BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL
Kerangka Konseptual berisi tentang definisi konsep dari penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Tinjauan teoritis yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya menjadi dasar pemikiran bagi peneliti, sehingga terbentuklah bagan kerangka konseptual yang dapat dilihat dalam Gambar 3.1. Penelitian ini dimulai dengan mempelajari visi, misi, dan tujuan perusahaan, yakni PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan yang akan diimplementasikan melalui strategi pemasaran yang akan diciptakan dan dijalankan oleh perusahaan tersebut. Strategi pemasaran yang baik dan tepat dapat diperoleh dengan menyesuaikan strategi pemasaran dengan kondisi lingkungan perusahaan yang terdiri dari atas dua jenis.
Kondisi lingkungan pertama adalah lingkungan internal perusahaan yang berasal dari dalam perusahaan sendiri, yakni PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan. Lingkungan ini menunjukkan kekuatan dan kelemahan perusahaan tersebut. Yang termasuk dalam lingkungan internal yang akan dijadikan dasar analisis yaitu segmentation,targetting, dan positioning serta marketing mix yang terdiri dari produk, harga, distribusi, promosi, orang, proses dan layanan konsumen.
internal ke dalam matriks IFE dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan eksternal ke dalam matris EFE.
Gambar 3.1. Kerangka Konseptual Penelitian
Visi dan Misi Perusahaan
Lingkungan Perusahaan
Analisis Lingkungan Internal Analisis Lingkungan Eksternal
Matriks Internal Factor Evaluation (IFE)
Matriks External Factor Evaluaation (EFE)
Analisis PEST
Alternatif Strategi Pemasaran
Pengambilan Keputusan Strategi
Pemasaran Terbaik Dengan QSPM
Strategi Pemasaran Terbaik PT Jamsostek ( Persero )
Cabang Medan
Segmentation, Targetting, Positioning
Marketing mix
Lingkungan jauh
Lingkungan Industri
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1. Metodologi Penelitian
Metode penelitian merupakan penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu masalah dengan perlakuan tertentu (seperti memeriksa, mengusut, menelaah, dan mempelajari secara cermat dan sungguh-sungguh) sehingga diperoleh sesuatu (seperti mencapai kebenaran memperoleh jawaban atas masalah, pengembangan ilmu pengetahuan, dan sebagainya) (Hasan:2004).
Berdasarkan pernyataan diatas dapat diketahui bahwa metode penelitian merupakan suatu cara untuk dapat memahami suatu objek penelitian dengan memandu peneliti dengan urutan-urutan bagaimana penelitian dilakukan yang meliputi teknik dan prosedur yang digunakan dalam penelitian.
Menurut Travers (1978), metodologi ini bertujuan untuk menggambarkan suatu sifat yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. Maka dari itu, pada penelitian ini metode deskriptif digunakan untuk menentukan strategi pemasaran produk yang cocok bagi PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan, agar perusahaan mampu meningkatkan pasar yang menjadi bagiannya, serta mengantisipasi pesaing-pesaing pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.
4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2.1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan yang beralamat di Jalan. Kapten Patimura No. 334 Medan 20153.
4.2.2. Waktu Penelitian
Penelitian direncanakan akan dilakukan selama bulan Agustus 2011- Februari 2012 secara efektif.
4.3. Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
perusahaan, yaitu dengan Kepala Divisi Pemasaran dan Wakil Kepala Divisi Pemasaran PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan.
2. Data sekunder adalah data yang berasal dari studi pustaka, data-data yang dimiliki PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan serta artikel dari website yang terkait dengan penelitian.
4.4. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan pengisian kuesioner oleh Kepala Divisi Pemasaran dan Wakil Kepala Divisi Pemasaran PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan dengan alasan dianggap memiliki pengetahuan dan wewenang mengenai data-data yang terkait dengan penelitian ini. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka, literatur-literatur perusahaan atau data-data yang dimiliki perusahaan dan artikel dari website yang terkait dengan penelitian.
4.5. Responden
Responden dalam penelitian ini adalah divisi pemasaran PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Cabang Medan, yaitu Kepala Divisi Pemasaran dan Wakil Divisi Pemasaran karena dianggap mewakili perusahaan serta memiliki pengetahuan dan wewenang yang terkait dengan penelitian.
4.6. Metode Analisis Data
Data dan informasi yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan dari lingkungan internal. Demikian pula dengan data dan informasi yang diperoleh dari lingkungan eksternal diklasifikasikan secara kualitatif untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Sedangkan pengolahan dan analisis secara kuantitatif (termasuk perhitungan) dengan menggunakan alat bantu komputer melalui program Microsoft Excel.
Data dan informasi lingkungan perusahaan yang diolah dan dianalisis meliputi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Data dan informasi mengenai lingkungan internal meliputi segmentasi, target pasar dan posisi pasar serta bauran pemasaran. Data dan informasi yang menyangkut lingkungan eksternal perusahaan mengenai lingkungan jauh dan lingkungan industri.
Setelah mengolah dan menganalisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan, kemudian diteruskan dengan perumusan strategi. Perumusan strategi dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu:
1. Tahap masukan dengan menggunakan Internal Factor Evaluation (IFE) matriks untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta Eksternal Factor Evaluation (EFE) matriks untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan.
perusahaan berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan.
BAB V
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
5.1. Sejarah Singkat dan Berdirinya Perusahaan
Dengan diadakannya kerja sama ekonomi antar negara Association of South East Asia Nation (ASEAN) maka diberlakukan liberalisasi di bidang perdagangan barang atau jasa serta investasi pada tahun 2003, industri asuransi nasional dituntut untuk mampu meningkatkan daya saingnya melalui upaya efisiensi dan profesionalisme. Langkah antisipatif yang dilakukan oleh perusahaan asuransi antara lain dengan membenahi sistem manajemen, meningkatkan produktifitas dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Perbaikan ini diharapkan akan berdampak positif pada kualitas atau jasa pelayanan dan tingkat efisiensi yang dicapai perusahaan, sehingga pada gilirannya peningkatan efisiensi ini meningkatkan daya saing produk asuransi nasional, baik di pasar domestik maupun di pasar internasional. Hal tersebut berarti bahwa harus dilakukan reformasi jaminan sosial. Keadaan ini berkaitan erat dengan aspek kependudukan serta perekonomian.
berkaitan dengan pekerjaannya seperti bahaya mesin, alat-alat, susunan kerja dan lain-lain. Untuk itulah perlu perlindungan jaminan sosial yang dapat diandalkan pada setiap pekerjaan dalam menanggulangi akibat-akibat resiko sosial ekonomi yang ditimbulkannya. Dengan kata lain, tenaga kerja membutuhkan jaminan sosial sebagai alat perlindungan untuk menjaga harkat dan martabat serta kemandiriannya di saat mengalami gangguan atau hilangnya penerimaan upah sebagai sumber penghasilan karena musibah tersebut.
pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977 memutuskan menyelenggarakan program Asuransi Kecelakaan Kerja (AKK), Tabungan Hari Tua (THT) yang dikaitkan dengan Asuransi Kematian (AK) sebagai program yang bersifat wajib. Pada tanggal 5 tahun 1977, pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1977 tentang pendirian status Perusahaan Umum Asuransi Tenaga Kerja (Perum ASTEK). Modal perusahaan pada saat awal status Perum ASTEK tersebut adalah sebesar
Rp. 2.800.000.000,- dan penyelenggaraan modal ex YDJS sebesar Rp. 275.800.000,- dan penyelenggaraan modal pemerintah sebesar Rp. 2.500.000.000,-.
Tuntutan ke arah yang berkembang seiring dengan kemajuan yang dialami oleh Perum ASTEK maka mendorong pihak manajemen untuk mengambil langkah-langkah koalidasi, restrukturisasi untuk menjadikan Perum ASTEK lebih elastis dalam menjawab tantangan yang dihadapi. Dalam periode ini tercatat peningkatan asset perusahaan yang berjalan cepat seiring dengan jumlah peserta yang semakin meningkat. Akhirnya pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1990 mengubah bentuk usaha dari Perum ASTEK menjadi perseroan. Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1450/KMK.103 Tahun 1990 Tanggal 16 Nopember 1990 modal dasar PT ASTEK sebesar Rp. 75.000.000.000,- dan disetor penuh sebesar Rp. 50.000.000.000,- yang dikonversi dari dana pembangunan semesta, cadangan umum, cadangan tujuan,
modal awal Perum ASTEK sehingga jumlah asset saat itu sebesar Rp. 915.000.000.000,- dengan prinsip keseimbangan pencapaian misi sosial dan
relatif singkat telah berhasil melipatgandakan asset perusahaan, sementara di sisi lain pelaksanaan tugas pokok memberikan perlindungan tenaga kerja berhasil mencapai kemajuan besar. Hal ini ditandai dengan lonjakan kepesertaan yang tinggi dan peningkatan kualitas layanan yang semakin baik. Pada tahun 1990 terjadi pengembangan program ketika Menteri Tenaga Kerja mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 4 Tahun 1999 tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja yang disingkat JPKTK yang akhirnya JPKTK ini kemudian dikukuhkan dalam suatu Undang-Undang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, Undang-Undang ini mulai berlaku efektif tanggal 1 Juli 1992 yang mewajibkan perusahaan menyelenggarakan 4 (empat) program Jamsostek yaitu Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Proram Jaminan Hari Tua (JHT), Program Jaminan Kematian (JK) dan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK).
5.2. Visi, Misi, Prinsip dan Filosofi Perusahaan 5.2.1. Visi Perusahaan
Menjadi lembaga jaminan sosial tenaga kerja terpercaya yang unggul dalam pelayanan dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta dan keluarganya.
5.2.2. Misi Perusahaan
Sebagai badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja yang memenuhi perlindungan dasar bagi tenaga kerja serta menjadi mitra terpercaya bagi; 1. Tenaga Kerja: Memberikan perlindungan yang layak bagi tenaga kerja dan
keluarga.
2. Pengusaha: Menjadi mitra terpercaya untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas.
3. Negara: Berperan serta dalam pembangunan.
5.2.3. Prinsip Perusahaan 1. Kepuasan Peserta Kami
Kepuasan peserta atas pelayanan dan manfaat program adalah tanggung jawab kami bersama tanpa memandang tingkat dan kedudukan.
2. Kepuasan Kami
3. Keberhasilan Perusahaan Kami
Kami yakin keberhasilan perusahaan kami adalah tanggung jawab kami bersama tanpa memandang tingkat dan kedudukan, dengan prestasi yang proaktif, inovatif, pantang menyerah, bersikap positif terhadap kritik, jujur dan dapat diandalkan.
5.2.4. Filosofi Perusahaan
1. Jamsostek dilandasi filosofi kemandirian dan harga diri untuk mengatasi resiko sosial ekonomi. Kemandirian berarti tidak tergantung orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan di hari tua maupun keluarganya bila meninggal dunia. Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak dan bukan dari belas kasihan orang lain. 2. Agar pembiayaan dan manfaatnya optimal, pelaksanaan program
Jamsostek dilakukan secara gotong royong, dimana yang muda membantu yang tua, yang sehat membantu yang sakit dan yang berpenghasilan tinggi membantu yang berpenghasilan rendah.
5.3.Struktur Organisasi Perusahaan
organisasi haruslah memberikan kejelasan fungsi dan mudah dimengerti oleh semua pihak yang terlibat dalam organisasi sehingga akan mempermudah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan adanya struktur organisasi yang jelas dan tepat, karyawan akan mengetahui tugas dan tanggung jawabnya serta kepada siapa harus bertanggung jawab, sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran atas pekerjaan ataupun terjadinya saling tumpang tindih (overlapping) fungsi masing-masing bagian. Struktur organisasi juga akan memudahkan dalam menentukan, mengarahkan, mengamati serta mengawasi pelaksanaan kegiatan dan juga dapat mengetahui apakah tujuan yang diinginkan atau ditentukan semula telah tercapai atau tidak. Pelaksanaan kegiatan dari suatu struktur organisasi yang baik harus fleksibel, artinya dapat disesuaikan dengan dinamika perusahaan serta dapat diterapkan pada masa yang akan datang.
Sesuai dengan Keputusan Direksi PT Jamsostek (Persero) Nomor KEP/97/08/2001 tanggal 20 Agustus 2001 tentang organisasi perusahaan dan tata kerja, PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan merupakan unit kerja di bawah Kantor Wilayah. Kantor Cabang berada di tingkat daerah dimana Kantor Cabang Medan bertanggung jawab kepada Kantor Wilayah operasional Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kantor cabang mempunyai tugas merencanakan, mengarahkan, mengkoordinasikan kegiatan operasional kantor cabang. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut maka kantor cabang mempunyai fungsi, yaitu :
1. Menetapkan kebijakan operasional Kantor Cabang.
2. Mengarahkan dan mengendalikan pencapaian target dan peningkatan pelayanan kepada peserta.
3. Mengarahkan dan mendukung terselenggaranya sistem teknologi informasi. 4. Mengarahkan dan mengendalikan fungsi keuangan.
5. Memastikan pelaksanaan sistem kepersonaliaan dan umum.
6. Mengarahkan pembinaan hubungan kemitraan dengan instansi terkait.
Kantor cabang dipimpin oleh seorang Kepala Kantor Cabang yang dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang kepala bidang masing-masing. Setiap kepala bidang dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya dibantu oleh staf-staf pada bidang masing-masing.
dijelaskan tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing bagian pada PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan yang tentunya disesuaikan dengan struktur organisasi perusahaan yang bersangkutan.
1. Kepala Cabang
Secara garis besar tugas utama dari kepala kantor cabang adalah sebagai berikut :
a. Menjaga nama baik atau citra PT Jamsostek (Persero), baik kepada pihak intern maupun kepada pihak ekstern.
b. Berpartisipasi aktif di dalam pengembangan usaha.
c. Senantiasa membina hubungan baik secara terus menerus dengan kepala pimpinan di wilayah lain.
d. Menilai prestasi kerja dan mengusulkan peningkatan (promosi atau mutasi) kerja atas unsur yang berada di bawahnya.
e. Membina dan membimbing karyawan yang berada di bawahnya.
f. Bertanggung jawab atas kegiatan kelancaran operasional PT Jamsostek (Persero).
2. Bidang Pemasaran
a. Bertanggung jawab langsung kepada kepala cabang dan bidang ini membawahi bagian Account Officer 3, Account Officer 4, Account Officer 5, Account Officer 6, Petugas Administrasi Pemasaran dan Lission Officer. b. Adapun tugas utamanya adalah sebagai berikut :
1) Memperluas dan membina kepesertaan anggota PT Jamsostek (Persero). 2) Menanggapi dan menindaklanjuti keluhan atas permasalahan yang terjadi
3. Bidang Pelayanan
a. Bertanggung jawab langsung kepada kepala cabang dan bidang ini membawahi bagian Provider Service Officer, Verifikator Jaminan, Customer Service Officer 1 dan Customer Service Officer 2.
b. Adapun tugas utamanya adalah sebagai berikut :
1) Melaksanakan penerimaan iuran dan pelayanan jaminan. 2) Menetapkan klaim jaminan dan menerbitkan kwitansi iuran. 3) Memilih pusat pelayanan kesehatan.
4) Melaksanakan pengendalian pusat pelayanan kesehatan. 4. Bidang Keuangan
a. Bertanggung jawab langsung kepada kepala cabang dan bidang ini membawahi bagian Verifikator Akuntan, Verifikator Anggaran dan Pajak, Petugas Pembukuan dan kasir.
b. Adapun tugas utamanya adalah sebagai berikut :
1) Merencanakan cash flow berdasarkan RKAP yang telah disetujui untuk digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kantor cabang. 2) Melakukan koordinasi dan mengendalikan fungsi dan kebijakan di bidang
keuangan.
3) Menerbitkan neraca percobaan secara periodik.
4) Melakukan pembinaan pada bawahannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
5. Bidang Teknologi dan Informasi
a. Bertanggung jawab langsung kepada kepala cabang dan bidang ini membawahi bagian Data Administrasi, Technical Support dan Data Operator.
b. Adapun tugas utamanya adalah sebagai berikut :
1) Melakukan pengelolaan, pemeliharaan dan fasilitas komputer, perangkat lunak dan jaringannya.
2) Melakukan administrasi dan pemutakhiran database kepesertaan. 6. Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia
a. Bertanggung jawab langsung kepada kepala cabang dan bidang ini membawahi bagian Petugas Umum, Pengadaan, Arsiparis, Pengemudi, Satpam dan Pesuruh.
b. Adapun tugas utamanya adalah sebagai berikut :
1) Melaksanakan administrasi Sumber Daya Manusia (SDM). 2) Melakukan pemutakhiran database personalia.
3) Melakukan pengadaan dan pengelolaan logistik kantor cabang. 7. Verifikator Akuntansi
Adapun uraian tugas utama bagian Verifikator Akuntansi adalah sebagai berikut :
a. Melakukan verifikasi atas semua bukti transaksi keuangan. b. Melakukan rekonsiliasi bank.
c. Menyusun neraca percobaan.
e. Melaksanakan laporan kegiatan dengan benar dan tepat. 8. Pembukuan
Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh bagian pembukuan adalah sebagai berikut :
a. Membukukan penerimaan iuran via bank.
b. Melakukan rekonsiliasi kepada bank secara periodik.
c. Membukukan, merekapitulasi dan menyajikan transaksi secara harian. d. Menyusun laporan kegiatan dengan benar dan tepat.
9. Kasir
Secara umum kegiatan bagian Kasir adalah melaksanakan pembayaran dan penerimaan uang tunai dengan benar dan tepat.
10. Account Officer
Adapun tugas yang dilakukan oleh bagian Account Officer adalah melaksanakan tugas-tugas keuangan, transaksi sehari-hari sekaligus membuat laporan keuangan.
11. Verifikator Anggaran dan Pajak
Adapun uraian tugas utama bagian Verifikator Anggaran dan Pajak adalah sebagai berikut :
a. Melaksanakan pembuatan laporan kegiatan cabang (triwulan, semester dan tahunan).
12. Petugas Adminstrasi Pemasaran
Adapun uraian tugas utama yang dilakukan oleh bagian Administrasi pemasaran adalah :
a. Menyelenggarakan pemeriksaan yang diprogramkan oleh kepala cabang melaporkannya kepada kepala cabang untuk di-review dan diberi komentar dengan mengirim tembusan ke kantor pusat.
b. Melakukan pemasaran jasa-jasa kepada peserta PT Jamsostek (Persero). 13. Lission Officer
Secara umum tugas bagian Lission Oficer adalah mengawasi kegiatan perusahaan yang berada di bawah bidang pemasaran.
14. Provider Service Officer
Secara umum tugas bagian Provider Service Officer adalah membantu dalam memberikan layanan kepada peserta PT Jamsostek (Persero).
15. Verifikator Jaminan
Secara umum tugas bagian Verifikator Jaminan adalah melakukan verifikasi semua jaminan pelayanan yang diberikan kepada peserta PT Jamsostek (Persero). 16. Customer Service Officer
Secara umum tugas bagian Customer Service Officer adalah memberikan dan meningkatkan pelayanan kepada peserta PT Jamsostek (Persero).
17. Data Administrasi
Adapun uraian tugas bagian Data Administrasi adalah sebagai berikut : a. Menyelenggarakan dan memeriksa program administrasi perusahaan yang
b. Mengumpulkan data-data administrasi pelaksanaan pekerjaan yang telah dikerjakan.
18. Technical Support
Secara umum tugas bagian Technical Support adalah mendukung kegiatan teknik dalam hal memperbaiki dan memelihara fasilitas perusahaan untuk mencapai efektivitas perusahaan.
19. Data Operator
Secara umum tugas bagian Data Operator adalah memberikan informasi kepada seluruh peserta PT Jamsostek (Persero).
20. Petugas Umum
Adapun uraian tugas bagian Petugas Umum adalah sebagai berikut :
a. Menyelenggarakan serta mengurus perjalanan dinas, kebersihan dan pengamanan kantor serta urusan-urusan umum lainnya.
b. Menyelenggarakan serta mengurus kedudukan dan hak serta kewajiban pegawai perusahaan menurut peraturan-peraturan yang dikeluarkan dan berlaku di perusahaan.
21. Petugas Pengadaan
Secara umum kegiatan Petugas Pengadaan adalah melakukan pengadaan dan pengelolaan logistik kantor cabang.
22. Arsiparis
23. Pengemudi
Adapun tugas Pengemudi adalah mengangkut seluruh yang berkenaan dengan kegiatan perusahaan.
24. Satpam
Adapun tugas Satpam adalah menjaga keamanan perusahaan terhadap gangguan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan.
25. Pesuruh
BAB VI
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
6.1. Kondisi Lingkungan Internal PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan Lingkungan internal merupakan aspek-aspek yang ada di dalam perusahaan. Kondisi lingkungan internal perusahaan dianalisis dan hasilnya akan digunakan dalam proses penyusunan strategi pemasaran PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan. Hasil analisis terhadap kondisi internal perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan internal perusahaan meliputi Segmentation, Targetting, dan Positioning serta Marketing Mix.
6.1.1. Segmentation, Targetting, Positioning PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan
dengan efektif. Dan saat ini PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan memilih segmen perusahaan BUMN dan perusahaan swasta yang memiliki tenaga kerja.
Targetting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dituju. PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan memilih target pasar yang menjadi sasaran produk mereka yaitu tenaga kerja dan pengusaha. Penentuan target pasar yang dilakukan PT Jamsostek didasarkan pada spesialisasi pasar dimana perusahaan memusatkan diri untuk melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok peserta tertentu.
Positioning adalah upaya mengkomunikasikan keunggulan produk yang bersifat khas kepada pasar sasaran, sehingga produk perusahaan memiliki posisi yang lebih baik dibanding produk pesaing. Dalam hal ini PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan memposisikan diri dengan menjadi mitra terpercaya untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja sehingga mendorong peserta dalam meningkatkan produktivitas.
Pelayanan dalam asuransi identik dengan pelayanan terhadap proses klaim. Semakin cepat pembayaran klaim maka citra dan posisi perusahaan semakin baik dalam benak peserta. Perusahaan selalu berusaha agar pembayaran klaim dapat dilakukan sebelum masa tenggang waktu yang ditetapkan.
6.1.2. Marketing Mix
Marketing mix (bauran pemasaran) merupakan variabel-variabel yang dapat dikendalikan atau dikontrol perusahaan melalui strategi pemasaran untuk dapat menguasai pasar. Setiap variabel saling terkait dan saling mendukung satu sama lain. Dengan marketing mix, pihak manajemen dapat mengimbangi bahkan mengalahkan pesaingnya meskipun pesaing sendiri juga memiliki marketing mix.
Dalam konsep pemasaran jasa, variabel-variabel tersebut adalah: (1) Product, (2) Price, (3) Place, (4) Promotion, (5) People, (6) Process, (7) Physical Evidence dan (8) Customer Service.
1. Product
Seperti perusahaan asuransi pada umumnya, peserta dapat meramu sendiri paket sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Sehingga paket asuransi yang dimiliki peserta yang satu belum tentu sama dengan yang dimiliki peserta lainnya. Yang menjadi produk inti adalah jaminan sosial. Perlunya memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam rangka meningkatkan produktivitas peserta menjadikan asuransi sosial sebagai produk yang sangat dibutuhkan oleh peserta sehingga menciptakan premi yang besar bagi perusahaan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan.
2. Price
peserta meramu sendiri paket asuransi sosialnya membuat besar iuran yang harus dibayar setiap peserta berbeda satu dengan yang lainnya. Semakin kompleks, iuran semakin tinggi. Perbedaan iuran yang harus dibayarkan peserta juga dapat disebabkan oleh perbedaan kelompok jenis usaha peserta.
Iuran yang telah ditetapkan oleh perusahaan wajib dibayar oleh peserta selama peserta masih membutuhkan jaminan sosial tersebut. Peserta dapat terus mengasuransikan tenaga kerjanya melalui pembayaran iuran setiap bulannya. 3. Place
Distribusi merupakan kegiatan yang bertujuan menyampaikan produk yang dihasilkan agar sampai ke tangan konsumen. Produk Jaminan Sosial PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan didistribusikan secara direct. Yang disebut direct adalah perusahaan langsung memasarkan produknya kepada konsumen.
4. Promotion
Promosi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk menarik konsumen agar membeli dan mengkonsumsi produk yang dihasilkan. Promosi yang telah dilakukan oleh PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan antara lain : a. Memberikan bantuan dalam bidang kesehatan, misalnya bantuan renovasi RS/
Poliklinik, bantuan mobil ambulance, bantuan peralatan medis RS/Poloklinik. b. Sponsorship dalam berbagai seminar yang berhubungan dengan asuransi. c. Bantuan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma
elektronik. Penggunaan iklan sebagai media dalam kegiatan promosi memiliki pengaruh yang besar dan sudah banyak pesaing yang telah menggunakannya. 5. People
People diartikan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) atau karyawan perusahaan. Setiap karyawan harus memiliki pengetahuan yang baik tentang perusahaan dan produk yang dihasilkan, sehingga peserta memperoleh informasi dan masukan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Jumlah karyawan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan saat ini kurang lebih sebanyak 46 orang. Terdiri dari karyawan tetap 39 orang dan karyawan outsourcing 3 orang.
Lama bekerja karyawan rata-rata adalah 10 tahun. Dengan modal rata-rata karyawan berpendidikan S1, perusahaan berusaha meningkatkan kualitas karyawannya dengan melakukan pelatihan dan pengembangan karir. Pelatihan dan pengembangan yang telah dilakukan antara lain melalui diklat teknis di bidang pekerjaan masing-masing (job desk), pendidikan informal (kursus) yang berhubungan dengan ilmu asuransi maupun ilmu lain yang masih terkait.
. Evaluasi kinerja untuk karyawan tetap dilakukan setiap dua kali dalam setahun dan untuk karyawan kontrak dilaksanakan sesuai dengan perjanjian yang tertera dalam kontrak. Apabila karyawan tetap menunjukkan kinerja dan prestasi yang baik maka karyawan tersebut berhak direkomendasikan untuk naik pangkat/jabatan dan untuk karyawan kontrak dapat diangkat menjadi karyawan tetap.
6. Process
Proses yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut: 1. Kepesertaan Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja (TK DHK) 2. Kepesertaan Tenaga Kerja di Luar Hubungan Kerja (TK LHK) 3. Kepesertaan Tenaga Kerja Jasa Konstruksi (HBK JK)
1. Kepesertaan Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja (TK DHK) Yang dimaksud dengan Pekerja yang melakukan pekerjaan di dalam hubungan kerja (Pekerja dalam hubungan kerja – DHK) adalah orang yang bekerja pada setiap bentuk usaha (perusahaan) atau perorangan dengan menerima upah termasuk tenaga harian lepas, borongan, dan kontrak. Pedoman penyelenggaraan berdasarkan pada PP No. 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan PP perubahannya dan PERMEN NO. PER-12/MEN/VI/2007.
Syarat dan Ketentuan Kepesertaan
Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang atau lebih, atau membayar upah paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja.
Pengusaha yang telah menyelenggarakan sendiri program pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerjanya dengan manfaat yang lebih baik dari paket jaminan pemeliharaan kesehatan dasar, tidak wajib ikut dalam jaminan pemeliharaan yang diselenggarakan oleh PT Jamsostek (Persero).
2. Jaminan kematian 3. Jaminan hari tua
4. Jaminan pemeliharaan kesehatan
Jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua diperuntukkan bagi tenaga kerja.
Jaminan pemeliharaan kesehatan diperuntukkan bagi tenaga kerja dan keluarga.
Untuk peserta berkeluarga, program jaminan pemeliharaan kesehatan mencakup diri, suami/istri, anak maksimal 3 orang berusia maksimal 21 tahun, belum bekerja, belum menikah.
Iuran
Iuran Jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan pemeliharaan kesehatan ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha.
Iuran jaminan hari tua sebesar 3,70% ditanggung oleh pengusaha dan sebesar 2% ditanggung oleh tenaga kerja.
Besarnya iuran:
o Jaminan kecelakaan kerja
o Jaminan hari tua sebesar 5,70% sebulan
o Jaminan Pemeliharaan Kesehatan sebesar 6% dari upah sebulan
bagi tenaga kerja yang sudah berkeluarga, dan 3% dari upah sebulan bagi tenaga kerja yang belum bekerja.
Dasar perhitungan iuran jaminan Pemeliharaan kesehatan dari upah sebulan setinggi-tingginya Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah).
Cara Pendaftaran Peserta: a. Pendaftaran Pertama Kali
Pengusaha mendaftarkan pada Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero)terdekat:
1. Mendaftarkan perusahaan dengan mengisi formulir Jamsostek 1
2. Mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja dengan mengisi formulir Jamsostek 1a
3. Pengusaha mengisi formulir Jamsostek 2a tentang rincian iuran tenaga kerja
4. Melampiri fotokopi kartu tanda penduduk dan kartu keluarga setiap peserta
5. Melampiri 1 lembar pas foto berwarna 2 x 3 untuk diri, suami/istri dan anak-anak
Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) akan memberitahukan waktu pembayaran dan rekening bank untuk pembayaran iuran Jamsostek
pada bulan yang sama saat mendaftar (bulan kepesertaan) melalui bank yang ditunjuk
Kepesertaan dimulai sejak tanggal 1 (satu) pada bulan sebagaimana dinyatakan pada formulir Jamsostek 1 dan iuran telah dibayar secara lunas b. Penerbitan Tanda Kepesertaan
Dalam 7 (tujuh) hari sejak pendaftaran dan pembayaran iuran pertama diterima, PT Jamsostek (Persero) akan menerbitkan dan menyampaikan kepada pengusaha.
1. Sertifikat kepesertaan untuk perusahaansebagai tanda kepesertaan perusahaan
2. Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) untuk masing-masing tenaga kerja sebagai tanda kepesertaan program Jamsostek
3. Kartu pemeliharan kesehatan (KPK) untuk masing-masing tenaga kerja dan anggota keluarganya yang mengikuti program jaminan pemeliharaan kesehatan
Pengusaha menyampaikan KPJ dan KPK kepada masing-masing tenaga kerja dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak diterima dari PT Jamsostek
Masa berlaku KPJ dan KPK sesuai dengan masa kepesertaan tenaga kerja dalam program Jamsostek
c. Perubahan Data Kepesertaan
1. Alamat perusahaan 2. Kepemilikan perusahaan 3. Jenis atau bidang usaha
4. Jumlah tenaga kerja dan keluarganya 5. Besarnya upah setiap tenaga kerja
Laporan perubahan disampaikan paling lambat 7 (tujuh) hari sejak terjadi perubahan dengan mengisi formulir Jamsostek 2
1. Penambahan tenaga kerja dan identitas tenaga kerja dan susunan keluarga tenaga kerja dengan mengisi formulir Jamsostek 1a. 2. Pengurangan tenaga kerja dengan mengisi formulir Jamsostek 1b. d. Perubahan Tempat Kerja
Tenaga kerja yang pindah tempat kerja dan masih menjadi peserta program Jamsostek harus memberitahukan kepesertaannya kepada pengusaha tempat berkerja yang baru dengan menunjukkan kartu peserta.
Jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua diperuntukkan bagi tenaga kerja.
Jaminan pemeliharaan kesehatan diperuntukkan bagi tenaga kerja dan keluarga.
Untuk peserta berkeluarga, program jaminan pemeliharaan kesehatan mencakup diri, suami/istri, anak maksimal 3 orang berusia maksimal 21 tahun, belum bekerja, belum menikah
PEMBAYARAN IURAN
1. Formulir Jamsostek 2 bila tidak terjadi perubahan upah dan jumlah tenaga kerja maupun tertanggung peserta JPK.
2. Formulir Jamsostek 2 dan Formulir Jamsostek 2a serta Formulir Jamsostek pendukung lainnya bila terjadi perubahan upah, tenaga kerja maupun tertanggung peserta JPK.
PT Jamsostek (Persero) wajib memberitahukan atau mengingatkan perusahaan secara tertulis, paling lambat 7 (tujuh) hari setelah:
1. Batas akhir pembayaran iuran bagi perusahaan belum memenuhi kewajibannya.
2. Perusahaan membayar iuran, tetapi terdapat kekurangan atau kelebihan iuran.
Pengusaha wajib menyelesaikan kekurangan atau kelebihan iuran dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya pemberitahuan dari PT Jamsostek (Persero), selambat-lambatnya bersamaan dengan pembayaran iuran bulan berikutnya.
Pengusaha wajib membayar iuran setiap bulan secara berurutan, apabila tidak berurutan PT Jamsostek (Persero) dapat memperhitungkan sebagian atau seluruh iuran pada bulan berikutnya untuk melunasi iuran yang belum dibayarkan atau kekurangan iuran bulan sebelumnya.
Iuran dan atau kekurangan iuran yang belum dibayarkan oleh perusahaan dikenakan DENDA sesuai ketentuan yang berlaku dan merupakan piutang PT Jamsostek (Persero) kepada perusahaan yang bersangkutan.
Penunggakan Iuran
Dalam hal pengusaha menunggak iuran 1 (satu) bulan maka :
1. Pengusaha wajib membayar terlebih dahulu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian yang menjadi hak tenaga kerja. 2. Pengusaha wajib memberikan terlebih dahulu pelayanan
pemeliharaan kesehatan kepada tenaga kerja.
3. PT Jamsostek akan mengganti jaminan yang menjadi hak tenaga kerja kepada pengusaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah pengusaha membayar seluruh tunggakan iuran beserta dendanya.
4. Permintaan penggantian jaminan yang menjadi hak tenaga kerja oleh pengusaha kepada PT Jamsostek (Persero) tidak boleh melebihi jangka waktu 3 (tiga) bulan.
5. PT Jamsostek wajib membayar penggantian jaminan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak dokumen pendukung dinyatakan lengkap. 2. Kepesertaan Tenaga Kerja Di Luar Hubungan Kerja (TK LHK)
Tenaga Kerja yang Melakukan Pekerjaan di Luar Hubungan Kerja adalah setiap orang yang bekerja atau berusaha atas risiko sendiri (Permenaker No. 24/Men/VI/2006).
Syarat dan Ketentuan Kepesertaan
Setiap tenaga kerja di luar hubungan kerja yang berusia masksimal 55 tahun dapat mengikuti program jaminan sosial tenaga kerja secara sukarela.
Tenaga kerja di luar hubungan kerja dapat mengikuti seluruh program jaminan sosial tenaga kerja atau sebagian sesuai kemampuan dan kebutuhan peserta, yaitu:
1. Jaminan kecelakaan kerja 2. Jaminan kematian 3. Jaminan hari tua
4. Jaminan pemeliharaan kesehatan Iuran
Iuran ditetapkan berdasarkan nominal tertentu sekurang-kurangnya setara dengan Upah Minimum Provinsi/Kabupaten/Kota setempat.
Iuran jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pemeliharaan kesehatan ditanggung sepenuhnya oleh peserta.
Besarnya iuran:
1. Jaminan kecelakaan kerja : 1% penghasilan sebulan 2. Jaminan kematian : 0,3% penghasilan sebulan 3. Jaminan hari tua : minimal 2% penghasilan sebulan 4. Jaminan pemeliharaan kesehatan :
Tabel dasar perhitungan iuran dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 6.1. Tabel Dasar Perhitungan Iuran
UPAH Dasar Upah
Cara Pendaftaran Peserta dan Pembayaran Iuran
Peserta dapat mendaftarkan dan membayar iuran langsung kepada Kantor Cabang PT Jamsostek atau melalui Penanggung Jawab Wadah/Kelompok. a. Pendaftaran dan Pembayaran Langsung
Mengisi formulir di Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero)
Pembayaran dapat pula setiap tiga bulan (triwulan), besarnya adalah 3 kali iuran bulanan yang dibayarkan untuk 3 bulan ke depan, dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berjalan
b. Pendaftaran dan Pembayaran Melalui Wadah/Kelompok
Mengisi formulir Jamsostek LHK 1a
Mengisi formulir surat kuasa dengan Wadah, disertai dengan: 1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga 2 lembar 2. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bila ada, 1 lembar
3. Pas foto berrwarna terbaru ukuran 2x3 masing-masing 2 lembar (foto diri, istri/suami dan anak-anak)
Pembayaran iuran bulanan dibayarkan kepada Penanggung Jawab Wadah paling lambat tanggal 10 bulan berjalan.
Pembayaran triwulan besarnya adalah 3 kali iuran bulanan yang dibayarkan untuk 3 bulan ke depan, dibayarkan kepada Penanggung Jawab Wadah selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berjalan.
Penanggung Jawab Wadah menyetorkan iuran bulanan dan triwulanan kepada Kantor Cabang Jamsostek setiap tanggal 13 bulan berjalan.
Penanggun Jawab Wadah menjamin kelangsungan pembayaran iuran dari peserta kepada PT Jamsostek
Penunggakan Iuran
Hak atas jaminan dapat diperoleh kembali setelah peserta membayar satu bulan iuran yang tertunggak dalam masa grace period.
3. Kepesertaan Tenaga Kerja Jasa Konstruksi (HBK-JK)
Adalah Program Jaminan Sosial bagi Tenaga Kerja Harian Lepas, Borongan dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu pada Sektor Jasa Konstruksi.
Pedoman penyelenggaraan berdasarkan padaKeputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP-196/MEN/1999 Tanggal 29 September 1999.
Syarat dan Ketentuan Kepesertaan
Setiap Kontraktor Induk maupun Sub Kontraktor yang melaksanakan proyek Jasa Konstruksi dan pekerjaan borongan lainnya wajib mempertanggungkan semua tenaga kerja (borongan/harian lepas dan musiman) yang bekerja pada proyek tersebut kedalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Proyek-proyek konstruksi meliputi :
1. Proyek-proyek didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
2. Proyek-proyek atas Dana Internasional
3. Proyek-proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 4. Proyek-proyek swasta, dll
Iuran
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian ditanggung sepenuhnya oleh kontraktor.
1. Pekerjaan Konstruksi sampai dengan Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) sebesar 0,24% dari nilai kontrak kerja konstruksi.
2. Pekerjaan Konstruksi diatas Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) sampai dengan Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) sebesar penetapan angka 1 ditambah 0,19% dari selisih nilai, yakni dari nilai Kontrak Kerja Konstruksi dikurangi Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah).
3. Pekerjaan Konstruksi diatas Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) sebesar penetapan angka 2 ditambah 0,15% dari selisih nilai, yakni dari nilai Kontrak Kerja Konstruksi dikurangi Rupiah.
7. Physical Evidence
PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan memiliki desain dan layout bangunan yang baik dan dilengkapi dengan suasana kantor yang membuat para peserta yang merasa nyaman.
8. Customer Service
Pelayanan yang diberikan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan antara lain :
a. Seperti pada umumnya industri asuransi, peserta diberikan kebebasan memilih sendiri paket jaminan sosial yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. b. Untuk memudahkan peserta memperoleh informasi yang dibutuhkannya maka
disediakan website dan layanan telepon selama jam kerja. c. Pelayanan proses klaim yang singkat.
PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan selalu berusaha dengan cepat memberikan tanggapan dan bantuan apabila peserta mempunyai keluhan atau mengalami kesulitan. Para peserta akan dilayani dengan sebaik mungkin sehingga loyalitas peserta tetap terjaga.
6.2. Kondisi Lingkungan Eksternal PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan Lingkungan eksternal merupakan aspek-aspek yang ada di luar perusahaan. Kondisi lingkungan eksternal perusahaan dianalisis dan hasilnya akan digunakan dalam proses penyusunan strategi pemasaran PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan. Hasil analisis terhadap kondisi eksternal perusahaan berupa peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan eksternal perusahaan meliputi lingkungan jauh dan lingkungan industri.
6.2.1. Lingkungan Jauh
memiliki pengaruh terhadap kegiatan pemasaran perusahaan adalah : (1) politik dan hukum, (2) ekonomi, (3) sosial dan (4) teknologi.
1. Politik dan Hukum
Peristiwa politik yang terjadi di Indonesia saat ini dapat memberi dampak merugikan pada kegiatan bisnis di Indonesia. Indonesia telah mengalami proses perubahan demokrasi yang mengakibatkan timbulnya berbagai peristiwa politik yang menimbulkan ketidakpastian peta politik di Indonesia. Peristiwa ini secara umum telah menimbulkan ketidakpastian politik, di samping gejolak sipil dan hukum.
Kondisi politik dan hukum suatu negara akan mempengaruhi kebijakan suatu perusahaan. Kondisi politik yang stabil dapat memberikan pengaruh yang positif bagi perusahaan sedangkan kondisi politik yang tidak stabil dapat memberikan pengaruh yang negatif bagi perusahaan, bahkan mampu mematikan bisnis.
Program jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) di Tanah Air selama ini tidak optimal, karena pemerintah tidak serius menerapkan penegakan hukum terhadap perusahaan yang ingkar memenuhi kewajiban perlindungan bagi pekerja. Hal itu diperparah oleh perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban perlindungan bagi tenaga kerja dengan dalih menambah beban biaya. Kontribusi perusahaan terhadap pengumpulan iuran jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) dan penegakan hukum sangat penting bagi sistem jaminan sosial yang efektif.
