• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN MORANFISTUM STRUKTUR ANATOMI ORG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN MORANFISTUM STRUKTUR ANATOMI ORG"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN MORANFISTUM STRUKTUR ANATOMI ORGAN

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum moranfistum

Anggota Kelompok V :

1. Regina Puji Astuti (21111093) 2. Ririn Chaerina (21111095) 3. Rizka Nazah Pratiwi (21111096) 4. Rofi Siti Syarah (21111097) 5. Sinta Dwi Lestari (21111098)

LABORATORIUM MORANFISTUM

SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG 2011/2012

(2)

I. Tujuan

- Mengetahui perbedaan antara akar dan batang

- Memahami Perbedaan sistem akar tunggang dan akar serabut - Mengetahui klasifikasi batang menurut sifat dan bentuknya

- Dapat mengetahui organ pokok tumbuhan yang mengalami metamorfosa

- Mengetahui manfaat dari kangkung, bayam dan tumbuhan yang mengalami metamorfosa

II. Teori

A. Akar (Radix)

Akar atau sering juga di sebut radix merupakan salah satu bagian dari tanaman yang nomer tiga (di samping batang dan daun) bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan komus. Akar biasanya mempunyai sifat-sifat berikut: a. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah,

dengan arah tumbuh menuju ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hydrotrop), meninggalkan usaha dan cahaya,

b. Tidak berbuku-buku (nodus) juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya,

c. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan,

d. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah di banding dengan batang,

e. Bentuknya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.8

 Akar tumbuhan mempunyai fungsi untuk: 1. Memperkuat berdirinya tumbuhan,

2. Untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut dalam air dari dalam tanah,

3. Mengangkut air dan zat-zat makanan ke tempat pada tubuh tumbuhan kepada bagian tubuh tumbuhan yang memerlukan

4. Kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbun makanan8

Pada akar umumnya terdapat bagian di beda-bedakan sebagai bagian-bagian berikut:

1. Leher akar atau pangkal akar (Collum) 2. Ujung akar (Apex Radicis)

3. Batang akar (Corpus radicalis)

4. Cabang-cabang akar (Radix Lateralis) 5. Serabut akar (Fibrilla radicalis)

(3)

Melihat percabangan dan bentuknya, akar tunggang dapat di bedakan dalam :

a. Akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang dan jika ada cabang-cabangnya, biasanya cabang-cabang ini terdiri dari akar-akar yang halus membentuk serabut. Akar tunggang yang bersifat demikian seringkali berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan lalu mempunyai bentuk yang istimewa, misalnya:

 Bentuk tombak (fusiformis), pangkalnya besar meruncing ke ujung dengan serabut-serabut akar sebagai percabangan, biasanya menjadi tempat penimbunan makanan, misalnya akar lobak (Raphanus sativus L.), Wortel (Daucus carota l.)  Berbentuk Gasing (napiformis), pangkal akar besar membulat,

akar-akar serabut sebagai cabang hanya pada ujung yang sempit meruncing, seperti terdapat pada bangkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.)

 Bentuk benang (filiformis)8 b. Akar serabut

Akar serabut yaitu akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Karena akar-akar ini bukan berasal dari calon akar yang asli dianamakan akar liar, bentuknya seperti serabut, oleh karena itu dinamakan akar serabut (radix adventica). Baik pada sistem akar tunggang maupun akar serabut, masing-masing akar dapat bercabang-cabang untuk memperluas bidang penyerapan dan untuk memperkuat berdirinya batang tumbuhan.8

B. Batang (Caulis)

(4)

Yaitu batang yang biasanya keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri atas kayu , yang terdapat pada pohon-pohon (arbores) dan semak-semak (frutices)

3. Batang rumput (calmus)

Yaitu batang yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyara dan sering kali berrongga, misalnya pada padi (Oriza sativa L.)8

C. Metamorfosis akar dan batang

Di antara berbagai macam bagian tumbuhan yang sering kita jumpai, yang tidak lagi jelas berupa akar, batang, ataupun daun, yakni:

1. Kuncup (gema)

Kuncup merupakan bagian tumbuhan yang sesungguhnya adalah calon tunas. Menurut tempatnya kuncup di bedakan dalam tiga macam; kuncup tanjung (gemma terminalis), kuncup ketiak (gemma axillaris atau gemma lateralis) dan kuncup liar (gemma adventicus)

2. Rimpang (rhizoma), umbi (tuber) dan umbi lapis (bulbus)

Rimpang, umbi dan umbi lapis adalah metamorphosis (penjelmaan atau perubahan bentuk). Alat-alat tempat penimbun zat makanan cadangan, di samping itu dapat pula di jadikan alat perkembangbiakan.

a. Rimpang (rhizoma)

Rimpang sesungguhnya adalah batang beserta daunnya yang berada di dalam tanah, bercabang-cabang dan tumbuh mendatar dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru. Rimpang disamping merupakan alat perkembangbiakan juga merupakan tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan.

Bahwasannya alat ini adalah penjelmaan batang dan bukan akar, dapat di lihat dari tanda-tanda berikut :

 Berruas-ruas, berbuku-buku, akar tidak pernah bersifat demikian

 Berdaun tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik  Mempunyai kuncup-kuncup

 Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air, namun kadang ke atas muncul di permukaan tanah.8

b. Ubi (tuber)

(5)

1. Umbi batang (tuber caulogenum), jika umbi itu merupakan buku-buku batang dan ruas-ruasnya tidak jelas. Karena tidak adanya sisa daun setingkali disebut umbi telanjang (tuber nodus) seperti pada kentang (Solanum tuberosum L.) dan ketela rambat (Ipomoea batatas Poir.).

Bahwasanya umbi batang adalah penjelmaan batang masih terlihat dari terdapatnya kuncup-kuncup (mata) pada umbi ini, yang jika waktunya telah tiba dapat lalu bertunas dan menghasilkan tumbuhan baru. susunan yang berlapis-lapis yaitu yang terdiri atas daun-daun yang telah menjadi tebal, lunak, dan berdaging, merupakan bagian umbi yang menyimpan zat makanan cadangan, sedangkan batangnya sendiri hanya merupakan bagian kecil pada bagian bawah umbi lapis itu. Contohnya bawang merah (Allium cepa L.)8

(6)

IV. Hasil

 Hasil Pengamatan

 Manfaat 1. Wortel

 Penyedia vitamin A

 sebagai salah satu cara pencegahan dari penyakit jantung  penangkal kanker

 untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh

 mengandung beta karoten yang sangat diperlukan oleh tubuh  wortel juga kaya akan vitamin C, vitamin K dan potasium.6 2. Bengkoang

 Mengatasi penyakit kulit. Benih ubi dan belerang (masing-masing secukupnya) ditumbuk lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.  Sebagai obat demam. Bengkuang yang mempunyai sifat kimiawi yang

berkhasiat mendinginkan dapat digunakan untuk menurunkan demam. Bengkuang dapat dimakan secara langsung maupun dibuat dalam bentuk jus

 Mengatasi eksim. Bengkoang dikupas dan dimakan secara langsung. Lakukan secara rutin empat kali seminggu.

 Mengatasi wasir.

 Kandungan antiseptik di bengkoang mampu mengatasi gatal-gatal di kulit

 Menurunkan Kadar Kolesterol Darah3 3. Kentang

 Menghaluskan telapak tangan  Membersihkan bercak pada kulit  Menghilangkan jerawat

 Menghaluskan kulit

 Menghilangkan bengkak di mata4 4. Jahe

 Menghilangkan rasa mual dan mabuk saat di perjalanan  Mengobati nyeri pinggang dan punggung

(7)

 Mengatasi bau mulut  Menurunkan tekanan darah

 Mengobati pilek dan hidung tersumbat  Mengobati sariawan1

5. Bayam

 Melawan Sel Kanker

Vitamin A dan C serta serat, asam folat dan 13 flavonoid dalam bayam sangat bermanfaat dalam memerangi sel kanker. Sebuah penelitian menunjukkan, kandungan tersebut pada bayam menurunkan risiko kanker sebesar 34% terutama pada kanker payudara, kanker rahim, kanker prostat, kanker kulit dan kanker perut.

 Sumber Anti-inflamasi

 Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular

 Menurunkan tekanan darah tinggi

 Mencegah Osteoporosis

Secangkir daun bayam segar memenuhi 200% kebutukan nilai harian akan vitamin K. Vitamin ini amat penting dalam pencegahan keropos tulang. Selain itu, mineral lainnya seperti magnesium, seng, tembaga dan fosfor dalam bayam juga membantu penguatan tulang.

 Mencegah Diabetes

 Mencegah Anemia

Bayam adalah sumber zat besi yang diperlukan dalam mencegah

anemia. Zat besi membantu meregenerasi atau memperbanyak sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

 Meningkatkan kualitas penglihatan

 Mengobati Pendarahan Gusi2

(8)

 Mengurangi haid

 Melancarkan air seni  Ketombe

 Sembelit, mual bagi ibu hamil  Gusi bengkak

 Kapalan

 Kulit gatal karena eksim  Digigit lipan6

7. Bawang putih

 Menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan

 Membantu menghambat proses penuaan. Menghambat pertumbuhan sel kanker.

 Dengan mengkonsumsi bawang putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi.

 Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

 Zat anti-kolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah penggumpalan darah.

 Bawang putih dapat membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi.

 Dengan efek yang lebih lembut. Bawang putih mengandung vitamin A.  Bawang putih mengandung vitamin B, C, Kalsium, Protasium,

antioksidan dan mengandung selenium dan karoten

 Mengonsumsi 2-3 siung bawang putih sehari, akan menghindarkan dari kemungkinan berpenyakit jantung.

 Menyembuhkan tekanan darah tinggi  Meringankan tukak lambung

 Menurunkan kolesterol dalam darah

 Meningkatkan insulin darah bagi penderita diabetes.

(9)

 Bermanfaat sebagai penawar racun (detoxifier) yang melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit.4

V. Pustaka

1. http://www.lagalus.com/2012/01/manfaat-jahe.html

2. http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/sehat/2012/02/07/715/Sembila n-Khasiat-Bayam-untuk-Kesehatan

3. http://pondokibu.com/6442/manfaat-bengkoang-untuk-kesehatan-dan-kecantikan/

4. http://id.wikipedia.org/wiki/Kentang

5. http://www.kabarinews.com/article/Berita_Amerika/Amerika_Tips/22_KHASIAT_B AWANG_PUTIH/2344

6. http://www.kesehatan123.com/2587/manfaat-wortel/

7. http://khasiat-alam-ku.blogspot.com/2009/03/manfaat-sayur-kangkung.html 8. Tjitrosoepomo. Prof.Ir. Gembong, 1985, MORFOLOGI TUMBUHAN, Fakultas

Biologi. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

LAPORAN MORANFISTUM

(10)

Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum Moranfistum

Di Susun oleh :

Kelompok V

1.

Regin

a Puji Astuti (21111093)

2. Ririn Chaerina (21111095) 3. Rizka Nazah Pratiwi (21111096) 4. Rofi Siti Syarah (21111097) 5. Sinta Dwi Lestari (21111098)

LABORATORIUM MORANFISTUM

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor penghambat Implementasi Penilaian Autentik Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri 1 Motoling Berdasarkan temuan penelitian,

Teori Uses and Gratification yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan keaktifan Komunitas Pecinta Alam Adventure Anak Nyasar Medan dalam mengikuti akun

(GOOD). Untuk kapal yang panjangnya kurang dari 100 m, pembaaruan kelas No.3 jumlah sekat melintang dapat dikurangi 1 dan pembaruan kelas berikutnya jumlah sekat melintang

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) merumuskan teknik penerjemahan yang diterapkan dalam menerjemahkan kata dan frasa yang terdapat dalam teks bernuansa keagamaan:

Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Taman Nasional Kepulauan Togean, (2) menganalisis faktor-faktor yang

Kenongan dan goongan dalam lagu gedé., ada empat fungsi musikal, yaitu sebagai: ciri musikal lagu gede yang ditunjukkan dengan nada akhir di tiap baris lagu;

Dalam penelitian ini, matriks yang digunakan adalah guar gum, dimana dapat membentuk viscous gel sehingga menghambat pelepasan obat dari tablet lepas lambat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak kloroform dan etanol dari biji pacar air ( Impatiens balsamina L) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode