46
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian.
3.1.1 Blibli.com
Blibli.com diluncurkan pada 25 Juli 2011 oleh PT. Global Digital Niaga (GDN) yang merupakan anak perusahaan PT. Global Digital Prima (GDP) milik Martin Hartono –putra owner Djarum Group, Budi Hartono. PT. Global Digital Prima (GDP) adalah bagian dari perusahaan produsen rokok terbesar di Indonesia Djarum Group yang juga menjadi pemegang saham beberapa bisnis online terkemuka seperti situs e-commerce macam lintasberita.com, krazymarket.com, dailysocial.net, dan perusahaan inkubator bisnis online bernama Merah Putih Inc. Keberadaan Blibli.com dengan nilai investasi $ 10 juta menjadi pertanda keseriusan dan makin eksisnya Djarum Group dalam bisnis online.
Gambar 3. 1 Logo Blibli.com Sumber: www.Blibli.com
47 Blibli.com merupakan social e-commerce yang dikembangkan dengan visi untuk memberikan pengalaman berbelanja online yang aman, nyaman, dan membebaskan, dengan spirit:
Bring A Better Life, dengan:
1. Safe and Secure Shopping
Blibli.com bekerja sama dengan mitra perbankan terpercaya dan semua transaksi dijamin keamanannya dengan sertifikasi VeriSign dan credit card fraud detection system.
2. Original Products
Semua produk yang hadir di Blibli.com adalah produk orisinal dan resmi. Blibli.com tidak menjual produk tiruan ataupun barang black market.
3. Enrichment from Experts
Blibli.com juga menghadirkan artikel-artikel yang informatif dan bermanfaat serta review produk dari para expert untuk membantu Anda membuat keputusan yang smart dan tepat dalam berbelanja.
Keep It Simple, dengan:
1. Intuitive Design
Blibli.com didesain dengan tampilan yang clean & simple juga sistem kategorisasi produk yang rapi dan sesuai dengan aktivitas serta gaya hidup Anda, sehingga semua produk dapat dicari dan ditemukan dengan mudah.
2. Quick Check Out
48 Proses transaksi di Blibli.com cukup dilakukan dengan tiga langkah mudah: add to cart, pilih metode pengiriman dan pembayaran, dan selesaikan transaksi sesuai dengan pilihan pembayaran Anda.
Create Fun Experience, dengan:
1. Fun Deals
Berbelanja di Blibli.com lebih seru dan menyenangkan dengan adanya weekly deals yang menghadirkan penawaran berbeda setiap minggunya, sistem reward, dan kupon belanja khusus yang dapat Anda gunakan untuk mendapatkan potongan harga.
2. Personalized Shopping and Sharing Experience
Berbelanja adalah kegiatan personal yang lebih seru jika dilakukan bersama sahabat dan keluarga, karenanya Blibli.com menawarkan kemudahan personalisasi dan sharing pengalaman belanja lewat fitur My Blibli, seperti: profil belanja pribadi, wishlist, poin dan bonus belanja khusus, juga kebebasan sharing produk favorit lewat berbagai situs social media.
Set You Free, dengan:
1. Anytime Anywhere Shopping
Blibli.com juga hadir dalam bentuk Facebook Store dan Mobile Store yang memungkinkan Anda untuk berbelanja di mana saja dan kapan saja dengan media yang sesuai dengan kebutuhan dan situasi Anda.
2. Flexible Payment Method
49 Blibli.com menawarkan beragam metode pembayaran, mulai dari credit card master dan visa, klikBCA, juga transfer ke rekening BCA dan Bank Mandiri. Di Blibli.com Anda juga dapat membayar dengan fasilitas installment dan Cicilan 0%.
3. Full Service Customer Centre
Semua pertanyaan, feedback, dan usulan, hingga proses retur Anda akan dilayani dengan profesional dan berdedikasi oleh Customer Service Center kami. Model Pengukuran.
3.2 Desain Research.
Dalam bukuCopper (2013) yang berjudul Business Research Methods. Terdapat bermacam desain penelitian, diantara lain yaitu Exploratory Research, Descriptive Research, Casual Research. Pada penelitian kali ini peneliti memilih desain penelitian Descriptive Research Karena penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mendeskripsikan atau menggambarkan sesuatu, untuk mengetahui karakteristik pasar dan perilaku konsumen.
