• Tidak ada hasil yang ditemukan

Respons Pertumbuhan Bibit Bud Chips Tebu (Saccharum Officinarum L.) Terhadap Perendaman Dan Konsentrasi Iaa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Respons Pertumbuhan Bibit Bud Chips Tebu (Saccharum Officinarum L.) Terhadap Perendaman Dan Konsentrasi Iaa"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

IRDA NILA SELVIA: Response Growth of Sugarcane Bud Chips Towards Soaking Time and IAA Concentration, supervised by MEIRIANI and YAYA HASANAH.

This research aims for knowing response growth of sugarcane bud chips towards soaking time and IAA concentration. The researched was carried out at PTPN II Tanjung Jati, Kabupaten Langkat (±50 m dpl) in May – August 2014 using a factorial randomized block design with two factors. The first factor was soaking time with 3 levels that were including 10; 20; 30; and the second factor IAA concentration with 4 levels that were including 0; 100; 200; 300. The variables observations are percentage of germination, the rate of germination, plant height, number of leaves, stem diameters, root volume, root length, crowns dryness weight, root dryness weight, total leaf area, the growth rate of plants, relative growth rate, and net assimilation rate.

The results of research shows that the best soaking time are 20 minutes on root volume and 30 minutes on total leaf area. The best IAA concentration are 200 ppm on plant height 2 and 4 WAT, 300 ppm on root volume and 100 ppm on total leaf area. The best interaction of soaking time and IAA concentration is combination of 20 minutes soaking time and 200 ppm concentration IAA.

Key words: sugarcane, bud chips, soaking time, IAA concentration

(2)

ABSTRAK

IRDA NILA SELVIA: Respons Pertumbuhan Bibit Bud Chips Tebu terhadap Lama Perendaman dan Konsentrasi IAA, dibimbing oleh MEIRIANI dan YAYA HASANAH.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan bibit bud

chips tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap lama perendaman dan konsentrasi

IAA. Penelitian dilaksanakan di lahan PTPN II Tanjung Jati, Kabupaten Langkat (±50 m dpl) pada Mei – Agustus 2014 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu lama perendaman dengan 3 taraf yaitu 10; 20; 30; dan faktor kedua yaitu konsentrasi IAA dengan 4 taraf yaitu 0; 100; 200; 300. Peubah amatan yaitu persentase perkecambahan, laju perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, volume akar, panjang akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, total luas daun, laju pertumbuhan tanaman, laju pertumbuhan relatif, dan laju asimilasi bersih.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman terbaik adalah 20 menit pada volume akar dan 30 menit pada total luas daun. Konsentrasi IAA terbaik adalah 200 ppm pada tinggi tanaman 2 dan 4 MSPT, 300 ppm pada volume akar dan 100 ppm pada total luas daun. Interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi IAA terbaik pada kombinasi perlakuan lama perendaman 20 menit dan konsentrasi IAA 200 ppm.

Kata kunci: bibit tebu, bud chips, lama perendaman, konsentrasi IAA

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 6 menunjukkan bobot kering akar bibit bud chips tebu terbesar pada umur 10 MSPT diperoleh pada pemakaian wadah pembibitan polybag (W 1 ) yang berbeda nyata

Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan total luas daun dibutuhkan konsentrasi IAA yang tidak terlalu tinggi namun lama perendaman IAA yang cukup lama sesuai dengan yang

Bud chips adalah teknologi percepatan pembibitan tebu dengan satu mata tunas yang diperoleh dengan menggunakan alat mesin bor (Yuliardi,

Sidik ragam bobot kering tajuk bibit bud chips tebu umur 10 MSPT.. Sidik ragam total luas daun bibit bud chips tebu umur

Persentase bertunas dan bobot kering akar tertinggi diperoleh pada penggunaan bahan tanam umur 6 bulan sedangkan panjang tanaman, laju pertumbuhan tanaman, laju pertumbuhan

Persentase bertunas dan bobot kering akar tertinggi diperoleh pada penggunaan bahan tanam umur 6 bulan sedangkan panjang tanaman, laju pertumbuhan tanaman, laju pertumbuhan

Pembibitan tanaman tebu pada media dengan komposisi tanah + kompos blotong menghasilkan nilai rerata tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, bobot kering

Perlakuan perendaman bibit tebu bud chip dengan konsentrasi auksin 100 ppm berpengaruh nyata pada parameter persentase perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah