sukun Kudus
Berdasarkan tabel 1.1 diatas, PR Sukun Kudus memiliki skala pengukuran kinerja yang dimana apabila skala pencapaiann lebih dari (>) 100% maka dapat dikategorikan sebagai “Sangat Baik”, apabila skala pencapaian dari angka 75%-100% maka dapat dikategorikan sebagai “Baik”, apabila skala pencapaian dari angka 55%-74% maka dapat dikategorikan sebagai “Cukup”, apabila skala pencapaian kurang dari (<) 55% maka dapat dikategorikan sebagai “Kurang”.
TABEL 1.2
REKAPITULASI HASIL PENILAIAN KINERJA PR SUKUN KUDUS TAHUN 2019 No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Pencapaian (%) Kategori
1. Ketepatan dalam melaksanakan tugas harian
Keakuratan Pekerjaan,
ketepatan waktu dan kedisiplinan.
74% Cukup
8 2. Hard Competence Pemetaan masalah,
dan pemberian rekomendasi solusi.
75% Baik
3. Soft Competence Inisiatif, dan kreatifitas.
70% Cukup
Sumber : Data Sekretariat PR Sukun Kudus
Berdasarkan tabel 1.2 diatas dapat dilihat bahwa PR Sukun Kudus pada rekapitulasi hasil penilaian kinerjanya memiliki tiga sasaran strategis dan tiga indikator kinerja, yang masing-masing memiliki nilai kategori cukup dan baik.
TABEL 1.3
REKAPITULASI HASIL PENILAIAN KINERJA PR SUKUN KUDUS TAHUN 2020 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Pencapaian (%) Kategori
1. Ketepatan dalam melaksanakan tugas harian
Keakuratan
Pekerjaan, ketepatan
waktu dan
kedisiplinan.
72% Cukup
2. Hard Competence Pemetaan masalah dan pemberian rekomendasi solusi.
74% Cukup
3. Soft Competence Inisiatif dan kreatifitas.
75% Baik
Sumber : Data Sekretariat PR Sukun Kudus
Berdasarkan dari tabel 1.2 dan 1.3 diatas dapat dilihat bahwa PR Sukun Kudus memiliki kinerja yang baik. Dilihat dari tabel 1.2 yaitu pada tahun 2019, pada indikator Keakuratan pekerjaan, ketepatan waktu dan kedisiplinan mendapatkan penilaian kinerja 74% yaitu termasuk dalam kategori cukup, pada indikator pemetaan masalah dan rekomendasi solusi mendapatkan penilaian kinerja 75% yang termasuk dalam kategori baik, pada inidicator inisiatif dan kreatifitas mendapatkan penilaian kinerja 70% yang termasuk dalam kategori cukup. Pada tabel 1.3 yaitu tahun 2020 mengalami beberapa penurun penilaian kinerja karyawan serta juga ada yang mengalami peningkatan pada kinerja karyawan. Dengan rincian sebagai berikut, pada indikator keakuratan pekerjaan, ketepatan
9 waktu dan kedisipilinan mendapatkan penilaian kinerja 72% yang termasuk dalam kategori cukup, pada indikator ini mengalami penurunan karena pada tahun 2018 sudah mendapatkan 74%. Pada indikator pemetaan masalah dan rekomendasi solusi pada tahun 2020 mendapatkan penilaian kinerja 74% yang termasuk dalam kategori cukup, pada kategori ini mengalami penurunan karena pada tahun 2019 sudah mendapatkan 75%. Pada indikator inisiatif dan kreatifitas tahun 2020 mendapatkan penilaian kinerja 75% yang termasuk dalam kategori baik, pada kategori ini mengalamai kenaikan karena pada tahun 2019 mendapatkan 70%.
Dengan adanya penurunan penilaian kinerja, maka penulis melakukan wawancara kepada salah satu karyawan HRD bagian Legal, Bapak Bintarno. Penurunan kinerja tersebut dikarenakan masih banyaknya karyawan yang belum memahami kewajibannya, sering menunda pekerjaan, tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan memiliki kepentingan khusus sehingga mengharuskan meninggalkan pekerjaan sementara. Yang dimaksud meninggalkan pekerjaan sementara disini adalah kegiatan seperti rapat dinas serta kepentingan pribadi, sehingga hal ini menjadi faktor turunnya penilaian kinerja tersebut.
Penulis juga menemukan beberapa fenomena yang mendukung data kinerja yang sudah ada, diantaranya yaitu penulis melihat masih adanya beberapa karyawan yang belum memahami tanggung jawabnya, dan masih banyak karyawan yang melakukan kegiatan bersantai-santai, adanya sistem yang dilalaikan seperti keterlambatan berangkat ke kantor yang seharusnya pukul 07.00 sudah tiba dikantor tetapi masih banyak yang baru datang lebih dari pukul 07.00. keterlambatan kembali ke kantor setelah jam istirahat yang seharusnya pukul 13:00 sudah tiba dikantor tetapi banyak yang kembali ke kantor pada pukul 13:30- 14:30.
Dalam penelitian ini untuk memperkuat observasi tersebut, penulis melakukan pra survei dengan cara menyebarkan kuesioner pra penelitian yang dapat menguatkan gambaran kurang optimalnya kinerja karyawan PR Sukun Kudus dari 10 pertanyaan yang berbeda dari dimensi yang penulis ajukan, dengan memiliki empat buah pilihan jawaban. Kuesioner pra penelitian ini didapatkan 20 responden karyawan PR Sukun Kudus. Hasil kuesioner pra penelitian ini sebagai berikut:
10 TABEL 1.4
KUESIONER PRA PENELITIAN PRESENTASE KINERJA KARYAWAN PR SUKUN KUDUS
No Pertanyaan Jumlah
Sampel
SS S CS TS STS Persentase
1 Saya memiliki standar tertentu dalam
melakukan pekerjaan
20 0 1 7 11 1 48%
2 Saya selalu berusaha menyelesaikan tugas dengan baik untuk mencapai hasil yang maksimal
20 0 3 4 12 1 49%
3 Saya selalu menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya
20 0 0 6 14 0 46%
4 Saya selalu merasa memiliki tanggung jawab yang penuh dalam melaksanakan pekerjaan
20 0 4 4 12 0 52%
5 Saya merasa dapat bekerja sama dengan sesama karyawan untuk hasil yang maksimal
20 0 0 7 12 1 46%
Sumber : Data olahan penulis, 2021
Berdasarkan pada tabel 1.4 dapat diketahui bahwa kinerja karyawan PR Sukun Kudus masih terbilang rendah dengan presentase di bawah <50%. Hal tersebut terlihat dari hasil presentase pada indikator memiliki prosedur tentang pencapaian kualitas yang menunjukan 48% karyawan yang belum memiliki prosedur pencapaian kualitas yang telah ditetapkan organisasi. Jika diukur dari indikator melihat kuantitas yang dihasilkan oleh
11 seseorang, hal ini ditunjukkan oleh data yaitu 49% karyawan yang tidak melihat kuantitas yang dihasilkan.
Demikian juga jika kinerja karyawan diukur dari dimensi waktu pada indikator pekerjaan selesai tepat waktu, hal ini ditunjukkan oleh data sebanyak 46% karyawan yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan pada indikator karyawan bertanggung jawab atas pekerjaannya, sebanyak 52% karyawan yang belum memiliki tanggung jawab atas pekerjaanya, dan pada indikator menjalin kerjasama antar karyawan, sebanyak 46% karyawan yang belum dapat bekerjasama antar karyawan.
Dari hasil kuesioner pra penelitian diatas terlihat bahwa PR Sukun Kudus belum memiliki kinerja yang optimal, dimana terdapat beberapa dari karyawan yang belum memiliki kinerja yang sesuai dengan standar hasil kerja yang ditetapkan oleh organisasi dan dalam menyelesaikan pekerjaan juga belum tercapai sesuai standar dari organisasi, dikarenakan banyak karyawan yang datang terlambat ataupun tidak masuk dikarenakan cuti atau ada kegiatan dinas.
Di dalam kinerja karyawan seseorang, terdapat budaya organisasi yang mempengaruhi hal tersebut. Menurut Indiyati, Dian (2018) Budaya organisasi pada dasarnya merupakan nilai-nilai dasar organisasi, dan akan berperan sebagai landasan sikap, perilaku, dan Tindakan seluruh anggota organisasi. Dengan kata lain, budaya organisasi adalah cara orang berperilaku dalam suatu organisasi dan merupakan satu set norma yang terdiri dari keyakinan, sikap, nilai inti, dan pola perilaku bersama dalam sebuah organisasi.
TABEL 1.5
KUESIONER PRA PENELITIAN PRESENTASE BUDAYA ORGANISASI PR SUKUN KUDUS
No. Pertanyaan Jumlah
Sampel
SS S CS TS STS Persentase
1 Saya diberikan kesempatan untuk turut serta dalam pemberian gagasan
20 0 3 2 15 0 48%
Bersambung
12 2 Saya menyelesaikan
pekerjaan dengan teliti dan sesuai dengan perintah
20 0 2 7 11 0 51%
3 Saya selalu
mempertimbangkan pendapat dari karyawan lain dalam melakukan pekerjaan
20 0 0 6 14 0 46%
4 Saya dapat
melakukan kerja tim dengan baik
20 0 3 2 15 0 46%
5 Dalam melakukan pekerjaan, saya memiliki semangat yang tinggi untuk menyelesaikan tugas dengan baik
20 0 1 5 13 2 47%
Sumber : Data olahan penulis, 2021
Berdasarkan pada tabel 1.5 pada dimensi inovasi dan keberanian mengambil resiko dengan indikator kemampuan untuk mengembangkan suatu ide menunjukkan sebesar 48%
bahwa karyawan tidak diberikan kesempatan untuk memberikan suatu ide atau gagasan.
Pada dimensi perhatian terhadap detail dengan indikator karyawan harus teliti pada pekerjaan yang diberikan sebesar 51% yaitu dimana karyawan belum menyelesaikan pekerjaan dengan teliti. Pada dimensi orientasi manusia dengan indikator mempertimbangkan pendapat para karyawan yang ada di dalam perusahaan sebesar 46%
karyawan tidak mempertimbangan pendapat para karyawan yang ada di dalam perusahaan dalam melakukan pekerjaan. Pada dimensi orientasi tim dengan indikator karyawan bekerja sama secara tim sebesar 46% karyawan yang masih belum bisa bekerja sama secara tim dengan baik. Pada dimensi keagresifan dengan indikator karyawan mempunyai motivasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan sebesar 47% karyawan tidak memiliki semangat untuk menyelesaikan tugasnya.
Tabel 1.5 (Sambungan)
13 Berdasarkan hasil observasi pra survei, hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi pada perusahaan rokok Sukun Kudus belum dapat mendominasi kinerja karyawan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya organisasi serta kinerja karyawan yang terdapat pada perusahaan rokok Sukun Kudus.
Penelitian ini dilandaskan oleh penelitian terdahulu, dimana hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa budaya organisasi mempengaruhi karyawan terhadap kinerja nya, budaya organisasi yang tepat akan membuat kinerja karyawan tersebut semakin efektif dan efisien menurut Nanda Novziransyah (2017), demikian juga hasil penelitian Enno Aldea Amanda, Satrijo dan Nik Amah (2017) bahwa budaya organisasi yang baik dapat menciptakan situasi yang dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerja dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis akan mengambil penelitian dengan judul “Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PR Sukun Kudus”
1.4 Rumusan Masalah
a. Bagaimana budaya organisasi pada PR Sukun Kudus?
b. Bagaimana kinerja karyawan pada PR Sukun Kudus?
c. Bagaimana pengaruh signifikan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PR Sukun Kudus?
1.5 Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui budaya organisasi pada PR Sukun Kudus b. Untuk mengetahui kinerja karyawan pada PR Sukun Kudus
c. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PR Sukun Kudus
1.6 Manfaat Penelitian 1.6.1 Aspek Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, pengetahuan dan wawasan terhadap pembaca dalam bidang sumber daya manusia khususnya yang berkaitan dengan kinerja karyawan
1.6.2 Aspek Praktis
Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan masukan terhadap PR Sukun untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui budaya perusahaan tersebut.
1.7 Ruang Lingkup Penelitian
Terdapat ruang lingkup penelitian yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut :
14 1.7.1 Lokasi dan Objek Penelitian
Lokasi Penelitian : Perusahaan Rokok Sukun Kudus
Alamat : Jalan Raya PR Sukun 1, Gondosari, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, 59354.
Website : https://sukunsigaret.com Telepon : (0291) 432575
Objek Penelitian : Karyawan PR Sukun Kudus bagian SDM 1.7.2 Waktu dan Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Februai 2021 sampai dengan April 2021. Penelitian ini dilakukan di PR Sukun Kudus, yang berlokasi di Jalan Raya PR Sukun 1, Gondosari, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, 59354
1.8 Sistematika Penelitian
Sistematika penulisan ini berisikan tentang gambaran penulis yang akan dilakukan oleh penulis yang dikelompokkan sebagai bab-bab dengan sistematika sebagai berikut
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan gambaran umum objek penelitian, latar belakang, rumusan masalah, pernyataan penelitian, tujuan penelitian, manfaat tujuan penelitian, dan ruang lingkup penelitian.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisikan mengenai tinjauan Pustaka yang terkait dengan topik dan variabel penelitian dengan tujuan untuk dijadikan sebagai dasar penyusunan kerangka pemikiran dan perumusan hipotesis yang meliputi rangkuman teori, peneliti terdahulu, kerangka pemikiran, hipotesis penelitian serta ruang lingkup penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
Berisikan tentang masalah penelitian yang meliputi pendekatan, metode serta Teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Teknik analisis data ini harus relevan dengan masalah yang terdapat pada penelitian.
15