• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Nanosilikon Dari Pasir Alam Secara Magnesiotermik Dengan Penambahan Kalium Klorida

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembuatan Nanosilikon Dari Pasir Alam Secara Magnesiotermik Dengan Penambahan Kalium Klorida"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

iv

PEMBUATAN NANOSILIKON DARI PASIR ALAM SECARA

MAGNESIOTERMIK DENGAN PENAMBAHAN

KALIUM KLORIDA

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan Nanosilikon dari pasir alam secara Magnesiotermik dengan penambahan kalium klorida dengan cara ultrasonik. Pasir mula-mula diekstraksi dengan HCl dan H2SO4 dan dianalisa dengan analisa XRD.

Selanjutnya silika direduksi menjadi silikon secara magnesiotermik dengan perbandingan SiO2 : Mg adalah 1 : 2, pada suhu 800 0C selama 6 jam. Kemudian

hasil reduksi dimurnikan dengan dua metode. Metode pertama yaitu dengan menggunakan akuabides, HCl 2 N, campuran HCl 2N dan CH3COOH 25 %, serta

campuran CH3COOH 25% dengan HF 4,8% dengan pemanasan pada suhu 80 0C

selama 3 jam. Dan metode kedua yaitu dengan meningkatkan konsentrasi HCl 5N, dan HF 10% tanpa pemanasan. Hasil pemurnian dari kedua metode dianalisa dengan menggunakan analisa XRD dan diperoleh hasil pemurnian dari metode pertama 40,4% dengan ukuran partikel 42,993 nm – 58,567 nm dan dari metode kedua 64,7% dengan ukuran partikel 40,372 nm – 62,779 nm.

Kata Kunci : Pasir Alam, Nanosilikon, Ultrasonik, Magnesiotermik, Silika

(2)

v

THE SYNTHESIS OF NANOSILICON FROM NATURAL SAND BY MAGNESIOTHERMIC METHOD WITH

POTASSIUM CHLORIDE

ABSTRACT

The research of synthesis nanosilicon from natural sand by magnesiothermic method with the additional of potassium chloride with ultrasonic. The Sand is initially extracted with HCl and H2SO4 and analyzed XRD. Then silica reduced

to silicon by magnesiotermic method with ratio SiO2 : Mg was 1:2, at temperature

of 800°C for 6 hours. Then the result of reduction is purified by two methods. The first method is to usemakuabides, HCl 2N, mixture of HCl 2N and CH3COOH

25% and mixtures CH3COOH 25% with HF 4,8% with heating at 80°C for 3

hours. And the second method is to icrease the concentration of HCl 5N, and HF 10% without heating. The purification results of the two methods were analyzed using an analysis XRD and obtained purification results from the first method 40,4% with particle size of 42,993 nm – 58,567 nm and from second method 64,7% with particle size of 42,993 nm – 58,567 nm.

Keywords : Natural sand, Nanosilicon, Magnesiothermic, Ultrasonic, Silica

Referensi

Dokumen terkait

Dari ketiga cara untuk mendapatkan konsentrat protein, cara kedua yaitu dengan cara diekstraksi dengan asam encer (HCl) yang memiliki indeks kelarutan senyawa N

seperti terlihat pada tabel 2.3 dibawah ini.. Yudha Putra Utama : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Magnesium Klorida Dari Magnesium Hidroksida Dan Asam Klorida Dengan Kapasitas

Kebanyakan proses pembuatan kalium sulfat saat ini adalah dengan menggunakan proses double stage yang lebih rumit, karenanya kita akan mencoba untuk membuat pupuk kalium sulfat

Nanosilikon memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan silikon biasa, salah satunya adalah memiliki mobilitas elektron yang lebih tinggi, karena adanya bentuk

Pada suhu 573  C, kuarsa yang biasa atau α -kuarsa dapat berubah struktur secara reversibel menjadi β -kuarsa yang memiliki densitas yang lebih rendah dan pada suhu 867  C,

Dalam makalah ini membicarakan pembuatan dan karakterisasi termistor NTC dari pasir yarosit (yang telah dimurnikan secara kimia) dengan penambahan oksida mangan sebagai salah

Kebanyakan proses pembuatan kalium sulfat saat ini adalah dengan menggunakan proses double stage yang lebih rumit, karenanya kita akan mencoba untuk membuat pupuk kalium sulfat

Pembuatan Alumina dengan metode fase gas Dalam proses ini bahan baku yang digunakan adalah Alumunium Klorida AlCl3 yang mula – mula direaksikan dengan gas Nitrogen yang berperan