3.3 Sampling Process Design.
1. Type of universe.
Pada tahap ini peneliti menentukan objek penelitian yang akan diambil, kali ini peneliti memilih objeknya adalah blibli.com dikarenakan terjadi beberapa masalah yang dialami dan telah dijelaskan pada bab 1.
2. Sampling Unit.
Pada tahap ini peneliti menentukan wilayah pengambilan data, peneliti memilih wilayah jabodetabek dalam pengambillan data kali ini.
50 3. Source list or sampling frame.
Berikut merupakan Sampling Frame Peneliti:
1. Responden harus sudah pernah berkunjung pada aplikasi Blibli 2. Umur responden minimal 16 tahun.
3. Ruang lingkup wilayah hanya mencakup masyarakat di Indonesia.
4. Responden penelitian harus sudah pernah Membuka website Blibli sebanyak 1 kali sejak 1 Februari 2020.
4. Size of Sample.
Dikarenakan pada penelitian kali ini peneliti menggunakan aplikasi olah data berupa SmartPls 3.0 maka Menurut Hair dkk (2013) dalam Solihin dan Ratmono (2013:12) menyatakan panduan ukuran sampel minimum dalam analisis SEM- PLS adalah sama atau lebih besar (≥) dari kondisi : (1) sepuluh kali dari jumlah indikator formatif terbesar yang digunkan untuk mengukur suatu konstruk, dan/atau (2) sepuluh kali dari jumlah jalur struktural terbesar yang mengarah kepada suatu konstruk tertentu. Pedoman tersebut disebut aturan 10 X (10 time rule of thumb) yang secara praktis adalah 10 X dari jumlah maksimum anak panah (jalur) yang mengenai sebuah variable laten dalam model PLS. Pada penelitian kali ini, peneliti memiliki 9 jalur yang mengenai sebuah variabel laten, jadi peneliti responden peneliti sebesar 9x10 adalah 90 responden.
51 3.2 Teknik Sampling
Menurut Mark Saunder (2016) dalam bukunya yang berjudul Research Methods for Business Students Teknik pengambilan data dibagi menjadi berikut:
1. Probability Sampling.
Probability Sampling dikaitkan paling umum dengan strategi penelitian survei di mana peneliti perlu membuat kesimpulan dari sampel tentang populasi untuk menjawab pertanyaan penelitian dan untuk memenuhi tujuan penelitian.
• Simple Random Sampling.
Jenis pengambilan sampel ini juga dikenal sebagai sampling kesempatan atau probabilitas sampling di mana setiap item dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk dimasukkan dalam sampel dan masing-masing dari sampel yang mungkin. Jenis sampel ini melibatkan Anda memilih sampel secara acak dari kerangka sampling menggunakan komputer atau tabel nomor acak.
• Stratified Random Sampling.
Stratified Random Sampling adalah modifikasi pengambilan sampel acak di mana Anda membagi populasi target menjadi dua atau lebih strata yang relevan dan signifikan berdasarkan satu atau sejumlah atribut. Akibatnya, kerangka sampling Anda dibagi menjadi beberapa himpunan bagian.
• Systematic Random Sampling.
Melibatkan Anda memilih sampel secara berkala dari kerangka sampling.
Dalam beberapa kasus, cara pengambilan sampel yang paling praktis
52 adalah memilih setiap nama ke-15 dalam daftar, setiap rumah ke-10 di satu sisi jalan dan seterusnya. Sampling jenis ini dikenal sebagai sampling sistematis. Unsur keacakan biasanya dimasukkan ke dalam pengambilan sampel semacam ini dengan menggunakan angka acak untuk mengambil unit yang akan digunakan untuk memulai. Prosedur ini berguna ketika kerangka pengambilan sampel tersedia dalam bentuk daftar. Dalam desain seperti itu proses seleksi dimulai dengan memilih beberapa titik acak dalam daftar dan kemudian setiap elemen ke-n dipilih sampai nomor yang diinginkan diamankan.
• Cluster sampling and area sampling.
Pengambilan Cluster sampling mirip dengan pengambilan sampel Stratified Random Sampling karena Anda perlu membagi populasi target menjadi kelompok-kelompok diskrit sebelum pengambilan sampel (Barnett 2002). Kelompok-kelompok ini disebut cluster dalam bentuk pengambilan sampel ini dan dapat didasarkan pada pengelompokan yang terjadi secara alami.
• Multi-stage sampling.
Multi-stage sampling merupakan pengembangan dari cluster sampling.
Biasanya digunakan untuk mengatasi masalah yang terkait dengan populasi yang terpencar secara geografis ketika diperlukan kontak tatap muka atau di tempat yang mahal dan memakan waktu untuk membangun kerangka pengambilan sampel untuk wilayah geografis yang luas.
2. Non-Probabillity Sampling.
53 Non-probability sampling adalah Teknik pengambilan sampel yang dimana penelitian tidak memiliki kerangka sampling, seperti survey pasar dan penelitian studi kasus. non-probability sampling menyediakan berbagai teknik alternatif untuk memilih sampel, beberapa diantaranya:
• Quota sampling.
Quota sampling adalaha metode non-probability dan sering digunakan untuk wawancara terstruktur sebagai bagian dari strategi survei. Ini didasarkan pada premis bahwa sampel Anda akan mewakili populasi target karena variabilitas dalam sampel Peneliti untuk berbagai variabel kuota sama dengan populasi target.
• Purposive Sampling.
Peneliti perlu menggunakan penilaian sendiri untuk memilih kasus yang paling memungkinkan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian dan untuk memenuhi tujuan peneliti. Untuk alasan ini kadang-kadang dikenal sebagai judgemental sampling. Pengambilan sampel purposive sering digunakan ketika bekerja dengan sampel yang sangat kecil seperti dalam penelitian studi kasus dan ketika Anda ingin memilih kasus yang sangat informatif.
• Volunteer Sampling.
Snow ball sampling, Snowball sampling adalah yang pertama dari dua teknik yang kami lihat di mana peserta secara sukarela menjadi bagian dari penelitian daripada dipilih. Ini digunakan secara umum ketika sulit untuk mengidentifikasi anggota populasi yang diinginkan.
54 Self-selection sampling, teknik pengambilan sampel sukarela kedua. Itu terjadi ketika Anda mengizinkan setiap kasus, biasanya individu, untuk mengidentifikasi keinginan mereka untuk mengambil bagian dalam penelitian. Sampling ini dapat dilakukan dengan mempublikasikan penelitian baik dengan beriklan melalui media yang sesuai atau dengan meminta mereka untuk mengambil bagian dan menggumpulkan data dari para responden.
• Haphazard Sampling.
Haphazard Sampling terjadi ketika kasus sampel dipilih tanpa prinsip organisasi yang jelas terkait dengan pertanyaan penelitian Anda, bentuk yang paling umum adalah convenience sampling. Ini melibatkan pemilihan kasus secara sembarangan hanya karena mereka mudah didapat.
Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan Teknik sampling berupa non- probability sampling yaitu Convenience Sampling. Karena dengan Teknik sampling ini akan memudahkan peneliti dalam melakukan pengambilan data yang peneliti butuhkan 3.3 Pengumpulan Data
A. Primary Data.
Data primer dapat dikumpulkan baik melalui percobaan atau melalui survei.
Jika peneliti melakukan percobaan, ia mengamati beberapa pengukuran kuantitatif, atau data, dengan bantuan yang ia periksa kebenaran yang terkandung dalam hipotesisnya.
55 Menurut Mark Saunders (2016) dalam bukunya yang berjudul Research Methods for Business Students, proses pengumpulan data primer penelitian terdiri dari beberapa tahap berikut:
1. Observation.
Metode Pengamatan telah menjadi metode yang agak diabaikan untuk penelitian bisnis dan manajemen. Namun itu bisa bermanfaat dan menambah kekayaan data penelitian. Pada dasarnya pengamatan meliputi, melihat, merekam, menguraikan, menganalisa, dan menafsirkan perilaku orang secara sistematis.
2. Research Interview.
Wawancara penelitian adalah percakapan yang disengaja antara dua orang atau lebih, yang mengharuskan pewawancara untuk membangun hubungan dan mengajukan pertanyaan yang ringkas dan tidak ambigu, yang ingin diwawancarai oleh orang yang diwawancarai, dan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian. Terdapat beberapa tipe interview:
• Structured Interviews.
Menggunakan kuesioner berdasarkan seperangkat pertanyaan yang telah ditentukan dan 'terstandarisasi' atau identik dan kami menyebutnya sebagai kuesioner yang diisi pewawancara.
• Semi-Structured Interviews.
Wawancara semi-terstruktur peneliti memiliki daftar tema dan mungkin beberapa pertanyaan kunci yang akan dibahas, meskipun penggunaannya dapat bervariasi dari wawancara ke wawancara. Ini berarti bahwa Anda
56 dapat menghilangkan beberapa pertanyaan dalam wawancara tertentu, mengingat konteks organisasi tertentu yang dihadapi dalam kaitannya dengan topik penelitian.
• Unstructured Interviews.
Bersifat informal. Anda akan menggunakan ini untuk mengeksplorasi secara mendalam area umum di mana Anda tertarik. Karena itu kami menyebut ini sebagai 'wawancara mendalam'. Tidak ada daftar pertanyaan yang telah ditentukan untuk ditanyakan dalam situasi ini, meskipun Anda perlu memiliki gagasan yang jelas tentang aspek atau aspek yang ingin Anda jelajahi. Orang yang diwawancarai diberi kesempatan untuk berbicara secara bebas tentang peristiwa, perilaku, dan kepercayaan yang terkait dengan bidang topik, sehingga jenis interaksi ini kadang-kadang disebut non-directive. Ini telah dilabeli sebagai wawancara informan karena persepsi orang yang diwawancarai yang memandu pelaksanaan wawancara dan topik yang dibahas.
3. Questionnaires.
Kuesioner sebagai istilah umum untuk memasukkan semua metode pengumpulan data di mana setiap orang diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan yang sama dalam urutan yang telah ditentukan sebelumnya. Istilah alternatif, yang juga banyak digunakan, adalah instrumen. Oleh karena itu termasuk kuesioner tatap muka dan telepon serta pertanyaan-pertanyaan yang dijawab tanpa pewawancara, seperti kuesioner Internet. Teradapat beberapa tipe kuesioner:
57
• Self-Completed Questionnaires.
Kuesioner yang diisi sendiri biasanya diisi oleh responden dan sering disebut sebagai survei. Terdapat beberapa cara dalam melakukan Self- completed questionnaires, Kuesioner semacam itu dapat didistribusikan kepada responden melalui Internet (Internet Questionnaires), responden dapat mengakses kuisioner melalui browser web mereka menggunakan hyperlink (Web Questionnaires) atau langsung melalui kode QR (Quick Response) yang dipindai ke perangkat seluler mereka (Mobile Questionnaire). Sebagai alternatif, kuesioner dapat diposkan kepada responden yang mengembalikannya melalui pos setelah selesai (postal or mail questionnaires) atau dikirim secara langsung ke setiap responden dan dikumpulkan kemudian (delivery and collection questionnaires).
• Interviewer-Completed Questionnaires.
Kuesioner yang dilakukan dengan menggunakan telepon dikenal sebagai kuesioner telepon. Kategori terakhir, kuesioner tatap muka, mengacu pada kuesioner di mana pewawancara secara fisik bertemu dengan responden dan mengajukan pertanyaan secara langsung.
58 Gambar 3. 2 Type of Questionnaires
Sumber: Mark Saunder (2016).
B. Secondary Data.
Data sekunder meliputi data kuantitatif dan kualitatif, dan digunakan terutama dalam penelitian deskriptif dan penjelasan. Data sekunder yang Anda analisis lebih lanjut mungkin data mentah, di mana hanya ada sedikit pemrosesan, atau kompilasi data yang telah menerima beberapa bentuk seleksi atau ringkasan.
Banyak set data sekunder yang saat ini tersedia adalah set data primer yang telah digabungkan kembali dengan set data lainnya untuk membuat set data yang lebih besar. Dalam proyek penelitian bisnis dan manajemen, data sekunder paling sering digunakan sebagai bagian dari studi kasus atau strategi penelitian survei.
Namun, tidak ada alasan untuk tidak memasukkan data sekunder dalam strategi penelitian lain, termasuk Penelitian Arsip, Penelitian Tindakan, dan Penelitian Eksperimental.
59 Gambar 3. 3 Type of Secondary Data
Sumber: Mark Saunder (2016).
Pada penelitian kali ini, peneliti memilih Teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Dikarenakan data yang peneliti butuhkan merupakan persepsi atau pendapat masyarakat terhadap suatu online store yaitu Blibli.com, sehingga peneliti membutuhkan data langsung dari masyarakat. Metode yang peneliti gunakan dengan menyebarkan kuisioner secara online. Data sekunder yang di guanakan peneliti seperti artikel untuk mencari informasi terkait objek penelitian.
3.4 Variabel Penelitian
Siswoyo Haryono (2016) dalam bukunya variabel dalam penelitian sebagai berikut:
60 1. Dependent Variable.
Variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel lain. Contoh variabel ini adalah volume penjualan, volume produksi, harga saham, prestasi belajar, kepuasan konsumen dsb.
2. Independent Variable.
Variabel yang mempengaruhi variabel endogen. Contoh motivasi, biaya produksi, kepribadian siswa, luas lahan, jumlah pupuk dan sebagainya 3. Controlled Variable.
Variabel yang dikendalikan, atau nilainya dibuat tetap, hal ini agar tidak dipengaruhi oleh variabel lain.
4. Moderating Variable.
Variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel eksogen dengan variabel endogen. Pengaruh variable moderasi bisa memperkuat atau memperlemah pengaruh variabek eksogen terhadap endogen
5. Mediating Variable.
Sering disebut variable perantara adalah variabel yang menjadi perantara antara variable eksogen dengan indogen
Pada penelitian kali ini, peneliti memiliki beberapa variabel seperti variabel independent antara lain Perception of Web Design, variabel mediator seperti Perception of Reliability, Perception of Privacy, dan Perception of Customer Service, variabel dependent antara lain Purchase Intention.
61 Definisi operasional pada penelitian ini disusun berdasarkan teori yang didasarkan pada indikator pertanyaan seperti pada tabel 3.1 dimana angka satu menunjukkan sangat tidak setuju/belum pernah mengunjungi atau menggunakan website tersebut hingga angka 4 menunjukkan sangat setuju dan pertanyaan/measurement mengacu pada jurnal utama. Pemilihan dalam skala 4 atau genap agar tidak terjadinya jawaban “aman” dari para calon responden yang akan mengisi kuisioner, karena jawaban aman tersebut akan membuat peneliti mengalami kesulitan dalam mengolah jawaban dari responden.
Tabel 3. 1 Tabel Definisi Operasional Variabel
No Variabel Definisi Indikator Measurement Jurnal Referensi Scaling
1 Perception of Web Design
Desain web merupakan gabungan desain dan grafik yang melengkapi konten yang ditulis untuk halaman web suatu situs. Desain dapat melengkapi konten yang telah
WD 1 Saya merasa nyaman saat mecari barang di Blibli.com.
(Van Thac Dang & Thuy
Linh Pham 2018).
4 Likert
Scale.
WD 2 Aplikasi Blibli.com tidak membuang waktu saya dengan
62
individu. online.
WD 3 Pada website Blibli.com menyediakan informasi yang saya butuhkan.
WD 4 Saya merasa nyaman saat mecari barang di Blibli.com.
WD 5 Website Blibli.com tidak membuang waktu saya dengan percuma dalam berbelanja online.
WD 6 Barang yang saya pesan melalui website Blibli.com selalu sampai kepada saya
63 2 Perception
of
Reliability
Reliability adalah kemampuan pengecer untuk secara andal dan akurat melakukan layanan yang dijanjikan. (Parasuraman etal., 1991)
RE 1 Barang yang saya pesan melalui website Blibli.com selalu sampai kepada saya
(Van Thac Dang & Thuy
Linh Pham 2018).
4 Likert
Scale.
RE 2 Produk yang datang sesuai dengan yang saya lihat pada website Blibli.com
RE 3 Produk yang saya pesan datang sesuai estimasi yang diberikan oleh Blibli.com
64 3 Perception
of Privacy
Privasi sebagai klaim individu, kelompok atau lembaga untuk menentukan sendiri kapan, bagaimana, dan sejauh mana informasi tentang mereka dikomunikasikan kepada orang lain. Christian Fuchs (2011)
PR 1 Saya merasa aman Ketika
bertransaksi di website Blibli.com
(Van Thac Dang & Thuy
Linh Pham 2018).
4 Likert
Scale.
PR 2 Menurut saya website Blibli.com Memiliki fitur keamanan yang memadai
PR 3 Saya merasa bahwa privasi saya dilindungi oleh pihak Blibli.com
65 Referensi
4 Perception of
Custromer Service
Layanan pelanggan didefinisikan sebagai kemampuan organisasi untuk secara konsisten memenuhi kebutuhan dan harapan
pelanggannya. Dalam dunia korporat, penekanan pada layanan pelanggan telah digambarkan sebagai konsep pemasaran manajemen bisnis. (Hong Miao 2007)
CS 1 Pertanyaan saya selalu ditanggapi dengan cepat oleh pihak Blibli.com
(Van Thac Dang & Thuy
Linh Pham 2018).
4 Likert
Scale.
CS 2 Pertanyaan saya selalu ditanggapi dengan cepat oleh pihak Blibli.com
CS 3 Ketika saya memiliki masalah, Blibli.com menunjukkan minat yang tulus untuk menyelesaikannya.
66 Referensi
5 Purchase Intention
Purchase Intention adalah probabilitas atau kemungkinan orang akan terlibat dalam perilaku pembelian tertentu kedepannya.
(Wu, Lee, Fu, & Wang, 2013)
PI 1 Jika saya membutukan suatu
produk, saya akan membelinya pada website Blibli.com
(Van Thac Dang & Thuy
Linh Pham 2018).
4 Likert
Scale.
PI 2 Saya akan melakukan perbelanjaan selanjutnya di Blibli.com
PI 3 Saya akan secara rutin untuk menggunakan website Blibli.com
67 3.6 Teknik Pengolahan Analisa Data
3.6.1 Uji Validitas
Menurut William (2014) yang dituliskan dalam bukunya “Basically, the validity of a scale refers to the extent of correspondence between variations in the scores on the instrument and variation among respondents (or other objects of measurement) on the underlying construct being studied.”
Pada dasarnya, validitas skala mengacu pada sejauh mana korespondensi antara variasi dalam skor pada 67 instrument dan variasi di antara responden (atau objek pengukuran lain) pada konstruk yang mendasarinya sedang dipelajari.
3.6.2 Uji Reliabilitas
Menurut William (2014) yang dituliskan dalam bukunya “The concept of reliability derives from classical measurement theory, which assumes that the score obtained on any single measurement occasion represents a combination of the true score of the object being measured and random errors that lead to fl uctuations in the measure obtained on the same object at different occasions.”
Konsep reliabilitas berasal dari teori pengukuran klasik, yang mengasumsikan bahwa skor yang diperoleh pada setiap kesempatan pengukuran tunggal merupakan kombinasi dari skor sebenarnya dari objek yang sedang diukur dan kesalahan acak yang menyebabkan fluktuasi dalam ukuran yang diperoleh pada objek yang sama di kesempatan yang berbeda.
68 3.6.3 Metode Structure Equation Modelling
Ghozali (2008c:3) menjelaskan model SEM (Structural Equation Modeling) adalah generasi kedua teknik analisis multivariat yang memungkinkan peneliti menguji hubungan antar variabel yang komplek baik recursive maupun non recursive untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai keseluruhan model. SEM dapat menguji secara bersama-sama:
1. Model structural: hubungan antara konstruk independen dengan dependen.
2. Model measurement: hubungan (nilai loading) antara indikator dengan konstruk (laten).
Pada saat ini SEM banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu: marketing, SDM, behavioral science, psikologi, ekonomi, pendidikan dan ilmu-ilmu sosial lainnya.
SEM dikembangkan sebagai jalan keluar dari berbagai kesulitan atau keterbatasan analisis multivariat. Pada saat ini SEM di Indonesia mulai banyak digunakan dalam penelitian akademis baik pada tingkat sarjana (S-1), magister (S-2) maupun doktor (S-3).
Maruyama (1998) dalam Wijaya (2001:1) menyebutkan SEM adalah sebuah model statistik yang memberikan perkiraan perhitungan dari kekuatan hubungan hipotesis diantara variabel dalam sebuah model teoritis, baik langsung atau melalu variabel antara (intervening or moderating). SEM adalah model yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian atau network model yang lebih rumit.
69 3.6.4 Langkah-langkah Dalam Analisa SEM.
Gambar 3. 4 Langkah Analisa SEM Sumber: Penulis (2020) 3.6.5 Kecocokan Pengukuran Data
3.6.5.1 Evaluasi Measurement Model (Outer Model)
1. Validitas Data.
Menurut Siswoyo Haryono dalam bukunya, menguji validitas data yaitu melalui pengukuran nilau loading factor. Nilai loading factor ≥ 0.7 dikatakan
70 ideal, artinya indikator tersebut valid mengukur konstruk yang dibentuknya.
Dalam pengalaman empiris penelitian, nilai loading factor ≥ 0.5 masih dapat diterima. Bahkan sebagian ahli mentolerir angka 0,4. Dengan demikian, nilai loading factor ≤ 0.4 harus dikeluarkan dari model (di-drop).
2. Reliabilitas Data
Reliability adalah ukuran internal consistency indicator suatu konstruk. Hasil reliabilitas yang tinggi memberikan keyakinan bahwa indikator individu semua konsisten dengan pengukurannya. Tingkat reliabilitas yang diterima secara umum ≥ 0.70 sedangkan reliabilitas ≤ 0.70 dapat diterima untuk penelitian yang masih bersifat eksploratori. Ukuran reliabilitas yang lain adalah variance extracted sebagai pelengkap ukuran construct reliability.
Angka yang direkomendasi untuk nilai variance extracted ≥ 0.50. Rumus secara matematik untuk menghitung construct reliability dan variance extracted adalah:
a. Nilai Construct Reliability (CR) ≥ 0.70 Construct Reliability = (Σstd loading)2
(Σstd loading)2 + Σεj Sumber: Siswoyo Haryono (2016).
b. Nilai Varaince Extraced (AVE) ≥ 0.5 Variance Extraced = Σstd loading2
Σstd loading2 + Σεj
Sumber: Siswoyo Haryono (2016).
3.6.5.2 Evaluasi Model Struktural (Inner Model)
Menurut Siswoyo Haryono dalam bukunya, Evalusi model struktural dalam PLS dapat dilakukan dengan cara mengevaluasi nilai R-square. Interpretasi nilai R-square
71 sama dengan interpretasi R-square regresi linear, yaitu besarnya variability variabel endogen yang mampu dijelaskan oleh variabel eksogen. kriteria R-square terdiri dari tiga klasifikasi, yaitu:
Tabel 3. 2 Kriteria R-square
Kriteria R-square Nilai
0.67 Model kuat
0.33 Model moderat
0.19 Model lemah
Sumber: Siswoyo Haryono (2016).
3.6.5.3 Uji Hipotesis
Dalam penggunaan metode PLS-SEM uji terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi seperti nilai t-statistik dan nilai p-value (sig). Nilai atau kriteria standar yang digunakan dalam menentukan suatu hipotesis diterima atau ditolak harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. T-Statistic
T-statistik merupakan pengujian yang ditunjukan untuk menilai seberapa jauh pengaruh suatu variabel penjelas/independen dalam konteks secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Untuk nilai t-statistik > 1.96.
2. P-Value
Hipotesis antar variabel dinyatakan berpengaruh secara signifikan apabila nilai p- value ≤ 0.05. Mengapa demikian, yaitu karena tingkat error yang terjadi berada dibawah angka 0.05.
72 3.9.6 Model Pengukuran
Berdasarkan variabel yang diukur pada penelitian ini, maka peneliti menggunakan 5 (Lima) model pengukuran, yaitu :
1. Customer Perception of Web Design
Terdapat 6 indikator pertanyaan didalam model pengukuran ini, dimana indicator yang merupakan bagian untuk mewakili variabel Customer Perception of Web Design.
Gambar 3. 5Model Pengukuran Customer Perception of Web Design Sumber: Data Olahan Primer, 2020
73 2. Customer Perception of Reliability
Terdapat 3 indikator pertanyaan didalam model pengukuran ini, dimana indicator yang merupakan bagian untuk mewakili variabel Customer Perception of Reliability.
Gambar 3. 6 Model Pengukuran Customer Perception of Reliability Sumber: Data Olahan Primer, 2020
3. Customer Perception of Privacy
Terdapat 3 indikator pertanyaan didalam model pengukuran ini, dimana indicator yang merupakan bagian untuk mewakili variabel Customer Perception of Privacy.
74 Gambar 3. 7 Model Pengukuran Customer Perception of Privacy
Sumber: Data Olahan Primer, 2020
4. Customer Perception of Customer Service
Terdapat 3 indikator pertanyaan didalam model pengukuran ini, dimana indicator yang merupakan bagian untuk mewakili variabel Customer Perception of Customer Service.
Gambar 3. 8 Model Pengukuran Customer Perception of Customer Service Sumber: Data Olahan Primer, 2020
75 5. Purchase Intention
Terdapat 3 indikator pertanyaan didalam model pengukuran ini, dimana indicator yang merupakan bagian untuk mewakili variabel Purchase Intention.
Gambar 3. 9 Model Pengukuran Purchase Intention Sumber: Data Olahan Primer, 2020
3.6.7 Model Keseluruhan Peneliti
Gambar 3. 10 Model Keseluruhan Peneliti Sumber: Data Olahan Primer, 2020