PROPOSAL ENTREPRENEURSHIP AWARDS CoffPoste
KATEGORI:
BUSINESS PLAN AWARDS
Disusun Oleh:
Winata
Clevertan/1942073/Akuntansi(AK) Krisdianto/1942083/Akuntansi(AK) DickyE.C./1942028/Akuntansi(AK) Andy Lim/1942023/Akuntansi(AK)
UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM
BATAM 2020
DAFTAR ISI
Halaman Sampul... i
Halaman Pengesahan ... ii
Daftar Isi ... iii
Ringkasan ... iv
Bab I Latar Belakang ... 1
Bab II Tujuan Bisnis ... 3
Bab IIII Deskripsi Produk/Jasa ... 4
Bab IV Perencanaan Pemasaran Bisnis ... 6
Bab V Proyeksi Keuangan ... 8
Bab VI Analisis Resiko Bisnis ... 12
Surat Rekomendasi ... 13
Lampiran 1 Biodata Ketua, Anggota,dan Dosen Pembimbing ... 14
Daftar Pustaka ... 19
RINGKASAN PROYEK
A. Organisasi/Manajemen
1. Nama Usaha/Perusahaan : CoffPoste Inc.
2. Nama Pemilik : Winata Clevertan, Krisdianto, Dicky E.C, Andy Lim 3. Bidang Usaha : Produksi Pupuk dari Ampas Kopi
4. Jumlah Tenaga Kerja : 4 (empat) orang
B. Pemasaran
1. Produk yang Dipasarkan : Pupuk CoffPoste
2. Sasaran Konsumen : Petani dan penggiat tanaman rumahan
3. Pemasaran : Melalui platform e-commerce dan pasar swalayan 4. Proyeksi Permintaan dan Penawaran:
TAHUN PERMINTAAN (Kg) PENAWARAN (Kg)
2021 850 840
2022 870 900
2023 910 920
2024 950 940
2025 970 990
C. Produksi/Operasi 1. Rencana Produksi
Berikut adalah rencana produksi kami:
TAHUN PRODUKSI (Kg)
2021 840
2022 900
2023 920
2024 940
2025 990
2. Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku akan didapatkan dari kedai kopi di dalam maupun di luar Batam.
D. Keuangan
1. Total Pembiayaan Usaha : Rp24.000.000,- 2. Modal Sendiri : Rp 7.160.000,- 3. Pinjaman Dana : RP16.840.000,-
BAB I
LATAR BELAKANG
Kopi merupakan salah satu bahan baku agribisnis terpenting dan berharga di dunia dan juga salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi. Namun, produksi dan konsumsi kopi yang besar menghasilkan sejumlah besar limbah yang belum diidentifikasi sebagai produk sampingan yang sama pentingnya. Residu ini beragam (pulp, kulit buah, lendir, air limbah dan dalam proses ekstraksi minuman kopi masih dihasilkan residu organik, ampas kopi) dan menurut beberapa penulis memiliki potensi yang sangat besar untuk digunakan kembali karena kaya akan nutrisi dan senyawa bioaktif.
Di antara produk sampingan terdapat lumpur dari biji kopi sangrai dan bubuk setelah ekstraksi air panas dan / atau zat terlarut bertekanan selama pembuatan kopi atau minuman kopi yang larut. Biasanya ampas kopi yang dihasilkan ditimbun atau dibakar sebagai bahan bakar dalam boiler industri kopi instan.
Konsumsi kopi dalam negeri Indonesia hampir empat kali lipat sejak 1990, mencapai setara 4,8 juta kantong kopi 60 kilogram pada 2018/2019. Permintaan yang meningkat ini didorong oleh generasi muda yang beralih dari teh ke kopi, dan apresiasi yang baru ditemukan untuk kopi yang diproduksi secara lokal. Dengan semakin banyaknya kedai kopi lokal, permintaan kopi dalam negeri pun semakin meningkat. Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia mengatakan 8% lebih banyak kopi ditanam setiap tahun. Beberapa tahun lalu, konsumsi kopi Indonesia per kapita hanya 0,8 kg atau 800 gram per tahun. Sekarang sudah mencapai 1,5 kg per tahun. Artinya konsumsi kopi masyarakt Indonesia terus meningkat. Artinya dalam satu tahun, orang Indonesia bisa minum kopi hingga 1.000 cangkir atau rata-rata 2-3 cangkir sehari, dengan satu cangkir kopi membutuhkan sekitar 10-15 gram kopi. Hal ini tentu akan menunjukkan peningkatan dalam residu yang dihasilkan setiap cangkir kopi di Indonesia.
