16
Universitas Kristen Petra
3. METODE PENELITIAN
3.1. Model Analisis
Penelitian ini menggunakan model analisis untuk melakukan pengujian apakah terdapat pengaruh dari variabel independen yaitu tingkat pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap variabel dependen, asimetri informasi dengan variabel kontrol rasio leverage dan rasio book-to-market.
Hubungan variabel-variabel tersebut dapat digambarkan menjadi:
Gambar 3.1 Model analisis
Sedangkan dalam persamaan matematika, model analisis dinyatakan sebagai berikut :
𝑆𝑃𝑅𝐸𝐴𝐷𝑖,𝑡 = 𝛼 + 𝛽1𝑇𝐶𝑆𝑅𝑖,𝑡−1 + 𝛽2𝐿𝐸𝑉𝑖 ,𝑡−1 + 𝛽3𝐵𝑇𝑀𝑖,𝑡−1+ 𝜀t−1 (3.1)
Dimana :
SPREADi,t = Asimetri Informasi pada perusahaan i waktu t
TCSRi,t-1 = Tingkat pengungkapan CSR pada perusahaan i waktu t-1
LEVi,t-1 = Leverage pada perusahaan i waktu t-1
BTMi,t-1 = Book-to-market pada perusahaan i waktu t-1
α, β1, β2, β3 = Konstanta dan koefisien regresi pada setiap variabel εt-1 = Error pada waktu t-1
Variabel Independen Tingkat pengungkapan
CSR (TCSR) Variabel Dependen
Asimetri informasi (bid- ask spread (SPREAD)) Variabel Kontrol
Leverage (LEV) Book-to-market (BTM)
17
Universitas Kristen Petra
3.2. Definisi Operasional Variabel
Variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel
Variabel Definisi Skala
Pengukuran
Bid-ask spread (SPREAD)
Bid-ask spread merupakan perbedaan antara harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual (bid) dan harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli (ask) dalam sekuritas sepanjang hari efektif perdagangan. Pengukuran bid-ask spread menggunakan rumus yang digunakan dalam penelitian sebelumnya oleh Lu & Chueh (2015), yaitu:
𝑆𝑃𝑅𝐸𝐴𝐷 =
𝑆 𝐵𝐼𝐷 + 𝐴𝑆𝐾
2
𝑛1
𝑛 Dimana :
S : Selisih bid dan ask terakhir dalam satu hari BID : Harga bid terakhir dalam satu hari
ASK : Harga ask terakhir dalam satu hari n : Jumlah hari efektif perdagangan saham
Rasio
Tingkat Pengungkapan
Corporate Social Reponsibility
(TCSR)
Pengukuran CSR akan menggunakan pengukuran GRI versi 3.1 yang memiliki 84 kriteria. Jika pengungkapan yang dilakukan oleh perusahaan dalam laporan tahunan sesuai dengan kriteria GRI, maka perusahaan akan mendapat skor 1, namun jika perusahaan tidak mengungkapkan item tersebut, perusahaan akan mendapatkan skor 0.
Semakin tinggi skor CSR menandakan bahwa semakin banyak akivitas CSR yang dilakukan
Rasio
18
Universitas Kristen Petra
perusahaan dan memenuhi pedoman GRI. Rumus yang akan digunakan untuk mengukur CSR adalah sebagai berikut:
𝑇𝐶𝑆𝑅 = kriteria yang diungkapkan perusahaan kriteria pengungkapan sesuai G3.1
Leverage (LEV)
Leverage menunjukkan seberapa besar tingkat aset yang dibiayai oleh hutang, semakin tinggi rasio leverage menunjukkan bahwa perusahan semakin beresiko (Laksmana & Yang, 2009). Leverage diukur menggunakan rumus:
𝐿𝑒𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 = Total debt Total asset Dimana :
Total Debt = Hutang jangka panjang + hutang jangka pendek
Rasio
Book-to- market (BTM)
Rasio book-to-market merupakan rasio yang menunjukkan penilaian investor terhadap kinerja perusahaan dan tingkat risiko kebangkrutan perusahaan (Fama & French, 1992; Lakonishok, Shleifer, & Vishny, 1994). Selain itu, book-to- market merupakan cerminan dari pendapatan dimana rasio book-to-market yang tinggi menunjukkan bahwa pendapatan yang buruk dan sebaliknya (Fama & French, 1995). Rasio book-to- market diukur dengan rumus:
𝐵𝑜𝑜𝑘 − 𝑡𝑜 − 𝑚𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡 = Book value of equity Market value of equity Dimana:
𝐵𝑜𝑜𝑘 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 𝑜𝑓 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 = Total equity Outstanding share
Rasio
19
Universitas Kristen Petra
3.3. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang berbentuk angka dan bilangan. Data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial, total debt, total asset dan book value per share yang diambil dari laporan tahun perusahaan yang di didapatkan dari situs resmi BEI dan website resmi perusahaan. Sedangkan data untuk bid-ask harian, closing price pada akhir tahun, dan jumlah saham yang beredar diambil dari Bloomberg.
