BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Umum Perusahaan

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Umum Perusahaan

Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) adalah sebuah yayasan yang dengan mengusung konsep One Pipe Education System (OPES) dan tersebar diseluruh wilayah Indonesia, hal ini terselenggara atas bergabungnya dua Yayasan dibidang pendidikan yang diprakarsai oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT.Telkom) yaitu Yayasan Sandhykara Telkom (YSPT) dan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) pada tahun 2015. Kami telah menyelenggarakan lembaga pendidikan selama lebih dari 35 tahun. Dimulai dari Daycare, Play Group, TK, lembaga pendidikan dasar, menengah, sampai dengan lembaga pendidikan tinggi. Disamping itu untuk mendukung kegiatan pendidikan formal, kami memiliki lembaga riset, lembaga pelatihan & lembaga sertifikasi professional yang bekerjasama dengan global partner, serta kami menyediakan laboratorium nyata bagi siswa dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan di berbagai bidang dengan mendirikan perusahan yang kami kelola secara profesional.

YPT juga memiliki lembaga riset yang sekaligus merupakan lembaga inkubasi bisnis, Bandung Techno Park, yang merupakan role model Techno Park di Indonesia. Good Corporate/University Governance yang didukung oleh strategi Quality Excellence, melalui berbagai kebijakan mutu yang mengacu kepada regulasi yang berlaku (diantaranya DIKTI, BAN PT, dsb) dan dikemas dengan ISO 9001:2008 diharapkan dapat meningkatkan kepuasan serta membina hubungan baik jangka panjang dengan pihak Stakeholders. Dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan, sumber pendanaan YPT di dukung oleh unit usaha yang bergerak di berbagai bidang dan fokus pada layanan akademis sebagai vehicle menuju World Class University.

(2)

2 1.1.2 Logo Perusahaan

Kantor Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) memiliki logo perusahaan yang terlihat seperti gambar dibawah:

Gambar 1.1 Logo Yayasan Pendidikan Telkom

Sumber: http://ypt.or.id/pages/tentang-kami diakses 25 September 2017

1.1.3 Visi dan Misi Perusahaan a. Visi :

Menjadi yayasan pendidikan yang bermutu dengan standar internasional, untuk membentuk insan berkarakter unggul, dalam membangun perdaban bangsa.

b. Misi :

1. Menyelenggarakan pendidikan berstandar internasional.

2. Mengembangkan sistem pembinaan, untuk pembentukan manusia yang berkarakter unggul, dalam membangun peradaban bangsa. 3. Mengembangkan sumber-sumber pendanaan, melalui penciptaan

(3)

3 1.1.4 Struktur Organisasi

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Yayasan Pendidikan Telkom

Sumber: Data Internal Yayasan Pendidikan Telkom tahun 2017

1.1.5 Keterlibatan Pendidikan

1. Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah (Telkom School)

Daycare, PG, TK Telkom schools adalah sebuah wadah pendidikan untuk usia dini dibawah Yayasan Pendidikan Telkom yang mengutamakan kecerdasan akademik yang dibarengi dengan kecerdasan spiritual, yang menjadikan siswa menjadi religious dan mempunyai akhlak mulia.

2. Lembaga Pendidikan Tinggi a. Akademi Telkom Jakarta b. STT Telkom Purwokerto c. Telkom University

(4)

4 3. Lembaga Non Akademik

a. Bandung Techno Park

BTP terletak di kawasan Telkom Unversity, dengan didukung oleh akademisi. BTP hadir sebagai wadah inovasi bagi Dosen Mahasiswa dan Masyarakat umum serta Inkubator Bisnis sebagai ajang masyarakat untuk belajar berbisnis khususnya dalam bisang ICT (Informasi, Komunikasi & Telekomunikasi). Tujuan BTP diantara nya untuk menghasilkan produk inovasi berkelanjutan yang berbasis teknologi, melahirkan perusahaan-perusahaan startup di bidang teknologi, dan menkomersialisasikan produk-produk hasil riset sehingga berdampak ke ekonomi.

b. Telkom Proffesional Certification Center (PCC)

Telkom PCC juga didirikan sebagai Center of Certification & Center of Competence Development di bidang Infromation, Technology, Business & Management, dimana program-program tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan dunia kerja yang menuntut keahlian yang nyata (the real skills set).

1.2 Latar Belakang Penelitian

Pada era globalisasi saat ini setiap perusahaan atau lembaga organisasi harus selalu senantiasa meningkatkan produktivitas nya agar menghasilkan dampak yang positif bagi perusahaan atau lembaga organisasi itu sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh Roscahyo (2013:1) bahwa pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia semakin berjalan pesat sehingga semakin menimbulkan persaingan diantara para pengusaha.

Dengan semakin pesat nya pertumbuhan perekonomian yang ada di Indonesia, hal itu menimbulkan semakin ketatnya persaingan antar perusahaan atau

(5)

5 lembaga organisasi. Seperti yang dikatakan oleh Pitoy (2016) bahwa perusahaan harus terus berusaha untuk meningkatkan kemampuannya untuk dapat berahan didalam persaingan yang semakin kompetitif. Sehingga pada nanti nya setiap perusahaan atau lembaga organisasi dituntut untuk dapat beroperasi seefektif dan seefisien mungkin, serta bisa meningkatkan produktivitas sumber daya yang dimiliki agar dapat bertahan menghadapi pesaingnya.

Tetapi bukan hanya persaingan dalam bidang perekonomian saja yang saat ini sangat ketat, ada faktor lain yang menjadi pemicu persaingan tersebut yaitu salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan harus menjadi landasan dalam kemajuan sebuah perusahaan atau lembaga organisasi. Seperti menurut Haryati (2014:7) mengatakan bahwa pendidikan bisa memberikan banyak pengetahuan dari berbagai macam hal, bisa membangun karakteristik seorang individu agar menjadi pribadi yang lebih dewasa, bisa memberikan pencerahan yang lebih baik yang nantinya bisa menghapuskan pemikiran yang salah, bisa membantu kemajuan bangsa dan negara, dan juga bisa menjadi pemicu karir yang lebih baik apabila seseorang memiliki landasan pendidikan yang tinggi.

Seperti pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung yang bergerak di bidang pendidikan sudah pasti akan sangat memperhatikan sumber daya manusia nya. Seperti menurut penjelasan Ali et al dalam Giantari dan Riana (2017) menyatakan bahwa sumber daya manusia merupakan aset terpenting sebuah perusahaan atau organisasi sebagai pelaksana kebijakan dan kegiatan operasional perusahaan dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Berarti dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia memegang peranan yang penting dalam mencapai tujuan pada sebuah perusahaan atau organisasi, oleh sebab itu peran penting kesiapan unsur manusia yang menjalankan organisasi untuk menghadapi kompetensi jangka pendek maupun jangka panjang akan memberikan nilai yang kompetitif bagi suatu organisasi.

Pada sebuah perusahaan atau lembaga organisasi sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki kinerja yang baik dan berpotensi tinggi untuk memajukan perusahaan serta dapat mencapai tujuan

(6)

6 perusahaan yang telah ditentukan sesuai dengan berdiri nya perusahaan tersebut. Seperti yang sudah diutarakan oleh Rivai dan Basri (2005: 15) bahwa kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan. Jadi apabila seorang karyawan telah melakukan kinerja yang baik dan sesuai dengan ketentuan perusahaan atau organisasi, hal itu pasti akan memberikan dampak yang positif bagi perusahaan ataupun organisasi pada nanti nya.

Berikut hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk memaksimalkan kinerja karyawan nya adalah dengan cara pengevaluasian pencapaian kinerja dari tiap individu dalam periode-periode yang telah di tetapkan yang disebut Performance

Appraisal (penilaian prestasi kerja). Seperti berdasarkan penelitian yang dilakukan

oleh Lina (2016) menyatakan bahwa Performance Appraisal adalah faktor penting yang mempengaruhi tingkat kinerja karyawan, dan secara simultan dan parsial

Performance Appraisal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja

karyawan.

Berikut ini adalah hasil wawancara dengan Bapak Dwijoko selaku AVP

Human Resources pada kantor Yayasan Pendiddikan Telkom Bandung bahwa Performance Appraisal (Penilaian Prestasi Kerja) karyawan pada perusahaan

menggunakan Key Performance Indicator (KPI) individu yang telah disepakati sebagai berikut:

(7)

7 Tabel 1.1 Key Performance Indicator (KPI) Yayasan Pendidikan Telkom

Bandung

Sumber: Data Internal Yayasan Pendidikan Telkom tahun 2017

Dari tabel diatas tersebut adalah KPI (Key Performance Individu) individu yang telah disepakati dan kemudian menghasilkan rangkuman hasil dari penilaian kerja karyawan secara keseluruhan, sehingga dengan menggunakan KPI (Key

Performance Individu) pada tabel 1.1 sebagai acuan untuk melakukan pengukuran

penilaian kinerja pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung sebagai berikut:

Tabel 1.2 Kinerja Yayasan Pendidikan Telkom Bandung Periode Jumlah Pegawai Range Penilaian P1 P2 P3 P4 P5 2014 30 10% 70% 20% - - 2015 30 - 90% 7% 3% - 2016 30 3% 83% 13% - -

Sumber: Dari Data Yang Sudah Diolah Tahun 2018

Berdasarkan dengan tabel 1.2 yang terdapat diatas didapat hasil data penilaian kinerja karyawan yang ada pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung pada tahun 2014, 2015, dan 2016 sebanyak 30 orang. Dilihat dari pergerakan penilaian yang cukup signifikan yaitu indeks P2 (Baik), terlihat pada tahun 2014 hasil dari indeks P2 tersebut sebesar 70% kemudian pada tahun 2015

Indeks Uraian Skor

P1 Sangat Baik 110

P2 Baik 101-109

P3 Cukup 96-100

P4 Kurang 90-95

(8)

8 kinerja tersebut mengalami kenaikan yang cukup terlihat yaitu mencapai angka 90%. Akan tetapi pada tahun 2016 telah terjadi sedikit perubahan angka pada kinerja yang mencapai hasil dibawah angka 90% yaitu sebesar 83%. Sehingga dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung sudah tergolong baik.

Pada tahun tahun 2014 hanya terdapat 10% karyawan yang mendapatkan indeks penilaian P1 dari total karyawan sebanyak 30 orang, sedangkan pada tahun 2015 pada indeks P1 tidak terdapat karyawan yang mendapatkan hasil pernilaian tersebut oleh pihak Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung. Selanjutnya pada tahun 2016 pada indeks P1 mengalami perubahan angka yang mendapatkan hasil dibawah dari indeks P1 pada tahun 2014 yaitu hanya sebesar 3%. Artinya kinerja yang dihasilkan oleh karyawan yang bekerja pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung mengalami perubahan yang kurang baik.

Kemudian indeks P3 yang menunjukkan sebanyak 20% penilaian kinerja yang dilakukan oleh Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung pada tahun 2014 memiliki arti yang cukup. Kemudian pada tahun 2015 mengalami perubahan angka sebesar 13% sehingga hanya didapatkan 7% untuk penilain kinerja karyawan nya. Sedangkan pada tahun 2016 mengalami kenaikan kembali sebesar 6%, sehingga pada tahun tersebut penilaian kinerja diperoleh sebesar 13% dimana angka ini menunjukkan bahwa penilaian kinerja yang dilakukan oleh Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung dapat dikatakan cukup meskipun ada mendapatkan hasil pada indeks P4 di tahun 2015 sebesar 3%. Kemudian dengan hasil penilaian kinerja dari ketiga tahun tersebut tidak ada karyawan yang mendapatkan indeks P4 dan P5. Sehingga secara keseluruhan dari penilaian kinerja karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung bisa dikatakan cukup baik. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat lagi melalui grafik sebagai berikut:

(9)

9 Gambar 1.3 Grafik Kinerja Yayasan Pendidikan Telkom Bandung

Sumber: Data Yang Sudah Diolah Tahun 2018

Berdasarkan gambar grafik penilaian kinerja 1.3 diatas menunjukkan perubahan yang cukup signifikan mulai dari tahun 2014, 2015, dan 2016. Dapat dilihat dari perolehan penilaian kinerja pada tahun 2014 yaitu P1 mendapatkan angka sebesar 10%, P2 mendapatkan angka sebesar 70%, P3 mendapatkan angka sebesar 20%, serta tidak ada karyawan yang mendapatkan penilaian indeks P4 dengan P5 pada tahun tersebut. Pada tahun 2015 terdapat hasil penilaian sebesar 90% untuk indeks P2, 7% untuk indeks P3, 3% untuk indeks P4 dan tidak ada karyawan yang mendapatkan penilaian untuk indeks P1 dan P5. Serta yang terakhir hasil penilaian yang didapatkan pada tahun 2016 sebesar 3% untuk indeks P1, 83% untuk indeks P2, 13% untuk indeks P3 dan juga tidak ada karyawan yang mendapatkan penilaian indeks P4 dan P5 seperti pada tahun 2014. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung dapat dikatakan cukup baik.

Seperti menurut Budiono (2016:32) yaitu faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu budaya organisasi dan komitmen organisasi dari individu pegawai.

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 1 2 3

Grafik Persentase Penilaian Kinerja Karyawan

(10)

10 Dengan pernyataan tersebut bisa disimpulkan bahwa sebenarnya budaya organisasi yang baik dan terjalin harmonis dengan satu sama lain dapat meningkatkan kinerja karyawan dan juga memberikan dampak yang positif untuk perusahaan.

Untuk lebih mengetahui seberapa besar pengaruh dari pengimplementasian budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja para karyawan pada sebuah perusahaan atau lembaga organisasi, berdasarkan penelitian terdahulu oleh Annisa (2016) mengatakan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan antara budaya organisasi dengan kinerja karyawan.

Menurut Darmawan (2013: 143) budaya organisasi sendiri adalah seperangkat nilai-nilai, keyakinan, dan sikap utama, yang diberlakukan diantara anggota organisasi. Budaya yang dapat menyesuaikan serta mendorong keterlibatan karyawan dapat memperjelas tujuan dan arah strategi organisasi serta yang menguraikan dan mengajarkan nilai-nilai dan keyakinan organisasi. Perusahaan yang memiliki budaya organisasi yang tinggi memiliki keunggulan bersaing terhadap kompetitor lain. Selain itu, perusahaan yang memperhatikan budaya organisasinya juga memiliki tingkat keterlibatan dengan karyawan yang lebih baik, jika dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memperhatikan budaya organisasinya. Hal tersebut dikarenakan budaya baik itu budaya yang tinggi atau rendah akan berpengaruh pada kinerja organisasi perusahaan.

Berdasarkan wawancara dengan Director Of Dev & Performance Yayasan Pendidikan Telkom Bandung, Ia mengatakan bahwa perusahaan mereka menerapkan budaya yang diberi nama The YPT Way. The YPT Way merupakan sebuah budaya yang diadopsi dari budaya PT. Telkom yaitu The Telkom Way, hal ini dikarenakan budaya pada Yayasan Pendidikan Telkom harus diselaraskan dengan budaya PT. Telkom karena memiliki satu kesatuan yang sama pada dasar nya. Dan yang dimaksud dengan budaya organisasi “The YPT Way” adalah budaya yang memiliki 8 nilai di dalamnya, yaitu terdiri dari filosofi Key Behavior:

Practices To Be The Winner (Integrity, Harmony, Excellent), Core Values: Principles To Be The Star (Solid, Speed, Smart), dan Basic Belief Always The Best:

(11)

11

Philosophy To Be The Best (Enthusiasm, Totality). Untuk lebih jelas dapat dilihat

pada tabel berikut:

Tabel 1.3 Indikator The YPT Way

Sumber: Data Internal Yayasan Pendidikan Telkom tahun 2016

No The Telkom Way Indikator Keterangan 1 Key Behavior:

Practices To Be The Winner

Integrity 1. Kejujuran & Transaparansi 2. Akuntabel

Harmony 3. Kerjasama tim 4. Toleransi

Excellent 5. Ide terbaik 6. Kerja terbaik 2 Core Values: Priciples To Be The Star Solid 7. Sinergi 8. Visi bersama 9. Saling percaya Speed 10. Inisiatif 11. Kecepatan melayani 12. Kecepatan memutuskan

Smart 13. Memahami tujuan 14. Menetapkan

prioritas

15. Mencari cara baru 3 Enthusiasm 16. Antusiasme

(12)

12

Basic Belief Always The Best: Philosophy To Be The Best 17. Kesungguhan 18. Keinginan untuk menjadi yang terbaik Totality 19. Totalitas 20. Pengembangan diri 21. Berkomitmen dalam tugas

Sumber: Data Internal Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung

Berdasarkan dengan pemaparan tentang budaya organisasi The YPT Way tersebut, peneliti telah membuat preliminary study (studi pendahuluan) kepada 10 orang karyawan yang ada pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung dan telah melakukan wawancara dengan Director Of Dev Performance Yayasan Pendidikan Telkom Bandung tentang range penilaian dan dengan demikian berikut ini hasil dari bagaimana impementasi budaya tersebut oleh para karyawan,

preliminary study (studi pendahuluan) tersebut telah menghasilkan data seperti

yang dijelaskan pada tabel 1.4 dibawah ini:

Tabel 1.4 Hasil Preliminary Study Budaya Organisasi The YPT Way Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung

No Uraian Jumlah Responden SS S TS STS Skor Total Skor Ideal Persentase 1. Integrity 10 2 2 3 3 23 40 63,3% 10 3 2 3 2 26 40 10 4 1 3 2 27 40 2. Harmony 10 2 5 3 0 29 40 67,5% 10 3 0 6 1 25 40 3. Excellent 10 3 3 4 0 29 40 72,5% 10 4 3 1 2 29 40 4. Solid 10 3 1 3 3 24 40 62,5% (sambungan)

(13)

13 10 2 3 4 1 26 40 10 2 2 5 1 25 40 5. Speed 10 3 4 1 2 28 40 68,3% 10 3 2 4 1 27 40 10 2 3 5 0 27 40 6. Smart 10 3 2 3 2 26 40 69,1% 10 3 4 1 2 28 40 10 3 3 4 0 29 40 7. Enthusias m 10 2 3 3 2 25 40 65,8% 10 4 2 1 3 27 40 10 4 2 1 3 27 40 8. Totality 10 2 2 5 1 25 40 66,25% 10 4 3 3 0 30 40

Sumber: Data Yang Sudah Di Olah Tahun 2018

Berdasarkan tabel 1.4 diatas dapat dikatakan bahwa pengimplementasian

Key Behavior: Practices To Be The Winner mendapatkan hasil nilai dalam indikator Integrity sebesar 63,3%, Harmony sebesar 67,5%, dan Excellent sebesar 72,5%.

Menurut hasil perhitungan nilai indikator-indikator tersebut bisa disimpulkan bahwa pengimplementasian kunci berperilaku karyawan dalam budaya organisasi tersebut cukup bisa dipahami dan dilakukan dengan baik oleh karyawan. Sedangkan untuk nilai inti dari budaya organisasi The YPT Way yaitu Core Values: Priciples

To Be The Star mendapatkan hasil nilai dalam indikator Solid sebesar 62,5%, Speed

sebesar 68,3%, dan Smart sebesar 69,1%. Dalam penghitungan nilai hasil dari indikator-indikator ini dapat disimpulkan bahwa karyawan tidak bisa memahami nilai-nilai dalam melakukan sebuah pekerjaan sehingga mendapatkan nilai yang kurang baik. Dan yang terakhir filosofi keyakinan dasar untuk selalu menjadi yang terbaik dalam budaya organisasi The YPT Way yang mempunyai nama Basic Belief

Always The Best: Philosophy To Be The Best dengan indikator-indikator di

dalamnya medapatkan hasil yaitu Enthusiasm sebesar 65,8% dan Totality sebesar 66,25%. Artinya pada indikator prinsip budaya organisasi yang selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam melakukan pekerjaan atau pun hal lainnya juga sama seperti indikator sebelumnya yaitu mendapatkan nilai yang kurang baik. Sehingga secara keseluruhan dapat diambil kesimpulan bahwa

(14)

14 pengimplementasian tentang pemahaman filosofi dari indikator-indikator tersebut dapat dikatakan kurang baik karena pada akhirnya mendapatkan hasil rata-rata sebesar 66,9%. Untuk dapat melihat lebih jelas bagaimana penerapan budaya organisasi yang terdapat pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung tersebut, dapat dilihat pada gambar grafik dibawah ini:

Gambar 1.4 Persentasi Pengimplementasian Nilai Budaya Organisasi The YPT Way

Sumber: Data Yang Sudah Di Olah Tahun 2018

Dapat dilihat pada gambar grafik 1.4 bahwa pengimplementasian kunci berperilaku dari budaya organisasi The YPT Way antara lain yaitu Key Behavior:

Practices To Be The Winner dengan tingkat penerapan penilaian-penilaian

mendapatkan hasil Integrity sebesar 63,3%, Harmony sebesar 67,5% dan Excellent yang sebesar 72,5%. Untuk nilai inti dari budaya organisasi The YPT Way yang memiliki nama Core Values: Priciples To Be The Star bisa dengan tingkat penerapan indikator-indikator nya mendapatkan hasil Solid sebesar 62,5%, Speed sebesar 68,3% dan Smart sebesar 69,1%. Sedangkan yang terakhir yaitu filosofi keyakinan dasar untuk selalu menjadi yang terbaik dalam budaya organisasi yang memiliki nama Basic Belief Always The Best: Philosophy To Be The Best memiliki

58% 60% 62% 64% 66% 68% 70% 72% 74%

(15)

15 hasil nilai dari indikator-indikator yaitu Enthusiasm sebesar 65,8% dan Totality sebesar 66,25%.

Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan diatas dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dan menurut peneliti hasil ini terlihat cukup signifikan sehingga menimbulkan ketertarikan bagi peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung”.

1.3 Rumusan Masalah

Budaya organisasi dianggap sebagai salah satu faktor yang memiliki peranan penting dalam keberlangsungan hidup sebuah perusahaan atau organisasi. Dengan didterapkan nya budaya organisasi pada sebuah perusahaan atau organisasi, maka pihak perusahaan tentu akan menargetkan agar terjadinya peningkatan kinerja karyawan yang sangat signifikan pada setiap tahunnya. Seperti pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung, ditemukan bahwa kinerja karyawan pada kantor tersebut disimpulkan cukup baik berdasarkan hasil penilaian kinerja individu karyawan dari tahun 2014-2016, selain itu ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kinerja karyawan tersebut, yaitu salah satu nya adalah budaya organisasi. Seperti berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan diatas dapat diketahui bahwa budaya organisasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung. Jika penerapan budaya organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik maka akan membuat peningkatan kinerja karyawan menjadi lebih baik.

Sesuai dengan data-data yang telah ditemukan dan hasil dari Preliminary

Study (studi pendahuluan) yang telah dijelaskan pada latar belakang, dimana

penerapan budaya organisasi karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung secara keseluruhan dikatakan kurang baik. Sehingga pada penjelasan

(16)

16 tersebut terdapat kesenjangan karena hasil yang didapatkan memiliki ketidaksamaan yang bisa mengakibatkan kinerja karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung dikatakan masih belum baik dan optimal, karena pada dasarnya setiap perusahaan pasti menginginkan sebuah hasil yang sangat baik untuk perusahaan atau organisasi nya. Ini merupakan salah satu hal yang menimbulkan ketertarikan untuk meneliti lebih dalam mengenai pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan dan seberapa signifikan budaya organisasi tersebut bisa mempengaruhi kinerja seseorang dalam bekerja.

1.4 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah diatas, maka pertanyaan penelitian adalah:

1. Bagaimana budaya organisasi pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung?

2. Bagaimana kinerja karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung?

3. Seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung?

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui budaya organisasi yang ada pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung.

2. Untuk mengetahui kinerja karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung.

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung.

(17)

17 1.6 Manfaat Penelitian

1. Kegunaan Teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pengetahuan kepada pembaca mengenai pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan.

2. Kegunaan Praktis

Penelitian ini diharapkan menjadi masukan yang bermanfaat bagi Kantor Yayasan Pendidikan Telkom dalam mengelola sumber daya manusia khususnya dalam penerapan budaya organisasi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja. Dan untuk menambah wawasan pengetahuan penulis khususnya mengenai pengarus absensi terhadap kinerja karyawan.

1.7 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dimulai pada bulan Oktober 2017 hingga selesai, dengan objek penelitian adalah seluruh karyawan pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung yang berjumlah sebanyak 62 orang. Penelitian ini hanya berfokus pada pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan.

1.8 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Untuk memudahkan semua pihak yang membaca tugas akhir ini, maka sistematika penulisan tugas akhir disusun sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bagian ini, dijelaskan tinjauan terhadap objek penelitian, latar belakang, rumusan masalah, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan.

(18)

18 BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bagian ini berisi tinjauan pustaka, kerangka pemikiran, dan hipotesis.

BAB III : METODE PENELITIAN

Pada bagian ini menjelaskan mengenai jenis penelitian, operasionalisasi variabel dan skala pengukuran variabel penelitian, data dan teknik pengumpulan, populasi dan sampel, uji validitas dan reabilitas, analisis data dan pengujian hipotesis.

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bagian ini diuraikan hasil uji validitas dan reabilitas, hasil analisis data, hasil pengujian hipotesis, dan pembahasan untuk permasalahan yang sudah dirumuskan.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bagian ini, dijelaskan kesimpulan dari masalah dan saran yang dikemukakan oleh penulis untuk perbaikan serta pemecahan masalah.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :