• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Evektifitas Eksudat Akar Bangun – Bangun (Coleus amboimicus) Untuk Menghambat Pertumbuhan Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus) Di Laboratorium

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Evektifitas Eksudat Akar Bangun – Bangun (Coleus amboimicus) Untuk Menghambat Pertumbuhan Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus) Di Laboratorium"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

AlexopoulosCJ., M. Blackwell,& Charles W. M. 1996. Introductory Mycology.4th ed. JohnWille & Sons Inc. New York.

Anwar C. 2001. Budidaya Karet. Pusat Penelitian Karet. MiG Corp. Medan.

Aziz S. A. 2013. Prosedur Operasional Baku Budidaya Bangun-Bangun

Plectranthus amboinicus. Tropical Plant Curriculum Project USAID, 1-21.

Baker K. F dan R. J. Cook. 1974. Biological Control of Microbial Plant Pathogen. San Fransisco: Freeman WH.

Baker K. F. dan R. J. Cook. 1982. Biological Control of Plant Pathogen. The American Phytopathological Society. St. Paul, Minnsota. 433pp.

Bradford MM. 1976. A Rapid and Sensitive Methode for The Quantitation of Microgram Quantities of Protein Uttilissing The Principle of The Protein. Anal Blochem. 72:248-254.

Brewer C .2010.Variations in Phenol Coefficient Determinations of CertainDisinfectants.American Journal of Public Health.33(1): 261

Burge M. N. 1988. Fungi in Biological Control Systems.Manchester Univ. Press. 296 pp.

Campbell. 1989. Biological Control of Microbial Plant Pathogens. Cambridge Uni. Press. 218 pp

Dalimunthe C. I., Y. R. V. Sembiring, M. Andriyanto, T. H. Siregar, H. S. Darwis dan D. A. Barus. 2016. Identifikasi dan Uji Metabolit Sekunder Bangun-bangun (Coleus amboinicus) Terhadap Penyakit Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus) di Laboratorium. Jurnal Penelitian Karet, 2016, 34 (2) : 189 – 200.

Damanik S., Syakir M, Tasma M & Siswanto. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Karet. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.Bogor.

Ekawati R. 2013. Produksi Pucuk dan Kandungan Metabolit Bangun-Bangun (Plectranthus ambonicus (Lour.) dengan Pemupukan Organik dan Pemangkasan.[Tesis].Institut Pertanian Bogor. Bogor.

(2)

Fazlara A and Ekhtelat, M. (2012).The Disinfectant Effects of BenzalkoniumChloride on Some Important Foodborne Pathogens.American-EurasianJournal of Agricultural & Environment Scientifique.12(1): 23-2

Ghanem K.M., Fassi, F.A., and Hazmi, N.M. (2012). Optimization ofChloroxylenol Degradation by Aspergillus nigerUsing Plackett-Burman Design and Response Surface Methodology. African Journalof Biotechnology.11(84): 144-156.

Gerhardson B. 2002. Biological Substitutes for Pesticides.Trends Biotechnol. 20:338–343

Haryono. 1989. Penyakit –Penyakit Tanaman Perkebunan di Indonesia. Gadjah Mada Press.8911166-C2E.ISBN 979-420-107-3.

Hastuti E.A. 2000. Sebaran Penyakit Akar Putih(Rigidoporus microporus

(Swatz) VanOv.) pada Tanaman Teh (Camellia sinensis (L) O. Kuntze) di Lapang danEksplorasi Beberapa Cendawan Antagonis. IPB Press. Bogor.

Hazimah Teruna HY & Jose, C. 2013. Aktivitas Antioksidan dan Antimikrobial dari Ekstrak Plectranthus amboinicus. J. Penelitian Farmasi Indonesia

1(2) : 39-42.

Heru D.S. & Andoko, A. 2005.Petunjuk Lengkap Budidaya Karet. Agro Media Pustaka. Jakarta.

Heyne.K.,..1987, Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid III, Terjemahan, Departemen KehutananRepublik Indonesia. Jakarta.

Higa T. Parr, J.F. 1994. Beneficial and Effective Migroorganism for a Suistainable Agriculture and Environment.International Nature Farming Research Center. Japan.