Namun, upaya itu juga belum efektif di lapangan. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengakui penegakan hukum terkait dengan kewajiban perusahaan untuk memberikan jaminan sosial bagi tenaga kerja belum optimal. Hal itu karena ketimpangan pengawasan ketenagakerjaan. Kemauan politik dan penegakan hukum harus diterapkan untuk optimalisasi kesertaan jamsostek. Pemidanaan bagi perusahaan pelanggar UU Jamsostek sudah dilakukan, tetapi belum optimal karena minimnya jumlah pengawas ketenagakerjaan. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penambahan pengawas. Akan tetapi hal itu juga membutuhkan perubahan UU.
Saat ini, pemerintah tidak hanya fokus pada penegakan hukum tetapi juga peningkatan pelayanan, sehingga mereka menjadi peserta bukan karena terpaksa. Dengan demikian, sosialisasi dan pelayanan juga sangat menentukan keberhasilan program jamsostek. Oleh karena itu, Kementerian BUMN kini tidak lagi memungut dividen dari PT Jamsostek. Hal itu agar perusahaan lebih leluasa meningkatkan pelayanan.
Rendahnya keikutsertaan perusahaan dalam Jamsostek karena banyak pengusaha menganggap program itu merupakan beban keuangan perusahaan. Selain itu, banyak karyawan yang dipekerjakan dengan pola outsourcing, sehingga yang dilaporkan hanya gaji pokok.
2. Ekonomi
program-program penurunan jumlah tenaga kerja dengan tujuan efisiensi. Hal-hal tersebut berdampak negatif terhadap penggunaan produk Jamsostek.
Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, dimana banyak perusahaan asuransi baik swasta maupun pemerintah yang bertarung untuk mendapatkan pasar potensial. Kondisi perekonomian suatu negara dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan. Pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan pertumbuhan asuransi.
Kondisi makro ekonomi Indonesia yang stabil membuat iklim bisnis di Indonesia cukup mengalami perkembangan yang baik, termasuk PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan. PT Jamsostek (Persero) terus mendorong agar perusahaan dapat memanfaatkan program jaminan sosial tenaga kerja untuk melindungi pekerjanya dengan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dari resiko sakit, bersalin, dan lainnya, apalagi dengan terjadinya krisis global sekarang ini berakibat pada melambungnya harga obat dan biaya pelayanan kesehatan.
menjadi peserta, sebab sungguh tidak logis menjadikan krisis ekonomi sebagai alasan ketidakmampuan untuk mengikuti program Jamsostek.
3. Sosial
Kondisi sosial yang mempengaruhi pemasaran Jamsostek adalah semakin meningkatnya kesadaran berasuransi di kalangan masyarakat dimana masyarakat semakin perduli akan perlindungan diri.
Meningkatnya harapan hidup penduduk Indonesia, sehingga berdampak positif dalam peningkatan penggunaan produk jaminan asuransi. Kondisi sosial yang mempengaruhi pemasaran Jamsostek adalah semakin meningkatnya kesadaran berasuransi di kalangan masyarakat dimana masyarakat semakin perduli akan perlindungan diri. Akan tetapi hal ini harus didukung oleh pertumbuhan ekonomi. Tanpa adanya pertumbuhan ekonomi didalam masyarakat, tentu saja keikutsertaan didalam asuransi menjadi nomor dua. Mayoritas peserta PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan merupakan perusahaan – perusahaan yang mengasuransikan tenaga kerjanya. Kesadaran untuk melindungi tenaga kerja tersebut dari resiko yang terjadi di dalam aktivitas pekerjaan membuat mereka mengasuransikan tenaga kerjanya untuk mendapatkan perlindungan diri. Hal ini juga didorong oleh meningkatnya harapan hidup para tenaga kerja. Dengan demikian, maka hal - hal tersebut sangat mempengaruhi secara sosial di dalam peningkatan pemasaran PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan.
4. Teknologi
inovasi, serta memfasilitasi koordinasi dan integrasi dari aktivitas-aktivitas dalam perusahaaan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan.
Pesatnya perkembangan teknologi telah membuat perubahan ke arah kemajuan. Jarak tidak lagi menjadi masalah karena teknologi informasi mampu menjangkaunya hingga belahan dunia manapun dalam waktu yang sangat singkat bahkan tidak ada perbedaan waktu (on-line). Internet hadir membuat dunia menjadi tanpa batas. Bagi dunia asuransi, teknologi berperan sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada pesertanya.
6.2.2. Lingkungan Industri
1. Ancaman Masuk Pendatang Baru
Masuknya pendatang baru dalam industri asuransi dapat memperburuk situasi persaingan yang kini sudah sangat ketat. Hambatan-hambatan masuk dalam industri asuransi umum telah membuat jumlah perusahaan asuransi umum tidak mengalami peningkatan, bahkan mengalami penurunan. Hambatan-hambatan tersebut adalah :
a. Peraturan Pemerintah (PP) No. 63 Tahun 1999 yang menetapkan persyaratan modal disetor minimal untuk perusahaan yang baru sebesar 100 milyar rupiah untuk perusahaan asuransi dan 200 milyar untuk perusahaan reasuransi. Oleh karena itu yang sering terjadi adalah pengambilalihan (akusisi atau merger) perusahaan yang tidak sehat oleh perusahaan yang kuat dari segi finansial. b. Tingkat persaingan di industri asuransiyang sudah sangat ketat. Kemungkinan
pendatang baru mendapatkan pangsa pasar apalagi merebut sangatlah kecil karena sudah terlalu banyak pemain dalam industri ini.
c. Rasio kecukupan modal yang setiap tiga bulan sekali dievaluasi oleh Departemen Keuangan. Setiap perusahaan asuransi umum harus mampu memenuhi tingkat rasio yang telah ditetapkan oleh pemerintah supaya mampu bertahan di industri tersebut.
d. Persyaratan jumlah tenaga ahli yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan asuransi umum. Untuk kantor pusat ditetapkan minimal delapan orang sedangkan untuk kantor cabang minimal satu orang.
sebesar 15 milyar rupiah yang lebih besar dibanding perusahaan asuransi lokal.
2. Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
Persaingan dalam industri asuransi umum tampaknya memasuki fase yang berbahaya. Setidaknya itu terlihat dari makin meruncingnya persaingan tarif dalam asuransi kerugian itu. Perusahaan asuransi makin berani menawarkan premi rendah meski risiko terjadinya penggantian dana pada peserta besar bahkan terdapat asuransi yang berani memberikan tarif murah meski modalnya tidak memadai untuk itu.
Persaingan kurang sehat tersebut justru menyebabkan industri asuransi umum semakin terpuruk. Dari sudut pandang masyarakat, harga produk asuransi memang menjadi murah, namun total volume premi yang tidak meningkat secara signifikan menyebabkan beban asuransi dalam menghadapi potensi klaim menjadi meningkat. Pada akhirnya kondisi ini menekan kinerja perusahaan dan membuat beberapa di antara mereka menarik diri dari bisnis.
Sementara itu, AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia) dan otoritas asuransi juga secara bersama-sama merancang kembali produk dasar asuransi umum. Adapun standar dalam bentuk produk dasar ini diperlukan supaya tidak ada perusahaan asuransi yang menetapkan tarif premi asuransinya tidak sesuai dengan standarisasi. AAUI sedikitnya mengusulkan empat poin dalam membuat produk dasar bagi perusahaan asuransi, berdasarkan permintaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
ini perusahaan asuransi harus menyebutkan apa saja yang akan dijaminkan untuk peserta. Kedua, syarat dan ketentuan klaim. Ketiga, prosedur perhitungan premi yang dikenakan pada peserta. Keempat, apa saja yang akan dikecualikan dalam perlindungan asuransi yang diberikan kepada peserta. Produk dasar ini nantinya harus dimiliki oleh perusahaan asuransi.
3. Ancaman Produk Pengganti
Produk pengganti atau substitusi adalah produk yang memiliki fungsi sama tetapi berbeda karakter, yang dapat menggantikan posisi produk lain. Adanya produk penggganti dapat menjadi ancaman apabila harganya lebih murah tetapi memiliki kualitas yang sama atau bahkan lebih tinggi. Asuransi adalah salah satu mekanisme pengalihan risiko (transfer risk) dari satu pihak kepada pihak lain. Risiko dapat dihadapi sendiri (self insurance) atau dialihkan kepada pihak ketiga, yaitu perusahaan asuransi. Dari sisi perusahaan tidak ada produk pengganti, namun dari sisi pemilik aset terdapat dua alternatif yaitu berasuransi atau menanggung sendiri segala risiko yang harus dihadapi.
PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan berpendapat bahwa tidak terdapat ancaman produk pengganti terhadap perusahaan dikarenakan produk yang dimiliki PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan bersifat spesifik dan tidak ada perusahaan asuransi lain sejauh ini yang menawarkan produk yang sama jenisnya secara detail dengan produk PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan.
4. Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli
dengan leluasa memilih perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Kekuatan yang dimiliki peserta antara lain kebebasan memilih produk jaminan sesuai kebutuhan, pelayanan yang memuaskan, dan produk yang dilengkapi dengan berbagai perluasan sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Terkait dengan berlakunya Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Nomor 40/2004, pengelolaan Jamsostek sudah dilakukan dengan prinsip nirlaba. Hal ini mengasumsikan kekuatan peserta Jamsostek dimana Jamsostek tidak lagi membayarkan deviden sejak tahun 2007, tapi mengembalikan keuntungan yang diperoleh untuk sebesar-besarnya bagi manfaat peserta atau pekerja.
5. Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok
Pemasok pada PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan dalam hal ini adalah para penyedia barang dan jasa (vendor) bagi PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan. Secara berkala diadakan briefing dengan para vendor dalam rangka sosialisasi dan implementasi.
Sebagai contoh antara lain sosialisasi dan implementasi eProcurement PT Jamsostek (Persero). Acara ini diselenggarakan oleh Biro Pengadaan bekerja sama dengan ADW Consulting yang ditunjuk sebagai pelaksana sistem eProcurement di PT Jamsostek (Persero).
Latar belakang adanya kebutuhan akan eProcurement di PT Jamsostek (Persero) adalah sebagai berikut:
Tuntutan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam proses pengadaan dan pengelolaan kontrak
Memberikan kesempatan kepada lebih banyak penyedia barang & jasa
untuk berpartisipasi dalam pekerjaan dan pemasokan barang di PT Jamsostek (Persero).
Melakukan kualifikasi dan pembinaan penyedia barang & jasa untuk memiliki spesialisasi tertentu.
Tuntutan pemanfaatan teknologi internet untuk meningkatkan kinerja usaha.
Adapun acara Vendor Briefing ini bertujuan mensosialisasikan rencana implementasi eProcurement Jamsostek agar penyedia barang dan jasa (vendor) dapat:
1. Memahami manfaat eProcurement bagi penyedia barang dan jasa
2. Mengetahui prosedur dalam mengikuti proses pengadaan secara elektronis 3. Mengetahui jadwal pelatihan eProcurement bagi penyedia barang dan jasa 4. Mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan
Sebagai hasil dari acara tersebut para penyedia barang dan jasa (vendor) diminta untuk melakukan registrasi secara online sekaligus melakukan update klasifikasi bidang usaha pemasokan barang dan jasa sesuai dengan keahliannya. 6. Pengaruh Kekuatan Stakeholders Lainnya
Pemerintah mempengaruhi perusahaan melalui regulasi yang ditetapkannya. Semestinya setiap perusahaan asuransi harus menaati regulasi yang berlaku dan setiap perusahaan asuransi yang melanggar regulasi tersebut akan mendapat teguran atau sanksi dari pemerintah. Namun pada kenyataannya pemerintah belum menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai regulator. Kontrol yang kurang dan ketidaktegasan pemerintah membuat pertumbuhan asuransi tidak seperti yang diharapkan.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sebagai asosiasi dagang asuransi umum memiliki fungsi dan tugas pokok. Adapun fungsi AAUI adalah : 1. Badan persatuan dan musyawarah untuk kepentingan industri asuransi umum. 2. Wahana komunikasi, informasi, konsultasi antar anggota menenai hal-hal yang
berkaitan dengan permasalahan yang timbul dalam industri asuransi untuk mencari pemecahan sebaik-baiknya.
3. Badan yang menetapkan tarif, standarisasi polis dan klausula sesuai kebutuhan industri.
4. Badan yang membantu pemerintah atau lembaga yang berwenang dalam pembinaan dan pengawasan usaha perasuransian.
5. Wadah kerjasama dalam penanganan risiko khusus yang karena sifatnya memerlukan penanganan bersama.
6.3. Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap lingkungan internal dan eksternal PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan maka diperoleh kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang berpengaruh terhadap ketepatan strategi pemasaran yang akan dihasilkan.
6.3.1. Kekuatan
Kekuatan yang dimiliki oleh PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan dalam memasarkan produknya antara lain : (1) Adanya hak pungut kepada perusahaan berdasarkan UU No.3/1992 dan PP No.36/1995, (2) Membina hubungan baik dengan perusahaan asuransi lain, (3) Mendapatkan penghargaan yang dapat meningkatkan citra dan posisi di mata peserta, (4) Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Penjelasan dari masing-masing kekuatan dijabarkan berikut ini:
1. Adanya hak pungut kepada perusahaan berdasarkan UU No.3/1992 dan PP No.36/1995.
PT (Persero) Jamsostek) memiliki dasar hukum yang kuat untuk melakukan pemungutan iuran, yakni UU No. 3/1992 dan PP No. 15/1995. Hak pungut ini bertemu dengan adanya kebutuhan perusahaan dan pekerja akan adanya asuransi sosial tenaga kerja. Di sinilah letak kekuatan PT Jamsostek (Persero).
2. Membina hubungan baik dengan perusahaan asuransi lain.
diperoleh perusahaan selain perusahaan mencari sendiri. Peningkatan networking dilakukan sebagai upaya memantapkan posisi perusahaan dalam penerimaan premi asuransi sosial tenaga kerja. Oleh karena itu perusahaan menjalin dan membina hubungan yang baik dengan pihak-pihak tersebut.
3. Mendapatkan penghargaan yang dapat meningkatkan citra dan posisi yang baik di mata peserta.
Pada tahun 2009 dan 2010 PT Jamsostek (Persero) telah menerima penghargaan berupa The Most Trusted Companies dari Majalah SWA dan Asuransi Sosial Sisi Inovasi Pelayanan Terbaik tahun 2010 dari majalah Investor dan terdapat beberapa penghargaan lainnya yang diperoleh oleh PT Jamsostek (Persero) yang dapat meningkatkan citra dan posisi perusahaan di mata peserta secara nasional.
4. Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Dari segi pendidikan formal, sebagian besar karyawan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan berpendidikan S1. Hal ini menggambarkan bahwa perusahaan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan modal SDM yang berkualitas perusahaan memiliki kesempatan untuk semakin berkembang ke arah kemajuan.
6.3.2. Kelemahan
1. Promosi yang kurang gencar dan kurang tepat
Kegiatan promosi yang telah dilakukan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan adalah berperan serta dalam bentuk sponsorship dalam berbagai seminar yang berhubungan dengan asuransi, bakti sosial, promosi internal, dan menjalin hubungan baik dengan para peserta guna menciptakan pertemanan dan loyalitas. Perusahaan juga telah menggunakan iklan sebagai media promosinya.
Namun sejauh ini bentuk promosi yang dilakukan oleh PT Jamsostek (Persero) dinilai belum tepat karena promosi yang dilakukan belum secara signifikan memberikan hasil peningkatan kepesertaan PT Jamsostek. Media promosi melaui iklan televisi dinilai kurang mampu mendefinisikan dan menyampaikan produk dan manfaat dari kepesertaan Jamsostek.
2. Status badan hukum sebagai BUMN
Status hukum BUMN bagi perusahaan merupakan permasalahan bagi PT Jamsostek (Persero) dalam memberikan pengembalian manfaat yang optimum bagi pekerja. Status badan hukum sebagai BUMN mengakibatkan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan bergantung sepenuhnya terhadap Kementrian BUMN sebagai pengambil keputusan. Hal ini dapat menyebabkan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan tidak dapat bergerak lebih fleksibel di dalam meningkatkan pelayanan perusahaan.
3. Ketergantungan pada regulator yang tinggi terutama dalam hal law enforcement dan perbaikan benefit.
kewajiban perlindungan bagi pekerja. Hal itu diperparah oleh perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban perlindungan bagi tenaga kerja dengan dalih menambah beban biaya. Kontribusi perusahaan terhadap pengumpulan iuran jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) dan penegakan hukum sangat penting bagi sistem jaminan sosial yang efektif. PT Jamsostek (Persero) tidak punya kewenangan langsung dalam penegakan hukum. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengakui penegakan hukum terkait dengan kewajiban perusahaan untuk memberikan jaminan sosial bagi tenaga kerja belum optimal. Hal itu karena ketimpangan pengawasan ketenagakerjaan. optimal karena minimnya jumlah pengawas ketenagakerjaan.
6.3.3. Peluang
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka peluang yang dapat dimanfaatkan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan adalah : (1) Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi, (2) Berbagai bencana yang menimpa Indonesia belakangan ini, (3) Pasar potensial yang masih demikian besar dari sektor formal dan informal, (4) Perkembangan teknologi informasi.
Penjelasan dari masing-masing peluang dijabarkan berikut ini. 1. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi.
Semakin meningkatnya kesadaran berasuransi di kalangan masyarakat dimana masyarakat semakin perduli akan perlindungan diri merupakan salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan. Mayoritas peserta PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan merupakan perusahaan-perusahaan yang mengasuransikan tenaga kerjanya. Kesadaran untuk melindungi tenaga kerja tersebut dari resiko yang terjadi di dalam aktivitas pekerjaan membuat mereka mengasuransikan tenaga kerjanya untuk mendapatkan perlindungan diri.
2. Berbagai bencana yang menimpa Indonesia belakangan ini.
3. Pasar potensial yang masih demikian besar dari sektor formal dan informal. Masih banyaknya perusahaan – perusahaan yang belum mengasuransikan tenaga kerjanya merupakan pasar potensial yang dapat diraih bagi PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan dalam meningkatkan volume penjualannya. Jumlah kepesertaan dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah pekerja di sektor formal, yang memang selama ini menjadi target pasar penyelenggaraan PT. Jamsostek. Peluang pasar yang ada sangat besar apalagi bila masuk ke lingkup sektor informal dengan jumlah pekerja sektor informal yang sangat besar.
4. Perkembangan teknologi informasi
Dengan berkembangnya teknologi informasi pada saat ini juga dapat menjadi peluang yang sangat besar bagi PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan dalam meningkatkan volume penjualannya. PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan dapat dengan mudah menggapai konsumen untuk memperkenalkan produknya. Dan begitu pula sebaliknya, konsumen dapat pula dengan mudah mengakses untuk memperoleh informasi mengenai program–program perlindungan tenaga kerja yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
6.3.4 Ancaman
(3) Kurangnya kontrol dari pemerintah, (4) Belum stabilnya kondisi politik dan hukum di Indonesia,
1. Tumpang tindihnya perangkat perundang-undangan UU No.3/1992 dengan peraturan pelaksanaan di bawahnya, PP No.14/1993 yang menyebabkan timbulnya pertentangan antara sesama BUMN dalam ruang lingkup asuransi.
Di dalam UU No.3/1992 diwajibkan kepada seluruh perusahaan baik formal maupun informal untuk mengasuransikan tenaga kerja dalam hal pemeliharaan kesehatan, akan tetapi di dalam PP No.14/1993 program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan hanya wajib bersyarat, yang artinya perusahaan boleh tidak mengikutsertakan pekerjanya dalam program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan dengan syarat menjamin pelayanan kesehatan pekerja secara mandiri atau melalui program asuransi kesehatan yang lebih baik dari Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Jamsostek. Tentu saja tumpang tindihnya perangkat peraturan diatas merupakan ancaman dalam peningkatan pelayanan PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan.
2. Tingkat persaingan yang tinggi
3. Kurangnya kontrol dari pemerintah
Pemerintah sebagai regulator dan pengawas seharusnya lebih fokus dan serius dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Kurangnya pengawasan dan ketidaktegasan pemerintah dalam menegakkan hukum menyebabkan para perusahaan ingkar dalam memenuhi kewajibannya untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kerjanya dan hal tersebut dapat menjadi ancaman bagi PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan. Ancaman yang dihadapi oleh PT (Persero) Jamsostek timbul dari sikap pemerintah yang dirasakan kurang tegas atau mengabaikan kekacauan yang terjadi dimana antar sesama BUMN penyelenggara asuransi sosial dibiarkan terjadi kompetisi yang sebenarnya tidak dapat dibenarkan.
4. Belum stabilnya kondisi politik dan hukum di Indonesia
6.4. Formulasi Alternatif Strategi Pemasaran
Setelah menganalisis dan mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan, tahap selanjutnya adalah perumusan strategi yang meliputi tahap masukan, tahap pencocokan, dan tahap pengambilan keputusan.
6.4.1. Tahap Masukan
Tahap masukan merupakan tahap memasukkan hasil analisis dan identifikasi lingkungan lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) ke dalam matriks IFE dan lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) ke dalam matriks EFE.
1. Matriks Internal Factor Evaluation (IFE)
Matriks IFE digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dianggap penting. Kekuatan yang dimiliki perusahaan adalah adanya hak pungut kepada perusahaan berdasarkan UU No.3/1992 dan PP No.36/1995, membina hubungan baik dengan perusahaan asuransi lain, mendapatkan penghargaan yang dapat meningkatkan citra dan posisi di mata peserta dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Kelemahan yang dimiliki perusahaan adalah promosi yang kurang gencar dan kurang tepat, status badan hukum sebagai BUMN dan ketergantungan pada regulator yang tinggi terutama dalam hal law enforcement dan perbaikan benefit.
dan PP No.36/1995 menempati posisi kedua dengan skor sebesar 0.532. Mendapatkan penghargaan yang dapat meningkatkan citra dan posisi di mata peserta menempati posisi ketiga dengan skor sebesar 0.456. Membina hubungan baik dengan perusahaan lainmenempati posisi keempat dengan skor 0.129.
Tabel 6.2. Matriks IFE PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan
perusahaan asuransi lain 0.086 1.5 0.129 3 Mendapatkan penghargaan yang
dapat meningkatkan citra dan
posisi di mata peserta 0.152 3 0.456
3 Ketergantungan pada regulator yang tinggi terutama dalam hal
2. Matriks External Factor Evaluation (EFE)
Matriks EFE digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal perusahaan yang meliputi peluang dan ancaman. Peluang yang dimiliki perusahaan adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi, berbagai bencana yang menimpa Indonesia belakangan ini, pasar potensial yang masih demikian besar dari sektor formal dan informal dan perkembangan teknologi informasi.
PP No.14/1993 yang menyebabkan timbulnya pertentangan antara sesama BUMN dalam ruang lingkup asuransi, tingkat persaingan yang tinggi, kurangnya kontrol dari pemerintah dan belum stabilnya kondisi politik dan keamanan di Indonesia.
Tabel 6.3. Matriks EFE PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan No Faktor Strategis Eksternal Bobot (a) Rating (b) Terbobot Skor
(axb)
Indonesia belakangan ini 0.161 3 0.483
3 Pasar potensial yang masih
Kurangnya kontrol dari pemerintah menjadi ancaman yang berada pada posisi keempat dengan skor sebesar 0.387.
Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan total nilai skor terbobot sebesar 2.847. Hal ini menunjukkan bahwa PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan berada pada posisi ekstern yang lemah karena belum mampu memanfaatkan peluang yang ada serta belum dapat menghadapi ancaman.
6.4.2. Tahap pencocokan
Tahap pencocokan adalah tahap perumusan strategi berdasarkan hasil analisis dan identifikasi kondisi internal dan eksternal perusahaan. Pada tahap pencocokan model yang digunakan adalah matriks IE, analisis PEST dan matriks SWOT.
1. Matriks Internal-External (IE)
Matriks IE merupakan gabungan dari matriks IFE dan EFE yang dipetakan dalam dua dimensi, yaitu total skor terbobot dari matriks IFE pada sumbu vertical dan total skor terbobot dari matriks EFE pada sumbu horizontal. Matriks IE digunakan untuk menentukan posisi perusahaan. Berdasarkan hasil analisis faktor internal dengan menggunakan matriks IFE maka diperoleh total skor terbobot sebesar 3.287. Sedangkan hasil analisis faktor eksternal dengan menggunakan matriks EFE diperoleh total skor terbobot sebesar 2.847.
Horizontal Integration. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 6.1. Matriks Internal Eksternal PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan.
Kuat Rata-Rata Lemah
3.0 - 4.0 2.0 - 2.99 1.0 - 1.99
4.0
3.0 2.0
I II III Tinggi
3.0
3.0 - 4.0
IV V VI Sedang
2.0
2.0 - 2.99
VII VIII IX Rendah
1.0
1.0 - 1.99