Residu atau ampas kopi ini jarang diolah dan biasanya akan dibuang.
Namun, melalui pengomposan, ampas kopi dapat diubah menjadi pupuk organik stabil yang disebut kompos organik. Bahan yang kaya bahan organik, makro dan mikronutrien, ampas kopi berpotensi untuk digunakan pertanian sebagai pupuk atau komponen substrat untuk produksi bibit. Dalam skenario di mana pelestarian lingkungan dianggap penting dalam dampak yang ditimbulkan oleh tindakan manusia terhadap pertanian, diperlukan pengetahuan, pemilihan, dan penerapan praktik pengelolaan lingkungan yang baik. Yang perlu diperhatikan adalah pengomposan, proses terkontrol di mana sampah organik diubah secara biologis, menghasilkan pupuk organik yang distabilkan yang disebut kompos organik. Pengomposan
memiliki beberapa keunggulan, antara lain proses biaya operasional yang rendah yang memungkinkan penggunaan kompos dalam kesuburan tanah untuk pertanian, berkontribusi pada pengurangan pencemaran udara dan air tanah. Pengomposan bubuk kopi dan penggunaan kompos organik dalam menanam tanaman dapat meminimalkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas tanah.
BAB II TUJUAN BISNIS
2.1 Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dari bisnis ini yaitu:
a. Menghasilkan pupuk organik/ramah lingkungan dari ampas kopi.
b. Meminimalisir pencemaran lingkungan.
c. Meminimalisir biaya pertanian.
d. Menyadarkan masyakarat akan pentingnya daur ulang bahan-bahan organik lainnya.
2.2 Cita-cita
Cita-cita dari bisnis ini adalah menumbuhkan perusahaan yang ikut serta membantu menyelesaikan masalah sampah salah satunya adalah sampah organik. Kami berharap bisnis ini dapat menyelesaikan masalah sampah organik dimulai dari ampas kopi dan lebih baik lagi jika kedepannya kami dapat memberikan kontribusi untuk mengurangi jenis sampah organik lain. Kami juga berharap dari ide kami ini dapat memberikan motivasi kepada masyarakat luas untuk mengolah sampah menjadi barang yang berguna dan juga untuk menjaga lingkungan sekitar agar terbebas dari pencemaran.
2.3 Visi dan Misi
Visi kami adalah untuk pelan-pelan mewujudkan pengurangan sampah organik, yang kemudian dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna di seluruh Indonesia.
Dan untuk menyokong visi tersebut, kami mempunyai misi sebagai berikut:
- Meningkatkan kualitas CoffPoste agar dapat dikenal lebih baik di kalangan masyarakat.
- Memperluas jangkauan wilayah untuk penjualan CoffPoste.
- Mengadakan Research dan Development untuk mencari tahu perkembangan selanjutnya yang bisa dijadikan solusi masalah sampah.
BAB III
DESKRIPSI PRODUK/JASA
3.1 Deskripsi Produk
CoffPoste adalah pupuk organik yang terbuat dari ampas kopi. Ampas kopi ini diolah dengan cara didiamkan bersama dengan bahan-bahan alami lainnya. Pupuk ini nantinya dapat ditaburkan ke tanaman baik yang di pot maupun di perkebunan. Pupuk ini nantinya akan memberikan nutrisi tambahan untuk tanaman tersebut.
3.2 Kelebihan Produk
Kelebihan pupuk kompos dari ampas kopi adalah dari segi harga dan pelestarian lingkungan. Coffposte akan dijual dengan harga yang relatif lebih murah daripada pupuk organik sejenis. Selain itu, Coffposte juga akan menyelesaikan masalah sampah yang dihasilkan oleh kopi. Ampas biji kopi yang kami gunakan bukan hanya berasal dari kedai kopi yang menyeduh biji kopi yang sudah dihaluskan namun kami juga akan mengolah bubuk kopi instan.
3.3 Pesaing
CoffPoste mempunyai beberapa pesaing dengan produsen pupuk lokal maupun produsen pupuk berskala nasional. Selain itu penjual tanaman ataupun bunga yang berada di Batam juga terkadang juga menjual pupuk hasil produksi sendiri.
3.4 Ketersediaan Bahan Baku dan SDM
Mengenai ketersediaan bahan baku produk, konsumsi kopi di Batam sangat tinggi.
Bisa dilihat dari jumlah kedai kopi yang ada di Batam. Selain itu, konsumsi kopi di Indonesia sedang menunjukkan peningkatan yang menjanjikan. Dikutip dari Databoks, prediksi konsumsi kopi di Indonesia bisa mencapai 370 ribu ton biji kopi. Hal ini sangat menjanjikan, mengingat kopi sangat mudah diakses. Sekarang minuman kopi bisa diakses bukan hanya di gerai-gerai ternama, namun kedai kopi sudah menyediakan kopi yang dapat diseduh di rumah masing-masing. Oleh karena itu bahan baku yang digunakan di dalam pengolahan produk ini mudah ditemui.
Selain kopi, SDM yang dibutuhkan untuk memproduksi CoffPoste adalah:
- Accounting - Packing
- Beberapa tenaga kerja untuk mengaduk dan memastikan adonan pupuk sudah benar
BAB IV
PERENCANAAN PEMASARAN BISNIS
4.1 Target
Target pemasaran utama kami adalah petani lokal, penjual bunga dan masyarakat yang bercocok tanam di Batam karena mereka merupakan pengguna pupuk kompos terbesar di Batam. Dengan petani menjadi target utama pemasaran kami, penjualan pupuk kompos bisa meningkat lebih jauh.
4.2 Proyeksi Demand (Permintaan) dan Supply (Penawaran)
Berikut adalah proyeksi permintaan yang kami prediksi untuk 5 tahun ke depan di mulai dari tahun 2021.
TAHUN PERMINTAAN (Kg)
2021 850
2022 870
2023 910
2024 950
2025 970
Sedangkan berikut adalah proyeksi penawaran yang kami prediksi dapat kami sediakan untuk 5 tahun ke depan.
TAHUN PENAWARAN (Kg)
2021 840
2022 900
2023 920
2024 940
2025 990
4.3 Asumsi
Berikut adalah asumsi menggunakan metode analisa SWOT:
- Strength (Kelebihan)
• Harga pupuk yang kompetitif.
• Pembuatan pupuk yang lebih ramah lingkungan.
- Weakness (Kelemahan)
• Proses pengolahan membutuhkan waktu yang relatif lama.
• Produk hanya dipasarkan untuk masyarakat dengan kebutuhan yang spesifik.
- Opportunity (Peluang)
• Menjalin kerja sama dengan kedai kopi.
- Threats (Ancaman)
• Jumlah bahan baku (ampas kopi) tidak dapat memenuhi permintaan yang dibutuhkan.
4.4 Strategi Pemasaran
Strategi yang kami gunakan untuk menarik pelanggan agar menggunakan produk kami adalah sebagai berikut:
- Untuk awal peluncuran produk, kami akan memberikan sampel pupuk yang mana pendapat pengguna akan kami kumpulkan untuk menjadi testimoni. Selain itu, saran dan kritik yang kami terima dari pengguna akan kami gunakan sebagai acuan untuk peningkatan kualitas produk kami
- Kami akan memberikan testimoni atau kesaksian tentang produk kami yang sudah kami kumpulkan sebelumnya. Testimoni ini berisi ulasan dan pendapat yang menunjukan bahwa produk ini dapat membuahkan hasil yang baik untuk tanaman.
- Kami akan memasarkan produk kami di platform e-commerce agar pembelian pupuk lebih mudah diakses masyarakat.
- Kami juga akan gencar mempromosikan produk kami melalui iklan. Selain itu, penjualan tatap muka ke kebun lokal dan perumahan juga akan kami lakukan.
BAB V
PROYEKSI KEUANGAN
5.1 Asumsi Dasar dan Informasi
Di dalam menjalankan bisnis, diperlukan manajemen keuangan dalam kegiatan operasional perusahaan. Salah satu bentuk kegiatan dari manajemen keuangan adalah dengan cara melakukan perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan ini terlebih akan lebih bermanfaat dalam merintis usaha start-up.
Oleh karena itu, menyadari pentingnya manajemen keuangan dalam perintisan sebuah usaha, kami telah menyusun komponen penting dalam proyeksi keuangan sebagai berikut:
- Perhitungan dan Alokasi Biaya - Proyeksi Laba/Rugi
- Proyeksi Arus Kas - Perhitungan NPV
Dengan menyusun proyeksi keuangan, maka usaha kami dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan dan perubahan yang akan terjadi di masa depan.