Hutajulu Tri Susanti Rienoviar D. Abdurahman & M. Suryeti, 2008 Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dan Alkaloid dari Herba Bangun – Bngun (Coleus amboinicusL.) dan Katuk (Sauropus adnrogynusMerr).

(3)

Khare RS Banerjee, S dan Kundu, K. 2011. Coleus aromaticus Benth – A Nutritive Medicinal Plant of Potential Therapeutic Value. Inter. J. Pharm. Bio. Scie 2(3).

Manjamalai A Narala, Y Haridas, A & Grace, BMV. 2011. Antifungal, Antiinflammatory and GC-MS of Methanolic Extract of Plectranthus amboinicus Leaf. Int J. Curr. Pharm. Res 3(2) : 129-139

Muklasin & Co Matondang. 2010. Trend Perkembangan Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Karet Di Provinsi Sumatera Utara. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan. Medan.

Nagalakshmi H., A Das, and S Bhattacharya. 2012. Assessment of antimicrobial properties and phytochemical contents of leaf extracts of Plectranthus amboinicus (Lour) Spreng, IJGHC 1(2): 101-107,

Naidu A. S. 2000.Natural Food Antimicrobial System.CRC Press, USA.

Nugroho PS. 2010. Karakteristik Bioligi Isolat – Isolat Rigidoporus microporus

pada Tanaman Karet (Havea brasiliensis) Asal Cilacap. Skripsi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Nurhayati.2011. Penggunaan Jamur Dan Bakteri Dalam Pengendalian Penyakittanaman Secara Hayati Yang Ramah Lingkungan.Prosiding Semirata.Bidang Ilmu-ilmu Pertanian BKS-PTN Wilayah Barat. ISBN: 978-979-8389-18-4.

Patel RD Mahobia, NK Singh, MP Singh, A Sheikh, NW Alam, G & Singh, SK. 2010. Antioxidant potential of leaves of plectranthus amboinicus (Lour) Spreng.Der Pharmacia Letter, 2(4): 240-245.

Pawirosoemardjo S. 2004. Manajemen Pengendalian Penyakit Penting dalam Upaya MengamankanTarget Produksi Karet Nasional Tahun 2020.Proc. Pertemuan Teknis. Pusat Penelitian Karet BalaiPenelitian Sembawa.

Prasetyo D P dan Sasongko H. 2014. Aktivitas antibakteria ekstrak etanol 70% daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Bateria Bacillus subtilis dan Shigella dysenteriae sebagai Materi Pembelajaran Biologi SMA Kelas X untuk mencapai Kd 3.4 Kurikulum 2013. JUPEMASI-PBIO. 1(1): 98-102.

Pratiwi ST. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal.17-18.

(4)

Purwanta J. H., Kiswanto, & Slameto. 2008. Teknologi Budidaya Karet. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Rahayu S., Sujatno, &Pawirosoemardjo, S., 2015. Management Pengendalian Penyakit Jamur Akar Putih pada Tanaman Karet, hal: 258-260, 265. Dalam Prosiding Lokakarya Nasional Budidaya Tanaman Karet. Pusat Penelitian Karet, Sungei Putih.

Rasineni G K., D Siddavattam, A R Reddy. 2008. Free radical quenching activity and polyphenols in three species of Coleus, J Medicanal. Plant. Rea 2 (10); 283-291.

Sajimin ND, Purwantari E, Sutedi & Oyo. 2011. Pengaruh Interval Potong terhadap Produktivitas dan Kualitas Tanaman Bangun-Bangun(Coleus amboinicus L.) Sebagai Komoditas Harapan Pakan Ternak. Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor. JITV Vol 16 (4) : 288-293.

Santosa C. M. & Triana H. 2005. Kandungan Senyawa Kimia dan Efek Ekstrak Air Daun Bangun-bangun (Coleus amboinicus, L.) pada aktivitas

fagositosis netrofil tikus putih (Rattus norvegicus).Universitas Gajah Mada.Majalah Farmasi Indonesia, 16 (3), 141 – 148.

Semangun H. 2008. Penyakit-Penyakit Tanaman Perkebunan di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Semangun H. 1991. Penyakit-Penyakit Tanaman Perkebunan Di Indonesia.Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.

Sinulingga W, Basuki & H soepana. Pemberantasan Jamur Akar Putih pada Tanaman Karet Dengan Cara Penyiraman Fungisida.Warta Perkaretan Sungai Putih. Vol 10 (1-3).

Siswandono. 1995. Kimia Medisinal. Surabaya: Airlangga University Press. Hal.249-250.

Situmorang A. 2004. Status dan Manajemen Pengendalian Jamur Akar Putih di Perkebunan Karet.Prosiding Pertemuan Teknis.Pusat Penelitian Karet, Balai Penelitian Sembawa.

Situmorang A dan Budiman A.2003. Penyakit Tanaman Karet dan Pengendaliannya. Balit Sembawa Pusat Penelitian Karet.

(5)

Indonesia Tahun 2020.Palembang 6-7 Mei 2004. Pusat Penelitian Tanaman Karet.Sumbawa.

Situmorang A., Suryaningtyas H, & Pawirosoemardjo S. 2007. Current Status of White Root Disease (Rigidoporus microporus) and The Disease Control Management in Rubber Plantation of Indonesia. Proc. International

Workshop on White Root Disease of Hevea Rubber 28th – 29th November 2006. Salatiga. Indonesia.

Soepena H. 1993. Pembarantasan Jamur Akar Putih denganTrichoderma. Pusat Penelitian Karet. Disampaikan dalam Rapat Panitia Kultura Karet

(PAKULRET)Sungai Putih, 14-15 April 1993.Warta Perkebunan, 1993 : 12(1).

Soesanto L. 2008. Pengantar Pengendalian Hayati Penyakit Tanaman. Rajawali press. Jakarta.

Steel R. G. D. dan J. H. Torrie. 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika.

Diterjemahkan oleh Bambang Sumantri.PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Sugianto NL. 2011. Pemberian Jus Delima Merah (Punica granatum) Dapat Meningkatkan Kadar Glutation Peroksidase Darah Pada Mencit (Mus musculus) Dengan Aktivitas Fisik Maksimal.Tesis. Program Studi Ilmu Biomedik, Universitas Udayana, Denpasar.

Wartono Y. Suryadi, dan D. N. Susilowati. 2012. Keefektifan Formulasi Bakteri

Burkholderia cepacia Isolat E76 Terhadap Rhizoctonia solani Kühn Pada Pertumbuhan Tanaman Padi Di Laboratorium.Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.Jurnal Agrotropika 17 (2): 39-42.

WellerDM 1988, Biological Control of Soilborne Plant Pathogens in the Rhizosphere with Bacteria, Ann. Rev. Phytopathol. 26:379–407.

Widiyanti. 2013. Pembangunan Kebun Bibit Batang Bawah Karet (Hevea brasilliensis). Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan. Surabaya.

Referensi

Dokumen terkait

Subsidi Ongkos Angkut Penumpang Udara Rute Nunukan - Long Baw an ( PP) , maka dengan ini Saudara kami undang untuk mengikuti acara Pembuktian Kualifikasi yang akan

Hasil yang sama dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rahman dkk 15, juga didapatkan kadar albumin yang lebih rendah pada anak gizi buruk dengan penyakit

Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Daur Air melalui Penerapan Model Cooperative Tipe Snowball Throwing pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Bategede Jepara.. Skripsi

Kehilangan kandungan vitamin C paling rendah terdapat pada suhu penyimpanan 20 0 C.Selanjutnya, hasil uji statistik memperlihatkan bahwa terdapatperbedaan yang

Dalam artikel ini, penulis menjelaskan tentang bagaimana mengaplikasikan software CAQDAS yang cukup populer, NVivo, dalam penelitian desain logo dari Museum Nasional

Diperkirakan kadar lovastatin produk angkak dari ampas sagu dengan tepung beras dengan perbandingan 1:1 akan menghasilkan hasil yang lebih tinggi pada lama

Instrumen kuesioner dirancang dengan jawaban tertutup (berskala 1-4, misalnya untuk tingkat kepuasan: sangat kurang - sangat baik). Data yang diperoleh dari

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id.. Sesuai dengan tingkat perkembangan, kematangan