3.4. Instrumen dan Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi laporan tahunan perusahaan.
3.5. Populasi
Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak dalam sektor pertambangan dan barang konsumsi.
3.6. Sampel dan Teknik Sampling
Teknik sampeling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purpose sampling dimana sampel diambil berdasarkan kriteria yang ditetapkan.
Kriteria yang digunakan dalam penentuan sampel, yaitu:
1. Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2015
2. Memiliki laporan tahunan dimulai tahun 2008 hingga tahun 2015 3. Memiliki data bid-ask tahun 2008 hingga tahun 2015
4. Perusahaan memiliki data yang lengkap selama tahun 2008 hingga tahun 2015
3.7. Unit Analisis
Unit analisis pada penelitian ini adalah pada tingkat organisasi atau perusahaan.
20
Universitas Kristen Petra
3.8. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 24 untuk mengolah dan menganalisa data penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan data dari sumber-sumber data (Bloomberg, website perusahaan, dan www.idx.co.id). Data yang telah dikumpulkan diproses dan dihitung. TCSR dilakukan skoring berdasarkan kriteria GRI Index, asimetri informasi diperoleh dari bloomberg, sedangkan leverage dan book-to- market dihitung berdasarkan laporan tahunan perusahaan yang diperoleh dari IDX atau website perusahaan.
2. Melakukan Analisa Deskriptif
Analisis deskriptif dilakukan dengan cara mendeskripskan data yang telah terkumpul untuk menentukan apakah hipotesis penelitian dapat digeneralisasikan atau tidak. Selain itu, analisa deskriptif memberikan gambaran data penelitian yang dilihat dari tingkat atau rendahnya nilai minimum, maksimum, mean, dan standard deviasi.
3. Melakukan Pengujian Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan persyaratan statistik yang harus dipenuhi untuk analisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square (OLS).
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah error pada variabel terdistribusi normal atau tidak. Data yang baik akan menghasilkan error yang terdistribusi normal atau mendekati normal.
Apabila nilai error atau variabel pengganggu berdistribusi normal maka variabel dependen juga akan berdistribusi normal. Pengujian normalitas ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Apabila tingkat signifikansi lebih besar dari 0,1 maka uji normalitas terpenuhi dan terdistribusi normal.
21
Universitas Kristen Petra
b. Uji Autokorelasi
Uji ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara error periode tertentu dengan error periode sebelumnya. Bila terjadi korelasi maka disebut autokorelasi. Model regresi yang baik adalah model regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk mendeteksi korelasi tersebut, penelitian ini menggunakan Durbin Watson Test. Data dinyatakan tidak ada autokorelasi apabila nilai Durbin Watson berada diantara 0-2.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari error dari suatu pengamatan kepada pengamatan yang lainnya. Jika varian dari error tetap maka disebut homoskedastititas, sebaliknya jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model yang mempunyai varian yang konsisten atau yang tidak memiliki heteroskedastisitas. Penelitian ini menggunakan uji Glejser, yaitu dengan cara meregresikan variabel residual terhadap variabel independennya.
Bila signifikansi lebih dari 0,1 maka tidak terjadi heteroskedastisitas dan sebaliknya.
d. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya korelasi atau hubungan antara variabel independen dalam model regresi.
Model regresi yang baik adalah apabila tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance (TOL) dengan kriteria apabila nilai VIF kurang dari 10 dan TOL lebih dari 0,1 maka tidak terjadi multikolinearitas. Tetapi apabila hasil dari VIF lebih dari 10 dan TOL kurang dari 0,1 hal ini menunjukkan adanya sifat multikolinearitas yang kuat.
22
Universitas Kristen Petra
4. Melakukan Uji Kelayakan Model Regresi a. Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah model regresi layak digunakan untuk menguji hipotesis. Selin itu, uji F juga digunakan untuk mendeteksi sejauh mana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen pada model regresi secara keseluruhan. Dasar pengambilan keputusan adalah berdasarkan probabilitas dengan melihat nilai signifikansi yaitu jika > 0,1 maka secara keseluruhan variabel independen dalam model regresi tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sebaliknya apabila < 0,1 maka variabel independen dalam model regresi berpengaruh signifikan pada variabel dependen dan model regresi layak digunakan untuk menguji hipotesis.
b. Uji Koefisien Determinasi Berganda ( R-square (R2))
Uji ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar proporsi perubahan variabel independen secara keseluruhan mempengaruhi perubahan variabel dependen. Semakin hasil uji ini mendekati nol (0) maka semakin kecil pengaruh perubahan variabel independen terhadap perubahan variabel dependen. Namun, semakin mendekati satu (1) maka semakin besar pengaruh perubahan variabel independen terhadap perubahan variabel dependen. Hasil uji R2 dapat dipercaya bila hasil uji F signifikan.
5. Melakukan Pengujian Hipotesis a. Uji t
Uji parsial atau uji t digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel independen dalam model regresi secara individual terhadap variabel dependen. Apabila signifikansi lebih dari 0,1 maka variabel independen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Sebaliknya apabila tingkat signifikansi kurang dari 0,1 dan arah koefisien regresi sesuai dengan yang diprediksikan maka variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen dan hipotesis diterima.