5.2 Analisis Peramalan Keuangan
Peramalan Keuangan juga merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilakukan di dalam perintisan sebuah usaha. Peramalan ini berfungsi sebagai acuan untuk produk yang akan ditawarkan oleh perusahaan/usaha bersangkutan. Peramalan ini nantinya akan membantu dalam pengambilan keputusan.
Peramalan Keuangan nantinya juga akan digunakan sebagai pengukur kinerja perusahaan dengan perusahaan serupa. Tolak ukur ini akan digunakan sebagai internal audit di bidang keuangan maupun di bidang kepuasan pelanggan. Tolak ukur yang akan digunakan adalah tingkat profitabilitas perusahaan, tingkat return dalam perusahaan, tingkat risk dalam berinvestasi dalam perusahaan ini.
5.3 Penghitungan dan Alokasi Biaya
Pendanaan untuk projek ini kami rencanakan seluruhnya akan didanai oleh anggota kelompok kami. Jumlah biaya yang kemungkinan dibutuhkan sebesar Rp 7.160.000.
Dana tersebut akan digunakan untuk membeli bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dalam memproduksi CoffPoste. Berikut adalah rincian modal awal yang
harus dikeluarkan kami untuk memproduksi Coffoste :
Jumlah Total Aset Tetap
Peralatan 2.760.000
2.760.000
Modal Usaha
Gaji dan Upah 800.000
Persediaan 1.600.000
Iklan dan Promosi 500.000 Biaya Start-up lainnya 500.000 Modal Kerja (Cash on Hand) 1.000.000
4.400.000 7.160.000 Total Modal Usaha
Total dana yang di butuhkan Dana Start-up yang di butuhkan
Modal Awal Coffposte
Tabel rincian Modal Awal
Total Aset Tetap
5.4 Proyeksi Laba/Rugi
Pada tahap ini, kami akan menyajikan estimasi laba/rugi yang akan dihadapi saat berlangsungnya praktik pembuatan Coffposte ini. Kami menyajikan data yang berupa estimasi dikarenakan pembuatan Coffposte ini belum diimplementasikan saat ini dan baru direncanakan.
Untuk kedepannya, kami berencana untuk menetapkan harga jual produk menggunakan metode mark up on HPP, dengan mark up sebesar 120% dari HPP yang dikeluarkan dengan target penjualan rata-rata sebesar ±100 kg dalam satu bulan dengan (HPP) Harga Pokok Penjualan Satu Kg Coffposte adalah 13.000. Berikut detail untuk perhitungan mark-up,
Berikut adalah Proyeksi laporan laba rugi dibuat dalam kurun waktu satu tahun, dengan perkiraan untuk pendapatan dan biaya sebagai berikut:
Mark Up 100% = HPP Per kg * 220%
= 13.000 * 220%
= 28.600
Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5
Penjualan
Penjualan 22.880.000 45.760.000 71.500.000 102.960.000 128.700.000 22.880.000
45.760.000 71.500.000 102.960.000 128.700.000
Harga Pokok Penjualan
Harga Pokok Penjualan 10.400.000 20.800.000 32.500.000 46.800.000 58.500.000 10.400.000
- - 20.800.000 - 32.500.000 - 46.800.000 - 58.500.000
Beban Operasional
Gaji dan Upah 5.600.000 5.600.000 8.800.000 10.400.000 12.000.000 Iklan dan Promosi 2.500.000 3.500.000 4.500.000 2.500.000 1.500.000 Biaya Perawatan Peralatan 300.000 300.000 600.000 800.000 1.100.000 Packing 1.600.000 3.200.000 5.000.000 7.200.000 9.000.000
10.000.000
- - 12.600.000 - 18.900.000 - 20.900.000 - 23.600.000 2.480.000
12.360.000 20.100.000 35.260.000 46.600.000 Total Beban Operasional
Laba Usaha Total Penjualan
Total Harga Pokok Penjualan
Proyeksi Laba Rugi Coffposte Keterangan
5.5 Proyeksi Arus Kas
Berikut adalah proyeksi arus kas yang dibuat berdasarkan proyeksi laba rugi di tahun pertama CoffPoste:
Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Arus Kas Masuk
Penjualan 22.880.000 45.760.000 71.500.000 102.960.000 128.700.000 22.880.000
45.760.000 71.500.000 102.960.000 128.700.000
Arus Kas Keluar
HPP 10.400.000 20.800.000 32.500.000 46.800.000 58.500.000 Gaji dan Upah 5.600.000 5.600.000 8.800.000 10.400.000 12.000.000 Iklan dan Promosi 2.500.000 3.500.000 4.500.000 2.500.000 1.500.000 Biaya Perawatan Peralatan 300.000 300.000 600.000 800.000 1.100.000 Packing 1.600.000 3.200.000 5.000.000 7.200.000 9.000.000
20.400.000
33.400.000 51.400.000 67.700.000 82.100.000
2.480.000
12.360.000 20.100.000 35.260.000 46.600.000
1.000.000
3.480.000 15.840.000 35.940.000 71.200.000 3.480.000
15.840.000 35.940.000 71.200.000 117.800.000 Arus Kas
Coffposte
Saldo Awal Arus kas Saldo Awal Arus akhir Total Arus Kas Keluar
Net Arus Kas Masuk Total Arus Kas Masuk
Keterangan
5.6 Dana Modal Usaha dan Recana Mendapatkan Sumber Biaya
Kami merencanakan untuk mendapatkan dana modal usaha tambahan dengan cara mengikuti Entrepreneurship Award yang sedang diselenggarakan ini. Untuk beberapa bulan pertama, karena belum tentu kelompok kami memenangkan lomba ini, maka modal didapat dari modal pribadi para anggota kelompok.
5.7 Perhitungan Net Present Value (NPV)
Kami menghitung Net Present Value (NPV) Net Present Value adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada sebuah periode. Berikut adalah perhitungan Net Present Value (NPV) Coffposte:
Tahun ke- Cash Flow Present Value 0 - 7.160.000 - 7.160.000 1 2.480.000 2.275.229 2 12.360.000 10.403.165 3 20.100.000 15.520.888 4 35.260.000 24.979.073 5 4.660.000 3.028.680 49.047.035
49.047.035
120%
Dalam bisnis ini, kami menggunakan interest yaitu 9%,
Net Present Value
Internal Rate of Return
Hasil Net Present Value (NPV) yang didapatkan dari perhitungan di tabel diatas adalah sebesar Rp 49.047.035 dengan internal rate return yang didapatkan adalah 120%. Hal ini dapat membuktikan bahwa bisnis Coffposte menguntungkan.
BAB VI
ANALISIS RESIKO BISNIS
Risiko atau kendala yang akan kami hadapi adalah sebagai berikut:
1. Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkan ampas kopi
Segelas kopi akan menghasilkan 15 hingga 30 gram kopi. Maka untuk mengumpulkan satu kilogram ampas kopi harus menghabiskan 30 hingga 60 gelas kopi. Jika dihitung dari jumlah kedai kopi pada wilayah Batam, pengumpulannya bisa membutuhkan waktu yang lama.
2. Proses pengomposan yang lama
Proses pengomposan dari ampas kopi hingga menjadi pupuk membutuhkan waktu 3 hingga 6 bulan, sehingga persediaan bahan baku tidak memiliki jumlah yang pasti.
3. Sulit mendapat pelanggan
Masyarakat sulit untuk mempercayai dan menggunakan Coffposte, karena berbeda dari pupuk biasanya. Pupuk pengomposan ampas kopi tergolong produk yang masih baru.
4. Tren minuman kopi dan kedai kopi menurun
Karena usaha ini bergantung dengan konsumsi kopi, akan ada resiko dimana tren minuman kopi dan kedai kopi dapat serta merta menurun,sehingga akan menghambat ataupun menghentikan produksi CoffPoste.
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota serta Dosen Pembimbing Biodata Ketua
A. Identitas Diri No
1. Nama Lengkap Winata Clevertan
2. Jenis Kelamin Laki-Laki
3. Program Studi Akuntansi
4. Nomor Induk Mahasiswa 1942073
5. Tempat dan Tanggal Lahir Pekanbaru, 17 Agustus 2001 6. Alamat E-Mail [email protected] 7. Nomor Hp/Telepon 085668345222
B. Riwayat Pendidikan
Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Sekolah Menegah Akhir (SMA) Nama Institusi Sekolah Advent
Batam Sekolah Advent Sekolah Harapan Utama
Jurusan - - IPS
Tahun Kelulusan 2013 2016 2019
C. Penghargaan
No Jenis Penghargaan Lembaga Pemberi
Penghargaan Tahun
1 - -
2 - -
Semua data yang saya isi di dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan yang nyata, saya sanggup menerima sanksi
Demikian biodata ini saya buat dengan sebetulnya untuk memenui salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Kewirausahaan
Batam, 13 Oktober 2020
(Winata Clevertan)
Anggota Anggota 1
A. Identitas Diri No
1. Nama Lengkap Krisdianto
2. Jenis Kelamin Laki-Laki
3. Program Studi Akuntansi
4. Nomor Induk Mahasiswa 1942083
5. Tempat dan Tanggal Lahir Batam, 21 September 2001 6. Alamat E-Mail [email protected] 7. Nomor Hp/Telepon 082169100965
B. Riwayat Pendidikan
Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Sekolah Menegah Akhir (SMA)
Nama Sekolah Sekolah Harapan Utama
Sekolah Harapan Utama
Sekolah Harapan Utama
Jurusan IPS
Tahun Kelulusan 2013 2016 2019
C. Penghargaan
No Jenis Penghargaan Lembaga Pemberi
Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
Semua data yang saya isi di dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan yang nyata, saya sanggup menerima sanksi
Demikian biodata ini saya buat dengan sebetulnya untuk memenui salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Kewirausahaan
Batam, 13 Oktober 2020
(Krisdianto)
Anggota 2 A. Identitas Diri
No
1. Nama Lengkap Dicky Erfando Christofel
2. Jenis Kelamin Laki-Laki
3. Program Studi Akuntansi
4. Nomor Induk Mahasiswa 1942028
5. Tempat dan Tanggal Lahir Pekanbaru, 9 Mei 2001
6. Alamat E-Mail [email protected] 7. Nomor Hp/Telepon 082171977777
B. Riwayat Pendidikan
Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Sekolah Menegah Akhir (SMA)
Nama Institusi Kalam Kudus Kalam Kudus Witama National Plus
Jurusan IPS
Tahun Kelulusan 2013 2016 2019
C. Penghargaan
No Jenis Penghargaan Lembaga Pemberi
Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
Semua data yang saya isi di dalam biodata ini adalah benar dan dapat di pertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan yang nyata, saya sanggup menerima sanksi
Demikian biodata ini saya buat dengan sebetulnya untuk memenui salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Kewirausahaan
Batam, 13 Oktober 2020
(Dicky Erfando Christofel)
Anggota 3 A. Identitas Diri
No
1. Nama Lengkap Andy Lim
2. Jenis Kelamin Laki-Laki
3. Program Studi Akuntansi
4. Nomor Induk Mahasiswa 1942013
5. Tempat dan Tanggal Lahir Batam, 28 April 2001 6. Alamat E-Mail [email protected] 7. Nomor Hp/Telepon 082285854870
B. Riwayat Pendidikan
Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Sekolah Menegah Akhir (SMA)
Nama Institusi SDN 003 Batam kota
SMPN 10 Batam Kota
SMK Kolese Tiara Bangsa
Jurusan Akuntansi
Tahun Kelulusan 2013 2016 2019
C. Penghargaan
No Jenis Penghargaan Lembaga Pemberi
Penghargaan Tahun
1 - - -
2 - - -
Semua data yang saya isi di dalam biodata ini adalah benar dan dapat di pertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan yang nyata, saya sanggup menerima sanksi
Demikian biodata ini saya buat dengan sebetulnya untuk memenui salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Kewirausahaan
Batam, 13 Oktober 2020
(Andy Lim)
A. Identitas Dosen Pembimbing No
1. Nama Lengkap Erna Wati, SE., MM
2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi Akuntansi
4. Nomor Induk Dosen Nasional 1026078503
5. Tempat dan Tanggal Lahir Tanjungpinang, 26 Juli 1985 6. Alamat E-Mail [email protected]
7. Nomor Hp/Telepon 082390812658 B. Riwayat Pendidikan
S1 S2
Nama Lembaga
Universitas Internasional
Batam
Universitas Internasional Batam
Jurusan Akuntansi Manajemen
Keuangan
Tahun Kelulusan 2007 2010
C. Penghargaan Dalam 10 TahunTerakhir
No Jenis Penghargaan Lembaga Pemberi
Penghargaan Tahun 1
2
Semua data yang saya isi di dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan yang nyata, saya sanggup menerima sanksi
Demikian biodata ini saya buat dengan sebetulnya untuk memenui salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Kewirausahaan
Batam, 13 Oktober 2020
(Erna Wati, SE., MM)
DAFTAR PUSTAKA
Databoks, 2019, Konsumsi Kopi Indonesia Diprediksi Mencapai 370 Ribu Ton, https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/07/31/2021-konsumsi-kopi- indonesia-diprediksi-mencapai-370-ribu-ton