• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengindentifikasi Kondisi Financial Dist. pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mengindentifikasi Kondisi Financial Dist. pdf"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ii

ABSTRAK

Sektor telekomunikasi seharusnya menjadi lahan yang bagus dalam berinvestasi karena setiap orang membutuhkan telekomunikasi. Namun untuk saat ini pasar telekomunikasi di Indonesia sudah jenuh. Pada tahun 2010 lalu industri telekomunikasi diperkirakan memiliki penetrasi pasar hingga 84,30% atau telah menjual sebanyak 204,80 juta kartu SIM dari total populasi penduduk sekitar 243 juta jiwa. Jumlah tersebut naik sekitar 8% dari tahun 2009 yang jumlah penjualan kartu SIM sebanyak 183,27 juta atau sama dengan penetrasi pasar sebanyak 76,30%.

Nilai EPS yang rendah pada sektor telekomunikasi mengindikasikan bahwa perolehan laba pada sektor telekomunikasi tidak begitu besar dibandingkan jumlah lembar saham yang disebarkan. Laba yang relatif kecil bisa disebabkan oleh berbagai faktor antara lain; penjualan yang rendah dan atau hutang yang terlalu tinggi. Jika rendahnya laba disebabkan oleh hutang yang terlalu tinggi sebaiknya sedini mungkin untuk diwaspadai. Ketidakmampuan perusahaan membayar kewajiban jika dibiarkan lama kelamaan akan berakibat pada kebangkrutan. Sebelum itu terjadi, hendaknya diidentifikasikan sesegera mungkin apakah perusahaan tersebut berada dalam kondisi financial distress atau tidak.

Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengidentifikasian terhadap kondisi financial distress masing-masing perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pada penelitian ini, populasi dan sekaligus sampel perusahaan yang menjadi objek penelitian ini adalah PT. Telkom Tbk., PT. Bakrie Telecom Tbk., PT. Indosat Tbk., PT. XL Axiata Tbk., PT. Inovisi Infracom Tbk dan PT. Mobile-8 Telecom Tbk. Data laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan masing-masing perusahaan pada tahun 2010.

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi

financial distress masing-masing perusahaan dengan menggunakan metode

perhitungan Altman Z-Score.

Hasil dari penelitian ini adalah terdapat tiga perusahaan berada dalam kondisi financial distress dan tiga perusahaan lain yang berada dalam kondisi grey area.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian sebelumnya, Almilia dan Kristijadi (2003) melakukan penelitian untuk memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan manufaktur dengan

Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam model Altman dapat memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan

Dengan kata lain tidak ada satupun rasio keuangan yang dapat digunakan untuk memprediksi kondisi financial distress perusahaan selain rasio-rasio keuangan yang

Kata kunci :financial distress, likuiditas, leverage, profitabilitas, rasio aktivitas, komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran

Kompetensi, independensi, serta frekuensi pertemuan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap financial distress yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur.. Kata kunci

Hasil dari penelitian ini menunjukan likuiditas tidak berpengaruh terhadap kondisi financial distress, artinya apabila perusahaan mampu membayar hutangnya dengan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada rasio keuangan lain yang dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi kondisi financial distress perusahaan selain

Berdasarkan Tabel 6, dapat diketahui bahwa pengaruh ukuran perusahaan dan good corporate governance terhadap terjadinya kondisi financial distress pada perusahaan sektor aneka